Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3761–3770 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2018

PERBEDAAN WAKTU PELEPASAN TALI PUSAT BAYI YANG MENDAPATKAN ASI DIBANDINGKAN DENGAN KOMBINASI ASI DAN SUSU FORMULA DI PMB NGADILLAH

Lihat Detail Karya
Penulis: IFANA SYAFIRAcARANI
NIM: 1402450012
Program Studi: DIPLOMA IV Kebidanan
Dosen Pembimbing: Ika Yudianti, SST., M.Keb.
Subjek: Umbilical Cord Release Time, ASI (breast milk), combination of breast milk and formula milk
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Maharani, Ifana Syafira. 2018. Perbedaan Waktu Pelepasan Tali Pusat Bayi Yang Mendapatkan ASI Dibandingkan Dengan Kombinasi ASI dan Susu Formula di PMB Ngadillah. Skripsi, Pembimbing Utama: Ika Yudianti, SST., M.Keb. Pembimbing Pendamping: Isman Amin, SKM., M. Kes. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Segera setelah bayi lahir, dilakukan pemotongan pada tali pusat. Tali pusat merupakan tempat masuknya mikroorganisme, sehingga semakin cepat tali pusat lepas akan mengurangi terjadinya resiko infeksi tali pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan waktu pelepasan tali pusat bayi yang mendapatkan ASI dibandingkan dengan kombinasi ASI dan susu formula. Desain penelitian adalah analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah bayi baru lahir di PMB Ngadillah sejumlah 32 bayi, terdiri dari 16 bayi yang mendapatkan ASI dan 16 bayi yang mendapatkan kombinasi ASI dan susu formula. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara terstruktur untuk menilai asupan nutrisi dan lembar observasi untuk mengamati perawatan dan keadaan tali pusat sejak lahir hingga terlepas. Uji hipotesis menggunakan Independent T-Test dan dinyatakan bermakna apabila p value < α (0,05). Berdasarkan hasil Independent T-Test, didapatkan p value = 0,006 yang artinya ada perbedaan waktu pelepasan tali pusat bayi yang mendapatkan ASI dibandingkan dengan kombinasi ASI dan susu formula. Rata-rata waktu pelepasan tali pusat bayi pada kelompok ASI adalah 5 hari dan pada kelompok kombinasi ASI dan susu formula adalah 6 hari. Jadi waktu pelepasan tali pusat bayi pada kelompok ASI lebih cepat dibandingkan dengan kelompok kombinasi ASI dan susu formula. Kata kunci: ASI (Air Susu Ibu), Kombinasi ASI dan susu formula, Waktu pelepasan tali pusat
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PERBEDAAN WAKTU PULIHNYA BISING USUS DAN WAKTU FLATUS PERTAMA KALI PADA PASIEN PASCA BEDAH LAPARATOMI DENGAN ANESTESI UMUM DAN ANESTESI SPINAL

Lihat Detail Karya
Penulis: REZKY ALFIAN MALIQ
NIM: 1401460045
Program Studi: PROGRAM STUDI D-IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Marsaid, S.Kp., M.Kep. , Sulastyawati, S.Kep., Ns, M.Kep.
Subjek: Bising Usus, Flatus, Pasca Bedah Laparatomi, Anestesi Umum, Anestesi Spinal
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perbedaan Waktu Pulihnya Bising Usus dan Waktu Flatus Pertama Kali pada Pasien Pasca Bedah Laparatomi dengan Anestesi Umum dan Anestesi Spinal. Rezky Alfian Maliq (2018). Skripsi, Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I Marsaid, S.Kp., M.Kep. Pembimbing II Sulastyawati, S.Kep., Ns, M.Kep. Kata Kunci: Bising Usus, Flatus, Pasca Bedah Laparatomi, Anestesi Umum, Anestesi Spinal Pasien laparatomi yang menggunakan anestesi umum atau anestesi spinal akan menghambat impuls saraf parasimpatis ke otot usus akibatnya dapat memperlambat atau menghentikan gelombang peristaltik sehingga pulihnya bising usus dan waktu flatus pasien menjadi lama. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui perbedaan waktu pulihnya bising usus dan waktu flatus pertama kali pada pasien pasca bedah laparatomi dengan anestesi umum dan anestesi spinal. Rancangan penelitian ini adalah studi komparatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 15 pasien pasca bedah laparatomi dengan anestesi umum dan 15 pasien pasca bedah laparatomi dengan anestesi spinal. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Independent Sample T-Test dan Uji Mann-Whitney. Hasil dari penelitian didapatkan nilai P value < α (0,000 < 0,05) yang berarti ada perbedaan waktu pulihnya bising usus dan waktu flatus pertama kali pada pasien pasca bedah laparatomi dengan anestesi umum dan anestesi spinal. Saran yang dapat diajukan adalah perawat harus memperhatikan waktu pemulihan peristaltik pada pasien pasca bedah laparatomi dengan anestesi umum dan ansestesi spinal, dengan cara mengobservasi waktu bising usus dan waktu flatus pertama kali sebelum melanjutkan intervensi asuhan keperawatan selanjutnya.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PERILAKU GIZI (PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN) REMAJA ASIK DI SMA NEGERI 1 SINGOSARI MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: HINDRIYATI WIRDY SUNARSO
NIM: 1503000103
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Sugeng Iwan Setyobudi, STP, M.Kes
Subjek: Remaja, Perilaku, Pengetahuan, Sikap, Keterampilan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hindriyati Wirdy S, 2018. Perilaku Gizi (Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan) Remaja Asik di SMA Negeri 1 Singosari Malang. (Di bawah bimbingan : Sugeng Iwan Setyobudi, STP, M.Kes) Dari hasil diadakannya edukasi gizi seimbang dengan remaja asik di SMA Negeri 1 Singosari Malang terhadap 186 remaja asik yang sebagian besar dikhususkan untuk remaja putri. Program Edukasi gizi seimbang dilakukan selama dua semester yakni pada setiap hari jum’at. Istilah remaja asik sendiri yakni (Aktif – Sehat – pIntar- Kreatif). Edukasi ini di khususkan untuk remaja putri karena masalah anemia yang terjadi di Indonesia banyak terjadi pada remaja putri yang sampai saat ini masih cukup tinggi dengan prevalensi anemia berkisar 18,4 % penderita berumur 15 – 24 tahun (Kemenkes RI, 2014). Peneliti ingin melakukan evaluasi sejauh mana hasil edukasi terhadap perilaku gizi (pengetahuan, sikap dan keterampilan) setelah 6 bulan apakah masih konsisten baik. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Singosari Malang pada tanggal 13 April 2018. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yakni observasional. Responden penelitian berjumlah 30 remaja asik. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner. Cara pengolahan data diolah dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku gizi (pengetahuan , sikap dan keterampilan) remaja asik tergolong cukup untuk pengetahuan (75%), dan keterampilan (71,5%) sedangkan untuk sikap tergolong baik yakni 93%. Dari hasil penelitian ini disarankan kepada pihak sekolah agar remaja asik diberi edukasi gizi kembali untuk meningkatkan perilaku gizi serta diberikan sosialisasi kepada penjual makanan sehingga dapat membantu membentuk perilaku sehat. Kata Kunci : Remaja, Perilaku, Pengetahuan, Sikap, Keterampilan
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA IBU RUMAH TANGGA DI WILAYAH POSYANDU ANYELIR KELURAHAN MULYOREJO SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN (STUDI KASUS)

Lihat Detail Karya
Penulis: RIRIN AYU PUTRI HARMAWANTI
NIM: 1501100053
Program Studi: POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
Dosen Pembimbing: Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes, Joko Wiyono, S.Kep., M.Kep., Sp.Kom
Subjek: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Pendidikan Kesehatan, Ibu Rumah Tangga
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Kemampuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Ibu Rumah Tangga di Wilayah Posyandu Anyelir Kelurahan Mulyorejo Sebelum dan Sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan. Ririn Ayu Putri Harmawanti (2018) Karya Tulis Ilmiah, program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (utama) Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes, Pembimbing (Pendamping) Joko Wiyono, S.Kep., M.Kep., Sp.Kom Kata Kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Pendidikan Kesehatan, Ibu Rumah Tangga PHBS yaitu suatu tindakan seseorang dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya dengan tindakan pencegahan seperti pemberian pendidikan kesehatan mengenai PHBS. Program pembinaan PHBS yang dicanangkan pemerintah sudah berjalan cukup lama, namun pada kenyataanya capaian keberhasilannya masih jauh dari harapan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku hidup besih dan sehat pada ibu rumah tangga. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Subyek penelitian terdapat satu responden. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi. Hasil penelitin ini didapatkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan mengalami perubahan dari kurang baik menjadi lebih baik. Ditunjukkan dengan pengetahuan responden yang kurang sehingga, sikap dan tindakan juga kurang baik sebelum dilakukan pendidikan kesehatan. Setelah diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan, sikap, dan tindakan menjadi lebih baik ditunjukkan dengan hasil observasi yang telah banyak dilakukan oleh responden. Bagi peneliti selanjutnya, untuk menggali lebih dalam tentang perilaku hidup bersih dan sehat di rumah tangga dapat dilakukan observasi lebih lama lagi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat di rumah tangga.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA PENDERITA KUSTA SEBELUM DAN SESUDAH DI LAKUKAN PENDIDIKAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGKANDANG

Lihat Detail Karya
Penulis: KHAIRANI ROHMALIA
NIM: 1501100009
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Rossyana Septyasih, S.Kp., M.Pd
Subjek: Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat, Kusta
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Penderita Kusta Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang. Khairani Rohmalia (2018). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus Deskriptif. Program Studi DIII Keperawatan Malang. Pembimbing Rossyana Septyasih, S.Kp., M.Pd Kata Kunci : Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat, Kusta PHBS adalah tindakan seseorang dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya, dengan melakukan tindakan pencegahan dalam kehidupan sehari-hari. Penyakit kusta dapat muncul bisa karena dari segi PHBS yang kurang baik, seperti kondisi rumah yang lembab, tidak ada ventilasi di setiap ruangan rumah, dan gaya hidup yang tidak baik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui PHBS pada penderita kusta yang meliputi PHBS pada diri sendiri dan PHBS pada rumah tangga. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Subjek penelitian terdapat 2 subjek. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, kuisoner, dan observasi. Hasil penelitian ini didapatkan PHBS Pada Penderita Kusta Subjek 1 dan Subjek 2 sebelum diberikan penkes adalah kurang baik dalam menjaga kebersihan badan dalam kehidupan sehari-hari. Sesudah diberikan penkes PHBS Pada penderita kusta subjek 1 dan subjek 2 adalah cukup baik pada subjek 1 dapat merubah kehidupan sehari-hari lebih baik seperti menggunakan air yang bersih untuk makan dan minum, rajin mengganti pakaian, pada subjek 2 sudah rajin mandi, mengganti pakaian, menjaga kebersihan tempat tidur. Saran untuk penderita kusta diharapkan mampu mempertahankan PHBS yang sudah cukup baik dan bisa meningkatkan lagi PHBS yang belum bisa tercapai. Untuk peneliti selanjutnya perlu dilakukan penelitian tentang peran keluarga terhadap dukungan penyembuhan penderita kusta, karena dukungan dari keluarga untuk proses penyembuhan penderita kusta sangat diperlukan.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PERILAKU LANSIA HIPERTENSI SEBELUM DAN SESUDAH DI BERIKAN HEALTH EDUCATION DI PUSKESMAS DINOYO

Lihat Detail Karya
Penulis: MONIKA JELVI ERI AGUSTINA
NIM: 1501100014
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Ngesti W. Utami, S.Kp., M.Pd
Subjek: Hipertensi. Perilaku. Health Education
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perilaku Lansia Hipertensi Sebelum dan Sesudah di Berikan Health Education di Puskesmas Dinoyo. Monika Jelvi Eri Agustina (2018). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Studi Kasus dengan Desain Penilitian Deskriptif Studi Kasus, Program Studi D-III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Utama, Ngesti W. Utami, S.Kp., M.Pd Kata Kunci: Hipertensi. Perilaku. Health Education Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi seseorang yang mengalami peningkatan tekanan darah secara kronis (jangka waktu lama) melebihi 140/90 mmHg. (Maryam, 2010: 79). Banyaknya penderita hipertensi pada lansia disebabkan karena adanya perubahan gaya hidup, mengkonsumsi makanan tinggi lemak, kolesterol, merokok, dan stress yang tinggi. Rata-rata lansia yang sudah mempunyai penyakit hipertensi enggan untuk memeriksakan tekanan darahnya ke pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana perilaku lansia dalam memeriksakan tekanan darah, mengkonsumsi obat, mengatur diet, dan meningkatkan aktivitas fisik sebelum dan sesudah diberikan health education.. Penelitian ini diambil di wilayah kerja Puskesmas Dinoyo dengan metode deskriptif studi kasus. Dalam pengambilan data, peneliti melakukan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi kepada lansia yang sesuai dengan kriteria. Kemudian didapatkan hasil pada subjek 1 tidak ada perubahan pada memeriksakan tekanan darah, mengkonsumsi obat, dan meningkatkan aktivitas fisik, pada subjek 2 tidak ada perubahan pada meningkatkan aktivitas fisik dengan berolahraga.
Cover KTI
2018

PERKEMBANGAN SOSIAL DALAM KELUARGA PADA PERNIKAHAN DINI DI DESA GUNUNG REJO, SINGOSARI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FITRIA NITA DEWI
NIM: P17311175041
Program Studi: DIPLOMA IV Kebidanan (Alih Jenjang)
Dosen Pembimbing: Dr. Jenny JS Sondakh, S.Si.T, M.Clin.Mid
Subjek: Social, Family, Early Marriage
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dewi, Fitria Nita. 2018. Perkembangan Sosial Dalam Keluarga Pada Pernikahan Dini. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang. Pembimbing Utama Dr. Jenny JS Sondakh, S.Si.T, M.Clin.Mid. Pembimbing Pendamping : Budi Suharno, S.Kp., M.Kes. Interaksi sosial memiliki hubungan dengan proses sosialisasi, karena sosialisasi tidak akan terjadi tanpa adanya interaksi sosial. Dari aspek psikologi terutama pada perkembangan sosial pernikahan dini ini juga membawa dampak yang kurang baik bagi keharmonisan keluarga. Hal ini dikarenakan salah satu tugas perkembangan selama masa remaja adalah menyelesaikan krisis identitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perkembangan sosial dalam keluarga pada pernikahan dini di Desa Gunung Rejo Kecamatan Singosari. Metode penelitian descriptive kualitatif dengan pendekatan phenomenology. Metode pengambilan sampel dengan snowball sampling sejumlah 8 informan keluarga dengan kriteria istri yang melakukan pernikahan dini. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode instrument yang digunakan adalah pedoman wawancara mendalam. Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata usia istri menikah antara usia 14-15 tahun adapun informasi yang diperoleh dari istri memiliki hubungan pola perkawinan yang head-complet dimana istri dilihat sebagai pelengkap, dan equal patner tidak ada posisi yang lebih tinggi atau rendah di antara suami-istri, dan memiliki hubungan suami-istri yang harmonis. Tenaga Kesehatan memberikan masukkan tentang umur ideal seorang wanita menikah yang baik. Kata Kunci : Perkembangan Sosial, Keluarga, Pernikahan Dini
Cover KTI
2018

PERSEPSI IBU HAMIL TERHADAP MUTU PELAYANAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS BARENG

Lihat Detail Karya
Penulis: MIRANDA TRI AGUSTINA
NIM: 1402450079
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Didien Ika Setyarini S.Sit., M.Keb, Tri Mardiyanti SST., M.Mid
Subjek: mutu pelayanan, persepsi ibu hamil
Lihat Abstraksi
Abstrak Agustus,2018. Persepsi Ibu Hamil Terhadap Mutu Pelayanan Antenatal Care di Puskesmas Bareng. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Malang Pembimbing Utama : Didien Ika Setyarini S.Sit., M.Keb Pembimbing Pendamping : Tri Mardiyanti SST., M.Mid Salah satu upaya untuk menurunkan AKI yaitu dengan memberikan pelayanan kehamilan secara komprehensif Antenatal Care (ANC). Di kota Malang pelayanan ANC telah diterapkan di seluruh puskesmas. Tingkat pemanfaatan ANC dapat dilihat dari jumlah cakupan kunjungan K1 dan K4. Jumlah cakupan K1 dan K4 di Puskesmas Bareng dalam 3 tahun terakhir yaitu tahun 2014-2016 fluktuatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui mutu pelayanan ANC di puskesmas Bareng kota Malang. Desain penelitian ini adalah deskriptif menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional dilakukan pada 37 ibu hamil yang telah berkunjung ke poliklinik KIA di Puskesmas Bareng Kota Malang dan mendapatkan pelayanan ANC dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan analisis IPA (Importance Performance Analysis). Berdasarkan hasil penelitian diketahui mutu pelayanan ANC yang berada di puskesmas Bareng adalah baik, tetapi masih terdapat item yang perlu diperhatikan yaitu memberikan pelayanan dengan segera 32,5%, memberikan pelayanan sesuai waktu yang telah dijanjikan35,2%, mencatat berkas pasien dengan benar 37,8%, memberikan tindakan yang tepat sejak awal 48,6%. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di poliklinik KIA puskesmas bareng perlu memperbaiki item yang tidak memuaskan. Kata kunci : mutu pelayanan, persepsi ibu hamil
Cover KTI
tidak tersedia
2018

POLA MENU DAN STANDAR PORSI SERTA KETERSEDIAAN ENERGI DAN ZAT GIZI PADA PASIEN RAWAT INAP YANG MENDAPAT MAKANAN LUNAK DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA BONDOWOSO

Lihat Detail Karya
Penulis: Anita Wulan Ramadhani
NIM: 1503000074
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Bachyar Bakri
Subjek: Pola Menu, Standart Porsi, Ketersediaan Energi dan Zat Gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Anita Wulan R, 2018, Pola Menu dan Standar Porsi serta Ketersediaan Energi dan Zat Gizi pada Pasien Rawat Inap yang Mendapat Makanan Lunak di Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso, di bawah bimbingan : Bachyar Bakri Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso merupakan salah satu rumah sakit Tipe C milik Polri yang memberikan pelayanan makan untuk pasien rawat inap dengan tujuan mempercepat proses penyembuhan pasien. Di Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso sudah memiliki standar porsi, tetapi ketepatan dalam menyajikan porsi makanan belum sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola menu dan standar porsi serta ketersediaan energi dan zat gizi pada pasien rawat inap kelas 1 dan 2 yang mendapat makanan lunak di Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso yang terletak di Jln. Jend. Pol. Sucipto Judodihardjo 12 Bondowoso pada Bulan Mei 2018. Populasi penelitian ini adalah seluruh menu makanan lunak pada pasien rawat inap yang ada di Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso, dengan teknik sampling secara Accidental Sampling. Pengumpulan data pola menu dengan cara observasi dan melakukan pengisian form checklis, dan data porsi makanan yang disajikan ditimbang untuk masing-masing contoh makanan. Pengolahan data pola menu dengan mentabulasi masing-masing jenis makanan yang disajikan dalam bentuk tabel kemudian dianalisis deskriptif. Data porsi makanan diolah dengan membandingkan rata-rata porsi makanan yang disajikan dengan standar porsi yang dianjurkan sesuai, data ketersediaan energi diolah dengan mentabulasi hasil penimbangan makanan yang disajikan lalu hasilnya dibandingkan dengan kebutuhan masing-masing pasien dan dikategorikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola menu seimbang (66,7%), seluruh hidangan makan termasuk kategori tidak sesuai dengan kebutuhan pasien atau tidak sesuai dengan standar yang telah di tetapkan, ketersediaan energi dan zat gizi rata rata defisit karena porsi penyajian tidak sesuai standar. Perlu peninjauan kembali pola menu yang telah dibuat, disesuaikan kembal agar pola menu seimbang pada setiap kali makan serta penggunaan standar porsi harus dilaksanakan sesuai dengan standar agar dapat memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi. Kata Kunci : Pola Menu, Standart Porsi, Ketersediaan Energi dan Zat Gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2018

POLA MENU, PORSI PENYAJIAN SERTA KETERSEDIAAN ENERGI DAN ZAT GIZI PADA PENYELENGGARAAN MAKAN SIANG DI SD ANAK SALEH MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NOVITASARI
NIM: 1503000014
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII GIZI
Dosen Pembimbing: BACHYAR BAKRI
Subjek: Pola Menu, Porsi Penyajian, Ketersediaan Energi dan Zat Gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Novitasari, 2018. Pola Menu, Porsi Penyajian Serta Ketersediaan Energi dan Zat GIzi pada Penyelenggaraan Makan Siang di SD Anak Saleh, di bawah bimbingan : BACHYAR BAKRI Upaya pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah dalam perbaikan bidang gizi dapat meningkatkan produktivitas kerja akan berdampak positif pada perkembangan ekonomi, kesehatan, dan kualitas hidup manusia. SD Anak Saleh adalah sekolah dengan berlatar belakang Dasar Islam yang bermutu dan berbasis pada nila-nilai keislaman yang menyelenggarakan makanan sekolah. Di SD Anak Saleh ini belum memiliki siklus menu, standar porsi yang dianjurkan untuk anak sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola menu, porsi penyajian serta ketersediaan energi dan zat gizi (protein, karbohidrat ,lemak, serat, zat besi, dan vitamin C) pada penyelenggraan makan siang di SD Anak Saleh Malang. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional dilakukan di SD Anak Saleh yang terletak di Jl. Arumba No.31, Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada bulan Februari-April 2018. Populasi penelitian ini adalah 6 menu makan siang yang disajikan untuk siswa seluruh siswa kelas 5 dan kelas 6 di SD Anak Saleh. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data pola menu diperoleh dengan cara observasi dan melakukan pengisian form pola menu makan siang kemudian porsi makan siang yang disajikan ditimbang untuk masing-masing contoh makanan, setelah itu dikonversikan kedalam berat mentah dan dibuat rata-rata dan melakukan pengisian form ketersediaan energi, serta dokumentasi untuk setiap menu makan siang. Metode pengolahan data pola menu dengan mentabulasi masing-masing jenis makanan yang disajikan dalam bentuk tabel kemudian dianalisis deskriptif dengan skor penilaian seimbang jika minimal 4 komponen, kurang seimbang jika minimal 3 komponen, tidak seimbang jika <3 komponen. Data porsi makanan diolah dengan membandingkan rata-rata porsi makanan yang disajikan dengan standar porsi yang dianjurkan sesuai = besar porsi 90-119% dari standar porsi, tidak sesuai = besar porsi <90% atau >119% dari standar porsi. Data ketersediaan energi diolah dengan mentabulasi hasil penimbangan makanan yang disajikan lalu hasilnya dibandingkan dengan angka kecukupan gizi anak sekolah sesuai golongan umur dan dikategorikan Baik : ≥ 100% AKG, Sedang : 80-99% AKG, Kurang :70-80%, Defisit :< 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola menu kategori kurang seimbang (50%), seluruh hidangan makan termasuk kategori tidak sesuai dengan yang dianjurkan atau kurang dari standar, ketersediaan energi dan zat gizi rata-rata defisit karena porsi penyajian tidak sesuai standar. Pembuatan siklus menu juga harus dilakukan dan variasi menu juga diperlukan agar siswa tidak bosan dengan menu yang disajikan serta porsi penyajian sesuai dengan usia anak sekolah. Kata kunci : Pola Menu, Porsi Penyajian, Ketersediaan Energi dan Zat Gizi
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan