Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3861–3870 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2017

ASUHAN GIZI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN HIPERTENSI DI RUANG ANYELIR RUMAH SAKIT ISLAM MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NILLA MARETA PRADANI
NIM: 1403000059
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Dr. Annasari Mustafa, SKM., M.Sc. M.
Subjek: Diabetes Mellitus, Hipertensi
Lihat Abstraksi
Nilla Mareta Pradani, 2017. Asuhan Gizi Pada Pasien Diabetes Mellitus (DM) Tipe II dengan Hipertenesi di Ruang Anyelir Rumah Sakit Islam Malang Jawa Timur. Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing : Dr. Annasari Mustafa, SKM., M.Sc. M. Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis asuhan gizi pada pasien penderita Diabetes Mellitus (DM) Tipe II dengan Hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain studi kasus yaitu dengan melakukan pengamatan terhadap pasien Diabetes Mellitus (DM) dengan Hipertensi di Rumah Sakit Islam Malang. Tn. S adalah pasien 1 berjenis kelamin laki-laki berusia 47 tahun memiliki BB 61 kg dan TB 167 cm. Tn. H adalah pasien 2 berjenis kelamin laki-laki berusia 55 tahun memiliki BB 70 kg dan TB 168 cm. Ny. D adalah pasien 3 berjenis kelamin perempuan berusia 46 tahun memiliki BB 57 kg dan TB 161 cm. Pasien MRS Mual, muntah, nyeri di perut, lemas, pusing. Pasien MRS dengan diagnosa Diabetes Melitus dengan Hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi diet yang diberikan adalah diet DM B 1700 Kalori dan Rendah Garam 3. Hasil perkembangan antropometri pasien tidak mengalami perubahan selama 3 hari pengamatan. Hasil laboratorium GDP dan GD2JPP pasien 1 dan 2 mengalami penurunan dari 290 mg/dl menjadi 125 mg/dl, 302 mg/dl menjadi 177 mg/dl dan 320 mg/dl menjadi 164 mg/dl, 368 mg/dl menjadi 137 mg/dl. Pada pemeriksaan klinis didapatkan bahwa adanya perkembangan tekanan darah pasien 1 untuk hari pertama MRS 140/100 mmHg menjadi 130/80 mmHg dan pasien 2 150/90 mmHg menjadi 130/80 mmHg pada hari terakhir pengamatan. Untuk tingkat konsumsi energi dan zat gizi termasuk dalam kategori cukup namun rata-rata tingkat konsumsi masih rendah. Materi konseling diberikan tentang diet Diabetes Melitus dan diet Rendah Garam. Berdasarkan pengamatan dapat disimpulkan bahwa pasien sudah mematuhi diet yang diberikan. Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Hipertensi
Cover KTI
tidak tersedia
2017

ASUHAN GIZI PADA PASIEN STROKE + HIPERTENSI (STUDI KASUS DI RS. LAVALETTE MALANG)

Lihat Detail Karya
Penulis: RIZQA MARITA SHOLIHAH
NIM: 1403000045
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Dr. Annasari Mustasfa, SKM., M.Sc
Subjek: Stroke, Hipertensi, Asuhan Gizi, Rumah Sakit
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Marita, Rizqa. 2017. Asuhan Gizi pada Pasien Stroke disertai Hipertensi di RS. Lavalette Malang. KTI, Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing: Dr. Annasari Mustasfa, SKM., M.Sc Stroke merupakan salah satu penyakit pembunuh bagi masyarakat khususnya perkotaan. Hal ini dikarenakan pola hidup masyarakat perkotaan yang sibuk membuat masyarakat kota tidak perlu memikirkan makanan yang setiap hari dikonsumsi. Tujuan umum penelitian mengetahui asuhan gizi pada pasien Stroke + Hipertensi, Tujuan Khusus Mengkaji data Antropometri Gizi, Menetapkan diagnosis Gizi Pasien, Melaksanakan Interverensi Gizi dan Memantau serta mengevaluasi pasien Stroke + Hipertensi di RS. Lavalette Malang. Berkaitan dengan itu, maka perlu dilakukan penelitian mengenai asuhan gizi yang tepat untuk penderita stroke. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik yang menggunakan desain case studies. Subjek penelitian adalah pasien stroke di RS. Lavalette Malang. Pengumpulan data dilakukan selama 5 hari disertai dengan intervensi yang berupa asuhan gizi terhadap pasien stroke. Data yang diperoleh dimasukan dalam grafik dan bandingkan dengan data sebelum dilakukan intervensi. Kemudian data di analisis untuk menyimpulkan hasil intervensi.Berdasarkan data yang didapat dalam penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa diagnosa penyakit pasien adalah stroke disertai hipertensi. Masalah gizi yang dialami adalah status gizi kurang dan kekeliruan pola makan. Terapi diet yang diberikan adalah diet rendah garam dan diet rendah lemak. Diagnosa penyakit pasien adalah Stroke disertai Hipertensi. Asessement gizi Masalah gizi pasien adalah: status gizi kurang, peningkatan kebutuhan zat gizi, hipertensi, intake energi rendah, intake protein lebih, intake lemak rendah, intake karbohidrat rendah, dan kekeliruan pola makan pasien. Terapi diet yang digunakan adalah RG + RL cara pemberian oral. Bentuk makanan yang diberikan dari awal pengamatan sampai akhir pengamatan berupa makanan biasa. Hasil Monitoring dan Evaluasi. Hasil monitoring asupan energi, protein, lemak dan karbohidrat pasien selama pengamatan masih belum stabil, terlihat dari grafik yang sudah disajikan. Hasil monitoring pemeriksaan fisik klinis mengalami perubahan pada tensi darah mengalami penurunan tensi darah menjadi mendekati tekanan darah normal pada semua responden pasien. Penyuluhan gizi yang telah dilakukan ke pasien dan keluarga pasien pada hari terakhir berjalan dengan lancar. namun untuk kepatuhan diet, pasien masih belum bisa mematuhi sepenuhnya terutama dalam segi porsi. Kata Kunci: Stroke, Hipertensi, Asuhan Gizi, Rumah Sakit
Cover KTI
tidak tersedia
2017

ASUHAN GIZI RAWAT JALAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT TK. II dr.SOEPRAOEN KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DYAN WAHYU SAPUTRI
NIM: 1403000028
Program Studi: PRODI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Endang Widajati.
Subjek: DM tipe II dengan Hipertensi, asuhan gizi, tingkat konsumsi, edukasi.
Lihat Abstraksi
ABSTRACT Dyan Wahyu Saputri, 2017. Asuhan Gizi Rawat Jalan pada Pasien Diabetes Melitus dengan Hipertensi di Rumah Sakit TK. II dr.Soepraoen Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah, Progam Studi D III Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing : Endang Widajati. Menurut WHO (2011), menyatakan bahwa Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan intorelansi glukosa yang terjadi karena kelenjar pankreas tidak dapat memproduksi insulin secara adekuat atau karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang di produksi secara efektif atau kedua-duanya. Diabetes Melitus diklasifikasikan menjadi DM tipe 1 dan DM tipe 2 disebabkan karena ketidakmampuan tubuh menggunakan insulin secara efektif yang kemudian mengakibatkan kelebihan berat badan dan kurang aktivitas fisik. Tujuan umum adalah Mengetahui asuhan gizi pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 dengan Hipertensi di Rumah Sakit TK II dr.Soepraoen Kota Malang. Tujuan khusus adalah mengetahui assessment, mengetahui diagnosis gizi, mengetahui intervensi gizi dan mengetahui monitoring serta evaluasi gizi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kasus dan hasilnya diuraikan secara deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 3 responden. Karakteristik pasien adalah pasien berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dengan usia pasien diatas 40 tahun serta diagnosa pasien mengalami Diabetes Melitus tipe 2 dengan Hipertensi. Masalah gizi pada pasien adalah kadar gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, dan kebiasaan makan yang kurang baik serta status gizi salah satu pasien ada yang kelebihan BB tingkat ringan. Diet yang diberikan adalah diet DM B dan Rendah Garam. Pasien 1, 2, dan 3 Tingkat konsumsi energi yaitu 139%, 102%, dan 101,2% tergolong kategori baik, serta asupan natrium yaitu 115,9 mg, 408,5 mg dan 503,5 mg (tidak termasuk garam dapur). Terjadi perubahan pada pengukuran antropometri BB pada pasien 2 dan 3 namun status gizi semua pasien tetap hingga akhir pengamatan, pemeriksaan laboratorium pada pasien 1, 2 dan 3 masih dalam kategori diatas nilai normal hingga akhir pengamatan, pemeriksaan fisik klinis pada semua pasien masih ada yang diatas normal, dan monitoring evaluasi edukasi pasien yaitu pasien sudah paham tentang penjelasan diet yang diberikan namun pasien masih sulit untuk menjalankannya. Masih diperlukan perhatian khusus dari keluarga untuk memantau perubahan perilaku pasien. Kata kunci : DM tipe II dengan Hipertensi, asuhan gizi, tingkat konsumsi, edukasi.
Cover KTI
2017

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN MASALAH GANGGUAN ELIMINASI URINE PADA PASIEN BENIGNA PROSTAT HIPERPLASIA (BPH) DI RUANG DAHLIA RUMKIT TK.II dr. SOEPRAOEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MAYA ROSALINA
NIM: 1401100119
Program Studi: DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Tri Johan A.Y., S.Kp, M.Kep, Roni Yuliwar,Skep Ns.M.Ked
Subjek: Asuhan Keperawatan, Benigna Prostat Hiperplasia (BPH), Gangguan Eliminasi Urine
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rosalina, Maya, 2017. Asuhan Keperawatan Dengan Masalah Gangguan Eliminasi Urine Pada Pasien Benigna Prostat Hiperplasia (BPH) Diruang Dahlia Rumah Sakit Dr.Soeparaoen Malang. Laporan Tugas Akhir Studi Kasus, Progam Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (I) Dr. Tri Johan A.Y., S.Kp, M.Kep, Pembimbing (II) Roni Yuliwar,Skep Ns.M.Ked Kata Kunci : Asuhan Keperawatan, Benigna Prostat Hiperplasia (BPH), Gangguan Eliminasi Urine Benigna prostatic hyperplasia adalah pembesaran jinak kelenjar prostat yang menyebabkan penyumbatan uretra pars prostatika. Prevalensi BPH bervariasi antara 24-30% dari kasus urologi yang merupakan penyakit tersering kedua pada penyakit kelenjar prostat yang tercatat di klinik urologi di Indonesia. Pasien BPH akan mengalami gangguan elimasi urine yang akan menimbulkan rasa nyeri, gangguan eliminasi urine akut hemoragik pre post operasi, dan infeksi. Keluhan utama gangguan pada eliminasi urine dan nyeri pada genetalia dan abdomen. Mengurangi resiko infeksi sebelum dan sesudah operasi dilakukan intervensi keperawatan utama yang dilakukan perawat. Tujuan meneliti ini adalah untuk melakukan asuhan keperawatan khusus pada gangguan eliminasi urine dengan subjek berjumlah 2 orang. Penelitian ini mengggunakan deskriptif studi kasus selama pasien tersebut menjalani rawat inap pada bulan April sampai Mei 2017 yang meliputi pengkajian, analisis data, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada kedua pasien dilakukan latihan bladder training, relaksasi nafas dalam, dan kolaborasi pemberian obat analgesik. Peneliti berharap dengan penelitian ini tenaga kesehatan dapat melakukan perawatan secara komperehensif pada pasien BPH. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah pengkajian gangguan eliminasi urine dapat dilakukan lebih mendalam dan diberikan tindakan keperawatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien agar asuhan keperawatan dapat berkesinambungan.
Cover KTI
2017

ASUHAN KEPERAWATAN HIPERTERMI PADA ANAK DHF (DENGUE HEMORRHAGIC FEVER) DI RS LAVALETTE MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NUR AINI APRILIA
NIM: 1401100043
Program Studi: PRODI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep, Ns, M.Kes, Rudi Hamarno, S.Kep, Ns, M.Kep
Subjek: Dengue Hemorrhagic Fever, Hipertermi, Asuhan Keperawatan Anak
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Asuhan Keperawatan Hipertermi Pada Anak DHF (Dengue Hemorrhagic Fever) di RS Lavalette Malang. Nur Aini Aprilia (2017). Karya Tulis Ilmiah, Studi Kasus Asuhan Keperawatan, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep, Ns, M.Kes, (Pendamping) Rudi Hamarno, S.Kep, Ns, M.Kep. Kata Kunci: Dengue Hemorrhagic Fever, Hipertermi, Asuhan Keperawatan Anak Dengue Hemorrhagic Fever merupakan suatu penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus yang ditransmisikan oleh aedes aegypti dan aedes albopictus, yang menyerang golongan terbanyak pada rentang usia anak sekitar 43,44%. Salah satu tanda gejala yang muncul adalah hipertermi (demam). Demam yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan kejang, dehidrasi, syok bahkan kematian. Dalam hal ini, asuhan keperawatan yang tepat pada rentang usia anak sangat diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah melaksanakan asuhan keperawatan hipertermi pada anak DHF (Dengue Hemorrhagic Fever). Penelitian ini menggunakan studi kasus asuhan keperawatan dengan 2 partisipan dan dilakukan pada tanggal 3-9 April 2017. Metode pengambilan data dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi asuhan keperawatan. Ditemukan diagnosa keperawatan pada partisipan 1 yaitu hipertermi, kekurangan volume cairan, dan resiko syok hipovolemik. Pada partisipan 2 ditemukan masalah keperawatan yaitu hipertermi, kekurangan volume cairan, nyeri akut dan resiko syok hipovolemik Hasil studi kasus asuhan keperawatan menunjukan bahwa partisipan 1 dan partisipan 2 melalui fase demam dan fase kritis dengan tidak disertai syok hipovolemik, namun memiliki resiko syok hipovolemik. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah memodivikasi cara pendekatan kepada partisipan
Cover KTI
2017

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN YANG MENGALAMI POST STROKE DENGAN MASALAH DEFISIT PERAWATAN DIRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGKANDANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RICHA KUMALASARI
NIM: 1401100056
Program Studi: DIPLOMA III KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Budi Susatia, S.Kp., M.Kes., Sugianto Hadi, SKM. MPH
Subjek: Post Stroke, Defisit Perawatan Diri, Keluarga
Lihat Abstraksi
Richa Kumalasari (2017). Asuhan Keperawatan Klien yang Mengalami Post Stroke dengan Masalah Defisit Perawatan Diri di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungkandang. Karya tulis ilmiah studi kasus asuhan keperawatan, Program Studi D-III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I Bapak Budi Susatia, S.Kp., M.Kes. Pembimbing II Bapak Sugianto Hadi, SKM. MPH. Asuhan keperawatan pada klien post stroke iskemik dengan masalah defisit perawatan diri penting untuk diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif. Pengumpulan data diperoleh dari wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta hasil CTScan. Hasil penelitian menunjukkan pada diagnosa hambatan mobilitas fisik, setelah diberikan latihan gerak pasif pada Ny. M tangan kiri bisa digerakkan secara perlahan, sedangkan pada Ny. S tangan kiri masih tetap terasa kaku dan sulit digerakkan. Diagnosa defisit perawatan diri mandi dan defisit perawatan diri eliminasi ditemukan hasil keluarga kedua klien mampu memandikan klien dan membersihkan area kemaluan setelah eliminasi sesuai SOP. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk meningkatkan motivasi klien dan keluarga, memberikan tekhnik penghangatan konvensional pada klien sebelum melatih rentang gerak pasif seperti kompres air hangat pada area sendi dengan menggunakan botol bekas, melakukan pemijatan dengan menggunakan minyak gosok, dan mengoleskan ampas jahe pada area sendi. Kata kunci: Post Stroke, Defisit Perawatan Diri, Keluarga
Cover KTI
tidak tersedia
2017

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN SKIZOFRENIA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN PERUBAHAN PROSES PIKIR: WAHAM DI RUMAH SAKIT JIWA DR. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ZAKIYA ISNAINI FITRI
NIM: 1401100054
Program Studi: PRODI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: (I) Dyah Widodo, S.Kp., M.Kes. (II) Tutik Herawati, S.Kp., MM.
Subjek: Asuhan keperawatan, skizofrenia, waham
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Zakiya Isnaini Fitri (2017). Asuhan Keperawatan Pada Klien Skizofrenia Dengan Masalah Keperawatan Perubahan Proses Pikir: Waham Di Rumah Sakit Jiwa Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (I) Dyah Widodo, S.Kp., M.Kes. (II) Tutik Herawati, S.Kp., MM. Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat, salah satunya ditandai dengan perubahan proses pikir: waham yang membutuhkan asuhan keperawatan komprehensif yang melibatkan tim kesehatan lain dan keluarga. Tujuan penulisan karya tulis ilmiah ini adalah melakukan asuhan keperawatan pada klien skizofrenia dengan masalah keperawatan perubahan proses pikir: waham. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan; mengeksplorasi suatu masalah dengan batasan terperinci, pengambilan data mendalam, melalui berbagai informasi. Penelitian dilakukan pada dua klien. 1)Pada pengkajian, faktor predisposisi klien 1 yaitu meninggalnya istrinya, riwayat gangguan jiwa, dan pengobatan tidak teratur, pada klien 2 yaitu orang tua otoriter, riwayat gangguan jiwa, dan pengobatan tidak teratur. Faktor presipitasi keduanya ketidakteraturan pengobatan di rumah. Pada status mental kedua klien mencurigai tetangganya bertindak merugikan klien. Klien mampu berktivitas secara mandiri. Untuk mekanisme koping, keduanya lebih sering marah tanpa sebab. 2)Diagnosis keperawatan kedua klien yaitu perubahan proses pikir: waham curiga dan risiko perilaku kekerasan. 3)Intervensi keperawatannya yaitu membina hubungan saling percaya, mengorientasikan realita, mengidentifikasi serta melatih kebutuhan tidak terpenuhi dan kemampuan positif klien, mengedukasikan penggunaan obat dan efek tidak mengonsumsinya. 4)Implementasi keperawatan sesuai intervensi keperawatan, selama enam hari tanpa perubahan intervensi pada kedua klien. 5)Evaluasi pada klien 1 dan 2 perubahan proses pikir: waham curiga teratasi sebagian, klien tidak selalu memunculkan wahamnya kembali. Perawatan di lingkungan yang kondusif sebaiknya ditekankan pada klien agar perkembangan kesehatan klien dapat lebih meningkat. Kata Kunci: Asuhan keperawatan, skizofrenia, waham
Cover KTI
2017

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN YANG MENGALAMI GANGGUAN SISTEM MUSKULOSKELETAL (FRAKTUR FEMUR) DENGAN NYERI AKUT DI RUANG DAHLIA RST dr. SOEPRAOEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ERIE DIAH SAFITRI
NIM: 1401100105
Program Studi: DIPLOMA III KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Sri Mudayatiningsih, SKp. M. Kes., Dr. Tri Johan A.Y, S.Kp. M.Kep.
Subjek: Nyeri akut, Gangguan Muskuloskeletal (Fraktur Femur).
Lihat Abstraksi
Asuhan keperawatan pada klien yang mengalami gangguan sistem muskuloskeletal (fraktur femur) dengan nyeri akut di ruang dahlia rst dr. Soepraoen malang. Erie Diah Safitri (2017). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Sri Mudayatiningsih, SKp. M. Kes (Pendamping) Dr. Tri Johan A.Y, S.Kp. M.Kep. Kata Kunci : Nyeri akut, Gangguan Muskuloskeletal (Fraktur Femur). Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik, fraktur tulang terjadi apabila resistensi tulang terhadap tekanan menghasilkan daya untuk menekan. Dari 20.829 kasus kecelakaan sepanjang tahun 2016sebanyak 1.770 orang mengalami fraktur.Komplikasi yang disebabkan oleh fraktur diantaranya syok, emboli lemak, sindrom kompertemen , tromboemboli, emboli paru. Keluhan utama pasien fraktur mengeluh nyeri, gatal dan panas pada bagian tubuh yang mengalami patah tulang. Mengurangi rasa nyeri dan ketidaknyamanan yang dirasakan klien merupakan intervensi keperawatan utama yang dilakukan oleh perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada klien yang mengalami gangguan sistem muskuloskeletal (fraktur femur) dengan nyeri akut di ruang dahlia RST dr. Soepraoen Malang dengan subjek penelitian berjumlah 2 orang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif studi kasus selama pasien tersebut menjalani rawat inap pada bulan maret sampai april 2017menggunakan instrument lembar dokumentasi asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, analisa data, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat kesenjangan antara teori dan praktek. Pada kedua responden dilakukan penatalaksanaan keperawatan berupa relaksasi nafasdalam, memposisikan pasien senyaman mungkin, mengkaji respon nyeri dan berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian obat analgesik. Peneliti berharap dengan penelitian ini tenaga kesehatan dapat melakukan dan memberikan asuhan keperawatan yang tepat dan komprehensif pada pasien fraktur. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah pengkajian nyeri dapat dilakukan lebih mendalam lagi dan berikan tindakan keperawatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien agar asuhan kepertawatan yang didapat berkesinambungan.
Cover KTI
tidak tersedia
2017

ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANJUT USIA DENGAN MASALAH DEMENSIA (GANGGUAN KOGNITIF) DI PANTI GRIYA KASIH SILOAM (Studi kasus)

Lihat Detail Karya
Penulis: WURI PRASETYANINGSIH
NIM: 1401100039
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: DyahWidodo, S.Kp, M.Kes, Dr. Tri Johan A.Y., S.Kp, M.Kep.
Subjek: Demensia, Lanjut Usia
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Wuri Prasetyaningsih (2017). Asuhan Keperawatan Pada Lanjut Usia Dengan Masalah Demensia (Gangguan Kognitif) Di Panti Griya Kasih Siloam. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) DyahWidodo, S.Kp, M.Kes, (Pendamping) Dr. Tri Johan A.Y., S.Kp, M.Kep. Lanjut usia di Indonesia semakin bertambah, tidak terkecuali lanjut usia dengan demensia. Demensia adalah suatu gangguan yang umumnya menimpa lanjut usia. Banyak orang yang merasa terganggu akan adanya demensia ini terutama para lanjut usia yang dititipkan oleh keluarga ke panti karena menderita demensia atau penyakit lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah memaparkan auhan keperawatan pada subyek yang mengalami demensia. Penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan dengan 2 subyek penelitian yang dilakukan selama 2 minggu pada tanggal 29 Mei 2017-12 Juni 2017. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi pemberian tindakan pada subyek dengan diagnosa demensia (gangguan kognitif) dan disajikan dalam bentuk narasi, tabel. Hasil penelitian dari kedua subyek masing-masing ditemukan tiga diagnosa, diagnosa yang paling utama adalah gangguan kognitif. Perbedaan gangguan kognitif yang dialami oleh kedua subyek adalah subyek pertama mengalami demensia sedang, subyek kedua mengalami demensia berat. Setelah dilakukan tindakan keperawatan subyek mengalami peningkatan kognitif meskipun tidak signifikan. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah meningkatkan implementasi pada subyek dengan demensia dan bisa meminimalisir dampak dari demensia misalnya saja keluyuran. Kata Kunci : Demensia, Lanjut Usia
Cover KTI
tidak tersedia
2017

ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN INKONTINENSIA URINE STRES DI PANTI GRIYA KASIH SILOAM MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: TIANA RACHMADITA
NIM: 1401100034
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG 2017
Dosen Pembimbing: (I) Dr. Tri Johan A.Y., S.Kp, M.Kep. Imam Subekti S.Kp, M.Kep, Sp.Kom.
Subjek: Asuhan Keperawatan, Inkontinensia Urine, Lansia.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rachmadita, Tiana. 2017. Asuhan Keperawatan pada Lansia dengan Inkontinensia Urine Stres di Panti Griya Kasih Siloam Malang. Laporan Tugas Akhir Studi Kasus. Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembingbing (I) Dr. Tri Johan A.Y., S.Kp, M.Kep. Pembimbing (II) Imam Subekti S.Kp, M.Kep, Sp.Kom. Diseluruh dunia ada 50 juta orang menderita inkontinensia urine dengan rasio perempuan dan laki-laki 2:1. Dalam suatu penelitian pada 200 lansia yang tinggal di komunitas, menemukan bahwa inkontinensia stres merupakan tipe inkontinensia yang paling umum. Tujuan penelitian ini adalah melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan inkontinensia urine stres di Panti Griya Kasih Siloam Malang. Metode yang digunakan adalah deskriptif studi kasus. Pada asuhan keperawatan yang dilakukan pada klien 1 dan 2 didapatkan keluhan yang sama pada kedua klien dengan tingkat keparahan yang berbeda menurut pengkajian SSI. Diagnosa keperawatan pada kedua klien adalah inkontinensia urine stres. Pada kedua klien dilakukan tindakan keperawatan yang utama yakni senam kegel. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 minggu didapatkan hasil keluhan inkontinensia berkurang dan tingkat keparahan menurut SSI menurun. Kesimpulan pemberian asuhan keperawatan yang didapatkan pada kedua klien inkontinensia urine adalah status inkontinensia masih aktif namun kondisi membaik. Saran bagi subjek penelitian dan perawat Panti Griya Kasih Siloam Malang adalah menjaga kontinuitas terapi khususnya senam kegel untuk hasil yang optimal. Serta untuk peneliti selanjutnya diharapkan melakukan studi kasus dalam waktu yang lebih lama dan pada subjek penelitian dengan latar belakang inkontinensia urine yang berbeda, selain diabetes dan pembedahan ginekologi. Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Inkontinensia Urine, Lansia.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan