Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4251–4260 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2016

HUBUNGAN SIKAP PETUGAS TEMPAT PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN (TPPRJ) DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT TK. II dr. SOEPRAOEN MALANG TAHUN 2016

Lihat Detail Karya
Penulis: EKA FIVA PARMASARI
NIM: 1304000051
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Gunawan, SKp., MMRS, dr. Endang Sri Dewi H.S., M.QIH
Lihat Abstraksi
ABSTRAK EKA FIVA PARMASARI. “HUBUNGAN SIKAP PETUGAS TEMPAT PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN (TPPRJ) DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT TK. II dr. SOEPRAOEN MALANG TAHUN 2016”, Laporan Tugas Akhir, Program DIII Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Malang : Tahun 2016, 44 halaman, 4 tabel, 2 gambar, 18 lampiran. Laporan tugas akhir ini dilatar belakangi ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan pendaftaran pasien yang di berikan di rumah sakit dimana masih terdapat petugas yang kurang ramah dalam melayani pasien. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi sikap petugas tempat pendaftaran pasien rawat jalan, tingkat kepuasan pasien rawat jalan, dan menganalisa hubungan sikap petugas pendataran pasien rawat jalan dengan tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini berupa survey analitik degan pendekatan cross sectional yaitu penelitian dengan meneliti secara langsung pada tempat pendaftaran pasien rawat jalan dengan menggunakan kuisioner. Dari perhitungan statistik bisa dilihat bahwa H0 ditolak dan H1 diterima (harga 21,16 > 2,630) maka dapat disimpulkan adanya hubungan antara sikap petugas tempat pendaftaran pasien rawat jalan dengan tingkat kepuasan pasien di Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen Malang. Petugas TPPRJ harus meningkatkan kualitas pelayanan antara sesama pasien/keluarga pasien harus sama dengan perlakuan yang sama kepada seluruh pasien/keluarga pasien yang mendaftar akan didapatkan tingkat kepuasan yang sama. Kata kunci : Sikap petugas tempat pendaftaran pasien rawat jalan dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan
Cover KTI
tidak tersedia
2016

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG MP-ASI DAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN TERHADAP STATUS GIZI BADUTA DI DESA PULUNGDOWO KECAMATAN TUMPANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: LINDA ANDRIANI
NIM: 1303000114
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Tapriadi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Linda Andriani (2016), Hubunngan Pengetahuan Ibu Tentang MP-ASI danTingat Konsumsi Energi dan Protein Terhadap Status Gizi Baduta di Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. (Dibawah bimbingan Tapriadi). Usia Baduta (0-24 bulan) merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga kerap diistilahkan sebagai periode emas yang dapat diwujudkan apabila pada masa ini memperoleh asupan makanan yang sesuai dengan tumbuh kembang optimal. Dari hasil pemantauan Direktorat Bina Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan, pada tahun 2006 dan 2009, Jawa Tengah dan Jawa Timur menduduki posisi teratas kasus gizi buruk pada bayi. Sedangkan berdasarkan Riskesdas tahun 2007, kasus gzii kurang dan gizi buruk di Jawa Timur mencapai 17,4% dan di Kabupaten Malang masing-masing mencapai 9,4% dan 3,1%. Hasil Baseline data yang dilakukan pada bulan Oktober 2015 di Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang terdapat 21,4% kasus gizi kurang, 3,57% gizi lebih dan 3,57% gizi buruk serta 43% responden mempunyai pengetahuan MP-ASI yang kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubunngan pengetahuan ibu tentang mpasi dan tingat konsumsi energi dan protein terhadap status gizi baduta di Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah observasional Studies, desain cross sectional studies yang dilaksanakan pada bulan Oktober – April 2016 dengan jumlah sampel 28 ibu Baduta. Hasil penelitian ini menunjukkan 28,6% responden mempunyai tingkat pengetahuan yang kurang, 28,6% Baduta mempunyai tingkat konsumsi energi yang tergolong defisit dan 46,4% Baduta mempunyai tingkat konsumsi protein yang tergolong defisit. Hasil analisis statistik Chi-square pada α 0,05 menunjukkan Tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu tentang MP-ASI dengan tingkat konsumsi energi, Tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu tentang MP-ASI dengan tingkat konsumsi protein, Ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu tentang MP-ASI dengan status gizi Baduta, Tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat konsumsi energi dengan status gizi Baduta, dan Tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat konsumsi protein dengan status gizi Baduta. Sehingga, perlu adanya penelitian lanjut tentang faktor-faktor lain yang mempengaruhi status gizi, tidak hanya asupan energi dan protein. Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi Energi, Tingkat Konsumsi Protein, Status Gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2016

IMPLEMENTASI APLIKASI FASTTELCO TERHADAP WAKTU PENYEDIAAN BERKAS REKAM MEDIS DI UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM AMINAH BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: Makariman Nisak Churril Jannah
NIM: 1304000042
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Gunawan1, Bernadus Rudy Sunindya2
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Makariman Nisak Churril Jannah, 2016 “Implementasi Aplikasi Fasttelco Terhadap Waktu Penyediakan Berkas Rekam Medis di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Aminah Blitar” Jurusan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. (Dibawah bimbingan Gunawan1, Bernadus Rudy Sunindya2) Teknologi informasi adalah tenkologi yang mampu mengirim informasi dalam bentuk elektronik dengan cepat, tepat dan akurat. Teknologi informasi di bidang kesehatan tidak hanya dalam sub biang medis tetapi juga dalam bidang rekam medis, seperti aplikasi peminjaman berkas rekam medis untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan rata – rata waktu sebelum dan sesudah implementasi aplikasi Fasttelco. Metode penelitian eksperimen semu kuantitatif dengan desain Groups Pretest-Posttest. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi. Analisis data dilakukan dengan melakukan uji normalitas kemudian uji Paired t-test. Uji Sistem dilakukan oleh validator ahli IT dengan uji black box 4 faktor utama dan analisis kuantitatif secara deskriptif. Hasil pada uji normalitas menunjukkan bahwa data berditribusi normal dan pada Uji Paired t-test dengan nilai signifikansi 0,000 yang kurang dari 0,05 dan Ho ditolak dengan kata lain ada perbedaan rata - rata waktu petugas filling dalam menyediaan berkas rekam medis antara sebelum dan sesudah implementasi aplikasi Fasttelco. Aplikasi Fasttelco mempercepat waktu penyediaan berkas rekam medis dan layak untuk diimplementasikan di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Aminah Blitar dengan rutin dilakukan update database, backup dan re-store serta pemeliharaan hardware dan software. Kata Kunci : Fasttelco, Waktu Penyediaan Berkas Rekam Medis
Cover KTI
tidak tersedia
2016

IMPLEMENTASI PENGGUNAAN KARTU UNIVERSAL MEDICAL IDENTITY (UMI) TERHADAP WAKTU DAN PERCEPATAN PROSES IDENTIFIKASI DATA SOSIAL PASIEN DI TPP (TEMPAT PENDAFTARAN PASIEN) RAWAT JALAN DI RSUD. BANGIL TAHUN 2016

Lihat Detail Karya
Penulis: NUR ERAWATI
NIM: 1304000035
Program Studi: PRODI D-III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: dr. Endang Sri Dewi H.S., M.QIH. drg. Rinawati Basuki, M.Kes.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Erawati, Nur, 2016. Implementasi Penggunaan Kartu Universal Medical Identity (UMI) Terhadap Waktu Dan Percepatan Proses Identifikasi Data Sosial Pasien Di TPP (Tempat Pendaftaran Pasien) Rawat Jalan Di RSUD. Bangil Tahun 2016. Laporan Tugas Akhir DIII-Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Polteknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: dr. Endang Sri Dewi H.S., M.QIH. Pembimbing Pendamping: drg. Rinawati Basuki, M.Kes. Hal yang selalu dilakukan pertama kali saat pasien melakukan kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan adalah identifikasi mengenai data sosial pasien. Pendaftaran pasien secara manual (menggunakan buku register) membutuhkan banyak waktu dan memperlama proses pendaftaran. Kartu Universal Medical Identity (UMI) merupakan terobosan terbaru sebagai alat untuk mempercepat proses identifikasi pasien pada saat berada di pendaftaran dengan tujuan untuk mempercepat pelayanan kesehatan terutama pada saat identifikasi data sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan kartu UMI terhadap waktu dan percepatan proses identifikasi data sosial pasien. Data diperoleh melalui observasi dan pencatatan waktu yang dilakukan oleh peneliti mengenai waktu identifikasi data sosial pasien sebelum dan sesudah dilakukan implementasi kartu UMI pada pasien rawat jalan baru di TPPRJ RSUD. Bangil Kabupaten Pasuruan. Proses identifikasi dibedadakan menjadi pasien BPJS baru dan pasien umum baru. Implementasi dilakukan dengan melakukan scan pada kartu tersebut sehingga data sosial akan muncul di komputer. Hasil analisa uji paired-sample t test membuktikan bahwa setelah menggunakan kartu UMI terdapat perbedaan waktu yang signifikan terhadap kecepatan proses identifikasi data sosial di TPP baik pasien BPJS maupun pasien umum. Didapatkan rata-rata waktu pada proses identifikasi data sosial pasien BPJS setelah menggunakan kartu UMI dari 6 menit 3 detik menjadi 3 menit 12 detik dan pada pasien umum dari 3 menit 40 detik menjadi 1 menit 18 detik. Diharapkan kartu ini dapat diaplikasikan di TPPRJ RSUD. Bangil untuk mempercepat proses identifikasi data sosial pasien. Kata Kunci: UMI, Identifikasi data sosial
Cover KTI
tidak tersedia
2016

IMPLEMENTASI PROGRAM ELECTRONIC CODE GUNA MEMPERSINGKAT WAKTU PENGKODEAN DIAGNOSA PENYAKIT DI PUSKESMAS PANDANWANGI KOTA MALANG TAHUN 2016IMPLEMENTASI PROGRAM ELECTRONIC CODE GUNA MEMPERSINGKAT WAKTU PENGKODEAN DIAGNOSA PENYAKIT DI PUSKESMAS PANDANWANGI KOTA MALANG TAHUN 2016

Lihat Detail Karya
Penulis: Nur Aishya
NIM: 1304000040
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Rinawati1, Bernadus2
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nur Aishya, 2016 “Implementasi Program Electronic Code Guna Mempersingkat Waktu Pengkodean Diagnosa Penyakit Di Puskesmas Pandanwangi Kota Malang Tahun 2016” Jurusan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. (Dibawah bimbingan Rinawati1, Bernadus2) Kurangnya tenaga perekam medis di Puskesmas seringkali peran profesi tersebut diambil alih oleh tenaga kesehatan ataupun tenaga non-kesehatan. Proses kodefikasi yang seharusnya dilakukan oleh perekam medis akhirnya dilakukan oleh dokter ruangan. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui perbedaan waktu pengisian diagnosa penyakit menggunakan buku ICD-10 dan menggunakan Program Electronic Code di Puskesmas. Metode penelitian yang digunakan adalah pra experiment One Group Pretest Posttest. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 86 berkas rekam medis yang akan diberi kodefikasi penyakit pada tanggal 4, 5, 11, 12 April 2016. Responden dalam penelitian ini adalah salah satu dokter yang memberi kodefikasi diagnosa penyakit secara manual dan menggunakan program. Data dianalisis dengan menggunakan uji Paired t-Test. Out put dari SPSS mengenai rata-rata waktu sebelum program diterapkan adalah 47,777 detik dan waktu sesudah diterapkan program adalah 5,879 detik. Dengan signifikan 0,000 yang artinya < 0,05 maka Ho ditolak atau dengan kata lain adanya perbedaan waktu sesudah dan sebelum diterapkannya program. Kata kunci : Waktu pemberian kodefikasi diagnosa, Buku ICD-10 Volume 1 dan 3, Program Electronic Code
Cover KTI
tidak tersedia
2016

IMPLEMENTASI SISTEM PELAPORAN ELEKTRONIK TERHADAP WAKTU PENGOLAHAN DATA LAPORAN BULANAN PENYAKIT (LB 1) DI PUSKESMAS PANDANWANGI

Lihat Detail Karya
Penulis: HERDINA ASTRI ISNAENI
NIM: 1304000008
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah1, Bernadus Rudy Sunindya 2
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Herdina Astri Isnaeni, 2016. “Implementasi Sistem Pelaporan Elektronik Terhadap Waktu Pengolahan Data Laporan Bulanan Penyakit (LB 1) di Puskesmas Pandanwangi” D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. (Dibawah bimbingan Diniyah Kholidah1, Bernadus Rudy Sunindya 2) Puskesmas merupakan unit pelaksan teknis dari Dinas Kesehatan terkait. Salah satu tugas pokoknya adalah melaksanakan sistem pencatatan dan pelaporan (SP2TP). Pengolahan data SP2TP di Puskemas Pandanwangi dilakukan secara manual. Petugas menginginkan adanya sistem yang dapat membantu dalam pengolahan data untuk keperluan laporan bulanan penyakit (LB 1). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan waktu pengolahan data laporan bulanan penyakit (LB 1) sebelum dan sesudah penggunaan sistem pelaporan elektronik di Puskesmas Pandanwangi. Penelitian ini berupa observasi langsung terhadap waktu pengolahan data laporan bulanan penyakit (LB 1) sebelum dan sesudah implementasi menggunakan lembar observasi dan stopwatch. Rata–rata waktu pengolahan data sebelum dilakukan implementasi sistem pelaporan elektronik 83,82 detik dengan waktu entri data paling lama adalah 125 detik. Sedangkan, rata–rata waktu pengolahan data dengan sistem pelaporan elektronik 22,18 detik. Setelah dilakukan uji beda (one way Anova) pada penelitian ini dapat diambil keputusan yaitu ada perbedaan waktu pengolahan data laporan bulanan penyakit (LB 1) sebelum dan sesudah penggunaan sistem pelaporan elektronik. Berdasarkan jumlah rata-rata tersebut, dapat disimpulkan bahwa waktu pengolahan data laporan bulanan penyakit (LB 1) dengan menggunakan sistem pelaporan elektronik lebih cepat dari sebelumnya. Kata Kunci : Laporan bulanan penyakit (LB 1), SP2TP, waktu pengolahan data, sistem pelaporan elektronik
Cover KTI
tidak tersedia
2016

IMPLEMENTASI SISTEM PENDAFTARAN ELEKTRONIK UNTUK MEMPERCEPAT WAKTU ENTRI DATA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS PANDANWANGI TAHUN 2016

Lihat Detail Karya
Penulis: YESSI RAHMAWATI
NIM: 1304000007
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Bernadus Rudy Sunindya1, Pratiwi2
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Yessi Rahmawati, 2016. “Implementasi Sistem Pendaftaran Elektronik Untuk Mempercepat Waktu Entri Data Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Pandanwangi.” D-III Pereka Medis dan Informasi Kesehatan. (Dibawah bimbingan Bernadus Rudy Sunindya1, Pratiwi2) Waktu entri data pasien sangat mempengaruhi waktu tunggu pasien. Waktu tunggu pasien merupakan salah satu indikator tingkat kepuasan pasien. Semakin lama waktu tunggu pasien, semakin rendah tingkat kepuasan pasien dan berdampak pada mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan waktu entri data pasien rawat jalan sebelum dan setelah implementasi sistem pendaftaran elektronik si Puskesmas Pandanwangi Tahun 2016. Penelitian ini berupa observasi langsung terhadap waktu entri data pasien sebelum dan setelah implementasi menggunakan logbook dan stopwatch. Rata–rata waktu entri data pasien sebelum dilakukan implementasi sistem pendaftaran elektronik 252,89 detik atau 4,2 menit dengan waktu entri data paling lama adalah 673 detik atau 11,2 menit. Sedangkan, Rata–rata waktu entri data pasien setelah dilakukan implementasi sistem pendaftaran elektronik 37,75 detik atau 0,6 menit. Setelah dilakukan uji beda (paired t test) pada penelitian ini dapat diambil keputusan yaitu adanya perbedaan yang signifikan antara waktu entri data pasien sebelum dan setelah dilakukan implementasi sistem. Berdasarkan jumlah rata-rata tersebut, dapat disimpulkan bahwa waktu entri data pasien rawat jalan setelah implementasi sistem pendaftaran elektronik lebih cepat dari waktu entri data pasien rawat jalan sebelum implementasi sistem pendaftaran elektronik. Kata Kunci : implementasi, rekam medis, pendaftaran, waktu entri data
Cover KTI
tidak tersedia
2016

IMPLEMENTASI TRACER TERHADAP KECEPATAN WAKTU PETUGAS FILING DALAM PENYIMPANAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: SYAZKIRA NABILA AGUSTIN
NIM: 1304000001
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Bernadus Rudy Sunindya, MPH, Gunawan, S.Kp.,MMRS.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Syazkira Nabila Agustin (2016), implemtasi tracer terhadap kecepatan waktu petugas filing dalam penyimpanan dokumen rekam medis rawat inap di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar. Jurusan Perekam Medis Dan Informasi Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Bernadus Rudy Sunindya, MPH dan Pembimbing II: Gunawan, S.Kp.,MMRS. Penyimpanan rekam medis rawat inap di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi belum menggunakan tracer. Tracer adalah pengganti dokumen rekam medis yang akan dikeluarkan dari rak penyimpanan untuk tujuan apapun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata kecepatan waktu sebelum dan sesudah penggunaan tracer. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperiment semu, sampel 2 hari prettest,2 hari posttest dengan jumlah 122 dokumen rawat inap. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Analisa data menggunakan paired t test dengan bantuan SPSS 16. Jika nilai sig < 0,05 maka H0 ditolak, ada perbedaan rata-rata kecepatan waktu petugas filing dalam menyimpan dokumen rekam medis rawat inap sebelum dan sesudah penggunaan tracer. Hasil penelitian menunjukan rata-rata waktu yang dibutuhkan petugas filing sebelum menggunakan tracer yaitu 1.774 detik. Sedangkan waktu yang dibutuhkan petugas setelah implementasi tracer 1.246 detik. Selisih kedua waktu tersebut adalah 528 detik. Hasil analisa paired t test menunjukan bahwa nilai signivikan 0,000 ˂ 0,05 maka H0 ditolak dan ada perbedaan rata–rata kecepatan waktu petugas filing dalam menyimpan dokumen rekam medis rawat inap. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan tracer dan SOP sangat dibutuhkan guna memunjang kecepatan waktu petugas filing. Kata kunci: Implementasi tracer, kecepatan waktu, petugas filing, penyimpana DRM RI
Cover KTI
tidak tersedia
2016

INDEKS GLIKEMIK DAN BEBAN GLIKEMIK MENU DIET DIABETES MELITUS KAITANNYA DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DM RAWAT INAP DI RS Tk.II dr. SOEPRAOEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: WINDA IRAWATI
NIM: 1203410038
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Etik Sulistyowati, S.Gz, M.Kes, S. Rum Teguh K, SKM, M.Kes
Cover KTI
tidak tersedia
2016

KELENGKAPAN RESUME MEDIS PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT LAVALETTE KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AULIA RAMADHANI
NIM: 1304000019
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Gunawan, S.Kp., MMRS dan Pratiwi, Bsc, S.Pd., M.Biomed.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Aulia Ramadhani, 2016. Kelengkapan Resume Medis Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Lavalette Kota Malang. Dibimbing oleh Gunawan, S.Kp., MMRS dan Pratiwi, Bsc, S.Pd., M.Biomed. Resume medis merupakan ringkasan pulang pasien yang harus dibuat oleh dokter atau dokter gigi yang bertanggung jawab merawat pasien. Kelengkapan resume medis berdampak pada mutu pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengkapan resume medis pasien rawat inap di Rumah Sakit Lavalette Kota Malang. Popukasi dalam penelitian ini sebanyak 1038 formulir resume medis. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 289 formulir resume medis Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi check list. Data yang diperoleh diolah menggunakan teknik editing, coding dan tabulasi yang selanjutnya disajikan dalam bentu ktabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelengkapan identitas pasien sebesar 96,65 %, kelengkapan item resume medis dalam pelayanan kesehatan sebesar 63,36 %, kelengkapan auntentifikasi sebesar 94,81 %, tata cara pencatatan yang benar sebesar 82,58 % dan kelengkapan resume medis sebesar 4,50 %. Manfaat penelitian ini adalah menambah referensi untuk penelitian dan bahan pertimbangan bagi mahasiswa DIII Perekam Medis dan Informasi Kesehatan atau bagi pihak lainnya, guna penelitian lebih lanjut. Kata Kunci : Kelengkapan, Resume Medis
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan