Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4101–4110 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PERBEDAAN ANTARA KONSELING GIZI MENGGUNAKAN MEDIA PEMANFAATAN BOX DIET DIABETES MELITUS DAN MEDIA BUKU FOTO MAKANAN TERHADAP TINGKAT KONSUMSI DAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN RAWAT JALAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS TAJINAN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ARIFAH NUR UTAMI
NIM: 1603400005
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Ir. AAG Anom Aswin, MPS dan I Nengah Tanu Komalyna, DCN, SE, M.Kes.
Subjek: Tingkat konsumsi, kadar gula darah, media box diet diabetes mellitus, media buku foto makanan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK ARIFAH NUR UTAMI. 2017. Perbedaan Konseling Gizi dengan menggunakan Media Pemanfaatan Box Diet Diabetes Melitus dan Buku Foto Makanan terhadap Tingkat Konsumsi dan Kadar Gula Darah pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang. Pembimbing : Ir. AAG Anom Aswin, MPS dan I Nengah Tanu Komalyna, DCN, SE, M.Kes. Taraf kesehatan masyarakat sehubungan gaya hidup yang kurang sehat adalah unhealthy lifestyle berujung pada munculnya berbagai macam penyakit metabolik salah satunya diabetes mellitus. Angka kejadian Diabetes Melitus menurut Riskesdas (2013), terjadi peningkatan dari 1,1 % ditahun 2007 meningkat menjadi 2,1 % sedangkan hasil prevalensi penyakit degeneratif di Kota Malang Jawa Timur yaitu 2,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan Konseling Gizi dengan menggunakan Media Pemanfaatan Box Diet Diabetes Melitus dan Buku Foto Makanan terhadap Tingkat Konsumsi dan Kadar Gula Darah pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang. Jenis penelitian pre-eksperimen dan desain penelitian penelitian ialah pre test post test no control. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan tingkat konsumsi dan kadar gula darah antara media box diet diabetes mellitus dan media buku foto makanan. Setiap media memiliki kekurangan dan kelebihan. Pada media box diet diabetes mellitus sudah terdapat porsi sesuai dengan kebutuhan responden, sedangkan buku foto makanan responden masih bingung dan setiap responden dapat memiliki asumsi yang berbeda-beda. Sehingga perlu konseling gizi secara berkala dan penggunaan media konseling yang sesuai agar pencapaian pengobatan penyakit diabetes mellitus dapat secara maksimal. Kata kunci : Tingkat konsumsi, kadar gula darah, media box diet diabetes mellitus, media buku foto makanan
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PERBEDAAN ANTARA PENGGUNAAN MEDIA CAKRAM GIZI SEIMBANG DAN LEAFLET TERHADAP EFEKTIVITAS, EFISIENSI, DAN KENYAMANAN KONSELING GIZI PADA KADER POSYANDU DI DESA RANDUGADING WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAJINAN

Lihat Detail Karya
Penulis: SANTI INDAH CAHYANTI
NIM: 1603400035
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: AAG. Anom Aswin dan Hasan Aroni
Subjek: Efektivitas, Efisiensi, Kenyamanan Konseling
Lihat Abstraksi
ABSTRAK SANTI INDAH CAHYANTI. 2017. Perbedaan Antara Penggunaan Media Cakram Gizi Seimbang dan Leaflet Terhadap Efektivitas, Efisiensi, dan Kenyamanan Konseling Gizi Pada Kader Posyandu di Desa Randugading Wilayah Kerja Puskesmas Tajinan. Pembimbing : AAG. Anom Aswin dan Hasan Aroni Latar belakang : Salah satu sasaran RPJMN 2015-2019 adalah meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu dan anak melalui upaya pencegahan dan pemulihan gizi kurang. Hasil Riskesdas 2013 prevalensi balita gizi kurang (BB/U) 19,6% yang jumlahnya meningkat jika dibandingkan pada tahun 2007 18,4% dan 2010 17,9%. Kementrian Kesehatan melakukan upaya mengikutsertakan masyarakat (kader) sebagai pelaksana di lapangan untuk menumbuhkembangkan posyandu. Kurangnya pelatihan dan pembinaan keterampilan kader menyebabkan kurangnya pemahaman tugas kader salah satunya fungsi meja empat pada posyandu. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tajinan hampir semua pelayanan meja empat tidak berjalan, hal ini disebabkan kader merasa kurang memahami alat bantu konseling berupa leaflet dan tidak dapat mengisi pembagian berat makanan sesuai kebutuhan balita pada leaflet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Antara Penggunaan Media Cakram Gizi Seimbang dan Leaflet Terhadap Efektivitas, Efisiensi, dan Kenyamanan Konseling Gizi Pada Kader Posyandu di Desa Randugading Wilayah Kerja Puskesmas Tajinan. Jenis penelitian quasi eksperimental. Rancangan penelitian dilakukan pada dua kelompok dengan menggunakan media konseling yang berbeda yaitu media cakram gizi seimbang dan leaflet. Pengambilan responden menggunakan teknik Purposive Sampling, sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan efektifitas konseling berdasarkan tingkat pengetahuan antara penggunaan media cakram gizi seimbang dan leaflet, akan tetapi ada perbedaan efisiensi konseling berdasarkan lama waktu antara penggunaan media cakram gizi seimbang dan leaflet, dan responden lebih nyaman menggunakan media cakram gizi seimbang untuk konseling gizi dibandingkan dengan menggunakan media leaflet. Kata Kunci : Efektivitas, Efisiensi, Kenyamanan Konseling
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PERBEDAAN HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, STATUS PEKERJAAN, TINGKAT PENDAPATAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN PADA IBU HAMIL KEK DAN NON KEK DI KELURAHAN MADYOPURO KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: VILA RISDIYANA
NIM: 1403000090
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Nengah Tanu Komalina.
Subjek: Pendidikan Ibu Hamil, Pekerjaan Ibu Hamil, Pendapatan Keluarga, dan Status Gizi Ibu Hamil
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Vila Risdiyana. 2017. Perbedaan Hubungan Tingkat Pendidikan, Status Pekerjaan, Tingkat Pendapatan Keluarga terhadap Tingkat Konsumsi Energi dan Protein pada Ibu Hamil KEK dan Non KEK di Kelurahan Madyopuro Kota Malang. Karya tulis ilmiah, program DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dibawah bimbingan I Nengah Tanu Komalina. Ibu hamil yang menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) mempunyai resiko kesakitan yang lebih besar dibanding dengan ibu hamil normal. Akibatnya mereka mempunyai resiko yang lebih besar untuk melahirkan bayi dengan Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR), kematian saat persalinan, pendarahan, pasca persalinan yang sulit karena lemah dan mudah mengalami gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari Perbedaan Hubungan Tingkat Pendidikan, Status Pekerjaan, Tingkat Pendapatan Keluarga terhadap Tingkat Konsumsi Energi dan Protein pada Ibu Hamil KEK dan Non KEK di Kelurahan Madyopuro Kota Malang. Penelitian ini merupakan observasional analitik yaitu menganalisis perbedaan antar variable dengan menggunakan desain Cross Sectional Studies bertempat di Kelurahan Madyopuro Kota Malang pada bulan Desember 2016 – Januari 2017. Jumlah subjek sebanyak 22 orang yang diambil secara purposive. Data yang diambil meliputi tingkat konsumsi energy & protein, pendidikan ibu hamil, pekerjaan ibu hamil, pendapatan keluarga, dan status gizi ibu hamil. Cara pengumpulan data diperoleh dengan wawancara dan pengamatan secara langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa status gizi ibu hamil di Kelurahan Madyopuro Kota Malang sebagian besar status gizi nya masih dalam kategori Kurang Energi Kronis (KEK) yaitu sebesar 68,2%. Hasil analisis dengan menggunakan Uji Chi Square dapat diketahui (p<0,005) sehingga dapat diartikan terdapat hubungan tingkat konsumsi energy& protein terhadap status gizi ibu hamil. Disarankan bagi petugas gizi petugas gizi perlu melakukan pendekatan individual khususnya pada ibu hamil KEK dengan pendidikan rendah, dengan cara melakukan edukasi dan memberikan informasi tentang kebiasaan makan yang baik dan bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain yang berhubungan dengan status gizi ibu hamil seperti pengetahuan ibu hamil. Kata Kunci: Tingkat Konsumsi Energy & Protein, Pendidikan Ibu Hamil, Pekerjaan Ibu Hamil, Pendapatan Keluarga, dan Status Gizi Ibu Hamil
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PERBEDAAN INSTENSITAS NYERI PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA YANG DIBERIKAN TEKNIK NAFAS DALAM DAN RELAKSASI PROGRESIF DI RS LAVALETTE KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SITTI RAHMALIA
NIM: 1601410010
Program Studi: PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: (1) Sugianto Hadi, SKM, MPH, (2) Edy Suyanto, SST, MPH.
Subjek: Teknik Nafas Dalam, Relaksasi Progresif, Intensitas Nyeri, Post Operasi Sectio Caesarea
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perbedaan Intensitas Nyeri Pasien Post Operasi Sectio Caesarea yang Diberikan Teknik Nafas Dalam dan Relaksasi Progresif di Rumah Sakit Lavalette Kota Malang, Sitti Rahmalia (2017), Skripsi, Program Studi D-IV Keperawatan Minat Perioperatif, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : (1) Sugianto Hadi, SKM, MPH, (2) Edy Suyanto, SST, MPH. Kata Kunci : Teknik Nafas Dalam, Relaksasi Progresif, Intensitas Nyeri, Post Operasi Sectio Caesarea Sectio caesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus. Studi pendahuluan menunjukkan masih ada pasien yang mengalami nyeri walaupun telah diberikan terapi farmakologi sehingga dalam hal ini dibutuhkan peran perawat perioperatif dalam manajemen nyeri kepada pasien tidak hanya berfokus pada penanganan secara farmakologis saja tetapi juga penanganan secara nonfarmakologis. Tujuan Penelitian untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri pasien post operasi sectio caesarea yang diberikan teknik nafas dalam dan relaksasi progresif. Desain penelitian Quasi Experiment dengan Pretest-Postest With Control Group. Sampel penelitian berjumlah 20 responden, dibagi 2 kelompok : 10 kelompok nafas dalam dan 10 kelompok relaksasi progresif. Teknik sampling dalam penelitian menggunakan Purposive Sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi menggunakan skala Bourbanis untuk mengukur intensitas nyeri. Analisa data dilakukan menggunakan uji Paired T-Test untuk melihat perbedaan intensitas nyeri sebelum dan sesudah kelompok dan uji Independent Sample T–Test untuk melihat perbedaan intensitas nyeri antar kelompok. Uji Paired T-Test nafas dalam dan relaksasi progresif didapatkan p value < α maka ho ditolak yang artinya ada perbedaan intensitas nyeri sebelum dan sesudah teknik nafas dalam dan relaksasi progresif. Uji Independent Sample T–Test didapatkan p value > α maka Ho diterima yang artinya tidak ada perbedaan intensitas nyeri pasien yang diberikan teknik nafas dalam dan relaksasi progresif. Dapat disimpulkan teknik nafas dalam dan relaksasi progresif memiliki kesamaan fungsi dalam menurunkan intensitas nyeri pasien post operasi sectio caesarea dan dapat digunakan sebagai alternatif
Cover KTI
tidak tersedia
2017

Perbedaan Konseling Gizi dengan menggunakan Media Pemanfaatan Box Diet Diabetes Melitus dan Buku Foto Makanan terhadap Tingkat Konsumsi dan Kadar Gula Darah pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang

Lihat Detail Karya
Penulis: ARIFAH NUR UTAMI
NIM: 1603400005
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Ir. AAG Anom Aswin, MPS dan I Nengah Tanu Komalyna, DCN, SE, M.Kes.
Subjek: Tingkat konsumsi, kadar gula darah, media box diet diabetes mellitus, media buku foto makanan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK ARIFAH NUR UTAMI. 2017. Perbedaan Konseling Gizi dengan menggunakan Media Pemanfaatan Box Diet Diabetes Melitus dan Buku Foto Makanan terhadap Tingkat Konsumsi dan Kadar Gula Darah pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang. Pembimbing : Ir. AAG Anom Aswin, MPS dan I Nengah Tanu Komalyna, DCN, SE, M.Kes. Taraf kesehatan masyarakat sehubungan gaya hidup yang kurang sehat adalah unhealthy lifestyle berujung pada munculnya berbagai macam penyakit metabolik salah satunya diabetes mellitus. Angka kejadian Diabetes Melitus menurut Riskesdas (2013), terjadi peningkatan dari 1,1 % ditahun 2007 meningkat menjadi 2,1 % sedangkan hasil prevalensi penyakit degeneratif di Kota Malang Jawa Timur yaitu 2,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan Konseling Gizi dengan menggunakan Media Pemanfaatan Box Diet Diabetes Melitus dan Buku Foto Makanan terhadap Tingkat Konsumsi dan Kadar Gula Darah pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang. Jenis penelitian pre-eksperimen dan desain penelitian penelitian ialah pre test post test no control. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan tingkat konsumsi dan kadar gula darah antara media box diet diabetes mellitus dan media buku foto makanan. Setiap media memiliki kekurangan dan kelebihan. Pada media box diet diabetes mellitus sudah terdapat porsi sesuai dengan kebutuhan responden, sedangkan buku foto makanan responden masih bingung dan setiap responden dapat memiliki asumsi yang berbeda-beda. Sehingga perlu konseling gizi secara berkala dan penggunaan media konseling yang sesuai agar pencapaian pengobatan penyakit diabetes mellitus dapat secara maksimal. Kata kunci : Tingkat konsumsi, kadar gula darah, media box diet diabetes mellitus, media buku foto makanan
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PERBEDAAN PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN ANTARA YANG DIBERI KOMPRES HANGAT DAN PIJAT ENDORPHIN DI BPM SITI ROHANA GONDANGLEGI

Lihat Detail Karya
Penulis: DESY SETYAWATI
NIM: 1602420018
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Surachmindari, SST., M.Pd, Rita Yulifah, S.Kp., M.Kes.
Subjek: kompres hangat, pijat endorphin, nyeri persalinan kala I fase aktif
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Setyawati, Desy. 2017. Perbedaan Penurunan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Antara Yang Diberi Kompres Hangat Dan Pijat Endorphin Di BPM Siti Rohana Gondanglegi. Skripsi, Program Studi D-IV Alih Jenjang Kebidanan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I: Surachmindari, SST., M.Pd, Pembimbing II: Rita Yulifah, S.Kp., M.Kes. Nyeri persalinan merupakan respon fisiologis yang ditandai dengan timbulnya kontraksi rahim yang mengakibatkan nyeri dan ketidaknyamanan proses persalinan. Nyeri persalinan dapat menimbulkan dampak yaitu depresi post partum, perdarahan dan persalinan lama. Manajemen nyeri persalinan non farmakologis diantaranya adalah kompres hangat dan pijat endorphin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif antara yang diberi terapi kompres hangat dan pijat endorphin. Ini adalah penelitian eksperimen analitik komparasi, setiap kelompok dilakukan pre test dan post test. Populasi yang digunakan seluruh ibu inpartu kala I fase aktif di BPM Siti Rohana Gondanglegi. Sampel berjumlah 20 responden, 10 responden untuk kompres hangat dan 10 responden untuk pijat endorphin. Dengan teknik sampling purposive sampling. Instrumen untuk mengukur nyeri digunakan skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis menggunakan Willcoxon Signed Rank, Man- Whitney Test (α = 0,05). Hasilnya bahwa semua berkonstribusi menurunkan nyeri, namun lebih besar pengaruh kompres hangat terhadap penurunan nyeri persalinan (p = 0.005). Kompres hangat diprediksi dapat menyebabkan vasodilatasi sehingga dapat menurunkan nyeri persalinan. Sedangkan pijat endorphin dapat mengeluarkan hormon endorphin untuk menghambat transmisi nyeri. Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat menjadikan kompres hangat sebagai terapi non farmakologis untuk menurunkan nyeri persalinan. Kata Kunci : kompres hangat, pijat endorphin, nyeri persalinan kala I fase aktif
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PERBEDAAN PENURUNAN TEKANAN DARAH ANTARA PEMBERIAN RELAKSASI PROGRESIF DAN PEMBERIAN RELAKSASI BENSON TERHADAP PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KEDUNGKANDANG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MITA PUSPITA SUROTUN JANNAH
NIM: 1601410021
Program Studi: PRODI D-IVALIH JENJANG KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dra. Goretti Maria S, M.Kes, Dr. Ekowati R, S.Kp M.Kes
Subjek: Tekanan Darah Tinggi, Relaksasi Progresif, Relaksasi Benson
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perbedaan Penurunan Tekanan Darah Antara Pemberian Relaksasi Progresif dan Pemberian Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kedungkandang. Mita Puspita Surotun Jannah (2017), Program Studi D-IV Keperawatan Malang Jurusan Keperaatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Dra. Goretti Maria S, M.Kes Pembimbing (Pendamping) Dr. Ekowati R, S.Kp M.Kes Kata kunci : Tekanan Darah Tinggi, Relaksasi Progresif, Relaksasi Benson Tekanan darah normal untuk orang dewasa memiliki sistolik di bawah 120 mmHg dan diastolik di bawah 80 mmHg. Tekanan darah yang tidak normal lebih tinggi dari 120/80 mmHg. Tekanan darah sistolik di atas 130 mmHg, atau diastolik diatas 90 mmHg merupakan hipertensi. Penyakit hipertensi terdiri atas dua klasifikasi yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Nyeri kepala dan kaku leher merupakan gejala dari berbagai kelainan tubuh maupun fugsional, nyeri kepala adalah sensasi tidak menyenangkan yang melibatkan emosi dengan atau tanpa kerusakan jaringan. Terapi nonfarmakologi untuk menurunkan nyeri diantaranya dengan pemberian relaksasi Progresif dan pemberian relaksasi Benson. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbeadaan penurunan tekanan darah antara pemberian relaksasi Progresif dan pemberian relaksasi Benson pada pasien hipertensi di Puskesmas Kedungkandang. Metode penelitian ini adalah Quasi Exsperiment Design dengan Time Series Design pendekatan pretest- posttest Control Group Design dengan mengunakan dua kelompok. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien hipertensi dan sampel dalam penelitian ini adalah 26 responden yang dibagi dalam dua kelompok penelitian. Teknik pengolahan data mengunakan teknik analisis uji Paired T-Test dan uji Independent T-Test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terjadi penurunan Tekanan Darah responden pada kelompok eksperimen menunjukan penurunan yang segnifikan saat sebelum dan sesudah terapi relaksasi Relaksasi Benson dimana nilai Sistol 0,036 dan Diastol 0,039 (P<0,05). Sedangkan pada kelompok Relaksasi Progresif diperoleh Sistol 0,036 dan Diastol 0,041 (P>0,05). Kesimpulanya terdapat pengaruh yang segnifikan antara pemberian terapi pemberian relaksasi Progresif dan pemberian relaksasi Benson terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Akan tetapi lebih baik menggunakan relaksai Benson.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PERBEDAAN PENYULUHAN DENGAN METODE CERAMAH DAN METODE PERMAINAN (ULAR TANGGA) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG JAJANAN SEHAT SISWA KELAS 5 DI SDN NGIJO 1 KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ELISA VIVI SAFITRI
NIM: 1403000057
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Nengah Tanu K, DCN, SE, M.Kes
Subjek: Penyuluhan, Metode Ceramah, Metode Permainan, Pengetahuan, Jajanan Sehat
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Elisa Vivi Safitri, 2017. Perbedaan Penyuluhan Dengan Metode Ceramah Dan Metode Permainan (Ular Tangga) Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Jajanan Sehat Siswa Kelas 5 Di SDN Ngijo 1. Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Malang. Dibimbing oleh I Nengah Tanu K, DCN, SE, M.Kes Jajanan anak sekolah merupakan masalah yang perlu diperhatikan masyarakat khususnya orang tua dan guru karena makanan jajanan ini sangat beresiko terhadap cemaran biologis atau kimiawi yang banyak mengganggu kesehatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari anak sekolah dasar dari bahaya makanan jajanan yang tidak sehat adalah dengan memberikan edukasi atau penyuluhan gizi. Penyuluhan dapat dilakukan dengan berbagai macam metode diantaranya yaitu metode ceramah dan metode permainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efetivitas kedua metode dalam meningkatkan pengetahuan tentang jajanan sehat siswa kelas 5 di SDN Ngijo 1, kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen, dengan rancangan pretest posttest control group design. Penelitian ini menggunakan dua kelompok , yaitu kelompok yang diberi perlakuan penyuluhan dengan metode ceramah dan kelompok dengan metode permainan (ular tangga). Jumlah sampel keseluruhan yaitu 43 responden. Data yang diambil meliputi karakteristik responden dan tingkat pengetahuan jajanan sehat. Selanjutnya data diolah ditabulasi dan dianalisa dengan uji statistik. Analisis data dilakukan dengan uji Independent sample T test dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0.05) Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara metode ceramah dan permainan (ular tangga) terhadap peningkatan pengetahuan jajanan sehat (p value < 0.05). kedua metode berpengaruh siginifikan dalam meningkatkan pengetahuan siswa namun, Ditinjau dari tingkat kenaikannya, ternyata nilai rata-rata post test pada kelompok metode permainan (ular tangga) lebih tinggi peningkatannya dibandingkan kelompok ceramah. Hal ini berarti metode permainan ular tangga lebih efektif digunakan pada siswa kelas 5 di SDN Ngijo 1. Dengan meningkatnya pengetahuan jajanan sehat diharapkan responden dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam memilih jajanan yang sehat bagi tubuh. Kata Kunci : Penyuluhan, Metode Ceramah, Metode Permainan, Pengetahuan, Jajanan Sehat
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PERBEDAAN PENYULUHAN DENGAN METODE CERAMAH TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA TENTANG JAJANAN SEHAT ANAK SEKOLAH DASAR KELAS 5 SD DI SDN 2 KLAMPOK KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DEVINDA DIAN DWIRAHMA
NIM: 1403000021
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III
Dosen Pembimbing: Tapriadi,SKM. M.Pd
Subjek: penyuluhan, pengetahuan jajanan sehat, siswa SD
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Devinda Dian Dwirahma (2017). Perbedaan Penyuluhan dengan Metode Ceramah terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Jajanan Sehat Anak Sekolah Dasar Kelas 5 SD di SDN 2 Klampok Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi Malang Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (Dibawah bimbingan Tapriadi,SKM. M.Pd) Anak usia sekolah adalah investasi bangsa, karena anak adalah generasi penerus bangsa. Survey POM tahun 2007 membuktikan bahwa 45% jananan sekolah berbahya tercemar baik fisik, mikrobiologis, maupun kimia. (Adriani, 2012). Berdasarkan keadaan tersebut maka diperlukan studi lebih lanjut berkaitan dengan penyuluhan dengan metode ceramah terhadap tingkat pengetahuan siswa tentang jajanan sehat anak sekolah dasar kelas 5 SD di SDN 2 Klampok Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Jenis penelitian Pra-Eksperimen, karena penelitian ini melakukan intervensi terhadap subyek tentang penyuluhan kepada siswa SD dan menggunakan rancangan One Group Pretest Posttest. Dari hasil pengetahuan diketahui bahwa 25% responden sebelum penyuluhan berkategori kurang, namun sesudah penyuluhan berkurang menjadi 15% responden dengan pengetahuan kurang. Sedangkan responden dengan kategori baik sudah meningkat menjadi 35% yang sebelumnya hanya 28%. Hasil analisis dengan menggunakan paired samples test dapat diketahui nilai Sig. 0,000 (p<0,05), sehingga dapat diartikan bahwa ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan siswa tentang makanan jajanan. Saran bagi institusi jika mengadakan penyuluhan dapat menggunakan metode ceramah dan menggunakan media poster. Bagi siswa sekolah diharapkan dapat memilih jajanan yang sehat setelah di adakan penyuluhan tentang jajanan sehat. Kata kunci: penyuluhan, pengetahuan jajanan sehat, siswa SD
Cover KTI
2017

PERBEDAAN POSISI SUPINE DAN HEAD UP 300 TERHADAP PERUBAHAN TANDA-TANDA VITAL, MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) DAN TINGKAT KESADARAN PADA PASIEN CEDERA KEPALA

Lihat Detail Karya
Penulis: ANDZIKRIYANTO PURNOMO
NIM: 1601410014
Program Studi: JURUSAN KEPERAWATAN PRODI DIV
Dosen Pembimbing: Fiashriel Lundy, S.Kep.Ns, M.Kes, Wahyuningsri, S.Pd, M.Kes
Subjek: Posisi supine dan head up 300, perubahan tanda-tanda vital
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Andzikriyanto Purnomo (2017). Perbedaan posisi supine dan posisi head up 30o terhadap perubahan tanda-tanda vital, mean arterial pressure (MAP) dan tingkat kesadaran pada pasien cedera kepala. Penelitian ini dilakukan di Ruang Bedah RSUD DR R Soedarsono Pasuruan. Skripsi Quasy Experiment Design, Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Fiashriel Lundy, S.Kep.Ns, M.Kes, Pembimbing (Pendamping) Wahyuningsri, S.Pd, M.Kes Cedera kepala merupakan kasus yang sering ditemui di Instalasi Rawat Darurat dan salah satu penyebab kematian utama dikisaran usia produktif. Pada pasien trauma kepala yang tidak ditangani dengan baik, selain terjadi cedera otak primer kecenderungan terjadi cedera otak sekunder (Secondary Brain Injury Penanganan kegawatdaruratan pada pasien cedera kepala adalah melakukan pengontrolan TIK dan dengan memberikan posisi kepala. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan posisi supine dan posisi head up 30o terhadap perubahan tanda-tanda vital, mean arterial pressure (MAP) dan tingkat kesadaran pada pasien cedera kepala di ruang Bedah RSUD Dr R Soedarsono Kota Pasuruan. Desain penelitian menggunakan Quasi Eksperimental. Responden penelitian ini adalah pasien cedera kepala ringan yang dirawat di ruang Bedah dengan masing-masing 6 responden. Pengambilan sampel menggunkan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi tanda-tanda vital, mean arteri pressure (MAP) dan tingkat kesadaran pada posisi supine dan posisi head up 30o. Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan yang sangat signifikan pada kelompok supine dan head up 300 pada variabel nadi yaitu p = (0.009), dan respirasi p = (0.000). Untuk penelitian selanjutnya diharapkan meneliti tentang pengaruh posisi head up 150-300 terhadap perubahan tanda-tanda vital, mean arterial pressure (MAP),dan tingkat kesadaran pada pasien cidera kepala. Kata kunci : Posisi supine dan head up 300, perubahan tanda-tanda vital, mean arterial pressure (MAP) dan tingkat kesadaran
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan