Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4171–4180 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2016

ASUHAN KEBIDANAN NIFAS PADA NY. “S” DI BPM SAPTARINI Kec.WAGIR, Kab.MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SILVIA PUTRI SINTIA DEWI
NIM: 1302100024
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Ika Yudianti, SST., M.Keb, Erni Dwi W, SST., M.Kes
Cover KTI
tidak tersedia
2016

ASUHAN KEBIDANAN PERINATAL PADA NY “T” DI BPM SITI RUGAYAH Amd.Keb DESA PAKISJAJAR KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Ayu Putri Ariska
NIM: 1202100044
Program Studi: D-III Kebidanan
Dosen Pembimbing: Reni Wahyu T, SST, M.Kes
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ariska, Ayu Putri. 2016. Asuhan Kebidanan Perinatal pada Ny. “T” di BPS Siti Mahmuda, A.Md.Keb. Laporan Tugas Akhir. Prodi DIII Kebidanan Malang. Jurusan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I Reny Wahyu, M.Kes. Pembimbing II Surachmindari, SST., M.Pd. Kata Kunci : Asuhan Kebidanan, Perinatal, Continuity Of Care Bidan sangat penting dalam pelayanan kesehatan dasar untuk menanggulangi tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Bidan yang menjadi tonggak utama dalam meningkatkan derajat kesehatan di masyarakat yang berperan penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Pendampingan dari bidan mulai ibu hamil, ibu bersalin, sampai nifas dan KB serta bayi juga bisa menurunkan angka kematian ibu dan anka kematian bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan asuhan secara komprehensif dengan prinsip continuity of care pada ibu hamil, bersalin, masa nifas, neonatus, masa interval menggunakan pendekatan manajemen kebidanan SOAP menurut KepMenkes. Metodologi penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu ibu hamil dengan kehamilan 38 minggu memasuki trimester III yang mengalami serangkaian peristiwa mulai dari hamil, bersalin, masa nifas, masa interval dan bayi yang dilahirkan. Pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan data kualitatif yang mendeskripsikan temuan-temuan dalam pengumpulan data yang dicocokkan dengan teori-teori yang telah ditulis dalam tinjauan pustaka. Setelah dilakukan asuhan kebidanan perinatal pada Ny. “T” didapatkan hasil bahwa tidak ada komplikasi yang dialami oleh Ny. “T” selama hamil, bersalin, nifas, sampai menggunakan kontrasepsi dan pertumbuhan bayi yang dilahirkan juga normal. Oleh karena itu, diharapkan bidan bisa mendampingi ibu sejak hamil, bersalin, masa nifas sampai masa interval dan neonatus agar angka kematian ibu dan bayi dapat diturunkan.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN KAITANNYA DENGAN KADAR KREATININ DAN ALBUMIN SERUM

Lihat Detail Karya
Penulis: VERIRA MEGA PUSPITASARI
NIM: 1203410007
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Dr. Annasari Mustafa, SKM., M.sc, Endang Widajati, S.ST., M. Kes
Subjek: Asupan energi,Protein,Kadar albumin serum
Lihat Abstraksi
VERIRA MEGA PUSPITASARI. 2016. Asupan Energi dan Protein Kaitannya dengan Kadar Kreatinin dan Albumin Serum (Studi Kasus pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik dengan Hemodialisis di Rumah Sakit Tk II dr. Soepraoen Malang). Pembimbing : Annasari Mustafa dan Endang Widajati. Pada pasien penyakit ginjal kronik dengan hemodialisis sering timbul masalah malnutrisi. Hal ini disebabkan adanya gejala gastrointestinal berupa anoreksia, mual, dan muntah yang mengakibatkan asupan energi dan protein tidak adekuat. Maka dari itu pasien perlu dilakukan monitoring status gizi dengan melihat hasil pemeriksaan laboratorium yaitu kadar albumin dan kreatinin serum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui asupan energi dan protein kaitannya dengan kadar kreatinin dan albumin serum pasien penyakit ginjal kronik dengan hemodialisis di Rumah Sakit Tk II dr. Soepraoen Malang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian case study (studi kasus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Nopember 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan energi pasien yang sesuai dengan kebutuhan yaitu 1 pasien saja sedangkan 4 pasien lainnya memiliki asupan energi yang masih kurang dari kebutuhan. Kelima pasien memiliki asupan protein yang masih kurang dari kebutuhan. Rerata hasil perhitungan NPU dari kelima pasien lebih dari 100 yang termasuk dalam kategori baik. Semua pasien memiliki kadar kreatinin serum dibawah standard Pernefri yaitu masih dibawah 10 mg/dl. Selain itu pasien yang memiliki kadar albumin serum normal berjumlah 4 pasien sedangkan yang memiliki kadar albumin serum yang rendah yaitu 1 pasien. Pasien dengan asupan energi yang tidak adekuat cenderung tubuh memecah protein untuk dijadikan energi sehingga kadar kreatinin serum meningkat dan pasien yang mengonsumsi daging sapi dengan jumlah yang lebih banyak cenderung mengalami peningkatan kadar kreatinin serum. Pasien yang mengonsumsi makanan sumber protein bermutu tinggi seperti telur cenderung mengalami peningkatan kadar albumin serum. Konseling gizi sangat penting untuk diberikan secara berkelanjutan agar pasien dapat lebih memperhatikan jenis bahan makanan dengan mengutamakan bahan makanan yang bernilai biologis tinggi dan memperhatikan jumlah makanan yang dikonsumsi. Kata kunci : Asupan energi, protein, kadar albumin serum, kadar kreatinin serum
Cover KTI
tidak tersedia
2016

ASUPAN KALIUM DAN NATRIUM KAITANNYA DENGAN KADAR KALIUM DARAH PENYAKIT GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT TENTARA dr.SOEPRAOEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Intan Dwi pamungkas
NIM: 1503400012
Program Studi: D-IV Gizi
Dosen Pembimbing: Annasari Mustofa
Cover KTI
tidak tersedia
2016

BIAYA MAKAN DAN NILAI GIZI YANG TERBUANG AKIBAT SISA MAKANAN (PLATE WASTE) LUNAK PASIEN KELAS IIC DAN IIIC DI RUMAH SAKIT PANTI NIRMALA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MELINDA ANEVI
NIM: 1203410016
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: 1) Bachyar Bakri, 2) Sri Endang Surowati
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Keberhasilan penyelenggaraan makanan di RS dikaitkan dengan sisa makanan. Apabila sisa makanan tinggi maka biaya makan yang terbuang juga tinggi mengingat makanan mempunyai nilai 20% - 40% dari anggaran rumah sakit (DepKes, 1991). RS Panti Nirmala Malang merupakan rumah sakit tipe C nonpemerintah dengan rata-rata penyajian makanan lunak sebanyak 90 porsi/hari dan sisa makanan lunak masih >20% serta belum pernah dilakukan penelitian tentang sisa makanan (Plate Waste) yang dikonversi ke satuan rupiah dan kalori energi serta gram zat gizi makro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya makan dan nilai gizi yang terbuang akibat sisa makanan (Plate Waste) lunak di RS Panti Nirmala Malang. Jenis penelitian ini adalah Observational dengan desain Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus - Oktober 2015. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan Software CD Menu dan Microsoft Excel. Sebagian besar pasien (47%) berusia 46-65 tahun, berjenis kelamin perempuan (56,7%), bekerja sebagai sopir, pedagang, tani, dan SPG (23,3%), didiagnosa penyakit dalam (43,3%), dan dirawat di kelas perawatan IIIC (70%). Rata-rata porsi penyajian dibandingkan dengan standar makanan lunak rumah sakit yaitu nasi tim 120%, bubur nasi 133%, lauk hewani 80%, lauk nabati 80%, sayur 35%, dan buah 100%. Rata-rata biaya makan yang disajikan adalah Rp 25.553,6/orang/hari. Rata-rata nilai gizi makanan lunak yang disajikan dibandingkan dengan standar makanan lunak rumah sakit perhari adalah E : 66,7%, P : 117,9%, L : 79,2%, KH : 51,2%. Rata-rata sisa makanan lunak pasien dikatagorikan banyak (≥20%) berturut-turut yaitu sayur, lauk nabati, makanan pokok, dan lauk hewani, sedangkan yang masuk dalam katagori sedikit (<20%) adalah buah. Rata-rata biaya makan yang terbuang akibat sisa makanan lunak dibandingkan biaya makan yang disajikan adalah Rp 4.988,2/hari (19,5%). Rata-rata nilai gizi yang terbuang akibat sisa makanan lunak terbanyak berturut-turut adalah karbohidrat (33,5%), protein (33,2%), energi (32,7%), dan lemak (32,2%). Disarankan agar dilakukan evaluasi dan perbaikan variasi warna pada menu pagi siklus ke-III, VII, dan VIII, meminimalkan penggunaan bahan makanan sumber karbohidrat sebagai pengganti sayur dan lauk nabati, melakukan penelitian sisa makanan lunak pasien dengan diet khusus, melakukan penelitian sejenis yang berkaitan dengan nilai energi dan zat gizi mikro. Kata Kunci : Sisa Makanan Lunak, Biaya Makan yang Terbuang, Nilai Gizi yang Terbuang.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

BODY IMAGE TERHADAP PERILAKU MAKAN, TINGKAT KONSUMSI (ENERGI DAN PROTEIN), DAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 4 MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ULFATUN NURIN NI'MAH
NIM: 1203410032
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Tapriadi, SKM, MPd, Hasan Aroni, SKM, MPH
Subjek: body image,perilaku makan,tingkat konsumsi
Lihat Abstraksi
ULFATUN NURIN NI’MAH, 2016. Body Image Terhadap Perilaku Makan, Tingkat Konsumsi (Energi dan Protein), dan Status Gizi Remaja Putri di SMA Negeri 4 Malang. Pembimbing : Tapriadi dan Hasan Aroni Masalah gizi pada remaja muncul dikarenakan perilaku gizi yang salah, yaitu ketidakseimbangan antara konsumsi gizi dengan kecukupan gizi yang dianjurkan. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menyatakan prevalensi remaja kurus di Malang tahun mencapai 10,5% diatas rata-rata Jawa Timur (8,2%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan body image terhadap perilaku makan, tingkat konsumsi (energi dan protein) dan status gizi remaja putri di SMA Negeri 4 Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2016 di SMA Negeri 4 Malang. Populasi adalah siswi kelas XI IPS dan Bahasa. Hasil penelitian menunjukkan Body Image responden sebanyak 22,2% memiliki body image baik dan sebanyak 53,3% responden memiliki body image cukup, sedangkan sebanyak 24,5% responden memiliki body image kurang. Perilaku makan responden tertinggi sebanyak 62,2% memiliki perilaku makan baik, sebanyak 24,5% responden memiliki perilaku makan cukup, sedangkan responden yang memiliki perilaku makan kurang sebanyak 13,3%. Tingkat konsumsi energi responden sebanyak 55,6% dalam kategori kurang. Tingkat konsumsi protein responden sebanyak 42,2% berada pada kategori kurang. Status gizi responden sebanyak 69% berada dalam kategori normal. Responden diharapkan dapat meningkatkan body image dengan cara mengeksplorasi minat dan bakat yang dimiliki melalui kegiatan ekstrakulikuler di bidang olahraga, kesenian, jurnalisitik, dan lain-lain yang difasilitasi oleh pihak sekolah, serta perlu adanya tambahan edukasi tentang perilaku makan baik dari pihak sekolah maupun dari tenaga kesehatan untuk menambah pengetahuan siswi tentang konsep gizi dan perilaku makan yang benar. Kata kunci : body image, perilaku makan, tingkat konsumsi, energi, protein, status gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2016

DENSITAS ENERGI ASUPAN MAKANAN DAN STATUS GIZI PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: BELLA MAULIDHA WULANDARI
NIM: 1303000022
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Etik Sulistyowati, S.Gz., M.Kes.
Subjek: Densitas energi,densitas energi asupan makanan,diabetes melitus tipe 2
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI BELLA MAULIDHA W, 2016. Densitas Energi Asupan Makanan dan Status Gizi Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang. Dibimbing Oleh: Etik Sulistyowati S.Gz.,M.Kes. Meningkatnya prevalensi diabetes melitus diiringi dengan tingginya kejadian obesitas serta adanya hubungan antara konsumsi makanan densitas energi tinggi dengan kejadian obesitas Dimana obesitas, terutama obesitas sentral secara bermakna berhubungan dengan sindrom dismetabolik (dislipidemia, hiperglikemia, hipertensi), yang didasari oleh resistensi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji densitas energi asupan makanan dan status gizi penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analytic dengan desain studi kasus, peneliti dalam pelaksanaannya ingin mengetahui densitas energi asupan makanan dan pola makan bahan makanan dan makanan berdasarkan densitas energi serta status gizi penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian dilakukan pada Februari 2016 diwilayah kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Besar sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 responden. Hasil yang diperoleh, densitas energi bahan makanan dan/ makanan yang sering dikonsumsi berkisar antara 0,30-9,00 kkal/g. Sumber karbohidrat yang masih dikonsumsi antara lain; biskuit, roti dan nasi putih. Densitas energi asupan makanan termasuk dalam kategori sedang pada sebagian besar responden laki-laki dan perempuan. Densitas energi asupan makanan menunjukkan tidak adanya keterkaitan dengan status gizi dan lingkar perut karena densitas energi asupan makanan sebagian besar responden sudah tergolong baik.namun densitas energi asupan makanan menjadi salah satu prediktor/pencetus terjadinya kelebihan berat badan dan pembesaran lingkar perut serta resistensi insulin dan tidak terkendalinya gula darah. Untuk itu perlu meningkatkan dan mengevalusi diet di Puskesmas serta penelitian tentang densitas energi makanan yang sering dan biasa dikonsumsi oleh masyarakat kota Malang khususnya, demi memperoleh informasi guna mencegah kejadian penyakit degeneratif yang berhubungan dengan pola makan. Kata Kunci : Densitas Energi, Densitas Energi Asupan Makanan, Status Gizi, Diabetes Melitus Tipe 2
Cover KTI
tidak tersedia
2016

DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DENGAN METODE SADARI PADA WANITA RISIKO TINGGI DI DESA SONOWANGI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMPELGADING

Lihat Detail Karya
Penulis: LITA DIANA ANGGRAENI
NIM: 1301100047
Program Studi: PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Sri mudayatiningsih, SKp, MKes, Tutik Herawati, SKp.MM
Subjek: SADARI,Wanita risiko tinggi kanker payudara
Lihat Abstraksi
Lita Diana Anggraeni (2016). Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan Metode SADARI Pada Wanita Risiko Tinggi Di Desa Sonowangi Wilayah Kerja Puskesmas Ampelgading. Pembimbing Utama Sri Mudayati, SKp., M.Kes, Pembimbing Pendamping Tutik Herawati, SKp., MM. Kata Kunci : SADARI, Wanita Risiko Tinggi Kanker Payudara Kanker payudara merupakan jenis kanker tertinggi di seluruh RS Indonesia dengan jumlah pasien 12.014 orang pada tahun 2014. Jumlah kematian di RS Dharmais Jakarta yaitu 217 orang dari 819 orang penderita kanker payudara, dengan angka kejadian kanker payudara yang cukup tinggi tersebut kemungkinan disebabkan masih kurangnya kesadaran wanita untuk melakukan pemeriksaan SADARI. Pemeriksaan SADARI ini berfungsi untuk mendeteksi secara dini kelainan pada payudara dan secara tidak langsung dapat mendeteksi kanker payudara. Tujuan dari penelitian ini untuk deteksi dini kanker payudara dengan metode SADARI pada wanita risiko tinggi kanker payudara di Desa Sonowangi Wilayah Kerja Puskesmas Ampelgading. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan metode observasi parsipatif. Penelitian dilakukan tanggal 9-27 Februari 2016. Subjek studi kasus adalah dua orang wanita. Dengan menggunakan instrumen SOP SADARI, kuesioner dan check list. Hasil penelitian ini Subjek I dapat melakukan SADARI dengan benar pada kunjungan ketiga dan Subjek II pada hari keempat.Dan setelah dilakukan SADARI pada hari kedelapan dihitung dari hari menstruasi pertama, pada Subek I tidak ditemukan tanda gejala kanker payudara demikian juga pada Subjek II. Kesimpulan deteksi dini dengan metode SADARI pada wanita risiko tinggi kanker payudara di Desa Sonowangi yaitu pada Ny.P dan Nn.R tidak terdapat tanda dan gejala kanker payudara.Rekomendasi bagi petugas kesehatan dapat melakukan sosialisasi deteksi dini kanker payudara dengan metode SADARI.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAKTU PENYEDIAAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI RSUD Dr. R SOEDARSONO PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: Linda Manohara Putri Islamiyah
NIM: 1304000003
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Pratiwi, B.Sc., S.Pd., M.Biomed, Siti Sundari B.Sc., SE., M. Kes
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Islamiyah, Linda Manohara Putri. 2016. Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Waktu Penyediaan Dokumen Rekam Medis Rawat Jalan di RSUD Dr. R Soedarsono Pasuruan.Laporan Tugas Akhir. Program Studi DIII PMIK Poltekkes Kemenkes Malang. Pelayanan rekam medis yang baik dan bermutu tercermin dari pelayanan yang ramah, cepat, serta nyaman. Standar waktu penyediaan dokumen rekam medis harus sesuai dengan ketetapan yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 129 tahun 2008, diamana penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan yaitu ≤10 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan kegiatan penerimaan pasien kunjungan lama rawat jalan, waktu penyediaan dokumen rawat jalan, sumber daya material yang ada serta faktor-faktor yang mempengaruhi penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan. Jenis penelitian ini menggunakan survei deskriptif pendekatan cross sectional dengan cara observasi menggunakan instrumen lembar observasi dan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah DRM pasien kunjungan ulang pada Mei yaitu 2880 dan seluruh petugas TPP dan filing. Sedangkan teknik sampel yang digunakan adalah accidental sampling didapatkan sampel sejumlah 100 dengan responden petugas TPP 3 orang dan filing 5 orang. Dari 100 DRM yang dihitung waktu penyediaannya, sebesar 15% masih melebihi waktu yang telah ditetapkan. Dari hasil tersebut dibagikan kuesioner pada petugas untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi penyediaan DRM.. Hasil penelitian menunjukkan beberapa faktor yang berpengaruh dalam penyediaan DRM, salah satunya adalah sumber daya material yang ada. Perlu adanya perbaikan dan pemeliharaan yang baik untuk menunjang tercapainya pelayanan yang cepat, ramah dan nyaman. Kata kunci : Waktu penyediaan dokumen rekam medis, faktor yang mempengaruhi
Cover KTI
tidak tersedia
2016

FAKTOR RESIKO KEJADIAN STUNTING PADA BADUTA (1-2 TAHUN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOKAR KABUPATEN ALOR NUSA TENGGARA TIMUR

Lihat Detail Karya
Penulis: DEWI NATALIA LION
NIM: 1203410031
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Nengah Tanu Komalina, DCN, SE, M.Kes, Tapriyadi, SKM., M.pd
Subjek: usia kehamilan,tingkat pengetahuan gizi ibu,stunting
Lihat Abstraksi
Kata Kunci :Stunting (pendek), Normal, Usia Kehamilan, panjang badan lahir, riwayat imunisasi, tingkat pendidikan ibu, pendapatan keluarga, tingkat pengetahuan gizi ibu, kejadian penyakit infeksi, dan tingkat konsumsi protein. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apaFaktor Resiko Kejadian Stunting Pada Baduta(1-2 Tahun) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kokar Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur. Metode Penelitian :Berdasarkan tujuan penelitian yang ingin dicapai, jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian observasional dengan rancangan kasus kontrol. Dimana kelompok kasus adalah balita stunting (pendek dan sangat pendek) dan kelompok kontrol adalah balita dengan status gizi baik berdasarkan indeks TB/U di Wilayah kerja Puskesmas Kokar Kabupaten Alor NTT dan masing-masing kelompok terdiri dari 20 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengetahui tingkat pendidikan ibu, pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga, kejadian penyakit infeksi, riwayat imunisasi, panjang badan lahir, usia kehamilan dari masing-masing kelompok, formulir recall 2 x 24 jam untuk memperoleh data tingkat konsumsi protein. Data dianalisis menggunakan Uji Odds Ratio. Hasil Penelitian : Hasil analisis data statistik menunjukkan terdapat perbedaan OR yang signifikan pada analisis data statistik menunjukkan terdapat perbedaan OR yang signifikan pada pendapatan keluarga, tingkat pengetahuan gizi ibu, kejadian penyakit infeksi, tingkat konsumsi protein. Tidak terdapat perbedaan OR yang signifikan pada usia kehamilan, panjang badan lahir, riwayat imunisasi, tingkat pendidikan ibu, antara baduta stunting dan baduta normal. Akan tetapi setiap variabel mempunyai resiko yang berbeda-beda untuk terjadinya stunting pada baduta. Simpulan Penelitian : Usia kehamilan, panjang badan lahir, riwayat imunisasi, tingkat pendidikan ibu, tingkat pengetahuan gizi ibu, kejadian peyakit infeksi dan tingkat konsumsi protein yang kurang beresiko terhadap baduta untuk mengalami stunting dibandingkan baduta dengan Usia kehamilan, panjang badan lahir, riwayat imunisasi, tingkat pendidikan ibu, tingkat pengetahuan gizi ibu, kejadian peyakit infeksi dan tingkat konsumsi protein yang cukup.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan