Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3641–3650 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENGARUH MOIST WOUND HEALING TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA KAKI DIABETES YANG TELAH DILAKUKAN PERAWATAN LUKA DENGAN MODERN DRESSING

Lihat Detail Karya
Penulis: MOH. RAFLIYANDI RAMADHAN
NIM: 1501100075
Program Studi: PROGAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Ekowati Retnaningtyas, S.Kp., M.Kes
Subjek: Pengaruh Moist Wound Healing, Luka kaki, Modern Dressing
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pengaruh Moist Wound Healing Terhadap Proses Penyembuhan Luka Kaki Diabetes yang telah dilakukan Perawatan Luka dengan Modern Dressing. Moh Rafliyandi Ramadhan (2018). Karya Tulis Ilmiah, Deskriptif Observasional, Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang. Pembimbing Dr. Ekowati Retnaningtyas, S.Kp., M.Kes Kata Kunci :Pengaruh Moist Wound Healing, Luka kaki, Modern Dressing Ulkus diabetik merupakan salah satu komplikasi kronik DM yang paling ditakuti. WHO memperkirakan prevalensi global Diabetes Melitus akan meningkat dari 171 juta orang pada tahun 2000 menjadi 366 juta tahun 2030. Salah satu komplikasi dari DM adalah ulkus diabetes yaitu kelainan pada salah satu bagian tubuh mulai dari ulkus sampai gangrene. Penyembuhannya butuh waktu yang lama. Perawatan luka dengan metode modern dressing dapat meningkatkan penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Moist wound healing terhadap luka kaki diabetes dengan modern dressing. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif observasional studi kasus, dengan subyek studi kasus sebanyak 2 responden. Cara pengumpulan data berupa lembar observasi, lembar wawancara tambahan dan foto dokumentasi keadaan luka. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa subyek penelitian 1 mengalami perkembangan luka yang baik, namun tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan pada observasi 3 sampai observasi terakhir. Untuk subyek 2 perkembangan luka yang signifikan pada observasi 2 sampai observasi terakhir. Dari kedua subyek yang melakukan perawatan luka dengan metode modern mengalami perkembangan luka yang cukup cepat. Rekomendasi hasil penelitian disarankan bagi peneliti selanjutnya adalah meneliti citra tubuh pada subyek penelitian.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENGARUH MOIST WOUND HEALING TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA KAKI DIABETES YANG TELAH DILAKUKAN PERAWATAN LUKA DENGAN MODERN DRESSING

Lihat Detail Karya
Penulis: MOH. RAFLIYANDI RAMADHAN
NIM: 1501100075
Program Studi: PROGAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Ekowati Retnaningtyas, S.Kp., M.Kes
Subjek: Pengaruh Moist Wound Healing, Luka kaki, Modern Dressing
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pengaruh Moist Wound Healing Terhadap Proses Penyembuhan Luka Kaki Diabetes yang telah dilakukan Perawatan Luka dengan Modern Dressing. Moh Rafliyandi Ramadhan (2018). Karya Tulis Ilmiah, Deskriptif Observasional, Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang. Pembimbing Dr. Ekowati Retnaningtyas, S.Kp., M.Kes Kata Kunci :Pengaruh Moist Wound Healing, Luka kaki, Modern Dressing Ulkus diabetik merupakan salah satu komplikasi kronik DM yang paling ditakuti. WHO memperkirakan prevalensi global Diabetes Melitus akan meningkat dari 171 juta orang pada tahun 2000 menjadi 366 juta tahun 2030. Salah satu komplikasi dari DM adalah ulkus diabetes yaitu kelainan pada salah satu bagian tubuh mulai dari ulkus sampai gangrene. Penyembuhannya butuh waktu yang lama. Perawatan luka dengan metode modern dressing dapat meningkatkan penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Moist wound healing terhadap luka kaki diabetes dengan modern dressing. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif observasional studi kasus, dengan subyek studi kasus sebanyak 2 responden. Cara pengumpulan data berupa lembar observasi, lembar wawancara tambahan dan foto dokumentasi keadaan luka. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa subyek penelitian 1 mengalami perkembangan luka yang baik, namun tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan pada observasi 3 sampai observasi terakhir. Untuk subyek 2 perkembangan luka yang signifikan pada observasi 2 sampai observasi terakhir. Dari kedua subyek yang melakukan perawatan luka dengan metode modern mengalami perkembangan luka yang cukup cepat. Rekomendasi hasil penelitian disarankan bagi peneliti selanjutnya adalah meneliti citra tubuh pada subyek penelitian.
Cover KTI
2018

PENGARUH PELATIHAN KADER POSYANDU MENGGUNAKAN METODE CERAMAH DENGAN MEDIA BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN DALAM PENIMBANGAN DAN PENCATATAN KMS DI DESA SUKOANYAR KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: KHAIRUNNISA
NIM: 1503000029
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Nengah Tanu Komalyna, DCN., SE., M.Kes
Subjek: Knowledge, skill, Posyandu cadre and booklet
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Khairunnisa’, 2018. “Pengaruh Pelatihan Kader Posyandu Menggunakan Metode Ceramah Dengan Media Booklet Terhadap Pengetahuan Dan Keterampilan Dalam Penimbangan Dan Pencatatan KMS Di Desa Sukoanyar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.” Karya Tulis Ilmiah, Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Pembimbing: I Nengah Tanu Komalyna, DCN., SE., M.Kes) Kemampuan kader dalam memberikan pelayanan kesehatan khususnya melakukan penimbangan dan pencatatan KMS sangat memengaruhi indentifikasi status gizi balita. Lemahnya penguasaan dan keterampilan akan menyebabkan pelaporan yang yang tidak akurat dalam penyusunan perencanaan program kesehatan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam penimbangan dan pencatatan KMS. Penelitian ini merupakan jenis Pra Eksperimental dengan rancangan one group pre test and post test design. Sampel dari penelitian ini adalah 26 kader. Penelitian dilakukan dengan wawancara dan observasi menggunakan kuesioner dan form penilaian. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningatan tingkat pengetahuan meningkat 14,7% sesudah pelatihan, keterampilan penimbangan menggunakan dacin dengan peningkatan 35,9% sesudah pelatihan, keterampilan penimbangan timbangan injak menggunakan dengan peningkatan 17%, keterampilan pencatatan KMS menggunakan dengan peningkatan 16,5%. Tugas utama menjadi kader untuk penimbangan 6 orang (23%) di semua posyandunya dan pencatatan KMS 7 orang (26,9%) di semua posyandunya. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa pelatihan kader posyandu berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan dan tingkat keterampilan sebelum (pre test) dan sesudah (post test) dengan media booklet. Diharapkan bagi kader posyandu sebaiknya bertugas secara bergantiaan pada setiap meja, agar kader posyandu memahami tugas kader disetiap mejanya. Kata kunci : Tingkat pengetahuan, keterampilan, kader posyandu dan booklet
Cover KTI
2018

PENGARUH PELATIHAN PENGISIAN KSPR TERHADAP KETERAMPILAN KADER POSYANDU DALAM DETEKSI DINI KEHAMILAN RESIKO TINGGI

Lihat Detail Karya
Penulis: FITRIANA HARMAN
NIM: P17311175037
Program Studi: DIPLOMA IV Kebidanan (Alih Jenjang)
Dosen Pembimbing: Jupriyono, S.Kp.,M.Kes
Subjek: KSPR Training, Skill of Cadres, Early Detection of High- Risk Pregnancy
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Harman, Fitriana. 2018. Pengaruh Pelatihan Pengisian KSPR Terhadap Keterampilan Kader Posyandu Dalam Deteksi Dini Kehamilan Resiko Tinggi. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang. Pembimbing utama: Jupriyono, S.Kp.,M.Kes. Pembimbing pendamping: Ari Kusmiwiyati, SST., M.Keb. Deteksi dini kehamilan risiko tinggi merupakan hal yang penting bagi ibu hamil. Melalui kegiatan deteksi dini, dapat diketahui secara dini kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi pada ibu hamil. Keberadaan kader posyandu sangat penting dalam deteksi dini tanda dan gejala tanda bahaya pada ibu hamil, namun demikian, belum semua kader memiliki keterampilan dalam deteksi dini kehamilan resiko tinggi. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam deteksi dini kehamilan resiko tinggi adalah dengan melakukan pelatihan pengisian Kartu Skor Poedji Rochjati. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pelatihan pengisian KSPR terhadap keterampilan kader posyandu dalam deteksi dini kehamilan resiko tinggi. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Populasi yang digunakan adalah seluruh kader posyandu di Desa Ampeldento Kecamatan Pakis Kabupaten Malang yang telah memenuhi kriteria inklusi. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan KSPR dan daftar tilik. Berdasarkan uji statistik dengan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 0,05 didapatkan ρ value 0,00 dengan Z-score -4.630. Dengan demikian, hasil penelitian ini menolak H0 yang artinya terdapat pengaruh pelatihan pengisian KSPR terhadap keterampilan kader posyandu dalam deteksi dini kehamilan resiko tinggi. Kata Kunci: Pelatihan KSPR, Keterampilan Kader, Deteksi dini kehamilan resti.
Cover KTI
2018

PENGARUH PELATIHAN PIJAT BAYI TERHADAP KETERAMPILAN IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN PIJAT BAYI DI BPM SUMIDYAH BLIMBING MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: LUKIS FERDIANTI
NIM: P17311175031
Program Studi: DIPLOMA IV Kebidanan Alih Jenjang
Dosen Pembimbing: Rita Yulifah, SKp., M.Kep
Subjek: training, skills, baby massage
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ferdianti, Lukis, 2018. Pengaruh Pelatihan Pijat Bayi Terhadap Keterampilan Ibu Hamil Dalam Melakukan Pijat Bayi Di BPM Sumidyah Blimbing Malang. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Malang. Pembimbing Utama : Rita Yulifah, SKp., M.Kep dan Pembimbing Pendamping : Wandi, S.Kep.Ners., M.Pd Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah pada usia 0-2 tahun karena pada masa ini pertumbuhan dasar akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Pada kenyataannya masih banyak bayi yang mengalami gizi kurang dikarenakan penyerapan nutrisi yang tidak adekuat. Salah satu upaya untuk mengatasinya menstimulasi dengan cara pijat bayi, karena salah satu manfaat pijat bayi yaitu meningkatkan berat badan bayi. Maka penting memberikan pelatihan kepada ibu hamil sebagai kesiapan menjadi seorang ibu dalam merawat bayinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan pijat bayi terhadap keterampilan ibu hamil dalam melakukan pijat bayi. Dengan menggunakan rancangan quasi eksperiment dengan one group pre test-post test design. Sebanyak 13 sampel diambil secara total sampling dari ibu hamil UK 22-30 minggu di BPM Sumidyah Blimbing Malang Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi berupa checklist. Analisis data dilakukan dengan wilcoxon signed rank test. Didapatkan hasil keterampilan ibu hamil sebelum dilakukan pelatihan sebagian besar kurang terampil (61,5%). Keterampilan ibu hamil sesudah diberikan pelatihan adalah terampil sebesar (100%). Hasil uji hipotesis H0 ditolak dengan nilai signifikansi 0,001<0,05. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan berpengaruh terhadap keterampilan ibu hamil di BPM Sumidyah Blimbing Malang, artinya pelatihan mempunyai kontribusi terhadap peningkatan keterampilan seseorang. Diharapkan tenaga kesehatan memberikan tambahan pendidikan pijat bayi pada saat pelaksanaan kelas ibu hamil. Kata Kunci :Pelatihan, Keterampilan, Pijat bayi
Cover KTI
2018

PENGARUH PELATIHAN TUTOR TENTANG PERAWATAN ORGAN REPRODUKSI TERHADAP KEMANDIRIAN TUTOR PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN AL-ITTIHAD PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANISAH SALAMAH
NIM: 1402450041
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Hupitoyo, S.Kp., M.Kes, Asworoningrum Y, SST., M.Keb
Subjek: Kemandirian Tutor, Pelatihan Tutor, Remaja Putri
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Salamah, Anisah. 2018. Pengaruh Pelatihan Tutor tentang Perawatan Organ Reproduksi terhadap Kemandirian Tutor pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Al-Ittihad Poncokusumo Kabupaten Malang. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Hupitoyo, S.Kp., M.Kes. Pembimbing Pendamping: Asworoningrum Y, SST., M.Keb. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Pada masa ini, remaja mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat baik dari segi fisik maupun psikis. Kurangnya informasi dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dapat berakibat timbulnya masalah yang berhubungan dengan alat reproduksi, salah satunya yaitu keputihan pada remaja putri. Pendidikan kesehatan melalui teman sebaya (tutor) dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan akses informasi kesehatan reproduksi bagi remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan tutor tentang perawatan organ reproduksi terhadap kemandirian tutor pada remaja putri di Pondok Pesantren Al-Ittihad Poncokusumo Kabupaten Malang. Metode penelitian menggunakan desain Pra-eksperiment dengan pendekatan one group pre test-post test, teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan besar sampel yaitu 17 orang responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi kemandirian tutor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pelatihan tutor 94,1% responden dalam tingkat kemandirian rendah dan sesudah pelatihan tutor 100% responden dalam tingkat kemandirian tinggi. Pada uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan α = 0,05 didapatkan T tabel 34; T- = 0. Karena T- < T table maka Ho ditolak, artinya ada pengaruh pelatihan tutor tentang perawatan organ reproduksi terhadap kemandirian tutor pada remaja putri di Pondok Pesantren Al-Ittihad Poncokusumo Kabupaten Malang. Kata Kunci: Kemandirian Tutor, Pelatihan Tutor, Remaja Putri
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENGARUH PELATIHAN TUTOR TENTANG PERAWATAN ORGAN REPRODUKSI TERHADAP KEMANDIRIAN TUTOR PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN AL-ITTIHAD PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANISAH SALAMAH
NIM: 1402450041
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Hupitoyo, S.Kp., M.Kes. Asworoningrum Y, SST., M.Keb.
Subjek: Kemandirian Tutor, Pelatihan Tutor, Remaja Putri.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Salamah, Anisah. 2018. Pengaruh Pelatihan Tutor tentang Perawatan Organ Reproduksi terhadap Kemandirian Tutor pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Al-Ittihad Poncokusumo Kabupaten Malang. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Hupitoyo, S.Kp., M.Kes. Pembimbing Pendamping: Asworoningrum Y, SST., M.Keb. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Pada masa ini, remaja mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat baik dari segi fisik maupun psikis. Kurangnya informasi dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dapat berakibat timbulnya masalah yang berhubungan dengan alat reproduksi, salah satunya yaitu keputihan pada remaja putri. Pendidikan kesehatan melalui teman sebaya (tutor) dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan akses informasi kesehatan reproduksi bagi remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan tutor tentang perawatan organ reproduksi terhadap kemandirian tutor pada remaja putri di Pondok Pesantren Al-Ittihad Poncokusumo Kabupaten Malang. Metode penelitian menggunakan desain Pra-eksperiment dengan pendekatan one group pre test-post test, teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan besar sampel yaitu 17 orang responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi kemandirian tutor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pelatihan tutor 94,1% responden dalam tingkat kemandirian rendah dan sesudah pelatihan tutor 100% responden dalam tingkat kemandirian tinggi. Pada uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan α = 0,05 didapatkan T tabel 34; T- = 0. Karena T- < T table maka Ho ditolak, artinya ada pengaruh pelatihan tutor tentang perawatan organ reproduksi terhadap kemandirian tutor pada remaja putri di Pondok Pesantren Al-Ittihad Poncokusumo Kabupaten Malang. Kata Kunci: Kemandirian Tutor, Pelatihan Tutor, Remaja Putri.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENGARUH PEMBERDAYAAN IBU HAMIL TRIMESTER III MELALUI GERAKAN BERSAMA AMANKAN KEHAMILAN DAN PERSALINAN (GEBRAK) TERHADAP MOTIVASI MELAKUKAN KUNJUNGAN NIFAS DI PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AYU FARADILLA
NIM: P17311175049
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Suprapti, SST., M.Kes , Wahyu Setyaningsih, SST., M.Kes.
Subjek: Nifas, Gebrak, Motivasi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ayu Faradilla, 2018. Pengaruh Pemberdayaan Ibu Hamil Trimester III Melalui Gebrak Terhadap Motivasi Melakukan Kunjungan Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo. Pembimbing Utama: Suprapti, SST., M.Kes Pembimbing Pendamping: Wahyu Setyaningsih, SST., M.Kes. Angka cakupan kunjungan nifas yang rendah mengakibatkan tidak seluruh ibu nifas yang mendapatkan akses ke tenaga kesehatan, sehingga masalah yang dialami tidak dapat diselesaikan hingga menyebabkan komplikasi dan kematian pada masa nifas. Oleh sebab itu, perlu adanya program pemberdayaan ibu hamil melalui Gerakan Bersama Amankan Kehamilan dan persalinan (gebrak). Program Gebrak bergerak dalam hal pendampingan ibu hamil baik secara individu, kelompok, atau komunitas dengan pemanfaatan buku KIA dan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan ibu hamil trimester III melalui program Gebrak terhadap motivasi ibu melakukan kunjungan nifas di wilayah kerja Puskesmas Dinoyo. Desain penelitian quasy eksperiment dengan pendekatan pretest-post test one group design. Populasi dalam penelitian ini adalah Semua Ibu hamil TM III di wilayah kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang sebanyak 20 ibu hamil. Teknik sampling penelitian ini adalah total sampling, dengan jumlah sampel 20 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dan analisa data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank test dan didapatkan bahwa nilai Z = -2,828 dan ρvalue =0,005 atau kurang dari α (0,05) sehingga terdapat pengaruh pemberdayaan ibu hamil trimester III melalui program gebrak terhadap motivasi melakukan kunjungan nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, hendaknya Program Gebrak dapat dijadikan sebagai salah satu program yang berkesinambungan untuk menekan angka kematian terutama pada masa nifas. Kata Kunci: Nifas, Gebrak, Motivasi
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENGARUH PEMBERIAN GEL LIDAH BUAYA (Aloe vera) TERHADAP JUMLAH KOLONI KUMAN PADA TIKUS GALUR WISTAR DENGAN LUKA BAKAR DERAJAT II

Lihat Detail Karya
Penulis: ANGRAINI EKA PUTRI
NIM: 1401460039
Program Studi: PRODI DIV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Tri Nataliswati, S.Kep., Ns, M.Kep. , Hurun Ain, S.Kep., Ns, M.Kep.
Subjek: luka bakar derajad II, Jumlah koloni kuman, Aloe vera
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pengaruh Pemberian Gel Lidah Buaya (Aloe Vera) Terhadap Jumlah Koloni Kuman Pada Tikus Galur Wistar Dengan Luka Bakar Derajat II. Angraini Eka Putri (2018). Skripsi. Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing utama Tri Nataliswati, S.Kep., Ns, M.Kep. Pembimbing pendamping Hurun Ain, S.Kep., Ns, M.Kep. Kata Kunci: luka bakar derajad II, Jumlah koloni kuman, Aloe vera Luka bakar merupakan rusaknya sebagian jaringan tubuh yang disebabkan oleh perubahan suhu yang tinggi seperti sengatan listrik, ledakan, maupun terkena bahan kimia. Luka bakar dapat menyebabkan hilangnya integritas kulit dan juga menimbulkan efek sistemik yang sangat komplek. Selain itu luka bakar akan berdampak munculnya berbagai masalah pada pasien yang mengalami luka bakar, seperti terjadinya infeksi pada luka apabila luka tidak segera ditangani dengan baik oleh penderita maupun oleh tenaga medis. salah satu pencegahan terhadap infeksi yaitu dengan membersihkan luka dan memberikan obat topical antibiotic. Secara tradisional lidah buaya dipercaya dapat digunakan untuk obat topical pada luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh pemberian gel lidah buaya (aloe vera) terhadap jumlah koloni kuman pada tikus galur wistar dengan luka bakar derajat II. Metode penelitian yang digunakan true experimental dengan pengamatan post-tes only control group design. Subjek penelitian menggunakan tikus galur wistar yang dipilih dengan teknik purposive sampling 24 responden, terbagi menjadi 4 kelompok yaitu 2 kelompok control dan 2 kelompok perlakuan, kelompok control 1 (NaCl 0,9%), kelompok control 2 (SSD 1%), kelompok perlakuan 1 (AV 10%), dan perlakuan 2 (AV 20%). Penelitian ini dilakukan selama delapan hari dengan dua kali uji Total Plate Count. Hasil penelitian uji independent t test pada perbedaan perawatan menggunakan Aloe vera 10% dengan SSD 1% didapatkan hasil p value= 0.701 (p> 0,05), perbedaan perawatan menggunakan Aloe vera 20% dengan SSD 1% didapatkan hasil p value= 0.644 (p > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tidak ada perbedaan jumlah koloni kuman yang di rawat dengan menggunakan Aloe vera maupun SSD sehingga dapat simpulkan bahwa Aloevera dapat menggantikan SSD untuk perawatan luka bakar derajat II. Saran untuk peneliti selanjutnya untuk meneliti pengaruh pemberian Gel aloe vera terhadap jumlah koloni kuman streptokokus sp, atau pseudomonas sp. pada tikus galur wistar dengan luka bakar derajad II.
Cover KTI
2018

PENGARUH PEMBERIAN BISKUIT TEMPE-KELOR TERHADAP KADAR MALONDIALDEHYDE (MDA) PADA TIKUS WISTAR JANTAN MODEL GIZI KURANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MEGA ROSA FEBRIYANTI
NIM: 1403410018
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Astutik Pudjirahaju dan Sulistiastutik.
Subjek: Kurang gizi, Biskuit Tempe-Kelor, Malondialdehyde (MDA)
Lihat Abstraksi
ABSTRAK MEGA ROSA FEBRIYANTI. 2018. Pengaruh Pemberian Biskuit Tempe-Kelor terhadap Kadar Malondialdehyde (MDA) pada Tikus Wistar Jantan Model Gizi Kurang. Pembimbing : Astutik Pudjirahaju dan Sulistiastutik Gizi kurang masih menjadi sasaran dalam pembangunan kesehatan, dimana target prevalensi kekurangan gizi pada anak balita yaitu 17% pada tahun 2019. Kekurangan zat gizi makro terutama protein dapat menurunkan enzim antioksidan sedangkan kekurangan zat gizi mikro mengurangi antioksidan di dalam tubuh. Tingginya radikal bebas akibat kurangnya antioksidan dan menurunnya aktivitas enzim antioksidan pada balita gizi kurang dapat mengakibatkan stress oksidatif melalui proses peroksidasi lipid pada membran sel dan menghasilkan malondialdehyde (MDA). Biskuit tempe-kelor merupakan makanan tambahan untuk anak gizi kurang yang memanfaatkan bahan pangan lokal yaitu tempe dan kelor yang mengandung antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui pengaruh biskuit tempe-kelor terhadap kadar malondialdehyde (MDA) pada tikus gizi kurang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dilakukan pada bulan Mei hingga Juni 2018. Hasil penelitian diketahui bahwa kelompok tikus gizi kurang yang diberikan ransum biskuit tempe-kelor (P3) mengalami penurunan kadar malondialdehyde (MDA) dibandingkan dengan kelompok tikus gizi normal dengan ransum normal (P1 sebagai kontrol negatif) dan tikus gizi kurang dengan ransum normal (P2 sebagai kontrol positif). Berdasarkan uji Oneway Anova pemberian biskuit tempe-kelor memiliki pengaruh yang tidak signifikan (p=0,073) terhadap kadar Malondialdehyde (MDA). Perlu adanya penelitian lanjutan mengenai seberapa besar proporsi tempe dan kelor pada biskuit, yang dapat menurunkan kadar malondialdehyde (MDA) pada tikus gizi kurang dan keterkaitan biskuit tempe-kelor terhadap glutathione peroksidase (GSH-Px) serta superoxide dismutase (SOD). Kata kunci : Kurang gizi, Biskuit Tempe-Kelor, Malondialdehyde (MDA)
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan