Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3731–3740 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PERBEDAAN KADAR PROTEIN DALAM ASI PADA IBU ANEMIA DAN TIDAK ANEMIA DI PUSKESMAS JANTI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: TIA AMANDA PUTRI
NIM: 1602420005
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Ardi Panggayuh, S.Kp.,M.Kes. Jenny JS Sondakh.,M.Clin.Mid.
Subjek: ASI, kadar Protein, Anemia
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Putri, Tia Amanda.2017. Perbedaan Kadar Protein dalam ASI pada Ibu Anemia dan Tidak Anemia di Puskesmas Janti Kota Malang. Skripsi, Pembimbing utama :Ardi Panggayuh, S.Kp.,M.Kes. Pembimbing Pendamping: Jenny JS Sondakh.,M.Clin.Mid. Angka cakupan ASI eksklusif di Indonesia mencapai 42%, angka tersebut masih dibawah target Sustainable Development Goals (SDG's) tahun 2025 yaitu sebesar 50%. Seiring peningktan angka cakupan ASI eksklusif angka stunting di Indonesia justru meningkat pada tahun 2013 yaitu 37,2%, jika dibandingkan tahun 2010 (35,6%). Salah satu intervensi gizi spesifik untuk balita pendek difokuskan pada kelompok 1.000 Hari Pertama Kehidupan yaitu Ibu Menyusui. Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang dapat terjadi pada Ibu menyusui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kadar protein dalam ASI pada Ibu Anemia dan Tidak Anemia. Desain penelitian adalah komparatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui usia 1-2 bulan yang datang untuk melakukan imunisasi bayinya di Puskesmas Jani Kota Malang, sampling menggunakan teknik Quota sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Instrumen yang digunakan yaitu hemoglobinometer digital untuk mengetahui kadar hemoglobin dan uji laboratorium dengan metode kjeldahl untuk mengetahui kadar protein dalam ASI. Berdasarkan uji statistik menggunakan t test didapatkan t hitung 6,394 dan t tabel 1,699. Maka dapat disimpulkan bahwa t hitung > t tabel dengan demikian H1 diterima atau terdapat perbedaan kadar protein dalam ASI pada Ibu Anemia dan Tidak Anemia di Puskesmas Janti Kota Malang. Hal tersebut dapat terjadi karena Anemia merupakan masalah gizi, dan salah satu faktor yang dapat memepengaruhi komposisi ASI yaitu Gizi Ibu menyusui. Kata Kunci : ASI, kadar Protein, Anemia
Cover KTI
2018

PERBEDAAN KEIKUTSERTAAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM (TES DARAH LENGKAP) PADA IBU HAMIL ANTARA YANG DIBERI PENYULUHAN DENGAN MEDIA POSTER DENGAN MEDIA LEAFLET DI PUSKESMAS SISIR KOTA BATU

Lihat Detail Karya
Penulis: CINCIN PARAMEK
NIM: 1402450023
Program Studi: DIPLOMA IV Kebidanan
Dosen Pembimbing: Wandi,S.Kep,Ners., M.Pd
Subjek: Keikutsertaan, Pemeriksaan Laboratorium, Penyuluhan, Poster, Leaflet
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Paramek, Cincin. 2018. Perbedaan Keikutsertaan Pemeriksaan Laboratorium (Tes Darah Lengkap) Pada Ibu Hamil Antara Yang Diberi Penyuluhan Dengan Media Poster Dengan Media Leaflet di Puskesmas Sisir Kota Batu. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Wandi,S.Kep,Ners., M.Pd. Pembimbing II: Tri Mardiyanti S.S.T., M.Mid. Pemeriksaan laboratorium selama kehamilan merupakan salah satu komponen penting dalam pemeriksaan antenatal dan identifikasi risiko komplikasi kehamilan. Hal ini dikarenakan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih parah perlu dilakukan deteksi dini dan monitoring penyebab kematian ibu dengan pemeriksaan laboratorium yang tepat dan terarah pada setiap ibu hamil agar dapat dilakukan intervensi lebih awal (Yulifah, 2015). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan keikutsertaan pemeriksaan laboratorium (Tes Darah Lengkap) pada ibu hamil antara yang diberi penyuluhan dengan media poster dan media leaflet di Puskesmas Sisir Kota Batu. Jenis pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif quasi eksperimental dengan rancangan grup comparison.Sampel sebanyak 29 responden dari masing-masing kelompok yang diambil secara simple random sampling. Teknik pengambilan data dengan memberikan penyuluhan melaui media poster pada 1 kelompok dan leaflet pada kelompok lainnya, lalu melakukan observasi keikutsertaan ibu hamil dalam pemeriksaan laboratorium (Tes Darah Lengkap). Data selanjutnya dianalisis dengan Chi square. Hasil uji statistik menunjukkan α 0,009 < α 0,05 yang berarti H0 ditolak yang mempunyai arti bahwa ada perbedaan keikutsertaan pemeriksaan laboratorium (Tes Darah Lengkap) pada ibu hamil antara yang diberi penyuluhan dengan media poster dan media leaflet di Puskesmas Sisir Kota Batu, dengan nilai koefisien kontingengsi yang bermakna bawa media poster lebih efektif dibandingkan media leaflet dalam mendorong keikutsertaan pemeriksaan laboratorium (Tes Darah Lengkap). Media promosi kesehatan khususnya poster dapat merubah perilaku ibu hamil dalam pemeriksaan laboratorium, oleh karena itu sebaiknya ada penyuluhan yang periodik. Kata kunci : Keikutsertaan, Pemeriksaan Laboratorium, Penyuluhan, Poster, Leaflet
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PERBEDAAN KEMAMPUAN BERKEMIH SETELAH BLADDER TRAINING ANTARA PASIEN USIA DEWASA DAN LANSIA POST OPERASI DENGAN ANESTESI SPINAL DI IRNA BEDAH RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Lihat Detail Karya
Penulis: IQLIMA ALVEIN NAFIISAH
NIM: 1401460042
Program Studi: PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Sulastyawati, S.Kep., Ns, M.Kep. , Marsaid, S.Kp., M.Kep
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perbedaan Kemampuan Berkemih Setelah Bladder Training antara Pasien Usia Dewasa dan Lansia Post Operasi dengan Anestesi Spinal di IRNA Bedah RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Iqlima Alvein Nafiisah (2018), Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing utama: Sulastyawati, S.Kep., Ns, M.Kep. Pembimbing pendamping: Marsaid, S.Kp., M.Kep. Kata kunci: Kemampuan Berkemih, Bladder Training, Dewasa, Lansia, Post Operasi, Anestesi Spinal Berkemih merupakan suatu kemampuan mengeluarkan urine dari dalam tubuh. Bladder training merupakan suatu tindakan melatih otot spingter kandung kemih dan otot uretra untuk mengembalikan kemampuan berkemih menjadi normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat adakah perbedaan kemampuan berkemih setelah bladder training antara pasien usia dewasa dan lansia post operasi dengan anestesi spinal. Metode penelitian ini adalah comparative study dengan desain two group posttest only control group design. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden 30 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan penilaian kemampuan berkemih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kelompok dewasa sebagian besar (60%) memiliki kemampuan berkemih baik dan hampir setengahnya (40%) memilki kemampuan berkemih cukup. Sedangkan pada kelompok lansia sebagian besar (67%) memiliki kemampuan berkemih cukup, hampir setengahnya (27%) memiliki kemampuan berkemih kurang, dan sebagian kecil (6%) memiliki kemampuan berkemih baik. Berdasarkan uji Mann Whitney dengan α=0,05 didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti ada perbedaan kemampuan berkemih setelah bladder training antara pasien usia dewasa dan lansia post operasi dengan anestesi spinal. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berkemih pada pasien dewasa lebih baik dibandingkan dengan pasien usia lansia. Saran dalam penelitian ini diharapkan perawat dapat memberikan tindakan bladder training pada pasien yang akan dilepas kateter, dan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya yaitu disarankan untuk mengembangkan teknik bladder training yang lain, seperti kegel excercise.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PERBEDAAN KEMAMPUAN IBU DALAM MENSTIMULASI PERKEMBANGAN BALITA ANTARA MENGGUNAKAN MEDIA SMULE (SMART STIMULATION CIRCLE) DENGAN EWI (EDUCATION WITH KIDS) CARD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAGIR KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NILA MAYA SARI
NIM: 1402450007
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Herawati Mansur, SST., M.Pd., M.Psi. Budi Suharno, S.Kp., M.Kes.
Subjek: Kemampuan Ibu, Media SMULE, EWI Card, Perkembangan Balita
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sari, Nila M. 2018. Perbedaan Kemampuan Ibu dalam Menstimulasi Perkembangan Balita antara Menggunakan Media SMULE (Smart Stimulation Circle) dengan EWI (Education With Kids) Card di Wilayah Kerja Puskesmas Wagir Kabupaten Malang. Pembimbing I: Herawati Mansur, SST., M.Pd., M.Psi. Pembimbing II: Budi Suharno, S.Kp., M.Kes. Angka keterlambatan tumbuh kembang anak pra sekolah di Indonesia masih terbilang cukup tinggi. Ada media yang bisa menstimulai pekembangan balita. berupa media SMULE (Smart Stimulation Circle) dan EWI (Education With Kids) Card yang dapat mempermudah ibu untuk melakukan stimulasi perkembangan balita. Rangsangan atau stimulasi dalam keluarga dapat berupa penyediaan alat mainan, sosialisasi anakpenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan ibu dalam menstimulasi perkembangan balita antara menggunakan media SMULE (Smart Stimulation Circle) dengan EWI (Education With Kids) Card di Wilayah Kerja Puskesmas Wagir Kabupaten Malangdesain penelitian ini adalah praeksprimen menggunakan One Group Pretest Posttest. Populasi penelitian adalah semua ibu yang mempunyai balita usia 3-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Wagir Kabupaten Malang dengan teknik Total Sampling jumlah sampel sebanyak 20 responden. Berdasarkan Analisis data menggunakan uji statistik Mann Whitney U-Test dengan ρ value = 0,661 ≥ α = 0.05. Tidak ada perbedaan kemampuan ibu dalam menstimulasi perkembangan balita antara menggunakan media SMULE (Smart Stimulation Circle) dengan EWI (Education With Kids) Card di Wilayah Kerja Puskesmas Wagir Kabupaten Malang. Nilai ρ value = 0,661. Karena media SMULE maupun EWI Card mempunyai fungsi yang sama yaitu untuk meningkatkan kemampuan ibu dalam menstimulasi perkembangan balita selain itu isi dari kedua media tersebut samasama berisi tentang cara-cara menstimulasi perkembangan balita meliputi perkembangan balita, motorik halus dan kasar serta sosialisasi dan kemandirian. Peran orang tua sangat penting bagi perkembangan balita dengan mengajarkan norma-norma dan mengenalkan lingkungan sekitar lebih baik daripada mengenalkan gadget sejak dini pada anak. Kata Kunci : Kemampuan Ibu, Media SMULE, EWI Card, Perkembangan Balita
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PERBEDAAN KEMAMPUAN SOSIALISASI SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN TERAPI AUTIS TERBIMBING (TAT) DENGAN METODE APPLIED BEHAVIOUR ANALYSIS (ABA) PADA ANAK AUTIS

Lihat Detail Karya
Penulis: ALIF VIA RAHMADHANI
NIM: 1402450073
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Ari Kusmiwiyati, SST., M.Keb. Herawati Mansur, SST., M.Pd., M.Psi.
Subjek: Applied Behaviour Analysis Method, Autis, Kemampuan Sosialisasi.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rahmadhani, Alif Via. 2018. Perbedaan Kemampuan Sosialisasi Sebelum dan Sesudah Diberikan Terapi Autis Terbimbing (TAT) Dengan Metode ABA (Applied Behaviour Analysis) Pada Anak Autis. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Ari Kusmiwiyati, SST., M.Keb. Pembimbing Pendamping : Herawati Mansur, SST., M.Pd., M.Psi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan sosialisasi sebelum dan sesudah diberikan terapi autis terbimbing dengan metode ABA (Applied Behaviour Analysis) pada anak autis. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan jumlah populasi sebanyak 35 anak. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 anak. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi ATEC (Autism Treatment Evaluation Checklist). Hasil analisa data dengan uji Wilcoxon signed rank test didapatkan bahwa p value (0,000 < 0,05) yang berarti H0 ditolak sehingga dari hasil statistik diatas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan terapi autis terbimbing dengan metode ABA dengan kemampuan sosialisasi anak autis. Adanya hubungan antara terapi autis terbimbing dengan metode ABA terhadap kemampuan sosialisasi anak autis disebabkan karena analisis perilaku terapan (ABA) mencoba untuk melakukan perubahan terhadap perilaku secara sistematis dengan menggunakan prinsip-prinsip operant. Pengkondisian operant (operant conditioning) yaitu pemberian penguatan (reinforcement) segera setelah respon dimana ada perilaku tertentu yang dilakukan individu dan kemudian diperkuat oleh lingkungan sekitarnya. Hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa kemampuan sosialisasi tidak mengalami peningkatan karena dipengaruhi oleh motivasi, jenis kelamin anak, dan lingkungan. Kata Kunci: Applied Behaviour Analysis Method, Autis, Kemampuan Sosialisasi.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PERBEDAAN KEPATUHAN TIM BEDAH DALAM PELAKSANAAN SURGICAL SAFETY ANTARA PASIEN OPERASI ELEKTIF DAN EMERGENCY DI RSU KARSA HUSADA KOTA BATU

Lihat Detail Karya
Penulis: NANDA PRIATNA
NIM: 1401460003
Program Studi: PROGRAM STUDI D-IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Rudi Hamarno, S.Kep., Ns, M.Kep. , Sumirah Budi Pertami, S.Kp MKep.
Subjek: Kepatuhan, tim bedah, surgical safety, elektif, emergency
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perbedaan Kepatuhan Tim Bedah dalam Pelaksanaan Surgical Safety antara Pasien Operasi Elektif dan Emergency di RSU Karsa Husada. Nanda Priatna (2018). Program Studi D-IV Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Rudi Hamarno, S.Kep., Ns., M.Kep. Pembimbing Pendamping: Sumirah Budi Pertami, S.Kp MKep. Kata Kunci: Kepatuhan, tim bedah, surgical safety, elektif, emergency Keselamatan pasien dengan tindakan operasi menjadi sorotan utama dalam tindakan medis, karena tindakan tersebut menyangkut prosedur yang dilakukan secara invasif. Kepatuhan tim bedah sangatlah penting dalam menurunkan resiko terjadinya kecelakaan dalam setiap tindakan operasi. Pada tahun 2007, WHO telah mengeluarkan suatu metode untuk menjaga keselamatan pasien operasi dalam bentuk Surgical Safety Checklist (SSC), untuk mengurangi angka kematian pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kepatuhan tim bedah dalam pelaksanaan surgical safety antara pasien operasi elektif dan emergency di instalasi kamar operasi RSU Karsa Husada. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian komparatif dengan pendekatan cross-sectional, dengan besar sampel berjumlah 22 orang serta menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara observasi non-partisipatif kepada tim bedah yang melaksanakan surgical safety pada tindakan operasi masing-masing sebanyak 15 kali pada pasien operasi elektif dan emergency. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi yang disesuaikan dengan SSC milik rumah sakit. Pengolahan data menggunakan teknik analitik komparatif dengan uji Chi Kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan tim bedah dalam pelaksanaan surgical safety pada pasien operasi elektif sejumlah 80% dinilai telah patuh, sementara pada pasien operasi emergency hanya sejumlah 7% saja yang dinilai patuh, serta nilai signifikan 0,000 yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan kepatuhan tim bedah dalam pelaksanaan surgical safety antara pasien operasi elektif dan emergency. Saran yang dapat diajukan kepada tim bedah adalah diharapkan dapat melaksanakan surgical safety dengan maksimal dan tidak melewatkan poin-poin yang terdapat dalam SSC terutama pada fase time out dan sign out.
Cover KTI
2018

PERBEDAAN PELAKSANAAN SADARI (PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI) PADA REMAJA PUTRI ANTARA YANG DIBERI PENYULUHAN DENGAN METODE AUDIO VISUAL DAN DEMONSTRASI DI SMAN 8 KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NURAISYAH
NIM: 17311175022
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Wandi, S.Kep, Ners., M.Pd. Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd.
Subjek: SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri), Audio Visual, Demonstrasi, Remaja Putri
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nuraisyah, 2018. Perbedaan Pelaksanaan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Pada Remaja Putri Antara Yang Diberi Penyuluhan Dengan Metode Audio Visual dan Demonstrasi di SMAN 8 Kota Malang. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang. Politeknik Kesehatan Malang Pembimbing Utama: Wandi, S.Kep, Ners., M.Pd. Pembimbing Pendamping: Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd. Kejadian kanker payudara terus meningkat salah satu penyebabnya yaitu kurangnya kesadaran dalam mendeteksi dini adanya kelainan pada payudara. Deteksi dini dapat menekan angka kematian 25-30%. Kanker payudara dapat ditemukan sejak dini dengan pemeriksaan mamografi, pemeriksaan klinik dan pemeriksaan SADARI. SADARI sangat penting dianjurkan kepada masyarakat khususnya perempuan karena hampir 86% benjolan payudara ditemukan oleh penderita sendiri. Ini menunjukkan bahwa SADARI memiliki kontribusi yang besar dalam menemukan masalah yang terjadi di payudara. Namun yang menjadi masalah, selama ini deteksi dini yang sebenarnya relatif mudah itu sering tidak dilakukan dengan berbagai alasan. Sehingga penting memberikan penyuluhan tentang SADARI pada remaja putri agar termotivasi untuk melakukan SADARI secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pelaksanaan SADARI pada remaja putri antara yang diberi penyuluhan dengan metode audio visual dan demonstrasi. Desain penelitian ini adalah menggunakan Intact Group Comparison, setiap kelompok dilakukan post test. Populasi yang digunakan adalah seluruh remaja putri kelas XI MIPA 2 dan kelas XI MIPA 3 yang berjumlah 43 orang. Jumlah sampel 39 responden. 20 responden untuk kelompok audio visual dan 19 responden untuk kelompok demonstrasi. Dengan teknik sampling simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa checklist langkah-langkah SADARI. Data dianalisis menggunakan U-Mann whitney (α = 0,05). Didapatkan hasil pelaksanaan SADARI pada kelompok metode audio visual hampir setengahnya melakukan dengan kategori cukup (40%) dan hasil pelaksanaan SADARI dengan metode demonstrasi sebagian besar dapat melakukan dengan baik (68,42%). Hasil uji hipotesis H0 ditolak dengan nilai signifikansi 0,002<0,05. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pelaksanaan SADARI pada remaja putri antara yang diberi penyuluhan dengan metode audio visual dan demonstrasi di SMAN 8 Kota Malang. Kata Kunci : SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri), Audio Visual, Demonstrasi, Remaja Putri
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PERBEDAAN PEMULIHAN FUNGSI MIKSI ANTARA BLADDER TRAINING METODE DELAY URINATION DENGAN METODE KEGEL EXERCISE PADA PASIEN POST BEDAH ORTOPEDI DI RSUD Dr. HARYOTO LUMAJANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FAJRIAN DWI ANGGRAENI
NIM: 1401460001
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Joko Pitoyo, S.Kp., M.Kep. , Sumirah Budi Pertami, S.Kp., M.Kep.
Subjek: Post Orthopedi, Delay Urination, Kegel Exercise, Pemulihan Fungsi Miksi.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perbedaan Pemulihan Fungsi Miksi Antara Bladder Training metode Delay Urination dengan Metode Kegel Exercise Pada Pasien Post Operasi Ortopedi di RSUD dr. Haryoto Kabupaten Lumajang. Fajrian Dwi Anggraeni (2018). Skripsi. Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing utama Joko Pitoyo, S.Kp., M.Kep., Pembimbing pendamping Sumirah Budi Pertami, S.Kp., M.Kep. Kata Kunci : Post Orthopedi, Delay Urination, Kegel Exercise, Pemulihan Fungsi Miksi. Bedah orthopedi adalah tindakan bedah untuk memulihkan kondisi disfungsi musculoskeletal. Pembedahan orthopedic pada tulang-tulang tertentu menyebabkan pasien mengalami hambatan mobilitas fisik, sehingga sulit untuk berjalan ke kamar mandi, oleh sebab itu dilakukan pemasangan kateter untuk mempermudah miksi. Efek samping dari pemasangan kateter adalah terjadinya inkontinensia urin dan retensi urine. Efek samping ini dapat diminimalisir atau diatasi dengan latihan kandung kemih yang disebut dengan bladder training. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemulihan fungsi miksi antara bladder training metode delay urination dan metode kegel exercise pada pasien post operasi Ortopedi di RSUD dr. Haryoto Kabupaten Lumajang. Metode penelitian yang digunakan adalah kausal Komparatif Design. Subjek penelitian adalah pasien post bedah orthopedi yang dipilih dengan teknik purposive sampling sebanyak 24 responden. Hasil penelitian menunjukkan pemulihan fungsi miksi setelah diberikan delay urination berada pada kategori baik (13,75) begitu juga setelah diberikan kegel exercise pada kategori pada kategori baik pula (15,42), namun nilai pada kelompok kegel exercise lebih besar dari kelompok delay urination. Hasil uji statistik Mann Whitney menunjukkan ada perbedaan antara metode delay urination dan metode kegel exercise dengan p value=0,041 (p<α). Saran bagi peneliti lain adalah untuk meneliti perbedaan pemulihan fungsi miksi dengan menggunakan metode yang berbeda dan lebih ditekankan pada waktu pemulihan fungsi miksi.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PERBEDAAN PENGARUH TEKNIK RELAKSASI MODIFIKASI DAN NAPAS DALAM TERHADAP FUNGSI VENTILASI PULMONAL PADA PASIEN PPOK DI RUMAH SAKIT UMUM KARSA HUSADA BATU

Lihat Detail Karya
Penulis: Agung Hadi Prabowo
NIM: 1401460041
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Joko Pitoyo, S.Kp., M.Kep.
Subjek: Perbedaan, PPOK, Relaksasi Napas Dalam, Relaksasi Modifikasi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perbedaan Pengaruh Teknik Relaksasi Modifikasi dan Nafas Dalam Terhadap Fungsi Ventilasi Pulmonal pada Pasien PPOK di Rumah Sakit Umum Karsa Husada Batu. Agung Hadi Prabowo (2018). Program Studi D-IV Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Kata Kunci: Perbedaan, PPOK, Relaksasi Napas Dalam, Relaksasi Modifikasi PPOK merupakan penyakit hambatan jalan napas yang menduduki peringkat ke 6 dari 10 penyebab kematian di Indonesia prevalensi PPOK di Indonesia rata-rata sebesar 3,7%. Teknik relaksasi napas dalam dan tekik relaksasi modifikasi dapat menjadi suatu alternativ untuk meningkatkan dan mempertahankan kemampuan ventilasi pulmonal pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan pengaruh teknik relaksasi modifikasi dan teknik relaksasi napas dalam terhadap kemampuan ventilasi pulmonal pada pasien PPOK di RSUD Karsa Husada Batu.. Desain penelitian ini merupakan eksperimen semu, dengan menggunakan rancangan penelitian two group pretest-posttest control design, dengan besar sampel berjumlah 30 orang serta menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan kriteria ekslusi. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara observasi kemampuan ventilasi pulmonal pasien dengan interpretasi nilai PEF. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, Peak Flow Meter, dan SOP yang di sesuaikan dengan SOP rumah sakit. Pengolahan data menggunakan teknik analitik komparatif dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan ventilasi pulmonal pada pasien dengan kelompok relaksasi napas dalam meningkat sebesar 0.16 l/detik sedangkan pada kelompok relaksasi modifikasi kemampuan ventilasi pulmonal pasien meningkat sebesar 0.51 l/detik yang di dapatkan dari selisih kemampuan pada observasi ke 1 dan observasi ke 6. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi 0.182 yang berarti tidak terdapat perbedaan pengaruh antara relaksasi napas dalam dan relaksasi modifikasi terhadap kemampuan ventilasi pulmonal pasien. Saran yang dapat diajukan pada peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan memberi perlakuan pada pasien non PPOK seperti lansia ataupun pasien batuk dalam penelitian asuhan keperawatan lansia atau keluarga.
Cover KTI
2018

PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN ASUPAN ZAT GIZI (PROTEIN, LEMAK DAN KARBOHIDRAT) REMAJA SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN GIZI REMAJA DI SMPN 1 WAGIR KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: LUSIANAH
NIM: 1503000009
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Ir. AAG Anom Aswin, MPS
Subjek: Penyuluhan Gizi, Tingkat Pengetahuan, Tingkat Asupan Zat Gizi (Protein, Lemak dan Karbohidrat
Lihat Abstraksi
Masalah kesehatan usia remaja merupakan salah satu masalah penting dalam siklus kehidupan. Perilaku hidup sehat sejak usia dini merupakan salah satu upaya yang cukup penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang produktif dan berkualitas di masa yang akan datang. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan tentang pentingnya Gizi Remaja di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Pengetahuan dan Asupan Zat Gizi (Protein, Lemak dan Karbohidrat) Remaja Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Gizi Remaja di SMPN 1 Wagir Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pra-Eksperimental dengan menggunakan rancangan One Group Pre test – Pos test Design yang hanya menggunakan kelompok eksperimen saja, tanpa kelompok kontrol (pembanding) sampel subjek dipilih seadanya. Hasil dari penelitian ini mneunjukkan bahwa pada tingkat pengetahuan siswa SMPN 1 Wagir setelah diberikan penyuluhan menggunakan media power point dan poster, siswa yang memiliki pengetahuan dengan kategori baik meningkat menjadi 51 responden atau 86,4%, pada kategori cukup mengalami penurunan yaitu sebanyak 1 responden atau 1,7%, dan pada kategori kurang juga mengalami penurunan yaitu menjadi 7 responden atau 11,9%. Saran dari penelitian ini ialah sebaiknya bagi penelitian selanjutnya untuk lebih memperpanjang waktu penelitian, dikarena setelah dilakukan penelitian selama 1 bulan masih belum bisa merubah tingkat konsumsi responden. Kata Kunci : Penyuluhan Gizi, Tingkat Pengetahuan, Tingkat Asupan Zat Gizi (Protein, Lemak dan Karbohidrat).
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan