Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3951–3960 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2017

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN PERAWAT PERIOPERATIF DENGAN PELAKSANAAN PROSEDUR SAFETY SURGICAL DI KAMAR OPERASI RUMAH SAKIT LAVALETTE MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: YUSVIDA KUSUMAWATI
NIM: 1601410023
Program Studi: JURUSAN KEPERAWATAN PRODI D IV PERIOPERATIF MALANG
Dosen Pembimbing: Rossyana Septyasih, S. Kp. M.Pd. Tavip Dwi wahyuni, S. Kep. Ns. M. Kes.
Subjek: Prosedur Safety Surgical
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Antara Pengetahuan Perawat Perioperatif dengan Pelaksanaan Prosedur Safety Surgical di Kamar Operasi Rumah Sakit Lavalette Malang.Yusvida Kusumawati, (2017), Skripsi, Program Studi D-IV Keperawatan Minat Perioperatif, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Rossyana Septyasih, S. Kp. M.Pd. (Pendamping) Tavip Dwi wahyuni, S. Kep. Ns. M. Kes. Kata kunci : Prosedur Safety Surgical Prosedur Safety Surgical adalah Standar keamanan yang dilakukan sebelum melakukan tindakan pembedahan. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan perawatan bedah menjadi komponen utama dari kesehatan di dunia. Penelitian di 56 negara dari 192 negara anggota WHO tahun 2004 diperkirakan 234,2 juta prosedur pembedahan dilakukan setiap tahun berpotensi komplikasi dan kematian (Weiser, et al. 2008). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat perioperatif dengan pelaksanaan prosedur Safety Surgical Di Kamar Operasi Rumah Sakit Lavalette Malang“. Desain penelitian dengan metode korelasi observatif memakai instrumen lembar observasi dan disertai wawancara. Jumlah populasi adalah 20 orang, dengan tehnik total sampling pengolahan data menggunakan analisis deskriptif dalam scala ordinal kemudian hasil analisa bivariat di uji Spearmen row didapatkan p-value 0.640 , sehingga H1 ditolak yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat perioperatif dengan pelaksanaan prosedur Safety Surgical Di Kamar Operasi Rumah Sakit Lavalette Malang. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya diharapkan bisa meneliti lebih lanjut dengan variabel lain terhadap pelaksanaan Surgical Safety.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

HUBUNGAN ANTARA STATUS PEKERJAAN, POLA ASUH SERTA TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI DESA PRINGU KECAMATAN BULULAWANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MUFIDATUR RUSDIANA
NIM: 1403000106
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Ir. AAG. Anom Aswin, MPS.
Subjek: Status Pekerjaan, Pola Asuh, Tingkat Konsumsi Energi , Tingkat Konsumsi Protein Terhadap Status Gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rusdiana, Mufidatur (2017). Hubungan Antara Status Pekerjaan, Pola Asuh Serta Tingkat Konsumsi Energi dan Protein Terhadap Status Gizi Balita di Desa Pringu Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Ir. AAG. Anom Aswin, MPS. Ibu yang bekerja maupun yang tidak bekerja dapat mempengaruhi pola asuh anak, karena dengan bekerja seorang ibu hanya mempunyai waktu yang singkat dan kurang memperhatikan konsumsi anak, karena kepadatan dari pada waktu bekerja dalam pemberian makan kepada anaknya, apabila pola asuh ibu itu baik maka akan memberikan makanan yang terbaik untuk anaknya, sehingga tingkat konsumsi energi dan protein anak dapat terpenuhi, dan tingkat konsumsi energi dan protein dapat mempengaruhi status gizi anak secara langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status pekerjaan, pola asuh serta tingkat konsumsi energi dan protein terhadap status gizi anak usia 12-36 bulan. Jenis penelitian observasional analitik dengan desain penelitian menggunakan Cross sectional, Sampel dalam penelitian adalah sebanyak 50 responden. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square. Dari hasil penelitian diperoleh Sebagian besar sampel dalam penelitian ini berjenis kelamin laki – laki (54%). sebagian besar responden berusia 25-36 bulan (62%). Sebagian besar ibu responden berpendidikan SMA/SMK sebesar (52%), ibu yang bekerja sebesar (52%), didapatkan pola asuh cukup yaitu sebanyak 26 orang ( 52 %), dan tingkat konsumsi energi tergolong defisit sedang yaitu sebesar (32%), tingkat konsumsi protein tergolong diatas AKG (38%), sebagian besar status gizi baik yaitu sebesar (92%). Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan antara status pekerjaan dengan tingkat konsumsi energi. Dan tidak ada hubungan antara pola asuh serta tingkat konsumsi energi dan protein terhadap status gizi anak usia 12-36 bulan. Disarankan perlu ada upaya meningkatkan pengetahuan terhadap ibu dan pengasuh anak oleh petugas gizi secara berkesinambungan agar anak dapat tumbuh dengan optimal. Kata kunci : Status Pekerjaan, Pola Asuh, Tingkat Konsumsi Energi , Tingkat Konsumsi Protein Terhadap Status Gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2017

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KONSUMSI ENERGI, PROTEIN, Fe DAN VITAMIN C, STATUS GIZI DAN STATUS ANEMIA TERHADAP KONSENTRASI KERJA TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS RAWAT INAP KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NURSARITA INTAN OCTOVIANI
NIM: 1603400002
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Tapriadi dan I Dewa Nyoman Supariasa
Subjek: Tingkat Konsumsi, Status Gizi, Status Anemia, Konsentrasi Kerja
Lihat Abstraksi
ABSTRAK NURSARITA INTAN OCTOVIANI. 2017. Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Fe Dan Vitamin C, Status Gizi Dan Status Anemia Terhadap Konsentrasi Kerja Tenaga Kesehatan Puskesmas Rawat Inap Kota Malang Pembimbing: Tapriadi dan I Dewa Nyoman Supariasa Dalam mengantisipasi derasnya arus tenaga kerja asing (TKA) yang masuk ke Indonesia saat diberlakukannya MEA 2015, Kementerian kesehatan terus melakukan pembinaan dan pengawasan mutu tenaga kesehatan. Utamanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas tenaga kesehatan, Dalam memberikan pelayanan kesehatan diperlukan konsentrasi dan daya tahan fisik yang baik agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat konsumsi energi, protein, Fe dan Vitamin C, status gizi dan status anemia terhadap konsentrasi kerja tenaga kesehatan Puskesmas Kota Malang. Jenis dan rancangan penelitian adalah Studi Retrospective Cohort. untuk melihat hubungan antara dua variable pada suatu situasi atau sekelompok subjek. Penelitian ini menggunakan 28 orang responden. Pengumpulan data dengan Kuestioner, Form Recall, tes cyanometh dan tes pauli. Analisis data menggunakan Korelasi spearman dengan α= 0,05. Hasil Penelitian Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat konsumsi energi dengan status gizi pada α 0.05.Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat konsumsi protein dengan status gizi pada α 0.05.Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat konsumsi energi dengan status anemia anemia pada α 0.05.Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat konsumsi protein dengan status anemia pada α 0.05.Terdapat hubungan yang bermakna antara asupan Fe dengan status anemia pada α 0.05.Terdapat hubungan yang bermakna antara asupan vitamin C dengan status anemia pada pada α 0.05.Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi energi dengan konsentrasi kerja pada α 0.05.Terdapat hubungan yang bermakna antara Kadar Hb dengan konsentrasi kerja pada α 0.05. Kata Kunci: Tingkat Konsumsi,, Status Gizi, Status Anemia, Konsentrasi Kerja
Cover KTI
tidak tersedia
2017

HUBUNGAN ASUPAN NATRIUM DAN CAIRAN TERHADAP BERAT BADAN INTERDIALISIS

Lihat Detail Karya
Penulis: EDI PURWANTO
NIM: 1603400039
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: (1) Sutomo Rum T.K, SKM,. M.Kes dan DR. Annasari Mustafa, SKM,. MSc.
Subjek: Asupan Natrium, Asupan cairan, Berat Badan Interdialisis
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Purwanto, Edi.2017. Hubungan Asupan Natrium Dan Cairan Terhadap Berat Badan Interdialisis. Skripsi, Program Studi Diploma IV Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing: (1) Sutomo Rum T.K, SKM,. M.Kes dan DR. Annasari Mustafa, SKM,. MSc. Salah satu penyebab kematian pada pasien penyakit ginjal kronik dengan hemodialisis adalah karena masalah asupan cairan yang tidak terkontrol. Kepatuhan terhadap pengontrolan diet (natrium) dan pembatasan asupan cairan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan tingkat kesehatan dan kesejahteraan pasien dengan hemodialisis kronis. Penelitian dengan judul “Hubungan Asupan Natrium Dan Cairan Terhadap Berat Badan Interdialisis”, memiliki rumusan masalah apakah ada hubungan antara asupan natrium dan cairan dengan berat badan interdialisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan natrium dan cairan terhadap berat badan interdialisis pada pasien hemodialisa di Ruang Hemodialisa Sentral RSSA Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi yaitu untuk mengetahui tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih, tanpa melakukan perubahan, tambahan atau manipulasi terhadap data yang sudah ada. Pendekatan waktu yang digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan cross sectional yaitu suatu penelitian menggunakan pengukuran variabel-variabelnya dilakukan hanya satu kali pada satu waktu. Populasi adalah semua pasien yang menjalani hemodialisa di ruang hemodialisa RSSA Malang pada bulan Juli 2017. Sampel didapatkan sebanyak 30 orang dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel bebas pada penelitian ini adalah asupan natrium dan cairan,variabel terikat pada penelitian ini adalah berat badan interdialisis. Berdasarkan hasil uji chi-square antara Asupan Natrium terhadap Berat Badan Interdialisis diperoleh nilai chi square hitung (16,425) lebih dari chi square tabel dengan derajat bebas 1 (3,841) atau nilai signifikansi (0,000) kurang dari alpha (0,050) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara Asupan Natrium terhadap Berat Badan Interdialisis. Kemudian dari hasil uji chi-square antara Asupan Cairan terhadap Berat Badan Interdialisis diperoleh nilai chi square hitung (20,074) lebih dari chi square tabel dengan derajat bebas 1 (3,841) atau nilai signifikansi (0,000) kurang dari alpha (0,050) sehingga terdapat dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara Asupan Cairan terhadap Berat Badan Interdialisis. Kata kunci: Asupan Natrium, Asupan cairan, Berat Badan Interdialisis
Cover KTI
tidak tersedia
2017

HUBUNGAN ASUPAN SERAT DENGAN KADAR KOLESTEROL PADA PENDERITA DISLIPIDEMIA RAWAT JALAN DI PUSKESMAS JANTI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RUTHIA PUTRI NINDHITA
NIM: 1403000032
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Endang Widajati.
Subjek: Dislipidemia, asupan serat, kadar kolesterol
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ruthia Putri Nindhita, 2017. Hubungan Asupan Serat dengan Kadar Kolesterol pada Penderita Dislipidemia Rawat Jalan di Puskesmas Janti Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: Endang Widajati. Berdasarkan Laporan Riskesdas Bidang Biomedis tahun 2007 menunjukkan bahwa prevalensi dislipidemia atas dasar konsentrasi kolesterol total >200 mg/dL adalah 39,8% beberapa propinsi di Indonesia seperti Nangroe aceh, Sumatra Barat, Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau mempunyai prevalensi dislipidemia ≥50%. Banyak faktor yang memengaruhi terjadinya penyakit dislipidemia khususnya yang memengaruhi kadar kolesterol darah yaitu umur, jenis kelamin, makanan dan status gizi. Suatu bahan pangan yang direkomendasikan dalam mengontrol kadar lipid darah khususnya kolesterol adalah serat jenis larut air. Tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui hubungan asupan serat dengan kadar kolesterol pada penderita dislipidemia. Tujuan khusus penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik penderita dislipidemia meliputi umur, jenis kelamin dan status gizi menurut Indeks Massa Tubuh penderita dislipidemia, mengetahui asupan serat penderita dislipidemia, mengetahui kadar kolesterol penderita dislipidemia dan menganalisis hubungan asupan serat dengan kadar kolesterol penderita dislipidemia. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Karakteristik penderita dislipidemia adalah sebanyak 44% berada pada rentang umur 61-70 tahun, sebagian besar berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 72%, dan sebagian besar memiliki status gizi menurut indeks massa tubuh dalam kategori kelebihan berat badan tingkat ringan yaitu sebanyak 39%. Asupan serat seluruh penderita dislipidemia dalam kategori defisit yaitu <25 g/hari dengan rata-rata 5,7 gram. Penderita dislipidemia sebanyak 67% memiliki kadar kolesterol ≥240 mg/dL yang termasuk dalam kategori tinggi. Tidak ada hubungan antara asupan serat dengan kadar kolesterol penderita dislipidemia di Puskesmas Janti dengan p-value 0,607 > 0,05. Kata Kunci: Dislipidemia, asupan serat, kadar kolesterol
Cover KTI
tidak tersedia
2017

HUBUNGAN BAKTERIAL VAGINOSIS DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI KAMAR BERSALIN RSUD KANJURUHAN KEPANJEN

Lihat Detail Karya
Penulis: Endang Kiswanti
NIM: 1602420037
Program Studi: PR0GRAM STUDI D IV KEBIDANAN ALIH JENJANG
Dosen Pembimbing: Rita Yulifah,S.Kep.,M.Kes. Hupitoyo S.Kep.,M.Kes
Subjek: Ketuban Pecah Dini, Bakterial Vaginosis
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Kiswanti, Endang, 2017. Hubungan Bakterial Vaginosis dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini. Skripsi. Pembimbing Utama:Rita Yulifah,S.Kep.,M.Kes. Pembimbing Pendamping : Hupitoyo S.Kep.,M.Kes Ada beberapa penyebab dari ketuban pecah dini salah satu di anataranya adalah infeksi genetalia. Dari berbagai macam infeksi genetalia yang dapat terjadi adalah diduga karena kandidiasis vaginalis, bakterial vaginosis, hal ini akan menyebabkan berkurangnya kekuatan membran selaput ketuban atau meningkatnya tekanan intrauteri sehingga akan terjadi KPD. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara bakteri vaginosis dengan kejadian KPD. Desain penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan case control, populasi sebanyak 11 ibu inpartu dengan KPD dan 11 ibu inpartu tidak KPD, sampling menggunakan sampling jenuh sebanyak 22 responden. Instrumen penelitian menggunakan mikroskop untuk melihat jenis bakteri kemudian data dianalisa dengan korelasi. Data hubungan bakteri vaginosis dengan KPD menunjukkan bahwa 81,8 % (9 responden) dengan BV (+) mengalami KPD, dan 90,9 % (10 responden) dengan BV (-) tidak mengalami KPD. Hasil dianalisa menggunakan Oods Ratio diperoleh hasil OR hitung 45 dan uji p value: 0,04. Oleh karena OR hitung 45 > 1 dan p value 0,04 < 0,05 maka Ho di tolak dan H1 di terima, artinya ada hubungan bakteri vaginosis dengan kejadian ketuban pecah dini. Jadi pada ibu hamil dengan bakteri vaginosis (+) mempunyai resiko 45 kali lebih besar untuk terjadi KPD daripada yang tidak vaginosis. Kata kunci : Ketuban Pecah Dini, Bakterial Vaginosis
Cover KTI
tidak tersedia
2017

HUBUNGAN BEBAN GANDA DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL IBU HAMIL RISIKO TINGGI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAGIR KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANIS INDAH PUTRI
NIM: 1602420038
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Naimah, SKM., M.Kes, Pembimbing II: Ika Yudianti, SST., M.Keb.
Subjek: beban ganda, antenatal care, kehamilan risiko tinggi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Putri, Anis. 2017. Hubungan Beban Ganda Dengan Kunjungan Natenatal Ibu Hamil Risiko Tinggi Di Wilayah Kerja Puskesmas Wagir Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi D-IV Kebidanan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I: Naimah, SKM., M.Kes, Pembimbing II: Ika Yudianti, SST., M.Keb. Beban ganda merupakan salah satu bentuk diskriminasi gender yang artinya suatu beban kerja yang dilakukan oleh jenis kelamin tertentu lebih banyak. Dampak yang ditimbulkan adalah minimalnya waktu untuk privasi, dampak tersebut akan berakibat buruk jika dialami ibu hamil risiko tinggi. Kehamilan resiko tinggi merupakan kehamilan yang menyebabkan terjadinya bahaya dan komplikasi lebih besar terhadap ibu maupun janin yang dikandungnya selama masa kehamilan, persalinan dan nifas. Kunjungan ANC sangat diperlukan untuk mencegah dan mendeteksi dini adanya bahaya dan komplikasi tersebut. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil resiko tinggi meluangkan waktu untuk melakukan kunjungan ANC secara teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban ganda dengan kunjungan antenatal ibu hamil risiko tinggi. Metode yang digunakan adalah analitik korelasional dengan jenis cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 39 ibu nifas riwayat kehamilan risiko tinggi dengan beban ganda di Wilayah Kerja Puskesmas Wagir, Kabupaten Malang pada bulan Juli tahun 2017. Instrumen yang digunakan adalah lembar profil kegiatan keluarga dengan kuesioner Skala Harvard, buku KIA dan kartu ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (69,2%) termasuk dalam kategori beban ganda sedang (579-856 menit/hari) dan hampir setengah responden (48,7%) memiliki kunjungan ANC dalam kategori kurang. Data dianalisis menggunakan korelasi spearman rank, hasil diperoleh nilai rho -0,400 dan signifikan 0,012 artinya ada hubungan yang signifikan antara beban ganda dengan kunjungan ANC. Untuk mengatasi dampak dari beban ganda terhadap kunjungan ANC diharapkan suami dan keluarga dapat bekerjasama dengan baik dalam mengatur waktu antara bekerja dengan kunjungan pemeriksaan kehamilan. Kata kunci : beban ganda, antenatal care, kehamilan risiko tinggi
Cover KTI
tidak tersedia
2017

HUBUNGAN DIPLOCOCUS INTRASEL SERVIKS DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI POLI IMS PUSKESMAS KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RIZKI YULIA
NIM: 1602420004
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Surachmindari, SST., M.Pd. Tarsikah, S.Si.T., M. Keb.
Subjek: Persalinan Prematur, KPD, Diplococcus Intrasel Serviks.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Yulia, Rizki, 2017. Hubungan Diplococcus Intrasel Serviks dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini. Pembimbing Utama: Surachmindari, SST., M.Pd. Pembimbing Pendamping: Tarsikah, S.Si.T., M. Keb. Persalinan prematur adalah dimulainya kontraksi uterus yang teratur disertai pendataran serviks yang diikuti turunnya bayi pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Salah satu penyebab dari persalinan prematur adalah ketuban pecah dini. Ketuban dinyatakan pecah dini bila terjadi sebelum proses persalinan berlangsung, atau pecahnya ketuban secara spontan dan 1 jam setelahnya tidak diikuti tanda-tanda persalinan. Hal ini dapat disebabkan oleh infeksi selaput ketuban dan cairan ketuban oleh berbagai mikroorganisme atau bakteri yang masuk secara ascending cervical route dan berkembang biak menghasilkan prostaglandin yang mengakibatkan selaput ketuban tipis, lemah, dan mudah pecah secara spontan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan diplococcus intrasel serviks dengan kejadian ketuban pecah dini. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan retrospektif yaitu studi dokumentasi rekam medik hasil pemeriksaan infeksi menular seksual di Poli IMS Puskesmas Kota Malang yang didalamnya terdapat pemeriksaan diplococcus intrasel serviks ibu gravida trimester III dan mengidentifikasi komplikasi saat persalinan khususnya ketuban pecah dini dengan melihat register persalinan. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 18 repsonden. Analisa data menggunakan uji Fisher’s Exact Test didapatkan signifikansi 0,022 (kurang dari 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak, yang artinya ada hubungan antara diplococcus intrasel serviks dengan kejadian KPD. Kata Kunci : Persalinan Prematur, KPD, Diplococcus Intrasel Serviks.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

HUBUNGAN DOSIS DAN DURASI PEMBERIAN OKSIGEN DENGAN POSTOPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (PONV) PADA PASIEN POST ANASTESI UMUM DI RSUD Dr. HARYOTO LUMAJANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ARIZQU IRFAN ARDIANSAH
NIM: 1301460018
Program Studi: PROGRAM STUDI D IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Maria Diah C.T. S. Kep.,Ns.M.Kep.,Sp.KMB, Tanto Hariyanto S.Kep.,Ns.,M.Biomed
Subjek: Dosis oksigen, Durasi oksigen, PONV.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Dosis dan Durasi Oksigen dengan Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) pada pasien Post Anastesi Umum di RSUD Dr. Haryoto Lumajang. Arizqu Irfan Ardiansah (2017). Skripsi. Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing utama Maria Diah C.T. S. Kep.,Ns.M.Kep.,Sp.KMB, Pembimbing pendamping Tanto Hariyanto S.Kep.,Ns.,M.Biomed Kata Kunci : Dosis oksigen, Durasi oksigen, PONV. PONV adalah salah satu masalah yang dihadapi pasien post anastesi umum. Salah satu penyebab PONV yaitu kurangnya perfusi oksigen yang ada di pusat muntah di otak. Pasien yang mengalami PONV diantaranya dapat mengalami dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit dan menyebabkan ketidaknyamanan pada pasien. Pemberian dosis dan durasi oksigen yang efektif akan mengoptimalkan pengiriman oksigen ke seluruh jaringan tubuh, termasuk memperbaiki perfusi oksigen pusat mual muntah di otak, sehingga diharapkan akan menekan tingkat PONV pada pasien post anastesi umum. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan dosis dan durasi oksigen dengan Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) pada pasien Post Anastesi Umum di RSUD Dr. Haryoto Lumajang. Metode penelitian ekspermen ini menggunakan Desain Cross Sectional. Sampling menggunakan Purposive Sampling. Jumlah sampel yang diteliti berjumlah 30 responden. Peneliti menggunakan instrumen Rhodes Index Nausea and Vomiting (RINVR) untuk mengukur PONV pasien. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei – Juni 2017. Hasil penelitian menunjukkan Nilai P value hubungan antara dosis oksigen dengan skor PONV lebih dari α (0,05) yaitu 0,145, sedangkan hasil P value hubungan antara durasi oksigen dengan skor PONV lebih dari α (0,05) yaitu 0,904, maka dapat diambil kesimpulan tidak ada hubungan antara pemberian dosis dan durasi oksigen dengan Postoperative Nausea and Vomiting (PONV). Saran bagi peneliti selanjutnya agar mengklasifikasikan responden yang homogen, sehingga dapat meminimalisir faktor perancu penyebab PONV lainnya.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT LAVALETTE MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RYAN EKO PURNOMO SIDDIK
NIM: 1601410034
Program Studi: PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dyah widodo, S.Kp, M.Kes. Edy Suyanto,SST, MPH.
Subjek: Dukungan Keluarga, Tingkat Kecemasan, Pasien Pre Operasi Sectio Caesarea
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Lavalette Malang. Ryan Eko Purnomo Siddik (2017), Skripsi, Program Studi D-IV Keperawatan Minat Perioperatif, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Dyah widodo, S.Kp, M.Kes. Pembimbing (Pendamping) Edy Suyanto,SST, MPH. Kata kunci : Dukungan Keluarga, Tingkat Kecemasan, Pasien Pre Operasi Sectio Caesarea Dukungan keluarga sangat berperan dalam membantu penurunan kecemasan bagi setiap individu terutama pada pasien pre operasi yang harus mendapatkan informasi, perhatian dan emosional untuk mengatasi kecemasan dan penderitaannya. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea di Rumah Sakit Lavalette Malang. Desain penelitian ini adalah correlational dengan metode cross sectional. Sampel berjumlah 30 responden menggunakan insidental sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 31 Juli sampai dengan 20 Agustus 2017. Instrumen penelitian berupa kuesioner data demografi, kuesioner wawancara dukungan keluarga dan kuesioner tingkat kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah responden (40%) kategori dukungan keluarga baik dengan hampir setengah responden (43%) kategori tingkat kecemasan ringan. Sedangkan hasil uji spearman rank didapatkan nilai signifikan yang dapat diterima dimana p = 0,003 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima artinya ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea di Rumah Sakit Lavalette Malang, dengan nilai r (koefisiensi korelasi) sebesar 0,633 yang artinya dukungan keluarga berhubungan positif dengan interpretasi kuat dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea. Disarankan pada pihak keluarga untuk selalu memberikan dukungan keluarga berupa dukungan informasional, penilaian, instrumental dan emosional.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan