Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3871–3880 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2017

ASUHAN KEPERAWATAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI PADA BAYI PREMATUR DI RUMAH SAKIT LAVALETTE MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: KAMILA JASMINE
NIM: 1401100050
Program Studi: D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Ni Luh Putu, S.Kp., M.Kes, Tutik Herawati, S.Kp., MM.
Subjek: Nutrisi, Bayi Prematur
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Kamila Jasmine (2017). Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi pada Bayi Prematur di Rumah Sakit Lavalette Malang. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi D III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Dr. Ni Luh Putu, S.Kp., M.Kes, (Pendamping) Tutik Herawati, S.Kp., MM. Bayi prematur adalah bayi yang dilahirkan dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Masalah yang terjadi pada bayi prematur diakibatkan oleh fungsi imatur dari sistem organ bayi. Salah satunya adalah masalah pemenuhan kebutuhan nutrisi yang disebabkan oleh belum matangnya fungsi saluran cerna, kemampuan pengosongan lambung yang belum baik, serta koordinasi mengisap dan menelan yang belum sempurna yang dapat membuat bayi rentan mengalami muntah, aspirasi dan kekurangan nutrisi. Tujuan umum dari penelitian ini adalah memberikan asuhan keperawatan pemenuhan kebutuhan nutrisi pada bayi prematur di Rumah Sakit Lavalette Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada 2 bayi prematur. Asuhan keperawatan diberikan selama 1 minggu pada kedua bayi. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif narasi. Hasil dari studi kasus ini adalah peningkatan berat badan pada kedua bayi yang berbeda, dimana By. A memiliki berat badan 1620 gram dan By. B memiliki berat badan 1600 gram pada hari pertama dirawat. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 1 minggu, berat badan By. A bertambah 80 gram menjadi 1700 gram dan berat badan By. B bertambah 120 gram menjadi 1720 gram. Peningkatan berat badan tersebut dipengaruhi oleh jumlah pemberian nutrisi, cara pemberian nutrisi, dan jenis nutrisi yang diberikan. Pada hari pertama dirawat jenis, cara pemberian, dan jumlah nutrisi yang diberikan pada kedua bayi adalah sama, yaitu PASI 8x15 cc/hari melalui sonde. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 1 minggu By. A diberikan nutrisi PASI sebanyak 8x20 cc/hari secara per oral dan By. B diberikan nutrisi PASI sebanyak 8x20 cc secara per oral, jika sisa diberikan melalui sonde. Studi kasus ini merekomendasikan pada keluarga khususnya ibu pasien agar memberikan ASI kepada bayinya, karena ASI tetap merupakan pilihan utama sebagai sumber nutrisi bayi. Kata Kunci: Nutrisi, Bayi Prematur
Cover KTI
2017

ASUHAN KEPERAWATAN PERUBAHAN CITRA TUBUH PADA KLIEN TBC DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGKANDANG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MAHDIYAH MUFARIDAH ARIANSARI
NIM: 1401100057
Program Studi: DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Setyo Harsoyo, SKM,M.Kes, Rudi Hamarno, S.Kep., Ns. M.Kep
Subjek: Citra Tubuh, TBC, Asuhan Keperawatan Perubahan Citra Tubuh
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Asuhan Keperawatan Perubahan Citra Tubuh Pada Klien TBC di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang. Mahdiyah Mufaridah Ariansari (2017). Karya Tulis Ilmiah, Studi Kasus Asuhan Keperawatan, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Setyo Harsoyo, SKM,M.Kes, (Pendamping) Rudi Hamarno, S.Kep., Ns. M.Kep. Citra tubuh merupakan bentuk persepsi seseorang tentang tubuh, baik secara internal maupun eksternal. Persepsi ini mencakup perasaan dan sikap yang ditujukan pada tubuh. Penyakit TBC dan proses pengobatannya dapat menyebabkan perrubahan fisik, mental, sosial, dan spiritual yang menyebabkan klien TBC biasanya mengalami perubahan bentuk fisik menjadi lebih kurus dan pucat, batuk, badan lemah, dan kemampuan fisik menurun. Kondisi seperti ini akan mempengaruhi Citra Tubuh klien TBC. Klien yang memiliki citra tubuh negatif terjadi karena klien merasa cemas dan takut akan perubahan – perubahan fisik yang dialami, merasa belum bisa menerima perubahan-perubahan dan penyakitnya, merasa tidak percaya diri untuk berinteraksi dengan orang lain karena perubahan fisik yang dialami. Tujuan dari penelitian ini adalah melaksanakan asuhan keperawatan perubahan citra tubuh pada klien TBC. Penelitian ini menggunakan studi kasus asuhan keperawatan dengan 2 klien dan dilakukan pada tanggal 1 - 10 Juni 2017. Metode pengambilan data dengan cara pengkajian, merumuskasn diagnosa keperawatatan, intervensi keperawatan, implementasi & evaluasi keperawatan. Hasil studi kasus menunjukan bahwa klien 1 dan klien 2 citra tubuhnya meningkat, dapat menerima perubahan yang terjadi pada dirinya, klien dapat mempraktekkan cara peningkatan citra tubuh, klien dapat melakukan interaksi dengan baik dengan orang lain. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan pengkajian konsep diri lainnya saat dilakukan asuhan keperawatan pada klien TBC. Kata Kunci: Citra Tubuh, TBC, Asuhan Keperawatan Perubahan Citra Tubuh
Cover KTI
tidak tersedia
2017

ASUPAN NATRIUM DAN KALIUM TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENDALSARI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: LARAS DWI ANGGRAINI
NIM: 1403000047
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Dr. Annasari Mustafa, SKM., M.Sc
Subjek: Asupan natrium, kalium, tekanan darah
Lihat Abstraksi
Laras Dwi Anggraini. 2017. Asupan Natrium dan Kalium terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kendalsari Kota Malang. Pembimbing : Annasari Mustafa Latar Belakang : Hipertensi disebut sebagai pembunuh gelap (silent killer), karena termasuk penyakit yang mematikan, tanpa disertai gejala-gejalanya lebih dahulu sebagai peringatan bagi korbannya. Di wilayah kerja Puskesmas Kendalsari terdapat 42662 penduduk laki-laki dan perempuan, sebanyak 66.85% menderita hipertensi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – Februari 2017. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui asupan natrium dan kalium terhadap tekanan darah penderita hipertensi di Puskesmas Kendalsari Kota Malang. Metode : Metode penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Data yang diambil antara lain, gambaran umum, asupan natrium dan kalium. Jumlah responden sebanyak 30 orang yang memenuhi kriteria peneliti. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi Spearman dengan variabel yang diukur adalah asupan natrium, asupan kalium, tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Hasil : Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan atau pengaruh yang signifikan antara asupan natrium dan asupan kalium terhadap tekanan darah pasien hipertensi. Hal ini dapat diketahui dari nilai signifikansi atau Sig. (2-tailed)  0,05 atau 0,01. Saran : Perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan memperhatikan faktor-faktor risiko lain yang dapat mempengaruhi tekanan darah seperti aktivitas fisik, merokok, dan obesitas, serta perlu dikaji lebih lanjut asupan zat gizi lain yang dapat mempengaruhi tekanan darah. Kata kunci : Asupan natrium, kalium, tekanan darah
Cover KTI
tidak tersedia
2017

ASUPAN SERAT, NATRIUM, KALIUM, KALSIUM, MAGNESIUM DAN STATUS GIZI PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS GROGOL KABUPATEN KEDIRI

Lihat Detail Karya
Penulis: Shinta Devi Permata Sari
NIM: 1403000030
Program Studi: Jurusan Gizi
Dosen Pembimbing: S.Rum Teguh Kaswari., SKM., Mkes
Subjek: Hipertensi, asupan serat, natrium, kalium, kalsium, magnesium, status gizi.
Lihat Abstraksi
ASUPAN SERAT, NATRIUM, KALIUM, KALSIUM, MAGNESIUM DAN STATUS GIZI PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS GROGOL KABUPATEN KEDIRI Shinta Devi Permata Sari Poltekkes Kemenkes Malang Jurusan Gizi ABSTRAKSI Hipertensi merupakan salah satu penyakit pembuluh darah,dikenal sebagai silent killer (penyakit yang timbul tanpa indikasi awal), karena sering tidak menimbulkan gejala. Sebagian besar penderita hipertensi di Indonesia tidak terdeteksi, sementara mereka yang terdeteksi umumnya tidak menyadari kondisi penyakitnya dan hanya sebagian kecil yang berobat secara teratur. Penelitian ini dilakukan pasa bulan Januari 2017. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui Asupan Serat, Natrium, Kalium, Kalsium, Magnesium dan Status Gizi Pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Grogol Kabupaten Kediri. Metode penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Data yang diambil antara lain karakteristik responden, asupan serat, asupan natrium, kalium, kalsium, magnesium, dan status gizi. Jumlah responden sebanyak 25 orang. Berdasarkan umur 30 – 49 tahun berjumlah 7 responden serta didapatkan 4 responden berjenis kelamin laki – laki dengan 2 responden berada dalam kategori hipertensi stage I dan 2 orang hipertensi stage II, untuk umur 50 – 76 tahun berjumlah 18 responden dengan 11 responden berjenis kelamin perempuan 6 diantaranya berada dalam kategori hipertensi stage I dan 5 responden hipertensi stage II. Sebagian besar responden berpendidikan terakhir SD yaitu 11 orang (44%) dengan 6 orang (24%) berada dalam kategori hipertensi stage II. Secara umum semakin tinggi tingkat pendidikan responden semakin berkurang jumlah responden yang berada pada hipertensi stage II. Asupan natrium, serat, kalium, kalsium, dan magnesium sebagian besar responden tidak sesuai dari yang dianjurkan. Status gizi 11 responden berada dalam kategori normal dan 14 responden berada dalam kategori overweight. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan khususnya kepada ahli gizi untuk menyampaikan kembali materi mengenai kontrol status gizi dengan penimbangan berat badan secara rutin, pengecekan tekanan darah secara rutin dan materi hipertensi khususnya mengenai pentingnya membatasi konsumsi natrium dan pentingnya konsumsi serat, kalium, kalsium, magnesium serta motivasi supaya penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Grogol Kabupaten Kediri lebih mematuhi diet yang telah dianjurkan. Kata kunci : Hipertensi, asupan serat, natrium, kalium, kalsium, magnesium, status gizi.
Cover KTI
2017

BEBAN KERJA DENGAN METODE WORK LOAD INDICATOR STAFFING NEED (WISN) DAN KEBUTUHAN TENAGA PENGOLAH MAKANAN DI INSTALASI GIZI RST. TK. II Dr. SOEPRAOEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DESITA MEI IKALIA
NIM: 1603400030
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Bachyar Bakri dan Dwie Soelistyorini
Subjek: Beban Kerja, WISN, Kebutuhan Tenaga Kerja Pengolah Makanan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Desita Mei Ikalia. 2017. Beban Kerja Tenaga Pengolah Makanan Dengan Metode Work Load Indicator Staffing Need (WISN) Di Instalasi Gizi RST. Tk II. Dr. Soepraoen Malang. Pembimbing : Bachyar Bakri dan Dwie Soelistyorini Pelayanan gizi rumah sakit khususnya di ruang rawat inap mempunyai tujuan kegiatan anatara lain menyajikan makanan kepada pasien yang bertujuan untuk penyembuhkan dan pemulihan kesehatan pasien. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Instalasi Gizi RST. Dr. Soepraoen di dapatkan data bahwa walaupun tenaga kerja pengolah makanan yang ada namun masih belum efektifnya kinerja yang dilakukan tenaga pengolah makanan, seperti sudah adanya pembagian tugas namun kegiatan produksi makanan tidak fokus terhadap pembagian tugas perorangan, kegiatan dilakukan bersama-sama atau kerjasama tim. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2017 yang dilakukan selama 7 hari pada tenaga pengolah makanan shift pagi dan shift siang. Data yang diperlukan yaitu data karakteristik tenaga kerja yang diperoleh dengan wawancara, data waktu kerja yang diperoleh dengan wawancara dan telaah dokumen, data beban kerja tenaga pengolahan yang diperoleh dengan perhitungan dan kebutuhan tenaga kerja pengolah makanan yang diperoleh dengan perhitungan dengan media kuesioner. Dari hasil penelitian didapatkan tenaga pengolah makanan sebagian besar berjenis kelamin perempuan sebanyak 14 orang (63,6%), usia antara 41-60 tahun sebanyak 14 orang (63,6%),pendidikan terakhir SMA sebanyak 10 orang (45,5%), status kepegawaian non PNS `12 (54,5%). Waktu kerja yang tersedia tenaga pengolah makanan di instalasi gizi sebesar 110.880 menit/tahun. Beban kerja tenaga pengolah makanan di Instalasi Gizi RST Tk. II dr Soepraoen Malang yaitu sebesar 153.300 menit/tahun. Dari perhitungan beban kerja diketahui bahwa kebutuhan tenaga pengolahan makanan adalah sebanyak 13 orang pada shift pagi dan 9 orang pada shift siang. Sehingga masih terdapat kekurangan 5 orang di setiap shift. Perlu diadakannya evaluasi terhadap beban kerja tenaga pengolah makanan yang dapat dilakukan secara berkala dan penambahan tenaga kerja pada shift pagi dan siang yang sesuai dengan perhitungan berdasarkan beban kerja. Untuk mempermudah dalam evaluasi beban kerja sebaiknya diadakannya buku logbook yang dapat digunakan untuk mempermudah dalam perhitungan Kata Kunci : Beban Kerja, WISN, Kebutuhan Tenaga Kerja Pengolah Makanan
Cover KTI
tidak tersedia
2017

BEBERAPA FAKTOR PENYEBAB LEUKORRHEA PADA REMAJA PUTRI KELAS XI SMA KATOLIK ST. ALBERTUS MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: BELLA DWILESTARI
NIM: 1302450042
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Jenny JS Sondakh, S.Si.T., M.Clin.Mid. Reni Wahyu T, S.Si.T., M.Kes
Subjek: Leukorrhea, Remaja Putri
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Lestari, Bella Dwi. 2017. Beberapa Faktor Penyebab Leukorrhea Pada Remaja Putri Kelas XI SMA Katolik St. Albertus Malang. Skripsi, Program Studi DIV Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Jenny JS Sondakh, S.Si.T., M.Clin.Mid. Pembimbing Pendamping: Reni Wahyu T, S.Si.T., M.Kes Leukorrhea merupakan kejadian ketidaknyamanan yang dapat terjadi pada setiap perempuan, termasuk oleh remaja putri. Hasil survei menunjukkan sebanyak 75% perempuan pernah mengalami keputihan minimal satu kali dalam hidupnya dan 45% diantaranya bisa mengalami keputihan sebanyak dua kali atau lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab leukorrhea pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan deskriptif survey. Populasi seluruh remaja putri kelas XI-IPA 109 orang. Teknik Simple Random Sampling dengan menggunakan sampel 86 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan kejadian leukorrhea tidak normal terjadi pada 43 responden (50%), serta ditemukan bahwa penggunaan celana dalam merupakan faktor paling dominan terhadap ternyadinya leucorrhea. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan menjadi bahan pertimbangan untuk memberikan informasi tambahan seperti penyuluhan kepada para remaja putri. Kata kunci : Leukorrhea, Remaja Putri
Cover KTI
2017

BERAT BADAN PADA REMAJA OBESITAS SEBELUM DAN SESUDAH MELAKUKAN SENAM AEROBIK DI WILAYAH SUMBERSARI MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FAIZATUL FARIANTI IMTIHANAv
NIM: 1401100093
Program Studi: DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Susi Milwati, S.Kp., M.Pd, Rossyana Septyasih, SKp, MPd.
Subjek: Obesitas, Senam Aerobik, Remaja.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Berat Badan Pada Remaja Obesitas Sebelum Dan Sesudah Melakukan Senam Aerobik Di Wilayah Sumbersari Malang. Faizatul Farianti Imtihana (2017). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Dr. Susi Milwati, S.Kp., M.Pd, (Pendamping) Rossyana Septyasih, SKp, MPd. Obesitas pada remaja dapat mengakibatkan peningkatan suatu penyakit dan menurunkan rasa percaya diri. Salah satu cara untuk mengurangi kejadian obesitas dapat dilakukan dengan senam aerobik. Senam aerobik dilakukan 2 – 3 kali dalam seminggu dengan waktu latihan selama 60 menit karena dengan senam aerobik terjadi pembakaran lemak dan karbohidrat. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui perubahan berat badan remaja obesitas sebelum dan sesudah melakukan senam aerobik. Desain penelitian ini adalah studi kasus dengan subjek penelitian dua remaja obesitas. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei – Juni 2017, teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil studi kasus diperoleh berat badan Nn. D sebelum melakukan latihan senam aerobik adalah 66 kg termasuk dalam kategori obesitas I. Berat badan Setelah melakukan senam aerobik turun menjadi 62 kg termasuk dalam kategori obesitas I. Berat badan Nn. S sebelum melakukan latihan senam aerobik adalah 79 kg termasuk dalam kategori obesitas II. Berat badan Setelah melakukan senam aerobik turun menjadi 77 kg termasuk dalam kategori obesitas II. Kesimpulan dengan melakukan latihan senam aerobik selama satu bulan dari ke 2 subyek terjadi penurunan berat badan. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya dapat mengidentifikasi pengaruh pola makan dan latihan senam aerobik terhadap perubahan berat badan pada remaja obesitas. Kata Kunci : Obesitas, Senam Aerobik, Remaja.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

BOOKLET SEBAGAI MEDIA KONSELING GIZI DIKAITKAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOJOLANGU KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: YULIA FAJAR NINGSIH
NIM: 1603400015
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah, SST, M.PH
Subjek: Sikap, Tekanan Darah, Tingkat Pengetahuan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Yulia Fajar Ningsih (2017) : Booklet sebagai Media Konseling Gizi Dikaitkan dengan Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Tekanan Darah Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Mojolangu Kota Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Diniyah Kholidah, SST, M.PH Konseling gizi dapat meningkatkan pengetahuan pasien tentang gizi dan diet yang harus dijalani. Pengetahuan pasien tentang hipertensi yang baik, akan mengubah sikap pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui booklet sebagai media konseling gizi terhadap tingkat pengetahuan, sikap, serta terkontrolnya tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dan desain penelitian one group pre test-post test design. Besar sampel yang digunakan sebanyak 42 orang. Data tingkat pengetahuan dan sikap diperoleh dari pengisian kuesioner sebelum dan sesudah diberikan konseling gizi. Data tekanan darah diambil dari hasil pemeriksaan tekanan darah sebelum dan sesudah konseling gizi dengan jeda waktu 4 bulan. Analisis statistik untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan, sikap, dan tekanan darah sebelum dan sesudah konseling gizi menggunakan software SPSS dengan uji Paired T-Test. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan atau bermakna pada pengetahuan responden sebelum (pretest) dan (posttest) sesudah konseling gizi (p=0), terdapat perbedaan yang signifikan atau bermakna pada sikap responden sebelum konselinng (pretest) dan sesudah konseling (posttest) (p=0), dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan atau bermakna pada tekanan darah responden sebelum konselinng (pretest) dan sesudah konseling (posttest) (p=0,16). Saran dari penelitian ini yaitu bagi peneliti selanjutnya perlu mengembangkan booklet yang dibuat peneliti dan bagi kader posyandu lansia lebih optimal dalam memotivasi para lansia agar datang posyandu. Kata Kunci : Sikap, Tekanan Darah, Tingkat Pengetahuan
Cover KTI
tidak tersedia
2017

BROWNIES KUKUS DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG TAKOKAK(Solanum torvum) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL UNTUK KANKER

Lihat Detail Karya
Penulis: Ratna Fadila Widyaningsih
NIM: 1403000082
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA 3 GIZI
Dosen Pembimbing: Dwie Soelistyorini
Subjek: Kanker, TETP, brownies kukus, tepung takokak
Lihat Abstraksi
ABSTRAK RATNA FADILA WIDYANINGSIH. 2017. Brownies Kukus dengan Substitusi Tepung Takokak (Solanum torvum) sebagai Pangan Fungsional untuk Kanker. Pembimbing : Dr. Nur Rahman, STP, MP Kanker merupakan penyakit yang diawali dengan adanya tumor yaitu pembengkakan pada tubuh akibat berkembangbiaknya sel-sel yang bersifat abnormal. Kanker dapat menyebabkan malnutrisi pada penderitanya. Secara umum penyebab malnutrisi dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu, berkurangnya asupan makanan dan malabsorbsi dan yang kedua adanya gangguan proses metabolisme. Upaya untuk mengatasi kedua masalah tersebut, salah satunya dengan membuat snack TETP. Bentuk snack yang dipilih adalah brownies. Pemberian browies diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi pasien kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung Takokak (Solanum torvum) dan tepung terigu terhadap nilai energi, kadar air, kadar abu, protein, karbohidrat, lemak, serat kasar, dan mutu organoleptik brownies kukus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental rancangan acak lengkap yaitu pembuatan brownies kukus dengan substitusi tepung terigu : tepung takokak dengan variasi P0 (100:0), P1 (75:25), P2 (50:50), P3 (25:75). Analisis statistik menggunakan uji One Way ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test serta menggunakan uji Kruskall Wallis dan Mann Whitney pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan substitusi tepung terigu dan tepung takokak pada pembuatan brownies kukus memberikan perbedaan yang signifikan terhadap nilai energi, kadar karbohidrat, protein, serat, abu, dan air, sedangkan tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap kadar lemak. Substitusi tepung terigu dan tepung takokak tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tekstur dan rasa tetapi memberikan pengaruh yang sinifikan terhadap warna dan aroma. Perlu dilakukan uji mikrobiologi untuk menjamin bahwa produk ini aman dikonsumsi oleh penderita kanker Kata kunci : Kanker, TETP, brownies kukus, tepung takokak
Cover KTI
tidak tersedia
2017

BUKU PANDUAN PELAKSANAAN RETENSI DAN PEMUSNAHAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT BAPTIS BATU

Lihat Detail Karya
Penulis: FINASTHIKA RAMADHANIA
NIM: 1404000043
Program Studi: DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: drg. Rinawati Basuki, M.Kes
Subjek: Penyusutan Dokumen Rekam Medis, Standar Operasional Prosedur, Rekam Medis Inaktif
Lihat Abstraksi
Finasthika Ramadhania, 2017. “Buku Panduan Pelaksanaan Retensi dan Pemusnahan Dokumen Rekam Medis di Rumah Sakit Baptis Batu”. (Dibawah bimbingan drg. Rinawati Basuki, M.Kes) Rekam medis inaktif, berkas yang telah di simpan minimal selama 5 tahun di unit kerja rekam medis di hitung sejak tanggal terakhir pasien tersebut di layani pada sarana pelayanan kesehatan atau telah 5 tahun setelah meninggal dunia. Pelaksanaan penyusutan rekam medis inaktif mempunyai beberapa tahap, yaitu di mulai dari pemilahan dan pemindahan, penilaian, melakukan scaner, dan pemusnahan. Dari hal tersebut, peneliti melakukan observasi dengan tujuan mengidentifikasi pelaksanaan retensi dan pemusnahan dokumen rekam medis di rumah sakit Baptis Batu. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan variabelnya adalah pelaksanaan retensi dan pemusnahan dokumen rekam medis dan buku panduan pelaksanaan retensi dan pemusnahan dokumen rekam medis. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Rumah Sakit Baptis Batu sudah mempunyai SOP retensi rekam medis, dan SOP pemusnahan rekam medis. Berdasarkan observasi, pemilahan dan pemindahan rekam medis inaktif berdasarkan SK Direktur RS, namun dalam melakukan pemindahan rekam medis inaktif belum tersedia ruangan atau rak khusus untuk rekam medis yang akan dimusnahkan. Penilaian rekam medis dilakukan oleh tim penilai berdasarkan SK Direktur RS. Pengalih media untuk rekam medis inaktif tidak dilakukan oleh pihak Rumah Sakit karena tidak memiliki alat scaner. Dan dalam pemusnahan rekam medis inaktif berdasarkan SK Direktur RS, yang di lakukan dengan membakar menggunakan incenerator atau dicacah. Buku panduan retensi dan pemusnahan perlu perbaikan agar dapat digunakan berkelanjutan dan dapat meningkatkan pengetahuan petugas terkait retensi dan pemusnahan. Kata Kunci : Penyusutan Dokumen Rekam Medis, Standar Operasional Prosedur, Rekam Medis Inaktif.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan