Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4151–4160 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2017

UPAYA MENGATASI MASALAH PERKEMBANGAN EMOSI ANAK PRASEKOLAH MELALUI TERAPI BERMAIN PUZZLE DI TK MUSLIMAT NU IX KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: LAILIL HANIM FITRIYAH
NIM: 1401100100
Program Studi: DIPLOMA III KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Sri Mudayatiningsih, SKp. M. Kes, Drs. H. M. Z. Rachman, SST. M. Kes
Subjek: perkembangan emosi,usia prasekolah,terapi bermain puzzle
Lihat Abstraksi
Kata Kunci: Perkembangan Emosi, Usia Prasekolah, Terapi Bermain Puzzle Perkembangan emosi adalah perubahan yang terjadi pada individu dalam mengenali diri, mengenal lingkungan dan berhubungan dengan orang lain. Perkembangan emosi yang sehat juga sangat membantu bagi keberhasilan belajar, terutama bagi anak prasekolah. Apabila emosi tidak diarahkan dan distimulasi dengan tepat akan muncul masalah mental seperti stress sehingga akan menghambat perkembangan bagi anak. Aktivitas bermain juga penting untuk perkembangan anak dari segi fisik, emosi, mental, intelektual, kreativitas, dan sosial. Salah satunya dengan bermain puzzle secara bersama-sama. Manfaat dari bermain puzzle adalah membangun rasa saling percaya kepada sesama teman, membangun kerjasama antar regu, melatih komunikasi yang baik dan efektif dan membangun rasa percaya diri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui upaya mengatasi masalah perkembangan emosi anak prasekolah melalui terapi bermain puzzle di TK Muslimat NU IX Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah Studi Kasus Deskriptif Observatif Partisipatif dengan menggunakan lembar observasi. Subjek penelitian dalam studi kasus ini berjumlah tiga orang. Hasil dari penelitian menunjukkan An. A mengalami perkembaangan emosi baik dengan skor 11, An. G mengalami perkembangan emosi cukup dengan skor 8,75, An. P mengalami perkembangan emosi cukup dengan skor 9,75. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya adalah meneliti tentang cara mengatasi masalah perkembangan emosi, sosial dan bahasa anak prasekolah dengan metode permainan yang berbeda dan menggunakan beberapa jenis permainan.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

UPAYA PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL YANG MENGALAMI PREEKLAMPSIA DENGAN TERAPI MUSIK KLASIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAGIR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: TUTUT DWI PUTRIANI
NIM: 1401100080
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Tutik Herawati, S. Kp, M.M, Sri Mudayatiningsih, S. Kp, M. Kes.
Subjek: Tekanan Darah, Preeklampsia, Terapi Musik Klasik
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Tutut Dwi Putriani (2017). Upaya Penurunan Tekanan Darah Pada Ibu Hamil Yang Mengalami Preeklampsia Dengan Pemberian Terapi Musik Klasik di Wilayah Kerja Puskesmas Wagir Malang. Karya Tulis ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusa Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Tutik Herawati, S. Kp, M.M, (Pendamping) Sri Mudayatiningsih, S. Kp, M. Kes. Preeklampsia ialah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema, dan proteinuria yang timbul karena kehamilan. Kehamilan preeklampsia menyebabkan morbiditas pada ibu seperti kejang eklampsia, sindrom HELPP, edema paru, gagal ginjal, bahkan kematian. Serta mortilitas janin termasuk pertumbuhan janin terhambat, kematian janin, solusio plasenta dan kelahiran prematur. Upaya perawatan tekanan darah ibu hamil yang mengalami preeklampsia dengan dua cara yaitu farmakologis dan non farmakologis. Terapi nonfarmakologis yang dapat dilakukan yaitu teknik relaksasi dengan terapi musik klasik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penurunan tekanan darah pada ibu hamil yang mengalami preeklampsia dengan pemberian terapi musik klasik. Penelitian ini adalah deskriptif studi kasus dengan dua subyek penelitian dan dilakukan pada tanggal 11-14 Mei 2017. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara semi terstruktur dan observasi dalam pengambilan data dengan instrumen yang telah dipersiapkan sebelumnya. Data disajikan dalam bentuk narasi dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan setelah dilakukan tiga kali pemberian terapi musik klasik tekanan darah mengalami penurunan pada subyek I menjadi 110/70 mmHg dan subyek II menjadi 140/90 mmHg. Hasil tekanan darah yang berbeda dari kedua subyek dipengaruhi oleh perasaan rileks selama pemberian terapi musik klasik dan faktor riwayat hipertensi. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah dengan meneliti manfaat lain dari terapi musik klasik, misalnya untuk perkembangan janin. Kata Kunci: Tekanan Darah, Preeklampsia, Terapi Musik Klasik
Cover KTI
tidak tersedia
2016

PENGARUH PENYULUHAN GIZI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERMAINAN EDUKATIF ULAR TANGGA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP MURID KELAS IV DALAM MEMILIH JAJANAN SEHAT DI SDN BUNULREJO 02 KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: WAHYU TRIANASARI
NIM: 1503400034
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV ALIH JENJANG GIZI
Dosen Pembimbing: Tapriadi, SKM, M.Pd, Sugeng Iwan, STP.,M.Kes
Subjek: GIZI
Cover KTI
tidak tersedia
2016

STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN NEONATUS PADA BY NY. L DI BPM EMI KUSRILOWATI KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU

Lihat Detail Karya
Penulis: SITI MUTOHAROH
NIM: 1302100025
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Suprapti, S.ST., M.Kes, Isman Amin, S.KM., M.Kes
Cover KTI
tidak tersedia
2016

ANALISA EFISIENSI PELAYANAN RAWAT INAP BERDASARKAN GRAFIK BARBER JOHNSON PERIODE TRIWULAN I DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PURI MALANG TAHUN 2016

Lihat Detail Karya
Penulis: HUSNI ABDUL MUCHLIS
NIM: 1304000026
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Endang Sri Dewi H S1, Siti Sundari2
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Husni Abdul Muchlis, “Analisa Efisiensi Pelayanan Rawat Inap Berdasarkan Grafik Barber Johnson Periode Triwulan I di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Puri Malang Tahun 2016”. (Dibawah bimbingan Endang Sri Dewi H S1, Siti Sundari2) Perhitungan keempat Indikator Grafik Barber Johnson sangatlah diperlukan untuk mengukur tingkat efisiensi pelayanan rumah sakit. Nilai Indikator Grafik Barber Johnson dapat digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi pelayanan rawat inap Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di rumah sakit Ibu dan Anak Puri Malang Periode Triwulan Akhir tahun 2015 terdapat nilai Indikator yang tidak sesuai standart yaitu nilai BOR 49.58%, TOI 5.3 hari. Sehingga dalam hal ini tingkat produktifitas rumah sakit cenderung kurang maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat Efisiensi Pelayanan Rawat Inap Berdasarkan Grafik Barber Johnson Periode Triwulan I di Rumah Sakit Ibu dan Anak Puri Malang Tahun 2016. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Cara pengumpulan data Indikator Grafik Barber Johnson diperoleh dari data rekapitulasi sensus harian rawat inap. Subjek penelitian adalah data rekapitulasi sensus harian rawat inap. Hasil penelitian di rumah sakit Ibu dan Anak Puri Malang Periode Triwulan I Tahun 2016, berdasarkan keempat parameter Grafik Barber Johnson pertemuan keempat parameter tersebut berada diluar daerah efisien dan dapat disimpulkan pengelolaan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Puri Malang terindikasi tidak efisien. hal ini dikarenakan nilai Indikator BOR (36.47%) dan TOI (6.09 hari) yang jauh dari standart yang telah ditentukan Grafik Barber Johnson Disarankan kepada pihak rumah sakit untuk melakukan sosialisasi dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit terkait dengan nilai Indikator Grafik Barber Johnson Kata Kunci : Statistik Kesehatan, Nilai Inidikator Grafik barber Johnson BOR, AvLOS, TOI dan BTO
Cover KTI
tidak tersedia
2016

ANALISA JUMLAH KEBUTUHAN PEGAWAI REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT dr. M. MUNIR LANUD ABDULRACHMAN SALEH MENGGUNAKAN METODE WISN

Lihat Detail Karya
Penulis: Vina Shabrina
NIM: 1304000034
Program Studi: PRODI D III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Ganif Djuwadi1, Rinawati Basuki2
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Vina Shabrina, 2016. “Analisa Jumlah Kebutuhan Pegawai Rekam Medis di Rumah Sakit dr. M. Munir Lanud Abdulrachman Saleh Menggunakan Metode WISN”. Jurusan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (Dibawah bimbingan Ganif Djuwadi1, Rinawati Basuki2) Salah satu faktor yang mempengaruhi pelayanan di rumah sakit adalah berkaitan dengan sumber daya manusia, oleh karena itu SDM di rumah sakit perlu direncanakan dengan baik. Perencanaan sumber daya manusia baik secara kuantitatif maupun kualitatif, metode yang digunakan untuk menghitung kebutuhan pegawai adalah WISN. Metode penelitian ini deskriptif kuantitatif, desain survey cross sectional. Variabel penelitian adalah kebutuhan pegawai seksi rekam medis berdasar metode WISN. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai rekam medis. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 3 orang yaitu 1 orang Kepala Rekam Medis dan 2 orang Pegawai Rekam Medis. Data diambil dengan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian jumlah pegawai yang dibutuhkan sebanyak 5 orang. Pegawai yang sudah ada 3 orang, perlu ditambahkan 2 orang untuk perencanaan tahun berikutnya. 5 orang pegawai tersebut dapat dibagi menjadi 1 orang kepala rekam medis, 2 orang petugas pendaftaran, 1 orang distribusi, assembling, dan sensus harian rawat jalan dan rawat inap, dan 1 orang untuk penyimpanan dan pengkodean. Kata kunci : kebutuhan pegawai, rekam medis, WISN
Cover KTI
tidak tersedia
2016

ANALISIS DISTRIBUSI PENDAPATAN DAN KONSUMSI TERHADAP PEMENUHAN ENERGI DAN PROTEIN SERTA KAITANNYA DENGAN STATUS GIZI BALITA ETNIS JAWA DAN MADURA

Lihat Detail Karya
Penulis: Ericha Risdawati
NIM: 1303000102
Program Studi: D-III Gizi
Dosen Pembimbing: Ibnu Fajar SKM, M.Kes
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Ericha Risdawati (2016), Analisis Distribusi Pendapatan dan Konsumsi terhadap Pemenuhan Energi dan Protein serta Kaitannya dengan Status Gizi Balita Etnis Jawa dan Madura (Kajian di Desa Kasembon Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang). Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (Dibawah bumbingan Ir. Astutik Pudjirahaju, M.Si). Keberhasilan pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas yaitu SDM dengan fisik tangguh, mental kuat, kesehatan prima serta cerdas sehingga tingkat produktivitas tinggi. SDM berkualitas ditentukan status gizi yang dipengaruhi jumlah pangan atau susunan makanan yang diasup. Faktor yang mempengaruhi jumlah pangan dan susunan makanan diantaranya kurangnya penyediaan pangan, kemiskinan, dan kebiasaan makan. Kebiasaan makan pada masyarakat dicermati melalui adanya pangan pantangan atau larangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh distribusi pendapatan dan konsumsi terhadap pemenuhan energi dan protein serta kaitannya dengan status gizi balita etnis Jawa dan Madura di Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Subjek penelitian 51 balita etnis Jawa dan 6 balita etnis Madura beserta seluruh anggota keluarga balita yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis statistik Regresi Logistik Berganda pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan 72,5% pendapatan/kapita/bulan keluarga balita etnis Jawa tergolong tidak miskin sedangkan 66,7% keluarga balita etnis Madura tergolong miskin, pola makan balita etnis Jawa dan Madura tergolong sangat rendah yaitu 83,37% dan 41,67%, tingkat pemenuhan energi balita etnis Jawa 50,9% tergolong normal sedangkan balita etnis Madura 66,7% tergolong defisit tingkat berat, tingkat pemenuhan protein etnis Jawa dan Madura 45,1% dan 50% diatas Angka Kecukupan Gizi (AKG), ketimpangan distribusi pendapatan keluarga balita etnis Jawa dan Madura tinggi dengan indeks gini 0,74 dan 0,67. Ketimpangan distribusi konsumsi energi etnis Jawa dan Madura sebesar 54,9% dan 66,7% tergolong rendah, ketimpangan distribusi konsumsi protein etnis Jawa dan Madura sebesar 58,8% dan 66,7% tergolong rendah, status gizi balita etnis Jawa dan Etnis Madura sebesar 64,7% baik dan 50% Kurang. Variabel yang signifikan mempengaruhi status gizi balita etnis Jawa adalah pendapatan (p=0,006) dan tingkat pemenuhan energi (p=0,014). Variabel signifikan mempengaruhi status gizi balita etnis Madura adalah pendapatan (p=0,008) dan kesenjangan konsumsi energi (p=0,036), kesenjangan konsumsi energi pada keluarga balita etnis Madura disebabkan karena pendapatan/bulan keluarga balita cenderung dibawah UMK Kab. Malang sehingga bedampak pada status gizi balita etnis Madura yang cenderung dalam kategori kurang. Pemenuhan protein balita etnis Jawa dan Madura tergolong diatas AKG karena balita suka mengkonsumsi bakso dan sosis daging sapi yang mengandung tinggi protein. Kata Kunci : Distribusi Pendapatan, Distribusi Konsumsi, Pemenuhan Energi dan Protein, Status Gizi Balita, Etnis Jawa dan Madura
Cover KTI
tidak tersedia
2016

ANALISIS KESENJANGAN PENDAPATAN DAN KONSUMSI TERHADAP TINGKAT KONSUMSI ENERGI, PROTEIN, DAN STATUS GIZI BALITA DI DESA BANJAREJO KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FITROTUL AZIZAH
NIM: 1303000085
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Astutik Pudjirahaju
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Fitrotul Azizah. “Analisis Kesenjangan Pendapatan dan Konsumsi terhadap Tingkat Konsumsi Energi, Protein, dan Status Gizi Balita di Desa Banjarejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang”. Program Studi Diploma III Gizi, Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing : Astutik Pudjirahaju. Keberhasilan pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan status gizi yang baik merupakan faktor penentu utama. Masalah gizi dipengaruhi langsung oleh faktor konsumsi pangan dan penyakit infeksi. Secara tidak langsung dipengaruhi oleh pola asuh, ketersediaan pangan, faktor sosial ekonomi, budaya, dan politik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan pendapatan dan konsumsi terhadap pola makan, tingkat konsumsi energi, protein, dan status gizi balita di Desa Banjarejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Desain penelitian cross sectional. Subyek penelitian 37 balita yang memenuhi kriteria inklusi beserta seluruh anggota keluarga balita. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan pengukuran berat badan serta pengukuran tinggi badan balita. Analisis data statistik Regresi Logistik Berganda pada tingkat kepercayaan 95% digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan 43,2% pendapatan/kapita/bulan keluarga balita tergolong miskin, kesenjangan pendapatan dalam kategori kesenjangan rendah (pendapatan merata) dengan indeks gini 0,189, pola makan balita 81,1% dalam kategori sangat rendah, tingkat konsumsi energi balita 37,8% normal, tingkat konsumsi protein balita 48,7% normal, kesenjangan konsumsi energi dan protein antar keluarga dalam kategori kesenjangan rendah (konsumsi merata) dengan indeks gini 0,058 untuk konsumsi energi dan 0,071 untuk konsumsi protein, kesenjangan konsumsi antar anggota keluarga dalam kategori kesenjangan tinggi (konsumsi tidak merata) untuk konsumsi energi (35,1%) dan protein (43,2%), status gizi responden 73,0% baik, 21,6% kurang, dan 5,4% buruk. Faktor yang berhubungan dengan status gizi balita yaitu pendapatan dan tingkat konsumsi energi (masing-masing p=0,048 dan p=0,03). Kata Kunci : Kesenjangan Pendapatan, Pola makan, Tingkat Konsumsi Energi dan Protein, Kesenjangan Konsumsi, Status Gizi Balita
Cover KTI
tidak tersedia
2016

ANALISIS PENYIMPANAN DOKUMEN REKAM MEDIS DENGAN SISTEM SENTRALISASI DAN KECEPATAN PENYEDIAAN REKAM MEDIS YANG ADA DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Lihat Detail Karya
Penulis: NESIVA NURFINNASARI
NIM: 1304000028
Program Studi: PROGRAM STUDI D III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI
Dosen Pembimbing: Pratiwi, BSc., S.Pd., M.Biomed, drg. Rinawati Basuki, M.Kes.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nesiva Nurfinnasari (2016), Analisis Penyimpanan Dokumen Rekam Medis Dengan Sistem Sentralisasi Dan Kecepatan Penyediaan Rekam Medis Yang Ada Di Rsud Ngudi Waluyo Wlingi, Pembimbing 1: Pratiwi, BSc., S.Pd., M.Biomed, Pembimbing 2: drg. Rinawati Basuki, M.Kes. Penyimpanan dokumen rekam medis merupakan kegiatan pengarsipan secara manual dokumen rekam medis di ruang filing. Penyimpanan dokumen rekam medis berperan penting dalam penyediaan dokumen rekam medis, karena penyimpanan dokumen rekam medis yang rapi akan memudahkan petugas untuk melakukan pengambilan dokumen rekam medis. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Sistem Penyimpanan Dokumen Rekam Medis Dengan Sistem Sentralisasi Dan Kecepatan Penyediaan Rekam Medis Yang Ada Di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, populasi 6300, sampel 376 dokumen rekam medis. Analisa data menggunakan prosentase, penyajian data dalam bentuk tabel. Hasil didapatkan sistem penyimpanan menggunakan sistem sentralisasi dengan keadaan dokumen rapi, namun padat, model rak roll o‟pack, dengan jenis besi. Penyediaan dokumen rekam medis 34 % yang sesuai dengan SPM, dan 66 % yang tidak sesuai dengan SPM, yaitu ≤ 10 menit. Hal tersebut harus diatasi dengan cara memaksimalkan penggunaan sistem komputerisai pada bagian TPPRJ agar setiap pasien yang mendaftar bisa langsung di input di komputer bagian TPPRJ dan langsung terhubung dengan komputer di bagian Filing, sehingga tidak akan ada lagi penumpukan KIB pendaftar di TPPRJ. Kata Kunci : Penyimpanan Rekam Medis, Penyediaan Dokumen Rekam Medis.
Cover KTI
tidak tersedia
2016

APLIKASI SISTEM ELEKTRONIK TRACER DI RUANG FILING DENGAN DREAMWEAVER DI RSIA PURI MALANG TAHUN 2016

Lihat Detail Karya
Penulis: DIALA WISMA
NIM: 1304000027
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah, SST., S.Gz., MPH, Bernadus Rudy Sunindya, MPH
Lihat Abstraksi
Diala Wisma, 2016. Aplikasi Sistem Elektronik Tracer di Ruang Filing dengan Dremaweaver di RSIA PURI Malang. Laporan Tugas Akhir. Program Studi PMIK Poltekkes Malang. ABSTRAK Waktu penyediaan dokumen rekam medik adalah mulai dari pasien mendaftar sampai rekam medis disediakan / ditemukan oleh petugas. Standar penyediaan dokumen rekam medis pelayanan rawat jalan adalah <10 menit (Permenkes 129 tahun 2008). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaaan waktu penyediaan dokumen rekam medis pasien rawat jalan lama sebelum dan sesudah menggunakan sistem elektronik tracer. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Dengan bentuk desain one group pre and post test. Populasi yang digunakan yaitu keseluruhan pasien yang mendaftar di tempat pendaftaran pasien rawat jalan. Sampel adalah pasien yang mendaftar di tempat pendaftaran pasien rawat jalan pada saat dilakukan penelitian. Teknik sampling menggunakan Total Sampling, sehingga diperoleh sampel sejumlah 158 DRM/pasien. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi untuk mencatat waktu yang dibutuhkan dalam menyediaan dokumen rekam medis. Di RSIA PURI Malang pada Instalasi Rawat Jalan pasien mendapatkan respon time penyediaan dokumen rekam medik melebihi standar pelayanan minimal dengan waktu rata-rata 10.05 menit/DRM. Oleh sebab itu manejemen RSIA PURI Malang perlu mengadakan tracer (outguide) untuk meningkatkan efesiensi waktu penyediaan dokumen rekam medik. Hasil analisa uji t paired dan t < a 0,05 menunjukkan ada perbedaaan waktu penyediaan dokumen rekam medis sebelum dan sesudah menggunakan sistem elektronik tracer yaitu diperoleh waktu rata-rata 07.25 menit/DRM. Kata kunci : Standar pelayanan Minimal, Waktu penyediaan dokumen rekam medis sebelum aplikasi, waktu penyediaan dokumen rekam medis sesudah aplikasi.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan