Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4241–4250 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2016

HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN POSISI SUPINE PADA SAAT INTRAOPERATIF DENGAN NYERI PADA PASIEN POSTOPERATIF SECTIO CESAREA DI RS LAVALETTE MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DEWI ANDRYANI
NIM: 1501410017
Program Studi: PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN PERIOPERATIF
Dosen Pembimbing: Dr. Tri Johan A. Y, S.Kp, M.Kep, Roni Yuliwar S.Kep. Ns., M.Ked.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dewi Andryani, 2016. Hubungan Antara Pemberian Posisi Supine Pada Saat Intraoperatif Dengan Nyeri Pada Pasien Postoperatif Di RS Lavalette Malang. Skripsi. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Jurusan Keperawatan. Prodi D IV Keperawatan Perioperatif. Pembimbing Utama : Dr. Tri Johan A. Y, S.Kp, M.Kep, Pembimbing Pendamping : Roni Yuliwar S.Kep. Ns., M.Ked. Kata kunci : Pemberian Posisi Supine, Nyeri Posisi supine atau telentang adalah memposisikan vertebra servikalis, torakalis, dan lumbalis klien pada satu garis lurus secara horizontal, yang Apabila tidak diperhatikan maka dapat menimbulkan permasalahan bagi pasien seperti rasa nyeri pada bagian tubuh tertentu pada saat pascabedah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberian posisi supine pada saat intraoperatif dengan nyeri pada pasien postoperatif di rumah sakit lavalette Malang. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17 Mei sampai 19 Juni 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan design penelitian korelasional dan rancangan dalam penelitian ini yaitu Cross Sectional. Populasinya sebanyak 36 orang dengan sampel 30 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling dengan menggunakan instrumen lembar observasi dengan daftar cek pemberian posisi supine dan daftar cek nyeri responden postoperatif SC. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pemberian posisi pada responden di ruang OK RS Lavalette Malang sebanyak 26 orang (87%) masih termasuk kategori kurang tepat dan sebanyak 4 orang (13%) termasuk kategori tepat. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tingkatan skala nyeri responden terbanyak di Ruang Emerald RS Lavalette Malang yaitu sebanyak 23 orang (76,67%) mengalami skala nyeri ringan dan sebanyak 7 orang (23,33%) mengalami skala nyeri sedang. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Spearman Rho dengan bantuan SPSS 16.0 didapatkan nilai signifikasi (p) = 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pemberian posisi supine pada saat intraoperatif dengan nyeri pada pasien postoperatif SC di RS Lavalette Malang, dengan arah hubungan yaitu arah negatif yang artinya semakin tepat pemberian posisi supine maka skala nyeri akan turun. Saran untuk Institusi Rumah Sakit dapat mengadakan workshop terutama tentang SOP pemberian posisi.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KONSUMSI ENERGI, FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN JAJANAN, DAN POLA AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA TANJUNGTANI KECAMATAN PRAMBON KABUPATEN NGANJUK

Lihat Detail Karya
Penulis: FEBRINA FRINDIARINI
NIM: 1203410010
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: I Dewa Nyoman Supariasa, MPS, Ir. AAG Anom Aswin, MPS
Cover KTI
tidak tersedia
2016

HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU, FAKTOR PENDUKUNG, FAKTOR PENGUAT DENGAN TINGKAT KEHADIRAN DI POSYANDU BALITA DI DUSUN RENTENG DESA KASRI KECAMATAN BULULAWANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DEWI ASIH YUSTISIWI
NIM: 1303000009
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Hasan Aroni, SKM., MPH
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dewi Asih Yustisiwi. 2016. “Hubungan Karakteristik Ibu, Faktor Pendukung, Faktor Penguat dengan Tingkat Kehadiran di Posyandu Balita di Dusun Renteng Desa Kasri Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang”. Program Studi DIII Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: Hasan Aroni, SKM., MPH Peran serta masyarakat mempunyai peranan penting dalam keberhasilan pembangunan, termasuk pembangunan kesehatan. Posyandu merupakan wujud nyata peran serta mereka dalam pembangunan kesehatan. Salah satu tujuan posyandu adalah memudahkan memantau keadaan gizi anak balita serta membantu pencegahan dini masalah gizi. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan karakteristik ibu, faktor pendukung, faktor penguat dengan tingkat kehadiran di posyandu balita di Dusun Renteng Desa Kasri Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain Cross Sectional Study. Sampel penelitian terdiri dari 41 responden. Responden adalah semua balita usia 0- 59 bulan yang terdaftar sebagai peserta posyandu di Dusun Renteng Desa Kasri Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang. Hubungan karakteristik ibu, faktor pendukung, faktor penguat dengan tingkat kehadiran di posyandu balita dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara umur ibu, tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, tingkat pengetahuan ibu, jarak tempuh, kelengkapan sarana posyandu, dukungan keluarga, dukungan tokoh masyarakat, persepsi ibu terhadap kader posyandu dan bimbingan petugas kesehatan dengan tingkat kehadiran karena didapatkan p value >0,05. Saran dari penelitian ini diharapkan agar Petugas kesehatan (ahli gizi puskesmas, bidan desa, perawat desa) dan kader posyandu dapat memberikan penyuluhan untuk ibu balita tentang pentingnya aktif hadir di posyandu balita dikarenakan kurangnya motivasi ibu untuk hadir di posyandu dan kurangnya pemahaman mengenai manfaat posyandu. Penyuluhan dapat dilakukan pada saat kegiatan posyandu secara rutin 1 bulan sekali atau melalui pertemuan PKK. Dapat diberikan leaflet dan poster mengenai posyandu yang bisa dibaca atau ditempel di posyandu. Kata kunci: Karakteristik Ibu, Faktor Pendukung, Faktor Penguat, Tingkat Kehadiran, Posyandu
Cover KTI
tidak tersedia
2016

HUBUNGAN PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN PRAOPERATIF DENGAN WAKTU TUNDA OPERASI DI RUANGAN BEDAH RUMAH SAKIT LAVALETE MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: WALTERIUS HUGO FETO NUKA
NIM: 1501410006
Program Studi: PRODI D IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Tanto Haryanto, S.Kep.Ns.,M.Biomed., Sri Mudayatiningsih, S.Kp., M.Kes.
Subjek: Asuhan keperawatan praoperatif, waktu tunda
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Praoperatif dengan Waktu Tunda Operasi di Ruangan Bedah Rumah Sakit Lavalette Malang. Walterius Hugo Feto Nuka (2016). Studi Korelasi. Program DIV Keperawatan Perioperatif, Jurusan Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (utama) Tanto Haryanto, S.Kep.Ns.,M.Biomed., (pendamping) Sri Mudayatiningsih, S.Kp., M.Kes. Kata kunci : Asuhan keperawatan praoperatif, waktu tunda Semua pasien bedah yang akan dilakukan tindakan pembedahan harus dilakukan persiapan secara baik melalui pemberian asuhan keperawatan preoperatif yang komperhensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan asuhan keperawatan praoperatif dengan waktu tunda operasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah semua pasien persiapan operasi (elective) dan sampel sebanyak 32 reponden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di ruangan bedah Rumah Sakit Lavalete Malang menggunakan tehnik observasi sistematis. Daftar chek list berisi tentang proses asuhan keperawatan yang dilakukan kemudian di kategorikan baik apabila 80-100%, cukup bila 76-79%, Kurang 76% dan waktu tunda operasi dilihat melalui rentang waktu penundaan operasi kemudian akan dianalisis secara bivariat menggunakan produk moment pearson. Pelaksanaan asuhan keperawatan praoperatif secara keseluruhan dalam kategori baik (93,75%) dan kategori cukup (6,25%). Kategori baik yang mengalami waktu tunda operasi sebanyak 11 responden (34,38%). Kategori cukup yang mengalami waktu tunda operasi 1 orang (3,13%). Hasil uji statistik menunjukan bahwa pelaksanaan asuhan keperawatan praoperasi memiliki hubungan korelasi dengan waktu tunda operasi dengan nilai r = -0.478 (signifikasi 0,006 < 0,05) yang diasumsikan bahwa semakin baik pelaksanaan asuhan keperawatan praoperatif semakin kecil waktu tunda, demikian sebaliknya. Saran agar pelaksanaan asuhan keperawatan praoperatif harus dilaksanakan dan didokumentasikan melalui sebuah dokumen asesment praoperatif yang mencakup aspek biopsikososialspiritual sehingga dapat tercipta komunikasi yang baik dengan petugas fase intraoperatif.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

HUBUNGAN PENATAAN MEJA KERJA UNIT REKAM MEDIS DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RSUD Dr.HARYOTO LUMAJANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NOOR ENDAH EKA SAFITRI
NIM: 1304000038
Program Studi: PRODI D-III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI
Dosen Pembimbing: Pratiwi B.Sc.,s.Pd.,M.Biomed 1, Siti Sundari, B.Sc,SE.M.Kes 2
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Noor Endah Eka Safitri, 2016. “Hubungan Penataan Meja Kerja Unit Rekam Medis Dengan Kinerja Petugas Rekam Medis Di RSUD Dr. Haryoto Lumajang”. Jurusan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Dibawah bimbingan Pratiwi B.Sc.,s.Pd.,M.Biomed 1, Siti Sundari, B.Sc,SE.M.Kes 2. Untuk menunjang pelaksanaan kegiatan di sub bagian rekam medis diperlukan sarana kerja yang baik dan sesuai dengan kebutuhan didalamnya. Karena sebagian besar kegiatan di sub bagian rekam medis berhubungan dengan tulis menulis, maka salah satu sarana kerja yang berhubungan dengan kegiatan kerja rekam medis yaitu meja kerja dan alur kerja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara penataan meja kerja dengan kinerja petugas rekam medis. Jenis penelitian yang bersifat asosiatif kausal (hubungan) yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau lebih. Penelitian ini dilaksanakan di Ruang Sub Bagian Rekam Medis RSUD Dr. Haryoto Lumajang dengan populasi 7 meja kerja dan 7 petugas rekam medis dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Analisa data menggunakan rumus korelasi Spearman Rank. Hasil menunjukkan, interval prosentase penilaian teknik penempatan meja kerja 56% -65%, interval prosentase penilaian kinerja petugas rekam medis yaitu 50%-84% dan tidak terdapat hubungan antara penataan meja kerja unit rekam medis dengan kinerja petugas rekam medis sehingga dimungkinkan adanya faktor-faktor lain yang tidak diteliti yang mempengaruhi kinerja petugas rekam medis. Kata Kunci : Penataan Meja Kerja, Kinerja Petugas Rekam Medis
Cover KTI
tidak tersedia
2016

HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN KETEPATAN WAKTU PENGEMBALIAN BERKAS REKAM MEDIS KE UNIT REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT WAVA HUSADA

Lihat Detail Karya
Penulis: ARUM DWI YUNITA SARI
NIM: 1304000010
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Ganif Djuwadi1, Siti Sundari2
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Arum Dwi Yunita Sari, 2016. “Hubungan Pengetahuan Perawat dengan Ketepatan Waktu Pengembalian Berkas Rekam Medis ke Unit Rekam Medis di Rumah Sakit Wava Husada.” D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. (Dibawah bimbingan Ganif Djuwadi1, Siti Sundari2) Pelayanan rumah sakit yang bermutu tidak hanya pada pelayanan medis saja, tetapi juga pelayanan penunjang medis seperti pengelolaan rekam medis. Oleh karena itu rekam medis harus dicatat dengan baik, lengkap dan benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Salah satu faktor yang mendukung pelayanan rekam medis yang baik yaitu ketepatan waktu pengembalian berkas rekam medis 2 x 24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan perawat dengan ketepatan waktu pengembalian berkas rekam medis ke unit rekam medis di Rumah Sakit Wava Husada. Sampel penelitian ini yaitu perawat dengan jumlah 45 dimana teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan untuk pengetahuan sebanyak 14 perawat (31%) berpengetahuan baik, 25 perawat (56%) cukup, dan 6 perawat (13%) kurang. Ketepatan waktu pengembalian didapatkan 78% (191) tepat waktu dan 22% (54) tidak tepat waktu. Hasil analisis statistik menunjukkn terdapat hubungan antara pengetahuan perawat dengan ketepatan waktu pengembalian berkas rekam medis dengan nilai sig sebesar 0,000 dan r sebesar 0,675. Perlu adanya sosialisasi terkait waktu pengembalian berkas rekam medis kepada perawat khususnya perawat ruangan yang bertugas mengembalikan berkas rekam medis. Kata kunci : pengetahuan, perawat, ketepatan waktu pengembalian berkas rekam medis
Cover KTI
tidak tersedia
2016

HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PEMBERIAN POSISI BEDAH DENGAN KETEPATAN PELAKSANAAN STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PEMBERIAN POSISI BEDAH DI KAMAR OPERASI RUMAH SAKIT LAVALETTE MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANIK WIDIYA
NIM: 1501410014
Program Studi: PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN PERIOPERATIF
Dosen Pembimbing: Dr.Susi Milwati, S.Kp,M.Pd, Dyah Widodo, S.Kp,M.Kes.
Subjek: Pengetahuan, PelaksanaanStandard Operating Procedure (SOP)
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Pengetahuan Perawat Tentang Pemberian Posisi Bedah Dengan Ketepatan Pelaksanaan Standard Operating Procedure (SOP) Pemberian Posisi Bedah Di Rumah Sakit Lavalette Malang. Anik Widiya (2016). Skripsi korelasi. Program Studi DIV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes malang, Pembimbing (Utama) Dr.Susi Milwati, S.Kp,M.Pd, Pembimbing (Pendamping) Dyah Widodo, S.Kp,M.Kes. Kata Kunci: Pengetahuan, PelaksanaanStandard Operating Procedure (SOP) Pemberian posisi bedah secara tepat merupakan salah satu penentu keberhasilan dalam pembedahan sehingga diperlukan pengetahuan dan ketrampilan perawat perioperatif tentang pemberian posisi bedah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan ketepatan pelaksanaan SOP pemberian posisi bedah di Kamar Operasi Rumah Sakit Lavalette Malang. Desain penelitian mengunakan metode korelasi dengan jumlah responden penelitian 17 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk data pengetahuan dan observasi chek-list untuk data ketepatan pelaksanaan SOP. Analisa bivariate menggunakan uji spearmen. Penyajian hasil data dalam bentuk diagram, tabel dan narasi. Hasil pengetahuan didapatkan 11 responden pengetahuan cukup. Hasil observasi didapatkan 15 reponden tidak tepat untuk posisi bedah supine, 8 responden tidak tepat untuk posisi bedah litotomi, 2 responden tepat untuk posisi bedah lateral, 2 responden tidak tepat untuk posisi bedah prone. Hasil uji stastistik didapatkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat dengan ketepatan pelaksanaan SOP pemberian posisi bedah supine dengan nilai P=0,270, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat dengan ketepatan pelaksanaan SOP pemberian posisi bedah litotomi dengan nilai P=-0,386, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat dengan ketepatan pelaksanaan SOP pemberian posisi bedah Prone dengan nilai P=0,577. Rekomendasi penelitian untuk Rumah Sakit Lavalette adalah agar mensosialisasikan, mengevaluasi pelaksanaan SOP dan diadakan pelatihan pemberian posisi bedah bagi perawat kamar operasi. Rekomendasi riset selanjutnya adalah dapat melakukan penelitian Hubungan Pengetahuan Perawat Tentang Pemberian Posisi Bedah Dengan Ketepatan Pelaksanaan Standard Operating Procedure (SOP) Pemberian Posisi Bedah Di Rumah Sakit yang lain.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENGELOLAAN SET INSTRUMEN PASCA OPERASI DENGAN KETEPATAN PELAKSANAAN SOP (STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR) PENGELOLAAN INSTRUMEN DI RUMAH SAKIT LAVALETTE MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Ahmad Elman Faudy
NIM: 1501410031
Program Studi: PROGRAM STUDI D IV KEPERAWATAN PERIOPERATIF MALANG
Dosen Pembimbing: Dr.Susi Milwati, S.Kp,M.Pd, Drs. H. Moh. Zainol Rachman, S.ST, M.Kes.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Pengetahuan Perawat tentang Pengelolaan Set Instrumen Pasca Operasi dengan Ketepatan Pelaksanaan SOP (Standar Operasional Prosedur) Pengelolaan Instrumen di Rumah Sakit Lavalette Malang. Ahmad Elman Faudy (2016). Skripsi korelasi. Program Studi DIV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Dr.Susi Milwati, S.Kp,M.Pd, Pembimbing (Pendamping) Drs. H. Moh. Zainol Rachman, S.ST, M.Kes. Kata Kunci: Pengetahuan, Pelaksanaan SOP (Standar Operasional Prosedur) Pengelolaan instrumen pasca operasi secara tepat merupakan salah satu penunjang dalam pengendalian infeksi dan meminimalisir kerusakan alat sehingga diperlukan pengetahuan dan ketepatan perawat instrumen dalam pelaksanaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan ketepatan pelaksanaan SOP pengelolaan instrumen pasca operasi di Kamar Operasi Rumah Sakit Lavalette Malang. Desain penelitian mengunakan metode korelasi. Responden penelitian 12 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk data pengetahuan dan observasi chek-list untuk data ketepatan pelaksanaan SOP. Analisa bivariate menggunakan uji spearman. Penyajian hasil data dalam bentuk diagram, table dan narasi. Hasil pengetahuan didapatkan seluruh 12 responden pengetahuan baik. Hasil observasi didapatkan seluruh 12 reponden tidak tepat. Jadi dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat dengan ketepatan pelaksaan SOP pengelolaan instrumen pasca operasi. Rekomendasi penelitian untuk Rumah Sakit Lavalette adalah agar mensosialisasikan dan mengevaluasi kembali pelaksanaan SOP pengelolaan instrumen pasca operasi. Rekomendasi riset selanjutnya adalah dapat melakukan penelitian hubungan efektivitas ketepatan pelaksanaan SOP tentang pengelolaan set instrumen pascaoperasi dengan jumlah kuman pada instrumen.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG REKAM MEDIS DENGAN KELENGKAPAN PENGISIAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT WAVA HUSADA

Lihat Detail Karya
Penulis: DEWI KUROTA A’YUNIN
NIM: 1304000044
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: dr. Endang Sri Dewi H.S., M.QIH, drg. Rinawati Basuki, M. Kes.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dewi Kurota A’yunin, Hubungan Pengetahuan Perawat Tentang Rekam Medis Dengan Kelengkapan Pengisian Dokumentasi Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Wava Husada, Pembimbing Utama dr. Endang Sri Dewi H.S., M.QIH, Pembimbing Pendamping drg. Rinawati Basuki, M. Kes. Kelengkapan pengisian dokumen rekam medis merupakan salah satu pelayanan rekam medis yang telah diatur dalam Permenkes Nomor 129 Tahun 2008 dengan stardar 100%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan perawat tentang rekam medis dengan kelengkapan pengisian dokumentasi asuhan keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Wava Husada. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian perawat yang bertugas di ruang rawat inap dan dokumen rekam medis sejumlah 160. Sampel berjumlah 62 perawat dan 62 dokumen rekam medis. Data diperoleh dari observasi tentang kelengkapan dokumen rekam medis periode 4-15 April 2016 dan kuesioner untuk menilai tingkat pengetahuan perawat. Uji statistik menggunakan Spearman Rank. Didapatkan adanya hubungan pengetahuan perawat tentang rekam medis dengan kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan r sebesar 0,765. Perlu sosialisasi dan pelatihan kepada perawat tentang rekam medis serta tentang peraturan-peraturan dalam bidang rekam medis yang telah ditetapkan oleh Permenkes. Kata kunci: Pengetahuan Perawat, Kelengkapan Pengisian Dokumentasi Asuhan Keperawatan.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

HUBUNGAN RAK DOKUMEN REKAM MEDIS DENGAN MUTU PELAYANAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT WAVA HUSADA

Lihat Detail Karya
Penulis: DEA CORRINA ARIANTI
NIM: 1304000041
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Pratiwi1; Rinawati Basuki2
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dea Corrina Arianti, 2016. “Hubungan Rak Dokumen Rekam Medis Dengan Mutu Pelayanan Rekam Medis Di Rumah Sakit Wava Husada”. Jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. (Dibawah bimbingan Pratiwi1; Rinawati Basuki2) Peningkatan pelaksanaan kegiatan di bagian rekam medis diperlukan sarana dan prasarana salah satunya adalah rak penyimpanan dokumen rekam medis yang sesuai standar (Depkes RI, 1991 dan Barthos, 2012) serta pelayanan penyediaan dokumen rekam medis yang menentukan mutu pelayanan rekam medis. Tujuannya untuk mengetahui hubungan antara rak dokumen rekam medis dengan mutu pelayanan rekam medis rawat jalan di Rumah Sakit Wava Husada. Penelitian ini menggunakan Cross Sectional dengan populasi 1140 dan sampelnya menggunakan tabel penentuan sampel (Isac dan Micahel) sehingga besar sampel 265. Pengumpulan data menggunakan observasi, analisis data menggunakan Uji Korelasi Spearman dengan SPSS 19. Hasil menunjukkan penilaian rak dokumen rekam medis sebesar 70% dalam kriteria baik dan waktu penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan ≤10 menit sebesar 67,92%. Hasil hubungan antara kedua variabel adalah 0,736 dan nilai signifikan 0,00< (0,05) sehingga H0 ditolak yang menunjukkan signifikan antara rak DRM dengan mutu pelayanan rekam medis. Meskipun kondisi rak sudah baik tetapi perlu pengadaan rak dengan jarak yang disesuaikan dengan standar. Kata Kunci : Rak DRM, Mutu Pelayanan Rekam Medis.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan