Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3691–3700 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENGARUH PERAWATAN PEMASANGAN INFUS TERHADAP KEJADIAN PHLEBITIS PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD dr. R. SOEDARSONO KOTA PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: BRAMUNANTO SUPRAYOGA
NIM: P17211175005
Program Studi: PROGRAM STUDI D-IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Rudi Hamarno, S.Kep., Ns., M.Kep. Tutik Herawati, S.Kp,MM.
Subjek: Pengaruh, perawatan infus, phlebitis, rawat inap
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pengaruh Perawatan Infus Terhadap Kejadian Phlebitis Pada Pasien Rawat Inap Di RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. Bramunanto Suprayoga (2018). Program Studi D-IV Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Rudi Hamarno, S.Kep., Ns., M.Kep. Pembimbing Pendamping: Tutik Herawati, S.Kp,MM. Kata Kunci: Pengaruh, perawatan infus, phlebitis, rawat inap Pencegahan phlebitis tidak hanya berfokus pada saat pemasangan infus saja, akan tetapi sesudahnya pemasangan infus harus dilindungi sepenuhnya dari terjadinya komplikasi. Mencegah dan meminimalkan efek dari terapi intravena terutama terjadinya phlebitis maka perawatan infus harus diupayakan secara optimal. Perawat yang memperhatikan prinsip aseptic, dapat mengurangi kejadian phlebitis (Brunner & Suddarth, 2001). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perawatan pemasangan infus terhadap kejadian phlebitis pada pasien rawat inap di RSUD dr. R. Soedarsono kota Pasuruan. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian pre eksperimental dengan besar sampel berjumlah 20 orang serta menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara static-group comparison design kepada pasien rawat inap masing-masing 10 pasien untuk kelompok perlakuan dan 10 pasien untuk kelompok kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi yang disesuaikan dengan kriteria tanda dan skala phlebitis. Pengolahan data menggunakan teknik analitik komparatif dengan uji Chi Kuadrat. Hasil penelitian pada kelompok perlakuan menunjukkan kejadian phelbitis pada pasien rawat inap sejumlah 10% terjadi phlebitis dan 90% tidak terjadi phlebitis. Pada kelompok kontrol 70% terjadi phlebitis dan 30% tidak terjadi phlebitis, serta nilai signifikan 0.006 yang menyatakan ada pengaruh perawatan infus terhadap kejadian phlebitis pada pasien rawat inap. Saran yang dapat diajukan kepada peneliti selanjutnya adalah faktor penyebab terbesar phlebitis dan meneliti pencegahan phlebitis yang lainnya.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENGARUH PERENDAMAN DALAM LARUTAN CUKA DAN LARUTAN GARAM TERHADAP KEAMANAN PANGAN TAHU DI PASAR TRADISIONAL DAN SWALAYAN DI KOTA SIDOARJO

Lihat Detail Karya
Penulis: SHELLA RIZQI OKTAVIANA RAHMI
NIM: 1503000096
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Maryam Razak STP, M.Si
Subjek: tahu, cuka, garam, goreng, kukus, kadar formalin
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Shella Rizqi Oktaviana Rahmi, 2018. Pengaruh Perendaman dalam Larutan Cuka dan Larutan Garam terhadap Keamanan Pangan Tahu di Swalayan dan Pasar Tradisional di Kota Sidoarjo (Kajian Kandungan Formalin) (Dibawah bimbingan Maryam Razak STP, M.Si). Keamanan pangan adalah jaminan bahwa pangan tidak akan menyebabkan bahaya kepada konsumen jika disiapkan atau dimakan sesuai dengan maksud dan penggunaannya (FAO/WHO 1997). Tjiptaningdyah (2010) mengenai studi keamanan pangan pada tahu putih yang beredar di pasar Sidoarjo menunjukkan bahwa 62,85% tahu putih yang beredar di pasar tradisional mengandung formalin, sedangkan jumlah tahu yang mengandung formalin yang berasal dari pasar modern lebih tinggi, yaitu mencapai 77,77%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh perendaman dalam larutan cuka dan larutan garam terhadap keamanan pangan tahu di swalayan dan pasar tradisional di kota Sidoarjo ditinjau dari kajian kandungan formalin. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – Mei 2018 dengan mengambil 16 sampel tahu terdiri dari 8 tahu putih dan 8 tahu kuning di empat swalayan dan empat pasar tradisional kota Sidoarjo untuk, yaitu: Lippo Plaza, Transmart, Hero, dan Giant, dan pasar tradisional yaitu : Pasar Sidoarjo, Pasar Larangan, Pasar Tanggulangin, dan Pasar Porong. Jenis penelitian adalah experimental yaitu adanya percobaan atau trial dengan bentuk bentuk The One Group Pretest – Posttest Design. Penelitian ini menggunakan uji kualitatif dengan metode Test Kit Formalin dan uji kuantitatif dengan metode Reflectometer. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji kualitatif yang positif mengandung formalin terdapat pada 10 tahu (62%), terdiri dari 6 tahu putih dan 4 tahu kuning. Hasil uji kuantitatif menunjukkan bahwa kadar formalin setelah dilakukan perlakuan dengan perendaman dalam larutan cuka dan larutan garam dengan pengolahan digoreng dan dikukus berkisar 0,86 – 1,81 ppm (31 – 49%) dengan penurunan kadar formalin berkisar 1,79 – 2,22 ppm (51 – 69%) pada tahu putih dan 0,70 – 1,19 ppm (33 – 54%) dengan penurunan kadar formalin berkisar 0,99 – 1,42 ppm (46 – 67%) pada tahu kuning. Hasil penurunan tertinggi setelah perlakuan terdapat pada perendaman pada larutan garam dengan pengolahan dikukus berkisar antara 1,91 – 2,22 ppm (60 – 69%). Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap perendaman dalam larutan cuka dan larutan garam dengan waktu perendaman lebih lama terhadap semua sampel yang positif mengandung formalin dan penelitian selanjutnya dapat menggunakan bahan lain, misalnya direndam dengan air leri (air rendaman beras) untuk menurunkan kadar formalin pada tahu. Kata Kunci : tahu, cuka, garam, goreng, kukus, kadar formalin
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENGARUH PIJAT EFFLEURAGE PADA NYERI HIS ROYAN ( AFTERPAIN) IBU POSTPARTUM MULTIPARA

Lihat Detail Karya
Penulis: SITI ZULIARTI
NIM: 1602420009
Program Studi: PROGRAM STUDI D IV KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Erni Dwi Widyana, SST., M.Kes
Subjek: ibu postpartum, nyeri his royan, pijat effleurage
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Zuliarti, Siti, 2017. Pengaruh Pijat Eflleurage Terhadap Nyeri His Royan (Afterpain) Ibu Postpartum Multipara. Skripsi. Pembimbing Utama: Erni Dwi Widyana, SST., M.Kes Nyeri his royan (afterpain) merupakan nyeri yang dialami oleh ibu postpartum akibat kontraksi otot miometrium dalam proses involusi uterus. Nyeri his royan lebih banyak dirasakan pada ibu postpartu multipara. Penanganan nyeri dapat dilakukan dengan terapi farmakologis dan non farmakologis. Pemijatan effleurage merupakan salah satu terapi non farmakologi yang membantu mengatasi rasa nyeri. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh pijat effleurage terhadap nyeri his royan (afterpain). Penelitian ini merupakan jenis analisis korelatif menggunakan rancangan pra-eksperimen dengan desain one grup pretest posttest. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan quota sampling dengan jumlah populasi 39 orang dan jumlah responden sebesar 37 orang ibu postpartum multipara di RB As-Syifa Husada, Poncokusumo Malang. Instrumen dalam penelitian ini adalah visual describe scale (VDS). Pada penelitian ini didapatkan nyeri sebelum pemijatan adalah nyeri sedang sebanyak 67,57%.Setelah pemijatan didapatkan jumlah ibu yang mengalam nyeri ringan sebanyak 97,3%. Hasil uji menggunakan wilcoxon sign rank test menunjukan nilai z = -5,460, dan nilai ρvalue=0,000 ≤ 0.05 (α). Hasil ini menunjukan bahwa H1 diterima yang berarti ada pengaruh teknik pijat effleurage terhadap perubahan nyeri pada ibu postpartum multipara. Diharapkan ibu postpartum dan keluarga agar dapat menggunakan teknik pijat effleurage sehingga dapat membantu kenyamanan diri. Kata kunci : ibu postpartum, nyeri his royan, pijat effleurage
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENGARUH SELF CARE EDUCATION TERHADAP SIKAP TENTANG WOMEN’S BODY CARE PADA REMAJA PEREMPUAN KELUARGA TKW DI MTSN SAMPUNG PONOROGO

Lihat Detail Karya
Penulis: ALFI ZAMILUL HANIAH
NIM: 1402450050
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Wandi, S.Kep., Ners., M.Pd. Naimah, SKM., M.Kes.
Subjek: Women’s Body Care, Kesehatan reproduksi, self care education, sikap
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Alfi. 2018. Pengaruh Self Care Education Terhadap Sikap Tentang Women’s Body Care Pada Remaja Perempuan Keluarga TKW di MTsN Sampung Ponorogo. Skripsi Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Wandi, S.Kep., Ners., M.Pd. Pembimbing II: Naimah, SKM., M.Kes. Women’s body care merupakan tindakan untuk memelihara kesehatan tubuh yang didalamnya terdapat cara merawat tubuh yang baik untuk perempuan. Di keluarga TKI terjadi substitusi pola asuh anak dari ibu ke saudara yang membuat proses pemberian informasi pada remaja perempuan mengalami hambatan sehingga mempengaruhi sikap remaja terhadap women’s body care. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh self care education terhadap sikap tentang women’s body care pada remaja tersebut. Metode yang digunakan adalah Quasi Eksperimental desain dengan rancangan penelitian one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswi MTsN Sampung yang ibunya bekerja sebagai TKW di luar negeri serta tidak mempunyai kakak perempuan berjumlah 31 orang dan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner sikap Women’s Body Care. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan sikap responden dari yang semula negatif menjadi positif. Berdasarkan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test dengan a = 0,05 didapatkan p=0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan sikap setelah dilakukan self care education namun demikian belum dapat dikatakan sepenuhnya berpengaruh bagi perubahan sikap keluarga TKW. Perubahan sikap dipengaruhi oleh pengalaman pribadi, emosional, media massa, dan pendidikan. Saran bagi responden untuk mempertahankan sikap positif yang telah terbentuk agar berdampak positif pada kesehatannya. Kata kunci : Women’s Body Care, Kesehatan reproduksi, self care education, sikap
Cover KTI
2018

PENGARUH SENAM TAI CHI CHIKUNG TERHADAP GANGGUAN TIDUR (INSOMNIA) WANITA PREMENOPAUSE DI DESA TALANGAGUNG KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ELMA FITRIAN
NIM: 1402450034
Program Studi: PRODI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Isman Amin, SKM.,M.Kes. Asworoningrum, SST., M.Keb.
Subjek: Senam Tai Chi Chikung, Insomnia Wanita Premenopause
Cover KTI
2018

PENGARUH SOP PENGEMBALIAN DOKUMEN RM TERHADAP WAKTU PENGEMBALIAN DOKUMEN RM RAWAT JALAN DI PUKESMAS CIPTOMULYO

Lihat Detail Karya
Penulis: Ruth Agustin Panglipur Rahayu
NIM: 1504000060
Program Studi: PRODI D-III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: dr. Endang Sri Dewi Hastuti Suryandari, M.QIH.
Subjek: SOP, Medical Record, Returns Medical Record Document
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ruth. 2018. Pengaruh SOP Pengembalian Dokumen RM Terhadap Waktu Pengembalian Dokumen RM Rawat Jalan Di Pukesmas Ciptomulyo. Laporan Tugas Akhir, Jurusan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: dr Endang Sri Dewi H.S., M.QIH. Salah satu mutu pelayanan penyimpanan pada sistem rekam medis adalah ketepatan pengembalian dokumen rekam medis. Kegiatan pengembalian dokumen rekam medis di Puskesmas Ciptomulyo dilakukan oleh dokter dan perawat tanpa memiliki pedoman prosedur dan standar waktu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang SOP dan mengetahui waktu pengembalian dokumen rekam medis sebelum dan sesudah adanya SOP Pengembalian Dokumen Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Ciptomulyo. Rancangan penelitian ini menggunakan Pre-eksperimental One group pretest prottest dengan membandingkan hasil pengukuran waktu pengembalian DRM sebelum dan sesudah adanya SOP Pengembalian DRM. Variabel Independt pada penelitian ini adalah SOP Pengembalian Dokumen Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Ciptomulyo, sedangkan Variabel Dependt adalah waktu pengembalian DRM rawat jalan sebelum dan sesudah adanya SOP Pengembalian. Instrumen pada penelitian ini adalah checklist pengukuran waktu, logbook, lembar feedback, pedoman fgd, stopwacth, kamera, kalkulator dan Kuisoner. Jumlah sampel 150 DRM. Hasil penelitian ini adalah SOP Pengembalian DRM rawat Jalan dengan dilakukan uji Independen T-test dan didapatkan nilai p= 0,001 signifikan dan terdapat peningkatan rata-rata waktu pengembalian DRM sebelum dan sesudah adanya SOP. Sebagai saran agar SOP Pengembalian DRM Rawat Jalan dapat menjadi pedoman di dalam kegiatan pengembalian dokumen rekam medis rawat jalan di Puskemas Ciptomulyo Kata kunci : SOP, Rekam Medis, Pengembalian Dokumen Rekam Medis
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENGARUH SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP VITAL SIGN PADA PASIEN GAGAL GINJAL DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Lihat Detail Karya
Penulis: RIZKY NUR EVINDA
NIM: 1401460032
Program Studi: PROGRAM STUDI D-IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Sulastyawati, S.Kep., Ns, M.Kep. , Nurul Hidayah, S.Kep., Ns, M.Kep.
Subjek: Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), pasien gagal ginjal
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rizky Nur Evinda. 2018. Pengaruh Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap Vital Sign pada Pasien Gagal Ginjal di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Program Studi D-IV Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Sulastyawati, S.Kep., Ns, M.Kep. Pembimbing II: Nurul Hidayah, S.Kep., Ns, M.Kep. Kata Kunci: Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), pasien gagal ginjal, vital sign. Pada pasien gagal ginjal terjadi peningkatan vital sign. Apabila vital sign tidak diturunkan akan menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung dan stroke. Salah satu cara untuk menurunkan vital sign pada pasien gagal ginjal adalah pemberian relaksasi, yaitu Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap vital sign pada pasien gagal ginjal di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan time series design. Sampel berjumlah 29 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi Metode analisa data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan hampir seluruhnya vital sign tidak stabil dan sesudah perlakuan sebagian besar kurang stabil. Berdasarkan Uji Wilcoxon nilai signifikan 0,000 yang artinya terdapat pengaruh Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap vital sign pada pasien gagal ginjal sehingga teknik relaksasi ini dapat dijadikan sebagai terapi komplementer untuk pasien gagal ginjal yang mengalami peningkatan vital sign.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

Pengaruh Standar Prosedur Operasional Terhadap Kepatuhan Petugas Dalam Penggunaan Tracer Di Puskesmas Dinoyo Kota Malang

Lihat Detail Karya
Penulis: Dianisa Fadila
NIM: 1504000031
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Drg. Rinawati Basuki, M.Kes
Subjek: tracer, kepatuhan, rekam medis, petunjuk keluar
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dianisa Fadila, 2018. “Pengaruh Standar Prosedur Operasional Terhadap Kepatuhan Petugas Dalam Penggunaan Tracer Di Puskesmas Dinoyo Kota Malang”. (Dibawah bimbingan Ibu Drg. Rinawati Basuki, M.Kes.) Penelitian ini bertujuan untuk meng.etahui kepatuhan petugas dalam penggunaan tracer sebelum dan sesudah adanya Standar Prosedur Operasional di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design One Group Pretest-Posttest, instrument penelitian dengan menggunakan lembar Checklist dengan skala yang digunakan adalah ordinal. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 134 dokumen rekam medis yang keluar dari rak penyimpanan. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional yaitu dengan cara peneliti melakukan observasi dan pengamatan untuk mengetahui penggunaan tracer yang dilakukan oleh petugas di bagian filing. Hasil yang didapat setelah tersedianya SPO adalah meningkat dari 0% menjadi 54%. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Komogorov-Smirnov Z atau biasa disebut Uji Z dan hasil yang didapat adalah Sig 0,000. Hasil ini kurang dari 0,05 yang artinya H0 ditolak atau H1 diterima, yang artinya bahwa terdapat perbedaan penggunaan tracer sebelum dan sesudah diterapkannya Standar Prosedur Operasional. Kata Kunci : tracer, kepatuhan, rekam medis, petunjuk keluar
Cover KTI
2018

PENGARUH TOPIKAL EKSTRAK GEL LIDAH BUAYA aloevera KONSENTRASI 10%, DAN 20% TERHADAP GAMBARAN MAKROSKOPIS LUKA BAKAR GRADE II PADA TIKUS GALUR WISTAR

Lihat Detail Karya
Penulis: RIRIS WAHYU ANGGRAINI
NIM: 1401460011
Program Studi: PROGRAM STUDI D IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Hurun Ain, S.Kep., Ns, M.Kep. , Sumirah Budi Pertami, S.Kp., M.Kep.
Subjek: Gambaran makroskopi luka, luka bakar derajat II, ekstra gel lidah buaya
Lihat Abstraksi
Pengaruh Topikal Ekstra Gel Lidah Buaya aloe vera Konsentrasi 10%, Dan 20% Terhadap Gambaran Makroskopis Luka Bakar Grade II Pada Tikus Galur Wistar (Rattus norvergicus). Riris Wahyu Anggraini (2018) Program Studi D IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Hurun Ain, S.Kep., Ns, M.Kep. (Pendamping) Sumirah Budi Pertami, S.Kp., M.Kep. Kata Kunci :Gambaran makroskopi luka, luka bakar derajat II, ekstra gel lidah buaya Kasus luka bakar fase akut merupakan suatu bentuk kasus trauma kritis dengan angka mortalitas tinggi, yang memerlukan perhatian secara khusus. Lidah buaya memiliki kandungan zat aktif saponin yang bersifat antiseptic dan glukomanan sebagai pertumbuhan fibroblast yang dapat membantu proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemberian ekstrak gel lidah buaya terhadap penyembuhan luka bakar derajat dua.Ekstrak dibuat dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus putih galur wistar jantan (Rattus norvergicus) yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok aloe vera 10%, aloe vera 20%, kelompok kontrol Silversulfadiazine1% dan NaCl 0,9%. Parameter yang diamati gambaran makroskopis (warna, luas dan ada tidaknya eksudat). Semua data diolah dan dianalisis statistik mengunakan SPSS 23. Hasil analisis statistik uji Paired-Samples T-Test dan uji Independent T-test menunjukan bahwa luas luka antara kelompok aloe vera 10% dan 20%, Silversulfadiazine1% dan NaCl 0,9% tidak terdapat perbedaan yang bermakna (P>0,05). Jadi dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Aloe vera 10% dan 20% memiliki efek yang sama dengan Silver Sulfadiazine 1% dalam hal penyembuhan luka bakar dan diaplikasikan kepada manusia sebagai alternatif perawatan luka bakar dengan harga yang relatif murah.
Cover KTI
2018

PENGARUH TOPIKAL GEL LIDAH BUAYA (Aloe vera) KONSENTRASI 10%,20% TERHADAP KADAR LIMFOSIT, MONOSIT TIKUS GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) PADA LUKA BAKAR DERAJAT II

Lihat Detail Karya
Penulis: ROISATUL HUSNIYAH
NIM: 1401460017
Program Studi: PRODI DIV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Sulastyawati, S.Kep., Ns, M.Kep. , Nurul Hidayah, S.Kep., Ns, M.Kep.
Subjek: Luka Bakar, Gel Lidah Buaya, Limfosit, Monosit
Lihat Abstraksi
Pengaruh Topikal Gel Lidah Buaya (Aloe vera) Konsentrasi 10%,20% terhadap Kadar Limfosit, Monosit Tikus Galur Wistar (Rattus norvegicus) pada Luka Bakar Derajat II. Roisatul Husniyah (2018). Skripsi. Eksperimental. Program Studi DIV Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dosen Pembimbing: Sulastyawati, S.Kep., Ns, M.Kep., Nurul Hidayah, S.Kep., Ns, M.Kep. Luka bakar merupakan respon jaringan kulit terhadap trauma suhu yang menyebabkan infeksi, ulkus, morbiditas, dan kematian pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh topikal gel Lidah buaya (Aloe vera) konsentrasi 10%,20% terhadap kadar limfosit, monosit tikus galur wistar (Rattus norvegicus) pada luka bakar derajat II. Penelitian ini menggunakan desain Eksperimental dengan sampel 60 tikus terbagi dalam 4 kelompok; kelompok NaCl 0,9%, kelompok Silver Sulfadiazine 1%, kelompok Aloe vera 10%, dan kelompok Aloe vera 20%. Masing-masing kelompok akan dilakukan pengambilan sampel darah lengkap pada hari ke 4, 8, 12. Semua data diolah dan dianalisis statistik menggunakan SPSS 23. Hasil penelitian berdasarkan uji Independent T-test dan Paired T-test menunjukkan bahwa hasil perbandingan rerata kadar limfosit dan monosit antara kelompok NaCl 0,9%, Silver Sulfadiazine 1%, Aloe vera 10%, dan Aloe vera 20% tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p>0,05). Jadi dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Aloe vera 10% dan 20% memiliki efek yang sama dengan Silver Sulfadiazine 1% dalam hal penyembuhan luka bakar yang dinilai dari kadar limfosit dan monosit. Kata Kunci: Luka Bakar, Gel Lidah Buaya, Limfosit, Monosit  
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan