Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4191–4200 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2016

FORMULASI NAGET TRIANGLE IKAN GABUS (CHANNA STRIATA), KACANG MERAH (VIGNA ANGULARIS), DAN BROKOLI (BRASSICA OLERACEA) UNTUK DIET DIABETES MELITUS TIPE G (Analisis Mutu Kimia, Densitas Energi, dan Mutu Organoleptik)

Lihat Detail Karya
Penulis: WAIS AL QURNI
NIM: 1203410025
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Agus Heri Santoso dan I Komang Suwita
Lihat Abstraksi
ABSTRAK WAIS ALQURNI FORMULASI NAGET TRIANGLE IKAN GABUS (CHANNA STRIATA), KACANG MERAH (VIGNA ANGULARIS), DAN BROKOLI (BRASSICA OLERACEA) UNTUK DIET DIABETES MELITUS TIPE G (Analisis Mutu Kimia, Densitas Energi, dan Mutu Organoleptik) (dibawah bimbingan Agus Heri Santoso dan I Komang Suwita) Diabetes melitus merupakan penyakit menahun ditandai dengan kadar glukosa darah melebihi nilai normal, apabila dibiarkan tidak terkendali akan menimbulkan komplikasi. Penderita diabetes melitus mempunyai resiko terkena gangren 50 kali lebih besar. Salah satu pilar utama pengelolaan diabetes melitus dengan gangren yaitu terapi diet, yaitu diet DM tipe G dengan tinggi arginin, tinggi serat, rendah kolesterol dan ekstra asam folat, B6, B12. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh perbedaan formulasi naget triangle terhadap mutu kimia, densitas energi dan mutu organoleptik naget untuk diet DM tipe G. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pengembangan formulasi berdasarkan kebutuhan gizi pasien sesuai standart diet DM tipe G yaitu dengan proporsi protein 20% , lemak 20% dan karbohidrat 60% dari kebutuhan. Perhitungan kepadatan energi formulasi menggunakan perhitungan isokalori, dengan bahan dasar ikan gabus, kacang merah dan brokoli sebagai naget triangle dengan 4 taraf perlakuan, yaitu Ikan gabus : kacang merah : brokoli dengan formulasi F1 (90: 5: 5), F2 (85:10: 5), F3 (80:10:10) dan F4 (75:15:10). Setiap formulasi dilakukan 3 kali replikasi sehingga terdapat 12 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naget triangle memberikan perbedaan yang tidak signifikan terhadap nilai protein, lemak, karbohidrat, air, abu dan energi. Mutu organoleptik (rasa, aroma dan tekstur) memberikan perbedaan yang tidak signifikan sedangkan warna memberikan perbedaan yang signifikan. F1 merupakan formulasi terbaik dengan kandungan energi 224kal, protein 11,47g, lemak 2,91g, dan karbohidrat 38,06g dari 100g naget triangle, serta mengandung kromium 0,001 mg/ 100g naget dan 16 asam amino dimana asam amino tertinggi adalah prolin, leusin, valin, isoleusin, dan arginin. Kata kunci : Naget, Mutu Kimia, Densitas Energi, Mutu Organoleptik
Cover KTI
tidak tersedia
2016

FORMULASI SUSU SEREAL INSTAN TEPUNG KECAMBAH KEDELAI (Glycine max) DAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) UNTUK PENANGANAN KEP FASE REHABILITASI

Lihat Detail Karya
Penulis: NAELLA HOIROTUL ROHMAH
NIM: 1303000008
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita, STP., MP
Cover KTI
tidak tersedia
2016

GAMBARAN ANGKA KUMAN UDARA SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERSIHAN SEWAKTU PADA KAMAR OPERASI INFEKSIUS DAN KAMAR OPERASI BERSIH DI RUMAH SAKIT

Lihat Detail Karya
Penulis: NUR HANIFAH
NIM: 1501410040
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEPERAWATAN PERIOPERATIF
Dosen Pembimbing: (1) Dr. Tri Johan A Y, S.Kp, M.Kep, (2) Lenni Saragih, SKM, M.Kes.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Angka Kuman Udara Sebelum dan Sesudah Pembersihan Sewaktu pada Kamar Operasi Infeksius dan Kamar Operasi Bersih di Rumah Sakit. Nur Hanifah (2016) Skripsi Deskriptif Observatif, Program Studi D IV Keperawatan Perioperatif, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: (1) Dr. Tri Johan A Y, S.Kp, M.Kep, (2) Lenni Saragih, SKM, M.Kes. Kata Kunci: Angka Kuman Udara, Pembersihan Sewaktu, Kamar Operasi Mikroba sebagai mahkluk hidup (biotis) harus berkembang biak, bergerak, dan berpindah tempat untuk betahan hidup. Pembersihan sewaktu merupakan proses pembersihan ruang beserta alat-alat standar yang ada dikamar operasi untuk mencegah infeksi silang dari atau kepada pasien serta mempertahankan sterilitas. Ruang operasi adalah suatu unit khusus di rumah sakit, tempat untuk melakukan tindakan pembedahan, baik elektif maupun akut, yang membutuhkan keadaan suci hama (steril). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran angka kuman udara sebelum dan sesudah pembersihan sewaktu pada kamar operasi infeksius dan kamar operasi bersih di RSU Karsa Husada Batu. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observatif dengan sampel sebanyak 8 sampel pengambilan. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 15 Juni 2016 menggunakan instrument berupa cawan steril dan lembar observasi. Hasil pengolahan data didapatkan bahwa angka kuman udara di kamar operasi bersih sebelum dan sesudah pembersihan sewaktu menunjukkan kategori skoring tidak normal, dan untuk angka kuman udara di kamar operasi infeksius sebelum dan sesudah pembersihan sewaktu menunjukkan kategori skoring normal.. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi perawat khususnya tim kamar operasi untuk mengoptimalkan pencegahan terjadinya infeksi nosokomial guna menekan angka kuman udara.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM MENINGKATKAN HARGA DIRI PENDERITA KUSTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GRATI (Deskriptif Studi Kasus)

Lihat Detail Karya
Penulis: KURNIA INTAN SARI
NIM: 1301100089
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Joko Pitoyo S.Kp, M.Kep, Joko Wiyono S.Kp. M.Kep. Sp.Kom.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Dukungan Keluarga Dalam Meningkatkan Harga Diri Penderita Kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Grati. Kurnia Intan Sari (2016). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus Deskriptif Eksploratif. Program Studi DIII Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Joko Pitoyo S.Kp, M.Kep, (Pendamping) Joko Wiyono S.Kp. M.Kep. Sp.Kom. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Harga Diri, Penyakit Kusta. Dukungan dalam bentuk sikap, tindakan dan penerimaan keluarga kepada anggota keluarga yang menderita penyakit kusta dibutuhkan karena dampak dari adanya stigma negatif di masyarakat. Sehingga dukungan keluarga inilah salah satu cara keluarga meningkatkan harga diri penderita kusta. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran dukungan keluarga dalam meningkatkan harga diri penderita kusta di wilayah kerja Puskesmas Grati. Metode penelitian meggunakan Studi kasus. Subyek Penelitian adalah keluarga yang mempunyai anggota penderita kusta yang mengalami gangguan harga diri. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Teknik analisa data kualitatif disajikan dalam bentuk naratif. Hasil studi kasus diperoleh Subyek penelitian memberikan dukungan emosional dengan rasa simpati dan empati, cinta, kasih sayang, waktu untuk mendengarkan cerita dan keluhan penderita kusta, dukungan penghargaan yang diberikan dengan memberikan pujian terhadap penderita, memberikan semangat serta membantu menyelesaian masalah yang dihadapi penderita, dukungan instrumental diberikan dengan membiayai perawatan, merawat, menjaga penderita kusta selama sakit, serta membantu penderita dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, dukungan informasi yang diberikan berupa saran alternatif pelayanan kesehatan, mengingatkan penderita untuk menjalankan terapi yang harus dilakukan, serta memberikan informasi tentang program yang diselenggarakan oleh puskesmas. Rekomendasi studi kasus ini, diharapkan subyek mengoptimalkan dukungan keluarga kepada penderita kusta serta peran pelayanan kesehatan untuk mengikutsertakan keluarga dalam program pengendalian kusta.
Cover KTI
2016

GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA PADA LANSIA TERHADAP KUNJUNGAN POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAGIR RW 04 DSN. SEKAR PUTIH DS. MENDALAN WANGI

Lihat Detail Karya
Penulis: TRI RAHAYU ADHANINGRUM
NIM: 1301100069
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Tanto Hariyanto, S.Kep., Ns., M.Biomed, Lenni Saragih, SKM,. M. Kes.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Dukungan Keluarga Pada lansia Terhadap Kunjungan Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Wagir RW 04 Dsn.Sekar Putih Ds.Mendalan Wangi. Tri Rahayu adhaningrum (2016). Karya Tulis Studi Survei Deskriptif, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Tanto Hariyanto, S.Kep., Ns., M.Biomed, (Pendamping) Lenni Saragih, SKM,. M. Kes. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Lansia, Posyandu lansia. Dukungan Keluarga Merupakan suatu proses yang terjadi sepanjang hidup dimana didalamnya terdapat sebuah informasi, saran, nasehat, bantuan nyata baik finansial maupun material dan sikap yang berupa kasih sayang, perhatian, yang diberikan oleh keluarga dan orang terdekat pada lansia dan dapat memberikan manfaat bagi lansia. tujuan penelitian ini untuk menggambarkan bagaimana dukungan keluarga yang diberikan pada lansia di RW 04 dusun Sekar Putih Desa Mendalan Wangi. Desain dari penelitian ini adalah Descriptive Studi Survei dengan metode Purposive Sampling, jumlah sampel sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Analisa data menggunakan prosentase. Dari pengumpulan data tersebut didapatkan hasil bahwa setengahnya dari responden (50% ) memperoleh dukungan keluarga dalam kategori cukup, kurang dari setengah (33,3%) memperoleh dukungan penilaian dalam kategori cukup, sebagian besar (80%) memperoeh dukungan instrumental dalam kategori kurang, lebih dari setengah (73%) memperoleh dukungan informasional dalam kategori kurang, lebih dari setengah (60%) memperoleh dukungan emosional dalam kategori kurang. Untuk itu diharapkan penelitian ini dapat memberikan data aktual kepada puskesmas Wagir untuk meningkatkan dan memperbaiki dukungan keluarga terhadap kunjungan posyandu lansia. rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah dapat melakukan penelitian menggunakan variabel yang sama dengan subjek penelitian dan desain penelitian berbeda yaitu menggunakan keluarga sebagai responden dan menggunakan desain penelitian studi kasus.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA PADA LANSIA YANG MENGALAMI GANGGUAN KEMANDIRIAN DALAM ADL (Activity of Daily Living) DI DESA MANGLIAWAN KECAMATAN PAKIS

Lihat Detail Karya
Penulis: FAIZAH NUR FITRIAH
NIM: 1301100028
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Setyo Harsoyo, SKM. M. Kes, Joko Wiyono,S.Kp,M.Kep,Sp.Kom
Subjek: dukungan keluarga,lansia dengan gangguan kemandirian
Lihat Abstraksi
Fitriah, N Faizah (2016). Gambaran Dukungan Keluarga Pada Lansia yang Mengalami Gangguan Kemandirian dalam ADL (Activity Of Daily Living) Di Desa Mangliawan Kecamatan Pakis. Karya tulis ilmiah deskriptif survey, Program studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes. Pembimbing II : Joko Wiyono S.Kp, M.Kep, Sp.Kom. Dukungan keluarga adalah salah satu hal yang sangat penting bagi lansia yang mengalami gangguan kemandirian, terutama untuk membantu pemenuhan kebutuhan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan keluarga instrumental, informasional, penilaian dan emosional. Desain penelitian ini adalah deskriptif, dimana populasinya adalah keluarga yang memiliki anggota keluarga lansia dengan gangguan kemandirian ADL dengan menggunakan teknik nonprobability sampling dan metode accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memeriksa tingkat kemandirian lansia menggunakan skala Barthel terlebih dahulu dan didapatkan 35 lansia mengalami gangguan kemandirian, setelah pengambilan data dilakukan secara door to door, menjelaskan tujuan penelitian, meminta persetujuan dan memberikan kuesioner pada responden (keluarga). Tehnik pengolahan data dilakukan dengan tahap editing, koding, tabulasi data, skoring, pengolahan prosentase dan disajikan dalam bentuk tabel yang diuraikan dalam bentuk naratif. Hasil penelitian menunjukkan dukungan instrumental baik 63% (20 orang), dukungan informasional cukup 43% (15 orang), dukungan penilaian baik 83% (29 orang), dan dukungan emosional 80% (28 orang). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga memberikan dukungan baik kepada lansia yang mengalami gangguan kemandirian. Rekomendasi dari hasil penelitian perlu adanya skrining tingkat kemandirian sebagai dasar pemberian dukungan oleh keluarga dan memberikan perhatian khusus pada keluarga yang memiliki pendidikan terakhir sekolah dasar dalam memberikan pengetahuan tentang pentingnya memeriksakan kesehatan secara rutin dan cara merawat lansia sesuai dengan tingkat kemandiriannya. Kata kunci : Dukungan Keluarga, lansia dengan gangguan kemandirian
Cover KTI
tidak tersedia
2016

GAMBARAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANJUT USIADI POSYANDU LANSIA SEKAR PUTIH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAGIR

Lihat Detail Karya
Penulis: CITRA OKTAVIA DEWI
NIM: 1301100061
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Tanto Hariyanto, S.Kep Ns, M.Biomed, Rudi Hamarno, S.Kep Ns, M.Kep.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran fungsi kognitif pada lansia di Posyandu Lansia Sekar Putih di Wilayah Kerja Puskesmas Wagir. Citra Oktavia Dewi (2016). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Survei, program studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Tanto Hariyanto, S.Kep Ns, M.Biomed, Pembimbing (Pendamping) Rudi Hamarno, S.Kep Ns, M.Kep. Kata Kunci: Lansia, Fungsi kognitif Lansia merupakan tahap lanjut dari proses kehidupan yang tidak bisa dihindari. Pada lansia umumnya mengalami beberapa perubahan salah satunya perubahan fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran fungsi kognitif pada lansia di Posyandu Lansia Sekar Putih di Wilayah Kerja Puskesmas Wagir. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif survei dengan wawancara kepada responden dengan panduan kuesioner Mini Mental State Examination (MMSE) dan teknik sampling yang digunakan adalah metode purposive sampling. Subyek penelitian sebanyak 30 lansia berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Pelaksanaan penelitian dimulai tanggal 4 sampai 7 Pebruari 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden berdasarkan orientasi waktu paling banyak mendapatkan nilai 4 sebanyak 43,33%, berdasarkan orientasi tempat paling banyak mendapatkan nilai 5 sebanyak 63,33%, berdasarkan registrasi paling banyak mendapatkan nilai 3 sebanyak 100%, berdasarkan kalkulasi dan perhatian paling banyak mendapatkan nilai 1 sebanyak 40%, berdasarkan memori paling banyak mendapatkan nilai 3 sebanyak 86,67%, berdasarkan aspek bahasa dan konstruksi paling banyak mendapatkan nilai 8 sebanyak 53,33%, dan dari 30 responden di Posyandu Lansia Sekar Putih yang mengalami gangguan fungsi kognitif sedang sebanyak 53,33% dan fungsi kognitif normal sebanyak 46,67%. Rekomendasi hasil penelitian ini diharapkan responden rutin melakukan senam lansia, menggunakan kemampuan secara maksimal, dan aktif mengikuti kegiatan sosial.
Cover KTI
2016

GAMBARAN FUNGSI KOGNITIF SEBELUM DAN SESUDAH DI LAKUKAN TERAPI BRAIN GYM PADA LANSIA DIMENSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAMPAL CELAKET KELURAHAN SAMAAN RW 05 MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SRI WAHYUNI
NIM: 1301100109
Program Studi: PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Isnaeni DTN, S.KM, M.Kes. Sugianto Hadi, S.KM, M.PH.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Fungsi Kognitif Sebelum dan Sesudah Dilakukan Terapi Brain Gym Pada Lansia Dimensia Di Wilayah Kerja Puskesmas Rampal Celaket Kelurahan Samaan RW 05 Malang. Sri Wahyuni (2016) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Malang. Pembimbing (Utama) Isnaeni DTN, S.KM, M.Kes. (Pendamping) Sugianto Hadi, S.KM, M.PH. Kata Kunci: Fungsi kognitif, Lansia Dimensia, Terapi Brain Gym Perubahan fungsi kognitif pada lansia dimensia terlihat sebagai gangguan ringan dan diidentikkan dengan pelupa. Perubahan atau gangguan fungsi kognitif ini dapat dihambat dengan melakukan terapi brain gym. Tujuan penelitian menggambarkan fungsi kognitif sebelum dan sesudah di lakukan terapi brain gym pada lansia dimensia di wilayah kerja Puskesmas Rampal Celaket. Metode penelitian menggunakan rancangan deskriptif (studi kasus) dengan intervensi dan wawancara menggunakan tes fungsi kognitif MMSE (Mini Mental Status Exam). Subyek penelitian Tn.W (71 tahun) dan Ny.M (77 tahun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek sebelum dilakukannya terapi brain gym yaitu Tn.W mendapatkan skor 22 (gangguan fungsi kognitif sedang) dan Ny.M mendapatkan skor 20 (gangguan fungsi kognitif sedang). Setelah dilakukan terapi brain gym selama 8 kali dalam 2 minggu didapatkan peningkatan skor fungsi kognitif pada tes MMSE yairu pada Tn.W mendapatkan skor 26 (tidak ada gangguan fungsi kognitif) dan Ny.M mendapatkan skor 27 (tidak ada gangguan fungsi kognitif). Rekomendasi dari penelitian memberikan pelatihan brain gym pada lansia dimensia secara rutin agar dapat mengurangi angka kejadian penurunan fungsi kognitif dan meningkatkan produktivitas lansia. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan mengembangkan penelitian dengan menggunakan waktu yang berbeda.
Cover KTI
2016

GAMBARAN INTENSITAS NYERI DISMENOREA PRIMER PADA SISWI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 5 MALANG SETELAH MENGONSUMSI DARK CHOCOLATE

Lihat Detail Karya
Penulis: FITRIA ANWARAWATI
NIM: 1301100036
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dra. Goretti Maria Shindarti, M.Kes, Tanto Hariyanto, S.Kep, Ns,M.Biomed,
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Intensitas Nyeri Dismenorea Primer Pada Siswi Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Malang Setelah Mengonsumsi Dark Chocolate. Fitria Anwarawati (2016). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif dengan Desain Penelitian Studi Kasus Exploratif, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Utama Dra. Goretti Maria Shindarti, M.Kes, Pembimbing Pendamping Tanto Hariyanto, S.Kep, Ns,M.Biomed, Kata kunci: Intensitas Nyeri Dismenorea Primer, Dark Chocolate Penanganan yang sering dilakukan oleh sebagian besar siswi untuk menurunkan intensitas nyeri dismenorea primer adalah dengan terapi farmakologi. Penelitian ini menggunakan terapi non farmakologi yaitu dark chocolate untuk menurunkan intensitas nyeri dismenorea primer. Kandungan dark chocolate yaitu triptofan dapat melepas serotonin dari dalam tubuh dan menghasilkan endhorpin yaitu hormon yang dapat memblok respon nyeri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran intensitas nyeri dismenorea primer pada siswi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Malang setelah mengonsumsi dark chocolate. Penelitian dilakukan pada tanggal 17 Februari 2016 sampai 12 Juni 2016 menggunakan metode studi kasus eksploratif dengan 1 subjek penelitian. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa intensitas nyeri dismenorea primer turun setelah mengonsumsi dark chocolate dengan kandungan 80% sebanyak 100 gram. Penurunan intensitas nyeri dismenorea primer dipengaruhi oleh ada tidaknya stressor serta konsumsi makanan yang mengandung triptofan. Rekomendasi dari hasil penelitian yang disarankan untuk subjek penelitian agar mengantisipasi adanya stressor. Untuk peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian dengan melihat kadar serotonin yang dapat menurunkan intensitas nyeri.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

GAMBARAN INTERAKSI SOSIAL ANAK AUTIS USIA PRASEKOLAH YANG TELAH MENDAPAT TERAPI DI PUSAT TERAPI TERPADU A PLUS MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FATHIROH FUSHILAH FAMUJI
NIM: 1301100091
Program Studi: PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Wahyuningsri, S.Pd. M.Kes, Erlina Suci Astuti S.Kep. Ns. M.Kep.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Interaksi Sosial Anak Autis Usia Prasekolah Yang Telah Mendapat Terapi Di Pusat Terapi Terpadu A Plus Malang. Fathiroh Fushilah Famuji (2016). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus. Program Studi Diploma Keperawatan Malang, Jurusan keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (utama) Wahyuningsri, S.Pd. M.Kes, (Pendamping) Erlina Suci Astuti S.Kep. Ns. M.Kep. Kata Kunci : Interaksi sosial, Anak autis, Usia prasekolah, Terapi Anak autis mengalami gangguan pada interaksi sosial. Gangguan interaksi sosial dapat menghambat anak dalam menjalin hubungan dengan orang lain sehingga dapat mempengaruhi kehidupan sosial anak autis. Untuk mengurangi gangguan interaksi sosial pada anak autis dapat dilakukan dengan memberikan terapi seperti terapi perilaku, terapi wicara, dan terapi bermain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi sosial anak autis usia prasekolah yang telah mendapat terapi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif observatif dengan jumlah subjek sebanyak 2 orang anak autis usia prasekolah. Metode pengumpulan data adalah dengan melakukan observasi kepada subjek dan wawancara kepada terapis serta orang tua subjek sebagai data penunjang. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa interaksi sosial kedua subjek dalam kategori baik, namun memiliki kekurangan seperti tidak adanya respon senyuman saat diajak berkenalan maupun berbicara karena belum adanya rasa nyaman saat berada didekat orang baru, serta belum adanya kemampuan memulai pembicaraan pada Subjek II karena derajat kelainan bahasa yang tinggi dan usia saat awal masuk tempat terapi yang melebihi usia ideal. Disarankan kepada terapis untuk dapat mempertahankan komunikasi dengan pihak orang tua subjek mengenai perkembangan subjek dan memberikan informasi mengenai kebutuhan subjek untuk menunjang kemampuan interaksi sosial. Peneliti selanjutnya disarankan meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan interaksi sosial anak autis.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan