Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3651–3660 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENGARUH PEMBERIAN BISKUIT TEMPE-KELOR TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA DAN TOTAL KOLESTEROL DARAH PADA TIKUS WISTAR GIZI KURANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Dhaesty Putri Purnama
NIM: 1403410038
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita dan I Komang Suwita
Subjek: Pengaruh Pemberian Biskuit Tempe Kelor, Kadar Total Kolesterol dan Kadar Trigliserida
Lihat Abstraksi
ABSTRAK DHAESTY PUTRI PURNAMA, 2018. Pengaruh Pemberian Biskuit Tempe-Kelor Terhadap Kadar Total Kolesterol dan Trigliserida Pada Tikus Gizi Kurang.Pembimbing : Theresia Puspita dan I Komang Suwita. Penilaian status gizi selain dengan pemeriksaan antropometri dapat juga dilakukan dengan pemeriksaan biokimia. Pemeriksaan biokimia yan sering digunakan adalah teknik pengukuran kandungan berbagai zat gizi dan substansi kimia lain dalam darah dan urin. Pemeriksaan tersebut bisa dilakukan dengan profil lipid (total kolesterol dan trigliserida). Kolesterol berperan sebagai senyawa yang membangun sel serta sebagai bahan dasar untuk pembentukan hormon. Pada anak gizi kurang, kadar albumin dalam darah juga akan rendah yang akan menyebabkan terganggunya metabolisme protein, lemak dan karbohidrat sehingga pertumbuhan terhambat (Murray dkk., 2006). Terdapat berbagai macam cara untuk menanggulangi masalah gizi kurang, salah satunya adalah melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang tepat, yaitu makanan dari pangan lokal yang mengandung energi dan protein yang tinggi serta mampu memenuhi zat gizi lainnya (Kusharto, dkk., 2009). Biskuit dapat memenuhi kebutuhan khusus manusia, salah satunya adalah kebutuhan gizi anak gizi kurang jika dilakukan substitusi tepung daun kelor dan tepung tempe terhadap pembuatan biskuit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahai pengaruh pemberian biskuit tempe-kelor terhadap trigliserida dan total kolesterol pada tikus wistar gizi kurang. Desain Penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan, dimana pada penelitian ini memiliki variabel bebas dan variabel terikat dimana pengumpulan datanya dilakukan bersamaan. Penelitian ini menunjukkan rata-rata asupan tikus mengalami peningkatan dan penurunan, pada tikus yang diberi ransum normal dan biskuit tempe-kelor setiap tahap mengalami peningkatan yang juga berpengaruh pada berat badan tikus cenderung meningkat yaitu sebesar 67,6 + 8,5 gram, hal ini menunjukkan adanya perbedaan secara signifikan (p<0,05) pada berat badan tikus antar kelompok perlakuan. Sedangkan pada Total kolesterol dan Trigliserida didapatkan uji Oneway Anova pada tingkat kepercayaan 95%, hasil analisis diketahui bahwa tidak ada pengaruh pada pemberian ransum normal, ransum rendah protein dan biskuit tempe kelor (p>0,05). Perlu adanya penelitian lanjutan mengenai pemberian biskuit ikan-kelor terhadap total kolesterol dan trigliserida pada tikus gizi kurang untuk mengetahaui perbandingan antara biskuit tempe-kelor dan ikan-kelor sebagai pangan lokal yang berpotensi untuk anak gizi kurang. Kata Kunci : Pengaruh Pemberian Biskuit Tempe Kelor, Kadar Total Kolesterol dan Kadar Trigliserida
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENGARUH PEMBERIAN BISKUIT TEMPES KELOR TERHADAP PERUBAHAN KADAR ZINC PADA RAMBUT ANAK BALITA STUNTING 12-60 BULAN DI DESA ARGOSARI KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FIKI AGUSTIN
NIM: 1403410055
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV
Dosen Pembimbing: Ibnu Fajar dan Hasan Aroni.
Subjek: biskuit tempe kelor, kadar zinc rambut, anak balita stunting.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK FIKI AGUSTIN. 2018. Pengaruh Pemberian Biskuit Tempe Kelor Terhadap Perubahan Kadar Zinc Pada Rambut Anak Balita Stunting 12 – 60 Bulan Di Desa Argosari Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Pembimbing: Ibnu Fajar dan Hasan Aroni. Stunting didefinisikan sebagai keadaan tubuh yang pendek dan sangat pendek hingga melampaui defisit –2 SD di bawah median panjang atau tinggi badan (Manary, et al., 2009). Prevalensi stunting di Indonesia tahun 2017 adalah 29,6% (Kemenkes, 2018), di Provinsi Jawa Timur tahun 2017 prevalensi stunting sebesar 26,7%, dan prevalensi stunting di Kota Malang tahun 2017 sebesar 8,6% (Kemenkes, 2018), sedangkan prevalensi balita stunting di Desa Argosari Kecamatan Jabung, Malang sebesar 22% dari total balita di Desa Argosari (Pemantauan Status Gizi Puskesmas Jabung, 2018). Pemberian PMT disamping nilai biologis juga harus memperhatikan kebiasaan makan masyarakat setempat (Soenaryo, 2014), untuk itu tempe dan kelor dapat dijadikan sebagai bahan baku pengembangan PMT. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian biskuit tempe kelor terhadap perubahan kadar zinc pada rambut anak balita stunting 12-60 bulan di Desa Argosari Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Desain penelitian ini adalah Pra-Experiment Design dengan menggunakan “One-Shot Case Study”. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei – Juni 2018. Sampel penelitian yang sesuai dengan kriteria penelitian sebanyak 16 anak balita stunting berusia 12-60 Bulan. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan hasil uji paired sample t-test dengan nilai p sebesar 0.334 (p>0.05) yang berarti tidak ada pengaruh yang signifikan pemberian biskuit tempe kelor terhadap kadar zinc pada rambut anak balita stunting, akan tetapi masih mengalami kenaikan kadar zinc pada rambut anak balita stunting sebesar 63 ppm dengan nilai rata-rata sebelum intervensi sebesar 395,12 ppm menjadi 458,12 ppm sesudah pemberian biskuit tempe kelor dengan rata-rata berat biskuit tempe kelor yang dihabiskan selama 1 bulan yaitu dengan berat ± 50 gram setiap harinya. Kata Kunci: biskuit tempe kelor, kadar zinc rambut, anak balita stunting.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENGARUH PEMBERIAN CAIRAN INFUS HANGAT TERHADAP WAKTU PULIH SADAR PADA PASIEN POST OP DENGAN GENERAL ANESTESI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD MARDI WALUYO BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: BIMA RAGIL PRANATA
NIM: 1401460051
Program Studi: PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Sumirah Budi Pertami, S.Kp., M.Kep. , Sulastyawati, S.Kep., Ns, M.Kep.
Subjek: Waktu Pulih Sadar, Cairan Infus, Anestesi Umum, Infus Warmer
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pengaruh Pemberian Cairan Infus Hangat Terhadap Waktu Pulih Sadar Pada Pasien Post Operasi Dengan General Anestesi Di Instalasi Bedah Sentral RSUD Mardi Waluyo Blitar. Bima Ragil Pranata (2018). Program Studi D-IV Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Sumirah Budi Pertami, S.Kp., M.Kep. Pembimbing Pendamping: Sulastyawati, S.Kep., Ns, M.Kep. Kata Kunci: Waktu Pulih Sadar, Cairan Infus, Anestesi Umum, Infus Warmer Penatalaksanan pada pasien post operasi dengan general anestesi sangatlah perlu diperhatikan. Pasien post operasi dengan general anestesi yang tidak dikelola dengan tepat bisa mengalami keterlamabatan pulih sadar. Keterlambatan pulih sadar post operasi bisa disebabkan oleh pemberian cairan infus yang dingin yang bisa mengakibatkan hipotermi. Hipotermi post operasi dapat diatasi dengan penghangatan cairan infus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cairan infus hangat terhadap waktu pulih sadar pada pasien post operasi dengan general anestesi di RSUD Mardi Waluyo Blitar. Design penelitian yang digunakan adalah Quasy-eksperimental dengan menggunakan metode one-shot case study dengan sampel 15 orang kelompok perlakuan diberikan penghangat cairan infus dan 15 orang kelompok kontrol diberikan cairan infus tanpa penghangat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh kelompok perlakuan kembali pulih sadar dalam jangka waktu yang normal, sedangkan pada kelompok kontrol hampir seluruhnya (87%) mengalami pulih sadar yang normal dan sebagian kecil (13%) mengalami keterlambatan pulih sadar. Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney didapatkan hasil nilai signifikansi sebesar 0,007 yang berarti nilai signifiksi lebih besar dari α = 0,05 (0,007<0,05) artinya ada pengaruh pemberian cairan infus hangat terhadap waktu pulih sadar pada pasien post operasi dengan general anestesi di instalasi bedah sentral di RSUD Mardi Waluyo Blitar. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya yaitu disarankan untuk meneliti pengaruh jumlah dosis obat serta lama anestesi.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI KANKER SERVIKS PADA WUS TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MELAKUKAN PEMERIKSAAN IVA DI PUSKESMAS PAGAK

Lihat Detail Karya
Penulis: KHUROTUL AINI NOVITASARI
NIM: 1602420031
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Rita Yulifah, S.Kp., M.Kes. Isman Amin, SKM., M.Kes.
Subjek: pemberian informasi, kanker serviks, pengambilan keputusan, pemeriksaan IVA
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Novitasari, Khurotul Aini, 2017. Pengaruh Pemberian Informasi Kanker Serviks Pada WUS terhadap Pengambilan Keputusan untuk Melakukan Pemeriksaan IVA di Puskesmas Pagak, Kabupaten Malang. Skripsi Program Studi D-IV Kebidanan Malang. Pembimbing Utama : Rita Yulifah, S.Kp., M.Kes. Pembimbing Pendamping : Isman Amin, SKM., M.Kes. Kanker Serviks menempati urutan kedua setelah kanker payudara yang ditemukan pada wanita di seluruh dunia dengan 500.000 kasus baru dan 270.000 kasus kematian setiap tahunnya. Alasan utama meningkatnya kanker tersebut karena kurangnya pengetahuan dan pemanfaatan program penapisan secara efektif sebagai langkah awal deteksi dini melalui pemberian informasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian informasi kanker serviks terhadap pengambilan keputusan untuk melakukan pemeriksaan IVA. Desain penelitian adalah pra eksperimental dengan one grup pretest posttest design, sampel penelitian didapatkan sebanyak 42 WUS dengan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuisoner dan dianalisis dengan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test dengan α (0,05); df= 42-1 didapatkan nilai Z hitung (3,464) > Z tab (2,021). Sehingga Ho ditolak sehingga ada pengaruh pemberian informasi kanker serviks terhadap pengambilan keputusan untuk melakukan pemeriksaan IVA. Berdasarkan penelitian tersebut hendaknya menjadi bahan pertimbangan puskesmas untuk lebih mengefektifkan kegiatan pemberian informasi dengan menggunakan media. Kata kunci : pemberian informasi, kanker serviks, pengambilan keputusan, pemeriksaan IVA
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENGARUH PEMBERIAN KARTU MONITOR GIZI IBU HAMIL TERHADAP KONSUMSI MAKANAN IBU HAMIL, PENINGKATAN BERAT BADAN IBU HAMIL, STATUS GIZI IBU HAMIL, DAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DI DESA NGENEP KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: TANTRI CAHYANI
NIM: P17111175007
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: I Nengah Tanu Komalyna dan Sugeng Iwan Setyobudi
Subjek: kartu monitor gizi ibu hamil, BBLR, konsumsi makan ibu hamil, peningkatan BB ibu hamil, status gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK TANTRI CAHYANI. 2018. Pengaruh Pemberian Kartu Monitor Gizi Ibu Hamil Terhadap Konsumsi Makanan Ibu Hamil, Peningkatan Berat Badan Ibu Hamil, Status Gizi Ibu Hamil, dan Berat Badan Lahir Bayi di Desa Ngenep Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Pembimbing : I Nengah Tanu Komalyna dan Sugeng Iwan Setyobudi Indonesia sebagai negara berkembang, masih memiliki Angka Kematian Bayi (AKB) yang tinggi. Lebih dari 20 juta bayi yaitu sebesar 15,5% dari seluruh kelahiran mengalami BBLR yang lahir setiap tahun dan 96,5% diantaranya terjadi di negara berkembang, 11,6% dari total BBLR di seluruh dunia terdapat di Asia Tenggara (WHO, 2014). Sementara jumlah kasus BBLR di wilayah kerja Puskesmas Karangploso pada tahun 2017 yaitu sebanyak 51 kasus dari 1091 bayi lahir hidup. Kartu monitor gizi ibu hamil diharapkan merupakan salah satu solusi untuk membantu monitoring dan evaluasi gizi para ibu hamil di masyarakat. Tujuan umum dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh pemberian kartu monitor gizi ibu hamil terhadap konsumsi makanan ibu hamil, peningkatan berat badan ibu hamil, status gizi ibu hamil, dan berat badan lahir bayi di desa Ngenep Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Metode penelitian ini adalah pre-experimental dengan desain one group pretest posttest. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret - Juni 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan positif pada pemberian kartu monitor gizi ibu hamil terhadap konsumsi makanan ibu hamil dengan rata-rata peningkatan konsumsi makanan pokok sebesar 0,9%, konsumsi makan lauk nabati sebesar 1%, konsumsi makan lauk hewani sebesar 1,2%, konsumsi makan sayuran sebesar 1,6%, konsumsi makan buah sebesar 1,3%, konsumsi susu sebesar 0,5%, rata-rata peningkatan berat badan sebesar 1,7 kg, rata-rata peningkatan status gizi sebesar 0,9% dan semua responden (100%) melahirkan bayi dengan berat badan lahir normal. Kartu monitor gizi ini sangat baik dipergunakan untuk memonitor konsumsi makan, berat badan dan status gizi ibu hamil. Bagi petugas kesehatan Puskesmas Karangploso, dapat dilakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan konsumsi makan ibu hamil, peningkatan berat badan, dan status gizi dengan media kartu monitor gizi ibu hamil agar konsumsi makan, berat badan, dan status gizi ibu hamil dapat tercatat selama hamil. Kata kunci : kartu monitor gizi ibu hamil, BBLR, konsumsi makan ibu hamil, peningkatan BB ibu hamil, status gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENGARUH PEMBERIAN KARTU SEHAT REMATRI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN, TINGKAT KONSUMSI ENERGI, PROTEIN, Fe, VITAMIN C, TABLET TAMBAH DARAH DAN STATUS GIZI PADA REMATRI DI SMPN 1 NGAJUM KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ZANA EKA MAYANG SARI
NIM: P17111175014
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: I Nengah Tanu K, DCN., SE.,M.Kes, B. Doddy Riyadi, SKM.,MM
Subjek: kartu sehat,pengetahuan,statuz gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENGARUH PEMBERIAN KARTU SEHAT REMATRI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN, TINGKAT KONSUMSI ENERGI, PROTEIN, FE, VITAMIN C, TABLET TAMBAH DARAH DAN STATUS INFEKSI PADA REMATRI DI SMPN 1 NGAJUM KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MIKE DWI INTIATI
NIM: P17111175017
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Sugeng Iwan Setyobudi dan B. Doddy Riyadi
Subjek: kartu sehat rematri, tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi, tablet tambah darah, infeksi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK MIKE DWI INTIATI. 2018. Pengaruh Pemberian Kartu Sehat Rematri terhadap Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Fe, Vitamin C, Tablet Tambah Darah dan Status Infeksi pada Rematri di SMPN 1 Ngajum Kabupaten Malang. Pembimbing: Sugeng Iwan Setyobudi dan B. Doddy Riyadi. Masalah stunting menjadi masalah yang cukup memprihatinkan di Indonesia. Upaya preventifnya masih jarang dilakukan dan hanya lebih berfokus pada upaya kuratif yang terbilang sudah terlambat. Kartu sehat rematri diharapkan merupakan salah satu solusi untuk media edukasi yang berisi pengetahuan singkat tentang anjuran pola makan, anemia, dan tablet tambah darah. Selain itu juga memuat perkembangan status gizi, status anemia, dan monitoring konsumsi tablet tambah darah pada rematri. Kartu ini bisa digunakan sebagai alat evaluasi secara berkesinambungan. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh pemberian kartu sehat rematri terhadap tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi energi, protein, fe, vitamin c, tablet tambah darah dan status infeksi pada rematri di SMPN 1 Ngajum Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah pre experimental studies dengan rancangan one group pre test-post test design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2018. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi energy, protein, tablet tambah darah dan status infeksi. Sedangkan tingkat konsumsi Fe, dan vitamin C tidak mengalami perbedaan. Hal ini membuktikan bahwa pengetahuan tidak cukup banyak meningkatkan tingkat konsumsi responden. Penggunaan kartu sehat rematri hanya dapat meningkatkan tingkat pengetahuan dan konsumsi tablet tambah darah sehingga disarankan agar diberikan bersama protein hewani dan vitamin C untuk pengoptimalan program penanggulangan anemia gizi besi pada remaja putri. Kata kunci: kartu sehat rematri, tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi, tablet tambah darah, infeksi
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BISKUIT TEPUNG KOMPOSIT JAGUNG TEMPE TERHADAP TINGKAT KONSUMSI ENERGI, PROTEIN, BERAT BADAN DAN STATUS GIZI ANAK USIA SEKOLAH KELAS IV DAN V KURUS DI SDN BAKALAN 02 KECAMATAN BULULAWANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: APRILINA RISMA KARUNIA PRIHATIN
NIM: 1503000036
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: ASTUTIK PUDJIRAHAJU
Subjek: Pemberian makanan tambahan, tingkat konsumsi energi, tingkat konsumsi protein
Lihat Abstraksi
ABSTRAK APRILINA RISMA KARUNIA PRIHATIN, 2018. Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Biskuit Tepung Komposit Jagung Tempe terhadap Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Berat Badan dan Status Gizi Anak Usia Sekolah Kelas IV dan V Kurus di SDN Bakalan 02 Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah, Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: ASTUTIK PUDJIRAHAJU Hasil baseline data tanggal 17 – 23 September 2017 diperoleh prevalensi status gizi kurus pada anak kelas IV dan V SDN Bakalan 02 Kecamatan Bululawang sebesar 11%, lebih tinggi dari angka prevalensi di Kabupaten Malang yaitu sebesar 6.8% (Riskesdas 2013). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pemberian makanan tambahan biskuit tepung komposit jagung tempe terhadap tingkat konsumsi energi, protein, berat badan dan status gizi anak sekolah kurus kelas IV dan V di SDN Bakalan 02 Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang. Metode penelitian menggunakan pre eksperimental dengan desain penelitian one group pre-test post-test design. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Teknologi Pangan Poltekkes Malang dan SDN Bakalan 02 Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang pada bulan Maret-Mei 2018. Sampel penelitian adalah 6 anak usia sekolah kurus, diambil melalui metode purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi pada seluruh siswa kelas IV dan V SDN Bakalan 02. Variabel yang diteliti adalah tingkat konsumsi energi, protein, berat badan dan status gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biskuit komposit jagung tempe 3 kali seminggu selama 4 minggu dengan berat ± 60 g (12 keping) biskuit setiap pemberian, memberi pengaruh yang signifikan terhadap tingkat konsumsi energi (p = 0.031) dan tingkat konsumsi protein (p = 0.017) anak usia sekolah kurus. Tidak memberi pengaruh yang signifikan (p = 0.140) pada perubahan berat badan anak usia sekolah. Pemberian makanan tambahan meningkatkan tingkat konsumsi energi 22.66%, tingkat konsumsi protein 20.83% dan perubahan berat badan sebesar 0.062 kg. Penurunan indeks IMT/U kategori kurus sebesar 66.7%, yaitu setelah pemberian biskuit komposit jagung tempe 3 kali seminggu selama 4 minggu sebanyak 4 dari 6 responden memiliki status gizi normal. Kata kunci : Pemberian makanan tambahan, tingkat konsumsi energi, tingkat konsumsi protein, berat badan dan status gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENGARUH PEMBERIAN PENYULUHAN GIZI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN, TINGKAT KONSUMSI (PROTEIN, ZAT BESI, DAN VITAMIN C) DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA SANTRI REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH ARROHMAH MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FARIDA RAHMA
NIM: 1403410012
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Annasari Mustafa, dan Sutomo Rum Teguh Kaswari.
Subjek: Tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi (protein zat besi vitamin C), kadar hemoglobin
Lihat Abstraksi
ABSTRAK FARIDA RAHMA, 2018. Pengaruh Penyuluhan Gizi terhadap Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi (Protein, Zat Besi, dan Vitamin C) dan kadar Hemoglobin pada Santri Remaja Putri di Pondok Pesantren Hidayatullah Arrohmah Malang. Pembimbing :Annasari Mustafa, dan Sutomo Rum Teguh Kaswari. Prevalensi anemia berdasasarkan karakteristik kelompok umur 14-24 tahun sebesar 18,4%, dan menurut jenis kelamin (perempuan) lebih besar 23,9% (riskesdas, 2013). Menurut data Kemenkes (2013), prevalensi anemia pada remaja putri usia 13-18 tahun sebesar 21,7%, prevalensi yang lebih dari 15% menyebabkan anemia pada remaja putri menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Penelitian yang dilakukan Seameo Recfon (2016) di kabupaten Malang, ditemukan sebanyak 11% remaja putri menderita anemia. Hasil Baseline data di Pondok Pesantren Hidayatullah Arrohmah dari 66 sampel ditemukan sebanyak 23% menderita anemia. Metode penelitian ini merupakan Quasy Eksperiman dengan menggunakan rancangan One Grup Ore Test dan Post test di Pondok pesantren Hidayatullah Arrohmah Malang pada bulan September-Desember 2017. Sampel sebanyak 66 orang. Pengumpulan data dilakukan 2 kali sebelum dan setelah diberikan penyuluhan gizi kemudian dibandingkan, dengan cara wawancara dan pencatatan data konsumsi makan (food recall dan food records), pengambilan sampel darah vena, pengisian kuisioner. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian penyuluhan gizi terhadap tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi (protein, zat besi dan vitamin C) dan kadar hemoglobin pada santri remaja putri di pondok pesantren Hidayatullah Arrohmah Malang. Hasil penelitian menggunakan uji statistik T-Test menunjukkan ada pengaruh penyuluhan gizi terhadap tingkat pengetahuan p=0,001 (p<0,05), tingkat konsumsi protein p=0,029 (p<0,05), tingkat konsumsi zat besi p=0,021 (p<0,05) dan kadar Hemoglobin p=0,04 (p<0,05) namun penyuluhan gizi tidak berpengaruh secara signifikan pada tingkat konsumsi vitamin C p=0,18 (p>0,05). Perlu dilakukan deteksi dini gejala fisik anemia pada remaja putri melalui program Usaha kesehatan Sekolah (UKS) serta perbaikan menu seimbang. Kata kunci : Tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi (protein zat besi vitamin C), kadar hemoglobin.
Cover KTI
2018

PENGARUH PEMBERIAN PIJAT REFLEKSI TELAPAK KAKI TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT ISLAM MASYITHOH BANGIL

Lihat Detail Karya
Penulis: PUTRI NURMALITASARI
NIM: 1401460002
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Tri Nataliswati, S.Kep., Ns, M.Kep. , Rudi Hamarno, S.Kep., Ns, M.Kep.
Subjek: Post Operasi Sectio Caesarea, Pijat Refleksi Telapak Kaki, Tingkat Nyeri.
Lihat Abstraksi
Pengaruh Pemberian Pijat Refleksi Telapak Kaki Terhadap Tingkat Nyeri Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Islam Masyithoh Bangil. Putri Nurmalitasari (2018). Skripsi. Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing utama Tri Nataliswati, S.Kep., Ns, M.Kep. Pembimbing pendamping Rudi Hamarno, S.Kep., Ns, M.Kep. Kata Kunci: Post Operasi Sectio Caesarea, Pijat Refleksi Telapak Kaki, Tingkat Nyeri. Masalah fisiologis yang sering timbul saat hari pertama post operasi adalah nyeri pada bekas insisi. Salah satu tindakan mandiri keperawatan untuk manajemen nyeri secara non-farmakologis dan merupakan terapi komplementer adalah pijat refleksi telapak kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pijat refleksi telapak kaki terhadap tingkat nyeri pada pasien post operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Islam Masyithoh Bangil. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasy-experiment With Pretest Posttest Control Group Desaign. Subjek penelitian adalah pasien post operasi Sectio Caesarea yang dipilih dengan teknik non probability sampling jenis purposive sampling 30 responden, terbagi menjadi 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol. Rata-rata tingkat nyeri setelah posttest pada kelompok intervensi adalah tingkat nyeri ringan dan pada kelompok kontrol adalah tingkat nyeri sedang. Hasil penelitian uji Wilcoxon untuk menunjukkan ada perbedaan antara tingkat nyeri pretest dan posttest pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol. Hasil uji statistik Mann-Whitney untuk menunjukkan ada perbedaan antara tingkat nyeri posttest pada kelompok intervensi dan posttest pada kelompok kontrol dengan p-value=0,01 (p<0,05). Kesimpulan skripsi ini adalah pijat refleksi telapak kaki berpengaruh terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien post operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Islam Masyithoh Bangil. Saran bagi perawat agar menjadikan pijat refleksi telapak kaki sebagai rekomendasi terapi komplementer karena dapat diberikan pada pasien post operasi Sectio Caesarea untuk menurunkan tingkat nyeri.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan