2023 Analisis Flavonoid dan Fenol pada Ekstrak Biji Pepaya Gunung (Carica pubescens) dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Spektrofotometri UV-Vis.
Lihat Detail Karya
Penulis: Ajeng Putri Fatikha Sari
NIM: P17120204068
Program Studi: DIII Analis Farmasi dan Makanan
Dosen Pembimbing: Tanto Hariyanto, S.Kep., Ns. M.Biomed
Subjek: Ekstrak Biji Pepaya
Lihat Abstraksi
dataran tinggi Dieng. Masyarakat Dieng memanfaatkan bagian buah dari
tumbuhan pepaya gunung ini untuk dijadikan manisan carica, sedangkan bijinya
dibuang sebagai limbah atau ditanam kembali, karena dianggap tidak dapat
dimanfaatkan untuk dikonsumsi. Sedangkan kemungkinan pada biji pepaya
tersebut terdapat banyak kandungan seperti kandungan flavonoid dan fenol yang
dapat membantu mencegah banyak penyakit kronis dan degeneratif seperti
aktivitas antioksidan, sifat antiseptik, aktivitas anti-diabetes, anti-penuaan,
penyakit Alzheimer, anti-obesitas, meningkatkan aktivitas jantung penangkap
radikal bebas dan pengelat logam.. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kandungan flavonoid dan fenol yang ada dalam biji pepaya gunung
(Carica pubescens). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Analisis
kualitatif ekstrak biji pepaya gunung (Carica pubescens) menggunakan metode
Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan fase gerak n-butanol : asam asetat : air
(4:1:5). Analisis kuantitatif ekstrak biji pepaya gunung (Carica pubescens)
menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian kualitatif menunjukkan
semua sampel dari 5 waktu (120, 150, 180, 210 dan 240 menit) positif
mengandung flavonoid, sedangkan pada uji kualitatif fenol hasil yang positif
mengandung fenol adalah pada waktu 240 menit, yaitu pada Replikasi 2 dan 3.
Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan kadar flavonoid 0,344% (b/b) yang lebih
besar dari kadar fenol 2,091 x 10-3 % (b/b) yang terkandung dalam biji pepaya
gunung (Carica pubescens).
Kata kunci: biji pepaya gunung (Carica pubescens), flavonoid, fenol, ,
Kromatografi Lapis Tipis (KLT), spektrofotometri UV-Vis.