Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4231–4240 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2016

GAMBARAN PRESTASI BELAJAR REMAJA DI KELAS XI YANG MENGGUNAKAN GADGET DI SMA LABORATORIUM UM MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: BAGUS BIMANTARA
NIM: 1301100064
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: (1) Rossyana Septyasih, SKp. MPd. (2) Maria Diah Ciptaningtyas S.Kep.Ns, M.Kep.Sp.KMB.
Lihat Abstraksi
Abstrak Gambaran prestasi belajar remaja yang menggunakan gadget di SMA Laboratorium UM Malang. Bagus Bimantara (2016) Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survei, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing: (1) Rossyana Septyasih, SKp. MPd. (2) Maria Diah Ciptaningt yas S.Kep.Ns, M.Kep.Sp.KMB. Kata Kunci: Remaja, Prestasi Belajar, Gadget. Gadget merupakan salah satu alat teknologi yang saat ini berkembang pesat yang memiliki fungsi khusus diantaranya yaitu smartphone, dan computer. Gadget memiliki dampak posit if dan negat if pada prestasi belajar, salah satu dampak posit ifnya ialah dapat memberikan informasi pendidikan yang sangat luas dan dampak negatifnya ialah terdapatnya aplikasi hiburan yang dapat membuat remaja lupa waktu untuk belajar. Tujuan penelit ian ini adalah untuk mengetahui gambaran prestasi belajar remaja yang menggunakan gadget di SMA Laboratorium UM Malang. Penelit ian ini bersifat survei deskriptif, populasi dalam penelit ian ini berjumlah 325 siswa dan sampel berjumlah 33 responden secara random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan observasi nilai UTS dan UAS pada semester genap. Hasil penelit ian menunjukkan prestasi belajar pada UTS dengan ratarata lamanya penggunaan gadget untuk jejaring sosial/bermain game selama 4 jam 100% baik. Pada rata-rata lamanya penggunaan gadget untuk membantu dalam mengerjakan tugas selama 3,36 jam100% baik, jika siswa/i memiliki nilai dibawah kriteria ketuntasan minimal, maka untuk mencapai nilai sesuai kriteria siswa/i harus melakukan ujian ulang/remidi. Maka dapat disimpulkan prestasi belajar remaja yang menggunakan gadget di SMA Laboratorium UM Malang memiliki prestasi belajar berkategori baik. Diharapkan melalui penelit ian ini orang tua baik disekolah maupun dirumah lebih mengawasi putra/i didiknya dalam menggunakan gadget dan lebih meningkatkan jam belajarnya serta memanfaatkan waktu luang untuk belajar.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

GAMBARAN PROSES DEKONTAMINASI SET INSTRUMEN OPERASI PASCA OPERASI KATARAK DI KAMAR BEDAH RUMAH SAKIT LAVALETTE (Deskriptif Observatif)

Lihat Detail Karya
Penulis: YUSTINA BHIJU LONGA
NIM: 150141008
Program Studi: PROGRAM STUDI D IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Isnaeni DTN SKM, M.Kep. Fiashriel Lundy S.Kep Ns, M. Kep
Subjek: dekontaminasi, Instrumen, katarak
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran proses dekontaminasi set instrumen operasi pasca operasi katarak di kamar bedah Rumah Sakit Lavalette Malang. Skripsi, Yustina Bhiju Longa, 2016. Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Minat Perioperatif, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama Isnaeni DTN SKM, M.Kep. dan Pembimbing Pendamping Fiashriel Lundy S.Kep Ns, M. Kep Kata Kunci : dekontaminasi, Instrumen, katarak. Dekontaminasi instrumen bedah merupakan menghilangkan mikroorganisme patogen dan kotoran dari suatu benda sehingga aman untuk pengelolaan selanjutnya dan dilakukan sebagai langkah pertama bagi pengelolaan pencemaran lingkungan, seperti misalnya tumpahan darah atau cairan tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Persiapan dan prosedur dekontaminasi instrumen katarak di Rumah Sakit Lavalette Malang. Metode penelitian deskriptif observatif dengan 12 subyek penelitian pada 30 proses dekontaminasi. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, dianalisa dan hasil penelitian disajikan secara Deskriptif prosentasi dengan diagram, tabel, dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan dalam melakukan Persiapan dekontaminasi yang dilakukan oleh perawat di didapatkan bahwa 100% (30 proses) dilakukan dengan tepat, untuk Prosedur dekontaminasi 70% (21 proses) dilakukan dengan tepat dan 30% (9 proses) dilakukan tidak tepat. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa proses dekontaminasi instrumen sebagian besar tepat. Karena proses dekontaminasi dapat mempengaruhi terjadinya infeksi pasca operasi dan penularan penyakit pada petugas yang melakukan proses dekontaminasi, maka perlu mengembangkan peningkatan pelatihan kepada perawat instrumen bedah agar dapat melakukan dekontaminasi instrumen bedah secara tepat.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

GAMBARAN SATURASI OKSIGEN PADA SUKARELAWAN PEMBANTU PENGATUR LALU LINTAS (SUPELTAS) DI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FARIS AULIA NOVI YULIANDI
NIM: 301100025
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Tri Johan A.Y, SKp, M.Kep. Roni Yuliwar, S.Kep.Ns, M.Ked.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Yuliandi, Faris Aulia Novi (2016),Gambaran Saturasi Oksigen pada Sukarelawan Pembantu Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) di Kota Malang. Deskriptif Survei, Program Studi D-III Keperawatan, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Utama Dr. Tri Johan A.Y, SKp, M.Kep. dan Pembimbing Pendamping Roni Yuliwar, S.Kep.Ns, M.Ked. Kata Kunci : Supeltas, Saturasi Oksigen Sukarelawan Pembantu Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) adalah profesi yang membantu kerja dari polisi lalu lintas untuk mengatur lalu lintas. Profesi ini bekerja di jalan raya yang dilalui oleh kendaraan bermotor yang memproduksi gas CO. Gas CO memiliki afinitas 210 kali lebih tinggi terhadap hemoglobin daripada afinitas oksigen terhadap hemoglobin. Saturasi oksigen adalah banyaknya oksigen yang diangkut oleh 100 mL darah pada tekanan tertentu (kandungan oksigen darah) pada tekanan tersebut dibagi dengan banyaknya oksigen yang diangkut oleh 100 mL darah dalam keadaan jenuh (kapasitas oksigen darah). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran saturasi oksigen pada Supeltas di Kota Malang. Metode yang digunakan adalah deskriptif survei. Sampling menggunakan total sampling. Responden berjumlah 57 orang. Pengambilan data menggunakan lembar wawancara dan observasi. Setelah dilakukan penelitian, hasil menunjukkan 5 responden mengalami hipoksia. Kepadatan kendaraan tertinggi terdapat pada Jl. Jend Gatot Subroto dan Jl. Panglima Soedirman (9.600 kendaraan/jam). Kepadatan kendaraan terendah terdapat pada Jl. RE Martadinata (2.640 kendaraan/ jam). Dari 57 responden, 56 responden (98%) tidak menggunakan masker. 16 responden mengalami gangguan sistem pernapasan. Setelah mengetahui hasil dari penelitian, diharapkan responden menggunakan masker setiap kali mereka bertugas. Pembina Supeltas diharapkan sering menasehati tentang penggunaan masker saat bertugas. Diharapkan untuk pengambilan data penelitian selanjutnya menggunakan metode analisis gas darah, pengukuran dilakukan beberapa kali, mengukur kadar gas CO pada lokasi pengambilan data dan mengukur hemoglobin responden.
Cover KTI
2016

GAMBARAN TEKANAN DARAH DAN NADI SEBELUM DAN SESUDAH LATIHAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAMPAL CELAKET KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: LARAS DWI CAHYO UTAMI
NIM: 1301100072
Program Studi: PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Rudi Hamarno S.Kep.Ns, M.Kep, Budi Susatia S.Kp, M.Kes.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Tekanan Darah dan Nadi Sebelum dan Sesudah Latihan Relaksasi Otot Progresif pada Lansia Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Rampal Celaket Kota Malang. Laras Dwi Cahyo Utami (2016). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survey, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Malang. Pembimbing (Utama) Rudi Hamarno S.Kep.Ns, M.Kep, (Pendamping) Budi Susatia S.Kp, M.Kes. Kata Kunci : Tekanan Darah, Nadi, Relaksasi Otot Progresif, Lansia Hipertensi Hipertensi pada lansia adalah tekanan darah lebih dari 140 mmhg. Di kota Malang pada tahun 2014 ada sebanyak 63645 orang hipertensi. Salah satu penatalaksanaan hipertensi yaitu latihan relaksasi otot progresif. Relaksasi otot progresif yaitu gerakan menegangkan dan melemaskan 10 kelompok otot tubuh yang bermanfaat menurunkan tekanan darah dan nadi dengan menghambat respon stress pada saraf simpatis. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui gambaran tekanan darah dan nadi sebelum dan sesudah latihan relaksasi otot progresif pada lansia hipertensi. Desain penelitian menggunakan deskriptif survey. Populasi penelitian sebanyak 57 orang sedangkan subyek penelitian sebanyak 30 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Pengambilan data dengan wawancara dan observasi pada hari ke 2, 5, 7. Hasil penelitian setelah latihan relaksasi otot progresif selama 1 minggu, tekanan darah sistolik turun 16,03 mmhg, tekanan darah diastolik turun 4,17 mmhg, denyut nadi turun 10,03 x/menit. Hipertensi sebagian besar (66,7%) terjadi pada responden perempuan, 20% merokok, 70% makan asin, 86,7% makan makanan mengandung kolesterol, 73,3% minum kopi, 80% tidak olahraga dan 46,7% stress. Kesimpulannya, tekanan darah dan nadi sebelum dan sesudah latihan relaksasi otot progresif selama 1 minggu latihan mengalami penurunan, namun tekanan darah diastolik cenderung lebih stabil. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya hendaknya latihan relaksasi otot progresif ini dilakukan selama 2 minggu dengan latihan 2 kali sehari serta observasi 2 kali sehari dan hendaknya meneliti sampai titik tertentu berapa tekanan darah dan nadi mengalami penurunan.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

GAMBARAN TEKANAN DARAH LANSIA HIPERTENSI SETELAH DILAKUKAN TERAPI RELAKSASI AUTOGENIK DI POSYANDU LANSIA TUMPANG 1 KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANGGA HENDRIK SAPUTRA
NIM: 1301100033
Program Studi: PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Sugianto Hadi, SKM., MPH, Imam Subekti, S.Kp, M.Kep, Sp.Kom.
Subjek: Relaksasi Autogenik, Tekanan Darah, Hipertensi, Lansia.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi Setelah Dilakukan Terapi Relaksasi Autogenik Di Posyandu Lansia Tumpang 1 Kabupaten Malang. Angga Hendrik Saputra (2016) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Sugianto Hadi, SKM., MPH, Pembimbing II : Imam Subekti, S.Kp, M.Kep, Sp.Kom. Kata Kunci : Relaksasi Autogenik, Tekanan Darah, Hipertensi, Lansia. Lanjut usia adalah bagian dari proses tumbuh kembang.Semua orang akan mengalamimenjadi tua,dimana akan terjadi kemunduran fisik, mental dan sosial secara bertahap.Kemunduran organ jantung pada lansia akan terjadi penurunan elastisitas arteri sehingga akan mengakibatkan perubahan tekanan darah pada lansia. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi Setelah Dilakukan Terapi Relaksasi Autogenik Di Posyandu Lansia Tumpang 1 Kabupaten Malang. Metode penelitian menggunakan deskriptif dimana pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara dan observasi terhadap subjek. Penelitian ditekankan pada tekanan darah lansia hipertensi setelah dilakukan terapi relaksasi autogenik. Subjek penelitian adalah Ny T yang berusia 75 tahun dan Ny S yang berusia 60 tahun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terjadi penurunan tekanan darah pada kedua subjek setelah dilakukan terapi relaksasi autogenik. Rata- rata penurunan tekanan darah pada Ny T di lima pertemuan, tekanan sistolik 9 mmHg dan diastolik 10 mmHg, sementara rata- rata penurunan tekanan darah pada Ny S di lima pertemuan, tekanan sistolik 7 mmHg dan diastolik 4 mmHg. Rekomendasi dalam penelitian ini yaitu lansia yang mengalami hipertensi dapat melakukan terapi relaksasi autogenik secara rutin di rumah.
Cover KTI
2016

GAMBARAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA YANG MENDERITA HIPERTENSISEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN RELAKSASI NAFAS DALAM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAMPAL CELAKET KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NIKEN DONIKA WIDJAYA
NIM: 1301100118
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Sugianto Hadi, SKM, MPH, Rudi Hamarno, SKep Ns. M. Kep.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Tekanan Darah Pada Lansia Yang Menderita Hipertensi Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Relaksasi Nafas Dalam Di Wilayah Kerja Puskesmas Rampal Celaket Kota Malang. Niken Donika Widjaya (2016). Karya Tulis Ilmiah Diskriptif. Jurusan Keperawatan. Program Studi Diploma III Keperawatan Malang. Pembimbing (Utama) Sugianto Hadi, SKM, MPH, Pembimbing (Pendamping) Rudi Hamarno, SKep Ns. M. Kep. Kata Kunci: Relaksasi Nafas Dalam, Tekanan Darah, Hipertensi, Lansia Relaksasi nafas dalam merupa suatu keadaan inspirasi dan ekspirasi pernafasan dengan cara perlahan, berirama, memejamkan mata dan berfungsi untuk membuat lansia merasa rileks. Tujuan penelitian untuk mengetahui tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi sebelum dan sesudah dilakukan Releksasi Nafas Dalam. Metode penelitian diskriptif studi kasus. Subjek pada penelitian 2 lansia. Fokus penelitian lansia penderita hipertensi sebelum dan sesudah diberikan relaksasi nafas dalam dengan memberikan lembar Informed Consent sebagai lembar persetujuan sebagai responden, selanjutnya dilakukan pengukuran tekanan darah sebelum dilakukan tindakan relaksasi nafas dalam dan diukur tekanan darah kembali setelah 5 menit dilakukan tindakan. Berdasarkan hasil observasi selama 1 minggu pada subjek I (Ny. T) didapatkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada akhir latihan yaitu 120/70 mmHg dan hasil observasi selama 1 minggu pada subjek II (Ny. W) yaitu 140/70 mmHg. Dari hasil penelitian tersebut disarankan kepada lansia yang mengalami hipertensi untuk melakukan terapi relaksasi nafas dalam secara mandiri untuk mengontrol tekanan darah sebagai terapi nonfarmakologi.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

Gambaran Tingkat Depresi Pada Penderita Diabetes Melitus Yang mengalami Ulkus Kaki Diabetik

Lihat Detail Karya
Penulis: ANGGUN DWI WISMA NUGRAHA
NIM: 1301100090
Program Studi: D III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Roni Yuliwar, S.Kep. Ns. M.Ked, Maria Diah CT., S.Kp. M.Kep. Sp.KMB
Subjek: Tingkat Depresi, Diabetes Melitus, Ulkus Kaki Diabetik.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Anggun Dwi Wisma Nugraha (2016). Gambaran Tingkat Depresi Pada Penderita Diabetes Melitus Yang mengalami Ulkus Kaki Diabetik. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi D-III Keperawatan Malang, Pembimbing (Utama) Roni Yuliwar, S.Kep. Ns. M.Ked, (Pendamping) Maria Diah CT., S.Kp. M.Kep. Sp.KMB. Kata Kunci : Tingkat Depresi, Diabetes Melitus, Ulkus Kaki Diabetik. Diabetes melitus adalah kondisi yang mengakibatkan meningkatnya kadar gula di dalam darah. Diabetes melitus dapat menimbulkan komplikasi, salah satunya yaitu ulkus kaki diabetik, serta diabetes melitus juga dapat berpengaruh pada perubahan psikologis seseorang salah satunya depresi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat depresi pada penderita diabetes melitus yang mengalami ulkus kaki diabetik. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif survei dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan hampir setengah responden yaitu 16 orang (47%) mengalami tingkat depresi ringan, hampir setengah responden 13 orang (38%) mengalami tingkat depresi minimal, dan sebagian kecil responden 5 orang (15%) mengalami tingkat depresi sedang. Rekomendasi dalam penelitian ini diharapkan pihak klinik dapat membuat program melalui lembaga konseling psikologi untuk melakukan skrining pada penderita ulkus kaki diabetik sehingga dapat memperkecil resiko terjadinya depresi.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN SEBELUM DAN SETELAH DILAKUKAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA WARGA BINAAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN WANITA KELAS II A MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: BERTI ALFIANA
NIM: 1301100068
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Tri Anjaswarni, S.Kp. M.Kep, Kissa Bahari, S.Kep, Ns, M.Kep.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Tingkat Kecemasan Sebelum dan Setelah Dilakukan Relakasasi Otot Progresif pada Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas II A Malang, Berti Alfiana (2016) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi Diploma III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Tri Anjaswarni, S.Kp. M.Kep, (Pendamping) Kissa Bahari, S.Kep, Ns, M.Kep. Kata Kunci: Kecemasan, Relaksasi Otot Progresif, Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Wanita Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan sangat rentan mengalami masalah psikologis terutama kecemasan. Gangguan kecemasan yang dialami perlu upaya untuk menurunkan kecemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan sebelum dan setelah dilakukan relaksasi otot progresif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan dua subjek warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas II A Malang yang masuk kurang dari 1 bulan. Fokus studi kasus adalah tingkat kecemasan sebelum dan setelah dilakukan relaksasi otot progresif yang diukur dengan HARS melalui wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek sebelum dilakukan latihan relaksasi otot progresif mengalami tingkat kecemasan sedang (skor 21-27) dan setelah dilakukan latihan relaksasi otot progresif sebanyak 12 kali latihan didapatkan hasil tidak ada kecemasan. Saran dari penelitian ini adalah perlu diterapkan latihan relaksasi otot progresif pada warga binaan secara teratur minimal 1 kali sehari dan pihak Lembaga Pemasyarakatan dapat memfasilitasi latihan dengan membuat jadwal rutin.
Cover KTI
2016

GAMBARAN TINGKAT NYERI SENDI SETELAH DILAKUKAN SENAM REMATIK PADA LANSIA PENDERITA RHEUMATOID ARTRITIS DI POSYANDU LANSIA TULUSAYU DESA SIDORAHAYU DI WILAYAH PUSKESMAS WAGIR KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: YUANITA SEPTIANA DIANA UTOMO
NIM: 1301100110
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Lenni Saragih, SKM, M.kes, Drs. MZ. Rachman, SST, M.Kes.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Tingkat Nyeri Sendi Setelah Dilakukan Senam Rematik Pada Lansia Penderita Rheumatoid Artritis di Posyandu Lansia Tulusayu Desa Sidorahayu Wilayah Puskesmas Wagir Kabupaten Malang. Yuanita Septiana Diana Utomo (2016) Karya Tulis Ilmiah. Deskriftif Survei, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Lenni Saragih, SKM, M.kes, (Pendamping) Drs. MZ. Rachman, SST, M.Kes. Kata Kunci: Tingkat Nyeri, Rheumatoid Artritis, Senam Rematik, Lansia Nyeri sendi akibat rematik apabila tidak ditangani akan berefek pada jaringan yang berada pada disekitar sendi, peradangan yang terjadi lama kelamaan akan mengakibatkan jaringan sendi menjadi hancur sehingga dapat membatasi aktivitas harian pada lansia. Terapi non farmakologi dengan pemberian terapi fisik atau latihan fisik dapat membantu dalam mengatasi intensitas nyeri yang lebih baik bagi lansia. Latihan fisik yang dapat diberikan yaitu dengan dilakukan senam rematik pada penderita. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat nyeri sendi setelah diberikan senam rematik pada lansia penderita rheumatoid artritis di Posyandu Lansia Tulusayu Desa Sidorahayu Wilayah Puskesmas Wagir Kabupaten Malang. Desain penelitian ini adalah penelitian dekritif survey dengan 15 orang responden dari kelompok umur lanjut usia (elderly) sesuai dengan criteria inklusi dan eksklusi. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah nonprobability sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 28 Februari 2016. Pengambilan data dilakukan dengan cara mengukur tingkat nyeri sendi sebelum dan sesudah dilakukan tindakan senam rematik. Hasil penelitian menunjukkan senam rematik dapat menurunkan nyeri sendi pada penderita rheumatoid arthritis ditunjukkan dengan jumlah yang tidak mengalami nyeri sebanyak 2 orang, nyeri ringan sebanyak 8 orang dan nyeri sedang 5 orang dengan skala nyeri yang telah menurun. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah diharapkan dapat menambahkan penelitian tentang pengaruhnya senam rematik dengan penurunan nyeri sendi pada penderita rheumatoid arthritis.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

HUBUNGAN ANTARA MASA KERJA DOKTER DENGAN KELENGKAPAN PENGISIAN DATA RESUME MEDIS DI RS LAVALETTE KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NONE LUXYNDA APRILLINA PRESTICHE PUTRI
NIM: 1304000029
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Ganif Djuwadi1, Pratiwi2
Lihat Abstraksi
ABSTRAK None Luxynda Aprillina Prestiche Putri, 2016 “Hubungan antara Masa Kerja Dokter dengan Kelengkapan Pengisian Resume Medis di Rumah Sakit Lavalette Kota Malang” Jurusan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. (Dibawah bimbingan Ganif Djuwadi1, Pratiwi2) Ketidaklengkapan resume medis dapat menyebabkan masalah mutu pelayanan kesehatan. Pengisian resume medis dilakukan oleh dokter yang merawat pasien. Salah satu faktor karakteristik individu yang dimiliki seorang dokter yang mempengaruhi kinerjanya dalam pengisian resume medis adalah masa kerja. Semakin lama dokter bekerja di sarana pelayanan kesehatan seharusnya dokter semakin memahami pentingnya pengisian resume medis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan masa kerja dokter dengan kelengkapan pengisian data resume medis di RS Lavalette Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah dokter penanggung jawab pengisian resume medis berjumlah 47 orang dan berkas resume medis berjumlah 419 berkas yang diambil dengan cara accidental sampling dengan populasi dokter yang bekerja di RS Lavalette berjumlah 104 dan resume medis yang kembali ke unit rekam medis pada tanggal 8 s/d 15 April 2016 berjumlah 419 berkas. Hasil penelitian dari 419 resume medis terdapat 19 resume medis yang lengkap (terisi 100%). Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square dan untuk melihat ada tidaknya hubungan dengan melihat signifikasi fisher exact test. Hasil analisis diketahui dari fisher exact test didapatkan p = 0,465 dengan ɑ = 0,05 sehingga p > ɑ yang berarti tidak ada hubungan yang berarti antara masa kerja dokter dengan kelengkapan pengisian resume medis di RS Lavalette Kota Malang Kata kunci : Masa kerja dokter, resume medis
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan