Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4141–4150 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2017

SUBSTITUSI PASTA UBI JALAR UNGU TERHADAP NILAI ENERGI, MUTU KIMIA DAN MUTU ORGANOLEPTIK COOKIES (KUE KERING) SEBAGAI ALTERNATIF SNACK PENDERITA DIABETES MELITUS

Lihat Detail Karya
Penulis: ZENI NUR HIDAYATI
NIM: 1403000105
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Komang Suwita, SST., MP.
Subjek: Cookies, Karbohidrat, Serat, Diabetes Melitus, Pasta Ubi Jalar Ungu.
Lihat Abstraksi
Zeni Nur Hidayati, 2017. Substitusi Pasta Ubi Jalar Ungu Terhadap Nilai Energi, Mutu Kimia Dan Mutu Organoleptik Cookies (Kue Kering) sebagai Alternatif Snack Penderita Diabetes Melitus dibawah bimbingan I Komang Suwita, SST., MP. Masalah gizi yang terjadi di Indonesia adalah masalah gizi ganda yaitu gizi kurang dan gizi lebih. Peningkatan prevalensi gizi lebih berdampak pada meningkatnya penyakit degeneratif salah satunya adalah diabetes melitus (DM). Menurut International Diabetes Federation (IDF) (2013) diprediksi adanya kenaikan jumlah penyandang DM (Diabetes Melitus) di Indonesia dari 9,1 juta pada tahun 2014 menjadi 14,1 juta pada tahun 2035. Berdasarkan Riskesdas (2013) prevalensi diabetes di Indonesia mengalami peningkatan dari 1,1 persen (2007) menjadi 2,1 persen (2013). Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian eksperimen laboratorium dengan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan dalam penelitian ini adalah substitusi pasta ubi jalar ungu pada cookies yang terdiri dari 4 taraf perlakuan. Masing-masing taraf perlakuan dilakukan 3 kali pengulangan (Yitnosumarto, 1993). Cookies substitusi pasta ubi jalar ungu pada taraf perlakuan P3 dengan proporsi tepung terigu : pasta ubi jalar ungu sebesar 60 : 40 memiliki nilai total hasil tinggi yaitu 0,705. Kepadatan energi pada cookies substitusi pasta ubi jalar ungu dengan taraf perlakuan 40% (P3) yaitu 4,97 kalori/gram. Pada produk cookies dengan berat 77 gram dapat menyumbang karbohidrat sebesar 14,23% dari kecukupan karbohidrat total penderita diabetes melitus. Pada produk cookies dengan berat 77 gram dapat menyumbang 8,65% dari kecukupan serat total penderita diabetes melitus. Kata Kunci: Cookies, Karbohidrat, Serat, Diabetes Melitus, Pasta Ubi Jalar Ungu.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

SUBTITUSI TEPUNG IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) DAN TEPUNG TEMPE DALAM BISKUIT MP-ASI UNTUK MENCEGAH KEKURANGAN ENERGI PROTEIN (KEP) PADA BALITA USIA 12 – 24 BULAN (Analisis Nilai Energi, Mutu Kimia, Mutu Fisik dan Mutu Organoleptik)

Lihat Detail Karya
Penulis: AMALIA DEWI L.R
NIM: 1403000011
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita STP, MP
Subjek: Biskuit MP-ASI, KEP, Tepung Ikan Lele Dumbo, Tepung Tempe
Lihat Abstraksi
R, Amalia Dewi L (2017). Subtitusi Tepung Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) dan Tepung Tempe Dalam Biskuit MP-ASI Untuk Mencegah Kekurangan Energi Protein (KEP) Pada Balita Usia 12-24 Bulan (Analisis Nilai Energi, Mutu Kimia, Mutu Fisik, dan Mutu Organoleptik). Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi Malang Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang di bawah bimbingan Theresia Puspita. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013 kasus gizi buruk mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 18,4%. Selain itu data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur pada Tahun 2015 ditemukan 6074 kasus balita yang mengalami gizi kurang. Sebagai salah satu upaya pencegahan maka dibuat biskuit MP_ASI dengan bahan dasar tepung ikan lele dumbo dan tepung tempe. Kedua bahan tersebut merupakan salah satu sumber makanan tinggi protein. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 taraf perlakuan yaitu P0 (100 : 0 : 0), P1 (85 : 12 : 3), P2 (80 : 10 : 10), dan P3 (75 : 10 : 15) dengan tiga replikasi. Pengamatan dilkukan terhadap sifat fisik dan kimia. Hasil penelitian daya patah diketahui berkisar 6,9 – 12,4 N, rehidrasi 34,8 – 40,4 %, nilai energi 469,8 – 476,2 kkal/gram, kadar air 2,1 – 3,8%, kadar abu 1,3-1,5%, kadar protein 7,7 – 15,2 gram, kadar lemak 16,7 – 19,6 gram, dan kadar karbohidrat 59,9 – 71,6 gram. Hasil uji statistika Oneway Anova dengan tingkat kepercayaan 95% menyatakan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap nilai energi, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat, daya patah dan rehidrasi, sedangkan kadar air menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap kadar air. Uji statistik Kruskall Wallis menunjukkan adanya perbedaan signifikan terhadap aroma dan warna, sedangkan tidka terdapat perbedaan terhadap rasa dan tekstur. Kata Kunci : Biskuit MP-ASI, KEP, Tepung Ikan Lele Dumbo, Tepung Tempe
Cover KTI
2017

TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN RELAKSASI AUTOGENIK DI GRIYA KASIH SILOAM MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NOVA WILIANDARI
NIM: 1401100090
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Joko Wiyono, S.Kp, M. Kep, Sp.Kom, Drs. H. MZ. Rachman SST. M.Kes.
Subjek: Kecemasan, Relaksasi Autogenik, Lansia Griya Kasih Siloam Malang
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Tingkat Kecemasan pada Lansia Sebelum dan Sesudah Dilakukan Relaksasi Autogenik di Griya Kasih Siloam Malang, Nova Wiliandari (2017) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi Diploma III Keperawatan Malang, Pembimbing (Utama) Joko Wiyono, S.Kp, M. Kep, Sp.Kom (Pendamping) Drs. H. MZ. Rachman SST. M.Kes. Kata Kunci: Kecemasan, Relaksasi Autogenik, Lansia Griya Kasih Siloam Malang. Lansia di Griya Kasih Siloam Malang sangat rentang mengalami masalah psikososial terutama adalah kecemasan. Gangguan yang dialami lansia perlu upaya penurunan kecemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kecemasan lansia sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi autogenik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan dua subyek lansia yang tinggal di Griya Kasih Siloam Malang. Fokus studi ini adalah tingkat kecemasan lansia sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi autogenik dengan penggunaan alat ukur GAS melalui wawancara,observasi dan pengamatan. Hasil dari penelitian menunjukkan hasil bahwa kedua subyek sebelum dilakukan relaksasi autogenik mengalami tingkat kecemaan sedang (skore 47-41) dan setelah dilakukan relaksasi autogenik sebanyak 18 kali kecemasan turun menjadi kecemasan ringan dan tidak ada kecemasan. Saran dari peneliti perlu diterapkan latihan relaksasi autogenik minimal 1 kali sehari dan diadakannya jadwal rutin untuk latihan relaksasi autogenik.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

TINGKAT KONSUMSI ENERGI, PROTEIN, ZAT BESI, DAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA PASIEN PASCA BEDAH DIGESTIVE RUMAH SAKIT Tk.II dr. SOEPRAOEN

Lihat Detail Karya
Penulis: Nurin Iktikafi Tristananda
NIM: 1403000024
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Dr. Annasari Mustafa, SKM., M.Sc
Subjek: Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Zat Besi dan Proses Penyembuhan Luka
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Tristananda, Nurin Iktikafi. 2017. Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Zat Besi dan Proses Penyembuhan Luka Pasien Pasca Bedah Digestive. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dibawah bimbingan : Dr. Annasari Mustafa, SKM., M.Sc. Pasien pasca bedah digestive membutuhkan prioritas untuk mengurangi terjadinya kehilangan zat gizi sumber energi, protein selama periode hipermetabolisme dan zat besi untuk mendukung mempercepat proses penyembuhan, maka pasien pasca bedah digestive diberikan terapi diet oleh rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat konsumsi energi, protein, zat besi dan proses penyembuhan luka pasien pasca bedah digestive. Penelitian Observasional dengan desain studi kasus dilaksanakan pada bulan April-Mei 2017 dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 5 orang. Data yang dikumpulkan adalah tingkat konsumsi energi, protein, zat besi dan proses penyembuhan luka pasien pasca bedah digestive yang dianalisis secara deskriptif. Penelitian menunjukkan tingkat konsumsi energi dan protein pasien berkategori baik sebanyak 4 orang dan defisit sebanyak 1 orang, sedangkan tingkat konsumsi zat besi berkategori baik sebanyak 2 orang, sedang sebanyak 2 orang dan defisit sebanyak 1 orang. Proses penyembuhan luka pasien berkategori baik sebanyak 4 orang dan tidak baik sebanyak 1 orang. Mengingat adanya gangguan dalam mengonsumsi makanan yang disebabkan oleh keluhan mual dan muntah maka diperlukan adanya edukasi tentang makanan pengganti ataupun pemorsian makanan Kata Kunci : Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Zat Besi dan Proses Penyembuhan Luka
Cover KTI
2017

TINGKAT KONSUMSI PROTEIN, LEMAK, KARBOHIDRAT, dan ANTIOKSIDAN PASIEN KANKER PAYUDARA SEBELUM DAN SESUDAH KEMOTERAPI DI RUMAH SAKIT TENTARA TK II DR. SOEPRAOEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DAEYANA MEIKA ULFIE
NIM: 1403000093
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Dr. Nur Rahman, STP, MP
Subjek: kanker payudara, kemoterapi, tingkat konsumsi protein, tingkat konsumsi lemak
Lihat Abstraksi
DAEYANA MEIKA ULFIE, 2017. Tingkat Konsumsi Protein, Lemak, Karbohidrat, dan Antioksidan Pasien Kanker Payudara Sebelum dan Sesudah Kemoterapi di Rumah Sakit Tentara Tk II dr. Soepraoen Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Dr. Nur Rahman, STP, MP Kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan presentase kasus baru (setelah dikontrol umur) tertinggi, yaitu sebesar 43,3% dan presentase kematian (setelah dikontrol umur) akibat kanker payudara sebesar 12,9%. Di Rumah Sakit Tentara Tk. II dr. Soepraoen Malang prevalensi pasien baru kanker payudara sejak Agustus 2016 hingga April 2017 sebesar 82%, atau 176 kasus dari 214 pasien baru yang mengidap kanker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat konsumsi protein, lemak, karbohidrat, dan antioksidan pasien kanker payudara sebelum dan sesudah kemoterapi di Rumah Sakit Tentara Tk. II dr. Soepraoen Malang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan case study. Data yang diambil antara lain gambaran umum responden, asupan protein, asupan lemak, asupan karbohidrat, asupan vitamin C, dan asupan vitamin E, serta tingkat konsumsi protein, tingkat konsumsi lemak, tingkat konsumsi karbohidrat, tingkat konsumsi vitamin C, dan tingkat konsumsi vitamin E. Pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metodepurposive sampling dan jumlah responden adalah 3 orang. Hasil penelitian menunjukkan usia responden antara 50-65 tahun dengan diagnosa medis menderita kanker payudara. Responden 1 dan 3 menderita kanker payudara stadium I dan responden 2 menderita kanker payudara setadium IIb. Tingkat konsumsi protein dan karbohidrat ketiga responden sebelum menjalani kemoterapi menunjukkan hasil defisit, namun untuk tingkat konsumsi lemak ketiga responden sebelum menjalani kemoterapi menunjukkan hasil di atas AKG, dan tingkat konsumsi antioksidan ketiga responden baik sebelum, saat, dan sesudah kemoterapi menunjukkan hasil defisit dan semakin turun setelah menjalani kemoterapi. Tingkat konsumsi responden 2 dan 3 mengalami penurunan saat kemoterapi sampai hari ke-3 dan meningkat pada hari ke-4, dan untuk responden 1 mengalami penurunan hingga akhir pengamatan. Penurunan tingkat konsumsi ketiga responden karena efek mual dan muntah sehingga terjadi penurunan nafsu makan. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pasien kanker perlu mendapat asupan antioksidan lebih banyak di samping harus meningkatkan asupan protein dan karbohidrat pada makanan sehari-hari. Kata Kunci : kanker payudara, kemoterapi, tingkat konsumsi protein, tingkat konsumsi lemak, tingkat konsumsi karbohidrat, tingkat konsumsi antioksidan.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINGKAT KONSUMSI KARBOHIDRAT ANTARA KASUS DIABETES MELLITUS TIPE 2 KASUS LAMA DAN KASUS BARU DI PUSKESMAS SANANWETAN KOTA BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: MUHAMAD IRVAN
NIM: 1403000046
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Dr. Nur Rahman, S.TP, MP.
Subjek: Tingkat Pengetahuan, Konsumsi Karbohidrat, Diabetes Mellitus Kasus Lama dan Baru
Lihat Abstraksi
Muhamad Irvan, 2017. “Tingkat Pengetahuan dan Konsumsi Karbohidrat antara Kasus Diabetes Mellitus Tipe 2 Kasus Lama dan Kasus Baru di Puskesmas Sananwetan Kota Blitar”. Jurusan Gizi. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit degeneratif yang prevalensinya dari tahun ketahun semakin meningkat di Indonesia bahkan di dunia. Data International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2013 menunjukkan lebih dari 382 juta orang di dunia menderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat pengetahuan dan konsumsi karbohidrat antara Kasus diabetes mellitus tipe 2 kasus lama dan kasus baru di Puskesmas Sananwetan Kota Blitar. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan case control. Populasi untuk kelompok kasus baru adalah semua Kasus diabetes melitus tipe 2 yang baru pertama kali didiagnosis menderita diabetes mellitus tipe 2 pada bulan Desember sampai Januari sedangkan populasi untuk kelompok kasus lama adalah semua Kasus diabetes melitus tipe 2 kasus lama yang sebelumnya telah didiagnosis diabetes mellitus tipe yang datang pada kunjungan kedua dan seterusnya dan belum dinyatakan sembuh. Pemilihan sampel kasus baru dan kasus lama masing-masing sebanyak 20 orang yang dikumpulkan dengan cara Quota Sampling, sedangkan teknik uji statistik menggunakan U-Mann Whitney Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan kasus lama pada kategori sedang yaitu 60%,sedangkan pada Kasus kasus baru pada kategori rendah yaitu 60% masing. Rata-rata konsumsi karbohidrat Kasus kasus lama dalam kategoti kurang yaitu kurang 45% dari total energi, sedangkan pada kasus Kasus baru dalam kategori cukup yaitu 55% dari total energi. Hasil uji statistik untuk tingkat pengetahuan, diperoleh nilai p = 0,00 (< 0,05) yang berarti bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan tentang diabetes melitus antara Kasus kasus lama dan kasus baru. Uji statistic untuk konsumsi karbohidrat diperoleh nilai p = 0,04 (< 0,05) yang berarti bahwa ada perbedaan konsumsi karbohidrat antara Kasus kasus lama dan kasus baru. Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Konsumsi Karbohidrat, Diabetes Mellitus Kasus Lama dan Baru
Cover KTI
tidak tersedia
2017

TINGKAT PENGETAHUAN, DAYA TERIMA MAKANAN, TINGKAT KONSUMSI SEBELUM DAN SETELAH PENYULUHAN DI ASRAMA PUTRI MAN 1 MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NINDA ANGGREINI PUTRI
NIM: 1603400033
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Dwie Soelistyorini dan Maryam Razak
Subjek: Tingkat Pengetahuan, Daya Terima Makanan, Tingkat Konsumsi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK NINDA ANGGREINI PUTRI. 2017. Tingkat Pengetahuan, Daya Terima Makanan, Tingkat Konsumsi Sebelum dan Setelah Penyuluhan Di Asrama Putri MAN 1 Malang. Pembimbing: Dwie Soelistyorini dan Maryam Razak Remaja adalah golongan individu yang sedang mencari identitas diri, mereka suka ikut-ikutan dan terkagum-kagum pada idola yang berpenampilan menarik. Banyak remaja sering merasa tidak puas dengan penampilan dirinya sendiri. Apalagi kalau sudah menyangkut body image. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan, daya terima makanan, tingkat konsumsi sebelum dan setelah penyuluhan di Asrama Putri MAN 1 Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimental design dengan rancangan One group Pretest Posttest Design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2017 yang bertempat di Asrama Putri MAN 1 Malang. Populasi yang digunakan yaitu siswi MAN 1 Malang yang tinggal di Asrama Putri MAN 1 Malang sebanyak 176 orang, dengan besar sampel 34 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu mengambil sampel didasarkan pada kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan tingkat pengetahuan, daya terima makanan pokok dan lauk hewani, tingkat konsumsi energi, protein, lemak dan karbohidrat. Ada perbedaan tingkat pengetahuan (p=0,000), daya terima makanan pokok (p=0,000), lauk hewani (p=0,002), tingkat konsumsi energi (p=0,000), tingkat konsumsi protein (p=0,000), tingkat konsumsi lemak (p=0,000) dan tingkat konsumsi karbohidrat (p=0,000) sebelum dan setelah penyuluhan gizi. Perlu diberikan pendidikan gizi untuk para penghuni asrama khususnya remaja putri dengan cara memberikan penyuluhan gizi seimbang secara periodik (1 tahun sekali). Diharapkan pengelola asrama dapat mempertimbangkan kembali cara penyajian yang sesuai dengan karakteristik siswa asrama, pembuatan standar porsi serta perlu dilakukan evaluasi menu yang rutin untuk mengetahui jenis makanan yang tidak disukai oleh penghuni asrama sehingga dapat melaksanakan variasi menu. Dan evaluasi mengenai kandungan zat gizi makanan yang disediakan oleh asrama, untuk mengetahui kontribusi energi dan zat gizi dalam pemenuhan makan sehari. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Daya Terima Makanan, Tingkat Konsumsi
Cover KTI
2017

TINGKAT PENGETAHUAN, PERILAKU TENAGA PENJAMAH MAKANAN DAN KELAYAKAN HYGIENE SANITASI DI WARUNG IJEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NINDIRA HERLISA BAYRACHMA
NIM: 1403000058
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Bachyar Bakri, SKM, M.Kes
Subjek: Tingkat pengetahuan, Perilaku hygiene sanitasi, Kelayakan hygiene sanitasi
Lihat Abstraksi
Nindira Herlisa Bayrachma, 2017, Tingkat Pengetahuan, Perilaku Tenaga Penjamah Makanan dan Kelayakan Hygiene Sanitasi di Warung Ijen Malang dibawah bimbingan Bachyar Bakri. Rumah makan atau restoran merupakan suatu usaha yang menyediakan jasa pelayanan makanan dan minuman yang dikelola secara komersial. Hygiene sanitasi perorangan tenaga penjamah makanan adalah usaha yang dilakukan agar menjaga kebersihan makanan yang aman dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan, perilaku tenaga penjamah makanan dan kelayakan hygiene sanitasi di Warung Ijen Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional yang dilakukan dengan desain cross sectional. Sampel yang digunakan adalah seluruh tenaga penjamah makanan dalam penyelenggaraan makanan di Warung Ijen Malang yang berjumlah 13 orang. Data tingkat pengetahuan tenaga penjamah diperoleh dengan melakukan wawancara dengan alat bantu kuisioner. Data perilaku hygiene sanitasi diperoleh dengan melakukan observasi dan pengisian form pengamatan (checklist). Data kelaikan hygiene sanitasi rumah makan di Warung Ijen diperoleh dengan melakukan observasi dan wawancara. Data pengetahuan dan perilaku tenaga penjamah makanan diolah dan disajikan secara deskripif. Data kelayakan hygiene dan sanitasi rumah makan dinilai berdasarkan acuan Kepmenkes No 1098/MENKES/SK/VII/2003 dengan batas nilai layak >700. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden berusia kurang dari 30 tahun yaitu 92%, tingkat pendidikan responden sebagian besar SMA/SMK yaitu sebanyak 92%, masa kerja responden ≥ 1 tahun yaitu 85%. Responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik 54%, sedangakan perilaku responden termasuk dalam ketegori cukup yaitu 62%. Dari hasil yang didapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan perilaku hygiene menunjukkan tidak adanya hubungan antar dua variable tersebut. Penerapan kelayakan hygiene sanitasi sanitasi di Warung Ijen Malang mencapai skor 725,5 (cukup), dapat dikatakan sudah layak karena batas penilaian dalam kategori layak yaitu >700. Tingkat pengetahuan dan perilaku hygiene sanitasi penjamah makanan merupakan hal yang penting dalam proses penyelenggaraan makanan oleh karena itu pemilik rumah makan untuk menyediakan alat pelindung diri lengkap dan sarana prasarana yang memadai, APD (alat pelindung diri lengkap) seperti celemek, sarung tangan plastik, penutup rambut, dan sepatu kedap air. Pemilik rumah makan dan para tenaga penjamah makanan perlu mendapatkan pelatihan maupun sertifikat hygiene sanitasi makanan untuk para penjamah makanan, serta pemeriksaan kesehatan bagi karyawan yang dilakukan satu tahun sekali. Kata Kunci : Tingkat pengetahuan, Perilaku hygiene sanitasi, Kelayakan hygiene sanitasi.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi Energi, Zat Gizi, Serat, Cairan Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Gizi pada Siswa Tazkia International Islamic Boarding School Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Lihat Detail Karya
Penulis: DWI ANDITA MAHARANI
NIM: 1603400036
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV
Dosen Pembimbing: Dwie Soelistyorini dan Maryam Razak.
Subjek: tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi, penyuluhan gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK DWI ANDITA MAHARANI. 2017. Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi Energi, Zat Gizi, Serat, Cairan Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Gizi pada Siswa Tazkia International Islamic Boarding School Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Pembimbing : Dwie Soelistyorini dan Maryam Razak. Pada masa remaja, kebutuhan energi dan zat gizi meningkat untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan yang cepat. Jika kebutuhan zat gizi tidak terpenuhi maka menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan tubuh, bahkan menyebabkan tubuh kekurangan gizi dan mudah terkena penyakit. Berdasarkan hasil analisis Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi kurang konsumsi sayur dan buah untuk kelompok usia diatas 10 tahun mencapai 93,5%. Permasalahan lain yang dihadapi anak usia sekolah adalah rendahnya konsumsi energi dan protein dibawah kebutuhan minimal, yaitu sebesar 44,4% dan 30,6%. Faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi tersebut diantaranya pengetahuan khususnya pengetahuan gizi. Salah satu cara untuk memperbaiki tingkat konsumsi para siswa dengan memberikan pendidikan gizi mengenai gizi seimbang remaja dan standar porsi yang tepat hal ini dikarenakan penyelenggaraan makanan belum menerapkan standar porsi yang sesuai dengan kebutuhan gizi para siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan dan tingkat konsumsi energi, zat gizi, serat cairan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan pada siswa Tazkia International Islamic Boarding School Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan desain penelitian One Group Pretest Posttest. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai Mei 2017. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan tingkat konsumsi sesudah penyuluhan gizi. Dari hasil uji statistik dengan Paired Sample T-Test peningkatan signifikan hanya terjadi pada tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin C dan cairan dengan (p < 0,05). Pada tingkat konsumsi Fe dan serat terjadi peningkatan namun tidak signifikan dengan (p > 0,05). Sebagai upaya untuk meningkatkan tingkat pengetahuan dan tingkat konsumsi para siswa kegiatan penyuluhan gizi dapat dilakukan kepada semua siswa. Selain melakukan penyuluhan untuk memenuhi kebutuhan gizi para siswa, diperlukan ketersediaan energi dan zat gizi dari pihak sekolah yaitu dengan menyesuaikan pola menu serta standar porsi yang tepat. Kata Kunci : tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi, penyuluhan gizi
Cover KTI
2017

TINJAUAN IMPLEMENTASI TRACER DALAM PENGEMBALIAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI PUSKESMAS KENDALKEREP

Lihat Detail Karya
Penulis: YAYUN NURUL HIDAYAH
NIM: 1404000016
Program Studi: PRODI D3 PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Gunawan, S.kp.,MMRS
Subjek: Implementasi, Tracer, Pengembalian, DRM
Lihat Abstraksi
Yayun Nurul Hidayah, Tinjauan Implementasi Tracer Dalam Pengembalian Dokumen Rekam Medis Di Puskesmas Kendal Kerep, dibimbing oleh Gunawan,Skp.,M.MRS. Peminjam rekam medis berkewajiban untuk mengembalikan atau menyimpan dalam keadaan baik dan tepat waktu. Waktu penyimpanan dokumen rekam medis yaitu setiap akhir jam kerja, sehingga kalau diperlukan kembali akan mudah ditemukan. Di Puskesmas Kendalkerep baru memulai menggunakan tracer. Eavaluasi efisiensi penggunaan tracer menjadi penting. Penggunaan tracer dapat meningkatkan kecepatan dalam penyimpanan dokumen serta mengurangi Missfile dokumen rekam medis. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran waktu petugas filing dalam menyimpan dokumen rekam medis rawat jalan di Puskesmas Kendalkerep Malang.Desain penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi seluruh DRM yang kembali ke rak filing dalam 1 hari. Sampling menggunakan teknik total sampling berjumlah 27 DRM. Identifikasi waktu pengembalian DRM dalam satuan detik. Hasil penelitian didapatkan waktu yang dibutuhkan petugas dalam menyimpan DRM RJ dengan menggunakan tracer adalah 28,74 detik. Hasil wawancara dengan petugas mengatakan pengunaan tracer memudahkan penyimpanan DRM ketempat semula. Dibandingkan dengan hasil pengamatan yang dilakukan di puskesmas poncokusumo didapat kan hasil, jika tidak adanya tracer membutuhkan waktu penyimpanan DRM ke rak filing membutuhkan waktu kurang lebih 1 menit . Kesimpulan penggunaan Tracer dapat mempercepat dan memudahkan pengembalian karena petugas cukup melihat tracer dan lembar tracer yang terdapat di dalam kantong tracer. Kata kunci : Implementasi, Tracer, Pengembalian, DRM
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan