Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3911–3920 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2017

GAMBARAN KONSEP DIRI PADA WANITA DENGAN KANKER PAYUDARA POST MASTEKTOMI DI RS LAVALETTE MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: LUSIA PRILA ROSANTI
NIM: 1401100072
Program Studi: DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dyah Widodo S.Kp., M.Kes, Dr. Susi Milwati S.Kp., M.Pd.
Subjek: Konsep Diri, Kanker Payudara Post Mastektomi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Konsep Diri Pada Wanita Dengan Kanker Payudara Post Mastektomi. Lusia Prila Rosanti (2017). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus. Program Studi D III Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan Malang. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I Dyah Widodo S.Kp., M.Kes, Pembimbing II Dr. Susi Milwati S.Kp., M.Pd. Kata Kunci: Konsep Diri, Kanker Payudara Post Mastektomi Konsep diri adalah keseluruhan ide, pikiran, kepercayaan, dan keyakinan yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu tersebut dalam berhubungan dengan orang lain. Adanya perubahan pada kondisi tubuh dapat mempengaruhi konsep diri seseorang. Wanita dengan kanker payudara post mastektomi mengalami perubahan pada payudaranya. Payudara adalah organ yang penting bagi dirinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi konsep diri pada wanita dengan kanker payudara post mastektomi di RS Lavalette Malang. Metode penelitian ini adalah dengan cara wawancara dan observasi yang dilakukan dalam beberapa pertemuan antara tanggal 10 Juni-29 Juli 2017. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pedoman wawancara dan lembar observasi. Setelah dilakukan analisa pada hasil wawancara dan observasi didapatkan hasil bahwa kedua subjek penelitian memiliki konsep diri yang berbeda, yaitu subjek I negatif sedangkan subjek II positif. Saran untuk subjek penelitian yaitu disarankan agar bisa merubah pola fikir dan pandangan yang negatif terhadap perubahan pada payudara, dan menerima segala perubahan yang ada.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

GAMBARAN KONSEP DIRI PASIEN BIPOLAR SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PSIKOEDUKASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAMPAL CELAKET MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MIFTAHUL JANNAH
NIM: 1401100035
Program Studi: DIPLOMA III KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Kissa Bahari, S.Kep. Ns., M.Kep., Sugianto Hadi., SKM, MPH.
Subjek: Pasien Bipolar, Konsep Diri, Psikoedukasi.
Lihat Abstraksi
Gambaran Konsep Diri Pasien Bipolar Sebelum dan Sesudah Diberikan Psikoedukasi di Wilayah Kerja Puskesmas Rampal Celaket Malang. Miftahul Jannah (2017) Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Studi Kasus. Program Studi Diploma III Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (1) Kissa Bahari, S.Kep. Ns., M.Kep., (2) Sugianto Hadi., SKM, MPH. Di Indonesia masih banyak pasien dengan Bipolar yang mengalami gangguan konsep diri. Dimana kelima bagian dari konsep diri: gambaran diri, ideal diri, peran, identitas diri dan harga diri seseorang mengalami gangguan. Pemberian terapi psikoedukasi diharapkan dapat memotivasi dan membuat perubahan konsep diri pasien bipolar menjadi lebih positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran perubahan diri konsep diri pasien bipolar setelah diberikan psikoedukasi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, dengan mengambil 1 (satu) subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa sebelum pemberian psikoedukasi, subjek dengan gangguan bipolar mengalami gangguan konsep diri atau konsep diri negatif, dan setelah diberikan latihan selama 9 (Sembilan) kali pertemuan subjek mengalami peningkatan konsep diri yang ditandai dengan lebih bersemangat, lebih ceria, lebih percaya diri, komunikasi dengan keluarga dan sosial lebih baik. Pemberian terapi psikoedukasi dapat memperbaiki gangguan konsep diri subjek dengan gangguan bipolar. Sebagai rekomendasi pemberian terapi psikoedukasi pada pasien bipolar ini dapat diterapkan di Wilayah Kerja Puskesmas Rampal Celaket Malang. Kata Kunci : Pasien Bipolar, Konsep Diri, Psikoedukasi.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

GAMBARAN KONSEP DIRI PENDERITA KUSTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGKANDANG KOTA MALANG (DESKRIPTIF STUDI KASUS)

Lihat Detail Karya
Penulis: PUTRI NUR BARLIANTI
NIM: 1401100076
Program Studi: DIII KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Dyah Widodo, S.Kp, M.Kes, & Kissa Bahari, S.Kep, Ns, M.Kep.
Subjek: Konsep diri, Kusta.
Cover KTI
2017

GAMBARAN KUALITAS DAN KUANTITAS TIDUR PADA LANSIA YANG MENGALAMI INSOMNIA SESUDAH MINUM SUSU DI PANTI GRIYA ASIH LAWANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Hannov Helwatul Warda
NIM: 1401100010
Program Studi: D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Imam Subekti, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom, Lenni Saragih, SKM., M.Kes.
Subjek: Kualitas dan Kuantitas Tidur, Lansia, Insomnia, Minum Susu
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Kualitas dan Kuantitas Tidur pada Lansia yang Mengalami Insomnia sesudah Minum Susu di Panti Griya Asih Lawang. Hannov Helwatul Warda (2017) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang. Pembimbing (Utama) Imam Subekti, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom, (Pendamping) Lenni Saragih, SKM., M.Kes. Kata Kunci: Kualitas dan Kuantitas Tidur, Lansia, Insomnia, Minum Susu Salah satu permasalahan yang sering dialami oleh lansia adalah gangguan tidur yaitu insomnia, dalam hubungan antara penuaan fisik dan psikologis, upaya mengatasi insomnia dapat dilakukan dengan minum susu sebelum tidur, karena susu mengandung asam amino triptofan. Jumlah serotonin yang terbentuk dalam hormon melatonin juga meningkat apabila triptofan bertambah sehingga akan menyebabkan keadaan mengantuk/tidur. Bila pembentukannya terhambat, maka terjadi keadaan tidak bisa tidur. Tujuan dari studi kasus untuk mengetahui gambaran kualitas dan kuantitas tidur pada lansia yang mengalami insomnia setelah mengkonsumsi susu di Panti Griya Asih Lawang. Metode penelitian menggunakan rancangan deskriptif (metode studi kasus) dengan memberikan intervensi minum susu sebelum tidur selama 15 hari kemudian kualitas dan kuantitas tidur diukur dengan alat ukur Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) melalui wawancara dan observasi. Subjek studi kasus ini adalah Oma M berusia 70 tahun, mengalami insomnia selama 3 tahun dan telah minum susu selama 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan kualitas dan kuantitas tidur oma M mengalami peningkatan tidur baik atau insomnia dapat teratasi setelah minum susu sebelum tidur selama 15 hari dan mendapatkan jumlah skor 3 dari sebelumnya jumlah skor 18. Rekomendasi dari penelitian diharapkan memberikan masukan untuk menginformasikan manfaat minum susu sebelum tidur khususnya bagi lansia yang enggan minum susu.
Cover KTI
2017

GAMBARAN KUALITAS TIDUR PADA DEWASA MUDA YANG MENGALAMI INSOMNIA SETELAH DILAKUKAN TERAPI RELAKSASI PROGRESIF DI KELURAHAN BANDUNGREJOSARI RT 01 RW 06 KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AGUNG PRASETIO
NIM: 1401100116
Program Studi: PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Tanto Harianto, S.Kep. Ns. M.Biomed, Dr. Susi Milwati S,Kp., M.Pd.
Subjek: Kualitas Tidur, Relaksasi Progresif, Insomnia
Lihat Abstraksi
Agung Prasetio (2017) Gambaran Kualitas Tidur pada Dewasa Muda yang Mengalami Insomnia Setelah Dilakukan Terapi Relaksasi Progresif di Kelurahan Bandungrejosari RT 01 RW 06 Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang,Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Tanto Harianto, S.Kep. Ns. M.Biomed, Pendamping Dr. Susi Milwati S,Kp., M.Pd. Dewasa awal atau muda adalah masa transisi dari remaja ke dewasa yang disebut sebagai masa beranjak dewasa terjadi dari usia sampai 25 tahun. Seiring dalam masa peralihan ini, muncul berbagai masalah kesehatan atau gaya hidup yang kurang baik, salah satunya adalah kurangnya tidur akibat dari insomnia. Seseorang dengan insomnia, di siang hari akan menyebabkan rasa mengantuk, letih, depresi dan cemas. Salah satu terapi untuk mengatasi insomnia adalah dengan terapi relaksasi progresif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas tidur pada dewasa muda yang mengalami insomnia setelah dilakukan terapi relaksasi progresif. Penelitian ini adalah deskriptif studi kasus dengan subjek Tn. D (22 tahun) dan dilakukan pada 30 Mei-16 Juni 2017. Pengumpulan data ini menggunakan teknik observasi dan wawancara terpimpin dengan instrumen yang dibuat oleh peneliti. Data disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur pada subjek Tn. D sebelum dilakukan relaksasi progresif kualitas tidur dalam kategori buruk dengan skor 12, setelah dilatih selama 3 minggu terjadi peningkatan kualitas tidur tetapi masih dalam kategori buruk dengan skor 8. Maka dapat disimpulkan bahwa kualitas tidur subjek masih dalam kategori buruk. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah terapi relaksasi progresif dapat dilakukan pada orang dewasa yang mengalami insomnia dengan waktu latihan lebih dari 3 minggu dan secara teratur. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Relaksasi Progresif, Insomnia
Cover KTI
tidak tersedia
2017

GAMBARAN MEKANISME KOPING IBU YANG MEMILIKI ANAK LAHIR CACAT TUNANETRA DI SEKOLAH DASAR LUAR BIASA 1 YAYASAN IDAYU MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RISKA RUSINDAH YANI
NIM: 1401100026
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Tutik Herawati, S.Kp., MM, Dyah Widodo, S. Kp., M.Kes.
Subjek: Mekanisme Koping, Ibu, Tunanetra
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Riska Rusindah Yani (2017). Gambaran Mekanisme Koping Ibu Yang Memiliki Anak Lahir Cacat Tunanetra Di Sekolah Dasar Luar Biasa 1 Yayasan Idayu Malang. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Tutik Herawati, S.Kp., MM, (Pendamping) Dyah Widodo, S. Kp., M.Kes. Kecacatan seperti tunanetra yang dialami oleh salah satu anggota keluarga akan sangat mempengaruhi keluarga terutama ibu. Dalam keluarga, ibu merupakan figur yang lebih rentan terhadap stres dibandingkan dengan ayah.Dari hal tersebut seorang individu akan memunculkan sebuah respon untuk pertahanan dirinya dan membentuk suatu mekanisme koping, yaitu cara mengatasi suatu masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi gambaran mekanisme koping ibu yang memiliki anak lahir cacat tunanetra. Penelitian ini adalah studi kasus eksploratif dengan 1 subyek studi kasus. Penelitian ini dilakukan pada 27 Maret – 28 April 2017. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara terpimpin. Data disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek (Ny. S) memiliki mekanisme koping yang adaptif, ditunjukkan dalam lima aspek mekanisme koping yaitu: (1) mengontrol emosi dengan baik, (2) memiliki persepsi yang luas, (3) memecahkan masalah dengan efektif, (4) melakukan aktifitas yang positif, (5) mampu menerima anak serta dukungan dari orang lain, dari seluruh aspek tersebut subyek masuk dalam kategori baik. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah sebaiknya peneliti selanjutnya meneliti mekanisme koping saat awal lahir sampai dengan saat ini. Kata Kunci: Mekanisme Koping, Ibu, Tunanetra
Cover KTI
2017

GAMBARAN MINAT KUNJUNG LANSIA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERI HEALTH EDUCATION DI POSYANDU LANSIA MEKAR SARI RW 06 KLOJEN KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DIMAS SATRYA SUKMA WIJAYA
NIM: 1401100068
Program Studi: DIPLOMA III KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Sugianto Hadi, SKM, MPH, Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes
Subjek: lansia,health education,posyandu lansia
Lihat Abstraksi
Lanjut usia mengalami banyak perubahan diantaranya kemunduran fisik, mental dan sosial secara bertahap. Hal ini menyebabkan lansia harus rutin memeriksakan kondisi kesehatannya di fasilitas kesehatan terdekat. Salah satu fasilitas kesehatan yang diadakan secara rutin setiap bulan yaitu posyandu lansia, namun faktanya masih banyak lansia yang memiliki minat rendah dan enggan mengikuti kegiatan posyandu lansia maka dari itu perlu dilakukan Health Education. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui minat kunjung lansia sebelum dan sesudah diberikan Health Education. Penelitian ini adalah deskriptif studi kasus dengan 2 subjek penelitian dan dilakukan pada 21 Juni – 8 Juli 2017. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara bebas terpimpin dalam pengambilan data dengan instrumen yang telah dipersiapkan sebelumnya. Data disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan Health Education kedua subjek jarang mengunjungi posyandu lansia, saat diberikan Health Education keduanya mulai memahami informasi yang diberikan, setelah diberikan Health Education subjek 1 tidak mengalami perubahan minat (Tetap) dan subjek 2 mengalami perubahan minat (Aktif). Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya sebaiknya dengan memberdayakan lansia aktif terhadap lansia dengan minat kunjung posyandu lansia yang rendah sehingga masalah tersebut dapat terkurangi. Kata kunci : Lansia, Health Education, Posyandu Lansia
Cover KTI
2017

GAMBARAN PENCEGAHAN KEKAMBUHAN PENYAKIT ASAM URAT ATAU GOUT DARI ASPEK KONSUMSI MAKANAN PADA LANSIA DI GRIYA KASIH SILOAM MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MAR’ATUL ISTIQAMAH
NIM: 1401100114
Program Studi: DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Lenny Saragih, SKM., M.Kes, Tanto Hariyanto, S.Kep.Ns, M.Biomed.
Subjek: Pencegahan, Asam Urat, Makanan, Lansia
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Pencegahan Kekambuhan Penyakit Asam Urat atau Gout dari Aspek Konsumsi Makanan pada Lansia Di Griya Kasih Siloam Malang. Mar’atul Istiqamah (2017). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus Deskriptif. Program Studi DIII Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Lenny Saragih, SKM., M.Kes, (Pendamping) Tanto Hariyanto, S.Kep.Ns, M.Biomed. Kata Kunci : Pencegahan, Asam Urat, Makanan, Lansia. Seiring bertambahnya usia tanpa disadari lansia akan mengalami perubahan fisik, sosial, dan psikososial. Salah satu penyakit yang sering di derita lansia adalah asam urat atau gout. Pencegahan asam urat merupakan suatu tindakan untuk mencegah kekambuhan asam urat . salah satu pencegahannya dapat dilihat dari aspek makanan. Makanan yang tinggi purin dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apa saja yang dilakukan responden dalam pencegahan kekambuhan penyakit asam urat atau gout dari aspek konsumsi makanan pada lansia di Griya Kasih Siloam. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan melakukan wawancara dan observasi food record dan food recall diukur dengan alat ukur glukometer dengan chip uric acid. Subyek penelitian ini adalah Ny S berusia 68 tahun, memiliki kadar asam urat dalam darah >6 mg/dL dan telah melakukan pencegahan kekambuhan asam urat dari aspek konsumsi makanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil food recall adalah 45,5 g, hasil dari food record pada pertemuan ke 4 adalah 61,6 sehingga selisish dari kadar protein food recall dan food record pertemuan terakhir terjadi peningkatan adalah 16,1 g. Namun kadar asam urat menurun dari 9,9 mg/dL menjadi 8,7 mg/dL dalam batas di atas normal. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah perlu di programkan pencegahan kekambuhan penyakit asam urat atau gout khususnya pada lansia yang mempunyai kadar asam urat tinggi.
Cover KTI
2017

GAMBARAN PENGARUH KONSELING PADA PENDERITA KUSTA YANG MENGALAMI HARGA DIRI RENDAH DI PUSKESMAS GRATI DI DESA PLOSOSARI

Lihat Detail Karya
Penulis: DIMAS BAGAS SETYA ALAM
NIM: 1401100062
Program Studi: D- III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Imam Subekti, S.Kp, M.Kep, Sp.Kom, Drs. H.Moh. Zainol Rachman, SST, M.Kes
Subjek: Konseling, Harga Diri, Kusta.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Pengaruh Konseling Pada Penderita Kusta Yang Mengalami Harga Diri Rendah Di Puskesmas Grati Di Desa Plososari. Dimas Bagas Setya Alam (2017). Karya Tulis Ilmia Studi Kasus Deskriptifeksploratif. Program Studi DIII Keperawatan Malang. Jurusan keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Imam Subekti, S.Kp, M.Kep, Sp.Kom (Pendamping) Drs. H.Moh. Zainol Rachman, SST, M.Kes Kata Kunci : Konseling, Harga Diri, Kusta. Penyakit kusta merupakan penyakit menular yang masih menimbulkan masalah kesehatan di masyarakat. Masalah yang timbul akibat penyakit tersebut selain dari segi medis juga berdampak pada stigma negatif masyarakat yang berpengaruh pada harga diri penderita. Konseling pada individu dengan diagnosis kusta merupakan program pengendalian kusta khusunya pada tingkat puskesmas. Konseling pada penderita kusta akan dapat meningkatkan pemahaman tentang diri sendiri penerimaan diri dan situasi yang mereka alami, serta meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengaruh konseling pada penderita kusta yang mengalami harga diri rendah. Subjek pada studi kasus ini berjumlah satu orang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan selama tiga hari yaitu pada tanggal 14-16 Juni 2017 subjek mengalami peningkatan harga diri menjadi positif. Hasil tersebut terbukti pada lembar wawancara, lembar observasi, dan alat perekam. Metode yang digunakan pada penelitian ini deskriptif studi kasus, Hal ini menunjukan bahwa konseling dapat mempengharuhi harga diri pada penderita kusta. Rekomendasi pada studi kasus ini diharapkan dapat memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat dan keluarga untuk meningkatkan harga diri penderita kusta.
Cover KTI
2017

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN LALULINTAS PADA SUKARELAWAN PENGATUR LALU LINTAS (SUPELTAS)

Lihat Detail Karya
Penulis: HENNY RISSYATUL MUNAWIROH
NIM: 1401100103
Program Studi: D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Joko Wiyono, SKp, M.Kep Sp.Kom, Roni Yuliwar, Skep Ns. M.Ked.
Subjek: Supeltas, Pendidikan Kesehatan, pertolongan pertama kecelakaan lalulintas.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Pengetahuan Dan Ketrampilan Sebelum Dan Sesudah Diberikan Pendidikan Pertolongan Pertama Kecelakaan Lalulitas Pada Sukarelawan Pengatur Lalulintas (Supeltas) (studi kasus) Henny Rissyatul Munawiroh (2017) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatann Malang, Jurusan Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I Joko Wiyono, SKp, M.Kep Sp.Kom, Pembimbing II Roni Yuliwar, Skep Ns. M.Ked. Kata Kunci: Supeltas, Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Ketrampilan, pertolongan pertama kecelakaan lalulintas. Tingginya angka kematian dan kecacatan akibat kecelakaan lalulintas salah satunya disebabkan ketidak tahuan masyarakat awam dalam memberikan pertolongan pertama. Sukarelawan pengatur lalulintas (Supeltas) sebagai orang awam yang bekerja di jalan raya setiap harinya kemungkinan besar dapat menemui kejadian kecelakaan lalulintas tetapi belum mengetahui cara melakukan pertolongan pertama yang benar. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pertolongan pertama kecelakaan lalulintas pada supeltas. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan dua orang subjek penelitian sesuai dengan kriteria inklusi yang dilaksanakan pada 30 Mei - 10 Juni 2017 di wilayah Kota Malang. Pengambilan data menggunakan pedoman wawancara dan lembar observasi. Hasil penelitian, yang diperoleh, subjek 1 dan subjek 2 belum mengetahui pertolongan pertama kecelakaan lalulintas sebelum diberikan pendidikan kesehatan. Setelah diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan subjek 1 masih kurang sedangkan subjek 2 tergolong baik. Ketrampilan subjek 1 dan 2 dalam melakukan tindakan pertolongan pertama tergolong baik. Pada penelitian ini terdapat perubahan pengetahuan pada kedua subjek penelitian. Ketrampilan pada kedua subjek tergolong baik. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah meningkatkan kembali pengetahuan danketrampilan dengan berlatih kembali. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah menggunakan metode dan media yang berebeda. Pada pemberian ketrampilan dapat digunakan metode demonstrasi dan latihan berulang seperti yang dilakukan oleh peneliti.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan