Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3991–4000 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2017

KEAMANAN PANGAN PADA MI BASAH (KANDUNGAN BORAKS, FORMALIN, DAN ZAT PEWARNA METHANIL YELLOW) YANG BEREDAR DI PASAR TRADISIONAL KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANISA DEVI INDRIANI
NIM: 1403000035
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Komang Suwita, S.ST., MP
Subjek: Mi Basah, Boraks, Formalin, Methanil yellow, Kualitatif.
Lihat Abstraksi
Anisa Devi I. 2017. Keamanan Pangan pada Mi Basah (Kandungan Boraks, Formalin, dan Zat Pewarna Methanil Yellow) yang Beredar di Pasar Tradisional Kota Malang. (Di bawah bimbingan : I Komang Suwita, S.ST ., MP) Latar Belakang : Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia. Masih banyak pembeli dan pedagang mi basah yang tidak memperhatikan aspek kesehatan dan keamanan pangan. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganilis keamanan pangan mi basah di beberapa pasar tradisional di Kota Malang. Metode : Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional eksploratif, yaitu menggali data tentang keamanan pangan mi basah yang meliputi uji bahan kimia berbahaya yaitu boraks, formalin, dan pewarna Methanil yellow secara kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari tahun 2017 di Laboratorium Kimia Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang untuk uji kualitatif Methanil yellow dan di Laboratorium Kimia Institut Teknologi Negeri Malang untuk uji kualitatif boraks dan formalin. Hasil : Sebanyak 100% sampel mi basah mengandung bahan kimia berbahaya formalin dan 86% mengandung Methanil yellow, serta 14% sampel mi basah yang mengandung bahan kimia berbahaya boraks. Ketiga bahan kimia tersebut merupakan bahan kimia yang dilarang ditambahkan dalam bahan makanan. Sehingga perlu diadakannya pengawasan lebih lanjut oleh Dinas Kesehatan Kota Malang untuk melakukan pengecekan secara rutin pada industri mi basah di Kota Malang terhadap kandungan boraks, formalin, dan Methanil yellow. Serta dilakukannya penyuluhan atau sosialisasi mengenai larangan penggunaan bahan tambahan makanan boraks, formalin, dan Methanil yellow, serta anjuran untuk penggunaan pengawet dan pewarna sesuai dengan peraturan dan batas pemakaian yang diijinkan. Kata Kunci : Mi Basah, Boraks, Formalin, Methanil yellow, Kualitatif.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

KEAMANAN PANGAN PADA MI BASAH (KANDUNGAN BORAKS, FORMALIN, DAN ZAT PEWARNA METHANIL YELLOW) YANG BEREDAR DI PASAR TRADISIONAL KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANISA DEVI INDRIANI
NIM: 1403000035
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Komang Suwita, S.ST., MP
Subjek: Mi Basah, Boraks, Formalin, Methanil yellow, Kualitatif.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Anisa Devi I. 2017. Keamanan Pangan pada Mi Basah (Kandungan Boraks, Formalin, dan Zat Pewarna Methanil Yellow) yang Beredar di Pasar Tradisional Kota Malang. (Di bawah bimbingan : I Komang Suwita, S.ST., MP) Latar Belakang : Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia. Masih banyak pembeli dan pedagang mi basah yang tidak memperhatikan aspek kesehatan dan keamanan pangan. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganilis keamanan pangan mi basah di beberapa pasar tradisional di Kota Malang. Metode : Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional eksploratif, yaitu menggali data tentang keamanan pangan mi basah yang meliputi uji bahan kimia berbahaya yaitu boraks, formalin, dan pewarna Methanil yellow secara kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari tahun 2017 di Laboratorium Kimia Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang untuk uji kualitatif Methanil yellow dan di Laboratorium Kimia Institut Teknologi Negeri Malang untuk uji kualitatif boraks dan formalin. Hasil : Sebanyak 100% sampel mi basah mengandung bahan kimia berbahaya formalin dan 86% mengandung Methanil yellow, serta 14% sampel mi basah yang mengandung bahan kimia berbahaya boraks. Ketiga bahan kimia tersebut merupakan bahan kimia yang dilarang ditambahkan dalam bahan makanan. Sehingga perlu diadakannya pengawasan lebih lanjut oleh Dinas Kesehatan Kota Malang untuk melakukan pengecekan secara rutin pada industri mi basah di Kota Malang terhadap kandungan boraks, formalin, dan Methanil yellow. Serta dilakukannya penyuluhan atau sosialisasi mengenai larangan penggunaan bahan tambahan makanan boraks, formalin, dan Methanil yellow, serta anjuran untuk penggunaan pengawet dan pewarna sesuai dengan peraturan dan batas pemakaian yang diijinkan. Kata Kunci : Mi Basah, Boraks, Formalin, Methanil yellow, Kualitatif.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

KEAMANAN PANGAN PADA MINUMAN ES DAWET KAKI LIMA DI WILAYAH KOTA MALANG (ANALISIS MUTU MIKROBIOLOGI DAN KANDUNGAN SIKLAMAT)

Lihat Detail Karya
Penulis: SELLA KATHELEA A
NIM: 1403000085
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Komang Suwita, S.TP.,MP
Subjek: KeamanaN Pangan, minuman olahan, kandungan mikrobilogi, siklamat
Lihat Abstraksi
SELLA KATHELEA A. KEAMANAN PANGAN PADA MINUMAN ES DAWET KAKI LIMA DI WILAYAH KOTA MALANG (ANALISIS MUTU MIKROBIOLOGI DAN KANDUNGAN SIKLAMAT). Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : I Komang S. Minuman olahan yang sering dijajakan di tempat-tempat terbuka seperti pasar tradisional, pinggir jalan dll, sangat besar kemungkinannya terkontaminasi oleh bakteri coliform yang dapat menimbulkan penyakit, selain itu perilaku pedagang yang curang demi meraih keuntungan dengan menambahkan pemanis buatan sangat mungkin dilakukan untuk menghasilkan es dawet yang digemari banyak orang. Maka dari itu perlu adanya pengawasan terhadap makanan dan minuman yang dijual oleh pedagang kaki lima berdasarkan nama jual ditiga Kecamatan di Kota Malang dengan cara melakukan identifikasi lebih lanjut di laboratorium. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Deskriptif, desain penelitian yang digunakan adalah Observasional.Jumlah populasi dalam penelitian ini adal 5 sampel es dawet berdasarkan kriteria pedagang kaki lima yang menjualkan daganganya di pinggir jalan, menggunakan es batu berupa es balok yang berada di tiga Kecamatan Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ke lima sampel minuman es dawet yang diuji diketahui ke empat sampel jumlah total cemaran mikroba pada minuman es dawet dengan metode TPC diatas batas yang telah ditentukan oleh BPOM tahun 2009 yaitu diatas 1 x 104 koloni/g atau ml. Hasil laboratorium total cemaran mikroba pada es dawet C yaitu 3,8 105 koloni/g atau ml, es dawet J yaitu 9,7 105 koloni/g atau m, es dawet BM yaitu 1,2 105 koloni/g atau ml, es dawet KD yaitu 5,9 105 koloni/g atau ml. Dua dari lima sampel minuman es dawet diketahui positif mangandung bakteri Eschericia coli pada minuman es dawet C dan J. Uji kandungan bakteri Eschericia coli dilakukan dengan metode MPN. Berdasarkan dari hasil uji kandungan siklamat pada ke lima sampel minuman es dawet yaitu negative. Dapat disimpulkan hasil uji kuantitatif minuman es dawet pada kelima sampel tidak memenuhi syarat BPOM tahun 2009 hanya satu sampel yang memenuhi.Berdasarkan hasil uji Eschericia coli pada kelima sampel dua sampel minuman es dawet positif mengandung bakteri Eschericia coli.Hasil uji kandungan siklamat kelima sampel minuman es dawet yaitu negative. Keywords : Keamana Pangan, minuman olahan, kandungan mikrobilogi, siklamat
Cover KTI
tidak tersedia
2017

Keamanan Pangan pada Sayur Lalapan Kemangi (Ocimum bassilicum), Kubis (Brassicae capitatae folium), dan Selada (Lactuca sativa L.) pada Penjual Lalapan Kota Malang Tahun 2017 (Uji Kandungan Mutu Mikrobiologi dan Mutu Fisik)

Lihat Detail Karya
Penulis: JESSICA ELISABETH
NIM: 1403000038
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI MALANG
Dosen Pembimbing: Sulistiastutik
Subjek: sayuran lalapan, angka lempeng total, Eschericia coli, mutu fisik
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Jessica Elisabeth, 2017. Keamanan Pangan pada Sayur Lalapan Kemangi (Ocimum bassilicum), Kubis (Brassicae capitatae folium), dan Selada (Lactuca sativa L.) pada Penjual Lalapan di Kota Malang tahun 2017 (Uji Kandungan Mutu Mikrobiologi dan Mutu Fisik). Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: Sulistiastutik. Lalapan merupakan makanan yang digemari oleh mahasiswa. Namun keamanan pangan lalapan belum terjamin. Perilaku penjamah makanan yang kurang tepat seperti tidak menggunakan sarung tangan dan mencuci tangan yang baik saat akan menyentuh sayuran serta tidak mencuci sayur sesuai prosedur dapat mempengaruhi jumlah mikroba yang ada pada sayur tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keamanan pangan sayuran lalapan (Kemangi (Ocimum bassilicum), Kubis (Brassicae capitatae folium), dan Selada (Lactuca sativa L.) di Kota Malang (Uji Kandungan Mutu Fisik dan Mutu Mikrobiologi). Jenis penelitian yang digunakan adalah Explanatory Research dan teknik sampling dilakukan secara Simple Random Sampling. Penelitian dilakukan dengan 2 tahap yaitu pengambilan sampel pada pedagang lalapan kota Malang serta uji mutu mikrobiologi dan mutu fisik yang dilakukan di laboratorium Mikrobiologi Poltekkes Kemenkes Malang. Metode yang digunakan untuk menentukan total cemaran mikroba menggunakan metode Luas Permukaan Sayuran dan untuk mengukur luas permukaan daun digunakan kertas milimeter block. Penentuan E. Coli dilakukan dengan menggunakan media Lactose Broth, Bile Green Lactose Broth dan Endo Agar untuk menumbuhkan bakteri. Uji mutu fisik dilakukan secara subyektif dengan mengacu pada indikator SNI. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 sampel yang dianalisis seluruh sampel sayuran lalapan memiliki jumlah Angka Lempeng Total melebihi batas yang telah ditetapkan oleh BPOM yaitu 1x105 koloni/cm2. Berdasarkan hasil uji Escherichia coli diketahui bahwa tidak terdapat adanya kontaminasi bakteri E. Coli pada seluruh sampel sayuran yang ada. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh BPOM yaitu < 3 APM/gram. Berdasarkan uji mutu fisik diketahui bahwa terdapat sayuran yang memiliki mutu kurang segar, yaitu pada lokasi A untuk sayur kemangi, serta lokasi C pada sayur selada. Sedangkan kubis yang diteliti rata-rata memiliki mutu yang segar. Kata kunci : sayuran lalapan, angka lempeng total, Eschericia coli, mutu fisik
Cover KTI
tidak tersedia
2017

KEAMANAN TAHU PUTIH DAN TAHU KUNING DI KOTA MALANG (ANALISIS UJI KUALITATIF FORMALIN DAN METHANIL YELLOW)

Lihat Detail Karya
Penulis: MARETA DINI PUTRI
NIM: 1403000026
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Komang Suwita, SST., MP
Subjek: Keamanan Pangan Bahan Makanan Tahu Putih dan Tahu Kuning, formalin, methanil yellow
Lihat Abstraksi
Putri, Dini Mareta (2017), Keamanan Tahu Putih dan Tahu Kuning di Kota Malang (Analisis Kandungan Formalin dan Methanil Yellow), Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing : I Komang Suwita, SST., MP Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia. Berdasarkan observarsi , tidak banyak penjual maupun pembeli tahu yang memperhatikan aspek kesehatan sehingga kemungkinan terjadinya kontaminasi bahan kimia berbahaya sangat rentan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keamanan pangan pada bahan makanan tahu putih dan tahu kuning di beberapa Pasar Tradisional Kota Malang. Desain penelitian ini adalah observasional eksploratif yaitu menggali data tentang keamanan pangan pada bahan makanan tahu putih dan tahu kuning yang meliputi uji bahan kimia berbahaya yaitu formalin dan methanil yellow secara kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan febuari tahun 2017 di Laboratorium Kimia Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang untuk uji kualitatif methanil yellow dan penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia Institut Teknologi Nasional Malang untuk uji kualitatif formalin. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ditemukan adanya cemaran bahan kimia formalin dan methanil yellow, dimana kedua bahan kimia ini dilarang penggunaannya dalam bahan tambahan pangan. Oleh karena itu, dibutuhkan pengawasan dan penyuuhan oleh Dinas Kesehatan Kota Malang dalam hal penggunaan bahan tambahan pangan yang dilarang dan berbahaya bagi kesehatan manusia seperti formalin dan methanil yellow, serta anjuran penggunaan bahan tambahan pangan alternative yang relative aman untuk dikonsumsi dengan batas penggunaan tertentu dan meningkatkan kesadaran penjual bahwa penambahan bahan tambahan pangan pada tahu dapat membahayakan konsumen. Kata Kunci : Keamanan Pangan Bahan Makanan Tahu Putih dan Tahu Kuning, formalin, methanil yellow.
Cover KTI
2017

KEMAMPUAN DUA SUBJEK DALAM MELAKUKAN PERAWATAN DEMAM ANAK AKIBAT ISPA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN TINDAKAN PERAWATAN DEMAM DI PUSKESMAS TAJINAN

Lihat Detail Karya
Penulis: MUDAWAMAH
NIM: 1401100083
Program Studi: DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Roni Yuliwar, S.Kep, Ns, M.Ked, Wahyuningsri, S.Pd,M.Kes
Subjek: Kemampuan, Tindakan Perawatan Demam, Pendidikan Kesehatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Kemampuan Dua Subjek Dalam Melakukan Perawatan Demam Anak Akibat Ispa Sebelum Dan Sesudah Diberikan Pendidikan Kesehatan Tindakan Perawatan Demam Di Puskesmas Tajinan, Muda Wamah (2017). KaryaTulis Ilmiah Studi Kasus Deskriptif, Program Studi DIII Keperawatan Malang. JurusanKeperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Roni Yuliwar, S.Kep, Ns, M.Ked, pembimbing (Pendamping) Wahyuningsri, S.Pd,M.Kes Kata kunci: Kemampuan, Tindakan Perawatan Demam, Pendidikan Kesehatan Angka kejadian demam akibat ISPA yang cukup tinggi, dari 100 kunjungan ke Puskesmas Tajinan 87 diantaranya adalah demam akibat ISPA, peran ibu dalam mengatasi demam sangat penting, penanganan demam dapat dilakukan ibu dirumah, fenomena saat berinteraksi dengan salah satu ibu yang mempunyai anak demam, ibu belum mengerti tentang tindakan perawatan demam, ibu hanya meraba dahi, dan mengompres. Pendidikan kesehatan sangat dibutuhkan untuk merubah perilaku ibu terhadap tindakan perawatan demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ibu dalam melakukan tindakan perawatan demam sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan di Puskesmas Tajinan. Desain yang digunakan penelitian ini adalah studi kasus deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 2 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi. Dalam pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Pelaksanaan penelitian dimulai tanggal 16 sampai 23 juni 2017. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan pendidikan kesehatan pada kedua subyek dalam kategori kurang mampu dalam tindakan perawatan demam dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tindakan perawatan demam kedua subyek dalam kategori mampu. Pendidikan kesehatan perlu dilakukan untuk meningkatkan tindakan perawatan demam. Rekomendasi untuk penelitian yang selanjutnya yaitu kemampuan ibu dalam tindakan perawatan kejang demam sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan untuk mencegah kejang demam berulang.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

KEMAMPUAN IBU MELAKUKAN FISIOTERAPI DADA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN PADA ANAK DENGAN ASMA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNG KANDANG

Lihat Detail Karya
Penulis: GISKA DEWI VANDANY ULAN
NIM: 1401100001
Program Studi: DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Ni Luh Putu Eka, SKp. M. Kes
Subjek: Kemampuan, fisioterapi dada, pendidikan kesehatan, asma
Lihat Abstraksi
Kemampuan Ibu Melakukan Fisioterapi Dada Sebelum Dan Sesudah Diberikan Pendidikan Kesehatan Pada Anak Dengan Asma. Giska Dewi Vandany Ulan (2017). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif dengan Desain Penelitian Deskriptif Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing utama Dr. Ni Luh Putu Eka, SKp. M. Kes, Pembimbing pendamping Wahyuningsri, SPd., M. Kes. Kata kunci : Kemampuan, fisioterapi dada, pendidikan kesehatan, asma Asma merupakan penyempitan jalan napas karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu. Dampak buruk asma meliputi penurunan kualitas hidup, risiko perawatan dirumah sakit bahkan kematian. Fisioterapi dada merupakan salah satu terapi nonfarmakalogis yang dapat dilakukan dirumah oleh orang yang sudah dilatih untuk mengeluarkan sekresi mukus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dalam melakukan fisioterapi dada meliputi pengetahuan, sikap, dan ketrampilan pada kondisi sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian diskriptif dengan studi penelaah kasus (case study), subjek pada penelitian ini 1 orang dan instrument pengambilan data yaitu lembar kuesioner dan observasi. Pengambilan data dilakukan sebanyak 3x yaitu pengukuran sebelum diberikan pendidikan kesehatan dan pengukuran sesudah diberikan pendidikan kesehatan yang dilakukan sebanyak 2x. Hasil dari penelitian secara umum sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang asma dan fisioterapi dada kemampuannya dikategorikan cukup dan sesudahnya kemampuan menjadi baik Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah memperbanyak frekuensi pendidikan kesehatan, jumlah subjek lebih banyak, dan mengkolerasikan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan seseorang.
Cover KTI
2017

KEMAMPUAN PENGIDAP INFEKSI MENULAR SEKSUAL TENTANG VULVA HYGIENE SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBERPUCUNG (STUDI KASUS)

Lihat Detail Karya
Penulis: ADE ULFI DYAH ANGGRAENI
NIM: 1401100017
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Ni Luh Putu Eka, S.Kp., M.Kes, Rossyana Septyasih, S.Kp., M.Pd.
Subjek: Infeksi Menular Seksual, Vulva Hygiene, Pendidikan Kesehatan
Lihat Abstraksi
Ade Ulfi Dyah Anggraeni (2017). Kemampuan Pengidap Infeksi Menular Seksual tentang Vulva Hygiene Sebelum dan Sesudah Diberikan Pendidikan Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Sumberpucung. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Dr. Ni Luh Putu Eka, S.Kp., M.Kes, (Pendamping) Rossyana Septyasih, S.Kp., M.Pd. Kesehatan reproduksi adalah kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang utuh dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan, dalam segala hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi dan fungsi-fungsinya serta proses-prosesnya. Penyakit infeksi menyebabkan beragam penyakit bagi wanita atau pria, yang paling banyak kita jumpai untuk saat ini adalah penyakit oleh infeksi menular seksual. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemampuan pengidap infeksi menular seksual tentang vulva hygiene sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Subyek penelitian terdapat 2 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan pengisian kuisioner. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan pendidikan kesehatan, subjek 1 memiliki kemampuan yang kurang dan subjek 2 memiliki kemampuan yang cukup. Setelah diberikan pendidikan kesehatan kemampuan kedua subjek mengalami peningkatan menjadi baik. Kesimpulan penelitian ini adalah terjadi peningkatan kemampuan kedua subjek didasari dengan pengetahuan yang juga meningkat. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah dengan melakukan penelitian serupa dengan variabel yang lebih banyak lagi atau dengan subyek yang berbeda jenis kelamin. Kata Kunci: Infeksi Menular Seksual, Vulva Hygiene, Pendidikan Kesehatan
Cover KTI
2017

KEMAMPUAN PERAWATAN LUKA KAKI PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II SETELAH DILAKUKAN PENDIDIKAN KESEHATAN (Studi Kasus)

Lihat Detail Karya
Penulis: DEVITA ARDIANI
NIM: 1401100003
Program Studi: JURUSAN KEPERAWATAN PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Imam Subekti, S.Kp, M.Kep, Sp.Kom, Dr Ekowati Retnaningtyas, S.Kp., M.Kes.
Subjek: Kemampuan, Perawatan Luka Kaki Diabetes, Pendidikan Kesehatan.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Devita Ardiani (2017). Kemampuan Perawatan Luka Kaki Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Setelah Dilakukan Pendidikan Kesehatan. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Imam Subekti, S.Kp, M.Kep, Sp.Kom, (Pendamping) Dr Ekowati Retnaningtyas, S.Kp., M.Kes. Perawatan luka yang kurang tepat dapat menyebabkan infeksi yang serius dan kemungkinan amputasi. Pendidikan kesehatan perawatan luka kaki diabetik menjadi penting untuk dilaksanakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kemampuan perawatan luka kaki diabetes pada penderita diabetes mellitus tipe II setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif studi kasus jenis observasional dengan 1 subyek penelitian yaitu Ny.S di wilayah kerja Puskesmas Kendal Kerep Kota Malang. Penelitian ini dilakukan pada 15 Mei - 22 Juni 2017. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Data disajikan dalam bentuk grafik dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan pendidikan kesehatan, kemampuan perawatan luka Ny.S meningkat dari kategori kurang mampu dengan skor 38 menjadi mampu dengan skor 94 dan perkembangan luka menjadi sembuh dalam lima minggu. Diharapkan subjek penelitian dapat mencegah timbulnya luka baru. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah dapat meneliti lebih jauh mengenai cara-cara perawatan luka misalnya efektivitas penggunaan daun binahong terhadap kesembuhan luka kaki diabetes. Kata Kunci: Kemampuan, Perawatan Luka Kaki Diabetes, Pendidikan Kesehatan.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

KONSELING GIZI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DENGAN KEMOTERAPI YANG MENJALANI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. SAIFUL ANWAR KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MEYLINA CAHYANINGTYAS
NIM: 1603400032
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Nur Rahman dan Sutomo Rum Teguh Kaswari
Subjek: kemoterapi,konseling gizi, tingkat gangguan makan, tingkat konsumsi zat gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK MEYLINA CAHYANINGTYAS.2017.Konseling Gizi Pada Pasien Kanker Payudara dengan Kemoterapi yang Menjalani Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr.Saiful Anwar Kota. Pembimbing : Nur Rahman dan Sutomo Rum Teguh Kaswari Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker terbanyak di Indonesia.Berdasarkan Pathological Based Registration di Indonesia, Kanker Payudara menempati urutan pertama dengan frekuensi relatif sebesar 18,6%. Prevalensi penderita kanker pada penduduk semua umur di Indonesia sebesar 1,4% per 1000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konseling gizi terhadap tingkat gangguan makan dan tingkat konsumsi Energi,Protein,Vitamin C dan Vitamin E pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar Kota Malang. Jenis penelitian true experimental.Desain penelitian yang digunakan adalah randomized control group pre-test post-test design. Pengumpulan data dilakukan di Poli Onkologi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar Kota Malang pada bulan Mei – Juni 2017. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 20 responden yang terbagi atas 10 kelompok kontrol dan 10 kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian konseling gizi pada pasien kanker payudara dengan kemoterapi memberikan pengaruh terhadap perbaikan tingkatgangguan makan dan perbaikan tingkat asupan energi responden pada kelompok perlakuan. Menurut penelitian ini dapat disarankan bahwa bagi tenaga gizi untuk memberikan konseling gizi sesuai dengan keluhan dan gangguan makan yang dialami oleh pasien kanker dengan kemoterapi. Disarankan bagi pasien, setelah mendapat informasi terkait perubahan fisik dan psikis yang terjadi pasca kemoterapi diharapkan pasien dapat mempersiapkan diri dan dapat mengantisipasi berbagai respon fisik dan psikologis yang terjadi pasca kemoterapi khususnya perubahan sistem pencernaan makanan. Dan bagi keluarga pasien disarankan dapat memberikan motivasi bagi penderita kanker payudara , agar penderita memperbaiki asupan makanan dapat memperhatikan pola makan penderitakanker payudara dengan memberikan makanan dalam porsi kecil sering, juga menyajikan makanan yang dapat menumbuhkan selera makan penderita kanker. . Kata kunci : kemoterapi,konseling gizi, tingkat gangguan makan, tingkat konsumsi zat gizi
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan