Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4331–4340 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2016

TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA DENGAN KECEMASAN SEDANG SETELAH TERAPI TERTAWA DI POSYANDU SRIKANDI 2 WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARENG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FATIMAH KHAIRUN NISA
NIM: 1301100024
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Lenni Saragih, SKM, M. Kes, Sugianto Hadi, SKM, MPH
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Tingkat Kecemasan Pada Lansia Dengan Kecemasan Sedang Setelah Terapi Tertawa Di Posyandu Srikandi 2 Wilayah Kerja Puskesmas Bareng Kota Malang (studi kasus deskriptif observasi partisipatif) Fatimah Khairun Nisa (2016) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I Lenni Saragih, SKM, M. Kes, Pembimbing II Sugianto Hadi, SKM, MPH Kata Kunci : Lanjut Usia, Kecemasan, Terapi Tertawa Pada masa lansia terjadi perubahan-perubahan yang komplek, salah satunya yaitu perubahan psikologik dimana yang paling sering adalah kecemasan. Untuk itu perlu berbagai upaya untuk menanganinya, salah satunya melalui terapi tertawa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kecemasan lansia dengan kecemasan sedang setelah terapi tertawa di Posyandu Srikandi 2 wilayah kerja Puskesmas Bareng Kota Malang. Metode studi kasus ini adalah deskriptif observatif partisipatif. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner GAS (Geriatric Anxiety Scale) dengan wawancara terpimpin yang dilakukan pada pertemuan pertama sebelum terapi, pertemuan ke-3 setelah terapi, dan pertemuan ke-6 setelah terapi tertawa. Subyek studi kasus ini 3 lansia dengan kecemasan sedang. Hasil studi kasus didapatkan setelah 6 kali pemberian terapi tertawa, Subyek penelitian I tingkat kecemasannya tetap yaitu kecemasan sedang, sedangkan Subyek penelitian II dan III mengalami penurunan mengalami penurunan dari kecemasan sedang menjadi kecemasan ringan. Rekomendasi penelitian ini yaitu perlu diterapkannya terapi tertawa terutama bagi lansia yang mengalami kecemasan.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP MUTU MAKANAN DAN MUTU PELAYANAN DI CAFE KOPI TETES KOTA BATU

Lihat Detail Karya
Penulis: RIANA MEILANI
NIM: 1203410039
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Dwie Soelistyorini, SST, M.Kes, Dra. Sri Endang Surowati, MM
Cover KTI
tidak tersedia
2016

TINGKAT KONSUMSI PROTEIN, ASUPAN ZAT BESI, ASUPAN ASAM FOLAT DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PENDERITA PENYAKIT GINJAL KRONIK PRA-HEMODIALISIS DI RSUD KANJURUHAN KEPANJEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: R. SHOFIANA ROSA PURWANDARI
NIM: 1203410014
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Dr. Annasari Mustafa, SKM, M. Sc., Drg. Rinawati Basuki, M.Kes
Cover KTI
tidak tersedia
2016

TINJAUAN KEAMANAN BERKAS REKAM MEDIS DALAM PROSES PENDISTRIBUSIAN REKAM MEDIS UNTUK POLI BEDAH UMUM RSUD dr. R. SOEDARSONO PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: Novan Arianto
NIM: 1304000021
Program Studi: PRODI D III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Gunawan, SKp,.MMRS, Dr. Ganif Djuwadi, SST, S.Pd, M.Kes
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Novan Arianto, Tinjauan Keamanan Berkas Rekam Medis Dalam Proses Pendistribusian Rekam Medis Untuk Poli Bedah Umum RSUD dr. R. Soedarsono Pasuruan, Pembimbing I Gunawan, SKp,.MMRS, Pembimbing II Dr. Ganif Djuwadi, SST, S.Pd, M.Kes Keamanan informasi rekam medis harus dijaga, salah satunya dalam proses pendsitribusian rekam medis. Karena dokumen rekam medis bersifat rahasia. Dokumen rekam medis adalah milik rumah sakit sedangkan isinya adalah milik pasien (Permenkes RI 269 : 2008). Metode penelitian ini deskriptif kuantitatif, desain survey cross sectional. Variabel penelitian adalah keamanan rekam medis dengan 2 sub variabel yaitu cara keluar rekam medis dan pengetahuan petugas tentang kerahasiaan rekam medis. Populasi penelitian ini adalah petugas dan dokumen rekam medis. Sampel penelitian menggunakan total sampling berjumlah 69 dokumen dan 5 orang petugas. Data diambil dengan observasi dan quisioner.Hasil penelitian untuk cara keluar rekam medis 100% dibawa oleh pasien. Pengetahuan petugas diperoleh nilai 80% tahu tentang keamanan dan kerahasiaan informasi. Hasil analisa item menunjukkan tingkat pengetahuan yang kurang, yaitu tentang yang diperbolehkan membuka, yang boleh mengetahui, yang berhak memberikan konseling, cara pelepasan kerahasiaan informasi, dan yang berhak menjaga kerahasiaan rekam medis. Hal tersebut menunjukkan keamanan Berkas di RSUD dr. R. Soedarsono Pasuruan beresiko untuk terjadi kebocoran Informasi walaupun sesuai dengan SOP. Kata kunci : keamanan berkas, distribusi, rekam medis
Cover KTI
tidak tersedia
2016

TINJAUAN KEBUTUHAN TENAGA REKAM MEDIS BERDASARKAN ANALISIS BEBAN KERJA DI RUMAH SAKIT Tk II dr. SOEPRAOEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NI NYOMAN TRI SEPTIANI
NIM: 1304000045
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Siti Sundari, BSc., SE., M. Kes1, dr. Endang Sri Dewi H. S., M. QIH2
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ni Nyoman Tri Septiani, 2016. “Kebutuhan Tenaga Rekam Medis Berdasarkan Analisis Beban Kerja Di Rumah Sakit Tk II Dr. Soepraoen” D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. (Dibawah bimbingan Siti Sundari, BSc., SE., M. Kes1, dr. Endang Sri Dewi H. S., M. QIH2). Latar belakang dari penelitian ini adalah banyaknya masalah yang terjadi di bagian assembling, coding dan filing akibat kekurangan tenaga yang berpengaruh pada lambatnya respon time DRM. Penelitian ini bertujuan menganalisa kebutuhan tenaga RM berdasarkan analisis beban kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Variabel penelitiannya jumlah kebutuhan tenaga RM pada bagian assembling, coding dan filing berdasarkan metode WISN. Populasinya total tenaga RM pada bagian assembling, coding dan filing. Sampelnya petugas RM di bagian assembling, coding dan filing yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian adalah lembar observasi, alat ukur kalkulator dan stopwatch. Data yang didapatkan berupa hasil perhitungan kebutuhan SDM. Berdasarkan metode WISN didapatkan pada assembling rawat inap kekurangan 2 tenaga dan assembling rawat darurat/IGD kekurangan 1 tenaga, coding rawat jalan/IGD kekurangan 1 tenaga dan coding rawat inap kekurangan 3 tenaga, filing kekurangan 1 tenaga. Untuk mencukupi kebutuhan tenaga disarankan peningkatan pengelolaan SDM melalui penambahan dan pemerataan penempatan tenaga serta peningkatan kualifikasi pendidikan. Kata kunci: Analisis beban kerja, Kebutuhan tenaga Rekam Medis
Cover KTI
tidak tersedia
2016

TINJAUAN KECEPATAN PENYEDIAAN REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI POLI MATA RUMAH SAKIT TK.II dr. SOEPRAOEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MOHAMMAD YUSUF SETIAWAN
NIM: 1304000009
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Dr. Ganif Djuwadi, SST., S.Pd.,M.Kes, Gunawan,S.Kp.,MMRS
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Mohammad Yusuf Setiawan, “Tinjauan Kecepatan Penyediaan Rekam Medis Rawat Jalan di Poli Mata Rumah Sakit TK.II dr. Soepraoen Malang”. Pelayanan yang cepat dan tepat merupakan keinginan konsumen. Kecepatan penyediaan dokumen rekam medis ke poliklinik dapat menjadi indikator dalam mengukur kepuasan. Berdasarkan studi pendahuluan di RS TK. II dr. Soepraoen Malang ditemukan bahwa dalam penyediaan dokumen rekam medis kurang maksimal dan mengalami keterlambatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kecepatan penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan di poli mata. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan stopwatch. Besar sampel adalah 130 dokumen rekam medis rawat jalan poli mata dengan teknik accidental sampling. Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini menunjukkan Kecepatan penyedian rekam medis di rawat jalan poli mata Rumah Sakit Tk.II dr. Soepraoen Malang masih belum sesuai standar. Hal ini terlihat pada hasil pengamatan peneliti yang menunjukkan bahwa sebesar 65% kecepatan penyediaan rekam medis rawat jalan poli mata masih di bawah standar Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 Tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit yaitu sebesar ≤10 menit, dan sebesar 69% kecepatan penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan poli mata masih di bawah standar SPO Distribusi Dokumen Rekam Medis Rumah Sakit Tk.II Dr. Soepraoen Malang yaitu sebesar <10 menit. Kata kunci : Kecepatan Penyediaan Rekam Medis Rawat Jalan Poli Mata, Standar Pelayanan Minimal, Standar Operasional Prosedur.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

TINJAUAN KELENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS KASUS SECTIO CAESAREA RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PURI MALANG TRIWULAN I TAHUN 2016

Lihat Detail Karya
Penulis: Aldila Yuka Candra Canlita
NIM: 1304000039
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Dr. Ganif Djuwadi SST.,S.Pd.,M.Kes dan dr. Endang Sri Dewi H. S., M.QIH.
Lihat Abstraksi
Abstrak Aldila Yuka Candra Canlita, 2016. Tinjauan Kelengkapan Dokumen Rekam Medis Kasus Sectio Caesarea Rumah Sakit Ibu Dan Anak Puri Malang Triwulan I Tahun 2016. Dibimbing oleh Dr. Ganif Djuwadi SST.,S.Pd.,M.Kes dan dr. Endang Sri Dewi H. S., M.QIH. Rumah Sakit mempunyai kewajiban untuk menyelenggarakan rekam medis. Pengelolaan rekam medis diatur dalam Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit bidang rekam medis, kelengkapan pengisian rekam medis ≤ 24 jam setelah selesai pelayanan harus mencapai 100% (KEPMENKES RI No. 129/MENKES/SK/II/2008). Tujuan penelitian untuk mengetahui kelengkapan identitas sosial pasien, bukti rekaman, keabsahan rekaman, tata cara mencatat dan kelengkapan keseluruhan dokumen rekam medis kasus sectio caesarea di Rumah Sakit Ibu dan Anak Puri Malang Triwulan I Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Cara pengumpulan data menggunakan check list, kemudian diolah dengan teknik editing, coding dan tabulasi yang disajikan dalam bentuk diagram pie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan identitas sosial pasien 74,07%, bukti rekaman 74,07%, keabsahan rekaman 22,2%, tata cara mencatat 37,03% dan kelengkapan keseluruhan 14,81%. Pelayanan rekam medis perlu ditingkatkan dengan melakukan analisa kuantitatif serta memberikan sosialasi kepada petugas maupun tenaga kesehatan lain terkait pengisian dokumen rekam medis. Kata Kunci : Kelengkapan dokumen rekam medis, sectio caesarea
Cover KTI
tidak tersedia
2016

TINJAUAN PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA RUANG PENYIMPANAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT TK. II dr. SOEPRAOEN MALANG TAHUN 2016

Lihat Detail Karya
Penulis: TANZIL ALI MAFTUKH
NIM: 1304000032
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: dr. Endang Sri Dewi H.S.,M.QIH, Siti Sundari, B.Sc.,SE.,M.Kes
Lihat Abstraksi
ABSTRAK TANZIL ALI MAFTUKH. “TINJAUAN PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA RUANG PENYIMPANAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT TK. II dr. SOEPRAOEN MALANG TAHUN 2016”, Laporan Tugas Akhir, Program DIII Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Malang : Tahun 2016, 66 halaman, 9 tabel, 3 gambar, 16 lampiran. Pentingnya pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja pada ruang penyimpanan rekam medis adalah untuk mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Resiko terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja pada ruang penyimpanan rekam medis biasanya seperti kejatuhan dokumen rekam medis, tertimpa tangga, terkilir, dan gangguan pernafasan yang disebabkan debu. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi SOP, sarana prasarana, pencahayaan, suhu, serta kegiatan penyuluhan dan pelatihan petugas terkait dengan K3. Penelitian ini berupa deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa SOP K3 di filing belum ada, sarana prasarana penunjang K3 belum semua tersedia dan beberapa perlu diperbaiki, pencahayaan rata-rata sebesar 252,4 lux dan 170,03 lux, suhu rata-rata 26,7 oC dan 27,5 oC, petugas pernah mengikuti dan mendapatkan penyuluhan maupun pelatihan internal terkait K3 dan pelaksanaan K3 di ruang penyimpanan rekam medis Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen Malang termasuk kategori kurang baik. Disarankan untuk pihak rekam medis Rumah sakit Tk. II dr. Soepraoen Malang untuk membuat SOP K3 ruang filing, perbaikan blower pada ruang filing nomor kecil dan pemasangan blower pada filing nomor besar, perbaikan jarak antar rak penyimpanan, pembersihan AC secara berkala, penempatan lampu di atas lorong, dan pengiriman petugas untuk mengikuti pelatihan terkait K3 di luar RS. Kata kunci : Pelaksanaan K3 di ruang filing
Cover KTI
tidak tersedia
2016

TINJAUAN PELAKSANAAN PENYUSUTAN DOKUMEN REKAM MEDIS INAKTIF DI RUMAH SAKIT Tk. II dr. SOEPRAOEN MALANG TAHUN 2016

Lihat Detail Karya
Penulis: MOCH. RISQI FAISHAL AMMAR
NIM: 1304000047
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Gunawan, S. Kp., MMRS1 dan drg. Rinawati Basuki, M.Kes2)
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Moch. Risqi Faishal Ammar, 2016. “Tinjauan Pelaksanaan Penyusutan Dokumen Rekam Medis Inaktif di Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen Malang”. (Dibawah bimbingan Gunawan, S. Kp., MMRS1 dan drg. Rinawati Basuki, M.Kes2) Laporan ini membahas mengenai kegiatan penyusutan berkas rekam medis di Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menganalisis proses penyusutan dokumen rekam medis inaktif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif berbentuk studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Menggunakan teknik wawancara tak terstruktur yang ditujukan kepada informan agar mendapatkan data yang jelas dan akurat. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen Malang telah melakukan kegiatan penyusutan dokumen rekam medis yang inaktif pada tahun 2006 dengan acuan SPO yang dibuat oleh rumah sakit. Sedangkan proses pemusnahan baru dilakukan pada tahun 2015 menjelang akreditasi. Menurut Permenkes 268 tahun 2008 pasal 8 ayat 2 : “Setelah batas 5 tahun rekam medis dapat dimusnahkan kecuali ringkasan pulang dan persetujuan tindakan medis “. Oleh karena itu masih ada dokumen inaktif di rak aktif yang harus segera disusutkan agar dokumen baru bisa masuk mengganti dokumen yang sudah inaktif. Selain meningkatkan efektifitas penggunaan rak petugas juga bisa lebih memahami proses penyusutan hingga pemusnahan dokumen rekam medis inaktif. Kata Kunci : Penyusutan dokumen rekam medis, Standar Prosedur Operasional, Rekam Medis Inaktif.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

UPAYA LANSIA DALAM PENCEGAHAN NYERI SENDI DI PONKESDES MANGLIAWAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKIS KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: PRAKASSIWI YOVI ANTARI
NIM: 1301100035
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: (1) Setyo Harsoyo, SKM., M.Kes., (2) Joko Pitoyo, SKP., M.Kep.
Subjek: Lansia, Nyeri Sendi, Upaya pencegahan nyeri sendi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Upaya Lansia Dalam Pencegahan Nyeri Sendi di Ponkesdes Mangliawan Wilayah Kerja Puskesmas Pakis Kabupaten Malang. Prakassiwi Yovi Antari (2016) Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survey, Program Studi D III Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: (1) Setyo Harsoyo, SKM., M.Kes., (2) Joko Pitoyo, SKP., M.Kep. Kata Kunci: Lansia, Nyeri Sendi, Upaya pencegahan nyeri sendi Nyeri sendi adalah keluhan yang sangat umum, namun sebenarnya dapat merupakan gejala dari sebuah kondisi tertentu. Prevalensi penyakit sendi pada usia 55 – 64 tahun 45,0%, usia 65 – 74 tahun 51,9 %, usia ≥ 75 tahun 54,8%. Lansia tidak dapat melakukan aktivitas dengan nyaman sehingga menurunkan kualitas hidup lansia. Lansia menjadi mudah lelah dan membatasi rentang geraknya sehingga sendi menjadi kaku serta dapat menimbulkan kecacatan. Tujuan penelitian ini adalah upaya lansia dalam pencegahan nyeri sendi di Ponkesdes Mangliawan wilayah kerja Puskesmas Pakis Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif survey sebanyak 35 responden. Peneitian ini dilakukan pada tanggal 17 Februari – 25 Februari 2016 menggunakan instrument berupa lembar kuisioner. Dari hasil pengolahan data dari penelitian ini didapatkan upaya lansia dalam pencegahan nyeri sendi di Ponkesdes Mangliawan Wilayah Kerja Puskesmas Pakis Kabupaten Malang lebih dari setengah responden dalam kategori cukup yaitu 62%. Diharapkan dari penelitian ini peneliti selanjutnya hendaknya dapat melakukan penelitian yang lebih spesifik mengarah pada etiologi suatu penyakit nyeri sendi.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan