Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3721–3730 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PERBEDAAN JUMLAH KOLONI BAKTERI SEBELUM DAN SESUDAH PENGGUNAAN ANTISEPTIK KOMBINASI CHLORHEKSIDINE 4% - POVIDONE IODINE 10% PADA PASIEN PRE OPERASI ABDOMEN DI KAMAR OPERASI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: NICKY PUTRI CAPINDO
NIM: 1401460053
Program Studi: PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Rudi Hamarno, S.Kep, Ns., M.Kep.
Subjek: Pre Operasi Abdomen, Jumlah Koloni Bakteri, Chlorheksidine 4% - Povidone Iodine 10%
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perbedaan Jumlah Koloni Bakteri Sebelum dan Sesudah Penggunaan Antiseptik Kombinasi Chlorheksidine 4% - Povidone Iodine 10% pada Pasien Pre Operasi Abdomen di Kamar Operasi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar. Nicky Putri Capindo (2018). Skripsi. Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing utama Setyo Harsoyo, S.K.M., M.Kes., Pembimbing pendamping Rudi Hamarno, S.Kep, Ns., M.Kep. Kata Kunci: Pre Operasi Abdomen, Jumlah Koloni Bakteri, Chlorheksidine 4% - Povidone Iodine 10% Pembedahan abdomen merupakan tindakan membuka pada rongga abdomen. Hasil pembedahan dipengaruhi oleh adanya Infeksi Daerah Operasi (IDO). Faktor resiko yang sangat berpengaruh pada IDO salah satunya adalah persiapan kulit sekitar area operasi. Persiapan kulit pre operasi dilakukan dengan cara desinfeksi menggunakan antiseptik kombinasi chlorheksidine 4% - povidone iodine 10% dengan tujuan untuk mengangkat mikroorganisme dan mengurangi jumlah microbial pathogen dalam waktu yang singkat, serta menghambat tumbuhnya kembali mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah koloni bakteri sebelum dan sesudah penggunaan antiseptik kombinasi chlorheksidine 4% - Povidone Iodine 10% pada pasien pre operasi abdomen di kamar operasi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre eksperimental dengan one group pre-post test design yang berarti suatu rancangan tidak melibatkan kelompok kontrol, yang mengobservasi sebelum dilakukan intervensi (pre test) kemudian diobservasi lagi setelah dilakukan intervensi (post test). Responden penelitian ini adalah pasien pre operasi abdomen sebanyak 12 responden dengan didesinfeksi menggunakan antiseptik kombinasi chlorheksidine 4% - Povidone iodine 10%. Hasil uji statistik Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan jumlah koloni bakteri sebelum dan sesudah penggunaan antiseptik kombinasi chlorheksidine 4% - povidone iodine 10% dengan p value 0,002 (p<0,01). Saran bagi institusi untuk tetap mempertahankan penggunaan antiseptik kombinasi chlorheksidine 4% dan povidone iodine 10% khususnya untuk desinfeksi pra pasien operasi abdomen di kamar operasi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PERBEDAAN JUMLAH KOLONI BAKTERI SEBELUM DAN SESUDAH PENGGUNAAN ANTISEPTIK KOMBINASI CHLORHEKSIDINE 4% - POVIDONE IODINE 10% PADA PASIEN PRE OPERASI ABDOMEN DI KAMAR OPERASI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: NICKY PUTRI CAPINDO
NIM: 1401460053
Program Studi: PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Setyo Harsoyo, S.K.M., M.Kes
Subjek: Pre Operasi Abdomen, Jumlah Koloni Bakteri, Chlorheksidine 4% - Povidone Iodine 10%
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perbedaan Jumlah Koloni Bakteri Sebelum dan Sesudah Penggunaan Antiseptik Kombinasi Chlorheksidine 4% - Povidone Iodine 10% pada Pasien Pre Operasi Abdomen di Kamar Operasi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar. Nicky Putri Capindo (2018). Skripsi. Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing utama Setyo Harsoyo, S.K.M., M.Kes., Pembimbing pendamping Rudi Hamarno, S.Kep, Ns., M.Kep. Kata Kunci: Pre Operasi Abdomen, Jumlah Koloni Bakteri, Chlorheksidine 4% - Povidone Iodine 10% Pembedahan abdomen merupakan tindakan membuka pada rongga abdomen. Hasil pembedahan dipengaruhi oleh adanya Infeksi Daerah Operasi (IDO). Faktor resiko yang sangat berpengaruh pada IDO salah satunya adalah persiapan kulit sekitar area operasi. Persiapan kulit pre operasi dilakukan dengan cara desinfeksi menggunakan antiseptik kombinasi chlorheksidine 4% - povidone iodine 10% dengan tujuan untuk mengangkat mikroorganisme dan mengurangi jumlah microbial pathogen dalam waktu yang singkat, serta menghambat tumbuhnya kembali mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah koloni bakteri sebelum dan sesudah penggunaan antiseptik kombinasi chlorheksidine 4% - Povidone Iodine 10% pada pasien pre operasi abdomen di kamar operasi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre eksperimental dengan one group pre-post test design yang berarti suatu rancangan tidak melibatkan kelompok kontrol, yang mengobservasi sebelum dilakukan intervensi (pre test) kemudian diobservasi lagi setelah dilakukan intervensi (post test). Responden penelitian ini adalah pasien pre operasi abdomen sebanyak 12 responden dengan didesinfeksi menggunakan antiseptik kombinasi chlorheksidine 4% - Povidone iodine 10%. Hasil uji statistik Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan jumlah koloni bakteri sebelum dan sesudah penggunaan antiseptik kombinasi chlorheksidine 4% - povidone iodine 10% dengan p value 0,002 (p<0,01). Saran bagi institusi untuk tetap mempertahankan penggunaan antiseptik kombinasi chlorheksidine 4% dan povidone iodine 10% khususnya untuk desinfeksi pra pasien operasi abdomen di kamar operasi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar.
Cover KTI
2018

PERBEDAAN BERAT BADAN BAYI USIA 6-12 BULAN SEBELUM DAN SESUDAH MENDAPAT BABY SPA

Lihat Detail Karya
Penulis: INTAN MULYANA
NIM: P17311175001
Program Studi: DIPLOMA IV Kebidanan Alih Jenjang
Dosen Pembimbing: Wahyu Setyaningsih, S.ST., M.Kes
Subjek: Infant Weight, Baby Spa
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Mulyana, Intan. 2018. Perbedaan Berat Badan Bayi Usia 6-12 Bulan Sebelum dan Sesudah Mendapat Baby Spa. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang. Pembimbing utama: Wahyu Setyaningsih, S.ST., M.Kes. Pembimbing pendamping: Ika Yudianti S.ST., M.Keb 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan masa kritis dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada masa ini nutrisi serta stimulasi yang diterima oleh bayi memiliki dampak jangka panjang terhadap kehidupan saat usia dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah stimulasi. Baby Spa merupakan salah satu bentuk stimulasi perpaduan antara pijat bayi serta berenang (swim) yang mempunyai banyak manfaat untuk bayi.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan berat badan bayi usia 6-12 bulan sebelum dan sesudah mendapat baby spa. Desain penelitian analitik komparasi, dengan desain prospectif. Dengan populasi sebanyak 35 bayi dan sampel sebanyak 32 bayi usia 6-12 bulan yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan timbangan berat badan bayi, kemudian data dianalisa dengan uji paired t test dengan p value <0,001. Berdasarkan penelitian tersebut diatas, dapat disimpulkan terdapat perbedaan berat badan bayi usia 6-12 bulan sebelum dan sesudah mendapat baby spa. Salah satu manfaat baby spa yaitu dapat meningkatkan tonus nervus vagus (saraf otak ke-10) yang akan menyebabkan peningkatan kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin, sehingga penyerapan makanan akan menjadi lebih baik sehingga dapat meningkatkan berat badan bayi. Diharapkan orang tua rutin membawa bayi untuk mendapat baby spa untuk memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi Kata Kunci : Berat Badan Bayi, Baby Spa
Cover KTI
2018

PERBEDAAN DUKUNGAN SUAMI PADA IBU YANG BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENDALSARI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: IKE SEPTRIANI PUSPITASARI
NIM: 1402450057
Program Studi: DIPLOMA IV Kebidanan
Dosen Pembimbing: Erni Dwi Widyana, SST.,M.Kes
Subjek: Exclusive breastfeeding, Husband Support, Working, Not Working
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Puspitasari, Ike Septriani. 2018. Perbedaan Dukungan Suami Pada Ibu Yang Bekerja Dan Tidak Bekerja Dalam Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Kendalsari Kota Malang. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Erni Dwi Widyana, SST.,M.Kes. Pembimbing Pendamping : Budi Suharno, S.Kp.,M.Kes Pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan bermanfaat bagi daya tahan tubuh bayi, pertumbuhan, dan perkembangan bayi. Namun tidak semua ibu dapat memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya, terdapat beberapa alasan sehingga ibu memberikan makanan pendamping atau susu formula secara dini pada bayinya. Selain faktor internal ibu, ada juga faktor eksternal yang mempengaruhi yaitu dukungan suami dan pekerjaan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dukungan suami pada ibu yang bekerja dan tidak bekerja dalam pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kendalsari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian dalam penelitian ini adalah ibu yang bekerja maupun tidak bekerja yang telah berhasil memberikan ASI eksklusif yang saat ini memiliki bayi usia 6-12 bulan dengan teknik sampling purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 54 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Teknik analisa data yang digunakan adalah independent t test dengan menggunakan bantuan program aplikasi statistik dalam pengolahannya. Berdasarkan uji statistik di dapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan dukungan suami pada ibu bekerja dan tidak bekerja dalam pemberian ASI eksklusif dengan p value = 0,034 (lebih kecil dari ά=0,05), Peneliti menyarankan agar para tenaga kesehatan meningkatkan promosi kesehatan kepada ibu dan suami mengenai ASI eksklusif dengan mengikutsertakan para kader dan masyarakat. Kata kunci : ASI eksklusif, Dukungan Suami, Bekerja, Tidak bekerja
Cover KTI
2018

PERBEDAAN EFEKTIVITAS SENAM HAMIL DAN YOGA HAMIL TERHADAP NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENDALSARI DAN PMB YULIS INDRIANA

Lihat Detail Karya
Penulis: HIRDANTI FINISIA
NIM: 1402450088
Program Studi: DIPLOMA IV Kebidanan
Dosen Pembimbing: Sri Rahayu, S.Kep.,Ns.,M.Kes
Subjek: prenatal gymnastic, prenatal yoga, back pain in third trimester pregnancy.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Finisia, Hirdanti. 2018. Perbedaan Efektivitas Senam Hamil dan Yoga Hamil Terhadap Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Kendalsari dan PMB Yulis Indriana. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I: Sri Rahayu, S.Kep.,Ns.,M.Kes, Pembimbing II: Reni Wahyu Triningsih, S.SiT., M.Kes. Nyeri punggung merupakan ketidaknyamanan fisiologis yang sering dialami ibu hamil khususnya kehamilan trimester III. Manajemen nyeri punggung non farmakologis untuk ibu hamil diantaranya adalah olahraga ringan seperti senam hamil dan yoga hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III antara yang diberi terapi senam hamil dan yoga hamil. Ini adalah penelitian quasi experimental, setiap kelompok dilakukan pre test dan post test. Populasi yang digunakan yaitu ibu hamil trimester III dengan nyeri punggung di wilayah kerja Puskesmas Kendalsari dan PMB Yulis Indriana. Sampel berjumlah 36 responden, 16 responden untuk senam hamil dan 16 responden untuk yoga hamil, dengan teknik sampling purposive sampling. Insturmen untuk mengukur nyeri menggunakan skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian didapatkan bahwa penurunan nyeri punggung terbesar terjadi pada yoga hamil yaitu 16 responden (100%) mengalami nyeri ringan pada skala 1-3. Analisa data dengan menggunakan Paired Sample T-test diperoleh nilai probabilitas (p) sebesar 0,000. lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). Sedangkan pada uji Independent Sample T-Test , didapatkan nilai probabilitas (p) sebesar 0,01 < α (0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan, terdapat perbedaan penurunan nyeri punggung ibu hamil trimester III antara yang melakukan senam hamil dan yoga hamil. Pada yoga hamil terdapat berbagai gerakan yang lebih fokus pada nyeri punggung, serta terdapat gerakan rileksasi yang dapat merangsang keluarnya hormon endogenous opioid yang dapat mengkondisikan tubuh, pikiran, dan emosi kedalam kondisi yang harmonis selama kehamilan khususnya trimester III. Kata Kunci : senam hamil, yoga hamil, nyeri punggung kehamilan trimester III.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PERBEDAAN HASIL HITUNG TAKSIRAN BERAT JANIN ANTARA RUMUS JOHNSON TAUSACK DAN NISWANDER TERHADAP BERAT BADAN LAHIR DI PMB SOEMIDYAH IPUNG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NURUL HASANAH
NIM: 1402450078
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Erni Dwi Widyana, S.ST., M.Kes. Naimah, SKM., M.Kes.
Subjek: Taksiran Berat Janin, Johnson Tausack, Niswander, Berat Badan Lahir
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hasanah, Nurul. 2018. Perbedaan Hasil Hitung Taksiran Berat Janin antara Rumus Johnson Tausack dan Niswander terhadap Berat Badan Lahir di BPM Soemidyah Ipung Kota Malang. Skripsi, Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Erni Dwi Widyana, S.ST., M.Kes. Pembimbing Pendamping : Naimah, SKM., M.Kes. Berbagai upaya pemantauan kesejahteraan janin selama kehamilan dilakukan untuk menurunkan angka kematian perinatal dengan mengetahui ciri-ciri pertumbuhan janin terhambat (PJT) saat masih in utero, sehingga tenaga kesehatan dapat merencanakan metode persalinan yang tepat dengan cara memprediksi taksiran berat janin menggunakan rumus tertentu berdasarkan tinggi fundus uteri (TFU). Beberapa rumus yang pernah digunakan dan dipertimbangkan dalam menentukan taksiran berat janin adalah rumus Johnson Tausack dan rumus Niswander. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil hitung taksiran berat janin menggunakan rumus Johnson Tausack dan Niswander terhadap berat badan lahir. Desain penelitian yang dipakai oleh peneliti adalah studi komparatif dengan pendekatan cross sectional, dengan teknik sampling total sampling sejumlah 34 responden. Instrumen penelitian menggunakan pita ukur non elastis (metheline) dan timbangan bayi digital LAICA BF-2051 dengan ketelitian 0,01 kg. Hasil hitung taksiran berat janin menggunakan rumus Johnson Tausack memiliki ketepatan 94,1% dan Niswander 67,6%. Analisa data menggunakan uji independent t-test dan didapatkan hasil nilai ⍴ value 0,018 pada taraf signifikansi 5%, dapat disimpulkan ada perbedaan hasil hitung taksiran berat janin antara rumus Johnson Tausack dan Niswander terhadap berat badan lahir. Berdasarkan hasil penelitian, hasil hitung taksiran berat janin menggunakan rumus Johnson Tausack dapat dijadikan pertimbangan untuk memprediksi berat badan lahir. Kata Kunci : Taksiran Berat Janin, Johnson Tausack, Niswander, Berat Badan Lahir
Cover KTI
2018

PERBEDAAN INTENSITAS NYERI ANTARA PEMBERIAN RELAKSASI AUTOGENIK DAN RELAKSASI GENGGAM JARI PADA PASIEN POST OPERASI LAPARATOMI DI RUANG ZAMRUD (BEDAH) RUMAH SAKIT LAVALETTE

Lihat Detail Karya
Penulis: ROSA YUNIARTHA
NIM: 1401460026
Program Studi: PROGRAM STUDI D-IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Nurul Hidayah, S.Kep., Ns, M.Kep. , Marsaid, S.Kp., M.Kep.
Subjek: Laparatomi, Relaksasi Autogenik, Relaksasi Genggam Jari.  
Lihat Abstraksi
Rosa Yuniartha (2018). Perbedaan Intensitas Nyeri Antara Pemberian Relaksasi Autogenik dan Relaksasi Genggam Jari Pada Pasien Post Operasi Laparatomi di Ruang Zamrud (bedah) Rumah Sakit Lavalette. Skripsi Komparatif. Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Nurul Hidayah, S.Kep., Ns, M.Kep. Pembimbing (Pendamping) Nurul Hidayah, S.Kep., Ns, M.Kep. Dalam proses pembedahan pada operasi laparatomi masalah yang paling mendominasi adanya luka post operasi yang disebabkan adanya luka insisi. Manajemen penanganan nyeri dapat dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi. Penelitian ini menggunakan intervensi relaksasi autogenik dan relaksasi genggam jari. Kedua relaksasi tersebut dapat mempengaruhi intensitas nyeri pada pasien post operasi laparatomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan intensitas nyeri antara yang diberikan relaksasi autogenik dan relaksasi genggam jari pada pasien post operasi laparatomi. Desain penelitian ini adalah quasy experiment dengan pendekatan two group pretest-posttest control design. Pengambilan sampel dengan menggunakan pulposive sampling. Penelitian ini menggunakan 30 responden dengan masing-masing kelompok 15 responden. Berdasarkan analisa data menggunakan uji Wilcoxon didapatkan p-value 0,000 (p-value < α; α=0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan intensitas nyeri sebelum dan sesudah diberikan relaksasi autogenik dan relaksasi genggam jari. Sedangkan Analisa data menggunakan Mann Whitney didapatkan p-value 0,781 (p-value > α; α=0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada perbedaan intensitas nyeri antara yang diberikan relaksasi autogenik dan relaksasi genggam jari pada pasien post operasi laparatomi di Ruang Zamrud (Bedah) RS Lavalette Malang. Rekomendasi bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan kedua relaksasi tersebut pada pasien dengan jenis operasi yang berbeda Kata Kunci : Laparatomi, Relaksasi Autogenik, Relaksasi Genggam Jari.  
Cover KTI
2018

PERBEDAAN INTENSITAS NYERI ANTARA PEMBERIAN TERAPI BACK MASSAGE DENGAN RELAKSASI GENGGAM JARI PADA PASIEN POST LAPARATOMI DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Lihat Detail Karya
Penulis: RIZKY TIARA DAMAYANTI
NIM: 1401460028
Program Studi: D IV Keperawatan
Dosen Pembimbing: Isnaeni DTN, SKM., M.Kes
Subjek: Post Laparatomy, Pain Intensity, Back Massage Therapy, Finger Hold Relaxation
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perbedaan Intensitas Nyeri antara Pemberian Terapi Back Massage dengan Relaksasi Genggam Jari pada Pasien Post Laparatomi di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Rizky Tiara Damayanti (2018). Skripsi. Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing utama Isnaeni DTN, SKM., M.Kes. Pembimbing pendamping Joko Wiyono, S.Kp, M.Kep, Sp.Kom. Kata Kunci: Post Laparatomi, Intensitas Nyeri, Terapi Back Massage, Relaksasi Genggam Jari Laparatomi merupakan prosedur pembedahan pada abdomen yang sering dilakukan. Masalah yang sering timbul saat post operasi adalah nyeri sehingga timbul respons fisiologis. Salah satu tindakan mandiri keperawatan untuk manajemen nyeri secara non-farmakologis dan memberikan efek relaksasi adalah terapi back massage dan relaksasi genggam jari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri antara pemberian terapi back massage dengan relaksasi genggam jari pada pasien yang mengalami pembedahan laparatomi di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Penelitian ini sudah dilakukan uji kelayakan etik sebelum uji hasil. Desain Penelitian ini menggunakan comparative study dengan pendekatan two group pre test - post test without control design. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel 2 kelompok masing-masing kelompok berjumlah 17 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Paired T Test dan uji Independent Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata intensitas nyeri sebelum terapi back massage adalah 4,21 dan sesudah terapi back massage menjadi 3,19 sedangkan rata-rata intensitas nyeri sebelum relaksasi genggam jari adalah 4,01 dan sesudah relaksasi genggam jari menjadi 2,94. Hasil uji statistik paired t test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan intensitas nyeri yang signifikan sebelum dan sesudah terapi back massage dan relaksasi genggam jari dengan p-value=0,000 (p<0,05) dan pada uji statistik independent test menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna terhadap intensitas nyeri antara pemberian terapi back massage dengan relaksasi genggam jari dengan nilai p-value=0,312 (p>0,05) yang berarti terapi dan relaksasi ini mampu menurunkan intensitas nyeri. Dengan demikian terapi back massage dan relaksasi genggam jari dapat menjadi referensi dan intervensi keperawatan dalam penanganan pasien post operasi khususnya Laparatomi.
Cover KTI
2018

PERBEDAAN JUMLAH FIBROBLAS PADA PERAWATAN LUKA BAKAR DERAJAT II ANTARA MENGGUNAKAN NACL 0,9% DAN SILVER SULFADIAZINE 1% DENGAN GEL LIDAH BUAYA (ALOE VERA) PADA TIKUS GALUR WISTAR (RATUS NORVEGICUS)

Lihat Detail Karya
Penulis: MADE AGUNG EKO BUWONO
NIM: P17211175017
Program Studi: D III Keperawatan
Dosen Pembimbing: Dr. Ni Luh Putu Eka S, S.Kp., M.Kes
Subjek: Skin burn, Gel Aloe Vera, Number of Fibroblasts
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perbedaan Jumlah Fibroblas Pada Perawatan Luka Bakar Derajat II Antara Menggunakan NaCl 0,9% Dan Silver Sulfadiazine 1% Dengan Gel Lidah Buaya (Aloe Vera) Pada Tikus Galur Wistar Wistar (Ratus Norvegicus). Made Agung Eko Buwono. (2018). Skripsi. Eksperimental. Program Studi D-IV Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dosen Pembimbing: Dr. Ni Luh Putu Eka S, S.Kp.,M.Kes. dan Eka Wulandari, S.Pd., M.Pd. Luka bakar merupakan respon jaringan kulit terhadap trauma suhu yang menyebabkan infeksi, ulkus, morbiditas, dan kematian pada pasien, biasanya penanganan luka bakar dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan Aloe vera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jumlah fibroblas pada perawatan luka bakar derajat II antara menggunakan NaCl 0,9% dan Silver Sulfadiazine 1% dengan gel Lidah Buaya (aloe vera) pada tikus galur wistar (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan desain Eksperimental dengan sampel 36 tikus terbagi dalam 4 kelompok; kelompok NaCl 0,9%, kelompok Silver Sulfadiazine 1%, kelompok Aloe vera 10%, dan kelompok Aloe vera 20%. Masing-masing kelompok dilakukan pengambilan sampel kulit luka bakar pada hari ke 4, 8, 12. Semua data diolah dan dianalisis statistik menggunakan SPSS 23. Hasil penelitian dengan uji Independent T-test dan Paired T-test menunjukkan bahwa hasil rata-rata jumlah fibroblas antara kelompok NaCl 0,9%, Silver Sulfadiazine 1%, Aloe vera 10% dan Aloe vera 20% tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p>0,05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Aloe vera 10% dan 20% memiliki efek yang sama dengan Gold Standard terapi luka bakar di Rumah Sakit yaitu Silver Sulfadiazine 1% dalam hal penyembuhan luka bakar. Dengan demikian Aloe vera 10% dan 20% dapat digunakan sebagai alternative pilihan penyembuhan luka bakar dengan melihat efeknya sebagai anti-inflamasi yang dinilai dari jumlah fibroblas. Rekomendasi penelitian ini Aloe vera dapat diterapkan dan digunakan untuk pengobatan pasien dengan luka bakar, khususnya luka bakar II. Kata Kunci: Luka Bakar, Gel Lidah Buaya, Jumlah Fibroblas. ABSTRACT The Different of Fibroblasts Amount on the Treatment of Second Degree Burns Between Using NaCl 0,9% and Silver Sulfadiazine 1% with Aloe Vera Gel on Wistar Gland Rats (Ratus Norvegicus). Made Agung Eko Buwono. 2018. Thesis. Experimental. DIV Nursing Study Programme of Malang. Nursing Departement. State Health Polytechnic of Malang. Supervisor: Dr. Ni Luh Putu Eka S, S.Kp., M.Kes. and Eka Wulandari, S.Pd., M.Pd. Burns are the response of skin tissue toward the trauma of temperature that causes infections, ulcers, morbidity, and death in patients. Usually, handling burns can be done in various ways, one of them is with Aloe vera. The aim of this study is to know the difference of the amount of fibroblasts in the treatment of second degree burns using NaCl 0,9% and Silver Sulfadiazine 1% with Aloe Vera gel on Wistar (Rattus norvegicus) wistar rats. This study used Experimental design with 36 rats samples divided into 4 groups; NaCl 0.9% group, Silver Sulfadiazine 1% group, Aloe vera group 10%, and Aloe vera group 20%. Each group performed skin sampling burns on days 4, 8, 12. All data were processed and analyzed statistically using SPSS 23. The results of the study with the Independent T-test and Paired T-test showed that the average number of fibroblasts between NaCl 0,9%, Silver Sulfadiazine 1%, Aloe vera 10% and Aloe vera 20% showed no significant difference (p> 0.05). From this study it can be concluded that Aloe vera 10% and 20% have the same effect with Gold Standard burn therapy in Hospital that is Silver Sulfadiazine 1% in the case of healing burns. Thus 10% and 20% Aloe vera can be used as an alternative to burn wound healing by looking at its effect as an anti-inflammatory measure of the amount of fibroblasts. Based on this study, it can be recomended that Aloe vera can be applied and used for the treatment of patients with burns, especially second degree burn. Keywords: Skin burn, Gel Aloe Vera, Number of Fibroblasts.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PERBEDAAN KADAR LEMAK ASI ANTARA IBU MENYUSUI ANEMIA DAN TIDAK ANEMIA DI PUSKESMAS WAGIR KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: EVY KRISTIN FEBRIANA
NIM: 1602420035
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Ardi Panggayuh. Ika Yudianti
Subjek: Anemia, Ibu Menyusui, Kadar Lemak ASI, Tidak Anemia
Lihat Abstraksi
PERBEDAAN KADAR LEMAK ASI ANTARA IBU MENYUSUI ANEMIA DAN TIDAK ANEMIA DI PUSKESMAS WAGIR KABUPATEN MALANG. Evy Kristin Febriana, Ardi Panggayuh. Ika Yudianti. Poltekkes Kemenkes Malang, Jl. Besar IjenNo 77 C Malang Email: evykristin27@gmail.com Abstract: The composition of breast milk varies depending on the age of the baby, so there is a so-called colostrum, breast milk transition, and mature breast milk. The composition of breast milk also varies from the beginning to the end of breastfeeding. In anemia state, the metabolism that occurs is anaerobically, the fat in the body will be metabolized without using the aid of oxygen and produce lactic acid. Then accumulate in the muscles and will cause rapid fatigue. The incidence of anemia in breastfeeding mothers will decrease milk production, decrease the quality and quantity of breast milk. The purpose of this research is to know the difference of ASI fat content between breastfeeding mother anemia and not anemia. The design of this study used a comparative research design with a cross-sectional approach. The population in this study were breastfeeding mothers whose babies were 1-2 months old in Wagir Health Center, Malang Regency amounted to 35 people, using sampling technique Purposive Sampling with the number of samples of breastfeeding mothers anemia numbered 10 people and nursing mothers who are not anemic amounted to 10 people who meet inclusion criteria. Instruments used in this study are manual breast pump and Digital Hemoglobin. Data analysis using Mann-Whitney test showed no difference between breastfeeding mother anemia and not anemia. Based on the results of the study, it is hoped that the community will be more actively obtain information about signs of anemia in breastfeeding mothers so that they can be checked immediately to the nearest health facility. Keywords: Anemia, Breastfeeding Mother, Fat Breastmilk, No Anemia Abstrak: Komposisi ASI bervariasi tergantung usia bayi, sehingga ada yang disebut kolostrum, ASI peralihan, dan ASI matur. Komposisi ASI juga bervariasi dari awal hingga akhir menyusui. Pada keadaan anemia, metabolisme yang terjadi adalah secara anaerob, lemak pada tubuh akan di metabolisme tanpa menggunakan bantuan oksigen dan menghasilkan asam laktat. Kemudian menumpuk di otot dan akan menimbulkan cepat lelah. Kejadian anemia pada ibu menyusui akan menurunkan produksi ASI, menurunkan kualitas dan kuantitas ASI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar Lemak ASI antara ibu menyusui anemia dan tidak anemia. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian komparatif dengan pendekatan secara cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui yang bayinya berumur 1-2 bulan di Puskesmas Wagir, Kabupaten Malang berjumlah 35 orang, menggunakan teknik sampling Purposive Sampling dengan jumlah sampel ibu menyusui yang anemia berjumlah 10 orang dan ibu menyusui yang tidak anemia berjumlah 10 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pompa ASI manual dan Digital Hemoglobin. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney yang menunjukkan tidak ada perbedaan antara ibu menyusui anemia dan tidak anemia. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan masyarakat lebih aktif mendapatkan informasi mengenai tanda – tanda anemia pada ibu menyusui sehingga dapat segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan terdekat. Kata kunci : Anemia, Ibu Menyusui, Kadar Lemak ASI, Tidak Anemia
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan