Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3881–3890 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2017

DESAIN BUKU SAKU KODING ICD-10 DI RSIA PURI MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: GURIT WIDHI ANJUNARI
NIM: 1404000027
Program Studi: DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Pratiwi Bsc.,S.Pd.,M.Biomed
Subjek: Buku saku, kode diagnosa
Cover KTI
tidak tersedia
2017

EDUKASI GIZI TERKAIT DENGAN POLA MAKAN DAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MAULIDATUZ ZAHRO
NIM: 1403000009
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah,S.ST,S.Gz.MPH.
Subjek: Pola Makan,Tingkat Pengetahuan,Edukasi Gizi.
Lihat Abstraksi
Maulidatuz Zahro. 2017.“Edukasi Gizi terkait dengan Riwayat Makan dan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil di Rumah Sakit Ibu dan Anak Kota Malang”. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing :Diniyah Kholidah, S.ST,S.Gz,MPH Status kesehatan ibu hamil merupakan suatu proses yang butuh perawatan khusus agar dapat berlangsung dengan baik kehamilan mengandung unsur kehidupan ibu maupun janin. Risiko kehamilan ini bersifat dinamis karena ibu hamil yang pada mulanya normal, secara tiba-tiba dapat berisiko tinggi.Kesehatan ibu hamil dapat terwujud dengan berperilaku hidup sehat selama kehamilan yaitu merawat kehamilan dengan baik melalui asupan gizi yang baik, minum tablet zat besi, melakukan senam hamil, perawatan jalan lahir, menghindari merokok dan makan obat tanpa resep.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat manfaat edukasi gizi terhadap pola makan dan tingkat pengetahuan ibu hamil.Desain penelitian ini adalah studi observasional kepada ibu hamil yang masuk dalam kriteria inklusi dengan menggunakan metode secara analisis deskriptif. Dari hasil penelitian ini terdapat 10 responden ibu hamil yang memilki usia antara 20-30 tahun dengan usia kehamilan yang terbanyak adalah pada trimester II. Edukasi gizi dapat mendorong perubahan perilaku yang lebih baik kepada ibu hamil terkait dengan pola makan dan tingkat pengetahuan. Ibu hamil yang menjadi responden memiliki status gizi yang normal. Riwayat makan ibu hamil sebelum di beri edukasi yaitu ibu memilki kebiasaan pola makan yang teratur dengan frekuensi 3 – 4x dalam sehari. Ibu hamil memiliki kebiasaan mengonsumsi sayur dan buah-buahan dalam 4-6x per minggu.Ibu hamil mempunyai kebiasaan menghindari makanan tertentu ketika hamil seperti makanan pedas, buah durian dan nanas.Selain itu adanya perubahan nafsu makan ketika hamil menjadi meningkat.Tingkat konsumsi energi dan zat gizi ibu hamil sebelum dan sesudah di beri edukasi terdapat perubahan yang meningkat dalam intake energi dan zat gizi.Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang masalah gizi dan kesehatan terjadi peningkat setelah di beri edukasi tergolong dalam kategori baik yaitu 87%. Kata kunci : Pola Makan,Tingkat Pengetahuan,Edukasi Gizi.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

Edukasi Pangan Jajanan Anak Sekolah terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Memilih Jajanan, Pola Makan, serta Tingkat Konsumsi Energi dan Zat Gizi Siswa SDN Gadungsari 01 Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang

Lihat Detail Karya
Penulis: ASTRID PAMBAYUN PUTRI
NIM: 1403000071
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: ASTUTIK PUDJIRAHAJU
Subjek: Edukasi, Tingkat Pengetahuan, Sikap, Jajanan, Pola Makan, Tingkat Konsumsi Energi dan Zat Gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK ASTRID PAMBAYUN PUTRI, 2017. Edukasi Pangan Jajanan Anak Sekolah terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Memilih Jajanan, Pola Makan, serta Tingkat Konsumsi Energi dan Zat Gizi Siswa SDN Gadungsari 01 Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan kemenkes Malang. Pembimbing : ASTUTIK PUDJIRAHAJU Status gizi anak usia sekolah masih menjadi masalah yang memprihatinkan. Salah satu hal yang mempengaruhi status gizi secara langsung adalah masalah konsumsi pangan. Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) turut menyumbang pemenuhan kebutuhan energi dan zat gizi anak sekolah. Namun, peranan PJAS yang strategis ini belum diimbangi dengan mutu dan nilai gizi yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap dalam memilih jajanan serta perbedaan tingkat konsumsi energi dan zat gizi siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang pangan jajanan anak sekolah menggunakan metode ceramah dan media berupa video edukasi dan power point presentation. Penelitian ini merupakan pre experimental study dengan pre-test and post-test design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 46 orang, diambil melalui metode purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi pada seluruh siswa kelas 5 SDN Gadungsari 01. Variabel yang diteliti adalah tingkat pengetahuan, sikap, pola makan, serta tingkat konsumsi energi dan zat gizi berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi pangan jajanan anak sekolah memberikan pengaruh yang signifikan (p<0,05) pada tingkat pengetahuan, sikap, pola makan, tingkat konsumsi energi, protein, dan karbohidrat, serta kontribusi energi dan karbohidrat dari pangan jajanan. Sementara edukasi pangan jajanan anak sekolah memberikan pengaruh tidak signifikan pada tingkat konsumsi lemak, serta kontribusi protein dan lemak dari pangan jajanan (p>0,05). Kata Kunci : Edukasi, Tingkat Pengetahuan, Sikap, Jajanan, Pola Makan, Tingkat Konsumsi Energi dan Zat Gizi.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

EFEKTIFITAS MOBILISASI DINI TERHADAP TEKANAN DARAH PASIEN POST OPERASI DENGAN SPINAL ANESTESI DI RUANG PERAWATAN RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Lihat Detail Karya
Penulis: VIA ANGGUN DWI KUSUMA
NIM: 1301460050
Program Studi: PROGRAM STUDI D IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Ekowati Retnaningtyas, S.Kp., M.Kes, Roni Yuliwar, S.Kep., Ns., M.Kep.
Subjek: Post Operasi, Spinal Anestesi, Tekanan Darah, Mobilisasi Dini
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Efektifitas Mobilisasi Dini Terhadap Tekanan Darah Pasien Post Operasi Dengan Spinal Anestesi Di Ruang Perawatan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Via Anggun Dwi Kusuma (2017). Skripsi. Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing utama Dr. Ekowati Retnaningtyas, S.Kp., M.Kes, Pembimbing pendamping Roni Yuliwar, S.Kep., Ns., M.Kep. Kata Kunci: Post Operasi, Spinal Anestesi, Tekanan Darah, Mobilisasi Dini Pembedahan atau operasi merupakan tindakan invasif dengan membuka bagian tubuh untuk perbaikan. Pada saat pembedahan, selalu menggunakan obat anestesi. Masalah yang timbul saat post operasi dengan spinal anestesi adalah perubahan tekanan darah. Salah satu tindakan mandiri keperawatan secara non farmakologis untuk meningkatkan tekanan darah adalah mobilisasi dini. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi perbedaan perubahan tekanan tekanan darah sebelum dan setelah melakukan mobilisasi dini di ruang Bougenvil RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Metode penelitian yang digunakan adalah one group pre-post test design. Subyek penelitian adalah pasien post operasi dengan spinal anestesi bupivakain yang dipilih dengan teknik purposive sampling sebanyak 20 responden. Penelitian ini dilakukan pada 26 April – 23 Juni 2017. Hasil penelitian menunjukkan rata – rata tekanan darah sistolik sebelum mobilisasi dini adalah 109.75 mmHg dan sesudah mobilisasi dini adalah 116.08 mmHg. Sedangkan rata – rata tekanan darah diastolik sebelum mobilisasi dini adalah 69.92 mmHg dan sesudah mobilisasi dini adalah 74.25 mmHg. Hasil uji statistik paired t-test menunjukkan p-value (p<0.05) pada nilai tekanan darah sistolik adalah 0.000 dan tekanan darah diastolik adalah 0.021, terdapat perbedaan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah mobilisasi dini. Disimpulkan mobilisasi dini efektif terhadap tekanan darah pasien post operasi dengan spinal anestesi di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya yaitu mobilisasi dini terhadap pasien post opersi dengan general anestesi.
Cover KTI
2017

EFEKTIFITAS PEMBERIAN HEALTH EDUCATION TERHADAP PERAN ORANG TUA DALAM TOILET LEARNING PADA TODDLER DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JANTI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DEDI IRAWAN
NIM: 1401100021
Program Studi: PRODI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Ni Luh Putu Eka, S.Kp., M.Kes., Isnaeni DTN, SKM., M.Kes.
Subjek: Peran, Toilet Learning, Toddler
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dedi Irawan (2017). Efektifitas Pemberian Health Education Terhadap Peran Orang Tua Dalam Toilet Learning Pada Toddler di Wilayah Kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Dr. Ni Luh Putu Eka, S.Kp., M.Kes., (Pendamping) Isnaeni DTN, SKM., M.Kes. Tahap perkembangan psikoseksual pada anak toddler yaitu fase anal dimana kesenangan anak akan berpusat pada otot sfingter dan pada tahap ini merupakan waktu yang tepat untuk toilet learning. Namun berdasarkan studi pendahuluan pada bulan Januari 2017 di PAUD Cendekia Malang didapatkan 7 dari 10 anak masih mengompol yang merupakan bukti bahwa pelaksanaan toilet learning kurang optimal. Dalamhalini, peran orang tua merupakan aspek penting untuk meningkatkan keberhasilan toilet learning pada anak. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui peran orang tua dalam toilet learning sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dan mengubah peran yang lebih baik dalam toilet learning. Penelitian ini adalah deskriptif studi kasus dengan 2 subyek penelitian dan dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2017. Penelitian ini menggunakan kuisioner dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa subyek 1 mengalami perubahan peran dari kurang menjadi baik setelah diberikan pendidikan kesehatan, dan subyek 2 mengalami perubahan peran dari cukup menjadi baik setelah diberikan pendidikan kesehatan. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya Peneliti selanjutnya diharapkan tidak hanya meneliti peran orang tua dalam toilet learning, namun lebih baik jika meneliti dampak terhadap anak jika tidak dilakukan toilet learning. Kata Kunci :Peran, Toilet Learning, Toddler
Cover KTI
tidak tersedia
2017

EFEKTIFITAS PEMBERIAN TERAPI MINUM AIR PUTIH DALAM MENURUNKAN INTENSITAS NYERI SENDI DAN ASAM URAT PADA LANSIA

Lihat Detail Karya
Penulis: ROKHMATUS SAADAH
NIM: 1401100085
Program Studi: JURUSAN KEPERAWATAN PRODI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes, Lenni Saragih, SKM, M.Kes.
Subjek: Terapi Air Putih, Nyeri Sendi, Asam Urat, Lansia
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rokhmatus Saadah (2017). Efektifitas Pemberian Terapi Minum Air Putih Dalam Menurunkan Intensitas Nyeri Sendi dan Asam Urat Pada Lansia. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi D III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes, (Pendamping) Lenni Saragih, SKM, M.Kes. Kata Kunci: Terapi Air Putih, Nyeri Sendi, Asam Urat, Lansia Nyeri pada persendian rentang terjadi pada lansia umur 60 tahun keatas, ini terjadi karena pada usia tersebut terjadi penurunan fungsi organ tubuh yang signifikan. Nyeri pada persendian sering dikaitkan dengan peningkatan kadar asam urat dalam tubuh yaitu terjadi penumpukan purin pada daerah persendian yang mengakibatkan reseptor nyeri terangsang dan timbul rasa nyeri. Kelebihan asam urat menujukkan jumlah air yang berfungsi untuk mencuci keasaman dalam tubuh kurang, sehingga perlu asupan air putih yang cukup untuk mengurangi kelebihan kadar asam urat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian terapi minum air putih dalam menurunkan intensitas nyeri sendi dan asam urat pada lansia. Penelitian ini adalah studi kasus dengan 2 responden dan dilakukan pada 2-8 Juli 2017. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan obervasi dalam pengambilan data dengan instrumen yang telah dipersiapkan sebelumnya. Data disajikan dalam bentuk narasi dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan intensitas nyeri sendi dan kadar asam urat pada lansia setelah dilakukan terapi minum air putih. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah dapat menambahkan pemeriksaan air seni dalam proses pengambilan data melakukan observasi tingkat nyeri setiap hari serta memperhatikan pola hidup responden baik konsumsi air putih, makanan, atau aktivitas sebelum dan saat sakit.
Cover KTI
2017

EFEKTIVITAS TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF DAN RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI UPT PELAYANAN SOSIAL TRESNA WERDHA BLITAR DI KABUPATEN TULUNGAGUNG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANDHY ARDAT PRATAMA
NIM: 1301460042
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: (1) Rudi Hamarno, S.Kep, Ns, M.Kep (2) Kissa Bahari, S.Kep, Ns, M.Kep
Subjek: Hipertensi, Lansia, Relaksasi Otot Progresif, Relaksasi Autogenik
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Efektivitas Teknik Relaksasi Otot Progresif dan Relaksasi Autogenik terhadap Perubahan Tekanan Darah Lansia Penderita Hipertensi di UPT Pelayanan Sosial Tresna Wedha Blitar di Kabupaten Tulungagung, Andhy Ardat Pratama (2017), Program Studi D IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: (1) Rudi Hamarno, S.Kep, Ns, M.Kep (2) Kissa Bahari, S.Kep, Ns, M.Kep Kata Kunci : Hipertensi, Lansia, Relaksasi Otot Progresif, Relaksasi Autogenik Tingginya kasus hipertensi menjadi perhatian khusus dalam penangananya. Terapi relaksasi otot progresif dan terapi relaksasi autogenik merupakan salah satu penanganan non farmakologis dalam menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk melihat efektivitas teknik relaksasi otot progresif dan teknik relaksasi autogenik terhadap perubahan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode quasy eksperimental dengan pendekatan two group pre test dan post test design. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden 30 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok menggunakan purposive sampling. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t berpasangan dan uji t tidak berpasangan dengan a=0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna efektifitas teknik relaksasi otot progresif dan relaksasi autogenik terhadap perubahan tekanan darah. Terlihat dari probabilitas pengaruh relaksasi otot progresif efektifitas terhadap tekanan darah lansia sebesar 0,000 (p value < 0,05), dan nilai probabilitas pengaruh relaksasi autogenik terhadap tekanan darah lansia sebesar 0,000 (p value < 0,05). Hasil dari selisih pre dan post tekanan darah sistolik dan diastolik menunjukkan bahwa terapi relaksasi autogenik memiliki nilai selisih sistolik 16 mmHg dan diastolik 5,47 mmHg yang lebih besar daripada teknik relaksasi otot progresif yang memilik selisih penurunan 11,94 mmHg dan diastolik 3,6 mmHg. Dengan demikian terapi relaksasi otot progresif dan terapi relaksasi autogenik dapat menjadi alternatif dalam penanganan hipertensi. Namun, terapi relaksasi autogenik menurunkan tekanan darah lebih besar dibandingkan dengan terapi relaksasi otot progresif.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

FAKTOR DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN MINAT WANITA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) TERHADAP PEMAKAIAN KONTRASEPSI IMPLANT DI PUSKESMAS WONOKERTO MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SANDRA PUSPITA SARI
NIM: 1602420014
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Wandi, S.Kep.Ns., M.Pd.Reni Wahyu T, S.SiT., M.Kes.
Subjek: Implant, Minat, Pasangan Usia Subur
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sari, Sandra Puspita. 2017. Faktor Determinan Yang Berhubungan Dengan Minat Wanita Pasangan Usia Subur (PUS) Terhadap Pemakaian Kontrasepsi Implant di Puskesmas Wonokerto – Malang. Skripsi. Pembimbing Utama : Wandi, S.Kep.Ns., M.Pd. Pembimbing Pendamping : Reni Wahyu T, S.SiT., M.Kes. Penggunaan kontrasepsi Implant sangat efisien karena dapat dipakai untuk mencegah kehamilan sampai 3 tahun. Tingkat efektifitas kontrasepsi Implant ini mencapai 97-99%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Faktor determinan yang berhubungan dengan Minat Wanita Pasangan Usia Subur (PUS) Terhadap Pemakaian Kontrasepsi Implant. Metode Penelitian menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel yang digunakan sebanyak 83 orang, teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner lalu dianalisa menggunakan uji chi square dan uji spearman. Hasil menunjukan bahwa terdapat hubungan antara dukungan suami (Sig. 0,000 < 0,05) dengan minat wanita pasangan usia subur terhadap pemakaian kontrasepsi Implant, dan juga terdapat hubungan antara informasi tenaga kesehatan (p-value 0,009 < 0,005) dengan minat wanita pasangan usia subur terhadap pemakaian kontrasepsi Implant. Hasil lain yaitu tidak ada hubungan antara umur, pendidikan, pengetahuan, paritas, dan pekerjaan dengan minat wanita pasangan usia subur terhadap minat pemakaian kontrasepsi Implant. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan faktor yang berhubungan dengan minat wanita pasangan usia subur (PUS) terhadap pemakaian kontrasepsi implant adalah dukungan suami dan informasi petugas kesehatan. Diharapkan petugas kesehatan dapat memperbaiki cara dalam memberikan penyuluhan yaitu dengan mengikutsertakan suami dalam memberikan penyuluhan dan pemilihan alat kontrasepsi, pendidikan tentang metode kontrasepsi implant secara menyeluruh dan dapat mengubah persepsi masyarakat dan persepsi negatif tentang alat kontrasepsi implant. Kata Kunci : Implant, Minat, Pasangan Usia Subur
Cover KTI
tidak tersedia
2017

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN IBU DI LAKUKAN SEKSIO SESARIA DI RS LAVALETTE KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: EDI SULEMAN
NIM: 1601410006
Program Studi: PRODI DIV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Budi Susatia, S.Kp, M.Kes. Rudi Hamarno,S.Kep Ns, M.Kep.
Subjek: Faktor medis, faktor nonmedis, seksio sesarea
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Ibu Di Lakukan Seksio Sesaria Di RS Lavalette Kota Malang. Edi suleman(2017), Skripsi, Program Studi D-IV Keperawatan Minat Perioperatif, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Budi Susatia, S.Kp, M.Kes. (Pendamping) Rudi Hamarno,S.Kep Ns, M.Kep. Kata Kunci : Faktor medis, faktor nonmedis, seksio sesarea Seksio sesaria di defenisikan sebagai lahirnya janin melalui insisi di dinding abdomen (laparatomi) dan dinding uterus (histerektomi), jumlah persalinan dengan seksio sesaria setiap tahunnya terus meningkat, Salah satu faktor peningkatan angka seksio sesarea adalah adanya permintaan dari ibu untuk di lakukan seksio sesaria walaupun sebenarnya dapat melahirkan secara normal. Tujuan Penelitian untuk mengetahui proporsi faktor medis dan nonmedis yang mempengaruhi keputusan ibu dilakukan seksio sesarea. Desain penelitian deskriptif kategorik. Jumlah responden sejumlah 20 orang dengan sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Dari 20 responden, 17 responden (85%) dilakukan seksio sesarea karena indikasi medis sedangkan 3 responden (15%) dilakukan seksio sesarea karena indikasi nonmedis. Hasil uji statistic dengan uji binomial, di dapat yaitu nilai p = 0,049 karena p < 0,05 maka Ha diterima, yang bermakna bahwa “proporsi faktor medis lebih besar pengaruhnya di bandingkan dengan faktor non medis dalam menentukan ibu di lakukan seksio sesaria”. Faktor nonmedis terbesar yang mempengaruhi keputusan ibu dilakukan seksio sesarea adalah takut terhadap persalinan normal karena mitos mitos yang berkembang di masyarakat. Untuk penelitian selanjutnya dapat menambahkan data tentang riwayat Ante natal care responden.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KEDUNGKANDANG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ALFI KHOLISHOTUN NISA’
NIM: 1403000080
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Dr. Annasari Mustafa, SKM., M.Sc.
Subjek: Faktor risiko, Diabetes Mellitus Tipe 2
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Alfi Kholishotun Nisa’. Faktor Risiko Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Puskesmas Kedungkandang Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi Malang. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: Dr. Annasari Mustafa, SKM., M.Sc. Menurut WHO (2007) Indonesia masuk ke dalam sepuluh negara dengan jumlah kasus diabetes mellitus terbanyak di dunia. Indonesia berada pada peringkat keempat pada tahun 2000 dengan jumlah kasus sebesar 8,4 juta orang dan diprediksi akan meningkat pada tahun 2030 menjadi 21,3 juta orang. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa penyakit DM mengalami peningkatan dimana pada Tahun 2007 dengan 1,1% menjadi 2,1% pada tahun 2013. Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui faktor risiko penderita diabetes mellitus tipe 2 di puskesmas kedungkandang. Tujuan khusus dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi karakteristik dari penderita diabetes mellitus (umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan) riwayat penyakit keluarga, Indeks Masa Tubuh, pola makan, kebiasaan olahraga, dan kebiasaan merokok. Metode yang digunakan yaitu penelitian observasional dengan desai penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan selama bulan April 2017 dan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kedungkandang. Data yang diambil berupa karakteristik penderita diabetes mellitus (umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan), IMT yang didapat dari hasil pengukuran berat badan dan tinggi badan, pola makan mengenai frekuensi dan jenis bahan makanan dengan IG tinggi, riwayat penyakit keluarga, kebiasaan olahraga dan kebiasaan merokok. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk table dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur penderita DM Tipe 2 sebagian besar ≥45 tahun yaitu sebesar 100% dan sebagian besar penderita DM Tipe 2 berjenis kelamin perempuan yaitu 80%. Penderita DM Tipe 2 sebagian besar mempunyai riwayat penyakit DM tipe 2 dari keluarga yaitu sebesar 67%. Tingkat pendidikan penderita DM tipe 2 sebagian besar tergolong rendah yakni 60%. Kebiasaan olahraga penderita DM tipe 2 sebagian besar kurang yakni 53%. IMT dari penderita DM tipe 2 sebagian besar masuk kategori berisiko obesitas yaitu 40%. Pola makan penderita DM tipe 2 yang sering dalam mengonsumsi makananan dengan kandungan IG tinggi sebesar 13%. Kebiasaan merokok penderita DM tipe 2 sbagaain besar adalah perokok sedang, sebesar 13%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa faktor risiko yang paling dominan yaitu umur dan jenis kelamin, sehingga pada penderita diabetes ini dianjurkan untuk melakukan konseling dan melakukan pemeriksaan dini. Kata Kunci: Faktor risiko, Diabetes Mellitus Tipe 2
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan