Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3901–3910 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2017

GAMBARAN FUNGSI PERKEMIHAN PADA PASIEN BPH POST OPERASI TURP SESUDAH DILAKUKAN IRIGASI BLADDER DI RUANG BEDAH RS. LAVALETTE KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: LOLITA NINDI INDRIANI
NIM: 1401100006
Program Studi: DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep, Ns, M.Kes, & Joko Pitoyo, S.Kp, M.Kep.
Subjek: Fungsi Perkemihan, post operasi TURP, Irigasi Bladder
Lihat Abstraksi
Lolita Nindi Indriani (2017). Gambaran Fungsi Perkemihan Pada Pasien BPH Post Operasi TURP Sesudah Dilakukan Irigasi Bladder di Ruang Bedah RS.Lavalette Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi D-III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep, Ns, M.Kes, Pembimbing (Pendamping) Joko Pitoyo, S.Kp, M.Kep. Pasien dengan BPH biasanya dilakukan pembedahan. Pembedahan tersebut biasa disebut dengan operasi TURP. Pasien post operasi TURP mengalami perubahan pola berkemih dan menganggu fungsi perkemihan. Irigasi kateter merupakan upaya untuk meghindari terjadinya gangguan fungsi kemih pada pasien, mempertahankan kepatenan kateter dan membersihkan bladder dari bekuan darah kecil setelah proses operasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan gambaran fungsi perkemihan pada pasien BPH post TURP sesudah dilakukan irigasi bladder. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif studi kasus. Dalam penelitian ini menggunakan 2 subjek studi kasus. Pengambilan data dengan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan gambaran fungsi pekemihan pada subjek I (Tn.S) setelah dilakukan TURP dan irigasi bladder pada hari I dan II tidak ditemukan hambatan pada saluran kencing pasien. Sedangkan pada hari ke III ada sumbatan setelah dilakukan irigasi bladder, kemungkinan dikarenakan fiksasi lepas. Subjek II (Tn.Sp) pada hari I sampai hari ke III hasilnya normal, tidak ditemukan hambatan pada saluran kencing dikarenakan pasien kooperatif serta fiksasi tidak terlepas. Rekomendasi dari penelitian ini untuk pasien yang akan menjalankan operasi TURP perlu diberikan edukasi untuk menghindari ketidakpatuhan pasien sehingga pasien dapat menjaga posisi kateter dengan baik. Kata Kunci: Fungsi Perkemihan, post operasi TURP, Irigasi Bladder
Cover KTI
2017

GAMBARAN IBU YANG BEKERJA DALAM MEMBERIKAN ASUPAN NUTRISI ANAK USIA 3 TAHUN DI KELURAHAN LESANPURO

Lihat Detail Karya
Penulis: DWI RATNASARI
NIM: 1401100100
Dosen Pembimbing: Dr. Susi Milwati, S.Kp., M.Pd, Drs. MZ. Rachman, S.ST., M.Kes
Subjek: Ibu Bekerja, Asupan Nutrisi, Anak Usia 3 tahun
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Ibu Yang Bekerja Dalam Memberikan Asupan Nutrisi Anak Usia 3 Tahun Di Kelurahan Lesnpuro. Dwi Ratnasari (2017). Karya Tulis Ilmiah, Deskriptif Studi Kasus, Program Studi D-III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing utama, Dr. Susi Milwati, S.Kp., M.Pd, Pembimbing pendamping, Drs. MZ. Rachman, S.ST., M.Kes. Kata kunci: Ibu Bekerja, Asupan Nutrisi, Anak Usia 3 tahun Setiap ibu yang bekerja pasti mendambakan adanya keseimbangan antara karir dan keluarga, yaitu karir yang bisa berjalan sukses dan lancar, tetapi keluarga tidak terlantar. Ibu yang bekerja dalam memberikan kecukupan nutrisi pada anak dapat dilihat dari segi kebiasaan ibu dan pemberian makan pada anak, baik dari segi ketepatan waktu, jenis makanan, maupun jumlah makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran ibu yang bekerja dalam memberikan asupan nutrisi anak usia 3 tahun di Kelurahan Lesanpuro. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif studi kasus. Subyek penelitian berjumlah 2 orang. Proses pengambilan data menggunakan teknik wawancara dan observasi recall makanan. Hasil studi kasus dari 2 ibu yang bekerja menunjukkan bahwa asupan nutrisi yang diberikan ada perbedaan. Dilihat dari kebiasaan Ibu dan cara pemberian makan. Kebiasaan Ibu I dan cara pemberian makan sudah baik, namun berat badan anak kurang. Kebiasaan Ibu II dan cara pemberian makan anak masih kurang , namun anak memiliki berat badan lebih. Dari kedua responden didapatkan kesimpulan bahwa 2 ibu yang bekerja ternyata dalam peran memberikan makanan berbeda, asupan nutrisi yang diberikan berbeda, dan kondisi anak berbeda. Sehingga disarankan untuk penelitian selanjutnya, meneliti lebih lanjut supaya dapat lebih sempurna.
Cover KTI
2017

GAMBARAN INTENSITAS NYERI SEBELUM DAN SESUDAH UPAYA-UPAYA PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI DISMENOREA PRIMER

Lihat Detail Karya
Penulis: JESY AKBAR RATU PAKSY
NIM: 1401100046
Program Studi: DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Joko Pitoyo, S.Kp, M.Kep, Ngesti W. Utami, S.Kp, M.Pd.
Subjek: Intensitas Nyeri, Dismenorea Primer, Upaya-Upaya Penurunan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Jesy Akbar Ratu Paksy (2017). Gambaran Intensitas Nyeri Sebelum Dan Sesudah Upaya-Upaya Penurunan Intensitas Nyeri Pada Remaja Putri Yang Mengalami Dismenorea Primer. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Joko Pitoyo, S.Kp, M.Kep, Pembimbing (Pendamping) Ngesti W. Utami, S.Kp, M.Pd. Kata Kunci : Intensitas Nyeri, Dismenorea Primer, Upaya-Upaya Penurunan Dismenorea adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama menstruasi. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan sebanyak 42 remaja putri yang mengalami dismenorea dan penanganan yang dilakukan yaitu menggunakan obat analgesik dari UKS sekolah. Tujuan dari penelitian adalah mendeskripsikan gambaran intensitas nyeri sebelum dan sesudah upaya-upaya penurunan intensitas nyeri pada remaja putri yang mengalami dismenorea primer. Penelitian ini adalah deskriptif studi kasus dengan 2 subjek remaja putri yang mengalami dismenorea primer. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 01 April – 31 Mei 2017. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara bebas terpimpin, pengukuran tingkat nyeri dan observasi dalam pengambilan data dengan instrumen yang telah dipersiapkan sebelumnya. Data disajikan dalam bentuk narasi dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk subjek 1 sebelum melakukan upaya pendidikan kesehatan maka intensitas nyeri menjadi skala nyeri 4 setelah melakukan upaya pendidikan kesehatan intensitas nyeri menjadi skala nyeri 4. Sedangkan subjek 2 sebelum melakukan upaya pendidikan kesehatan maka intensitas nyeri menjadi skala nyeri 5 setelah melakukan upaya pendidikan kesehatan intensitas nyeri menjadi skala nyeri 4. Sehingga dengan adanya pemberian pendidikan kesehatan, maka terjadi penurunan intensitas nyeri dismenorea primer secara bertahap. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah diharapkan meneliti mengenai hubungan efektifitas penurunan intensitas nyeri pada penderita dismenorea sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan.
Cover KTI
2017

GAMBARAN KADAR GULA DARAH SEBELUM DAN SESUDAH EDUKASI DIET DM PADA PENDERITA DM TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNG KANDANG KOTA MALANG (Studi Kasus)

Lihat Detail Karya
Penulis: Etika Robiyatul Munfaati
NIM: 1401100015
Program Studi: KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Budi Susatia, S.Kp, M.Kes, Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep, Ns,M.Kes.
Subjek: Kadar Gula Darah, DM tipe 2, Pendidikan Kesehatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Etika Robiyatul Munfaati (2017). Gambaran Kadar Gula Darah Sebelum dan Sesudah Edukasi Diet DM pada Penderita DM Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, pembimbing (Utama) Budi Susatia, S.Kp, M.Kes, (Pendamping) Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep, Ns,M.Kes. Diabetes melitus adalah penyakit metabolisme yang merupakan suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang karena adanya peningkatan kadar glukosa darah di atas nilai normal. Angka insiden diabetes militus di dunia menunjukkan kecenderungan terjadi peningkatan, hal tersebut disebabkan oleh gaya hidup masyarakat yang tidak memperhatikan pola hidup sehat. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif studi kasus dengan metode pengumpulan data dengan wawancara dan observasi pemeriksaan kadar gula darah puasa dan 2 jam pp. Subjek penelitian yang digunakan adalah dua orang penderita DM tipe 2, dimana penelitian dilakukan pada tanggal 31 Mei-9 Juni 2017. Hasil studi kasus ini menunjukkan pendidikan kesehatan yang dilakukan belum optimal, karena pendidikan kesehatan hanya dilakukan 2x pada kedua responden yang memiliki tingkat pengetahuan yang rendah. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil kadar gula darah yang tinggi yaitu ≥ 126 mg/dl. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah dapat meneliti gambaran kadar gula darah sebelum dan sesudah mengkonsumsi daun kelor pada penderita diabetes tipe 2. Kata Kunci : Kadar Gula Darah, DM tipe 2, Pendidikan Kesehatan
Cover KTI
tidak tersedia
2017

GAMBARAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI, STATUS GIZI DAN PRESTASI BELAJAR MURID KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH DARUL QUR’AN KELURAHAN KOTALAMA KECAMATAN KEDUNG KANDANG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: QOYYIMATUN NISA
NIM: 1403000069
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Ibnu Fajar, SKM. M.Kes
Subjek: Kebiasaan Sarapan Pagi, Status Gizi, Prestasi Belajar.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Qoyyimatun Nisa, 2017. “Gambaran Kebiasaan Sarapan Pagi, Status Gizi dan Prestasi Belajar Murid Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Darul Qur’an Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang”. (Dibawah Bimbingan : Ibnu Fajar, SKM. M.Kes) Kebiasaan mengabaikan sarapan pagi selain menurunkan prestasi belajar anak juga mengakibatkan tubuh tidak mendapatkan asupan zat gizi yang cukup sehingga menurunkan status gizi dan akhirnya kembali mempengaruhi prestasi belajar anak tersebut. Berdasarkan hasil survei pendahuluan melalui wawancara dengan guru Madrasah Ibtidaiyah Darul Qur’an diketahui bahwa 70% murid kelas V Madrasah Ibtidaiyah Darul Qur’an Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang tidak biasa sarapan pagi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui tentang gambaran kebiasaan sarapan pagi, status gizi dan prestasi belajar pada murid kelas V di Madrasah Ibtidaiyah Darul Qur’an Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang. Pengambilan data penelitian dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Darul Qur’an Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan penelitian menggunakan desain penelitian Cross Sectional. Jumlah sampel diambil dari murid kelas V di Madrasah Ibtidaiyah Darul Qur’an Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang adalah 24 responden. Data yang diambil adalah nilai rata-rata UTS dan UAS pada semester terakhir, kebiasaan sarapan pagi dan asupan saat sarapan pagi diperoleh dari kuisioner kebiasaan sarapan pagi dan hasil recall 2 hari 24 jam, data berat badan dan tinggi badan serta gambaran umum siswa dan gambaran umum sekolah. Hasil penelitian menunjukkan dari 24 murid kelas V Madrasah Ibtidaiyah Darul Qur’an terdapat 14 murid (58%) tidak terbiasa untuk melakukan sarapan pagi, murid yang berstatus gizi kurus sebanyak 3 murid (13%), serta murid yang memiliki prestasi belajar kurang sebanyak 14 murid (58%). Responden yang tidak memiliki kebiasaan sarapan lebih banyak memiliki prestasi belajar kurang sebanyak 13 responden (54%). Berdasarkan hal tersebut diharapkan pihak institusi/ sekolah dan orangtua dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan kajian untuk memberikan wawasan tentang ilmu gizi mengingat masih banyak murid yang tidak terbiasa melakukan sarapan pagi serta masih terdapat juga murid yang memiliki status gizi kurang. Kata Kunci : Kebiasaan Sarapan Pagi, Status Gizi, Prestasi Belajar.
Cover KTI
2017

GAMBARAN KECEMASAN ORANG TUA TERHADAP PENGARUH GADGET BAGI USIA REMAJA AWAL PADA ORANG TUA YANG BEKERJA DI LUAR RUMAH

Lihat Detail Karya
Penulis: ANDIAWAN DESFIN ARFIANTO
NIM: 1401100096
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: (1) Dyah Widodo, S.Kp., M.Kes (2) Joko Wiyono, S.Kp,M.Kep, Sp.Kom.
Subjek: Kecemasan, Orang Tua, Remaja, Gadget
Lihat Abstraksi
Abstrak Gambaran Kecemasan Terhadap Pengaruh Gadget Bagi Usia Remaja Awal Pada Orang Tua Yang Bekerja Di Luar Rumah. Andiawan Desfin Arfianto (2017) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus Pendekatan Riset Deskriptif, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing: (1) Dyah Widodo, S.Kp., M.Kes (2) Joko Wiyono, S.Kp,M.Kep, Sp.Kom. Kata Kunci: Kecemasan, Orang Tua, Remaja, Gadget. Gadget merupakan salah satu alat teknologi yang saat ini berkembang pesat yang memiliki fungsi khusus diantaranya yaitu smartphone, dan computer. Gadget memiliki dampak positif dan negatif yang bisa menyebabkan kecemasan pada orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kecemasan terhadap pengaruh gadget bagi usia remaja awal pada orang tua yang bekerja di luar rumah. Penelitian ini bersifat studi kasus pendekatan riset deskriptif, subjek pada penelitian ini berjumlah satu orang dengan kriteria inklusi yang sudah ditentukan. Pengambilan data menggunakan metode wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami kecemasan ringan. Pada persepsi umum, pemahaman subjek tentang fenomena gadget masih baik, tingkat kewaspadaan masih baik dan mampu menyebutkan tingkat kecemasan. Kemudian pada kemampuan belajar, subjek mampu menyelesaikan masalahmya (kecemasan) secara mandiri dan pada karakteristik fisik subjek terdapat perasaan tidak nyaman dan marah-marah kepada anaknya. Maka dapat disimpulkan bahwa kecemasan yang dialami subjek termasuk dalam kecemasan ringan dengan ditunjukkan dengan perswepsi umum yang masih baik, kemampuan menyelesaikan masalah yang masih baik dan karakteristik fisik yang masih baik. Diharapkan melalui penelitian ini orang tua mampu mengatasi kecemasan yang dialami dengan cara memberikan aturan dan arahan kepada anaknya dalam menggunakan gadget. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah meneliti pengaruh yang ditimbulkan oleh gadget pada remaja.
Cover KTI
2017

GAMBARAN KEMAMPUAN IBU DALAM PENCEGAHAN SEXSUAL ABUSE PADA ANAK USIA PRASEKOLAH SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN EDUKASI DI TK MUSLIMAT BUDI UTOMO TERNYANG KECAMATAN SUMBERPUCUNG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: HARDYANTINING ASTUTI
NIM: 1401100016
Program Studi: DIPLOMA III KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Dr. Atti Yudiernawati, S.Kp, M.Pd, Wahyuningsri, S.Pd.M.Kes
Subjek: kemampuan ibu,pencegahan sexual abuse,anak usia prasekolah
Lihat Abstraksi
Hardyantining Astuti (2017). Gambaran Kemampuan Ibu dalam Pencegahan Sexsual Abuse pada Anak Usia Prasekolah Sebelum dan Sesudah Dilakukan Edukasi Di TK Muslimat Budi Utomo Ternyang Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Pembimbing (Utama) Dr.Atti Yudiernawati,S.Kp.M.Pd, Pembimbing (Pendamping) Wahyuningsri, SPd.M.Kes. Kemampuan Ibu dalam tindakan pencegahan sexsual abuse pada anak usia prasekolah sangat penting salah satu upaya bisa dilakukan edukasi. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui gambaran kemampuan Ibu dalam pencegahan sexsual abuse pada anak usia prasekolah sebelum dan sesudah dilakukan edukasi di TK Muslimat Budi Utomo Ternyang Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Subjek penelitian adalah dua Ibu sesuai dengan kriteria subjek. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi (checklist) yang dilakukan tanggal 13 Maret 2017 – 13 Mei 2017 pada Subjek I dan Subjek II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan Ibu yang meliputi, pengetahuan Ibu mengenai kekerasan seksual dan pencegahan kekerasan seksual pada anak sebelum dilakukan edukasi Subjek I dan Subjek II cukup (75%), sesudah dilakukan edukasi Subjek I baik (100%) dan Subjek II baik (87,5%). Sikap Ibu terhadap kekerasan seksual dan pencegahan kekerasan seksual pada anak, sebelum dan sesudah dilakukan edukasi Subjek I dan Subjek II setuju/mendukung. Praktik/tindakan sebelum dilakukan edukasi Subjek I dan Subjek II kurang, sesudah dilakukan edukasi Subjek I cukup dan Subjek II baik. Rekomendasi diharapkan kedua subjek dapat meningkatkan kemampuan tentang pencegahan sexsual abuse yang dapat dilakukan pada anak yaitu dengan menambah dan mencari informasi tentang pencegahan kekerasan seksual pada anak. Kata Kunci: Kemampuan Ibu, Pencegahan Sexsual Abuse, Anak Usia Prasekolah.
Cover KTI
2017

GAMBARAN KEMAMPUAN IBU TENTANG PENCEGAHAN PNEUMONIA BERULANG PADA BALITA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JANTI (Studi Kasus)

Lihat Detail Karya
Penulis: CITRA SURYANI
NIM: 1401100101
Program Studi: JURUSAN KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Roni Yuliwar, S.Kep, Ns, M.Ked, Tanto Hariyanto, S.Kep, Ns, M.Biomed.
Subjek: Pendidikan kesehatan, Pencegahan Pneumonia
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran kemampuan ibu tentang pencegahan pneumonia berulang pada balita sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Janti. Citra Suryani (2017). Karya Tulis Ilmiah studi kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Roni Yuliwar, S.Kep, Ns, M.Ked, pembimbing (Pendamping) Tanto Hariyanto, S.Kep, Ns, M.Biomed. Pneumonia adalah infeksi paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur dan parasit. Penyakit yang menyerang paru-paru ini ditandai dengan batuk dan kesukaran bernafas. Pneumonia dapat dicegah dengan 2 cara, yaitu imunisasi dan non imunisasi. Pencegahan dengan cara non imunisasi yaitu memberikan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan kemampuan ibu dalam pencegahan pneumonia pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan ibu tentang pencegahan pneumonia berulang pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Janti sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan. Desain penelitian ini adalah Studi Kasus. Subjek penelitian berjumlah 2 orang yaitu Ny. M (32tahun) dan Ny. S (38tahun). Metode pengumpulan data menggunakan tehnik wawancara dan observasi. Hasil penelitian pada subjek 1 setelah diberi pendidikan kesehatan Ny. M mampu melakukan 4 aspek dengan benar, yaitu pengetahuan pneumonia, pemberian gizi yang baik dan sehat, imunisasi, dan PHBS. Sedangkan pada subjek 2 sesudah diberikan pendidikan kesehatan dari 5 aspek Ny. S mampu melakukan 4 aspek dengan benar, yaitu pengetahuan pneumonia, imunisasi, pemberian gizi yang baik dan sehat, dan PHBS. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian yang lebih terfokus kepada peran keluarga dalam perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada pneumonia balita. Kata Kunci: Pendidikan kesehatan, Pencegahan Pneumonia
Cover KTI
2017

GAMBARAN KEMAMPUAN PENDERITA DM TIPE 2 DALAM PENCEGAHAN KAKI DIABETIK SEBELUM DAN SESUDAH DIBERI PENDIDIKAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAMPAL CELAKET (DESKRIPTIF STUDI KASUS)

Lihat Detail Karya
Penulis: LINA ANGGRAENI
NIM: 1401100061
Program Studi: DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Rudi Hamarno, S.Kep, Ns, M.Kep, & Fiashriel Lundy, S.Kep, Ns, M.Kes.
Subjek: Kemampuan Penderita DM tipe 2, Kaki Diabetik, Pencegahan Kaki Diabetik
Lihat Abstraksi
Gambaran Kemampuan Penderita DM Tipe 2 Dalam Pencegahan Kaki Diabetik Sebelum Dan Sesudah Diberi Pendidikan Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Rampal Celaket. Lina Anggraeni (2017). Karya Tulis Ilmiah, Deskriptif Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Rudi Hamarno, S.Kep, Ns, M.Kep, (Pendamping) Fiashriel Lundy, S.Kep, Ns, M.Kes. Kata Kunci: Kemampuan Penderita DM tipe 2, Kaki Diabetik, Pencegahan Kaki Diabetik Kaki diabetes adalah salah satu komplikasi kronik DM yang sering terjadi. Kaki diabetik atau diabetes adalah suatu penyakit pada penderita diabetes bagian kaki akibat diabetes mellitus yang tidak terkendali dengan baik yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah, gangguan persyarafan dan infeksi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kemampuan penderita DM tipe 2 dalam pencegahan kaki diabetik sebelum dan sesudah diberi pendidikan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif studi kasus. Subjek penelitian sebanyak dua orang. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 22 Februari – 04 Maret 2017. Proses pengambilan data menggunakan lembar wawancara, lembar observasi, leaflet dan alat perawatan kaki sehat diabetes. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa subjek 1 mempunyai pengetahuan cukup dan sikap perilaku cukup, subjek 2 mempunyai pengetahuan baik dan sikap perilaku cukup. Tindakan yang belum dicapai kedua subjek adalah cara senam kaki yang benar. Rekomendasi hasil penelitian ini diharapkan adanya peningkatan kemampuan penderita DM tipe 2 dalam pencegahan kaki diabetik. Untuk itu penderita DM tipe 2 diharapkan dapat menerapkan cara-cara pencegahan kaki diabetik yang telah didapat dari pendidikan kesehatan dalam kegiatan sehari-hari.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

GAMBARAN KEMANDIRIAN PERAWATAN DIRI ANAK RETARDASI MENTAL BERAT SEBELUM DAN SETELAH DILAKUKAN LATIHAN PERAWATAN DIRI DI YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Ningrum Wahyu Setyowati
NIM: 1401100020
Program Studi: DIPLOMA III KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Kissa Bahari, S. Kep. Ns., M. Kep. & Dyah Widodo, S.Kp., M.Kes
Subjek: Kemandirian, Perawatan Diri, Retardasi Mental
Lihat Abstraksi
Gambaran Perawatan Diri Anak Retardasi Mental Berat Sebelum dan Setelah Dilakukan Latihan Perawatan Diri di Yayasan Pembinaan Anak Cacat Malang. Ningrum Wahyu Setyowati (2017) Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Studi Kasus. Program Studi Diploma III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: (1) Kissa Bahari, S.Kep. Ns., M.Kep., (2) Dyah Widodo, S.Kp., M.Kes. Anak retardasi mental berat pada umumnya mengalami keterbatasan yang lebih berat dalam fungsi intelegensi, motorik kasar dan halus, bahasa dan wicara, serta sosialisasi sehingga ia dapat mengalami defisit perawatan diri yang berarti. Salah satu latihan yang dapat diberikan adalah latihan perawatan diri sederhana. Pemberian latihan ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat kemandirian anak dalam perawatan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemandirian perawatan diri anak retardasi mental berat sebelum dan setelah dilakukan latihan perawatan diri. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, dengan mengambil 1 (satu) subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa sebelum diberikan latihan perawatan diri, subjek belum bisa menyiapkan alat-alat yang diperlukan untuk perawatan diri namun ia bisa melakukan sebagian besar aspek latihan sesuai arahan pengasuh dengan berpegangan. Setelah dilakukan latihan perawatan diri, subjek bisa menyiapkan alat-alat yang diperlukan dan bisa melakukan sebagian besar aspek latihan tanpa berpegangan. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terjadi perubahan tingkat kemandirian perawatan diri yaitu tetap berada pada tingkat ketergantungan sebagian. Rekomendasi penelitian ini yaitu latihan perawatan diri pada anak retardasi mental berat dapat diterapkan secara terus menerus dan konsisten pada tahap-tahap yang sama dengan metode yang menyenangkan dan disertai pemberian reinforcement positif. Kata Kunci: Kemandirian, Perawatan Diri, Retardasi Mental
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan