Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 4021–4030 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2017

PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MOBILE PADA MATA KULIAH MANAJEMEN INFORMASI KESEHATAN IV DI POLTEKKES KEMENKES MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: WULAN MAULANI PUTRI
NIM: 1404000026
Program Studi: DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: drg. Rinawati Basuki, M.Kes
Subjek: Media Pembelajaran, MIK IV, Mobile Learning
Lihat Abstraksi
Putri, Wulan Maulani. 2017. Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Mobile pada Mata Kuliah Manajemen Informasi Kesehatan IV di Poltekkes Kemenkes Malang. Laporan Tugas Akhir, Jurusan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing; drg. Rinawati Basuki, M. Kes. Manajemen Informasi Kesehatan IV (MIK IV) merupakan mata kuliah pada bidang Perekam Medis dan Informasi Kesehatan di Jurusan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Malang. Standar Kompetensi yang disajikan pada mata kuliah MIK IV diantara lain konsep hukum kesehatan, peraturan perundangan dokumen rekam medis, dan kepemilikan dan kerahasiaan dokumen rekam medis. Pengembangan media pembelajaran MIK IV ini didasarkan kepada kebutuhan peserta didik yang berkaitan dengan penggunaan media yang tepat dan bervariasi dalam proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar dan dapat mengurangi sikap pasif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis mobile pada mata kuliah MIK IV Program Studi DIII Perekam Medis dan Informasi Kesehatan di Poltekkes Kemenkes Malang. Dengan adanya media pembelajaran MIK IV diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar mahasiswa. Penelitian yang diterapkan merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development yang diadaptasi dari model pengembangan ADDIE. Tahapannya ada 5 tahap yaitu: (1) Analysis (Analisis), (2) Design (Perancangan), (3) Development (Pengembangan), (4) Implementation (Implementasi), dan (5) Evaluation (Evaluasi). Hasil akhir dari penelitian dan pengembangan ini berupa aplikasi media pembelajaran MIK IV yang dapat dioperasikan dengan perangkat sistem operasi Android. Hasil validasi diperoleh dari keseluruhan aspek dengan persentase 87% untuk praktisi pembelajaran, dan 84.3% untuk uji coba mahasiswa. Media pembelajaran ini secara keseluruhan dinyatakan sangat layak untuk digunakan sebagai penunjang pembelajaran MIK IV bagi peserta didik Kata kunci : Media Pembelajaran, MIK IV, Mobile Learning
Cover KTI
2017

PEMBUATAN SISTEM PELAPORAN ELEKTRONIK DATA LAPORAN BULANAN PENYAKIT RAWAT JALAN DENGAN APLIKASI DELPHI6 DI PUSKESMAS MULYOREJO

Lihat Detail Karya
Penulis: DEVI SARI MULYADI
NIM: 1404000001
Program Studi: DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Bernadus Rudy Sunindya, MPH
Subjek: Laporan bulanan penyakit (LB1), SP2TP, waktu pengolahan data, sistem pelaporan elektronik
Lihat Abstraksi
Devi Sari Mulyadi, 2017. “Pembuatan Sistem Pelaporan Elektronik Data Laporan Bulanan Penyakit Rawat Jalan Di Puskesmas Mulyorejo Kota Malang”. D-III PMIK Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Pembimbing: Bernadus Rudy Sunindya, MPH ABSTRAK Puskesmas merupakan institusi pelayanan umum, dapat dipastikan membutuhkan keberadaan sistem informasi yang akurat dan handal, serta cukup memadai untuk meningkatkan pelayanan puskesmas kepada para pengguna (pasien) dan lingkungan terkait. salah satu produk informasi yang dilaksanakan dan dikembangkan dari sistem informasi kesehatan khususnya di daerah yaitu Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP). Pencatatan dan Pelaporan data di puskesmas Mulyorejo dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan sistem manual dengan merekapitulasi perhitungan jumlah penderita dengan tulisan tangan dari format laporan yang sudah ada dan selanjutnya data tersebut akan diinput ke microsoft excel untuk diolah. Hal tersebut bisa memicu adanya keterlambatan dalam melaporkan laporan bulanan penyakit (LB1). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan waktu pengolahan data laporan bulanan penyakit (LB 1) menggunakan Ms. Excel dan menggunakan sistem pelaporan elektronik dengan aplikasi Delphi6 di Puskesmas Mulyorejo Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menguji waktu pengolahan data menggunakan Ms. Excel dan menggunakan sistem pelaporan elektronik dengan aplikasi Delphi6 menggunakan lembar observasi dan stopwatch. Rata-rata waktu pengolahan data menggunakan Ms. Excel 111,880 detik dengan waktu paling lama adalah 125 detik. sedangkan rata-rata waktu pengolahan data menggunakan sistem pelaporan elektronik dengan aplikasi Delphi6 29,91 detik dengan waktu paling lama adalah 35 detik. Setelah dilakukan uji statistik menggunakan Paired Sample T-Test nilai Signifikansi < 0,05 sehingga dapat diambil keputusan bahwa terdapat perbedaan waktu pengolahan data laporan bulanan penyakit rawat jalan menggunakan Ms. Excel dan menggunakan sistem pelaporan elektronik dengan aplikasi Delphi6. Berdasarkan rata-rata tersebut, dapat disimpulkan bahwa waktu pengolahan data laporan bulanan penyakit (LB1) menggunakan sistem pelaporan elektronik dengan aplikasi Delphi6 lebih cepat dibandingkan menggunakan Ms. Excel. Kata Kunci : Laporan bulanan penyakit (LB1), SP2TP, waktu pengolahan data, sistem pelaporan elektronik
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PEMBUATAN SOP PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN TERKAIT DUPLIKASI PENOMORAN DI PUSKESMAS GRIBIG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NABELLA NURFAIZA
NIM: 1404000036
Program Studi: DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: drg. Rinawati Basuki, M.Kes
Subjek: Standar Operasional Prosedur, Duplikasi, Rekam Medis
Lihat Abstraksi
Nabella Nurfaiza, 2017. “Pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Terkait Duplikasi Penomoran Rekam Medis di Puskesmas Gribig Kota Malang” D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. (Dibawah bimbingan drg. Rinawati Basuki, M.Kes). Puskesmas yang baik merupakan puskesmas yang mampu memberikan pelayanan yang baik. Salah satu pelayanan yang baik adalah terselenggaranya manajemen Rekam Medis yang benar, dimana manajemen yang dimaksud yaitu termasuk sistem penerimaan pasien yang merupakan awal dari rangkaian pelayanan terhadap pasien sampai proses yang terakhir yaitu penyimpanan dokumen rekam medis. Pada proses penerimaan pasien erat kaitannya dengan pemberian nomer register rekam medis dengan tepat guna mencegah terjadinya duplikasi catatan medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosentase terjadinya duplikasi penomoran rekam medis sebelum dan sesudah implementasi Standar Operasional Prosedur Pendaftaran Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Gribig.Jumlah sampel sebanyak 133 dokumen rekam medis pasien rawat jalan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan studi observasional dan dengan desain penelitian cross sectional. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, kemudian dilakukan independent Z – test didapatkan nilai Sig. kurang dari 0,05 yaitu 0,000 yang berarti H0 ditolak dengan kata lain adanya perbedaan proporsi jumlah duplikasi penomoran dokumen rekam medis sebelum dan sesudah adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) Pendaftaran Pasien Rawat Jalan. Oleh karena itu SOP Pendaftaran Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Gribig Kota Malang dapat menjadi acuan petugas dalam menjalankan prosedur yang ada. Kata kunci : Standar Operasional Prosedur, Duplikasi, Rekam Medis
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PEMBUATAN SPO DISTRIBUSI DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KENDALSARI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: TRI ANGGITA SARI
NIM: 1404000013
Program Studi: DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: drg Rinawati Basuki, M.Kes
Subjek: Distribusi, dokumen rekam medis
Lihat Abstraksi
Tri Anggita Sari, Pembuatan SPO Distribusi Dokumen Rekam Medis Rawat Jalan Di Puskesmas Kendalsari Kota Malang, Pembimbing I drg Rinawati Basuki, M.Kes Keamanan informasi rekam medis harus dijaga, salah satunya dalam proses pendsitribusian rekam medis. Karena dokumen rekam medis bersifat rahasia. Dokumen rekam medis adalah milik rumah sakit sedangkan isinya adalah milik pasien (Permenkes RI 269 : 2008). Metode penelitian ini deskriptif, Variabel penelitian adalah SPO distribusi dokumen rekam medis rawat jalan Populasi penelitian ini adalah dokumen rekam medis. Sampel penelitian menggunakan accidental sampling berjumlah 70 dokumen rekam medis rawat jalan. Data diambil dengan observasi,checklist dan wawancara. Hasil data penelitian untuk cara keluar rekam medis sebelum tersedianya SPO distribusi 100% dibawa oleh pasien dan cara keluar dokumen setelah tersedianya SPO yaitu di distribusikan oleh petugas 100%. Hasil analisa menunjukkan bahwa cara keluar dokumen sebelum tersedianya SPO tidak tertib dan kurang aman karena dokumen dibawa oleh pasien sendiri untuk menuju poli, akan tetapi setelah tersedianya SPO cara keluar dokumen rekam medis menjadi tertib dan aman karena petugas yang mendistribusikan ke setiap poli yang ada di Puskesmas Kendalsari Kota Malang Kata kunci : Distribusi, dokumen rekam medis
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PEMBUATAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PEMUSNAHAN BERKAS REKAM MEDIS INAKTIF DI PUSKESMAS RAMPAL CELAKET MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Kuwandaning Galuh Ayu Pinantika
NIM: 1404000006
Program Studi: DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Dr. Ganif Djuwadi, SST., S.Pd., M.Kes
Subjek: Perancangan, Standar Prosedur Operasional, Pemusnahan berkas rekam medis inaktif
Lihat Abstraksi
Kuwandaning Galuh Ayu Pinantika, 2017. “Pembuatan Standar Prosedur Operasional Pemusnahan Berkas Rekam Medis Inaktif Di Puskesmas Rampal Celaket Kota Malang”. Jurusan DIII Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Dibimbing oleh Dr. Ganif Djuwadi, SST., S.Pd., M.Kes) Pada sistem penyimpanan rekam medis pada sarana pelayanan kesehatan non rumah sakit wajib disimpan sekurang-kurangnya untuk jangka waktu 2 (dua) tahun terhitung dari terakhir pasien berobat, setelah batas waktu tersebut dilampaui, rekam medis dapat dimusnahkan. Puskesmas Rampal Celaket Kota Malang terakhir melakukan pemusnahan pada tahun 2012. Puskesmas Rampal Celaket Kota Malang belum mempunyai SPO pemusnahan berkas rekam medis inaktif, sehingga proses pemusnahan tidak sesuai dengan Permenkes no.269/Menkes/Per/III/2008. Penelitian ini bertujuan untuk membuat SPO pemusnahan berkas rekam medis inaktif di Puskesmas Rampal Celaket Kota Malang. Mengidentifikasi, merancang dan validasi SPO pemusnahan berkas rekam medis inaktif. Jenis penelitian menggunakan Research and Development. Puskesmas Rampal Celaket Kota Malang membutuhkan SPO pemusnahan berkas rekam medis inaktif agar pemusnahan bisa berjalan sesuai dengan Permenkes no.269/Menkes/Per/III/2008. Desain SPO mengacu pada Panduan Penyusunan Dokumen Akreditasi Puskesmas Provinsi Jawa Timur 2016. Pembuatan Standar Prosedur Operasional Pemusnahan Berkas Rekam Medis Inaktif di validasi oleh petugas rekam medis Puskesmas Rampal Celaket Kota Malang dan dilakukan evaluasi subjektif perseptual dengan cara kuesioner terhadap beberapa petugas Puskesmas Rampal Celaket Kota Malang, hasil validasi dan evaluasi subjektif perseptual adalah SPO Pemusnahan Berkas Rekam Medis Inaktif sudah sesuai dengan panduan penyusunan dokumen akreditasi puskesmas provinsi Jawa timur 2016 baik dari segi format, item-item maupun prosedurnya. Sebaiknya perlu adanya uji coba SPO pemusnahan berkas rekam medis inaktif dan pimpinan Puskesmas Rampal Celaket Kota Malang segera membuat kebijakan SPO pemusnahan berkas rekam medis inaktif. Kata Kunci : Perancangan, Standar Prosedur Operasional, Pemusnahan berkas rekam medis inaktif
Cover KTI
2017

PEMBUATAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENDAFTARAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN DI RSUD dr. R SOEDARSONO PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: IKE BASTIANA GUSTININGRUM
NIM: 1404000046
Program Studi: DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: drg. Rinawati Basuki, M.Kes
Subjek: Respon time, SPO Pendaftaran pasien BPJS Rawat Jalan
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PENCEGAHAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL ANEMIA PRIMIGRAVIDA DENGAN PEMBERIAN PROTEIN (PUTIH TELUR) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KETAWANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SETYANINGTYAS
NIM: 1401100038
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Tutik Herawati, SKp.MM, Dra. Goretti Maria Sindharti, M.Kes.
Subjek: Preeklampsia, Anemia, Hemoglobin, Ibu Hamil Primigravida, Protein (putih telur)
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Setyaningtyas (2017). “Pencegahan preeklampsia pada ibu hamil anemia primigravida dengan pemberian protein (putih telur) di wilayah kerja Puskesmas Ketawang Kabupaten Malang”. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Tutik Herawati, SKp.MM, (Pendamping) Dra. Goretti Maria Sindharti, M.Kes. Ibu hamil dengan anemia bisa beresiko terserang preeklampsia, terutama pada primigravida. Kandungan hemoglobin rendah dalam darah menyebabkan sirkulasi O² yang membawa nutrisi ke jaringan akan terganggu, sedangkan kebutuhan darah, nutrisi, oksigen harus terpenuhi setelah 20 minggu kehamilan agar tidak terjadi preeklampsia yang disebabkan anemia defisiensi gizi. Oleh sebab itu penatalaksanaan untuk pembentukan darah oleh protein harus dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah bentuk upaya terhadap pencegahan preeklampsia pada ibu hamil anemia primigravida dengan pemberian protein (putih telur). Desain penelitian studi kasus dengan 2 subjek penelitian dilakukan pada November-Juni 2017. Penelitian ini menggunakan teknik observasi partisipasif dan instrumen penulis. Data disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek Ny.S mengalami peningkatan Hemoglobin pada setiap observasi yaitu 7,1 g% pada observasi pertama, 7,9 g% pada observasi kedua, 8,8 g% pada observasi ketiga, dan 9,8 g% pada observasi keempat. Peningkatan Hemoglobin pada Ny.F yaitu 8,3 g% pada observasi pertama, 9,8 g% pada observasi kedua, 11 g% pada observasi ketiga, dan 12,1 g% pada observasi keempat. Pada kedua subjek studi kasus tidak terjadi preeklampsia selama observasi dilakukan. Diharapkan penelitian ini dilakukan pada ibu hamil anemia sehingga manfaat dari protein (putih telur) bisa menaikkan Hb pada ibu hamil. Kata Kunci: Preeklampsia, Anemia, Hemoglobin, Ibu Hamil Primigravida, Protein (putih telur)
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PENERAPAN 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN IBU BALITA DI DESA KEDUNGREJO KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RIFATUL CHUSNIA
NIM: 1403000027
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Dewa Nyoman Supariasa,MPS
Subjek: 1000 Hari Pertama Kehidupan, besi folat, kalsium, asupan ibu hamil
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rifatul Chusnia. 2017. “Penerapan 1000 Hari Pertama Kehidupan Ibu Balita di Desa Kedungrejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang”.Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Pembimbing : I Dewa Nyoman Supariasa,MPS) Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan adalah masa yang paling krusial bagi anak. Terhitung sejak 270 hari selama dalam kandungan ibu, hingga 730 hari setelah anak lahir. Periode tersebut amat penting karena pada masa ini otak mengalami tumbuh kembang dengan pesat. Agar anak dapat tumbuh dan berkembang optimal, semua kebutuhan dasarnya harus dipenuhi. Antara lain asupan nutrisi, kasih sayang, stimulasi, imunisasi, serta kebersihan. Kebutuhan yang tidak terpenuhi dalam periode 1000 Hari Pertama Kehidupan akan menimbulkan dampak bersifat permanen dan tidak dapat dikoreksi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2017. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Penerapan 1000 Hari Pertama Kehidupan Ibu Balita di Desa Kedungrejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Metode penelitian ini menggunakan metode observasional dilanjutkan wawancara dengan desain cross sectional survey. Data yang diambil antara lain pemberian suplementasi besi folat pada ibu hamil, pemberian suplemen kalsium pada ibu hamil, asupan ibu hamil, pemberian pengobatan kecacingan ibu hamil dan balita, paparan asap rokok pada ibu hamil, inisiasi menyusui dini, ASI eksklusif, dan konseling KB pada ibu hamil. Selain itu, konsumsi garam beriodium pada ibu hamil, KIE pemberian MP-ASI, pemberian MP-ASI pada anak usia > 6 bulan, status gizi pendek, kurus, dan sangat kurus, pemberian zinc pada diare anak, pemberian suplementasi vitamin A, konsumsi serbuk zat besi pada baduta, kerutinan kunjungan Posyandu, dan pertumbuhan anak. Jumlah responden sebanyak 40 orang. Berdasarkan ibu balita yang memiliki balita usia lebih dari 2 tahun dan kurang dari 5 tahun. Dilihat dari 15 program pendukung 1000 Hari Pertama Kehidupan ada 5 program yang cukup baik yaitu untuk pemberian suplementasi besi folat pada ibu hamil telah mencapai 100%, IMD pada ibu hamil telah mencapai 97%, ASI eksklusif pada ibu hamil telah mencapai 95%, konsumsi garam beriodium pada ibu hamil telah mencapai 100%, dan pemberian suplementasi vitamin A telah mencapai 100%. Namun, ada 1 program yang belum terlaksana yaitu pemberian serbuk zat besi untuk baduta yang hanya mencapai 10%. Dari hasil penelitian ini diharapkan ada pengembangan strategi cara pemberian dengan penanganan petugas Puskesmas agar ibu balita dapat meningkatkan konsumsi serbuk zat besi. Kata kunci : 1000 Hari Pertama Kehidupan, besi folat, kalsium, asupan ibu hamil, obat cacing, asap rokok, IMD, ASI eksklusif, konseling KB, garam beriodium, KIE MP-ASI, MP-ASI, status gizi, zinc, vitamin A, serbuk zat besi, kunjungan posyandu, pertumbuhan.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) TERHADAP KUALITAS MENU PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN DI INSTALASI GIZI RSI MALANG UNISMA

Lihat Detail Karya
Penulis: WINDY CAHYA RUSTANTI
NIM: 1603400001
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Dwie Soelistyorini, SST., M.Kes dan Bachyar Bakri, SKM, M.Kes.
Subjek: total quality management, kualitas menu.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Windy Cahya Rustanti (2017). Penerapan Total Quality Management (TQM) terhadap Kualitas Menu pada Penyelenggaraan Makanan di Instalasi Gizi RSI Malang UNISMA. Skripsi, Program Studi DIV Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing : Dwie Soelistyorini, SST., M.Kes dan Bachyar Bakri, SKM, M.Kes. Dalam memberikan pelayanan gizi di rumah sakit, Standar Pelayanan Minimal harus dicapai agar pasien lebih cepat sembuh, hari rawat inap diperpendek dan kepuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit meningkat (Depkes, 2008). Oleh karena itu peningkatan kualitas penting dilakukan agar dapat memberikan pelayanan yang optimal. Salah satu cara yang tepat adalah dengan mengimplementasikan Total Quality Management (TQM). Salah satu wujud dari penerapan TQM pada penyelenggaraan makanan rumah sakit yang dapat dinilai selain kepuasan konsumen yaitu nilai produk yang dihasilkan. Sejalan dengan tujuan penyelenggaraan makanan rumah sakit yaitu menyediakan makanan berkualitas baik bagi pasien/klien yang membutuhkannya (Aritonang, 2012). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan Total Quality Management (TQM) terhadap Kualitas Menu pada penyelenggaraan makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Islam UNISMA Malang. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain penelitian cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2017. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner penilaian Total Quality Management (TQM), form uji kelaikan higiene sanitasi jasa boga (Kepmenkes RI, Nomor 1096/MENKES/PER/VI/2011), dan kuesioner penilaian kualitas menu. Pengolahan data TQM dengan menghitung jumlah skor yang diperoleh dan dikelompokkan sesuai kriteria menurut Proboretno (2012) yaitu baik apabila total skor ≥80%, cukup 60% – 70%, dan kurang <59%. Sedangkan data kualitas menu diolah dengan menghitung persentase perolehan nilai sesuai kriteria sangat tidak suka, tidak suka, suka, dan sangat suka. Data higiene sanitasi jasa boga diolah dan dianalisis sesuai dengan Kepmenkes RI, Nomor 1096/MENKES/PER/VI/2011 dan dikategorikan menjadi laik (90,2%) dan tidak laik (<90,2%) higiene sanitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penerapan TQM yang meliputi Quality Planning, Quality Control, Quality Assurance, dan Quality Improvement di RSI Malang UNISMA dalam kategori baik (91%). Dari 30 responden yang memberikan penilaian terhadap kualitas menu yang meliputi kombinasi warna, ukuran porsi, rasa, aroma, suhu, tingkat kematangan dan kesesuaian alat saji, seluruhnya menyatakan suka dengan menu yang disajikan. Hasil penilaian terhadap higiene dan sanitasi jasaboga di RSI Malang UNISMA juga laik higiene sanitasi (94%). Saran untuk perbaikan antara lain dengan pengadaan peraturan mengenai suhu makanan ke pasien serta penambahan sarana cuci tangan dan grease trap pada saluran pembuangan sesuai dengan ketentuan pada Permenkes No. 1096 tentang Higiene Sanitasi Jasa Boga. Kata Kunci : total quality management, kualitas menu.
Cover KTI
2017

PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN NUGGET LELE KELOR TERHADAP STATUS GIZI SISWA DI SDN CEMOROKANDANG 1 MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MAY LINDA RENGGAR ANGGRAENI
NIM: 1403000019
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Dra. Sulistiastutik, M.Kes
Subjek: Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah SD, Tingkat Konsumsi Energi
Lihat Abstraksi
MAY LINDA RENGGAR ANGGRAENI ”Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Nugget Lele Kelor terhadap Status Gizi Siswa di SDN Cemorokandang 1 Malang" (di bawah Bimbingan Dra. Sulistiastutik, M.Kes). Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor utama yang diperlukan untuk melaksanakan pembangunan nasional. Perbaikan gizi anak SD merupakan langkah strategis karena dampaknya secara langsung berkaitan dengan SDM yang berkualitas. Data World Health Organization (WHO) tahun 2015 melaporkan bahwa prevalensi kurus pada anak di dunia sekitar 14,3% dengan jumlah sebanyak 95,2 juta anak. Masalah gizi pada anak sekolah dasar saat ini masih cukup tinggi, dengan data riskesdas 2013 didapatkan status gizi umur 5-12 tahun (menurut IMT/U) di Indonesia, yaitu prevalensi kurus adalah 11,2%, yang terdiri dari 4% persen sangat kurus dan 7,2% kurus. Untuk itulah program PMT-AS dirasa tepat untuk meningkatkan status gizi siswa SD. Jenis Penelitian ini adalah penelitian quasy eksperiment design dengan rancangan one group pretest postest with control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas 3, 4, dan 5 siswa SD di SDN Cemorokandang 1 Kota Malang. PMT-AS diberikan pada kelompok perlakuan dari kelas 3 dan 4 sejumlah 8 siswa. Kelompok kontrol sejumlah 8 siswa dari kelas 3, 4, dan 5 yang tidak mendapatkan PMT-AS. Teknik pengambilan sampel menggunkan purposive sampling. Analisis data menggunakan Uji T-Test. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan yang signifikan status gizi siswa SD kelompok perlakuan sebelum dan setelah PMT-AS dengan menggunakan uji paired t-test dengan p value 0,000 (p value<0,05), namun pada kelompok kontrol tidak ada perbedaan yang signifikan yaitu dengan p value 0,126 (p value<0,05). Setelah dilakukan uji statstik menggunakan Independent ttest didapatkan data bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan status gizi antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol dengan nilai p value 0,978 (p value>0,05). Saran yang dianjurkan adalah perlu memantau daerah rawan gizi secara rutin dan berkala, perlu diadakannya kembali atas faktor faktor yang dapat berpengaruh terhadap status gizi dan kesehatan anak. Menambah waktu penelitian yang lebih lama lagi yaitu 90 hari dalam memberikan PMT Kata Kunci : Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah SD, Tingkat Konsumsi Energi, Tingkat Konsumsi Protein, Berat Badan, Status Gizi.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan