Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4321–4330 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2016

STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN NIFAS P 3002 Ab DENGAN PERDARAHAN POST PARTUM DI BPM “LILIK AGUSTINA, S.Tr. Keb” KECAMATAN LAWANG 000

Lihat Detail Karya
Penulis: RIZKI DINA FITRIYAH
NIM: 1302100002
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Jenny JS Sondakh, S.SiT, M.Clin, Mid, Wandi, S.Kp, Ns. M.Pd,
Cover KTI
tidak tersedia
2016

STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN NIFAS PADA NY “N” DI BPM LILIK AGUSTINA KECAMATAN LAWANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ALLIF EKA FATMASARI
NIM: 1302100028
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Rita Yuliafah SKM, M.Kes, Suprapti, SST, M.Kes
Subjek: NIFAS
Cover KTI
tidak tersedia
2016

STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN NIFAS PADA NY “N” DI BPM TITIK S KECAMATAN LAWANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DOROTUL FANNY HIDAYAH
NIM: 1302100038
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Suprapti, SST., M.Kes, Wandi, S.Kep, Ners., M.Pd,
Cover KTI
tidak tersedia
2016

STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN NIFAS PADA NY “S” DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI DWI ASTUTIK, A.Md.Keb. PETUNGSEWU, KECAMATAN DAU, KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: INDAH MASWARI AGUSTIN
NIM: 1302100029
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Erni Dwi Widyana SST, M.Kes, Hupitoyo, S.Kp, M.Kes
Cover KTI
tidak tersedia
2016

STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN PADA By “C” DENGAN KEADAAN BAYI NORMAL DI BPM YULIDA TI’ANI DESA LANG-LANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SRIYANI
NIM: 1302100083
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Isman Amin, S.KM., M.Kes. , Naimah, S.KM.,M.Kes
Cover KTI
tidak tersedia
2016

TANDA DAN GEJALA KANKER PAYUDARA PADA PENGGUNA KONTRASEPSI ORAL (PIL KB KOMBINASI ESTROGEN-PROGESTERON) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDANWANGI KOTA MALANG (DESKRIPTIF SURVEI)

Lihat Detail Karya
Penulis: BELLA PUTRI SINTA PRASTIKA
NIM: 1301100067
Program Studi: PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Sri Mudayatiningsih SKP, M.Kes, Dra. Goretti Maria Sindharti, M.Kes.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Tanda dan Gejala Kanker Payudara pada Pengguna Kontrasepsi Oral (Pil KB Kombinasi Estrogen-Progesteron) di Wilayah Kerja Puskesmas Pandanwangi Kota Malang. Bella Putri Sinta Prastika (2016). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survei. Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Utama Sri Mudayatiningsih SKP, M.Kes, Pembimbing Pendamping Dra. Goretti Maria Sindharti, M.Kes. Kata Kunci: Tanda dan Gejala Kanker Payudara, Pengguna Kontrasepsi Oral Munculnya tanda dan gejala kanker payudara disebabkan penggunakan alat kontrasepsi hormonal pada WUS (20-45 tahun) jangka waktu lama (4-8 tahun) disertai faktor-faktor risiko. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi tanda dan gejala kanker payudara di wilayah kerja Puskesmas Pandanwangi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif survei dengan populasi 2.223 dan sampel 224 responden menggunakan teknik purposive sampling, instrumen pengumpulan data dengan kuesioner. Penelitian dilakukan tanggal 18 Pebruari 2016 sampai 20 Mei 2016, data disajikan dalam bentuk tabel yang berisi prosentase dan deskiptif naratif. Hasil penelitian ini dari 13 pertanyaan mengenai tanda dan 6 pertanyaan mengenai gejala didapatkan 6,4 % (6 orang) memiliki tanda dan gejala kanker payudara berdasarkan lama pemakaian >7 tahun tergolong sangat tinggi karena tidak membiasakan SADARI saat terdapat perubahan pada payudara, serta kecilnya faktor risiko yang muncul. Rekomendasi perlu adanya penelitian pengguna KB 1 bulan membutuhkan waktu berapa lama dapat terkena kanker payudara.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

TEPUNG KOMPOSIT TEMPE KEDELAI (Glycine max) DAN DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP MUTU KIMIA DAN MUTU ORGANOLEPTIK GLYOLEI BAR SEBAGAI LANGKAH PREVENTIF OSTEOPOROSIS

Lihat Detail Karya
Penulis: IVANDA GLANNY ANINDYA
NIM: 1203410017
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita, STP., MP, Maryam Razak, STP, M.Si
Cover KTI
tidak tersedia
2016

Textbook Of Basic Nursing 1 (777p) a

Lihat Detail Karya
Penulis: Caroline Bunker Rosdahl
NIM: 160P000001
Program Studi: Perpustakaan
Dosen Pembimbing: Suyanto S.Sos, M.M
Lihat Abstraksi
A. Dasar-Dasar Keperawatan menjelaskan tentang (1)Hakikat Keperawatan, (2)Kesehatan Perseorangan dan Lingkungan, (3)Pengembangan Sepanjang Siklus Kehidupan, (4)Struktur dan Fungsi, (5)Terapi Gizi dan Diet Para calon perawat perlu mengetahui dan memahami (1)Hakikat Keperawatan dengan mempelajari Sejarah Keperawatan yang sudah terjadi sejak zaman Sebelum Masehi di Babylonia pada era 500 tahun Sebelum Masehi (500 BC). Pada tahun 460 Sebelum Masehi, Hipocrates melakukan penanganan terhadap orang-orang sakit dengan cara merawat dan memberi obat. Seorang Wanita dari Kota Roma, bernama Phoebe, pada tahun 58 Masehi menangani orang yang sakit dan orang yang luka akibat kecelakaan sekaligus melakukan perawatan. Florence Nightingale adalah wanita yang digunakan sebagai model/contoh/panutan oleh seluruh perawat di dunia karena dedikasinya dalam merawat korban perang Crimea pada tahun 1854 dinilai sangat tinggi. Dia dan 38 perawat lainnya bekerja siang-malam tanpa mengenal lelah dan waktu, merawat orang-orang yang terluka akibat perang di tempat tersebut, padahal obat-batan dan peralatan kesehatan yang dimiliknya sangat terbatas. Kegiatan lain yang dilakukannya adalah membuat/mencipatakan kondisi sanitasi dan mengenalkan penanganan perawatan yang baik, sehingga tingkat kematian dapat ditekan. Florence Nightingale membuka Sekolah Perawat pertama di dunia pada tahun 1860. Beberapa prinsip yang diterapkan oleh Sekolah Perawat Florence Nightingale digunakan oleh para Perawat di seluruh dunia, adalah : 1. Kebersihan sangat penting bagi pemulihan kesehatan Pasien 2. Orang sakit adalah individu yang memiliki kebutuhan khusus 3. Keperawatan adalah Ilmu dan Seni 4. Pencegahan lebih baik daripada Pengobatan 5. Perawat harus bekerja dalam Tim sebagai anggota 6. Perawat dapat bekerja secara mandiri namun harus mengikuti permintaan/petunjuk seorang Dokter 7. Disiplin Diri dan evaluasi Diri adalah sangat vital 8. Perawat harus sehat fisik dan pikiran 9. Perawat harus belajar secara berkesinambungan di sepanjang karirnya 02 Seorang Perawat harus memahami teori/konsep (2)Kesehatan Perseorangan dan Kesehatan Lingkungan yang mengacu kepada konsep Kebutuhan Dasar Manusia, meliputi pemahaman teori Jenjang Kebutuhan dari Abraham Maslow, teori Hubungan Keperawatann dengan Kebutuhan Dasar Manusia, teori Kebutuhan Manusia sebagai individu, serta Kebutuhan Maanusia sebagai anggota keluarga dan anggota masyarakat. (3)Perkembangan Sepanjang Siklus Hidup merupakan salah satu aspek penting yang harus dipahami oleh seorang Perawat karena dalam perjalanan hidup manusia dilalui secara bertahap,mulai dari masa Bayi dan Anak sampai dengan masa selanjutnya (masa Remaja, masa Dewasa Awal-Pertengahan, masa Dewasa Penghujung/Akhir dan masa Proses Penuaan/masa Tua, Mati dan Kematian). (4)Struktur/Susunan dan Fungsi Tubuh dan Organ Tubuh Manusia harus dipahami oleh seorang Perawat karena setiap bagian tubuh manusia memiliki struktur/susunan dan fungsi masing-masing yang saling berkaitan. Hal-hal yang dipelajari adalah sebagai berikut : a. Struktur/Susunan Tubuh Manusia b. Sistem/Jaringan Penutup Tubuh (System Kulit Tubuh) c. Keseimbangan Cairan dan Elektrolit d. Sistem/Jaringan Otot e. Sistem/Jaringan Syaraf f. Sistem Endokrine g. Sistem Sensorik/Sistem Indera h. Sistem Cardiovascular i. Sistem Limpa dan Hematologi j. Sistem Kekebalan/Imun k. Sistem Pernafasan l. Sistem Pencernaan M. Sistem Urinari n. Sistem Reproduksi Pria o. Sistem Reproduksi Wanita Aspek lain yang harus dipahami oleh seorang Perawat adalah mengenai (5)Pengobatan Gizi dan Diet. Aspek ini membahas : a. Dasar-Dasar Ilmu Gizi b. Gizi ditinjau dari Aspek Sosial dan Antar Budaya c. Terapy Diet dan Diet-Diet Khusus
Cover KTI
tidak tersedia
2016

Textbook Of Basic Nursing 1 (778-1613p) b

Lihat Detail Karya
Penulis: Caroline bunker Ros
NIM: 160P000001
Program Studi: Perpustakaan
Dosen Pembimbing: Suyanto S.Sos, M.M
Lihat Abstraksi
B. Keahlian Keperawatan Keahlian/Ketrampilan/Kemampuan seorang Perawat diperoleh setelah menguasai/memahami materi pelajaran sebagai berikut : (1)Proses Keperawatan, (2)Keselamatan Fasilitas Penanganan Kesehatan, (3)Penanganan Klien, (4)Pengelolaan Pengobatan dan Obat-Obatan. Subyek-Subyek Pelajaran Keahlian Keperawatan : (1)Proses Keperawatan. Tujuan utama perawatan adalah menolong seseorang memenuhi kebutuhan dasarnya dan kebutuhannya pada tingkat tertinggi. Hal itu dapat dicapai bilamana Perawat dalam proses pendidikannya memahami definisi makna proses keperawatan; dapat menjelaskan/menerapkan cara berpikir kritis 03 dalam memecahkan masalah; dapat mengkaitkan hubungan antara berpikir kritis dan cara mengatasi masalah; dapat menjelaskan/menerapkan proses keperawatan dalam tugasnya sebagai seorang perawat; dapat menjelaskan setiap langkah dalam proses perawatan; dapat membandingkan 7 langkah ilmiah cara mengatasi masalah dengan langkah-langkah yang berkaitan dengan proses keperawatan. Proses Keperawatan meliputi hal-hal sebagai berikut : a. Pengantar/Pengenalan Proses Keperawatan, mempelajari : ■ pengenalan/pengantar keperawatan ■ berpikir kritis ■ proses keperawatan b. Penilaian Keperawatan, mempelajari : ■ penilaian keperawatan ■ analisa data c. Diagnosa dan Perencanaan, mempelajari : ■ diagnosa keperawatan ■ perencanaan keperawatan d. Pelaksanaan dan Evaluasi Penanganan Keperawatan, mempelajari : ■ pelaksanaan penanganan ■ evaluasi penanganan keperawatan ■ jaminan mutu ■ perumusan rencana baru e. Pelaporan dan Dokumentasi, mempelajari : ■ maksud/tujuan dari catatan kesehatan ■ sistem dokumentasi ■ isi catatan kesehatan ■ petunjuk pendokumentasian ■ laporan (2)Keselamatan Fasilitas Penanganan Kesehatan, meliputi : a. Lingkungan/Kondisi Di Sekitar Fasilitas Kesehatan, mempelajari : ■ unit klien ■ penyediaan sarana/prasarana keperawatan ■ personalia rumah sakit dan ragam/jenis pelayanan b. Kesiapan kedaruratan, mempelajari : ■ kesiapan dan keamanan ■ perencanaan kebencanaan ■ perencanaan alat pemadam kebakaran c. Mikrobilogi dan Pertahanan Melawan/Menghadapi Penyakit, mempelajari : ■ mikroorganisme ■ infeksipenyakit ■ respon terhadap penyakit d. Infeksi Nosokomial dan Asepsi Medis, mempelajari : ■ infeksi nosokomial ■ asepsis medis ■ pengajaran/mengajari klien dan keluarga ■ pencuci tangan NP41-1 e. Pengontrolan Infeksi, mempelajari : ■ pengontolan infeksi ■ isolasi ■ komite pengontrolan infeksi f. Penanganan Darurat/kegawatdaruratan dan Kematian Mendadak, mempelajari : ■ prinsip-prinsip penanganan darurat/kegawatdaruratan 04 ■ menilai orang dalam kegawatdaruratan ■ mati mendadak dan dukungan untuk tetap dapat hidup ■ satu penyelamatan CPR ■ dua penyelamatan CPR ■ CPR untuk anak-anak ■ CPR untuk bayi ■ pendampingan/bantuan tim kode ■ cedera/kerusakan pada : dada, tulang belakang, leher dan kepala ■ cedera/kerusakan yang berkaitan dengan panas ■ cedera/kerusakan sistem otot ■ objek-objek/benda asing ■ kegawatdaruratan sisteem kardiovaskuler ■ pendarahan ■ anaphylaxis ■ gigitan binatang/hewan ■ bahan-bahan/material berbahaya ■ racun ■ kegawatdaruratan psikiatri (3)Penanganan Klien, meliputi : a. Keahlian Komunikasi Therapeutik, mempelajari : ■ komunikasi ■ teknik-teknik komunikasi therapeutik ■ komunikasi diantara tim penangana kesehatan b. Di Rumah Sakit, cara : Masuk, Pindah Tempat, Keluar, mempelajari : ■ masuk rumah sakit ■ pindah ke unit lain di dalam rumah sakit ■ keluar dari rumah sakit ■ meninggalkan fasilitas kesehatan bertentangan dengan saran c. Tanda-Tanda Vital, mempelajari : ■ catatan/rekaman grafik ■ penilaian suhu tubuh ■ penilaian detak/impulse ■ penilaian tekanan darah ■ NP46-1 pengukuran suhu tubuh ■ NP46-2 pengukuran detak/impul radial ■ NP46-3 penghitungan respirasi ■ NP46-4 pengukuran tekanan darah d. Penilaian dan Pengujian Fisik ■ faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian ■ diagnosa medis ■ pengujian fisik ■ penilaian e. Mekanika Tubuh, mempelajari : ■ mekanika tubuh yang tepat ■ posisi mekanika tubuh klien ■ gabungan mobilitias dan rentang dari gerakan ■ posisi pengujian ■ NP48-1 menolong pasien duduk di kursiroda ■ NP48-2 membimbing klien yang tidak bisa bergerak ke atas tempat tidur ■ NP48-3 membalik posisi tubuh klien ■ NP48-4 menjalankan/melakukan latihan PROM 05 f. Tempat Tidur dan Penataan Tempat Tidur, mempelajari : ■ penataan tempat tidur ■ kelengkapan dan asesoris ■ tempat tidur khusus dan matras ■ NP49-1 melipat/menutup tempat tidur atau menata tempat tidur yang sedang tidak terpakai ■ NP49-2 menata tempat tidur yang akan dipakai g. Hiegine Personal dan Perawatan Kulit, mempelajari : ■ perawatan mulut ■ perawatan mata rutin ■ perawatan telinga ■ mendandani/memakaikan pakaian pasien ■ perawatan rambut ■ perawatan kulit ■ NP50-1 memberikan perawatan spesial pada mulut ■ NP50-2 memberikan perineal ■ NP50-3 memandikan klien di tempat tidur h. Pembersihan/Pembuangan, mempelajari : ■ menilai fungsi pembersihan/pembuangan ■ memberi petunjuk kepada petugas toilet ■ memberi petunjuk kepada petugas pembersih tempat urine di toilet ■ memberi petunjuk kepada petugas pembersih tempat buang air besar ■ Mual dan Muntah ■ NP51-1 menyiapkan dan melipat tidur klien ■ NPS5-1 melakukan pembersihan suntikan untuk mencuci perut i. Mengumpulkan Spisemen, mempelajari : ■ spisemen air seni ■ spisemen tinja ■ spisemen dahak ■ spesimen darah ■ NP52-1 mengumpulkan urine klien dari alat kateter yang dipakainya j. Perban dan Tali Pengikat, mempelajari : ■ Jenis-Jenis Perban ■ Jenis-Jenis Tali Pengikat k. Penerapan Panas dan Dingin, mempelajari : ■ panas ■ dingin l. Penanganan/Pengaturan Klien Yang Nyaman dan Yang Sakit ■ sakit ■ pengujian keperawatan ■ penanganan/pengaturan sakit m. Penanganan Sebelum dan Sesudah Operasi, mempelajari : ■ penanganan perioperasi ■ penanganan perawatan sebelum operasi ■ penanganan perawatan intraoperasi ■ penanganan perawatan sesudah operasi ■ NP56-1 Persiapan Kuit Klien sebelum menjalani operasi n. Bedah Asepsis, mempelajari : ■ asepsis ■ penyuci-hamaan dan sterilisasi ■ teknik steril ■ kateterisasi urinari ■ NP57-1 membuka kemasan steril ■ NP57-2 mengenakan sarungtangan steril 06 ■ NP57-3 katerisasi klien wanita ■ NP57-4 katerisasi klien pria ■ melepaskan kateter retensi o. Perawatan Luka, mempelajari : ■ luka ■ kerusakan kulit ■ NP58-1 cara-cara mengganti pakaian steril p. Perawatan Ajal ■ penanganan klien yang sedang ajal ■ penanganan keluarga yang anggota keluarganya sedang ajal ■ membawa/memindahkan jasad orang yang meninggal ■ cara menangani klien yang (akan) meninggal (4)Pengelolaan Obat-Obatan dan Pengobatan, meliputi : a. Kajian Secara Matematis, menjelaskan : ■ sistem takaran/pengukuran ■ perhitungan dosis b. Pengenalan/Penjelasan Tentang Farmakologi, menjelaskan : ■ aspek-aspek legal ■ penyiapan dan pembemberian obat ■ penjelasan/uraian cara pembuatan resep obat c. Klasifikasi Pengobatan, menjelaskan : ■ antibiotik dan zat-zat anti infeksi ■ dampak pengobatan terhadap sistem integumen ■ dampak pengobatan terhadap sistem syaraf ■ dampak pengobatan terhadap sistem endokrin ■ dampak pengobatan terhadap sistem sensor/indera ■ dampak pengobatan terhadap sistem kardiovaskuler ■ dampak pengobatan terhadap darah ■ dampak pengobatan terhadap sistem imun ■ dampak pengobatan terhadap sistem pernafasan ■ dampak pengobatan terhadap sistem gastrointestinal ■ dampak pengobatan terhadap saluran kemih ■ dampak pengobatan terhadap sistem reproduksi d. Penatalaksanaan Pengobatan, menjelaskan : ■ persiapan ■ keamanan ■ prinsip umum penatalaksanaan pengobatan ■ pemberian secara enteral-versus-secara parenteral ■ tatacara penatalaksanaan enteral ■ tatacara penatalaksanaan parenteral ■ NP63-1 penatalaksanaan pengobatan oral ■ NP63-2 gambaran pengobatan dari obat dalam ampul atau viral ■ NP64-3 penyuntikan subcutan ■ NP64-4 penyuntikan intramuskuler ■ NP64-5 penatalaksanaan pengobatan “kunci heparin”
Cover KTI
tidak tersedia
2016

TINGGI BADAN IBU DAN BERAT BADAN LAHIR BAYI TERHADAP KEJADIAN PANJANG BADAN KURANG BADUTA DI DESA TAMBAKASRI KECAMATAN TAJINAN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Ajeng Rahayuningtyas
NIM: 1303000066
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI MALANG
Dosen Pembimbing: Sugeng Iwan Setyobudi, STP., M.Kes
Subjek: Panjang Badan Kurang, Tinggi Badan Ibu Hamil, Berat Badan Lahir
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ajeng Rahayuningtyas, 2016. Tinggi Badan Ibu Dan Berat Badan Lahir Bayi Terhadap Kejadian Panjang Badan Kurang Baduta Di Desa Tambakasri Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Malang. (Pembimbing : Sugeng Iwan Setyobudi, STP., M.Kes.) Panjang badan kurang merupakan salah satu bentuk gizi kurang yang ditandai dengan indikator tinggi badan menurut umur. Indikator TB/U memberikan indikasi masalah gizi yang sifatnya kronis sebagai akibat dari keadaan yang berlangsung lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tinggi badan ibu dan berat badan bayi lahir terhadao kejadian panjang badan kurang baduta. Desain penelitian ini adalah cross sectional dan menggunakan uji odds ratio. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu dengan anak baduta usia 0 – 24 bulan yang tinggal di Desa Tambakasri, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang yang berjumlah 38 responden. Pengambilan data tinggi badan ibu dan berat badan lahir bayi dengan metode observasi pada KMS, dan status gizi (TB/U) dengan pengukuran langsung. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 45% baduta mengalami panjang badan kurang, baduta yang tidak mengalami riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sebesar 82%, dan ibu dengan tinggi badan normal (>150 cm) sebesar 71%. Dari hasil uji statistik diketahui BBL bayi (OR = 10,91 ; 95%CI : 1,54 - 77,42) dan tinggi badan ibu hamil (OR = 10,69; 95%CI : 2,1 – 53,3) menjadi faktor resiko terhadap kejadian panjang badan kurang. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara tinggi badan ibu dan berat badan lahir bayi, tidak ada hubungan antara berat badan lahir bayi dan status gizi baduta, tidak ada hubungan antara tinggi badan ibu dan status gizi baduta. Ibu pendek dan melahirkan bayi tidak BBLR sebanyak 6 orang (15,8%), ibu dengan tinggi badan normal yang melahirkan bayi BBLR sebanyak 2 orang (5,3%), baduta yang lahir dengan riwayat BBLR dan memiliki panjang badan normal sebanyak 1 baduta (2,6%), baduta yang tidak memiliki riwayat BBLR dan memiliki panjang badan kurang sebanyak 11 baduta (29%), Ibu pendek yang memiliki anak dengan panjang badan normal sebanyak 2 ibu (5,3%), ibu dengan tinggi badan normal yang memiliki anak dengan panjang badan kurang sebanyak 8 ibu (21%). Berdasarkan hal tersebut diharapkan bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Malang untuk melakukan edukasi kepada ibu hamil denga media booklet, bagi mahasiswa diharapkan dapat menambah wawasan mengenai kemungkinan terjadinya pengaruh tinggi badan ibu dan berat badan lahir bayi terhadap kejadian panjang badan, bagi masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang perbaikan gizi pada baduta sehingga dapat memperkecil prevalensi angka kejadian panjang badan kurang Kata Kunci : 0 – 24 bulan, Panjang Badan Kurang, Tinggi Badan Ibu Hamil, Berat Badan Lahir
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan