Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3751–3760 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2018

PERBEDAAN TINGKAT KELENGKAPAN DATA IDENTIFIKASI PASIEN SEBELUM DAN SESUDAH PENGGUNAAN BUKU PEDOMAN PENDAFTARAN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS PANDANWANGI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SITI NURFARIZA
NIM: 1504000047
Program Studi: JURUSAN KESEHATAN TERAPAN PRODI DIII PEREKAM MEDIS
Dosen Pembimbing: Bernadus Rudy Sunindya, MPH
Lihat Abstraksi
Proses identifikasi pasien pada Puskesmas Pandanwangi pada saat ini belum sesuai dengan SOP yang ada. Pengamatan terhadap 20 dokumen, didapatkan data bahwa keterisian data identifikasi pasien hanya 50%, dari 13 item data yang harus diisi lengkap 7 item data terisi dan 6 item data tidak terisi. Penelitian berjudul “Perbedaan Tingkat Kelengkapan Data Identifikasi Pasien Sebelum dan Sesudah Penggunaan Buku Pedoman Pendaftaran Rawat Jalan Di Puskesmas Pandanwangi Kota Malang” memiliki tujuan untuk membandingkan tingkat kelengkapan data identifikasi pasien meliputi no rekam medis, nama lengkap dan gelar, no KTP, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir, alamat lengkap, status, pekerjaan, jabatan dan lama bekerja, agama, suku, no telepon, dan pendidikan terakhir, pada sebelum dan sesudah penggunaan buku pedoman pendafataran rawat jalan di tempat pendaftaran pasien (TPP) rawat jalan Puskesmas Pandanwangi Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode One Group Pretest Posttest. Peneliti menggunakan seluruh populasi sebagai sampel penelitian, yaitu 50 dokumen pasien baru. Pada penelitian yang dilakukan sebelum mendapatkan buku pedoman pendaftaran rawat jalan yaitu 4 (8%) terisi lengkap dan 46 (92%) tidak terisi lengkap. Sedangkan Kelengkapan pengisian form identifikasi pasien sesudah mendapatkan buku pedoman pendaftaran rawat jalan yaitu 42 (84) % terisi lengkap dan 8 (16%) tidak terisi lengkap. Uji chi square hasil menggunakan aplikasi SPSS 23 menyatakan nilai Asymp.Sig sebesar 0,00, sehingga p = 0,00. untuk itu p<α. Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat dinyatakan bahwa ada Perbedaan Tingkat Kelengkapan Data Identifikasi Pasien Sebelum dan Sesudah Penggunaan Buku Pedoman Pendaftaran Rawat Jalan Di Puskesmas Pandanwangi Kota Malang. Kata kunci : Buku Pedoman Pendaftaran Rawat Jalan, Standart Operational Procedure "SOP", Kelengkapan Identifikasi, One Group Pretest Posttest, Chi Square, SPSS 23
Cover KTI
2018

PERBEDAAN TINGKAT KONSUMSI DAN STATUS ANEMIA SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN INTERVENSI EDUKASI GIZI PADA ANAK REMAJA PUTRI

Lihat Detail Karya
Penulis: NORMA HAPSARI
NIM: 1403410004
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Sugeng Iwan Setyobudi dan I Dewa Nyoman Supariasa
Subjek: edukasi gizi, remaja putri, tingkat konsumsi, dan anemia.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK NORMA HAPSARI. 2018. Perbedaan Tingkat Konsumsi dan Status Anemia Sebelum dan Sesudah Pemberian Intervensi Edukasi Gizi pada Anak Remaja Putri (Studi Evaluasi pada Pemberian Intervensi Berupa Edukasi Gizi berbasis Pangan Lokal untuk Menurunkan Anemia pada Remaja Puteri di Kabupaten Malang). Pembimbing : Sugeng Iwan Setyobudi dan I Dewa Nyoman Supariasa Di Indonesia angka prevalensi kejadian anemia remaja putri usia 13-18 tahun sebesar 22,7%. Pada Kabupaten Malang diperoleh data pendahuluan kerjasama SEAMEO-RECFON dan Poltekkes Malang bahwa prevalensi anemia pada remaja puteri (Hb < 12g/dL) sebesar 20,28%. Edukasi gizi dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pemilihan menu makan terutama pada kelompok remaja putri, supaya terhindar dari anemia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan rata-rata tingkat konsumsi zat gizi sebelum dan sesudah edukasi gizi. Jenis Penelitian ini adalah penelitian evaluasi dengan desain pra eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest. Pengumpulan dan analisis data dilakukan selama bulan September - November 2017. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 135 orang. Intervensi edukasi diberikan menggunakan modul gizi seimbang sebanyak 20 materi selama 3 bulan di empat sekolah menengah atas di Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada pengetahuan responden sebelum dan sesudah edukasi gizi, ditunjukkan dengan rata-rata nilai pretest pengetahuan 56,86 dan rata-rata nilai posttest meningkat menjadi 66,67. Rata-rata tingkat konsumsi meningkat sesudah edukasi dibandingkan sebelum edukasi. Ada perbedaan yang signifikan pada konsumsi kalsium sebelum dan sesudah edukasi, namun ada perbedaan yang tidak signifikan pada konsumsi zat besi, asam folat dan vitamin A sebelum dan sesudah edukasi. Jumlah responden anemia menurun sesudah edukasi gizi. Sebelum edukasi jumlah responden anemia sebanyak 121 orang, sesudah edukasi menjadi 93 orang. Diperlukan edukasi gizi dengan lebih variatif dan menarik yang berkelanjutan pada anak remaja putri, sebagai bagian dari upaya pencegahan anemia gizi pada masa kehamilan sekaligus mencegah kasus berat badan lahir rendah. Kata kunci : edukasi gizi, remaja putri, tingkat konsumsi, dan anemia.
Cover KTI
2018

PERBEDAAN TINGKAT NYERI ANTARA PEMBERIAN RELAKSASI NAPAS DALAM DAN RELAKSASI BENSON PADA PASIEN POST OPERASI LAPARATOMI DI RUMAH SAKIT GAMBIRAN KEDIRI

Lihat Detail Karya
Penulis: BIMA AMINUL KARIM
NIM: 1401460037
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Joko Pitoyo,S.Kp., M.Kep. , Nurul Hidayah, S.Kep., Ns, M.Kep.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perbedaan Tingkat Nyeri Antara Pemberian Relaksasi Napas Dalam dan Relaksasi Benson Pada Pasien Post Operasi Laparatomi Di Rumah Sakit Gambiran oleh Bima Aminul Karim (2018). Program Studi D-IV Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Joko Pitoyo,S.Kp., M.Kep. Pembimbing Pendamping: Nurul Hidayah, S.Kep., Ns, M.Kep. Kata Kunci: Relaksasi Napas Dalam, Relaksasi Benson dan Tingkat Nyeri Laparatomi adalah prosedur pembedahan pada abdomen yang sering dilakukan. Masalah fisiologis yang sering timbul saat hari pertama post operasi adalah nyeri pada bekas insisi. Salah satu tindakan mandiri keperawatan untuk manajemen nyeri secara non-farmakologis dengan memberikan efek relaksasi yaitu relaksasi napas dalam dan relaksasi benson. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri antara pemberian relaksasi napas dalam dan relaksasi benson pada pasien post operasi laparatomi di Rumah Sakit Gambiran Kota Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah one group pre-post test design. Subjek penelitian adalah pasien post laparatomi yang dipilih dengan teknik purposive sampling sebanyak 34 responden. Terbagi menjadi dua kelompok yaitu 17 orang kelompok relaksasi napas dalam dan 17 orang kelompok relaksasi benson. Rata – rata tingkat nyeri pada kelompok relaksasi napas dalam yaitu nyeri ringan, sedangkan rata - rata pada kelompok relaksasi benson yaitu nyeri ringan Hasil uji statistik wilcoxon menunjukan ada perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah relaksai napas dalam maupun relaksasi benson. Hasil uji statistik Mann Whitnney untuk menunjukan perbedaan sebelum relaksasi napas dalam dan sebelum relaksasi benson dengan p-value =1,000 (>0,05) Kesimpulan skripsi ini tidak ada perbedaan tingkat Tidak ada perbedaan antara sesudah tindakan relaksasi napas dalam dan sesudah tindakan relaksasi benson, namun ada perbedaan rata – rata tingkat nyeri antara sesudah relaksasi napas dalam (2,59) dan sesudah relaksasi benson (3) dengan selisih 0,41 pada pasien post operasi laparatomi. Saran bagi perawata untuk memberikan relaksasi napas dalam atau relaksasasi benson pada pasien post operasi laparatomi.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PERBEDAAN TINGKAT NYERI DAN TEKANAN DARAH SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN RELAKSASI AUTOGENIK PADA PASIEN POST LAPARATOMI DI RSI MASYITOH BANGIL

Lihat Detail Karya
Penulis: ILMIYATUS SA’DIYAH
NIM: 1401460046
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Imam Subekti, S.Kep., M.Kep, Sp.Kom, Rudi Hamarno S.Kep, Ns., M.Kep.
Subjek: Post Laparatomi, Tingkat Nyeri, Tekanan Darah, Relaksasi Autogenik
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perbedaan Tingkat Nyeri dan Tekanan Darah Sebelum dan Sesudah Relaksasi Autogenik pada Pasien Post Laparatomi di RSI Masyitoh Bangil. Ilmiyatus Sa’diyah (2018). Skripsi. Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing utama Imam Subekti, S.Kep., M.Kep, Sp.Kom, Pembimbing pendamping Rudi Hamarno S.Kep, Ns., M.Kep. Kata Kunci: Post Laparatomi, Tingkat Nyeri, Tekanan Darah, Relaksasi Autogenik Laparatomi adalah pembedahan yang paling sering dilakukan. Masalah yang muncul saat post operasi adalah nyeri sehingga timbul respons fisiologis berupa vasokontriksi perifer. Salah satu manajemen nyeri non-farmakologi adalah relaksasi autogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri dan tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan relaksasi autogenik pada pasien post operasi laparatomi di RSI Masyitoh Bangil. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimental non equivalent control-group after-before. Subjek penelitian adalah pasien post laparatomi dengan general anastesi yang dipilih dengan teknik incidental sampling sebanyak 30 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Hasil uji statistik paired t-test pada kelompok perlakuan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah diberikan relakasasi autogenik dari tingkat nyeri dengan p-value=0,000 (p<0,05) dan pada kelompok kontrol p-value 0,040 p<0,05). Namun tidak terdapat perbedaan signifikan pada tekanan darah sistole kelompok perlakuan dengan p-value=0,380(p>0,05), tekanan darah sistole kelompok kontrol dengan p-value-0,559 (p>0,05), tekanan darah diastole pada kelompok perlakuan dengan p-value=0,764 (p>0,05), dan tekanan diastole pada kelompok kontrol dengan p-value=0,096 (p>0,05). Hasil uji Independent T test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan tingkat nyeri sesudah diberikan relaksasi autogenik antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan p-value = 0,00 (p<0,05). Namun tidak terdapat perbedaan signifikan pada tekanan darah sistole antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan p-value = 0,790 (p>0,05). dan tekanan darah diastole dengan p-value = 0,901 (p>0,05).Saran bagi perawat agar melakukan relaksasi autogenik pada pasien post laparatomi karena dapat menurunkan tingkat nyeri.
Cover KTI
2018

PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN, POLA KONSUMSI, TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) SEBELUM DAN SESUDAH KONSELING GIZI DI PUSKESMAS BULULAWANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: CINDY APRILIA
NIM: 1503000019
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Dewa Nyoman Supariasa
Subjek: Level of knowledge, consumption pattern, level of energy and protein consumption
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Cindy Aprilia, 2018.“Perbedaan Tingkat Pengetahuan, Pola Konsumsi, Tingkat KonsumsiEnergi dan Protein Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) Sebelum dan Sesudah Konseling Gizi di Puskesmas Bululawang Kabupaten Malang”. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang.Pembimbing :I Dewa Nyoman Supariasa Kasus ibu hamil KEK di Puskesmas Bululawang Kabupaten Malang berdasarkan data Dinas Kesehatan dari tahun 2016 sebesar 20,5% dan meningkat pada tahun 2017 menjadi 22%.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan pengetahuan, pola konsumsi,tingkat konsumsi energi dan protein ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) sebelum dan sesudah konseling gizi di Puskesmas Bululawang Kabupaten Malang.Metode penelitian menggunakan pre eksperimental dengan desain penelitian one group pre-test post-test design. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Bululawang Kabupaten Malang pada tanggal 12 Maret – 8 April 2018. Populasi ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Puskesmas Bululawang Kabupaten Malangsejumlah 21 orang. Sampel penelitian adalah 15 ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK). Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dan sesudah konseling gizi terdapat perbedaan yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan gizi ibu hamil KEK (p = 0,000),pola konsumsi sumber energi (p = 0,048),pola konsumsi sumber protein (p = 0,031), pola konsumsi sumber lemak (p = 0,002), pola konsumsi sumber karbohidrat (p=0,042), tingkat konsumsi energi (p = 0,001) dan tingkat konsumsi protein (p = 0,001). Meskipun mengalami peningkatan secara signifikan, pada pola konsumsi sumber energi dan zat gizi serta tingkat konsumsi energi dan protein belum mencapai dalam kategori normal. Konseling gizi mampu meningkatkan tingkat pengetahuan, pola konsumsi, tingkat konsumsi energi dan protein sehingga terdapat perbedaan yang signifikan. Oleh karena itu pelaksanaan konseling perlu dilakukan secara berkala atau mendalam oleh ahli gizi dengan kunjungan ke rumah pada ibu hamil KEK selama 2x per bulan selama 3 bulan. Kata kunci : Tingkat pengetahuan, pola konsumsi, tingkatkonsumsi energi dan protein, konseling gizi
Cover KTI
2018

PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN, TINGKAT KONSUMSI (ENERGI & PROTEIN) SERTA PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BALITA GIZI KURANG USIA 12-59 BULAN SEBELUM DAN SESUDAH KONSELING GIZI DI DESA KARANGWIDORO KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DINDA NADIRA
NIM: 151503000044
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Nengah Tanu Komalyna, DCN., SE., M.Kes
Subjek: Knowledge Level, Energy Consumption and Protein Level, Weight Loss and Nutrition Counseling
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dinda Nadira (2018), Perbedaan Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi (Energi dan Protein) Serta Peningkatan Berat Badan Sebelum dan Sesudah Konseling Gizi di Desa Karangwidoro Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Karya Tulis Ikmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Dibawah bimbingan I Nengah Tanu K., DCN., SE. M.Kes). Gizi kurang merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia dan Jawa Timur. Kurang Energi Protein banyak diderita pada kelompok balita dikarenakan anak merupakan individu yang masih rentan terhadap segala penyakit. Prevalensi gizi kurang di Indonesia pada tahun 2013 yaitu 13,9% (Riskesdas, 2013). Gizi kurang pada anak akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan otak serta menurunkan daya tahan tubuh. Ketidakseimbangan asupan gizi antara energi dan protein menyebabkan zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak tercukupi, sehingga perlu adanya pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan berpengaruh positif terhadap pengetahuan dan perilaku. Dengan perilaku dan pengetahuan gizi yang baik akan berdampak pada asupan enegi dan protein yang baik. Salah satunya dapat dilakukan dengan konseling gizi. Tujuan penelitan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi (energi dan protein) serta peningkatan berat badan sebelum dan sesudah konseling gizi di Desa Karangwidoro Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan menggunakan desain penelitian one group pre-test dan post-test design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Februari 2018 yang bertempat di Desa Karangwidoro Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Sampel dalam penelitian ini adalah semua anak balita yang memenuhi syarat inklusi sebanyak 10 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan positif sebelum dan sesudah dilakukan konseling gizi yaitu peningkatan hasil rata-rata tingkat pengetahuan meningkat sebesar 30,5%, tingkat konsumsi energi dan protein sebesar 25,4% dan 27,4%. Berdasarkan analisis statistic Paired T-test pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan berat badan ( p= 0,000), sedangkan tidak ada perbedaan signifikan tingkat konsumsi energi ( p= 0,15) dan tingkat konsumsi protein ( p= 0,66), hal ini dikarenakan pola makan balita tidak dapat berubah dengan penelitian yang hanya diamati dalam jangka waktu tiga minggu. Sehingga disarankan perlu adanya konseling gizi secara teratur dan berulang dalam waktu yang lama. Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi Energi dan Protein, Berat Badan dan Konseling Gizi, Balita Gizi Kurang
Cover KTI
2018

PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN, TINGKAT KONSUMSI (ENERGI & PROTEIN) SERTA PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BALITA GIZI KURANG USIA 12-59 BULAN SEBELUM DAN SESUDAH KONSELING GIZI DI DESA KARANGWIDORO KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DINDA NADIRA
NIM: 1503000044
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Nengah Tanu Komalyna, DCN., SE., M.Kes
Subjek: Knowledge Level, Energy Consumption and Protein Level, Weight Loss and
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dinda Nadira (2018), Perbedaan Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi (Energi dan Protein) Serta Peningkatan Berat Badan Sebelum dan Sesudah Konseling Gizi di Desa Karangwidoro Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Karya Tulis Ikmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Dibawah bimbingan I Nengah Tanu K., DCN., SE. M.Kes). Gizi kurang merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia dan Jawa Timur. Kurang Energi Protein banyak diderita pada kelompok balita dikarenakan anak merupakan individu yang masih rentan terhadap segala penyakit. Prevalensi gizi kurang di Indonesia pada tahun 2013 yaitu 13,9% (Riskesdas, 2013). Gizi kurang pada anak akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan otak serta menurunkan daya tahan tubuh. Ketidakseimbangan asupan gizi antara energi dan protein menyebabkan zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak tercukupi, sehingga perlu adanya pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan berpengaruh positif terhadap pengetahuan dan perilaku. Dengan perilaku dan pengetahuan gizi yang baik akan berdampak pada asupan enegi dan protein yang baik. Salah satunya dapat dilakukan dengan konseling gizi. Tujuan penelitan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi (energi dan protein) serta peningkatan berat badan sebelum dan sesudah konseling gizi di Desa Karangwidoro Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan menggunakan desain penelitian one group pre-test dan post-test design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Februari 2018 yang bertempat di Desa Karangwidoro Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Sampel dalam penelitian ini adalah semua anak balita yang memenuhi syarat inklusi sebanyak 10 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan positif sebelum dan sesudah dilakukan konseling gizi yaitu peningkatan hasil rata-rata tingkat pengetahuan meningkat sebesar 30,5%, tingkat konsumsi energi dan protein sebesar 25,4% dan 27,4%. Berdasarkan analisis statistic Paired T-test pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan berat badan ( p= 0,000), sedangkan tidak ada perbedaan signifikan tingkat konsumsi energi ( p= 0,15) dan tingkat konsumsi protein ( p= 0,66), hal ini dikarenakan pola makan balita tidak dapat berubah dengan penelitian yang hanya diamati dalam jangka waktu tiga minggu. Sehingga disarankan perlu adanya konseling gizi secara teratur dan berulang dalam waktu yang lama. Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi Energi dan Protein, Berat Badan dan Konseling Gizi, Balita Gizi Kurang
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN, TINGKAT KONSUMSI (ENERGI DAN PROTEIN) SERTA PENINGKATAN BERAT BADAN BALITA SEBELUM DAN SESUDAH KONSELING GIZI DI DESA SITIREJO, KECAMATAN WAGIR, KABUPATEN MALANG.

Lihat Detail Karya
Penulis: ANINDA AZIZAH SEKAR PUTRI
NIM: 1503000024
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Tapriadi, SKM.,M.Pd.
Subjek: Konseling Gizi, Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi Enrgi, Tingkat Konsumsi Protein
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Aninda Azizah Sekar Putri : Perbedaan Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi (Energi Dan Protein) serta Peningkatan Berat Badan Balita Sebelum dan Sesudah Konseling Gizi Di Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Dibawah Bimbingan, Tapriadi, SKM.,M.Pd. Keadaan gizi kurang dapat meyebabkan gangguan pada perkembangan serta pertumbuhan seorang anak oleh karena itu pemberian menu keluarga sangat berhubungan dengan pendidikan dan pegetahuan gizi ibu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai perbedaan tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi (energi dan protein) serta peningkatan berat badan balita gizi kurang usia 24-59 bulan sebelum dan sesudah konseling gizi di desa sitirejo, kecamatan wagir, kabupaten malang. Penilitian ini merupakan jenis penelitian pre eksperimen yang bertujuan untuk melihat perbedaan tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi (energi dan protein) serta peningkatan berat badan balita sebelum dan sesudah konseling gizi balita gizi kurang. Menggunakan one group pre-test dan post-test design dimana pada desain ini tidak terdapat pembanding. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan yaitu 1). Tingkat pengetahuan sebelum 69% berkategori cukup sesudah konseling menjadi 91% berkategori baik 2).Tingkat Konsumsi Energi sebelum 68% berkategori defisit tingkat berat sesudah konseling menjadi 92% berkategori normal 3). Tingkat Konsumsi Protein sebelum 87% berkategori defisit tingkat ringan sesudah konseling menjadi 92% berkategori normal 4) Rerata Berat badan sebelum konseling 10,5 kg menjadi sesudah konseling 11,25 kg. Saran dari penelitian ini ialah sebaiknya kader di bawah bimbingan petugas gizi kesehatan dapat memberikan konseling gizi pada ibu balita agar dapat mencegah sekaligus mengatasi terjadinya masalah gizi kurang. Kata Kunci : Konseling Gizi, Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi Enrgi, Tingkat Konsumsi Protein
Cover KTI
2018

Perbedaan Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi (Energi Dan Protein), Dan Status Gizi Ibu Hamil KEK Sebelum dan Sesudah Konseling Gizi Di Wilayah Kerja Puskesmas Poncokusumo Kabupaten Malang

Lihat Detail Karya
Penulis: SELFIANA SAFITRI
NIM: 1503000052
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Hasan Aroni,SKM,.MPH
Subjek: Nutrition Counseling, Level of Knowledge, Energy Consumption Level and Protein
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Selfiana Safitri. Perbedaan Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi (Energi Dan Protein), Dan Status Gizi Ibu Hamil KEK Sebelum dan Sesudah Konseling Gizi Di Wilayah Kerja Puskesmas Poncokusumo Kabupaten Malang. Dibawah bimbingan. Hasan Aroni, SKM, MPH. Secara nasional, prevalensi Kurang Energi Kronis (KEK) sebesar 24,2% (Riskesdas, 2013). Pada tahun 2017 prevalensi KEK pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Poncokusumo Kabupaten Malang sebesar 23,1% (Laporan Gizi Puskesmas Poncokusumo 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi (energi dan protein), dan status gizi ibu hamil KEK sebelum dan sesudah konseling gizi di wilayah kerja Puskesmas Poncokusumo Kabupaten Malang. Jenis penelitian pre-Eksperimental dengan menggunakan rancangan One Group Pre tes – Pos tes Design yang hanya menggunakan kelompok eksperimen saja, tanpa kelompok kontrol (pembanding) sampel subjek dipilih seadanya (Notoatmodjo, 2010). Penelitian ini dilakukan pada 16 ibu hamil KEK. Sampel dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa hasil rata – rata tingkat pengetahuan sebelum konseling 67,5% kemudian sesudah konseling sebesar 94,3%. Hasil analisis Paired T- Test menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah konseling gizi (p= 0,000 < 0,05). Hasil rata – rata tingkat konsumsi energi ibu hamil sebelum konseling 66,5% kemudian sesudah konseling gizi sebesar 79%. Hasil analisis Paired T- Test menunjukkan ada perbedaan yang signifikan konsumsi energi ibu hamil sebelum dan sesudah konseling gizi (p= 0,000 < 0,05). Dan hasil rata – rata tingkat konsumsi protein ibu hamil sebelum konseling 62,4% kemudian sesudah konseling sebesar 77,8%. Hasil analisis Paired T- Test menunjukkan ada perbedaan yang signifikan konsumsi protein ibu hamil sebelum dan sesudah konseling gizi (p= 0,000 < 0,05). Untuk rata – rata status gizi pada ibu hamil KEK sebelum konseling sebesar 22,8 cm kemudian sesudah konseling gizi sebesar 22,9 cm. Hasil analisis Paired T- Test menunjukkan ada perbedaan yang signifikan status gizi ibu hamil KEK sebelum dan sesudah konseling gizi (p= 0,023 < 0,05). Saran dari penelitian ini ialah diberikan konseling gizi ketika datang ke puskesmas atau penyuluhan pada saat kegiatan posyandu mengenai gizi ibu hamil untuk memotivasi ibu agar lebih memperhatikan asupan makanannya. Diadakan pemasangan poster mengeni Gizi untuk Ibu Hamil di tiap Posyandu, sehingga ibu hamil dapat melihat dan menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Kata kunci : Konseling Gizi, Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi Energi dan Protein, Status Gizi.
Cover KTI
2018

PERBEDAAN TRACER DAN MAP BERWARNA TERHADAP KECEPATAN DAN KETEPATAN PENYIMPANAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI PUSKESMAS JANTI

Lihat Detail Karya
Penulis: MIA AULIA RAHMAH DANI
NIM: 1504000014
Program Studi: PRODI D-III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Gunawan, S.Kp, MMRS
Subjek: Tracer, Colored Map, Speed, Accuracy
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Mia Aulia Rahmah Dani, 2018. “Pengaruh Tracer dan Map Berwarna Terhadap Kecepatan dan Ketepatan Penyimpanan Dokumen Rekam Medis di Puskesmas Janti”. (Dibimbing Gunawan, S.Kp, MMRS) Ketersediaan dokumen rekam medis secara cepat dan tepat pada saat dibutuhkan akan sangat membantu mutu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien, maka dari itu masalah penyimpanan dokumen merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti pada bulan September 2017, Peneliti menemukan pada penyimpanan dokumen rekam medis rawat jalan di Puskesmas Janti masih belum menggunakan tracer dan map berwarna untuk rekam medis yang keluar atau dipinjam. Dengan tidak adanya tracer dan map berwarna maka ditemukan kendala-kendala dalam sistem penyimpan diantaranya rekam medis sering terselip atau salah letak dan hilang sehingga dalam pencarian dokumen rekam medis membutuhkan waktu yang lebih lama. Rancangan penelitian menggunakan Pre Eksperimental dengan desain One Grup Pretest-Posttest. Teknik Sampel menggunakan Quota Sampling berjumlah 25 dokumen rekam medis untuk masing-masing Tracer dan Map Berwarna. Hasil yang ditemukan adalah Rata-rata waktu penyimpanan dokumen rekam medis sebelum menggunakan tracer dan map berwarna adalah 57,52 detik. Sedangkan, rata-rata waktu sesudah adalah 30,89 detik. Prosentase tingkat ketepatan penyimpanan dokumen rekam medis sebelum menggunakan tracer dan map berwarna sebesar 68%. Sedangkan, prosentase tingkat ketepatan penyimpan dokumen rekam medis sesudah menggunakan tracer dan map berwarna mencapai 100%. Dari hasil uji statistik menggunakan Uji-T Independen didapatkan nilai sig kurang dari 0,05 yaitu 0,000 sehingga H0 ditolak, dan hasil perhitungan Uji Z menunjukkan -3,085 berada pada kurva penolakan sehingga Ho ditolak dan dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh terhadap penggunaan tracer dan map berwarna. Saran yang diajukan peneliti bahwa penggunaan tracer dan map berwarna ini diharapkan dapat dipakai terus menerus oleh perekam medis di Puskesmas Janti agar tidak terjadi kesalahan seperti sebelum memakai tracer dan map berwarna dan juga selalu dilakukan evaluasi setiap bulannya untuk meningkatkan ketepatan dalam penyimpanan. Kata kunci : Tracer, Map Berwarna, Kecepatan, Ketepatan
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan