Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4351–4360 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2015

ASUHAN GIZI PADA PASIEN BRONKOPNEUMONIA DI RUANG ANGGREK RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Lihat Detail Karya
Penulis: RATNANI CHOIRUNISA
NIM: 1203000116
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Annasari Mustafa, SKM., M.Sc
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Ratnani Choirunisa, 2015. Asuhan Gizi Pada Pasien Bronkopneumonia. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang. Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Dr. Annasari Mustafa, SKM., M.Sc Tidak satupun orang tua yang menginginkan anaknya jatuh sakit, lebih-lebih bila anaknya mengalami bronkopneumonia. Insiden penyakit ini pada negara berkembang hampir 30% pada anak-anak di bawah umur 3 tahun dengan resiko kematian yang tinggi pada bayi yang berusia kurang dari 2 bulan. Tujuan penelitian yaitu mengetahui asuhan gizi pada pasien bronkopenumonia di Ruang Anggrek RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Jenis penelitian ini adalah observational studies dengan desain penelitian berupa case studies yang dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal 11 Juni - 13 Juni 2015. Data yang dikumpulkan yaitu data karakteristik pasien, data antropometri, data biokimia, data fisik klinis, data riwayat gizi pasien, data diagnosa gizi, data intervensi gizi dan data monitoring evaluasi. Pasien berjumlah satu orang, berjenis kelamin perempuan berusia 2 tahun, memiliki status gizi baik dengan diagnosa bronkopneumonia. Pasien di diagnosa gizi berupa peningkatan kebutuhan energi dan protein, kekurangan intake makanan oral dan kekeliruan pola makan. Diet yang diberikan adalah diet TETP dalam bentuk makanan lunak. Pasien juga diberikan konseling gizi. Rata-rata tingkat konsumsi selama 3 hari pengamatan yaitu energi 61,3 % (Diet Needs Improvement), protein 94 % (Good Diet), lemak 42 % (Poor Diet), karbohidrat 64,3 % (Diet Needs Improvement). Hasil penelitian menunjukkan masih kurang adanya peningkatan hasil konseling gizi sehingga menyebabkan tingkat konsumsi pasien belum semuanya mencapai kebutuhan. Kata kunci : Asuhan Gizi, Bronkopneumonia, TETP
Cover KTI
tidak tersedia
2015

ASUHAN GIZI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DENGAN CVA (Cerebro Vascular Accident) INFARK DI RSU HAJI SURABAYA

Lihat Detail Karya
Penulis: YENI AFINDA SARI
NIM: 1203000047
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Endang Widajati
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Yeni Afinda Sari (2015). Asuhan Gizi pada Pasien Diabetes Mellitus dengan CVA (Cerebro Vascular Accident) Infark di RSU Haji Surabaya. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Endang Widajati Diabetes Mellitus adalah kondisi kronis sel beta pankreas yang ditandai dengan ketiadaan absolute insulin atau penurunan relatif insensitivitas sel terhadap insulin. Jumlah penderita diabetes di seluruh dunia saat ini mencapai 200 juta, dan diperkirakan meningkat lebih dari 330 juta pada tahun 2025. Di Amerika Serikat, 18,2 juta individu mengidap diabetes (Corwin, 2008). Dibandingkan dengan penderita Non-Diabetes Mellitus (normal) ternyata Diabetisi mempunyai kecenderungan dua kali lebih mudah mengalami stroke (Tjokroprawiro, Askandar 1986 dalam Tjokroprawiro, 1992). Tujuan umum adalah mengetahui asuhan gizi pada pasien penyakit diabetes mellitus dengan CVA (Cerebro Vascular Accident) Infark di RSU Haji Surabaya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Observational studies dengan menggunakan rancangan penelitian case study atau studi kasus. Data yang diambil meliputi gambaran umum pasien, data antopometri awal dan akhir, data biokimia awal dan akhir, data fisik klinis awal dan akhir, riwayat pasien yang meliputi riwayat gizi dahulu, riwayat gizi sekarang, riwayat penyakit dan riwayat penyakit keluarga, asupan pasien serta tingkat konsumsi pasien. Cara pengumpulan data melalui wawancara, melihat buku status pasien dan pemeriksaan laboratorium. Intervensi yang dilakukan yaitu melakukan asuhan gizi dan edukasi kepada pasien dan keluarga pasien. Hasil penelitian menunjukkan tingkat konsumsi energi, protein, lemak, dan karbohidrat pada hari terakhir pengamatan termasuk dalam kategori normal yaitu masing-masing 100%, 90%, 97%, 102%. Hasil antopometri selama 3 hari tidak terjadi perubahan. Hasil biokimia GDA STIK pada akhir pengamatan mengalami penurunan dibandingkan saat awal masuk rumah sakit yaitu sebesar 244 mg/dL namun masih dalam kategori diatas normal. Perkembangan fisik klinis pasien semakin membaik. Kata kunci: Asuhan Gizi, Diabetes Mellitus, CVA (Cerebro Vascular Accident)
Cover KTI
tidak tersedia
2015

ASUHAN GIZI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DENGAN PENYAKIT PENYERTA PNEUMONIA (STUDI KASUS DI RSUD DR. ISKAK TULUNGAGUNG)

Lihat Detail Karya
Penulis: TUTIT JULIE KARYANI
NIM: 1203000122
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Sutomo Rum Teguh Kaswari
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Tutit Julie Karyani, 2015. Asuhan Gizi pada Pasien Diabetes Mellitus dengan Penyakit Penyerta Pneumonia (Studi Kasus di RSUD dr.Iskak Tulungagung). Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Sutomo Rum Teguh Kaswari. Diabetes mellitus merupakan ancaman serius bagi pembangunan kesehatan karena jumlahnya penderita diabetes terus meningkat. Prevalensi proporsi penyebab kematian akibat diabetes mellitus pada kelompok usia 45-54 tahun di daerah perkotaan menduduki ranking ke-2 yaitu 14,7%. Daerah pedesaan, menduduki ranking ke-6 yaitu 5,8% (Riskesdas, 2007). Di Perdesaan Jawa Timur, penduduk yang berusia dua puluh tahun ke bawah yang menderita Diabetes Mellitus sebanyak 1,47%. Dengan demikian, diperkirakan di Kotamadya Surabaya (KMS) akan terdapat minimal tiga puluh ribu Diabetisi; sedangkan di Jawa Timur dengan penduduk 33 juta, terdapat minimal tiga ratus Diabetisi, dan untuk seluruh Indonesia minimal 2,5 juta orang. Dari jumlah Diabetisi di KMS tersebut, menurut catatan tahun 1993, sekitar 19.029 Diabetisi yang harus dirawat (Askandar, 2006). Tujuan Umum adalah melaksanakan asuhan gizi klinik pada pasien Diabetes Melitus dengan Penyakit Penyerta Pneumonia yang dirawat di bagian penyakit dalam RSUD dr. Iskak Tulungagung. Tujuan khusus adalah Mengetahui gambaran umum pasien, melakukan assessment gizi pada pasien, menegakkan diagnosis gizi pada pasien, memberikan intervensi gizi pada pasien serta melakukan monitoring dan evaluasi pada pasien. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Observasional Studies dengan menggunakan rancangan penelitian Case Study. Karakteristik pasien adalah jenis kelamin laki-laki, usia 63 tahun, riwayat penyakit diabetes, pekerjaan sebagai tukang becak. Data yang diambil meliputi gambaran umum pasien, data antropometri data biokimia, fisik klinis, riwayat gizi pasien yang meliputi riwayat gizi dahulu dan riwayat gizi sekarang, asupan pasien serta tingkat konsumsi pasien. Cara pengumpulan data melalui wawancara, melihat buku status pasien dan pemeriksaan laboratorium. Intervensi yang dilakukan yaitu melakukan asuhan gizi dan edukasi kepada pasien dan keluarga pasien. Hasil penelitian: asupan dan tingkat konsumsi energi, protein, karbohidrat dan lemak masuk dalam kategori baik. Pekembangan antropometri belum mengalami peningkatan, terjadi penurunan nilai biokimia dan kondisi fisik sudah membaik. Masih diperlukan edukasi lebih lanjut kepada pasien dan keluarga untuk pasien untuk meningkatkan pengetahuan. Kata kunci : diabetes mellitus, pneumonia, asuhan gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2015

ASUHAN GIZI PADA PASIEN DM TIPE II DENGAN HIPERTENSI STAGE I DI GEDUNG MAWAR PUTIH RUANG O4 RSUD SIDOARJO

Lihat Detail Karya
Penulis: NANDUNG EKO PAMBUDI
NIM: 1203000046
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Dr. Annasari Mustafa, SKM., M.Sc. M
Lihat Abstraksi
RAK Nandung Eko Pmbudi, 2015. Asuhan Gizi Pada Pasien Diabetes Mellitus (DM) Tipe II dengan Hipertenesi Stage I di Ruang Mawar Putih No. O4 RSUD Sidoarjo Jawa Timur. Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing : Dr. Annasari Mustafa, SKM., M.Sc. M. Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Hipertensi Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis asuhan gizi pada pasien penderita Diabetes Mellitus (DM) Tipe II dengan Hipertensi stage I. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain studi kasus yaitu dengan melakukan pengamatan terhadap pasien Diabetes Mellitus (DM) dengan Hipertensi stage I di RSUD Sidoarjo. Tn. Ny adalah seorang laki-laki berusia 43 tahun memiliki BB 50 kg dan TB 150 cm. Pasien MRS merasa lemas, mual, muntah, perut terasa nyeri dan bersendawa, keadaan umum lemah. Pasien MRS dengan diagnosa DM, HT stage I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi diet yang diberikan adalah diet DM B 1500 Kalori dan Rendah Garam 3. Hasil perkembangan antropometri pasien tidak mengalami perubahan selama 5 hari pengamatan. Hasil laboratorium GDP dan GD2JPP mengalami penurunan dari 366 mg/dl menjadi 126 mg/dl dan 412 mg/dl menjadi 135 mg/dl. Pada pemeriksaan klinis didapatkan bahwa adanya perkembangan tekanan darah untuk hari pertama MRS 150/90 mmHg menjadi 130/80 mmHg pada hari terakhir pengamatan. Untuk tingkat konsumsi energi dan zat gizi termasuk dalam kategori cukup namun rata-rata tingkat konsumsi masih rendah. Pada proses konseling pada pasien dan keluarga pasien berjalan dengan lancar. Materi konseling diberikan tentang diet Diabetes Melitus (DM) dan diet Rendah Garam (RG). Konseling dilakukan pada saat di rumah sakit. Berdasarkan pengamatan dapat disimpulkan bahwa pasien sudah mematuhi diet yang diberikan meskipun belum mencapai standart. Namun meskipun demikian, pasien perlu mendapatkan motivasi dan edukasi agar diet yang diberikan dapat dilakukan dengan benar untuk proses pemulihan kondisi pasien.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

ASUHAN GIZI PADA PASIEN KANKER SERVIKS + DIABETES MELLITUS (STUDI KASUS DI RSAL Dr. RAMELAN SURABAYA)

Lihat Detail Karya
Penulis: MEIFITA USWATUN KHASANAH
NIM: 1203000096
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: Sutomo Rum Teguh Kaswari
Lihat Abstraksi
Meifita Uswatun Khasanah, 2015. Asuhan Gizi pada Pasien Kanker Serviks+ Diabetes Mellitus (Studi Kasus di RSAL Dr. Ramelan Surabaya). Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Sutomo Rum Teguh Kaswari Kanker leher rahim atau yang disebut kanker serviks merupakan kanker yang terjadi pada serviks uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina) (Shadine, 2012). Penyakit kanker leher rahim saat ini menempati urutan pertama daftar kanker yang diderita kaum wanita. Saat ini di indonesia ada sekitar 100 kasus per 100 ribu penduduk atau 200 ribu kasus setiap tahunnya. Kanker serviks yang sudah masuk ke stadium lanjut sering menyebabkan kematian dalam jangka waktu relatif cepat. Selain itu lebih dari 70% kasus yang datang ke rumah sakit ditemukan dalam keadaan stadiun lanjut. Penyebab kanker serviks adalah multifaktor, yang dibedakan atas faktor risiko mayor, faktor risiko minor dan ko-faktor (Suwiyoga, 2007). Pada faktor mayor kanker serviks sekitar 90% terdapatnya virus HPV (Human Papiloma Virus). Infeksi HPV risiko tinggi merupakan awal dari patogenesis kanker serviks sedangkan HPV risiko tinggi merupakan karsinogen kanker serviks, dan awal dari karsinogenesis kanker serviks uteri. Gejala kanker dalam keadaan berat dinamakan kakeksia. Diabetes adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan adanya peningkatan kadar gula dalam darah. Asuhan gizi adekuat terbukti memperbaiki status gizi, mencegah proses terjadinya malnutrisi dan dampak yang ditimbulkan oleh kanker serviks dan diabetes mellitus. Jenis penelitian ini studi observasional dengan menggunakan rancangan penelitian studi kasus pada satu pasien selama 1 hari. Pasien yang diamati berusia 55 tahun, memiliki status gizi normal, kadar Hb rendah yaitu 9,0 g/dL dan GDA dan 2JPP tinggi masing-masing sebesar 406 mg/dL dan 293 mg/dL. Data yang diperoleh ditabulasi, dikategorikan dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sudah ada peningkatan asupan makan pasien namun tingkat konsumsi energi masih rendah. Kata kunci: Asuhan Gizi, Kanker Serviks, Diabetes Mellitus
Cover KTI
tidak tersedia
2015

ASUHAN GIZI PADA PASIEN KEJANG DEMAM KOMPLEKS, KONGENITAL, HIDROSEFALUS, POST OP UNSPECIFIED DI RSUD Dr. MOHAMAD SALEH PROBOLINGGO

Lihat Detail Karya
Penulis: LUTFI DAMAYANTI
NIM: 1203000085
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah.
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Lutfi Damayanti, 2015. Asuhan Gizi pada Pasien Kejang Demam Kompleks, Kongenital, Hidrosefalus, Post op unspecified di RSUD Dr. Mohamad Saleh Probolinggo. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Diniyah Kholidah. Kejang demam merupakan salah satu kelainan saraf yang paling sering dijumpai pada bayi dan anak. Biasanya antara usia 3 bulan sampai 5 tahun. Sekitar 2 sampai 5% anak pernah mengalami kejang demam sebelum usia 5 tahun. Jumlah penderita kejang demam diperkirakan mencapai 2 sampai 4% dari jumlah penduduk di Amerika Serikat, Amerika Selatan dan Eropa Barat. Di Asia dilaporkan penderitanya lebih tinggi sekitar 20%, diantara jumlah penderita itu mengalami kejang demam kompleks yang harus ditangani secara lebih teliti. Hidrosefalus suatu keadaan patologis otak yang dapat mengakibatkan gagguan dari cairan serebrospinalis yang berubah menjadi banyak, disebabkan oleh karena obstruksi aliran cairan serebrospnalis (CSS), gangguan absorpsi dan atau prduksi cairan serebrospinalis yang sangat berlebihan. Terjadinya gangguan cairan serebrospinalis dapat diakibatkan oleh kemungkinan beberapa hal, di antaranya malformasi vascular, abses, pendarahan, keradangan otak, dan lain sebagainya. Kelainan kongenital pada bayi baru lahir merupakan penyebab kematian nomer tiga dari kematian bayi dibawah umur satu tahun (18%). Kelainan kongenital dapat merupakan penyebab penting terjadinya abortus, lahir mati, ataupun kematian bayi segera setelah lahir. Kematian bayi pada bulan pertama kehidupannya sering disebabkan kelainan kongenital yang besar (11,7%) seakan merupakan proses seleksi alam terhadap kelangsungan hidup bayi yang dilahirkan. Bayi yang dilahirkan dengan kelainan kongenital cenderung mempunyai berat badan lahir yang rendah (BBLR), atau kecil masa kehamilan. Tujuan umum adalah Mengetahui asuhan gizi pada pasien Kejang Demam Kompleks, Kongenital, Hidrosefalus, Post op unspecified di RSUD Dr. Moh. Saleh Probolinggo. Tujuan khusus adalah melakukan assesment gizi, diagnosis gizi, melakukan intervensi gizi, melalukan monitoring dan evaluasi. Jenis penelitian ini adalah observasional study dengan menggunakan rancangan iii penelitian case study. Karakteristik pasien adalah anak pertama dari Ny. CR, bernama RZ , jenis kelamin laki-laki, usia 7 bulan, menderita hidrosefalus sejak lahir. Data yang diambil meliputi gambaran umum pasien, data antropometri awal dan akhir, data biokimia awal dan akhir, data fisik klinis awal dan akhir, riwayat pasien yang meliputi riwayat gizi dahulu, riwayat gizi sekarang, riwayat penyakit dan riwayat penyakit keluarga, asupan pasien serta tingkat konsumsi pasien. Cara pengumpulan data melalui wawancara, melihat buku status pasien dan pemeriksaan laboratorium. Intervensi yang dilakukan yaitu melakukan asuhan gizi dan edukasi kepada pasien dan keluarga pasien. Hasil penelitian: asupan dan tingkat konsumsi energi, protein, karbohidrat, dan lemak masuk dalam kategori baik. Pekembangan antropometri mengalami peningkatan, terjadi penurunan nilai biokimia dan kondisi fisik sudah membaik. Masih diperlukan edukasi lebih lanjut kepada keluarga pasien untuk pasien untuk meningkatkan pengetahuan. . Kata kunci: kejang demam kompleks, hidrosefalus, kongenital, asupan, tingkat konsumsi, edukasi
Cover KTI
tidak tersedia
2015

ASUHAN GIZI PADA PASIEN POST OPERASI BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA-TRANS URETHRAL RESECTION OF THE PROSTATE (BPH-TURP) DI BAGIAN BEDAH RUANG CEMPAKA RSUD DR. ISKAK TULUNGAGUNG

Lihat Detail Karya
Penulis: ARBA’ATUS SOLEHA
NIM: 1203000106
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Endang Widajati
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Arba’atus Soleha, 2015. Asuhan Gizi pada Pasien Post Operasi Benign Prostatic Hyperplasia-Trans Urethral Resection of The Prostate (BPH-TURP) di Bagian Bedah Ruang Cempaka RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: Endang Widajati. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan kelainan yang sering dijumpai pada pria usia diatas 50 tahun. Menurut WHO, pada tahun 2009 dua diantara tiga lansia diseluruh dunia yang berjumlah 600 juta akan hidup dan bertempat tinggal di negara-negara sedang berkembang dan akan mengalami peningkatan tiga kali lipat pada tahun 2050. Semakin tinggi angka harapan hidup semakin tinggi pula prevalensi penderita BPH. Salah satu penatalaksanaan BPH adalah dengan melakukan pembedahan Trans Urethral Resection of The Prostate (TURP). Penatalaksaan diet pada pasien post operasi BPH-TURP adalah dengan memberikan diet TETP yang bertujuan untuk mengupayakan agar status gizi pasien segera kembali normal, untuk mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh pasien. Pemberian diet diberikan secara oral sesuai dengan keadaan pasien.Tujuan umum adalah mengetahui asuhan gizi pada pasien post operasi BPH-TURP di RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Tujuan khusus adalah melakukan assessment gizi, mengetahui diagnosa, merencanakan intervensi gizi, melakukan monitoring dan evaluasi pada pasien BPH-TURP. Jenis penelitian ini adalah observasinal study dengan menggunakan rancangan penelitian case study. Karakteristik pasien adalah pasien berjenis kelamin laki-laki dengan usia 74 tahun dengan diagnosa mengalami BPH. Pasien tinggal satu rumah dengan anak pasien, kegiatan sehari-hari pasien beternak ayam di rumah. Riwayat penyakit infeksi lambung mengalami kesulitan kencing dua bulan yang lalu. Data yang diambil meliputi gambaran umum pasien, data antropometri, data biokimia selama pasien mengalami perawatan, data fisik klinis, riwayat pasien yang meliputi riwayat gizi dahulu, riwayat gizi sekarang dan riwayat penyakit. Pengumpulan data melalui wawancara terhadap pasien dan keluarga pasien, melihat buku status pasien dan observasi langsung kepada pasien. Intervensi yang dilakukan yaitu melakukan asuhan gizi dan edukasi kepada pasien dan keluarga pasien. Hasil penelitian meliputi tingkat konsumsi energi, lemak dan karbohidrat masuk dalam kategori sedang dan tingkat konsumsi protein masuk dalam kategori kurang. Perkembangan antropometri belum mengalami peningkatan, pemeriksaan laboratorium pasien selama dirawat di rumah sakit tidak ada perubahan dan kondisi fisik klinis pasien mulai membaik. Masih diperlukan perhatian khusus dari keluarga untuk memantau perubahan perilaku pasien. Kata Kunci : BPH-TURP, asuhan gizi, tingkat konsumsi, edukasi
Cover KTI
tidak tersedia
2015

ASUHAN GIZI PADA PASIEN SIROSIS HEPATIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. ISKAK TULUNGAGUNG

Lihat Detail Karya
Penulis: LENSIA HAPPY
NIM: 1203000113
Program Studi: Polkesma Gizi
Dosen Pembimbing: Dr. Annasari Mustafa, SKM., M.Sc
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Lensia Happy, 2015. Asuhan Gizi pada Pasien Sirosis Hepatis. Karya Tulis Iliah, Program Studi DIII Gizi Malang. Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Dr. Annasari Mustafa, SKM., M.Sc Pada umumnya penyakit apapun timbul dari kesalahan diri akan pola hidup, pola makan, dan kebiasaan yang buruk serta kurang baik yang diterapkan. Penyakit hepatitis merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk di Indonesia. Menurut hasil Riskesdas tahun 2013 bahwa jumlah orang yang didiagnosis sirosis hepatis di fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan gejala-gejala yang ada, menunjukkan peningkatan 2 kali lipat apabila dibandingkan dari data tahun 2007 dan 2013. Tujuan penelitian yaitu mengetahui pelaksanaan asuhan gizi pada pasien Sirosis Hepatis di RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Jenis penelitian ini adalah observational studies menggunakan desain case study (studi kasus) yang dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal 6 Juni – 8 Juni 2015. Data yang dikumpulkan yaitu data karakteristik pasien, data antropometri, data biokimia, data fisik klinis, data riwayat gizi pasien, data diagnosa gizi, data intervensi gizi dan data monitoring evaluasi. Pasien berjumlah satu orang, berjenis kelamin perempuan berusia 82 tahun, memiliki status gizi kurang dengan diagnosa sirosis hepatis. Pasien didiagnosa gizi berupa peningkatan kebutuhan protein dan zat besi (Fe), penurunan kebutuhan natrium, intake makanan dan minuman oral tidak adekuat, serta kurang pengetahuan tentang makanan dan gizi. diet yang diberikan adalah diet hati rendah garam II dalam bentuk makanan lunak. Pasien juga diberikan terapi edukasi berupa konseling gizi. rata-rata tingkat konsumsi selama 3 hari pengamatan yaitu energi 88,7% (good diet), protein 88,9% (good diet), lemak 98,0% (good diet), dan karbohidrat 87,7% (good diet). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling gizi yang diberikan berhasil dilihat dari tingkat konsumsi pasien yang semakin hari semakin meningkat dan termasuk dalam kategori good diet. Kata kunci : Asuhan Gizi, Sirosis Hepatis, Diet Hati
Cover KTI
tidak tersedia
2015

ASUHAN GIZI PASIEN POST SECTIO CAESAREA (STUDI KASUS DI RSUD Dr. MOH SALEH PROBOLINGGO)

Lihat Detail Karya
Penulis: YUNITA EKA MAYASARI
NIM: 1203000002
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: drg. Rinawati Basuki, M.Kes
Lihat Abstraksi
viii ABSTRAKSI Mayasari, Yunita Eka, 2015. Asuhan Gizi Pasien Post Sectio Caesarea di RSUD dr Moh Saleh Probolinggo. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing : drg. Rinawati Basuki, M.Kes Istilah sectio caesarea berasal dari perkataan Latin caedere yang artinya memotong. Pengertian ini semula dijumpai dalam Roman Law (Lex Regia) dan Emperor’s Law ( Lex Caesarea) yaitu undang – undang yang menghendaki supaya janin dalam kandungan ibu – ibu yang meninggal harus dikeluarkan dari dalam rahim. Seksio Sesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding depan perut atau vagina, atau seksio sesarea adalah suatu histerotomia untuk melahirkan janin dari dalam rahim (Mochtar,1998). Kekurangan energi dan protein sering dijumpai di bangsal-bangsal bedah, 1 dari 5 pasien bedah mengalami kekurangan energi dan protein (Graham L.Hill, 2000). Penataan nutrisi adalah periode hipermetabolisme dan untuk mempromosikan perbaikan selama masa penyembuhan (Moore,1997). Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui asuhan gizi pada pasien post sectio caesarea di RSUD Dr. Saleh Probolinggo. Metode penelitian ini adalah penelitian studi observasi dengan menggunakan rancangan penelitian studi kasus, dilaksanakan pada bulan 7 April sampai 9 Mei 2015 di RSUD dr Moh Saleh Probolinggo. Subjek penelitian ini adalah seorang pasien rawat inap berusia 20 tahun dengan riwayat sectio caesarea pada kehamilan yang pertama di Ruang Melati dengan diagnosis post op sectio caesarea yang mendapatkan terapi diet dan bersedia menjadi subjek penelitian. Data yang diambil meliputi gambaran umum pasien, data antropometri, data biokimia, data fisik klinis, riwayat gizi sekarang, riwayat gizi dahulu, riwayat penyakit pasien, riwayat penyakit keluarga, asupan pasien serta tingkat konsumsi pasien. Cara pengumpulan data melalui wawancara, melihat buku status pasien dan hasil pemeriksaan laboratorium. Intervensi yang dilakukan yaitu melakukan asuhan gizi dan edukasi kepada pasien dan keluarga pasien. Hasil penelitian : asupan dan tingkat konsumsi energi, protein, lemak, dan karbohidrat masuk dalam kategori sedang. Status gizi pasien dalam ketegori normal. Perkembangan fisik pasien ada peningkatan dan mulai membaik. Masih diperlukan edukasi lebih lanjut kepada pasien dan keluarga untuk meningkatkan pengetahuannya dan menaati anjuran yang diberikan. Kata kunci : asuhan gizi, sectio caesarea, asupan, tingkat konsumsi, edukasi.
Cover KTI
tidak tersedia
2015

ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN (CONTINUITY OF CARE) PADA NY “S” GIIP1001Ab000 UK 32-34 Minggu DENGAN KEHAMILAN NORMAL DI BPM ANIK ROHANJARWATI Amd.Keb KECAMAYAN PAKIS, KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MEGA HANDAYANI PUTRI
NIM: 1202100046
Program Studi: POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Utama : Dra Susilaningsih, M.Kes, Pendamping : Wandi, S.Kep.Ners.,M.Pd
Subjek: Asuhan Kebidanan Kehamilan, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir, KB
Lihat Abstraksi
Putri, Mega Handayani, 2015, Prodi D III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang, Studi kasus asuhan kebidanan Continuity Of Care pada Ny “S” di BPM Anik Rohanjarwati, A.Md Keb Pakis, Pembimbing (I) Utama : Dra Susilaningsih, M.Kes, Pembimbing (II) Pendamping : Wandi, S.Kep.Ners.,M.Pd. Kata Kunci : Asuhan Kebidanan Kehamilan, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir, KB Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia menurut (SDKI) menyebutkan, sepanjang periode 2007-2012 kasus kematian ibu melonjak cukup tajam, pada 2012, (AKI) mencapai 359/100.000 kelahiran hidup sedangkan angka kematian bayi (AKB) yaitu 32/1000 kelahiran hidup, sehingga asuhan secara continuity of care penting dilakukan. Tujuan studi kasus ini dilakukan untuk melakukan pengkajian, menentukan diagnosa, perencanaan asuhan, pelaksanaan asuhan dan evaluasi hasil asuhan kebidanan dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian studi kasus ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bersifat continuity of care. Subyek penelitian adalah Ny”S” dengan usia kehamilan 32-34 minggu dengan SPR=2. Pengumpulan data asuhan kebidanan dilakukan dengan cara wawancara, observasi, pengukuran, rekam medik dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian studi kasus ini meliputi panduan wawancara, format pengkajian dan lembar observasi. Hasil pengolahan data ditulis menggunakan manajemen kebidanan menurut varney dan menggunakan SOAP untuk catatan perkembangan. Hasil asuhan kebidanan pada Ny “S” selama masa kehamilan hingga KB adalah ibu dalam keadaan yang baik atau fisiologis. Masalah-masalah yang dialami ibu beberapa diantaranya adalah masalah fisiologis yang dapat teratasi dan tidak terjadi komplikasi. Hasil asuhan yang diberikan pada bayi Ny “S” adalah bayi dalam kondisi yang fisiologis dan tidak mengalami komplikasi apapun. Bayi tumbuh dengan sehat sampai pada kunjungan yang terakhir. Studi kasus ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi bidan dalam pemberian asuhan kebidanan sehingga keadaan ibu dan bayi akan terus terpantau dan dapat menurunkan AKI serta AKB.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan