Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4121–4130 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2017

POLA PERTUMBUHAN BAYI 0-6 BULAN DAN HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI DENGAN STATUS GIZI BAYI 0-6 BULAN (Studi pada 3 Desa di Wilayah Kecamatan di Kabupaten Malang)

Lihat Detail Karya
Penulis: ERARIZKI MADINATUL KUSNAH
NIM: 1403000018
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Sugeng Iwan, STP, M.Kes
Subjek: Pola Pertumbuhan, Bayi, ASI, Status Gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pola Pertumbuhan Bayi 0-6 bulan dan Hubungan Riwayat Pemberian ASI dengan Status Gizi Bayi 0-6 Bulan (Studi pada 3 Desa di Wilayah Kecamatan di Kabupaten Malang), Karya Tulis Ilmiah , Program Studi DIII Gizi Malang Jurusan Gizi , Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (Di bawah bimbingan Sugeng Iwan, STP, M.Kes) Pemberian ASI sejak awal dapat menangani tingginya AKB. Menurut penelitian yang dilakukan oleh UNICEF, resiko kematian bayi (AKB) bisa berkurang sebanyak 22% dengan pemberian ASI eksklusif, namun prevalensi pemberian ASI khususnya ASI eksklusif masih terbilang rendah di Indonesia. Menurut Buku Saku PSG 2016, presentase ibu yang memberikan ASI eksklusif kepada bayinya hanya sebesar 29,5% di Indonesia sedangkan di Jawa Timur prevalensinya 31,3%. Disamping itu masalah gizi bayi di Indonesia masih sangat tinggi. Menurut Buku Saku PSG 2016, prevalensi gizi kurang secara nasional tahun 2016 masih cukup tinggi yaitu 14,9% demikian pula dengan prevalensi bayi kurus sebesar 12,5%. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian survei deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini semua batita yang memiliki KMS dan timbang pada usia 6 bulan di 3 (tiga) kecamatan di wilayah Kabupaten Malang, yaitu Kecamatan Wagir, Kecamatan Pagak, dan Kecamatan Pujon dengan jumlah total 33 responden. Untuk mengetahui hubungan antara riwayat pemberian ASI dengan status gizi bayi usia 0-6 bulan menggunakan uji chi-square. Dari hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar ibu responden berusia antara 21-30 tahun (43%), pendidikan terakir ibu responden SMP (45%), menjadi ibu rumah tangga (75%). Pola pertumbuhan bayi di Kabupaten Malang termasuk normal masih berada pada garis median dan -1 SD. Ada hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian ASI dengan status gizi bayi 0-6 bulan didapatkan hasil p-value 0,000 maka p-value < dari α (0,000 < 0,05). Berdasarkan hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa bayi yang memiliki riwayat pemberian ASI yang baik maka status gizinya juga baik. Kata Kunci : Pola Pertumbuhan, Bayi, ASI, Status Gizi
Cover KTI
2017

PROFIL TEKANAN DARAH PADA KLIEN HIPERTENSI YANG DI BERIKAN TERAPI MENGKUDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GRIBIG KOTA MALANG (Studi Kasus)

Lihat Detail Karya
Penulis: NEVI MILA PUSPITASARI
NIM: 1401100079
Program Studi: DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes, Sugianto Hadi, SKM, MPH.
Subjek: Hipertensi, Jus Mengkudu
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Profil Tekanan Darah Pada Klien Hipertensi yang Diberikan Terapi Mengkudu di Wilayah Kerja Puskesmas Gribig Kota Malang. Nevi Mila Puspitasari (2017) Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Bapak Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes, (Pendamping) Bapak Sugianto Hadi, SKM, MPH. Kata kunci: Hipertensi, Jus Mengkudu Penyakit tekanan darah dapat menyerang siapa saja dari berbagai kelompok umur dan kelompok sosial ekonomi. Tanpa pengobatan hipertensi ikut berperan penting dalam kematian karena komplikasinya lebih berbahaya seperti stroke dan serangan jantung. Pengobatan pada hipertensi bisa berupa terapi non-farmakologi. Salah satu terapi non-farmakologi dari penyakit hipertensi dengan cara mengkonsumsi jus mengkudu. Mengkudu mengandung scopoletin yang mempunyai efek terhadap penurunan tekanan darah. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui tekanan darah pada klien hipertensi yang diberikan terapi mengkudu di Wilayah Kerja Puskesmas Gribig Kota Malang. Metode penelitian menggunakan studi kasus yang dilakukan dengan observasi. Subyek penelitian dua pralansia yang sesuai dengan kriteria penelitian. Hasil yang didapatkan setelah kedua subyek mengkonsumsi jus mengkudu selama 5 hari terjadi penurunan tekanan darah untuk subyek I dari 150/100 mmHg menjadi 130/80 mmHg yang subyek II dari 140/90 mmHg menjadi 120/70 mmHg. Rekomendasi klien hipertensi sebaiknya menggunakan jus mengkudu untuk menurunkan tekanan darah sebagai terapi komplementer.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PROPORSI KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK TERHADAP TOTAL ENERGI ASUPAN MAKANAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 BARU DAN LAMA DI PUSKESMAS KENDALSARI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANIMAS ALIEF ANATA
NIM: 1403000081
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Nur Rahman
Subjek: Asupan Zat Gizi, Karbohidrat, Protein, Lemak, Proporsi Jumlah dan Jenis
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Animas Alief Anata, 2017. Proporsi Karbohidrat, Protein dan Lemak Terhadap Total Energi Asupan Makanan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Baru dan Lama di Puskesmas Kendalsari Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dibimbing Oleh : Nur Rahman Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit menahun yang menjadi masalah kesehatan di Indonesia dimana terjadi gangguan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak serta diandai dengan tingginya kadar gula dalam darah atau hiperglikemia dan dalam urin atau glukosuria. Perencanaan makan merupakan pilar penting untuk keberhasilan pengelolaan Diabetes Melitus mencapai kadar glukosa normal serta untuk mencegah komplikasi kronik pada diabetes Melitus pada berbagai organ tubuh. Diet penderita Diabetes Melitus meliputi pengaturan energi, karbohidrat, protein dan lemak. Proporsi anjuran jumlah karbohidrat yang dikonsumsi oleh penderita Diabetes Melitus adalah 45 – 65 % karbohidrat dari total energi yang dikonsumsi, 10 – 20 % protein dari total energi dan 20 – 25 % lemak dari total energi. Konsumsi gula sederhana untuk penderita Diabetes Melitus juga harus dibatasi yaitu sebesar ≤5%. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghitung proporsi karboidrat, protein dan lemak pada penderita Diabetes Melitus pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Kendalsari Kota Malang sebanyak 40 orang. Sebagian besar penderita yang menjadi responden berumur 45 tahun. Penelitian yang dilakukan yaitu menghitung jumlah asupan masing-masing jenis zat gizi berdasarkan asupan makanan responden yang diperoleh dengan metode wawancara Recall 24 jam. Hasil dari penelitian ini diperoleh proporsi jumlah karbohidrat pasien baru dalam satu hari dikategorikan tidak tepat yaitu 115%, begitupun pasien lama dikategorikan tidak tepat yaitu 60%. Proporsi jumlah protein pasien baru sudah tepat yaitu 13,4% perhari dan pasien lama juga sudah tepat yaitu 12% dengan rata-rata perbandingan asupan protein hewani dan nabati untuk kedua kelompok masih belum seimbang yaitu 20,3% : 79,6% dan 25% : 75%. Proporsi jumlah lemak pasien baru masih belum tepat yaitu 34% dengan jenis lemak SAFA yang juga masih belum seimbang yaitu 12%, begitupun dengan pasien lama masih belum tepat yaitu 29,6% dengan jenis lemak SAFA yang juga masih belum seimbang yaitu 9%. Dilihat dari konsumsi makanan, responden banyak yang mengonsumsi makanan dengan jenis pengolahan digoreng. Hasil tersebut diharapkan bisa menjadi masukan kepada Ahli Gizi untuk meningkatkan konseling gizi dan memberikan motivasi kepada penderita Diabetes Melitus mengenai pemilihan bahan makanan agar dapat memperbaiki konsumsi yang seimbang dan mematuhi diet yang dianjurkan Kata Kunci : Asupan Zat Gizi, Karbohidrat, Protein, Lemak, Proporsi Jumlah dan Jenis
Cover KTI
tidak tersedia
2017

RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN DENGAN XAMP DI PUSKESMAS CIPTOMULYO

Lihat Detail Karya
Penulis: MUKHAMMAD OKKINNIZAR PRASETYO
NIM: 1404000040
Program Studi: D III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: drg. Rinawati Basuki, M.Kes.
Subjek: Sistem Informasi, pendaftaran pasien, rawat jalan
Lihat Abstraksi
Mukhammad Okkinnizar Prasetyo, 2017. “Rancang Bangun Aplikasi Sistem Informasi Pendaftaran Pasien Rawat Jalan dengan Xamp di Puskesmas Ciptomulyo”. Pembimbing : drg. Rinawati Basuki, M.kes. Dalam Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan telah diamanatkan bahwa untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang efektif dan efisien diperlukan informasi kesehatan yang diselenggarakan melalui sistem informasi dan lintas sektor. Se iring dengan era desentralisasi berbagai sistem informasi kesehatan telah dikembangkan baik di pemerintah pusat maupun da e-rah. Penelitian yang berjudul “Rancang Bangun Aplikasi Sistem Informasi Pendafta-ran Pasien Rawat Jalan dengan uji Blackbox di Puskesmas Ciptomulyo” bertujuan untuk : 1) Merancang aplikasi sistem informasi pendaftaran pasien pada pasien rawat jalan di Puskesmas Ciptomulyo sesuai dengan kebutuhan, 2) Menerapkan aplikasi sistem informasi pendaftaran pasien pada pasien rawat jalan, 3) Menguji sistem aplikasi sistem informasi pendaftaran pasien dengan menggunakan Black-box. Rancangan penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan mengunakan metode waterfall pada rancangan aplikasi sistem informasi pendaftaran pasien rawat jalan di Puskesmas Ciptomulyo. Teknik pengolahan data menggunakan uji Blackbox. Hasil penelitian menunjukan, Rancangan sistem aplikasi sistem informasi pendaftaran pasien rawat jalan sesuai dengan apa yang diharapkan dan secara fungsional aplikasi yang dibuat sudah sesuai dengan kebutuhan dasar di Puskesmas Ciptomulyo Malang.Penerapan aplikasi sistem informasi pendaftaran pasien dapat mempermudah dan mempercepat proses pendaftaran di Puskesmas Ciptomulyo Malang, namun sarana prasarana belum memadai. Hasil uji sistem aplikasi sistem informasi pendaftaran pasien rawat dengan menggunakan metode Blackbox dapat disimpulkan bahwa aplikasi sistem informasi pendaftaran pasien telah sesuai dengan apa yang diharapkan dan secara fungsional aplikasi yang dibuat sudah sesuai Kata Kunci : Sistem Informasi, pendaftaran pasien, rawat jalan
Cover KTI
tidak tersedia
2017

RANCANG BANGUN REKAM MEDIS ELEKTRONIK UNTUK POLI UMUM TERKAIT RESPOND TIME PENGISIAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI PUSKESMAS PANDANWANGI

Lihat Detail Karya
Penulis: DELLA FARADILLA
NIM: 1404000035
Program Studi: DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah, SST., S.Gz., MPH
Subjek: Rekam Medis Elektronik, Respond Time Pengisian, Poli Umum
Lihat Abstraksi
Della Faradilla, 2017. “Rancang Bangun Rekam Medis Elektronik untuk Poli Umum terkait Respond Time Pengisian Dokumen Rekam Medis di Puskesmas Pandanwangi”. Laporan Tugas Akhir DIII Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dibawah bimbingan Diniyah Kholidah, SST., S.Gz., MPH. Di Puskesmas Pandanwangi Kota Malang pengisian rekam medis dilakukan secara manual. Salah satu yang mendukung pelayanan bagi masyarakat adalah tersedianya sistem pencatatan dokumen rekam medis yang dapat dibuat secara tertulis maupun elektronik sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi respond time pengisian dokumen rekam medis pasien di poli umum Puskesmas Pandanwangi. Penelitian ini menggunakan metode one-group pretest-posttest design dengan membandingkan respond time pengisian dokumen rekam medis secara manual dan elektronik menggunakan lembar observasi. Variabel yang digunakan merupakan variabel tunggal yaitu respond time pengisian dokumen rekam medis. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang berasal dari pasien kunjungan lama. Analisa data menggunakan uji statistik Paired-Sample T-Test dihasilkan nilai sig. (2 tailed) ≤0,05 yang berarti ada perbedaan waktu dalam pengisian dokumen rekam medis manual dan elektronik dengan rata-rata respond time pengisian penggunaan aplikasi rekam medis elektronik lebih lama 43,14 detik dibandingkan dengan penggunaan dokumen rekam medis manual. Perbedaan ini dikarenakan proses pengisian dokumen rekam medis manual yang tidak diisi seluruhnya sehingga mengakibatkan kesenjangan apabila petugas mengisi pada aplikasi rekam medis elektronik dengan mencari formulir mana yang akan diisikan dan apabila terjadi kesalahan dalam memilih menu petugas harus mencari tombol kembali yang dapat memicu waktu yang lebih lama dalam pengisian dokumen rekam medis. Maka dari itu petugas mengharapkan agar pembuatan aplikasi rekam medis elektronik dapat dibuat dengan menu serta tampilan yang lebih sederhana guna memudahkan petugas dalam melakukan pengisian dokumen rekam medis. Kata Kunci : Rekam Medis Elektronik, Respond Time Pengisian, Poli Umum
Cover KTI
tidak tersedia
2017

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI SENSUS HARIAN RAWAT INAP TERKAIT KETERSEDIAAN TEMPAT TIDUR BERBASIS WEB DI RSIA PURI BUNDA

Lihat Detail Karya
Penulis: EKA YULIANI PUTRI HARSANTI
NIM: 1404000030
Program Studi: DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah, S.ST, S.Gz., MPH
Subjek: Sistem informasi, sensus harian rawat inap, respond time, tempat tidur kosong
Lihat Abstraksi
Eka Yuliani Putri Harsanti, 2017. Rancang Bangun Sistem Informasi Sensus Harian Rawat Inap Terkait Ketersediaan Tempat Tidur Berbasis Web di RSIA Puri Bunda. Laporan Tugas Akhir. Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pencatatan dan pelaporan sensus harian rawat inap di rumah sakit dapat digunakan sebagai data untuk mengetahui jumlah tempat tidur kosong. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan waktu penyediaan informasi tempat tidur kosong sebelum dan sesudah adanya sistem informasi berbasis web di RSIA Puri Bunda. Rancangan penelitian menggunakan quasi eksperiment, dengan desain non equivalent control group pre and post test. Populasi bersifat infinite yaitu pasien yang mendaftar di TPP rawat inap RSIA Puri Bunda. Jumlah sampel 60 pasien, 30 sebelum dan 30 sesudah dilakukan implementasi. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan rata-rata waktu penyediaan informasi tempat tidur kosong sebelum implementasi sistem informasi berbasis web 72,03 detik dan rata-rata waktu penyediaan informasi tempat tidur kosong sesudah implementasi sistem informasi berbasis web 18,23 detik. Kesimpulan kegiatan sensus harian rawat inap di RSIA Puri Bunda sudah berjalan baik namun masih manual, pada pendaftaran pasien rawat inap belum ada sistem informasi untuk menyediakan informasi tempat tidur kosong, sehingga dibuat sistem informasi berbasis web untuk menyediakan informasi tempat tidur kosong dan melakukan kegiatan sensus harian rawat inap secara elektronik. Dengan uji independent T-Test menggunakan SPSS didapatkan hasil nilai probabilitas atau sig. (2-tailed) sebesar 0,000 maka H0 ditolak yang berarti sistem informasi mempengaruhi proses penyediaan informasi tempat tidur kosong pada pendaftaran rawat inap. Kata kunci : Sistem informasi, sensus harian rawat inap, respond time, tempat tidur kosong.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

REFRESHING KADER POSYANDU TERHADAP PERILAKU (PENGETAHUAN, SIKAP, KETERAMPILAN) TENTANG UPAYA PERBAIKAN GIZI KELUARGA (UPGK) DI DESA KELAMPOK KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Mita Andila
NIM: 1403000002
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III
Dosen Pembimbing: Tapriadi SKM., MPd
Subjek: Refreshing Kader, Perilaku tentang UPGK.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Mita Andila, 2017. Refreshing Kader Posyandu Terhadap Perilaku (Pengetahuan, Sikap, Keterampilan) Tentang Upaya Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) di Desa Klampok Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. (Di bawah bimbingan: Tapriadi SKM., MPd) Dari hasil pengambilan data dasar yang dilakukan di Desa Klampok Kecamatan Singosari Kabupaten Malang pada tanggal 17 Oktober – 22 Oktober 2016 terhadap 20 kader posyandu yang meliputi tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan kader. Berdasarkan data yang diperoleh adalah pengetahuan tentang Upaya Perbaikan Gizi Keluarga kurang. Sikap kader posyandu masih kurang tentang pemantauan pertumbuhan balita yang datang ke posyandu lewat KMS, mengingatkan ibu untuk memeriksakan kehamilannya minimal 4 kali kepada petugas kesehatan atau bidan, meningkatkan ibu balita yang tidak rutin berkunjung ke posyandu, mempersiapkan dan melaksanakan melaksanakan kegiatan bulanan di masingmasing posyandu secara bergiliran. Tingkat keterampilan kader belum terampil tentang penimbangan balita menggunakan baby scale, dacin, timbangan injak, pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise, pengukuran panjang badan. Berdasarkan uraian diatas, peneliti ingin melakukan penyegaran atau refreshing untuk meningkatkan perilaku (pengetahuan, sikap, dan keterampilan) kader posyandu tentang Upaya Perbaikan Gizi Keluarga agar kader lebih baik dalam menjalankan tugas dan memperlancar program dibidang kesehatan. Penelitian ini dilakukan di Desa Klampok Kecamatan Singosari Kabupaten Malang pada tanggal 29 April 2017. Jenis penelitian ini menggunakan metode Praeksperimental dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Responden penelitian berjumlah 22 kader. Pengumpulan data diperoleh melalui kuisioner. Cara pengolahan data diolah dan dianalisis secara deskriptif dengan uji paired sampel t-test. Hasil peneliian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada tingkat perilaku, pengetahuan, sikap dan keterampilan setelah antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen dengan tingkat kepercayaan 95%. Dari hasil penelitian ini disarankan kepada pihak puskesmas agar dilakukan Refreshing secara menyeluruh dan berulang setiap 6 bulan sekali. Kata kunci: Refreshing Kader, Perilaku tentang UPGK.
Cover KTI
2017

SIKAP ANAK SD DALAM MENCEGAH DIARE SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN DI SDN KREBET 01

Lihat Detail Karya
Penulis: RIZKI PUJI SYUKURIA
NIM: 1401100051
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Atti Yudiernawati, S.kp, M.Pd, Dr. Tri Johan AY, S.Kp, M.Kep.
Subjek: Diare, Sikap, Anak Usia Sekolah.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sikap Anak SD Dalam Mencegah Diare Di SDN Krebet 01. Rizki Puji Syukuria (2017). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus Deskriptif Program Studi DIII Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Dr. Atti Yudiernawati, S.kp, M.Pd, (Pendamping) Dr. Tri Johan AY, S.Kp, M.Kep. Pada usia sekolah, diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak terjadi. Salah satu upaya untuk pencegahan diare adalah dengan meningkatkan pengetahuan atau pendidikan kesehatan dan sikap pada anak. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan cara seperti cuci tangan dengan baik dan benar, tidak jajan sembarangan, dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Hal tersebut bisa dilakukan dengan penyuluhan kesehatan yang difokuskan dengan pencegahan diare. Tujuan studi kasus ini adalah mengetahui sikap anak SD dalam mencegah diare sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan di SDN Krebet. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Subyek studi kasus terdapat 2 subjek. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara terpimpin dan tidak terpimpin, serta kuisioner. Hasil studi kasus pada subjek I didapatkan adanya perubahan sikap dengan peningkatan pengetahuan dari awal pertemuan hingga akhir. Hal yang paling memengaruhi pada subjek I yaitu dari segi adopsi atau kebiasaan sehari-hari. Pada subjek II, adanya perubahan sikap dengan adanya peningkatan pengetahuan dari awal pertemuan. Setelah dilakukan penelitian selama 3 minggu, didapati dari kedua subjek yaitu adanya perubahan sikap menjadi setuju akan pencegahan diare. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya perlu dilakukan pendidikan kesehatan mengenai diare secara menyeluruh dan mengembangkan media atau bahan yang digunakan untuk menunjang kegiatan. Kata Kunci: Diare, Sikap, Anak Usia Sekolah.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

STANDAR PORSI, KETERSEDIAAN ENERGI DAN ZAT GIZI PADA MENU SAHUR DAN BUKA PUASA DI PENYELENGGARAAN MAKANAN PONDOK PESANTREN AL-FATTAH BUDURAN, SIDOARJO

Lihat Detail Karya
Penulis: Deliar Willing Harsiwi
NIM: 1403000006
Program Studi: Program Studi DIII Gizi Malang
Dosen Pembimbing: Dwie Soelistyorini
Subjek: Standar Porsi, Ketersediaan Energi dan Zat Gizi.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Deliar Willing Harsiwi. 2017. Standar Porsi, Ketersediaan Energi dan Zat Gizi pada Menu Sahur dan Buka Puasa di Penyelenggaraan Makanan Pondok Pesantren Al-Fattah Buduran, Sidoarjo. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Dibawah bimbingan: Dwie Soelistyorini). Pondok Pesantren Al-Fattah Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo memiliki penyelenggaraan makanan dengan tipe semi kafetaria yaitu dalam penyajian makanannya disajikan oleh penyaji sesuai dengan perkiraan tenaga pengolah makanan dan sebagian untuk penyajian nasi para konsumen mengambilnya sendiri. Tempat penyajian makanannya terpusat dan berada satu tempat dengan dapur. Jumlah tenaga pelaksana penyelenggaraan makanan berjumlah 3 orang dengan pedidikan terakhir Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas yang memiliki keahlian memasak. Dalam pelaksanaannya menu yang disediakan jarang menggunakan buah dan kurang memperhitungkan nilai zat gizi. Belum adanya standar porsi untuk laki-laki kelompok usia 13-15 tahun sehingga kurang memperhatikan ketersediaan energi dan zat gizi untuk kelompok laki-laki usia 13-15 tahun. Jenis penelitian ini adalah observasional dan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Fattah Buduran, Sidoarjo di Desa Banjarsari pada tanggal 14 – 16 Juni tahun 2017 bertepatan dengan bulan Puasa. Besar sampel untuk penelitian ini adalah 3 hari penyajian menu makan sahur dan buka puasa pada 20 laki-laki usia 13 – 15 (siswa SMP kelas 7-9). Pengumpulan data dengan cara wawancara. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata porsi penyajian pada menu sahur selama 3 hari sudah hampir sesuai dengan standar yang dianjurkan. Porsi makan sahur yang dianjurkan untuk anak laki-laki usia 13-15 tahun adalah makanan pokok/nasi 200 gram, lauk hewani 50 gram, lauk nabati 50 gram, sayur 50 gram, buah 100 gram. rata-rata porsi penyajian pada menu buka puasa selama 3 hari belum sesuai dengan standar yang dianjurkan. Porsi makan untuk buka puasa yang dianjurkan untuk anak laki-laki usia 13-15 tahun adalah makanan pokok/nasi 300 gram, lauk hewani 50 gram, lauk nabati 50 gram, sayur 100 gram, buah 100 gram.Dapat diketahui bahwa rata-rata kecukupan energi menu makan sahur semua responden tergolong kategori defisit tingkat berat (66,97%). Dapat diketahui bahwa rata-rata kecukupan energi menu makan buka siswa selama 3 hari tergolong kategori defisit tingkat sedang (74,69%). Disarankan sebaiknya biaya anggaran dikelola kembali agar dapat mencukupi kebutuhan energi dan zat gizi pada menu makan sahur dan buka selama bulan puasa. Diharapkan dapat membuat siklus menu baru sehingga dapat memperhatikan pola menu seimbang terdiri dari 5 komponen (makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur dan buah). Perlu ditambah variasi pada pengolahan lauk hewani. Untuk porsi buah dapat ditambahkan pada salah satu menu makan atau snack. Kata kunci : Standar Porsi, Ketersediaan Energi dan Zat Gizi.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

STATUS GIZI DAN TINGKAT KONSUMSI VITAMIN C PENDERITA OSTEOARTHRITIS RSUD KANJURUHAN

Lihat Detail Karya
Penulis: KHOIRUNNISA HIDAYAH
NIM: 1403000088
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Endang Widajati, SST, M.Kes
Subjek: Osteoarthritis, Status Gizi, Tingkat Konsumsi Vitamin C
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Khoirunnisa Hidayah. 2017. ‘’Status Gizi dan Tingkat Konsumsi Vitamin C Penderita Osteoarthritis di RSUD Kanjuruhan’’. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi D III Gizi, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatn Kemenkes Malang. Pembimbing : Endang Widajati, SST, M.Kes Osteoarthritis merupakan penyakit yang menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Diketauhi bahwa angka kejadian osteoarthritis diderita oleh 151 juta jiwa di seluruh dunia dan mencapai 24 juta jiwa di kawasan Asia Tenggara. Seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup, pada tahun 2025 populasi lanjut usia di Indonesia akan terjadi peningkatan sebesar 414% dibanding tahun 1990, dengan demikian osteoarthritis akan banyak ditemukan dalam praktek sehari-hari. Osteoarthritis terjadi dair akibat kerusakan pada kondrosit dan sinoviosit. Penyebab primer dari penyakit ini belum diketahui secara pasti. Namun terdapat faktor risiko gizi (obesitas dan vitamin) yang dapat mempengaruhi keadaan penderita osteoarthritis. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui status gizi dan tingakat konsumsi vitamin C pada penderita osteoarthritis di RSUD Kanjuruhan. Jenis Penelitian yang digunakan adalah study kasus dengan desain penelitian deskriptif kuantitatif terhadap 41 penderita osteoartritis di poli orthopedi dan poli rehabilitasi medis RSUD Kanjuruhan yang memenuhi kriteria pada 5 – 24 Juni 2017. Berdasarkan dari penelitian ini sebesar 82,92% osteoarthritis diderita oleh perempuan, 68,29% berusia 60 – 74 tahun, dan 78% terdiaknosis osteoarthritis lutut. Status gizi penderita terbanyak dalam kategori obesitas tingkat I sebesar 73,13%. Tingkat konsumsi vitamin C penderita osteoarthritis terbanyak dalam kategori devisit tingkat berat sebesar 78,05%. Bahan makanan sumber vitamin C yang paling sering dikonsumsi oleh penderita osteoarthritis antara lain sawi, bayam, pepaya, tomat masak, daun bawang, buncis, bawang putih, gadung, wortel, dan bawang merah. Sehingga didapatan frekuensi konsumsi bahan makanan sumber vitamin C yaitu 1x/hari penderita mengkonsumsi bawang merah dan bawng putih serta, 1-3x/minggu penderita mengkonsumsi sawi, bayam, pepaya, tomat masak, daun bawang, buncis, gadung, dan wortel. Kata Kunci : Osteoarthritis, Status Gizi, Tingkat Konsumsi Vitamin C
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan