Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3891–3900 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2017

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU HIGIENE SANITASI PENJAMAH MAKANAN DI SEKOLAH AR-ROHMAH PUTRI KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AKIDATUL IZZA MAULIDTIYA
NIM: 1403000108
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Bachyar Bakri, SKM, M.Kes
Subjek: Tingkat Pengetahuan, Perilaku, Higiene Sanitasi, Kelaikan Higiene Sanitasi
Lihat Abstraksi
Akidatul Izza Maulidtiya (2017). Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Higiene Sanitasi Penjamah Makanan di Sekolah Ar-Rohmah Putri Kecamatan Dau Kabupaten Malang Karya Tulis Ilmiah, Progam Studi D III Gizi Malang. Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (Dibawah Bimbingan: Bachyar Bakri) Sanitasi makanan adalah usaha untuk mengamankan dan menyelamatkan makanan agar tetap sehat, bersih, dan aman. Higiene tenaga penjamah makanan sangat mempengaruhi kebersihan makanan oleh karena itu penjamah makanan harus mempunyai perilaku higiene yang baik agar makanan yang dihasilkan berkualitas baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku higiene sanitasi penjamah makanan dan kelaikan fisik di Sekolah Ar-Rohmah Putri Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Proses penelitian dilakukan di Sekolah Ar-Rohmah Putri Kecamatan Dau Kabupaten Malang pada bulan Januari 2017 dengan sampel penjamah makanan menggunakan teknik sampling jenuh dan besar sampel 15 orang. Cara pengolahan data tentang karakteristik, tingkat pengetahuan, fasilitas higiene sanitasi, perilaku tenaga penjamah makanan, dan kelaikan higiene sanitasi diolah secara deskriptif, disajikan dalam bentuk grafik dan tabel. Perilaku higiene sanitasi penjamah makanan sebagian besar cukup (53.3%) masih ada penjamah makanan yang bercakap-cakap saat mengolah makanan, menjamah makanan jadi tanpa menggunakan alat bantu, dan tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap. Faktor yang mempengaruhi perilaku higiene sanitasi penjamah makanan di Sekolah Ar-Rohmah Putri Kecamatan Dau Kabupaten Malang adalah pendidikan, pengetahuan, dan fasilitas higiene sanitasi karena tingkat pendidikan penjamah makanan sebagian besar adalah Pendidikan dasar (SD-SMP) (67%) sehingga mnyebabkan tingkat pengetahuan higiene sanitasi cukup (53.3%), fasilitas higiene sanitasi baik (81%) namun masih ada kekurangan seperti tidak tersedia APD dan fasilitas cuci tangan. Hal tersebut mempengaruhi perilaku higiene sanitasi penjamah makanan dan kelaikan higiene sanitasi sehingga belum sesuai Permenkes 1096 skor yang diperoleh Penyelenggaraan Makanan di Sekolah ArRohmah adalah 65,4 (77.7%), seharusnya golongan A3 harus memperoleh skor minimal 74 (89%). Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan bagi institusi untuk menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, fasilitas higiene sanitasi seperti tempat cuci tangan, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk penjamah makanan minimal 1 tahun sekali. selain itu, dan dapat mengadakan pelatihan higiene sanitasi untuk penjamah makanan. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Perilaku, Higiene Sanitasi, Kelaikan Higiene Sanitasi
Cover KTI
2017

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKPATUHAN PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 MELAKUKAN KONTROL GULA DARAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JANTI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ERLY LYA RAHMAYANTI
NIM: 1401100092
Program Studi: DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Ekowati Retnaningtyas, S.Kep, M.Kes. Maria Diah CT, S.Kep.NS, M.Kep, Sp.KMB.
Subjek: Diabetes Mellitus, Faktor-Faktor Ketidakpatuhan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Melakukan Kontrol Gula Darah di Wilayah Kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Karya tulis ilmiah studi kasus oleh Erly Lya Rahmayanti, NIM 1401100092, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Dr. Ekowati Retnaningtyas, S.Kep, M.Kes. Pembimbing (Pendamping) Maria Diah CT, S.Kep.NS, M.Kep, Sp.KMB. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Faktor-Faktor Ketidakpatuhan Diabetes Mellitus (DM) adalah gangguan kesehatan yang berupa kumpulan gejala yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan atau resistensi insulin. Berdasarkan hasil wawancara dengan petugas kesehatan di Puskesmas Janti bahwa penderita diabetes mellitus jarang melakukan kontrol gula darah secara rutin di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan penderita diabetes mellitus melakukan kontrol gula darah di wilayah kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Desain penelitian ini adalah Studi Kasus. Subyek penelitian berjumlah 2 orang yaitu Tn. S (66 tahun) dan Ny. S (50 tahun). Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Hasil penelitian terhadap 2 subyek didapatkan faktor-faktor ketidakpatuhan sebagai berikut: kurangnya informasi yang didapat, tidak mampu menjalin interaksi yang baik dengan tenaga kesehatan, kurangnya dukungan keluarga, serta aktivitas sehari-hari. Saran bagi keluarga dan subyek penelitian yaitu diharapkan keluarga dapat memberikan motivasi kepada subyek penelitian dan subyek dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada, dengan demikian gula darah responden dapat terpantau dengan baik. Bagi pelayanan kesehatan di Puskesmas Diharapkan pelayanan kesehatan di puskesmas dapat meningkatkan pelayanan untuk masyarakat. Rekomendasi peneliti bagi peneliti selanjutnya Diharapkan peneliti selanjutnya dapat meneliti kepatuhan penderita diabetes mellitus tipe 2 melakukan kontrol gula darah sebelum dan setelah di berikan pendidikan kesehatan.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) DAN PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN, ASUPAN ENERGI DAN BERAT BADAN REMAJA GIZI LEBIH DI MAN 1 MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MAULIDIA AGUSTINA MARDIKA PUTRI
NIM: 1603400021
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Sugeng Iwan S dan Hasan Aroni)
Subjek: Remaja Gizi Lebih, Focus Group Discussion, Penyuluhan, Pengetahuan, Asupan Energi, Berat Badan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Maulidia Agustina (2017), Focus Group Discussion (FGD) dan Penyuluhan terhadap Tingkat Pengetahuan, Asupan Energi dan Berat Badan Remaja Gizi Lebih di MAN 1 Malang. Skripsi, Program Studi DIV Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Dibawah bimbingan Sugeng Iwan S dan Hasan Aroni). Gizi lebih merupakan masalah yang sering muncul pada remaja. Masalah gizi lebih dapat disebabkan oleh perilaku gizi yang salah, yaitu ketidakseimbangan antara konsumsi gizi dengan kecukupan gizi yang dianjurkan. Gizi lebih ditandai dengan kelebihan berat badan bila dibandingkan dengan usia atau tinggi badan remaja sebaya, sebagai akibat terjadinya penimbunan lemak yang berlebihan dalam jaringan lemak tubuh. Masalah gizi lebih di kalangan remaja nampaknya telah menjadi masalah serius dilihat dari prevalensi yang meningkat dan akibat yang ditimbulkannya cukup tinggi. Pendidikan gizi melalui focus group discussion dan penyuluhan diperlukan untuk penanggulangan masalah gizi lebih. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pre-Eksperimental dengan menggunakan rancangan One Group Pretest Posttest. Subjek penelitian berjumlah 7 remaja putri gizi lebih. Hasil penelitian menunjukkan 43% responden mempunyai tingkat pengetahuan kurang sebelum FGD dan penyuluhan; 100% responden mempunyai tingkat pengetahuan baik setelah FGD dan penyuluhan. Peningkatan nilai pengetahuan sebesar 25,72 dari 52,57 meningkat ke 78,29; asupan energi menurun setelah FGD dan penyuluhan, rata-rata penurunan asupan energi 308,01 kkal dari 1877,02 kkal menurun ke 1569,01 kkal; berat badan menurun 0,78 dalam dua minggu setelah FGD dan penyuluhan. Kata Kunci : Remaja Gizi Lebih, Focus Group Discussion, Penyuluhan, Pengetahuan, Asupan Energi, Berat Badan
Cover KTI
tidak tersedia
2017

FORMULASI SANDWICH CRACKERS TEPUNG TEMPE DAN TEPUNG DAUN KELOR DENGAN SELAI JAMBU UNTUK REMAJA PUTRI PENDERITA ANEMIA

Lihat Detail Karya
Penulis: UMMUL FADILAH RAHMAWATI
NIM: 1303410035
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Maryam Razak dan Theresia Puspita.
Subjek: Sandwich Crackers, Tempe, Daun Kelor, Selai Jambu, Remaja Putri, Anemia
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ummul Fadilah Rahmawati. 2017. Formulasi Sandwich Crackers Tepung Tempe dan Tepung Daun Kelor dengan Selai Jambu untuk Remaja Putri Penderita Anemia. Pembimbing : Maryam Razak dan Theresia Puspita. Anemia Defisiensi Besi (ADB) merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia. Alternatif intervensi anemia pada remaja putri adalah inovasi pangan sumber zat besi dan vitamin C dalam bentuk produk makanan selingan sebab pada usia remaja umumnya menggemari snack, salah satunya sandwich crackers. Pemanfaatan bahan makanan lokal untuk pengembangan produk juga perlu dilakukan, diantaranya menggunakan tempe, daun kelor, dan jambu biji merah. Tempe dan daun kelor merupakan bahan makanan tinggi Fe, sedangkan jambu biji merah merupakan bahan makanan tinggi vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, Fe, vitamin C, nilai energi, mutu daya patah, dan mutu organoleptik sandwich crackers. Selain itu juga untuk mendapatkan taraf perlakuan terbaik sandwich crackers. Penelitian ini berjenis penelitan eksperimen dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan penelitian adalah substitusi tepung terigu dengan tepung tempe dan penambahan tepung daun kelor pada sandwich crackers. menggunakan 4 taraf perlakuan dengan 3 replikasi. Perbandingan (%) antara tepung terigu, tepung tempe, dan tepung kelor, yaitu 100 : 0 + 0 (P0), 60 : 40 + 5 (P1), 65 : 35 + 5 (P2), dan 70 : 30 + 5 (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung tempe dan tepung daun kelor memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar protein, lemak, karbohidrat, air, abu dan nilai energi. Namun, substitusi tepung tempe dan tepung daun kelor tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar Fe. Substitusi tepung tempe dan tepung daun kelor juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap rasa, aroma, tekstur, dan warna sandwich crackers serta mutu daya patah biskuit crackers. Selain itu, kadar vitamin C sandwich crackers diperoleh dari vitamin C selai jambu. Perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah P1 yaitu sandwich crackers dengan proporsi substitusi tepung terigu 60%, tepung tempe 40%, dan penambahan tepung daun kelor 5%. Dalam 100 gram sandwich crackers terpilih (P1) mengandung kadar protein 18,5 gram; kadar lemak 12,5 gram; kadar karbohidrat 55,3 gram; kadar air 11,49 gram; kadar abu 2,2 gram; kadar Fe 3,16 mg; dan kadar vitamin C 16,53 mg; serta nilai energi sebesar 408 kkal. Saran penelitian ini yaitu diperlukan pertimbangan kembali penambahan bahan pangan lain yang tinggi Fe agar dapat mencukupi kebutuhan Fe sasaran dan perlunya optimalisasi pembuatan dengan ditambahkan proporsi bahan perisa vanili untuk memperbaiki rasa dan aroma biskuit crackers. Kata Kunci: Sandwich Crackers, Tempe, Daun Kelor, Selai Jambu, Remaja Putri, Anemia
Cover KTI
2017

GAMBARAN KEMAMPUAN KELUARGA DALAM MELAKUKAN TINDAKAN PERAWATAN PADA PASIEN PASCA STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JANTI KOTA MALANG (Deskriptif Studi Kasus)

Lihat Detail Karya
Penulis: NI LUH PUTU DIAN PUSPITA WATI
NIM: 1301100115
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Rudi Hamarno. S.Kep.Ns.M.Kep
Subjek: Kemampuan, keluarga, tindakan perawatan pasien pasca stroke.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Kemampuan Keluarga Dalam Melakukan Tindakan Perawatan Pada Pasien Pasca Stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Ni Luh Putu Dian Puspita Wati (2016).Karya Tulis Ilmiah, Jurusan Keperawatan, Program Studi D III Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing(Utama) Rudi Hamarno.S.Kep.Ns.M.Kep Pembimbing (Pendamping) Roni Yuliwar S.Kep.Ns.M.Ked. Kata Kunci: Kemampuan, keluarga, tindakan perawatan pasien pasca stroke. Dampak stroke sangat diperlukan dukungan dan kemampuan dari keluarga baik dalam merawat maupun memberi dukungan baik secara fisik maupun psikologi.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran kemampuan keluarga dalam melakukan tindakan perawatan pada pasien pasca stroke. Desain penelitian yaitu studi kasus yang dilakukan pada dua subjek yang mempunyai anggota keluarga menderita stroke minimal 6 bulan terakhir. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 15 Maret - 30 Maret 2016 di rumah responden dengan instrumen lembar wawancara dan observasi. Data dianalisa deskriptif dan disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian studi kasus didapatkan bahwa pada subjek I Ny.B belum mampu dalam melakukan tindakan keperawatan dalam aspek aktifitas fisik, kebutuhan makan dan minum pasien serta kepatuhan minum obat pasien. Sedangkan yang sudah mampu di lakukan oleh subjek I Ny.B yaitu tindakan keperawatan dalam aspek kebersihan diri pasien, kognitif mental pasien dan pencegahan cidera /jatuh pada pasien. Pada subjek II Tn.N belum mampu dalam melakukan tindakan keperawatan dalam aspek kebutuhan makan dan minum, dan pencegahan cidera/ jatuh klien sedangkan yang sudah mampu dilakukan yaitu aktifitas fisik, kebersihan diri pasien, kepatuhan minum obat, kognitif dan mental pasien. Rekomendasi diharapkan pelayanan kesehatan untuk melakukan penyuluhan tentang cara dan pencegahan merawat pasien stroke.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

GAMBARAN POLA MAKAN DAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL KURANG ENERGI KRONIS (KEK) DI PUSKESMAS GRIBIG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AULIA SHOLAWATUL QUR’ANY
NIM: 1403000063
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah
Subjek: Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK)
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Aulia Sholawatul Qur’any. 2017. “Gambaran Pola Makan dan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (Kek) Di Puskesmas Gribig Kota Malang”. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: Diniyah Kholidah Enam penyebab tingginya angka kematian ibu di Indonesia adalah pendarahan, eklamsi, aborsi tidak aman (unsafe abortion) , partus lama dan infeksi. Factor lain yang meningkatkan AKI adalah buruknya gizi perempuan, yang dikenal dengan kekurangan energy kronis (Sadli, 2010).Prevalensi ibu hamil KEK di Indnesia berdasarkan indikator Lingkar Lengan Atas (LLA) pada wanita hamil umur 15-49 tahun sebesar 24,2% (Riskesdas, 2013). Terdapat 13 provinsi dengan prevalensi KEK di atas nasional dan provinsi Jawa Timur menduduki peringkat 6 tertinggi di Indonesia dengan prevalensi sebesar 21,9% (Dinkes Provinsi Jawa timur, 2012). Di Kabupaten Malang prevalensi ibu hamil KEK di wilayah Kabupaten Malang sebesar 6,69% (Dinkes Malang, 2012 dalam Ardiyanti 2013). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pola makan dan tingkat pengetahuan ibu hamil KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Gribig Kota Malang. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan subjek penelitian 30 orang. Dari segi usia kehamilan, sebesar 56,7% Ibu Hamil KEK pada usia Trimester II. Dari segi LLA, Sebesar 16,7% Ibu Hamil KEK mempunyai LLA 22 cm. Jumlah anggota keluarga, sebesar 70% Ibu Hamil KEK mempunyai jumlah anggota keluarga yang kecil (2-4 orang). Dari segi usia, sebesar 70% Ibu Hamil KEK yang berumur 20-35 tahun. Dari segi penddikan, sebesar 43,3% Ibu Hamil KEK berpendidikan tamatan SMA Dari segi pekerjaan, sebesar 83% Ibu Hamil KEK tidak bekerja (Ibu rumah tangga). Dari segi pendapatan keluarga, sebesar 63,3% Ibu Hamil KEK berpenghasilan >UMR. Dari segi pengetahuan gizi, terdapat 10% Ibu Hamil KEK termasuk dalam kategori baik namun sebesar 33,3% Ibu Hamil KEK masih mempunyai pengetahuan gizi dalam kategori kurang, dan 56,7% Ibu Hamil KEK mempunyai pengetahuan gizi cukup. Pola onsumsi karbohidrat, makanan pokok yang sering sekali dikonsumsi yaitu beras. Lauk hewani yang sering dikonsumsi oleh Ibu Hamil KEK yaitu telur dan lauk hewani yang jarang dikonsumsi yaitu daging. Lauk nabati yang sering dikonsumsi yaitu tempe. Tahu dan tempe adalah lauk nabati yang sering sekali dikonsumsi oleh Ibu Hamil KEK. Sayur-sayuran yang paling biasa dikonsumsi adalah bayam. Buah-buahan yang paling biasa dikonsumsi adalah pisang. Kata Kunci: Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK)
Cover KTI
2017

GAMBARAN AKTIVITAS SEHARI-HARI PADA LANSIA PASKA STROKE SETELAH DAN SESUDAH DIBERIKAN LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) DI WILAYAH KELURAHAN BUNULREJO KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AINUN PUTRI LESTARI
NIM: 1401100109
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Ekowati Retraningtyas S.Kep, Lenni Saragih,SKM,M.Kes.
Subjek: Lansia Paska Stroke, Aktivitas Sehari-hari, Latihan Range Of Motion (ROM).
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Aktivitas Sehari-hari Pada Lansia Paska Stroke Sebelum Dan Sesudah Diberikan Latihan Range Of Motion (ROM) Di Wilayah Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing Kota Malang. Ainun Putri Lestari (2017). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus Deskriptif. Program Studi DIII Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Dr. Ekowati Retraningtyas S.Kep, (Pendamping) Lenni Saragih,SKM,M.Kes. Kata kunci : Lansia Paska Stroke, Aktivitas Sehari-hari, Latihan Range Of Motion (ROM). Stroke memiliki dampak yang sangat besar salah satunya adalah kelumpuhan yang sering terjadi. Kelumpuhan dapat menyebabkan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Bentuk latihan gerak yang diberikan adalah latihan range of motion (ROM). Latihan Range Of Motion (ROM) dapat meningkatkan kekuatan otot dan kelenturan otot. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi gambaran aktifitas sehari-hari pada lansia paska stroke sebelum dan setelah diberikan latihan range of motion (ROM) di wilayah Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing Kota Malang. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan 1 subyek penelitian. Subyek penelitian adalah lansia paska stroke. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi dengan instrumen yang telah dipersiapkan. Teknik analisa data kualitatif disajikan dalam bentuk naratif. Hasil studi kasus mengalami perubahan skore sebelum dan sesudah latihan ROM dengan kategori ketergantungan yang sama. Latihan ROM dapat diberikan pada fase pemulihan stroke dan efektif digunakan untuk meningkatkan kekuatan otot. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah dapat melakukan inovasi terhadap instrumen peneliti yang saat ini dilakukan.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

GAMBARAN ASTHMA CONTROL TEST (ACT) PADA PENDERITA ASMA TN. S DAN TN. U SETELAH LATIHAN NAFAS DALAM DI PUSKESMAS RAMPAL CELAKET MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: YUNI KUSUMANING TYAS
NIM: 1401100091
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Ekowati Retnaningtyas S.Kep, Drs. Mz. Rachman, SST,M, Kes.
Subjek: Asthma Control Test (ACT), Asma, Nafas Dalam
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Asthma Control Test (ACT) Pada Penderita Asma Tn. S dan Tn. U Setelah Latihan Nafas Dalam Di Puskesmas Rampal Celaket Malang. Yuni Kusumaning Tyas (2017). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus Deskriptif. Program Studi DIII Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Dr. Ekowati Retnaningtyas S.Kep, (Pendamping) Drs. Mz. Rachman, SST,M, Kes. Kata Kunci : Asthma Control Test (ACT), Asma, Nafas Dalam Asthma Control Test (ACT) digunakan sebagai penilaian dari penderita asma mengenai tingkat kontrol asma. Setelah menilai tingkat kontrol asmanya, penderita asma dapat meningkatkan upaya pencegahan salah satunya dengan latihan nafas dalam. Latihan nafas dalam dapat meningkatkan fungsi paru dan ventilasi. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi gambaran asthma control test (ACT) pada penderita asma setelah latihan nafas dalam di Puskesmas Rampal Celaket Malang. Metode penelitian meggunakan studi kasus. Subyek penelitian adalah penderita asma yang memiliki riwayat asma. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancaran dan dengan instrumen yang telah dipersiapkan. Teknik analisa data kualitatif disajikan dalam bentuk naratif. Hasil studi kasus diperoleh Tn. S tidak mengalami perubahan skore pada pengukuran ACT setelah latihan nafas dalam. Sedangkan Tn. U mengalami perubahan skore pada pengukuran ACT setelah latihan nafas dalam. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah dapat melakukan inovasi terhadap instrumen penelitian yang saat ini dilakukan.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

GAMBARAN ASUPAN ENERGI (KARBOHIDRAT, PROTEIN,LEMAK) DAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR KELAS 4 SDN SUMBERPUCUNG 08 KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANGGUN SILVIANA HARIYANTI
NIM: 1403000001
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Ibnu Fajar
Subjek: anak usia sekolah, status gizi, asupan gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK ANGGUN SILVIANA HARIYANTI. 2017. Gambaran Asupan Energi (Karbohifrat,Protein,Lemak) dan Status Gizi Pada Siswa Kelas 4 SDN Sumberpucung 08 Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Pembimbing : Ibnu Fajar Anak usia sekolah merupakan investasi bangsa, dikarenakan anak usia sekolah sebagai generasi penerus dan menentukan kualitas dari suatu bangsa,sehingga anak dalam masa tersebut masih sangat membutuhkan zat-zat gizi seperti energi, protein dan zat-zat gizi lainnya. Upaya dalam meningkatkan kualitas SDM harus di fokuskan sejak dini, sistematis serta berkesinambungan. Penelitia ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Gambaran asupan energi (Karbohidrat,protein,lemak) dan status gizi pada siswa kelas 4 di SDN Sumberpucung 08 Desa Pakel Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cross-sectional. Responden dalam penelitian ini adalah 4 anak laki-laki dan 9 anak perempuan dihitung BMI dengan mengukur tinggi dan berat badan. Penilaian asupan diet dilakukan dengan Recall 24 jam dengan teknik wawancara. Status gizi terbagi menjadi sangat kurus, kurus, dan normal. Berdasarkan indeks antropometri sedangkan asupan makanan terdiri dari asupan energi, karbohidrat, protein dan lemak. Anak dengan status gizi normal sebanyak 10 orang (76,9%), status gizi dengan kategori kurus sebanyak 2 orang (15,3%), dan status gizi dengan kategori sangat kurus sebanyak 1 orang (7,6%).Mayoritas anak mendapat asupan energi Diatas AKG berjumlah (46,1%), Asupan Karbohidrat dengan kategori Diatas AKG berjumlah (38,4%), Asupan protein dengan kategori Diatas AKG berjumlah (61,5%), Asupan lemak dengan kategori di atas AKG berjumlah (53,8%). Anak dengan status gizi sangat kurus mendapatkan Asupan Energi,Karbohidrat,Protein dan Lemak Diatas AKG berjumlah (7,7%), Anak dengan status gizi kurus mendapatkan Asupan Energi,Karbohidrat,Protein dan Lemak diatas AKG berjumlah (15,4%), Anak dengan status gizi normal di dapatkan asupan Energi dan Karbohidrat Defisit Tingkat Berat dan Diatas AKG berjumlah (23,1%) sedangkan Protein da Lemaknya Diatas AKG berjumlah (38,5%). Kepada Guru dan pihak kantin sekolah untuk meningkatkan tingkat konsumsi siswa dengan cara menyediakan makanan jajanan yang sehat,beragam yang memiliki kandungan gizi yang baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi siswa sesuai dengan yang dianjurkan. Kepada pihak sekolah dan guru UKS untuk mengetahui tentang gizi seimbang serta jajanan sehat dengan cara diadakan penyuluhan dimana sebelumnya belum pernah diadakannya kegiatan yang terkait dengan gizi serta jajanan sehat. Kata kunci: anak usia sekolah, status gizi, asupan gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2017

Gambaran Fungsi Kognitif Pada Lansia Demensia Sebelum dan Setelah Diberikan Latihan Senam Otak Di Panti Wredha Griya Asih Siloam Malang

Lihat Detail Karya
Penulis: Mita Yusniar
NIM: 1401100024
Program Studi: PRODI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Imam Subekti, S.Kp.,M.Kes.,Sp.Kom, Dyah Widodo, S.Kp.,M.Kes.
Subjek: Status Fungsi Kognitif, Lansia, Latihan Senam Otak
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perubahan Fungsi Kognitif Pada Lansia Yang Menjalani Latihan Senam Otak Di Panti Wredha Griya Kasih Siloam Malang. Mita Yusniar (2017) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Imam Subekti, S.Kp.,M.Kes.,Sp.Kom, (Pendamping) Dyah Widodo, S.Kp.,M.Kes. Kata Kunci: Status Fungsi Kognitif, Lansia, Latihan Senam Otak Kemunduran kemampuan kognitif seperti perubahan proses mengingat, orientasi terhadap waktu, ruang tempat, serta tidak mudah menerima hal/ ide baru pada lansia terlihat sebagai penurunan fungsi kognitif yang cukup progresif dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, sering dialami oleh lansia. Membantu mencegah penurunan fungsi kognitif yang cukup progresif dan stimulus pada otak dapat dilakukan dengan stimulus gerakan yang secara tidak langsung mempengaruhi sumber daya otak seperti pada senam otak. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui perubahan fungsi kognitif pada lansia yang menjalani senam otak di Panti Wredha Griya Kasih Siloam Malang. Metode penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif (metode studi kasus) dengan memberikan intervensi senam otak selama 14 hari kemudian diukur fungsi kognitif menggunakan tes MMSE (Mini Mental Status Examination). Subjek studi kasus ini adalah Ny berusia 70 tahun, penurunan fungsi kognitf 5 tahun dan telah menjalani latihan senam otak selama empat belas hari. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan fungsi kognitif setelah dilakukan evaluasi dengan tes MMSE. Peningkatan skor yang didapatkan subjek yaitu dari skor 20 gangguan kognitif sedang menjadi skor menjadi 24 tidak ada gangguan kognitif meliputi 3 aspek yaitu orientasi waktu, perhatian dan kalkulasi, serta mengingat. Pada 3 aspek yang tidak mengalami peningkatan tersebut diantaranya 2 aspek sudah mencapai nilai maksimal yaitu aspek orientasi tempat, registrasi, dan satu aspek masih belum mencapai nilai maksimal yaitu aspek bahasa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah latihan senam otak mampu meningkatkan fungsi kognitif. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pengurus panti werdha diharapkan memberikan pelatihan senam otak pada lansia secara rutin agar mengurangi penurunan fungsi kognitif.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan