Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3931–3940 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2017

GAMBARAN POLA MAKAN DAN ASUPAN MAKAN TERKAIT MAKANAN BERINDEKS GLIKEMIK PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KEDUNGKANDANG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NOVITASARI
NIM: 1403000077
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Sutomo Rum Teguh K, SKM, M.Kes
Subjek: Diabetes Mellitus Tipe 2, Pola Makan, Asupan Makan
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Novitasari, 2017. ”Gambaran Pola Makan dan Asupan Makan terkait Makanan Berindeks Glikemik pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Rawat Jalan di Puskesmas Kedungkandang Kota Malang”. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing : Sutomo Rum Teguh K, SKM, M.Kes Jumlah penduduk Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 240 juta. Menurut data RISKESDAS 2013, tingkat prevalensi diabetisi sebesar 6,8%. Berdasar data IDF 2014, saat ini diperkirakan 9,1 juta orang penduduk didiagnosis sebagai penyandang DM. Dengan angka tersebut Indonesia menempati peringkat ke-5 di dunia, atau naik dua peringkat dibandingkan data IDF tahun 2013 yang menempati peringkat ke-7 di dunia dengan 7,6 juta orang penyandang DM. Salah satu cara untuk mengatasi akibat lebih lanjut dari diabetes mellitus adalah dengan penerapan diet diabetes mellitus. Kepatuhan diet diabetes mellitus harus diperhatikan oleh penderita, karena dengan kepatuhan dalam diet merupakan salah satu faktor untuk menstabilkan kadar gula dalam darah menjadi normal dan mencegah komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji gambaran pola makan dan asupan makan terkait makanan berindeks glikemik pada pasien diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Kedungkandang Kota Malang. Desain penelitian ini adalah studi kasus terhadap 5 responden yang memenuhi kriteria inklusi dengan menggunakan metode analisis secara deskriptif. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April 2017 di wilayah kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rerata pola makan 5 responden terkait makanan berindeks glikemik rendah yang biasa dikonsumsi adalah apel dan wortel rebus. Makanan berindeks glikemik sedang yang biasa dikonsumsi adalah pisang dan pepaya. Makanan berindeks glikemik tinggi yang sering sekali dikonsumsi adalah nasi putih dan biasa dikonsumsi kentang rebus. Asupan energi sebagian besar responden dalam kategori kurang dan 1 responden kategori lebih. Asupan protein dan lemaksebagian besar responden dalam kategori kurang , asupan karbohidrat sebagian besar responden dalam kategori cukup. Dalam penerapan diet diabetes mellitus tipe 2, disarankan pihak puskesmas memberikan program KIE kepada pasien diabetes mellitus tipe 2 berkaitan dengan pola makan yang baik dan asupan makan yang baik dan asupan makan sesuai kebutuhan. Kata kunci : Diabetes Mellitus Tipe 2, Pola Makan, Asupan Makan
Cover KTI
2017

GAMBARAN POLA MAKAN PADA LANSIA NY. L YANG MENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARENG

Lihat Detail Karya
Penulis: LILIN ERNAWATI
NIM: 1401100032
Program Studi: D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Ngesti W. Utami, S.Kp, M.Pd, Lenni saragih, SKM., M.Kes.
Subjek: Pola Makan, Lansia, Diabetes Mellitus
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Lilin Ernawati (2017). Gambaran Pola Makan Pada Lansia Yang Menderita Diabetes Mellitus Pada Ny. L Di Wilayah Kerja Puskesmas Bareng. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Ngesti W. Utami, S.Kp, M.Pd, (Pendamping) Lenni saragih, SKM., M.Kes. Lansia yang menderita diabetes mellitus kebanyakan tidak memperhatikan pola makan yang dikonsumsi setiap harinya. Pola makan merupakan hal terpenting dalam memelihara atau menjaga agar kadar gula dalam darah dalam rentan norml. Penderita diabetes mellitus harus menjaga pola makan sehari hari diperhatikan jenis, jumlah, dan jadwal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola makan pada lansia yang menderita diabetes mellitus. Penelitian ini adalah deskriptif studi kasus dengan 1 subjek penelitian dilakukan pada 03 Juli – 16 Juli 2017. Penelitian ini menggunakan teknik observasi dan wawancara dalam pengambilan data dengan instrumen yang telah dipersiapkan sebelumnya. Hasil penelitian ini bahwa pola makan pada subjek kurang karena subjek tidak suka makan daging dan buah. Kesimpulan penelitian ini adalah subjek (Ny. L) mampu mengendalikan kadar gula dalam darah cenderung normal meskipun tidak melakukan diet khusus. Diharapkan penelitian ini dilakukan dengan responden yang memiliki penyakit Diabetes mellitus yang sudah didiagnosis sebelumnya. Kata Kuncinya : Pola Makan, Lansia, Diabetes Mellitus
Cover KTI
tidak tersedia
2017

GAMBARAN RESPON PERILAKU ANAK PRA SEKOLAH DENGAN HOSPITALISASI DI RUANG ANAK RUMAH SAKIT LAVALETTE MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: VIKI MAULIDATUL RIZKY
NIM: 1401100047
Program Studi: PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Atti Yudiernawati, SKP, MPd, Ngesti W Utami, S. Kp, M. Pd.
Subjek: Respon Perilaku, Anak Prasekolah, Hospitalisasi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Viki Maulidatul Rizky (2017). Gambaran Respon Perilaku Anak Pra Sekolah dengan Hospitalisasi Di Ruang Anak Rumah Sakit Lavalette Malang. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Dr. Atti Yudiernawati, SKP, MPd, (Pendamping) Ngesti W Utami, S. Kp, M. Pd. Anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi akan memiliki respon perilaku yang meliputi fase protes, fase putus asa, dan fase menolak. Akan tetapi, tidak bisa teridentifikasi waktu yang dilewati setiap fase-fasenya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan respon perilaku anak prasekolah dengan hospitalisasi di ruang anak Rumah Sakit Lavalette Malang. Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan 2 subyek penelitian dan dilakukan pada 12 Juni-16 Juni 2017. Penelitian ini menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek 1 mengalami fase protes selama 2 jam, fase putus asa selama 3 jam dan fase menolak mulai hari pertama sampai pulang. Sedangkan subjek 2 mengalami fase protes selama 1-2 hari, fase putus asa selama 2-3 hari, dan fase menolak hari ke 4. Kemampuan adapatasi dengan lingkungan rumah sakit subjek 1 lebih cepat dibandingkan dengan subjek 2. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah lebih jauh meneliti mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi respon perilaku anak usia pra sekolah terhadap hospitalisasi. Kata Kunci : Respon Perilaku, Anak Prasekolah, Hospitalisasi
Cover KTI
tidak tersedia
2017

GAMBARAN RESPONS KEHILANGAN PASANGAN HIDUP PADA LANJUT USIA YANG TINGGAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUREN

Lihat Detail Karya
Penulis: LUSIANA ROJA ELLYS ADE FAUZIAH
NIM: 1401100004
Program Studi: DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Dyah Widodo, S.Kp., M.Kes. & Kissa Bahari, S.Kep. Ns., M.Kep.
Subjek: Respon Kehilangan, Pasangan Hidup
Lihat Abstraksi
Gambaran Respons Kehilangan Pasangan Hidup pada Lanjut Usia yang Tinggal di Wilayah Kerja Puskesmas Turen (Studi Kasus Deskriptif). Lusiana Roja Ellys Ade Fauziah (2017) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi Diploma III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Dyah Widodo, S.Kp., M.Kes., (Pendamping) Kissa Bahari, S.Kep. Ns., M.Kep. Kehilangan pasangan merupakan peristiwa yang bersifat realitas, unik secara individual, dan universal. Kehilangan orang yang dicintai dapat menimbulkan stress dan mengganggu kehidupan lansia. Lansia yang mengalami perpisahan dengan pasangan mempunyai resiko untuk terjadinya masalah kesehatan jiwa. Hal ini bisa terjadi apabila lansia tersebut tidak mampu melalui fase kehilangan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan respons kehilangan pasangan hidup pada lanjut usia yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Turen. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif studi kasus, dengan 4 subjek penelitian. Pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur dan observasi. Selanjutnya hasil wawancara dan observasi akan diolah dan disajikan dalam bentuk narasi. Kesimpulan penelitian ini yaitu tahapan kehilangan keempat subjek bervariasi, yaitu Subjek 1 mengalami kehilangan tahap bargaining (tawar menawar), Subjek 2 mengalami kehilangan tahap acceptance (penerimaan), Subjek 3 mengalami kehilangan tahap anger (marah), dan Subjek 4 mengalami kehilangan tahap acceptance (penerimaan). Variasi tahapan kehilangan keempat subjek kemungkinan dipengaruhi oleh karakteristik personal (jenis kelamin dan status sosial ekonomi), sifat kehilangan, sistem pendukung sosial, sifat hubungan, keyakinan spiritual dan budaya, serta pencapaian tujuan hidup. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat memberikan intervensi seperti psychoreligious therapy. Bagi keluarga diharapkan dapat memberikan dukungan dan mengarahkan lansia untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Kata Kunci: Respon Kehilangan, Pasangan Hidup
Cover KTI
2017

GAMBARAN TEKANAN DARAH KLIEN YANG MENGALAMI HIPERTENSI SEBELUM DAN SESUDAH MELAKUKAN SENAM ERGONOMIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ARJUNO KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AISY AFITA FIRDAUSSANI
NIM: 1401100099
Program Studi: PRODI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Rudi Hamarno S.Kep. Ns. Mkep, Tanto Hariyanto, S.Kep. Ns. M.Biomed.
Subjek: Tekanan Darah, Hipertensi, Senam Ergonomik
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Aisy Afita Firdaussani (2017). Gambaran Tekanan Darah Klien Yang Mengalami Hipertensi Sebelum dan Sesudah Melakukan Senam Ergonomik Di Wilayah Kerja Puskesmas Arjuno Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Malang. Pembimbing (Utama) Rudi Hamarno S.Kep. Ns. Mkep, (Pendamping) Tanto Hariyanto, S.Kep. Ns. M.Biomed. Kata Kunci: Tekanan Darah, Hipertensi, Senam Ergonomik Senam Ergonomik adalah senam yang gerakannya diinspirasi dari gerakan dalam shalat, seperti berdiri, mengangkat tangan, rukuk, duduk dan sujud. Senam ergonomik ini bermanfaat dalam mengontrol tekanan darah tinggi jika dilakukan dengan teknik yang baik dan benar dengan frekwensi latihan 3 kali dalam seminggu dengan waktu 15 menit. Studi kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran tekanan darah pada klien yang mengalami hipertensi sebelum dan sesudah melakukan senam ergonomik. Metode penelitian ini adalah Studi kasus deskriptif dengan subjek studi sebanyak 2 subjek yang dilakukan pada 15 Februari-31 Maret 2017 dengan tekanan darah sistole 140-160 mmHg dan diastole 90-99 mmHg. Pada subjek I dari hasil observasi rata-rata tekanan darah awal 143/93 mmHg dan rata-rata tekanan darah akhir setelah dilakukan senam ergonomik 133/83 mmHg. Sedangkan pada subjek II rata-rata tekanan darah awal sebelum dilakukan senam ergonomik 146/90 mmHg dan setelah dilakukan senam ergonomik rata-rata 133/83 mmHg. Hasil studi kasus yang didapat bahwa sesudah melakukan senam ergonomik ke dua subjek penelitian mengalami penurunan tekanan darah. Rekomendasi dari penelitian adalah latihan senam Ergonomic yang teratur dengan teknik yang baik dan benar mampu menurunkan tekanan darah pada klien hipertensi dan menekan angka kejadian hipertensi.
Cover KTI
2017

GAMBARAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI SEBELUM DAN SESUDAH MELAKUKAN TERAPI LING TIEN KUNG DI POSYANDU LANSIA WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENDAL KEREP KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANGGIE FITRIYANTI
NIM: 1401100045
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Sugianto Hadi, SKM., MPH, Setyo Harsoyo, SKM. M.Kes.
Subjek: Tekanan Darah, Hipertensi, Terapi Ling Tien Kung
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Terapi Ling Tien Kung di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Kendal Kerep Kota Malang. Anggie Fitriyanti (2017). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus. Program Studi DIII-Keperawatan Malang. Jurusan, Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Sugianto Hadi, SKM., MPH, (Pendamping) Setyo Harsoyo, SKM. M.Kes. Kata Kunci: Tekanan Darah, Hipertensi, Terapi Ling Tien Kung Hipertensi dikenal sebagai penyakit kardiovaskular dimana penderita memiliki tekanan darah diatas normal dan merupakan penyakit kronis yang perlu diterapi dengan tepat dan terus menerus. Penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu farmakologis dan non farmakologis. Salah satu terapi non farmakologis yaitu terapi Ling Tien Kung. Terapi Ling Tien Kung adalah salah satu terapi komplementer yang berpusat pada pelatihan anus, yaitu “Empet-Empet Anus” dan “Jinjit-Jinjit”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tekanan darah pada penderita hipertensi sebelum dan sesudah diberikan terapi Ling Tien Kung. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif studi kasus dengan dua subjek penelitian dan menggunakan teknik wawancara dan observasi dalam pengambilan data dengan instrumen yang telah dipersiapkan sebelumnya. Hasil dari studi didapatkan bahwa setelah dilakukan sembilan kali pemberian terapi Ling Tien Kung tekanan darah mengalami penurunan pada subjek I dari 170/110 mmHg menjadi 130/70 sedangkan subjek II yang diberikan obat antihipertensi selama tiga minggu tekanan darah turun dari 190/130 mmHg menjadi 140/90. Rekomendasi: untuk penelitian selanjutnya dapat meneliti manfaat lain dari terapi Ling Tien Kung pada penyakit degeneratif lainnya, seperti kolesterol dan diabetes mellitus.
Cover KTI
2017

GAMBARAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI SETELAH SENAM YOGA DI Dr SITI JUHARIAH KEPANJEN (Studi Kasus)

Lihat Detail Karya
Penulis: DIMAS DWI ADI PRAKOSO
NIM: 1401100009
Program Studi: D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Budi Susatia, S.Kp.,M.Kes, Fiashriel Lundy, S.Kep., Ns.,M.Kes.
Subjek: Senam Yoga, Tekanan darah, Hipertensi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Setelah Senam Yoga Di Dr. Siti Juhariah Kepanjen. Dimas Dwi Adi Prakoso (2017). Karya Tulis Ilmiah Studi kasus. Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan keperawatan, Politeknik Kesehatan Malang, Pembimbing : (Utama) Budi Susatia, S.Kp.,M.Kes, (Pendamping) Fiashriel Lundy, S.Kep., Ns.,M.Kes. Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif. Umumnya tekanan darah bertambah secara perlahan dengan bertambahnya umur, sehingga upaya untuk menurunkan tekanan darah dengan cara pengobatan komplementer yaitu dengan senam yoga.Senam yoga dapat merangsang b-endorphin dan peningkatan b-endorphin berfungsi untuk menurunkan tekanan darah. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif studi kasus dengan metode pengumpulan data dengan kuisioner dan observasi. Subjek penelitian yang digunakan adalah dua orang lansia yang mengalami hipertensi sedang, dimana penelitian ini dilakukan pada 14 – 28 Juni 2017.hasil yang didapatkan adalah pada pertemuan ke-1 tekanan darah responden Ny. C 170/100 mmHg dan tekanan darah Ny. S 160/100 mmHg setelah dilakukan senam yoga pada pertemuan ke-7 tekanan darah Ny. C 140/100 mmHg tekanan darah Ny. S 130/90 mmHg adanya penurunan tekanan darah pada sistolik di tandai dengan penurunan tekanan darah responden pada pertemuan ke-1 sampai dengan pertemuan ke-7. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah dengan melaksanakan senam yoga setiap hari supaya mengetahui efektifitas senam yoga yang dilakukan setiap hari. Kata Kunci : Senam Yoga, Tekanan darah, Hipertensi
Cover KTI
2017

GAMBARAN TERAPI SENAM KAKI DIABETIK TERHADAP VASKULARISASI PERIFER DAN SENSITIVITAS KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TYPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENDALKEREP

Lihat Detail Karya
Penulis: DWI AYU RETNO SARI
NIM: 1401100033
Program Studi: DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Joko Pitoyo, S.Kp., M.Kep., Fiashriel Lundy, S.Kep, Ns., M.Kes.
Subjek: Senam Kaki Diabetik, Vaskularisasi Perifer, Sensitivitas Kaki, Diabetes Mellitus.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dwi Ayu Retno Sari (2017). Terapi Senam Kaki Diabetik Terhadap Vaskularisasi Perifer dan Sensitivitas Kaki Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Kendal Kerep. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Joko Pitoyo, S.Kp., M.Kep., (Pendamping) Fiashriel Lundy, S.Kep, Ns., M.Kes. Kata Kunci: Senam Kaki Diabetik, Vaskularisasi Perifer, Sensitivitas Kaki, Diabetes Mellitus. Penderita diabetes mellitus sering mengalami gangguan hiperglikemi, yang dapat mengakibatkan komplikasi kronik salah satunya yaitu kaki diabetes. Kaki diabetes disebabkan oleh adanya gangguan sirkulasi darah dan gangguan persyarafan(hilangnya sensitivitas kaki). Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan vaskularisasi dan sensitivitas kaki adalah dengan senam kaki diabetik. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui gambaran terapi senam kaki diabetik terhadap vaskularisasi perifer dan sensitivitas kaki penderita diabetes mellitus type 2. Metode penelitian ini adalah deskriptif studi kasus dengan 2 subyek penelitian yang dilakukan pada 23 Maret – 6 April 2017. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan observasi dalam pengambilan data. Hasil dari penelitian ini setelah dilakukan senam kaki diabetik secara rutin terjadi peningkatan sensitivitas kaki subyek 1 merasakan dari 4 titik menjadi 7 titik rangsangan pada kaki, subyek 2 dapat merasakan dari 8 titik menjadi 10 titik rangsangan dan membaiknya sirkulasi darah kaki subyek 1 dan 2 dimana n’adi dorsalis pedis 72x/mnt dan 81x/mnt, akral hangat, nilai Ankle Brachial Index 1,1 , tidak kesemutan, dan tidak sianosis. Kesimpulan dari penelitian bahwa senam kaki dapat membantu peningkatan sensitivitas dan vaskularisasi perifer sehingga mencegah neuropati perifer Rekomendasi penelitian ini agar senam kaki dilakukan setiap hari secara rutin oleh penderita diabetesi sehingga dapat melancarkan vaskularisasi dan sensitivitas kaki.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

GAMBARAN TINGKAT KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM MERAWAT KLIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO

Lihat Detail Karya
Penulis: Vinda Nordiana Santoso
NIM: 140110001
Program Studi: PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Rossyana Septyasih, S.Kp, M.Pd, Dr. Tri Johan, S.Kp., M.Kep.
Subjek: Keluarga, Kemandirian, Skizofrenia
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Tingkat Kemandirian Keluarga Dalam Merawat Klien Skizofrenia Di Rumah Di Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo. Vinda Nordiana Santoso (2017). Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Rossyana Septyasih, S.Kp, M.Pd, Pembimbing (Pendamping) Dr. Tri Johan, S.Kp., M.Kep. Keluarga adalah kumpulan anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah, adopsi atau perkawinan. Kemandirian merupakan suatu keadaan dimana seseorang memiliki kemauan dan kemampuan berupaya untuk memenuhi tuntutan kebutuhan hidupnya secara sah, wajar dan bertanggung jawab terhadap segala hal yang dilakukan, namun demikian tidak berarti bahwa orang mandiri bebas lepas tidak memiliki kaitan dengan orang lain. Skizofrenia merupakan suatu psikosa fungsional dengan gangguan utama pada proses berpikir serta disharmoni antara proses berpikir, afek atau emosi, kemauan dan psikomotor disertai distorsi kenyataan, terutama karena waham dan halusinasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemandirian keluarga dalam merawat klien skizofrenia di rumah di wilayah kerja Puskesmas Dinoyo. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif studi kasus dengan metode pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Subjek penelitian yang digunakan adalah keluarga yang mempunyai anggota keluarga skizofrenia, dimana penelitian dilakukan pada tanggan 6-10 Juni 2017. Hasil yang didapatkan yaitu Subjek penelitian tergolong kemandirian tingkat III. Rekomendasi peneliti yang akan datang hendaknya meneliti subyek penelitian yang sama yaitu keluarga tetapi dengan variabel yang berbeda. Kata Kunci : Keluarga, Kemandirian, Skizofrenia
Cover KTI
tidak tersedia
2017

GAMBARAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESAKARANGANYARKECAMATAN PONCOKUSUMOKABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: PUGUH DWI WAHONO
NIM: 1403000072
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Dewa Nyoman Supariasa, MPS.
Subjek: Stunting,Tingkat Konsumsi Energi, Tingkat Konsumsi Protein, Sanitasi Lingkungan.
Lihat Abstraksi
ABSTRACT Puguh Dwi Wahono. 2017. “Gambaran Tingkat Konsumsi Energi Dan Protein TerhadapKejadian Stunting Pada Balita Di Desa Karanganyar Kecamatan PoncokusumoKabupaten Malang”. Tugas akhir, Program Studi DIII Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Dibawah bimbingan : I Dewa Nyoman Supariasa, MPS.) Stunting merupakan keadaan tubuh yang pendek dan sangat pendek hingga melampaui defisit -2SD dibawah median panjang atau tinggi badan. Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat karena berhubungan dengan meningkatnya resiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan motorik terlambat ,dan terhambatnya pertumbuhan mental (Manari & Solomon, 2009 dalam Fitri,2012).Masalah stunting/pendek pada balita masih cukup serius, angka nasional 37,2 persen, bervariasi dari yang terendah di Kepulauan Riau, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, dan Kalimantan Timur (<30%) sampai yang tertinggi (>50%) di Nusa Tenggara Timur. Tidak berubahnya prevalensi status gizi, kemungkinan besar belum meratanya pemantauan pertumbuhan, dan terlihat kecenderungan proporsi balita yang tidak pernah ditimbang enam bulan terakhir semakin meningkat dari 25,5 persen (2007) menjadi 34,3 persen (2013) (Riskesdas, 2013).Data riset kesehatan dasar (Riskesdas) yang dilakukan pada tahun 2007 dan 2010 secara konsisten menunjukkan bahwa rata – rata asupan kalori dan protein anak balita masih dibawah Angka Kecukupan Gizi (AKG). Akibat dari keadaan tersebut, anak balita perempuan dan anak balita laki – laki Indonesia mempunyai rata – rata tinggi badan masing – masing 6,7 cm dan 7,3 cm lebih pendek daripada standar rujukan WHO 2005 (Bappenas, 2011). Jenis penelitian ini adalah adalah penelitian observasi dengan desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Desain deskriptif menjawab atas pertanyaan-pertanyaan tentang siapa, apa, kapan, di mana dan bagaimana keterkaitan dengan penelitian tertentu. Sampel penelitian terdiri dari 40 responden. Responden adalah balita yang berumur 24 bulan – 59 bulan di Desa Karanganyar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsumsi energi dan protein dengan kategori defisit tingkat berat cenderung pendek, serta responden pendek dan sangat pendek cenderung memiliki sanitasi lingkungan rumah yang tidak sehat. Saran dari penelitian ini adalah seharusnya keluarga responden terutama ibu dari balita lebih mengutamakan konsumsi makan makanan yang bergizi terhadap balita serta menjaga sanitasi lingkungan rumah dalam keadaan bersih dan sehat sehingga balita terpenuhi kebutuhan zat gizinya dan terhindar dari kejadian infeksi yang mengakibatkan terjadinya stunting. Kata kunci : Stunting,Tingkat Konsumsi Energi, Tingkat Konsumsi Protein, Sanitasi Lingkungan.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan