Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4071–4080 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PENGEMBANGAN APLIKASI EXTERNAL CAUSES CODE ELECTRONIC TERHADAP KELENGKAPAN KODEFIKASI PADA PASIEN TRAUMA DI RSI MALANG UNISMA

Lihat Detail Karya
Penulis: NOVIE ASRIATI AYU RISKI
NIM: 1404000038
Program Studi: DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: dr. Endang Sri Dewi H.S., M.Qih
Subjek: Kode External Causes, Kelengkapan Kodefikasi, Aplikasi ECCE, Pasien Trauma
Lihat Abstraksi
Novie Asriati Ayu Riski, 2017. “Pengembangan Aplikasi External Causes Code Electronic Terhadap Kelengkapan Kodefikasi External Causes Pada Pasien Trauma Di Rsi Malang Unisma”. Laporan Tugas Akhir Diii Perekam Medis Dan Informasi Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dibawah bimbingan dr. Endang Sri Dewi H.S., M.Qih. Didalam proses pengklasifikasian dan pengodean diagnosa penyakit pada pasien trauma hal yang sering terlupakan adalah pemberian kode untuk external causesnya. Keakuratan kode diagnosis dan penyebab luar berfungsi sebagai dasar untuk pelaporan dan data penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengkapan kode external causes sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi External Causes Code Electronic (ECCE) pada berkas rekam medis pasien trauma. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experimental pretest dan posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah berkas rekam medis dengan kasus external causes pada pasien trauma di RSI Malang Unisma sejumlah 59 berkas rekam medis. Data penelitian diperoleh melalui observasi dan pencatatan oleh peneliti terhadap kelengkapan pengisian kode external causes pada pasien trauma yang dilakukan sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi External Causes Code Electronic di RSI Malang Unisma. Hasil uji analisis statistik Z-Test atau Independent Sample T-Test pada SPSS versi 19 diperoleh nilai signifikan 0,000 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kelengkapan kodefikasi external causes pada pasien trauma sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi ECCE. Didapatkan hasil kelengkapan kodefikasi external causes pada pasien trauma sejumlah 52 berkas rekam medis sesudah penggunaan aplikasi ECCE. Diharapkan aplikasi ECCE ini dapat dijadikan alat bantu dalam pengodean external causes pada pasien trauma di RSI Malang Unisma. Kata Kunci : Kode External Causes, Kelengkapan Kodefikasi, Aplikasi ECCE, Pasien Trauma
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PENGEMBANGAN APLIKASI GAME EDUKASI KLASIFIKASI DAN KODEFIKASI PENYAKIT DAN MASALAH TERKAIT KESEHATAN SERTA TINDAKAN BERBASIS ANDROID

Lihat Detail Karya
Penulis: NUR HASTI PURWANI
NIM: 1404000053
Program Studi: DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Pratiwi, BSc., S.Pd., M.Biomed
Subjek: Game, KKPMT, Android
Lihat Abstraksi
Nur Hasti Purwani “Pengembangan Aplikasi Game Edukasi Klasifikasi dan Kodefikasi Penyakit dan Masalah Terkait Kesehatan Serta Tindakan Berbasis Android”, pembimbing utama Pratiwi. Klasifikasi dan kodefikasi penyakit dan masalah terkait (KKPMT) merupakan salah satu kompetensi perekam medis yang tertuang dalam Kepmenkes RI No. 377 tahun 2007. Permasalahan yang ada saat ini minimnya referensi latihan dalam pembelajaran KKPMT di Prodi D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Malang. Tujuan penelitian ini untuk merancang aplikasi game edukasi KKPMT berbasis android untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap matakuliah KKPMT. Jenis penelitian menggunakan pra eksperimen one group pre test post test dengan metode pengembangan waterfall. Populasi dalam penelitian ini seluruh mahasiswa aktif tingkat dua di Prodi D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Malang dengan sampel total sampling. Hasil implementasi menunjukkan bahwa setelah pengunaan aplikasi game edukasi KKPMT dengan kode diagnosa G persentase nilai diatas KKM meningkat dari 6% menjadi 94%. Hasil uji statistik dengan paired t test menunjukkan ada perbedaan rata-rata sebesar -14967 dari rata-rata nilai sebelum yaitu 61 dan sesudah 76 dengan nilai sign 0,000 < nilai sign 0,05. Dapat disimpulkan bahwa aplikasi game android membantu mahasiswa dalam memahami materi KKPMT. Kata Kunci : Game, KKPMT, Android
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PENGEMBANGAN BUKU SAKU KODING ICD-10 BERBASIS ANDROID TERHADAP KECEPATAN DAN KEAKURATAN KODEFIKASI ICD-10 DI PUSKESMAS KENDALSARI MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Binti Amin Nurjanah
NIM: 1504000072
Program Studi: PRODI D-III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: drg. Rinawati Basuki, M.Kes.
Subjek: Buku Saku Koding ICD-10, Aplikasi Android
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Binti Amin Nurjanah, “Pengembangan Buku Saku Koding ICD-10 Berbasis Android Terhadap Kecepatan dan Keakuratan Kodefikasi ICD-10 di Puskesmas Kendalsari Malang”. D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Karya Tulis Ilmiah, Mei 2018 5 Bab, 57 Halaman, 7 Tabel, 9 Gambar. Dibawah bimbingan drg. Rinawati Basuki, M.Kes. Klasifikasi dan kodefikasi diagnosa penyakit merupakan bagian dari kompetensi seorang Perekam Medis. Diketahui bahwa di Puskesmas Kendalsari Kota Malang masih belum ada petugas kodefikasi sehingga proses kodefikasi penyakit dilakukan oleh perawat atau dokter yang berada di poli tempat pasien berkunjung. Selain itu alat bantu kodefikasi menggunakan buku saku koding manual serta catatan kodefikasi untuk kasus penyakit yang banyak pada pasien yang berkunjung di Puskesmas Kendalsari Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan buku saku koding ICD-10 berbasis android terhadap kecepatan dan keakuratan kodefikasi penyakit di Puskesmas Kendalsari. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan (Research and Development. Dengan metode pengumpulan data mengguankan observasi. Hasil dari penelitian ini dalam melakukan kodefikasi membutuhkan rata-rata waktu secara manual adalah 29.84 detik dengan tingkat keakuratan sebesar 60% Sedangkan rata-rata waktu setelah menggunakan buku saku koding ICD-10 berbasis android adalah 16.10 detik dengan tingkat keakuratan sebesar 96,36%. Untuk analisis perbedaan waktu dalam penelitian ini menggunakan T-Test Independent. Dari uji tersebut didapatkan sig 0,000 < 0,05 maka dapat diartikan terdapat perubahan waktu setelah petugas menggunakan buku saku koding ICD-10 berbasis android. Untuk analisis perbedaan keakuratan dalam penelitian ini menggunakan uji Chi Square. Dari uji tersebut didapatkan bahwa nilai sig 0,000 < 0,05 maka terdapat perbedaan tingkat keakuratan setelah petugas menggunakan aplikasi elektronik. Dari hasil tersebut diharapkan agar buku saku koding ICD-10 berbasis android ini dapat dimanfaatkan oleh petugas kodefikasi di Puskesmas Kendalsari Kota Malang. Kata Kunci: Buku Saku Koding ICD-10, Aplikasi Android
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PENGEMBANGAN DESAIN FORMULIR LEMBAR MASUK DAN KELUAR DI UNIT REKAM MEDIS PUSKESMAS MULYOREJO

Lihat Detail Karya
Penulis: Citra Wulan Rahmadani
NIM: 1404000037
Program Studi: DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Achmad Zani Pitoyo, M.Kes, MMRS
Subjek: Kelengkapan, Desain formulir, Lembar Masuk dan Keluar
Lihat Abstraksi
Citra Wulan Rahmadani, 2017.”Pengembangan Desain Formulir Lembar Masuk dan Keluar di Unit Rekam Medis Puskesmas Mulyorejo” DIII Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Pembimbing Achmad Zani Pitoyo, M.Kes, MMRS. Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Mulyorejo ditemukan banyak ketidaklengkapan dalam proses pengisian terutama pada formulir Lembar Masuk dan Keluar. Menurut KEPMENKES RI No. 129/MENKES/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal, yang dimaksud dengan rekam medis lengkap adalah rekam medis yang telah diisi lengkap dalam waktu ≤ 24 jam setelah selesai pelayanan rawat jalan atau setelah pasien rawat inap diputuskan untuk pulang dengan standar pengisian 100% lengkap. Penelitian ini bertujuan melakukan pengembangan desain formulir untuk mengetahui perbedaan kelengkapan pengisiannya. Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan Uji Z Test dan diolah menggunakan SPSS 16.0 dengan hasil rata-rata kelengkapan pengisian formulir sebelum adanya pengembangan desain formulir sebesar 46% dengan jumlah sampel 35 formulir dan rata-rata kelengkapan pengisiannya meningkat menjadi 86% setelah adanya pengembangan desain formulir dengan jumlah sampel yang sama yaitu 35 formulir. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kelengkapan pengisian sebesar 40% setelah adanya desain formulir karena desain yang baru dirancang lebih sederhana sesuai kebutuhan pengguna di Puskesmas Mulyorejo. Saran penelitian ini adalah bahwa formulir yang baru dapat digunakan sebagai solusi meningkatkan kelengkapan pengisian. Kata kunci : Kelengkapan, Desain formulir, Lembar Masuk dan Keluar
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PENGEMBANGAN DESAIN FORMULIR PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIS (INFORMED CONSENT) TERHADAP KELENGKAPAN PENGISIAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI PUSKESMAS MULYOREJO

Lihat Detail Karya
Penulis: Dony Ilham Syah
NIM: 1404000025
Program Studi: D III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Bernadus Rudy Sunindya, MPH
Subjek: formulir, rekam medis, Inform Consent, kelengkapan
Lihat Abstraksi
Dony Ilham Syah, 2017. “ Pengembangan Desain Formulir Persetujuan Tindakan Medis (Informed Concent) Terhadap Kelengkapan Pengisian Dokumen Rekam Medis di Puskesmas Mulyorejo”. (Dibawah bimbingan Bernadus Rudy Sunindya, MPH.) Setiap tindakan yang akan dilakukan terhadap pasien harus mendapat persetujuan pihak keluarga terlebih dahulu. Persetujuan ini sangat penting dilakukan, hal ini dikarenakan jika terjadi hal yang tidak diinginkan pasca dilakukannya tindakan, formulir persetujuan dapat digunakan sebagai bukti yang sah. Dengan demikian perlunya sebuah formulir yang itemnya mencakup segala sesuatu yang dibutuhkan dalam persetujuan tindakan medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan pengisian formulir Informed Concent sebelum dan sesudah implementasi formulir Informed Concent terhadap di Puskesmas Mulyorejo. Instrumen pada penelitian kali ini adalah lembar Cheklist dengan skala yang digunakan adalah rasio. Jumlah sampel yang didapat dalam penelitian ni berjumlah 35 formulir yang diambil dalam waktu satu bulan. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional yaitu dengan cara peneliti melakukan observasi dan pengamatan untuk mengetahui kelengkapan pengisian formulir Informed Consent yang sudah dilakukan oleh petugas di bagian pendaftaran pasien rawat inap. dengan mengukur tingkat kelengkapan formulir tindakan pesetujuan medis, kemudian dilakukan uji statistik menggunakan uji Z dan didapatkan hasil Sign sebesar 0,000. Hasil ini kurang dari 0,05 yang artinya Ho ditolak atau H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kelengkapan formulir persetujuan tindakan medis sebelum dan sesudah adanya formulir persetujuan tindakan medis. Kata Kunci : formulir, rekam medis, Inform Consent, kelengkapan
Cover KTI
2017

PENGEMBANGAN ELECTRONIC SMART CODE ICD-10 (KODE Z) PADA KODEFIKASI DIAGNOSIS PASIEN YANG KONTAK DENGAN PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS CISADEA KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RANI KARTIKA NUR R.
NIM: 140400010
Program Studi: DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: dr. Endang Sri Dewi H.S., M.QIH
Subjek: electronic smart code ICD-10, keakuratan kodefikasi diagnosis pasien, aplikasi ICD-10
Lihat Abstraksi
Rani Kartika Nur R, 2017. “Pengembangan Electronic Smart Code ICD-10 (Kode Z) pada Kodefikasi Diagnosis Pasien yang Kontak dengan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Cisadea Kota Malang” D III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. (Dibawah bimbingan Dosen dr. Endang Sri Dewi H.S., M.QIH) Pada umumnya, petugas yang melakukan kodefikasi diagnosis pasien di puskesmas adalah dokter dan perawat tanpa menggunakan buku ICD-10 dalam melakukan kegiatan kodefikasi, yang menyebabkan kurangnya keakuratan kodefikasi diagnosis pasien yang kontak dengan pelayanan kesehatan. Pengembangan electronic smart code ICD-10 ini dalam rangka meningkatkan keakuratan kodefikasi diagnosis pasien yang kontak dengan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prosentase keakuratan kodefikasi diagnosis pasien yang kontak dengan pelayanan kesehatan sebelum dan setelah menggunakan ESCO ICD-10 (Kode Z) di Puskesmas Cisadea Kota Malang. Jumlah sampel sebanyak 31 dokumen rekam medis dengan diagnosis pasien yang kontak dengan pelayanan kesehatan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah One group pre-test post-test dengan pendekatan kuantitatif untuk mengukur prosentase keakuratan kodefikasi diagnosis pasien yang kontak dengan pelayanan kesehatan sebelum dan sesudah menggunakan ESCO ICD10, dan kemudian dilakukan uji statistik dengan menggunakan Uji Z Independen atau Uji Beda Proporsi. Dengan hasil nilai Sig. kurang dari 0,05 yaitu 0,000 yang berarti H0 ditolak, sehingga ada perbedaan prosentase keakuratan kodefikasi diagnosis pasien yang kontak dengan pelayanan kesehatan sebelum dan sesudah menggunakan ESCO ICD-10 (Kode Z). Dengan demikian, ESCO ICD-10 (Kode Z) dapat dijadikan alternatif bantuan dalam melakukan kodefikasi diagnosis pasien yang kontak dengan pelayanan kesehatan di Puskesmas Cisadea Kota Malang. Kata Kunci : electronic smart code ICD-10, keakuratan kodefikasi diagnosis pasien, aplikasi ICD-10
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PENGEMBANGAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MPASI) BERBASIS SUBTITUSI TEPUNG IKAN PATIN (Pangasius Sp) DAN TEPUNG KECAMBAH KEDELAI(Glycine max) UNTUK BISKUIT BALITA GIZI KURANG USIA 12-24 BULAN

Lihat Detail Karya
Penulis: MERITA BELINA CRYSTIN PRAMANDANI
NIM: 1403000044
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Maryam Razak, STP, M.Si.
Subjek: MPASI, biskuit balita, tepung ikan patin, tepung kecambah kedelai, protein
Lihat Abstraksi
MERITA BELINA CRYSTIN PRAMANDANI. 2017. Pengembangan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) Berbasis Substitusi Tepung Ikan Patin (Pangasius Sp) dan Tepung Kecambah Kedelai (Glycine max) Untuk Biskuit Balita Gizi Kurang Usia 12-24 Bulan. Pembimbing : Maryam Razak Penyakit KEP (Kurang Energi Protein) merupakan salah satu penyakit gangguan gizi yang penting di Indonesia. Bahan pangan yang dapat dijadikan sumber protein dalam biskuit bayi adalah ikan patin dan kecambah kedelai. Bentuk MPASI yang dipilih adalah biskuit. Pemberian MPASI diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi untuk penanganan masalah balita gizi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ikan patin dan tepung kecambah kedelai terhadap kadar air, kadar abu, protein, lemak, karbohidrat, nilai energi dan nilai organoleptik biskuit MPASI. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental rancangan acak lengkap yaitu pembuatan biskuit balita dengan substitusi tepung ikan patin dan tepung kecambah kedelai dengan variasi P0 (100: 0: 0), P1 (72: 12: 16), P2 (65: 15: 20), P3 (55: 20: 25). Analisis statistik menggunakan uji One Way ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test serta menggunakan uji Kruskall Wallis dan Mann Whitney pada tingkat kepercayaan 95% . Hasil penelitian menunjukkan subtitusi tepung ikan patin dan tepung ikan kecambah kedelai pada pembuatan biskuit MPASI berpengaruh secara signifikan terhadap kadar air, kadar abu, protein, lemak, karbohidrat, nilai energi, tekstur, aroma, rasa. Substitusi tepung ikan patin dan tepung kecambah kedelai memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap tekstur, aroma, rasa. Dan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap warna biskuit MPASI. Seluruh taraf perlakuan telah memenuhi standart kadar air, kadar abu, protein dan nilai energi berdasarkan SNI 01-7111.2-2005, sedangkan berdasarkan standart mutu biskuit SK-Menkes No. 224/Menkes/SK/II/2007 seluruh taraf perlakuan telah memenuhi kadar air, kadar abu dan nilai energi. Perlu dilakukan penambahkan ester dari asam lemak sorbitan untuk memperbaiki tekstur serta penambahkan vanili untuk mengurangi aroma amis pada biskuit dan dilakukan penelitian kebih lanjut mengenai pengaruh masa penyimpanan tehadap kandungan gizi biskuit MPASI. Kata kunci: MPASI, biskuit balita, tepung ikan patin, tepung kecambah kedelai, protein
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PENGEMBANGAN MENU, STANDAR PORSI DAN DAYA TERIMA SAYUR SERTA KETERSEDIAAN ENERGI DAN ZAT GIZI BAGI PENGHUNI ASRAMA PUTRI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Tengku Malinda
NIM: 1603400031
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Bachyar Bakri dan Dwie Soelistyorin
Subjek: pengembangan menu, standar porsi, daya terima, ketersediaan energi dan zat gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Tengku Malinda, 2017. Pengembangan menu, standar porsi dan daya terima sayur serta ketersediaan energi dan zat gizi bagi penghuni Asrama Putri Politekhnik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Bachyar Bakri dan Dwie Soelistyorini. Hasil studi pendahuluan pada bulan November 2016 kepada 30 penghuni asrama menghasilkan komentar mengenai menu yang disajikan. Makanan yang disajikan seringkali (60%) tidak memenuhi kesukaan penghuni asrama yang dapat mempengaruhi daya terima terhadap makanan tersebut. Beberapa ketidaksesuaian tersebut diantaranya menu yang kurang bervariasi, sering terjadi pengulangan menu atau bahan makanan. Tujuan penelitian ini melakukan pengembangan menu, standar porsi dan daya terima sayur serta ketersediaan energi dan zat gizi bagi penghuni Asrama Putri Politekhnik Kesehatan Kemenkes Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre eksperimental dengan rancangan The One Shot Case Study. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2017. Data gambaran umum penyelenggaraan makanan dan karakteristik responden yang meliputi asal daerah dan usia responden diperoleh dengan wawancara dan kuesioner. Data standar porsi penyajian diperoleh dengan cara menimbang makanan selama 1 hari. Data pengembangan menu sayur diperoleh dengan melakukan pengembangan menu 3 jenis sayur selama 1 hari meliputi variasi bahan, bumbu dan porsi sayur. Data daya terima sayur diperoleh dengan cara meminta responden mengisi kuisioner kesukaan yang sudah disediakan oleh peneliti. Data ketersediaan energi dan zat gizi diperoleh dengan melakukan pencatatan dan penimbangan makanan dengan timbangan makanan selama 1 hari yang disajikan di asrama putri dalam sehari tidak termasuk snack atau makanan lain yang dikonsumsi oleh responden diluar asrama. Hasil penelitian hampir sebagian besar porsi yang disajikan masih kurang sesuai dari porsi yang dianjurkan. Untuk nasi dan sayur sudah sesuai, sedangkan untuk lauk hewani dan nabati kurang sesuai dengan porsi yang dianjurkan untuk memenuhi angka kecukupan gizi responden. Pengembangan menu sayur yang dilakukan meliputi tiga menu yaitu bobor daun singkong, sambal goreng santan buncis serta nugget wortel jamur tiram. Untuk daya terima sayur dengan kesukaan untuk menu yang mendapatkan penilaian baik paling banyak adalah nugget wortel jamur.. Ketersediaan energi dan zat gizi rata-rata masih dalam kategori defisit. Untuk protein dan serat sudah normal sesuai dengan angka kecukupan gizi yang dianjurkan. Perlu adanya siklus menu untuk menghindari menu makanan yang terulang-ulang, selain itu juga untuk memudahkan pihak catering dalam perencanaan belanja. Serta pembuatan standar porsi yang sesuai dengan kecukupan gizi berdasarkan golongan umur penghuni asrama. Harga untuk satu kali makan adalah Rp. 7000 belum bisa memenuhi angka kecukupan gizi mahasiswa, sebaiknya ada penambahan harga diimbangi dengan penambahan porsi penyajian lauk hewani, nabati serta sayur. Kata kunci : pengembangan menu, standar porsi, daya terima, ketersediaan energi dan zat gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERHITUNGAN KEBUTUHAN BAHAN MAKANAN BERBASIS KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DI UNIT GIZI RUMAH SAKIT Tk. II dr. SOEPRAOEN

Lihat Detail Karya
Penulis: AMIRUL JIBRIL
NIM: 1403000017
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Hasan Aroni, SKM., MPH.
Subjek: sistem Informasi, komputer, efisiensi waktu, perhitungan kebutuhan bahan makanan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Latar Belakang : Perkembangan teknologi informasi sekarang ini berjalan sangat cepat dan memegang peranan penting dalam berbagai hal. Komputer merupakan salah satu bagian penting dalam peningkatan teknologi informasi. Kemampuan komputer dalam mengingat dan menyimpan informasi dapat dimanfaatkan tanpa harus bergantung kepada hambatan-hambatan seperti yang dimiliki pada manusia. Rumah sakit sebagai salah satu institusi kesehatan memerlukan adanya sistem informasi yang handal, akurat, efisien, serta dapat mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecurangan oknum-oknum tertentu atau adanya kesalahan informasi. Rumah sakit Tk. II dr. Soepraoen dalam sistem perencanaan kebutuhan makanannya masih menggunakan cara manual, sehingga dalam pengerjaannya menjadi relatif lama. Oleh karena itu perlu dibuatnya sistem informasi yang dalam yang dapat mempermudah dan mempercepat kerja dalam perencanaan kebutuhan bahan makanan di Rumah sakit Tk. II dr. Soepraoen. Tujuan : Pengembangan sistem informasi berbasis komputer untuk perhitungan kebutuhan bahan makanan(PKBM) di unit gizi rumah sakit Tk. II dr. Soepraoen agar lebih efisien Metode : Penelitian menggunakan deain penelitian menggunakan pre experimental (one group pre and post test design) yaitu mengukur waktu sebelum dan sesudah menerapkan sistem informasi berbasis komputer. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penerapan sistem informasi berbasis komputer pada instalasi gizi akan meningkatkan efisiensi waktu dalam perhitungan kebutuhan bahan makanan. Waktu yang diperlukan untuk perhitungan bahan makanan sebelum dan sesudah menerapkan sistem informasi berbasis komputer berbeda nyata dengan rata-rata adalah 25 menit 3detik dan 5 menit 29 detik (p<0,05). Kesimpulan: Pengembangan sistem informasi berbasis komputer akan meningkatkan efisiensi waktu dalam perhitungan kebutuhan bahan makanan pada penyelenggaraan makanan di Unit Gizi Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen. KATA KUNCI : sistem Informasi, komputer, efisiensi waktu, perhitungan kebutuhan bahan makanan
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PENGEMBANGAN TEPUNG KECAMBAH KACANG HIJAU (Vigna radiata) DAN TEPUNG BERAS MERAH (Oryza nivara) SEBAGAI BISKUIT MP- ASI UNTUK ANAK USIA 12-24 BULAN

Lihat Detail Karya
Penulis: HUSNI INAYAH
NIM: 1303410014
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Nur Rahman dan I Komang Suwita
Subjek: biskuit mp-asi, tepung kecambah kacang hijau, tepung beras merah
Lihat Abstraksi
ABSTRAK HUSNI INAYAH. 2017. Pengembangan tepung kecambah kacang hijau (Vigna radiata) dan tepung beras merah (Oryza nivara) terhadap nilai energi, kadar proksimat (protein, lemak, karbohidrat, kadar air, dan kadar abu), dan mutu organoleptik biskuit MP-ASI untuk anak usia 12-24 bulan. Pembimbing : Nur Rahman dan I Komang Suwita. Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode yang penting untuk diperhatikan guna menurunkan prevalensi terjadinya kasus gizi kurang pada anak. Salah satu penyebab langsung gizi kurang adalah asupan makanan yang tidak cukup. Alternatif intervensi pada anak usia 12-24 bulan adalah dengan inovasi MP-ASI dari pangan sumber protein dalam bentuk biskuit. Pemanfaatan bahan makanan lokal juga perlu dilakukan, diantaranya menggunakan kecambah kacang hijau dan beras merah. Kacang hijau selain mengandung protein juga mengandung lisin yang lebih tinggi dari kedelai dan saling melengkapi dengan beras merah yang memiliki sistein dan metionin yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengembangan tepung kecambah kacang hijau dan tepung beras merah terhadap nilai energi, kadar proksimat, dan mutu organoleptik biskuit MP-ASI untuk anak usia 12-24 bulan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen laboratorium dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 taraf perlakuan yaitu proporsi tepung terigu, tepung kecambah kacang hijau, dan tepung beras merah 100 : 0 : 0 (P0), 80: 8 : 12 (P1), 60:16 : 24 (P2), dan 40: 24: 36 (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi tepung kecambah kacang hijau dan tepung beras merah menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap kadar air, warna dan tekstur, namun tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat, nilai energi, aroma dan rasa biskuit MP-ASI. Taraf perlakuan P3 dengan proporsi tepung terigu, tepung kecambah kacang hijau, dan tepung beras merah 40 : 24 : 36 merupakan taraf perlakuan terbaik dengan kadar air 7,38 g/100 g, kadar abu 2,57 g/100 g, protein 3,33 g/100g, lemak 28,67 g/100 g, karbohidrat 52,0 g/100 g, dan nilai energi 504 kkal/100 g biskuit. Kata kunci: biskuit mp-asi, tepung kecambah kacang hijau, tepung beras merah
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan