Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4271–4280 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2016

PENCEGAHAN PENULARAN TUBERKULOSIS PADA PENDERITA TB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MULYOREJO (Deskriptif Survey)

Lihat Detail Karya
Penulis: RIRIS EKA UTARI
NIM: 1301100043
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Isnaeni,DTN SKM, M.Kes, Tanto Hariyanto, S.Kep, Ns.M.Biomed
Subjek: pencegahan,tuberkolosis,penderita tuberkolosis
Lihat Abstraksi
Pencegahan Penularan Tuberkulosis Pada Penderita TB Di Wilayah Kerja Puskesmas Mulyorejo. Riris Eka Utari (2016) Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survei, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing: (1) Isnaeni, DTN SKM, M.Kes, (2) Tanto Hariyanto, S.Kep, Ns, M.Biomed. Kata Kunci : Pencegahan, Tuberkulosis, Penderita Tuberkulosis Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular, disebabkan oleh orang yang terinfeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang menyerang paru-paru dan hampir seluruh organ tubuh lainnya. Bakteri ini dapat masuk melalui saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan luka terbuka pada kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pencegahan penularan Tuberkulosis pada penderita TB di wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif survei dengan populasi sebanyak 60 responden, serta pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling didapatkan 17 responden. Pengambilan data dilakukan pada bulan Januari - Maret 2016 menggunakan kuesioner. Data penelitian ini dianalisis menggunakan deskriptif prosentase. Hasil penelitian pencegahan penularan Tuberkulosis melalui pengurangan penyebaran mycobacterium tuberculosis pada penderita TB di wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo hampir setengahnya (41%) memiliki perilaku pencegahan negatif, dan pencegahan penularan Tuberkulosis melalui kepatuhan pengobatan Tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo hampir seperempat (24%) tidak patuh terhadap pengobatan Tuberkulosis. Rekomendasi bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian mengenai hubungan kepatuhan pengobatan Tuberkulosis dengan hasil pemeriksaan dahak.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

PENERAPAN TERAPI BERMAIN PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH YANG MENGALAMI KECEMASAN HOSPITALISASI DI RUMAH SAKIT “LAVALETTE” MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: EVIANDARA MEGA PRAKASSIWI
NIM: 1301100053
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Rossyana septyasih, Skp.,MPd, (Pendamping) Tri Anjaswarni, S.Kp., M.Kep.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Penerapan Terapi Bermain Pada Anak Pra Sekolah Yang Mengalami Kecemasan Hospitalisasi. Eviandara Mega Prakassiwi (2016) Karya Tulis lmiah, Program StudiKeperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Malang, Pembimbing (Utama) Rossyana septyasih, Skp.,MPd, (Pendamping) Tri Anjaswarni, S.Kp., M.Kep. Kata Kunci :Terapi Bermain, AnakPrasekolah, Kecemasan, Hospitalisasi Terapi bermain adalah usaha mengubah tingkah laku bermasalah, dengan menempatkan anak dalam situasi bermain yang mengalami perasaan cemas karena adanya stresor akibat hospitalisasi. Tempat tinggal atau situasi asing dapat menimbulkan kecemasan pada anak yang mengalami hospitlalisasi, perasaan itu dapat dikurangi dengan terapi bermain. Terapi bermain dapat dilakukan di ruang bermain dapat dikalukan secara individu atau kelompok dan terapi bermainndapat dilakukan di ruang bermain ataupun tempat tidur. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bagaimana kecemasan pada anak usia prasekolahyang menjalani hospitalisasi sebelum dan sesudah dilakukannya terapi bermain. Metode penelitian ini menggunakan Studi Kasus yang dilakukan dengan Instrumen observasi menggunakan teori Hockenberry & Wilson dan lembar wawancara. Subyek penelitian ini adalah 4 anak. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 25-30 April 2016. Subjek penelitian adalah 4 anak usia pra sekolah yang mengalami hospitalisasi di Rumah Sakit” Lavalette” Malang. Hasil penelitian menunjukkan pada semua subjek mengalami penurunan tingkat kecemasan setelah diberikan terapi bermain. Untuk mengurangi kecemasan anak pada saat hospitalisasi dapat melibatkan orang tua pada saat proses terapi bermain. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya agar dapat meneliti tentang pengaruh pemberian terapi bermain terhadap kecemasan anak yang mengalami hospitalisasi.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

PENGARUH EDUKASI PRE OPERASI TERHADAP KEMAMPUAN MOBILISASI DINI PASIEN POST OPERASI LAPARATOMI DI RUMAH SAKIT LAVALETTE MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: STEVANUS PATI RATO
NIM: 1501410020
Program Studi: PRODI D IV KEPERAWATAN PERIOPERATIF
Dosen Pembimbing: Joko Pitoyo,S.Kp.M.Kep, Maria Diah C.T.S.Kep,Ns.M.Kep,SpMB
Subjek: mobilisasi, imobilisasi, pre operasi, post operasi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pengaruh Edukasi Pre Operasi Terhadap Kemampuan Mobilisai Dini Pasien Post Operasi Laparatomy Di Rumah Sakit Lavalette Malang. Stevanus Pati Rato (2016). Skripsi Pra-eksperimen. Program DIV Keperawatan Malang,Jurusan Keperawatan Perioperatif, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Joko Pitoyo,S.Kp.M.Kep, Pembimbing (Pendamping) Maria Diah C.T.S.Kep,Ns.M.Kep,SpMB. Kata kunci : mobilisasi, imobilisasi, pre operasi, post operasi Mobilisasi post Laparatomi yang harus segera di laksanakan untuk mencegah komplikasi imobilisasi, mobilisasi tidak terlaksana dengan baik dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang perawatan post operasi. Edukasi pre operasi diperlukan guna merubah perilaku pasien agar dapat beradaptasi dengan keadaan post operasi.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengetahuan pasien tentang mobilisasi post operasi laparatomi sebelum dilakukan edukasi,mengukur sikap pasien terhadap mobilisasi terhadap mobilisasi post operasi laparatomi sebelum dilakukan edukasi,mengobsevasi pelaksanaan mobilisasi post operasi laparatomi sebelum dilakukan edukasi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pra-ekperimental. Populasi penelitian adalah semua pasien yang direncanakan menjalani pembedahan daerah abdomen,jumlah sampel pada penelitian ini adalah 13 Responden diambil berdasarkan kriteri inklusi.Variabel independent adalah edukasi pre operasi. Variabel dependen adalah pelaksanaan mobilisasi post operasi.pengumpulan datas diperoleh dengan kuesioner, wawancara, dan observasi. Data di analisis menggunakan uji statistik menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan nilai kemaknaan α.< 0,05 Hasil penelitian ini didapatkan adanya pengaruh edukasi terhadap pelaksanaan mobilisasi dengan nilai kemaknaan p=0,001, terkait dengan peningkatan pengetahuan dengan nilai kemaknaan p=0,001, dan sikap dengan nilai kemaknaan p=0,001.Dapat disimpulkan bahwa Edukasi pre operasi berpengaruh terhadap pelaksanaan mobilisasi post operasi, terkait dengan peningkatan pengetahuan dan sikap. Untuk penelitian selanjutnya dibutuhkan lebih banyak responden dan alat ukur yang lebih baik untuk meningkatkan keakuratan hasil penelitian.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

PENGARUH DEEP BREATHING EXERCISE (DBE) TERHADAP TINGKAT INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI LAPARATOMI DI RS. LAVALETTE KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: M. HISBULLOH HUDA
NIM: 1501410038
Program Studi: PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Rudi Hamarno S.Kep Ns M.Kep, Maria Diah C.T., S.Kep Ns M.Kep SpMB.
Subjek: Teknik relaksasi deep Breathing exercise, Nyeri, Laparatomi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Huda, M. Hisbulloh pengaruh deep breathing exercise terhadap intensitas nyeri pada pasien post operasi laparatomi di Rs. Lavalatte Kota Malang. Skripsi Analitik, Program Studi D4 Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Rudi Hamarno S.Kep Ns M.Kep, Pembimbing ( Pendamping) Maria Diah C.T., S.Kep Ns M.Kep SpMB. Kata kunci : Teknik relaksasi deep Breathing exercise, Nyeri, Laparatomi Operasi laparatomi menyebabkan ketidaknyamanan bagi pasien yaitu nyeri. Penanganan nyeri biasanya menggunakan manajemen farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologi adalah teknik relaksasi deep breathing exercise. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Deep Breathing Exercise (DBE) terhadap tingkat intensitas nyeri pada pasien post operasi Laparatomi di Lavalette. Rancangan penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi eksperimen design, Non- Equivalent Control Group dengan kelompok kontrol. Sampel dalam penelitan ini 34 responden. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan wawancara dengan menggunakan skala NRS dan data yang diperoleh di uji dengan cara U-MANN WHITNEY dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Penelitian ini menunjukkan bahwa intensitas nyeri pada pasien post operasi laparatomi di RS. Lavalette sebelum dan setelah dilakukan teknik relaksasi deep breathing exercise (pre) rata-rata skala nyeri 4.8 dan (post) rata-rata skala nyeri 3.3, ada perbedaan pengaruh teknik relaksasi deep Breathing exercise terhadap perubahan intensitas nyeri pasien pada kelompok kontrol dan perlakuan post operasi laparatomi di RS. Lavalette Kota Malang (p=0,000). Disarankan kepada peneliti selanjutnya dan perawat diharapkan agar dapat memberikan contoh dalam pemberian teknik relaksasi deep Breathing exercise sebagai salah satu penatalaksanaan non-farmakologis dalam mengatasi nyeri yang dialami pasien
Cover KTI
tidak tersedia
2016

PENGARUH FORMULASI TEPUNG IKAN GABUS (Channa Striata), TEPUNG KECAMBAH JAGUNG (Zea Mays), DAN TEPUNG KECAMBAH KEDELAI (Glycine Max Merr) TERHADAP NILAI ENERGI, MUTU KIMIA, MUTU PROTEIN, DAN MUTU ORGANOLEPTIK SEREAL INSTAN UNTUK BALITA GIZI KURANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ROFIATU SHOLIHAH
NIM: 1503400030
Program Studi: DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Agus Heri Santoso, S.TP., M.Si., I Komang Suwita, SST., MP
Subjek: Gizi Kurang, Tepung Ikan Gabus, Tepung Kecambah Kedelai, Tepung Kecambah Jagung, Sereal Instan
Lihat Abstraksi
ROFIATU SHOLIHAH. Pengaruh Formulasi Tepung Ikan Gabus (Channa Striata), Tepung Kecambah Kedelai (Glycine Max Merr)Tepung Kecambah Jagung (Zea Mays) terhadap Nilai Energi, Mutu Kimia, Mutu Protein, dan Mutu Organoleptik Sereal Instan untuk Balita Gizi Kurang (dibawah bimbingan AGUS HERI SANTOSO dan I KOMANG SUWITA) Secara nasional, prevalensi gizi kurang pada balita memberikan gambaran yang fluktuatif dari 18,4% pada tahun 2007 menjadi 17,9% pada tahun 2010 dan meningkat menjadi 19,6% pada tahun 2013. Faktor utama terjadinya gizi kurang adalah kurangnya kecukupan zat gizi menyebabkan ketidakseimbangan antara konsumsi zat energi dan protein, serta adanya penyakit infeksi. Program PMT merupakan salah satu alternatif yang tepat untuk mengatasi kekurangan gizi yang terjadi pada kelompok usia balita. Sereal instan dengan bahan berbasis tepung ikan gabus, tepung kecambah kedelai, dan tepung kecambah jagung mengandung energi dan protein yang cukup tinggi dan memiliki daya cerna yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh formulasi Tepung Ikan Gabus (Channa Striata), Tepung Kecambah Kedelai (Glycine Max Merr)Tepung Kecambah Jagung (Zea Mays) terhadap Nilai Energi, Mutu Kimia, Mutu Protein, dan Mutu Organoleptik Sereal Instan untuk Balita Gizi Kurang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen laboratorium dengan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 taraf perlakuan yaitu proporsi tepung ikan gabus : tepung kecambah kedelai : tepung kecambah jagung adalah 10 : 12 : 78 (P1), 8 : 18 : 75 (P2), 5 : 22 : 73 (P3), 4 : 15 : 81 (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi bahan memberikan pengaruh signifikan terhadap kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, nilai energi, dan rasa sereal instan, namun berpengaruh tidak signifikan terhadap warna, aroma, dan tekstur. Taraf perlakuan terbaik adalah P2 dimana dalam 100 g mengandung nilai energi 415,75 kkal, protein 21,53 g, lemak 10,54 g, karbohidrat 58,68 g, kadar air 4,47 g, dan kadar abu 4,7 g. Mutu protein sereal instan P2 memenuhi standar yakni SAA 100, MC 91,13%, NPU 115,26% dan PER teoritis 14,02%. Modus tingkat kesukaan P2 adalah suka. Takaran Saji sereal instan yaitu 34 g per porsi dengan frekuensi pemberian 3 kali/hari. Kata Kunci : Gizi Kurang, Tepung Ikan Gabus, Tepung Kecambah Kedelai, Tepung Kecambah Jagung, Sereal Instan
Cover KTI
tidak tersedia
2016

PENGARUH KONSELING GIZI SEIMBANG TERHADAP PERILAKU IBU, POLA MAKAN, TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN SERTA PERTUMBUHAN BERAT BADAN BALITA GIZI KURANG DI DESA NGAJUM KECAMATAN NGAJUM KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FRANSISKA RINGGA ANGGI PUTRI VIERTANTY
NIM: 1603000004
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: ASTUTIK PUDJIRAHAJU
Subjek: konseling gizi seimbang, pengetahuan, sikap, keterampilan, pola makan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK FRANSISKA RINGGA ANGGI PUTRI VIERTANTY, 2019. Pengaruh Konseling Gizi Seimbang terhadap Perilaku Ibu, Pola Makan, Tingkat Konsumsi Energi dan Protein serta Pertumbuhan Berat Badan Balita Gizi Kurang di Desa Ngajum Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : ASTUTIK PUDJIRAHAJU Kasus gizi kurang di Desa Ngajum Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang berdasarkan hasil Baseline 2018 menunjukkan sebesar 25%. Tujuan dari penelitian ini menganalisis pengaruh konseling gizi seimbang terhadap perilaku ibu, pola makan, tingkat konsumsi energi dan protein serta pertumbuhan berat badan balita gizi kurang di Desa Ngajum Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang. Metode penelitian menggunakan pre eksperimental dengan desain penelitian one group pre-test post-test design. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ngajum Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang pada bulan April - Mei 2019. Populasi penelitian 28 balita gizi kurang dan sampel penelitian 8 balita yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling gizi seimbang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan ibu (p=0,011) dan tingkat konsumsi protein (p=0,012), sedangkan konseling gizi seimbang memberikan pengaruh tidak signifikan terhadap sikap ibu (p=0,317), keterampilan ibu (p=0,317), tingkat konsumsi energi (p=0,327) dan pertumbuhan berat badan balita (p=0,159). Konseling gizi seimbang meningkatkan pengetahuan gizi ibu 15%, sikap ibu 0,83%, keterampilan ibu 4,68%, pola makan pada kelompok padi-padian 4,27%, umbi-umbian 2,29%, minyak dan lemak 2,93%, buah/biji berminyak 0,10%, kacang-kacangan 4,56%, sayur dan buah 0,43%, gula 1,30%, tingkat konsumsi energi 15,8%, tingkat konsumsi protein 31,29% serta berat badan 0,33%. Pola makan balita menunjukkan perubahan, namun peningkatan pola makan yang terjadi masih belum memenuhi standar yaitu dalam kategori sangat kurang. Diperlukan upaya pendampingan dalam waktu 3 bulan dengan memberikan edukasi disertai praktek pemberian makan yang baik pada balita sehingga sikap dan keterampilan ibu dapat meningkat. Kata kunci: konseling gizi seimbang, pengetahuan, sikap, keterampilan, pola makan, tingkat konsumsi energi dan protein, berat badan.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

PENGARUH LATIHAN PEREGANGAN OTOT TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PUNGGUNG PADA PEKERJA BERAT (TUKANG BECAK) DI KELURAHAN BUNULREJO KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FATMALA NUR HIDAYAH
NIM: 1301100007
Program Studi: PROGAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Imam Subekti, S.Kp M.Kep SpKom, Lenni Saragih SKM, M.Kes
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pengaruh Latihan Peregangan Otot Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Punggung Pada Pekerja Berat (Tukang Becak) Di Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing Kota Malang (studi kasus) Fatmala Nur Hidayah (2016) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Progam Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I Imam Subekti, S.Kp M.Kep SpKom, Pembimbing II Lenni Saragih SKM, M.Kes Kata Kunci: Pekerja Berat, Nyeri Punggung, Latihan Peregangan Otot Pekerja berat seperti penarik becak sering mengeluhkan nyeri pada bagian punggung dan pinggang dikarenakan sering mengayuh beban yang berat secara terus-menerus dalam waktu yang lama. Nyeri punggung merupakan sindroma klinik yang ditandai dengan gejala utama nyeri atau perasaan lain yang tidak enak di daerah tulang punggung. Latihan peregangan otot adalah salah satu altenatif yang dapat diberikan untuk menurunkan tingkat intensitas nyeri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui adakah pengaruh latihan peregangan otot terhadap penurunan tingkat nyeri punggung pada pekerja berat (tukang becak) di Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing Kota Malang. Metode penelitian ini adalah dengan wawancara dan observasi, peneliti berperan sebagai tutor dalam pemberian latihan peregangan otot yang dilakukan selama 6 kali dalam 2 minggu mulai tanggal 14 Februari – 27 Februari 2016. Pengumpulan data didapat dari hasil wawancara dan lembar observasi tingkat skala nyeri Bourbonis, setelah dilakukan latihan peregangan selama 6 kali pertemuan didapatkan penurunan nyeri sedang skala 5 menjadi penurunan nyeri ringan skala 2. Rekomendasi penelitian ini kepada tukang becak adalah peregangan otot akan lebih maksimal apabila dilakukan secara rutin dan bersama-sama yang dapat mengakibatkan semangat menjadi lebih tinggi dalam melakukan latihan peregangan.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP PENINGKATAN PERISTALTIK USUS PADA PASIEN LAPARATOMY DI RUMAH SAKIT LAVALETTE KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: TAUFIQURRAHMAN
NIM: 1501410037
Program Studi: PROGRAM STUDI DIV ALIH JENJANG KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Rossyana Septyasih, S.Kp, M.Pd, Roni Yuliwar, S.Kep Ns M.Ked.
Subjek: Mobilisasi Dini, Peristaltik Usus, Post Operasi Laparatomy
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Peningkatan Peristaltik Usus Pada Pasien Post Operasi Laparatomy Di Ruang Bedah Rumah Sakit Lavalette Malang. Taufiqurrahman (2016), Skripsi, Program Studi D-IV Keperawatan Minat Perioperatif, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Ibu Rossyana Septyasih, S.Kp, M.Pd, (Pendamping) Roni Yuliwar, S.Kep Ns M.Ked. Kata Kunci : Mobilisasi Dini, Peristaltik Usus, Post Operasi Laparatomy Mobilisasi adalah kemampuan individu untuk bergerak secara bebas, mudah, dan teratur. Seseorang yang dilakukan operasi laparatomy akan diberikan anastesi yang menyebabkan pergerakan colon yang normal menurun dengan penghambatan stimulus parasimpatik pada otot colon. Pembedahan yang langsung melibatkan intestinal dapat menyebabkan penghentian dari pergerakan intestinal sementara, hal ini disebut ileus paralitik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap fungsi peristaltik usus pada pasien post operasi laparatomy di Rumah Sakit Lavalette Malang. Populasi penelitian ini adalah pasien post operasi laparatomy. Jenis penelitian Pre eksperiment dengan rancangan one group pre-post test design, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 35 pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan mengobservasi terlebih dahulu perubahan peristaltik usus pasien setelah itu di berikan mobilisasi dan kembali diobservasi peritaltik ususnya, kemudian data yang didapatkan ditabulasi dan dilakukan uji Wilcoxon sign rank test program SPSS. Sebelum diberikan mobilisasi dini terdapat 32 orang (91%) memiliki peristaltik usus yang kurang dengan dan setelah diberikan mobilisasi dini terdapat penurunan yang signifikan dengan jumlah responden 8 orang (23%). Didapatkan hasil uji signifikan sebesar 0.000 dengan tingkat signifikasi 0,05. Karena p value<0,05, maka H1 diterima atau ada perbedaan hasil antara sebelum dan sesudah dilakukan latihan mobilisasi dini. Kesimpulan penelitian bahwa latihan mobilisasi dini berpengaruh terhadap fungsi peristaltik usus pada pasien post operasi laparatomy. Diharapkan pasien post operasi laparatomy melakukan latihan mobilisasi dini secara rutin untuk memulihkan fungsi peritaltik usus dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan meneliti tentang pengaruh mobilisasi dini terhadap peristaltik usus pada pasien dengan anastesi SAB dan diharapkan menggunakan responden yang lebih banyak dan waktu yang digunakan lebih lama.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

PENGARUH PENDAMPINGAN GIZI TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN, SIKAP, KETERAMPILAN IBU DAN BERAT BADAN BADUTA GIZI KURANG UMUR 6-24 BULAN DI DESA SUTOJAYAN KECAMATAN PAKISAJI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Diana Permatasari
NIM: 1503400010
Program Studi: DIV Gizi
Dosen Pembimbing: Hasan Arini SKM, MPH
Subjek: Gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Diana Permatasari (2014). Pengaruh Pendampingan Gizi terhadap Perubahan Pengetahuan, Sikap, Keterampilan Ibu dan Berat Badan Baduta Gizi Kurang Umur 6-24 Bulan di Desa Sutojayan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi D4 Gizi Malang. (Dibawah bimbingan I Nengah Tanu Komalyna dan Tapriadi) Menurut WHO lebih dari 50% kematian bayi dan anak terkait dengan gizi kurang dan gizi buruk. Oleh karena itu, masalah gizi perlu ditangani secara cepat dan tepat (Kemenkes RI, 2011). Menurut Depkes RI (2005), penyebab kekurangan gizi pada balita adalah disebabkan secara langsung dan tidak langsung. Faktor penyebab langsung pertama adalah konsumsi makanan yang tidak memenuhi jumlah dan komposisi zat gizi yang memenuhi syarat makanan beragam, bergizi seimbang, dan aman. Faktor penyebab langsung kedua adalah penyakit infeksi yang berkaitan dengan tingginya kejadian penyakit menular dan buruknya kesehatan lingkungan. Faktor lain yang juga berpengaruh yaitu ketersediaan pangan di keluarga, khususnya pangan untuk bayi 0-6 bulan (ASI eksklusif) dan 6-23 bulan (MPASI), dan pangan yang bergizi seimbang khususnya bagi ibu hamil. Untuk itu penting dilakukan evaluasi terhadap pengaruh progam pendampingan gizi terhadap perubahan pengetahuan, sikap, keterampilan dan berat badan baduta gizi kurang. Penelitian ini dilakukan di desa Sutojayan kecamatan Pakisaji kabupaten Malang. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret-April 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pedampingan gizi terhadap perubahan pengetahuan, sikap, keterampilan Ibu dan berat badan baduta gizi kurang umur 6-24 bulan. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental design dengan rancangan One Group Pre-Test and Post-Test Design. Setelah diberikan intervensi pendampingan gizi, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan responden mengalami peningkatan. Responden memiliki rata-rata pengetahuan sebesar 71,6% dan setelah diberi pendampingan menjadi 86,6%. Responden memiliki rata-rata sikap sebesar 65,43% dan setelah diberi pendampingan berubah menjadi 71,25%. Responden memiliki rata-rata keterampilan sebesar 63,75% dan setelah diberi pendampingan gizi berubah menjadi 68,75%. Peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan juga mempengaruhi tingkat konsumsi energi dan protein baduta. Rata-rata asupan energi sebelum dilakukan intervensi yaitu sebesar 49,62% (kurang) naik menjadi 67,36% (kurang) dan rata-rata asupan protein sebelum dilakukan intervensi yaitu sebesar 63,03% (kurang) naik menjadi 71,43% (kurang) setelah. Peningkatan asupan menyebabkan berat badan subjek penelitian cenderung meningkat selama pendampingan gizi berkisar 100-500 gram/22 hari, Menurut Direktorat Gizi Masyarakat Depkes RI (2003), dalam penanganan gizi kurang akan dikatakan berhasil jika peningkatan berat badan responden 50/kg/BB/minggu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa progam pendampingan gizi berhasil. Untuk mencapai berat badan ideal pada subjek penelitian, responden diharapkan tetap akan menerapkan edukasi yang telah diberikan selama pendampingan, dan diharapkan dapat dilakukan pelatihan secara berkala tentang pembuatan makanan tambahan yang memiliki padat energi melalui posyandu yang dilakukan oleh kader pendampingan untuk meningkatkan kreatifitas dan inovasi responden. Kata kunci : Pendampingan Gizi, Baduta Gizi Kurang
Cover KTI
tidak tersedia
2016

PENGARUH PENYULUHAN TENTANG PHBS TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA DAN HUBUNGANNYA DENGAN PERILAKU PHBS, TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN SERTA STATUS GIZI BALITA DI PULUNGDOWO TUMPANG MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NIKMATUR ROHMAH
NIM: 1303000093
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: B. Doddy Riyadi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nikmatur Rohmah (2016), Pengaruh Penyuluhan tentang PHBS terhadap Perubahan Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita dan Hubungannya dengan Perilaku PHBS, Tingkat Konsumsi Energi dan Protein serta Status Gizi Balita di Pulungdowo Tumpang Kabupaten Malang (Studi Kelayakan Pembuatan Booklet dan Leaflet untuk Merubah Pengetahuan dan Sikap). Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Dibawah bimbingan B. Doddy Riyadi). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penyuluhan terhadap perubahan pengetahuan dan sikap ibu balita dengan PHBS, tingkat konsumsi energi dan protein serta status gizi balita di Pulungdowo Tumpang Malang (Studi Kelayakan Pembuatan Booklet dan Leaflet untuk Merubah Pengetahuan dan Sikap). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pra-eksperimen dengan menggunakan desain penelitian one group pretest posttest desain. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 25 ibu yang memiliki balita dan dilaksanakan pada bulan Maret-April 2016 di Desa Pulungdowo Tumpang Malang. Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis statistik Spearman’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan 16% responden mempunyai tingkat pengetahuan kurang terhadap PHBS sebelum penyuluhan; 100% responden mempunyai tingkat pengetahuan baik terhadap PHBS sesudah penyuluhan; 5% responden mempunyai sikap baik terhadap PHBS sebelum penyuluhan; 100% responden mempunyai sikap sangat baik terhadap PHBS sesudah penyuluhan; 56% responden tidak berPHBS; 84% balita mempunyai tingkat konsumsi energi yang tergolong defisit; 56% balita mempunyai tingkat konsumsi protein yang tergolong defisit; 64% balita mempunyai status gizi kurang menurut BB/U dan 60% balita mempunyai status gizi pendek menurut TB/U. Hasil analisis uji statistik Spearman’s Rho pada α 0,05 menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (p < 0,05) antara penyuluhan terhadap pengetahuan, ada hubungan yang signifikan (p < 0,05) antara penyuluhan terhadap sikap, ada hubungan yang signifikan (p < 0,05) antara pengetahuan terhadap PHBS, tidak ada hubungan yang signifikan (p > 0,05) antara sikap terhadap PHBS, tidak terdapat hubungan signifikan (p > 0,05) antara PHBS terhadap TKE dan TKP, ada hubungan yang signifikan (p < 0,05) antara TKE terhadap status gizi menurut BB/U, tidak ada hubungan yang signifikan (p > 0,05) antara TKE terhadap status gizi menurut TB/U, ada hubungan yang signifikan (p < 0,05) antara TKP terhadap status gizi menurut BB/U dan tidak ada hubungan yang signifikan (p > 0,05) antara TKP terhadap status gizi menurut TB/U. Kata Kunci : Penyuluhan, Pengetahuan, Sikap, PHBS, Tingkat Konsumsi Energi, Tingkat Konsumsi Protein dan Status Gizi.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan