Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3711–3720 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENYELENGGARAAN MAKANAN DI KANTIN SMA NEGERI 3 PASURUAN (Studi Kemanan Makanan, Higiene Sanitasi, dan Perilaku Tenaga Penjamah Makanan di Kantin SMA Negeri 3 Pasuruan)

Lihat Detail Karya
Penulis: DEVINIA ARMALA
NIM: 1503000018
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III
Dosen Pembimbing: Dwie Soelistyorini, SST., M. Kes
Subjek: Keamanan Makanan, Higiene Sanitasi, Perilaku Penjamah Makanan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Devinia Armala 1503000018. Penyelenggaraan Makanan di Kantin SMA Negeri 3 Kota Pasuruan (Studi keamanan makanan, higiene sanitasi, dan perilaku tenaga penjamah makanan di kantin SMA Negeri 3 Pasuruan). Program Studi Diploma III Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, 2018. (Di bawah bimbingan: Dwie Soelistyorini, SST., M. Kes.). Kantin SMA Negeri 3 Kota Pasuruan merupakan sebuah rumah makan yang menyediakan makanan dan minuman untuk umum di tempat usahanya (KMK 1098). Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada tanggal 18 November 2017, ditemukan beberapa makanan mengandung bahan tambahan pangan yang tidak aman, tidak tersedia toilet khusus untuk penjamah makanan dan penjamah makanan mengambil makanan menggunakan tangan kosong setelah menyentuh uang tanpa mencuci tangan menggunakan sabun. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain yang digunakan adalah cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di kantin SMA Negeri 3 Kota Pasuruan. Instrumen yang digunakan adalah form check list keamanan makanan, form higiene sanitasi kantin (KMK 1098), dan form perilaku penjamah makanan. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebanyak 100% dalam kategori usia produktif; sebanyak 75% penjamah makanan berjenis kelamin perempuan; sebanyak 100% penjamah makanan berpendidikan menengah atas; sebanyak 75% penjamah makanan telah bekerja selama satu hingga tiga puluh tahun;skor higiene sanitasi kantin sebesar 406,5; sebanyak 75% keamanan makanan dalam kategori baik; dan sebanyak 75% perilaku penjamah makanan dalam kategori baik. Kata kunci : Keamanan Makanan, Higiene Sanitasi, Perilaku Penjamah Makanan
Cover KTI
2018

PENYELENGGARAAN MAKANAN DI KANTIN SMA NEGERI 4 KOTA MALANG (Studi keamanan makanan, higiene sanitasi, dan perilaku tenaga penjamah makanan di kantin SMA Negeri 4 Kota Malang)

Lihat Detail Karya
Penulis: ANISA MURNI MUAFIYAH
NIM: 1503000015
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Dwie Soelistyorini, SST., M. Kes
Subjek: Keamanan Makanan, Higiene Sanitasi, Perilaku Penjamah Makanan
Lihat Abstraksi
Kantin SMA Negeri 4 Malang merupakan sebuah rumah makan yang menyediakan makanan dan minuman untuk umum di tempat usahanya (KMK 1098). Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada 7 Desember 2017, ditemukan beberapa makanan disajikan terbuka, tidak tersedia toilet khusus untuk penjamah makanan, dan penjamah makanan mengambil makanan menggunakan tangan kosong setelah menyentuh uang tanpa mencuci tangan dengan sabun. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di kantin SMA Negeri 4 Malang. Instrumen yang digunakan adalah form check list keamanan makanan, form higiene sanitasi kantin (KMK 1098), dan form perilaku penjamah makanan. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebanyak 71% penjamah makanan dalam kategori dewasa awal; sebanyak 86% penjamah berjenis kelamin perempuan; sebanyak 57% penjamah makanan berpendidikan dasar; sebanyak 57% penjamah makanan telah bekerja selama satu hingga lima tahun; sebanyak 42% penjamah makanan memiliki pengalaman kerja yang berhubungan dengan makanan; sebanyak 57% keamanan makanan dalam kategori baik; skor higiene sanitasi kantin sebesar 567,5 yaitu dalam kategori tidak laik higiene sanitasi; dan sebanyak 57% perilaku penjamah makanan dalam kategori cukup. Berdasarkan data tersebut, perlu diberikan penyuluhan mengenai keamanan makanan, higiene sanitasi kantin, dan perilaku penjamah makanan sehingga dapat mencapai keamanan makanan yang tinggi dan laik higiene sanitasi. Kata kunci : Keamanan Makanan, Higiene Sanitasi, Perilaku Penjamah Makanan
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENYELENGGARAAN MAKANAN DI KANTIN SMA NEGERI 5 MALANG (Studi Terhadap Tingkat Pengetahuan, Perilaku Higiene Sanitasi Penjamah Makanan, dan Keamanan Makanan)

Lihat Detail Karya
Penulis: INDY WAHYU SETYANI
NIM: 1503000092
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Dwie Soelistyorini
Subjek: Tingkat Pengetahuan, Perilaku Higiene Sanitasi Penjamah Makanan, Keamanan Makanan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Indy Wahyu Setyani (2018). Penyelenggaraan Makanan di Kantin SMA Negeri 5 Malang (Studi Terhadap Tingkat Pengetahuan, Perilaku Higiene Sanitasi Penjamah Makanan, dan Keamanan Makanan). Karya Tulis Ilmiah, Program Studi D III Gizi Malang. Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang dibawah Bimbingan Dwie Soelistyorini SMA Negeri 5 Malang adalah salah satu sekolah menengah atas yag ada di Jawa Timur beralamatkan di Jalan Tanimbar No 24, Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Memiliki kantin 7 stand dengan 5 stand menjual makanan sepinggan, 1 stand camilan/jajanan, serta 1 stand minuman. Penerapan perilaku higiene sanitasi yang kurang yaitu perilaku mencuci tangan menggunakan sabun oleh penjamah makanan dan keamanan makanan yang kurang yakni masih ada yang membuka lebar etalase yang di dalamnya berisi makanan yang sudah matang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, tingkat pengetahuan, perilaku higiene sanitasi penjamah makanan, dan keamanan makanan di Kantin SMA Negeri 5 Malang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional dengan menggunakan desain Cross Sectional. Sampel penelitian ini adalah 8 sampel makanan dan seluruh penjual di kantin berjumlah 6 orang. Penelitian dilakukan pada bulan April – Mei 2018. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner, wawancara langsung, serta pengamatan di kantin. Cara pengolahan data secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk gambar. Karakteristik penjamah makanan meliputi usia 15 – 64 tahun (100%), jenis kelamin adalah perempuan (100%), lama bekerja > 2 tahun (67%) dan < 2 tahun (33%), dan tingkat pendidikan SMA/SMK (66%), SMP (17%), dan SD (17%). Tingkat pengetahuan adalah kategori baik (100%). Perilaku higiene sanitasi penjamah adalah kategori baik (33%), cukup (50%), dan kurang (17%). Keamanan makanan adalah kategori baik (83%) dan cukup (17%). Dikarenakan masih banyak penjamah yang tidak mencuci tangan setelah keluar dari kamar mandi, setelah memegang uang atau ponsel, dll. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan untuk penjamah lebih memperhatikan perilaku higiene perorangan pada saat di kantin dan dilakukan pelatihan atau pembinaan kepada penjamah makanan minimal setahun sekali. Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Perilaku Higiene Sanitasi Penjamah Makanan, Keamanan Makanan
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENYELENGGARAAN MAKANAN DI KANTIN SMA NEGERI 7 MALANG (Studi Terhadap Tingkat Pengetahuan Penjamah Makanan, Perilaku Higiene Sanitasi Tenaga Penjamah dan Keamanan Makanan)

Lihat Detail Karya
Penulis: RICHA AGUSTIAN RAHMA
NIM: 1503000095
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Dwi Soelistyorini, SST., M.Kes
Subjek: Pengetahuan Penjamah Makanan, Perilaku Higiene Sanitasi Penjamah Makanan dan Keamanan Makanan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Richa Agustian Rahma, 2018. PENYELENGGARAAN MAKANAN DI KANTIN SMA NEGERI 7 MALANG (Studi Tentang Tingkat Penjamah Makanan, Perilaku Higiene Sanitasi Penjamah Makanan, dan Keamanan Makanan). Pembimbing : Dwi Soelistyorini, SST., M.Kes Penyelenggaraan makanan yang higiene sanitasi dan sehat merupakan prinsip dasar penyelengaraan makanan komersial khususnya di kantin sekolah. Kantin sekolah mempunyai peranan yang sangat penting dalam menyediakan makanan jajanan sekolah bagi siswa, guru, dan karyawan untuk memenuhi kebutuhan makan siang. Selain itu pengetahuan penjamah makanan sangat mempengaruhi perilaku higiene sanitasi penjamah makanan terhadap keamanan makanan yang dijual. Hasil studi pendahuluan pada tanggal 22 november 2017 ditemukannya penjamah yang masih memakai perhiasan saat mengolah makanan, makanan yang tidak ditutup dan dibiarkan di tempat terbuka, penjamah tidak mencuci tangan setelah memegang benda sumber kontaminasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyelenggaraan makanan di kantin SMA Negeri 7 Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian oservasional dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di kantin SMA Negeri 7 Malang Pada bulan April – Mei 2018. Sampel penelitian menu makanan yaitu 5 makanan utama, 5 makanan camilan, dan 14 minuman. Selain itu untuk besar sampel tenaga penjamah yaitu 8 orang tenaga penjamah. Data jenis menu dan karakteristik penjamah makanan diperoleh dengan cara wawancara dengan form kuisioner terhadap penjamah. Data pengetahuan penjamah makanan diperoleh melalui wawancara dengan form kuisioner, data perilaku higiene sanitasi penjamah makanan diperoleh melalui observasi dengan form checklist yang dilakukan selama 3 kali pengamatan, dan data keamanan makanan diperoleh melalui observasi dengan form checklist yang dilakukan selama 3 kali pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar tenaga penjamah berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia 36-58 tahun. Pendidikan yang ditempuh penjamah makanan yaitu SMP dan Perguruan Tinggi (37,5%). Rata –rata seluruh tenaga penjamah makanan sudah bekerja ≥ 3 tahun (100%). Tingkat pengetahuan penjamah makanan dengan kategori baik (87,5%). Perilaku penjamah dengan kategori cukup (87,5%). Dari 8 stand tingkat keamanan makanan pada tiap stand, skor tertinggi diperoleh stand no 1 menjual minuman (100%) dan stand no 3 menjual makanan (92%) dengan kategori baik dibandingkan dengan stand lainnya. Saran bagi penjamah makanan perlu adanya snack buah potong (salad buah), penjamah makanan sebaiknya mencuci tangan sebelum dan sesudah mengolah makanan dan setelah kontak dengan benda sumber kontaminan, selain itu dalam pemakaian alas kaki penjamah dimohon untuk memakai alas kaki yang tertutup dan tidak licin, dan untuk menjaga keamanan makanan penjamah sebaiknya menutup makanan setelah melakukan pengambilan makanan agar terhindar dari sumber kontaminasi terutama dihinggapi lalat. Kata Kunci: Pengetahuan Penjamah Makanan, Perilaku Higiene Sanitasi Penjamah Makanan dan Keamanan Makanan
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENYELENGGARAAN MAKANAN LITTLE BOX CATERING MALANG (STUDI KANDUNGAN ENERGI, PROTEIN, LEMAK, KARBOHIDRAT, ZAT BESI DAN SERAT) PADA MENU PAKET BEKAL SEHAT SEKOLAH

Lihat Detail Karya
Penulis: YULIA ULFIANA
NIM: 1503000065
Program Studi: PROGRAM STUDI D-III GIZI
Dosen Pembimbing: Bachyar Bakri, SKM., M.Kes.
Subjek: golongan umur, higiene sanitasi, kandungan energi dan zat gizi, tenaga penjamah makanan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Yulia Ulfiana, 2018. Penyelenggaraan makanan Little Box Catering Malang (studi kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, zat besi dan serat) pada menu paket bekal sehat sekolah. Pembimbing: Bachyar Bakri, SKM., M.Kes. Hasil studi pendahuluan pada bulan Maret 2018 menghasilkan penyajian menu paket bekal sehat sekolah di Little Box Catering Malang masih belum lengkap. Standar porsi yang tertulis sudah ada, namun untuk menu paket bekal sehat sekolah pemorsian masih dilakukan oleh tenaga pengolah. Higiene personal tenaga penjamah makanan masih kurang karena belum menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) yang lengkap. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan energi dan zat gizi dan karakteristik, pengetahuan dan perilaku higiene tenaga penjamah makanan di Little Box Catering Malang. Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain penelitian cross sectional studies. Sampel yang digunakan adalah menu makan siang selama 6 hari dan semua tenaga penjamah makanan. Cara pengumpulan data dengan wawancara dan alat bantu kuisioner. Hasil penelitian kandungan energi dan protein sebagian besar masih belum sesuai untuk golongan umur 4-12 tahun. Tenaga penjamah makanan berusia antara 30-40 tahun dengan masa kerja >3 tahun, pendidikan terakhir bervariasi yaitu SMP, SMA dan perguruan tinggi. Pengetahuan sebagian besar baik namun perilaku tenaga penjamah sebagian besar masih berkategori cukup. Bagi pemilik katering perlu untuk menyediakan APD (Alat Pelindung Diri), melakukan pelatihan atau kursus higiene sanitasi bagi penjamah makanan serta meninjau ulang pola menu supaya menu yang disediakan menjadi seimbang. Bagi pengolah makanan untuk meningkatkan perilaku higiene sanitasi dalam pengolahan makanan, yaitu menghindari perilaku berbicara saat mengolah makanan, mencicipi makanan tanpa menggunakan sendok atau peralatan lainnya, serta dalam pengolahan makanan ketika menyiapkan dan menyajikan makanan meja dalam keadaan bersih dan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri). Kata kunci: golongan umur, higiene sanitasi, kandungan energi dan zat gizi, tenaga penjamah makanan
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PERAN IBU DALAM MELATIH BERPAKAIAN ANAK RETARDASI MENTAL SEBELUM DAN SESUDAH DIBERI PELATIHAN DI SLB BC PGRI SUMBERPUCUNG

Lihat Detail Karya
Penulis: HIJJATUL ISNAINI
NIM: 1402450040
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Tarsikah, S.SiT.,M.Keb. Isman Amin, SKM.,M.Kes.
Subjek: Pemanfaatan Buku KIA, Perkembangan Anak
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Isnaini, Hijjatul, 2018. Hubungan Pemanfaatan Buku KIA dengan Perkembangan Anak Usia 0-24 Bulan di Wilayah Kerja Polindes Ampeldento Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Skripsi program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Tarsikah, S.SiT.,M.Keb. Pembimbing Pendamping: Isman Amin, SKM.,M.Kes. Perkembangan anak dapat diartikan sebagai pola perubahan yang terjadi sejak masa konsepsi dan terus berlanjut hingga sepanjang usia kehidupan manusia tersebut. Perkembangan anak mencakup beberapa aspek, secara umum perkembangan anak mencakup sosial, emosi, kognitif dan perkembangan fisik. Masa Balita sangat rentan terjadi penyimpangan dalam perkembangan, dan penyimpangan sekecil apapun akan mempengaruhi sumber daya manusia di kemudian hari. Pengetahuan ibu yang meningkat dengan memanfaatkan buku KIA akan membantu ibu menstimulasi anak sehingga keterlambatan perkembangan tidak akan terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan buku KIA dengan perkembangan anak usia 0-24 bulan. Desain penelitian adalah analitik corelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sejumlah 86 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik stratified Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pemanfaatan buku KIA dan Denver II. Analisa data menggunakan Uji Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan buku KIA yang baik memiliki anak dengan perkembangan sesuai sejumlah 64 responden (88,8%). Berdasarkan uji analisis terdapat hubungan antara pemanfaatan buku KIA dengan perkembangan anak usia 0-24 bulan. Uji analisa korelasi spearman menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara pemanfaatan buku KIA dengan perkembangan anak sebesar +0,636 dan signifikansi 0,000 (<0,05) berarti terdapat hubungan pemanfaatan buku KIA dengan perkembangan anak usia 0-24 bulan. Kata Kunci: Pemanfaatan Buku KIA, Perkembangan Anak
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PERAN IBU DALAM MELATIH BERPAKAIAN ANAK RETARDASI MENTAL SEBELUM DAN SESUDAH DIBERI PELATIHAN DI SLB BC PGRI SUMBERPUCUNG

Lihat Detail Karya
Penulis: ZUSIDA KARDIANA VERA
NIM: 1501100021
Program Studi: PROGAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dra. Goretti Maria Sindarti, M.Kes.
Subjek: Peran, Kemampuan berpakaian, Retardasi mental
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Zusida Kardiana Vera (2018). Peran Ibu Dalam Melatih Berpakaian Anak Retardasi Mental Sebelum Dan Sesudah Diberi Pelatihan Di SLB BC PGRI Sumberpucung. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Progam Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Dra. Goretti Maria Sindarti, M.Kes. Pada tahun 2014 anak Retardasi mental di Indonesia terdapat 30.460 anak (Kemenkes RI), di kabupaten Malang tahun 2017 terdapat 738 orang dan di SLB BC PGRI Sumberpucung terdapat 41 anak yang belum dapat berpakaian sendiri dan perlu dibimbing ibu. Tujuan penelitian mendeskripsikan peran ibu dalam melatih berpakaian anak Retardasi mental sebelum dan sesudah diberi pelatihan. Penelitian ini adalah studi kasus dengan 2 subyek penelitian dan dilakukan pada Maret-April 2018, dengan menggunakan lembar wawancara dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek 1 dan 2 menunjukkan perubahan peran serta perubahan kemampuan berpakaian. Peran ibu dalam kategori baik ditunjukkan dengan ibu mampu melakukan 10 tindakan yang harus dilakukan saat melatih anak berpakaian. Kemampuan berpakaian anak dalam kategori baik ditunjukkan dengan anak mampu berpakaian mandiri. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah lebih meningkatkan mengenai metode atau cara yang lebih efektif dalam melatih anak berpakaian dan sebaiknya peneliti selanjutnya melakukan observasi lebih dari 14 hari supaya lebih spesifik perubahan dan kemampuan anak dalam berpakaian. Kata Kunci : Peran, Kemampuan berpakaian, Retardasi mental
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PERANCANGAN DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI PEMESANAN AMBULANS MENGGUNAKAN APLIKASI BERBASIS ANDROID DI PUSKESMAS RAMPAL CELAKET MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: BUNGA ALIF DIANDARA MUSTOFA
NIM: 1604000047
Program Studi: PRODI D-III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Tutik Herawati, S.Kp., MM
Subjek: Aplikasi, pemesan ambulans, android
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Bunga Alif Diandara Mustofa. 2019. “Perancangan dan Penerapan Sistem Informasi Pemesanan Ambulans Menggunakan Aplikasi Berbasis Android di Puskesmas Rampal Celaket Malang”. Pembimbing Tutik Herawati, S.Kp., MM Penelitian ini dilatarbelakangi dengan sistem pemesan ambulans di Puskesmas Rampal Celaket Malang yang masih konvensional membuat petugas kesulitan untuk mengetahui kebenaran identitas pemesanan ambulans, kejelasan alamat penjemputan pasien dan mencari rute perjalanan tercepat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi perancangan dan penerapan sistem informasi pemesan ambulans berbasis android di Puskesmas Rampal Celaket Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu research and development dengan metode pengembangan ADDIE. Subyek penelitian ini yaitu dua petugas ambulans dengan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada aplikasi dapat memuat sebuah informasi identitas pemesan ambulans dan tampilan map dalam menunjukkan rute penjemputan pasien. Pembuatan aplikasi menggunakan Android Studio dan dari hasil uji aplikasi diperoleh nilai function point 45.76 dengan tingkat prosedur yang kompleks dan kritis, pada uji Human Computer Interaction (HCI) diperoleh hasil nilai 173, serta pada kuesioner uji Technology Acceptance Model (TAM) diperoleh hasil 96% yang menunjukkan bahwa aplikasi bermanfaat dan mudah digunakan bagi petugas ambulans. Prosentase nilai penerapan fitur aplikasi pada Responden 1 diperoleh nilai sebesar 100% dan Responden 2 diperoleh nilai sebesar 80%. Sedangkan untuk prosentase nilai petugas terhadap kesesuaian urutan penggunaan aplikasi, kedua responden memperoleh prosentase nilai sebesar 100%. Sehingga dari hasil tersebut seluruh petugas termasuk dalam kategori “Baik” dalam penerapan aplikasi. Oleh karena itu, aplikasi pemesan ambulans berbasis android dapat digunakan di Puskesmas Rampal Celaket Malang. Untuk peneliti lain yang melakukan penelitian serupa diharapkan mampu untuk mengembangankan dan menambahkan fitur-fitur yang belum tersedia pada aplikasi. Kata kunci : Aplikasi, pemesan ambulans, android
Cover KTI
2018

PERBANDINGAN ANGKA KUMAN DI UDARA SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERSIHAN DI INSTALASI BEDAH SENTRAL (IBS) RSUD BANGIL MENGGUNAKAN METODE TOTAL PLATE COUNT (TPC)

Lihat Detail Karya
Penulis: AWALUDIN JAMAL
NIM: 1401460019
Program Studi: D III Keperawatan
Dosen Pembimbing: Joko Pitoyo, S.Kp M.Kep
Subjek: Figures Air Germ, Cleaning, Air Room Operation
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perbandingan Angka Kuman di Udara Sebelum dan Sesudah Pembersihan di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Bangil Menggunakan Metode Total Plate Count (TPC). Awaludin Jamal (2018), Skripsi, Program Studi D-IV Keperawatan, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing 1: Sri Mudayatiningsih, S.Kp., M.Kes., Pembimbing 2 : Joko Pitoyo, S.Kp M.Kep Kata Kunci: Angka Kuman Udara, Pembersihan, Udara Kamar Operasi Staf dan pasien merupakan sumber utama bakteri yang ditularkan melalui udara. Skauma kulit dari staf dan pasien yang terlepas pada saat berjalan mengandung sekitar 10% kelompok bakteri penyebab infeksi. Udara bukan merupakan medium tempat mikroba tumbuh, tetapi merupakan pembawa bahan partikulat, debu, dan tetesan air yang semuanya sangat mungkin dimuati mikroba. Tujuan penelitian adalah mengetahui jumlah kuman di udara saat sebelum dan sesudah pembersihan udara Instalasi Bedah Sentral (IBS) Rumah Sakit Umum Daerah Bangil Kabupaten Pasuruan. Penelitian dilakukan di kamar operasi RSUD Bangil pada bulan Juni 2018. Populasi pada penelitian ini adalah Seluruh kamar operasi di IBS RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan.Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan purposive sampling yakni sampel yang memenuhi kriteria inklusi yaitu ruang operasi yang digunakan rutin dan ruag operasi yang siap digunakan untuk operasi. Instrumen penelitian ini adalah media cawan steril,dan SOP pembersihan kamar operasi. Sampel dari penelitian adalah 2 sampel yaitu kamar operasi 2 dan 3. Penelitian ini menggunakan teknik atau metode observasi sistematis dengan instrument pengumpulan data berupa lembar observasi pembersihan kamar operasi, dan hasil lab angka kuman udaa kamar operasi sebelum dan sesudah pembersihan. Metode analisis data menggunakan analisis univariat dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian berdasarkan uji Wilcoxon menyimpulkan tidak ada perbandingan angka kuman di udara sebelum dan sesudah pembersihan (p value:>0.05). Dari hasil Total Plate Count angka kuman berkurang sesudah dibersihkan. Berdasarkan hasil tersebut Peneliti merekomendasikan kepada rumah sakit untuk memperbarui SOP yang berlaku, dan meningkatkan pengecekan secara berkala pada sistem filtrasi udara dalam ruang operasi.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PERBANDINGAN ANGKA KUMAN DI UDARA SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERSIHAN DI INSTALASI BEDAH SENTRAL (IBS) RSUD BANGIL MENGGUNAKAN METODE TOTAL PLATE COUNT (TPC)

Lihat Detail Karya
Penulis: AWALUDIN JAMAL
NIM: 1401460019
Program Studi: PROGRAM STUDI D IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Nurul Hidayah, S.Kep., Ns, M.Kep., Joko Pitoyo, S.Kp M.Kep.
Subjek: Angka Kuman Udara, Pembersihan, Udara Kamar Operasi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perbandingan Angka Kuman di Udara Sebelum dan Sesudah Pembersihan di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Bangil Menggunakan Metode Total Plate Count (TPC). Awaludin Jamal (2018), Skripsi, Program Studi D-IV Keperawatan, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing 1: Nurul Hidayah, S.Kep., Ns, M.Kep., Pembimbing 2 : Joko Pitoyo, S.Kp M.Kep Kata Kunci: Angka Kuman Udara, Pembersihan, Udara Kamar Operasi Staf dan pasien merupakan sumber utama bakteri yang ditularkan melalui udara. Skauma kulit dari staf dan pasien yang terlepas pada saat berjalan mengandung sekitar 10% kelompok bakteri penyebab infeksi. Udara bukan merupakan medium tempat mikroba tumbuh, tetapi merupakan pembawa bahan partikulat, debu, dan tetesan air yang semuanya sangat mungkin dimuati mikroba. Tujuan penelitian adalah mengetahui jumlah kuman di udara saat sebelum dan sesudah pembersihan udara Instalasi Bedah Sentral (IBS) Rumah Sakit Umum Daerah Bangil Kabupaten Pasuruan. Penelitian dilakukan di kamar operasi RSUD Bangil pada bulan Juni 2018. Populasi pada penelitian ini adalah Seluruh kamar operasi di IBS RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan.Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan purposive sampling yakni sampel yang memenuhi kriteria inklusi yaitu ruang operasi yang digunakan rutin dan ruag operasi yang siap digunakan untuk operasi. Instrumen penelitian ini adalah media cawan steril,dan SOP pembersihan kamar operasi. Sampel dari penelitian adalah 2 sampel yaitu kamar operasi 2 dan 3. Penelitian ini menggunakan teknik atau metode observasi sistematis dengan instrument pengumpulan data berupa lembar observasi pembersihan kamar operasi, dan hasil lab angka kuman udaa kamar operasi sebelum dan sesudah pembersihan. Metode analisis data menggunakan analisis univariat dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian berdasarkan uji Wilcoxon menyimpulkan tidak ada perbandingan angka kuman di udara sebelum dan sesudah pembersihan (p value:>0.05). Dari hasil Total Plate Count angka kuman berkurang sesudah dibersihkan. Berdasarkan hasil tersebut Peneliti merekomendasikan kepada rumah sakit untuk memperbarui SOP yang berlaku, dan meningkatkan pengecekan secara berkala pada sistem filtrasi udara dalam ruang operasi.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan