Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3631–3640 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2018

Pengaruh Konseling Terhadap Perubahan Pengetahuan Ibu Dan Tingkat Konsumsi Energi serta Protein Balita Gizi Kurang Usia 2-5 Tahun Di Posyandu Melati V Di Desa Asmorobangun Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri

Lihat Detail Karya
Penulis: DWI MULYASARI
NIM: 1503000100
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: IBNU FAJAR, SKM.M.Kes
Subjek: konseling gizi, pengetahuan ibu, tingkat konsumsi energi dan protein
Lihat Abstraksi
Kasus status gizi kurang pada balita di Posyandu Melati V yang berada di Desa Asmorobangun Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri sebanyak 56,7% dari seluruh balita yang mengikuti posyandu di Posyandu Melati V tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh konseling gizi terhadap pengetahuan gizi ibu, dan tingkat konsumsi energi serta protein balita gizi kurang Usia 2-5 Tahun Di Posyandu Melati V Di Desa Asmorobangun Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri. Metode penelitian menggunakan pre eksperimental dengan desain penelitian one group pre-test post-test design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2018. Populasi balita gizi kurang usia 2 -5 tahun sebanyak 18 anak. Sampel dari penelitian ini adalah 12 anak. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengetahun gizi ibu (p = 0,000) dan tingkat konsumsi energi balita (p = 0,000). Namun konseling memberikan berpengaruh tidak signifikan terhadap tingkat konsumsi protein (p = 0,107). Konseling meningkatkan pengetahuan ibu sebesar 22%, konsumsi energi sebesar 7% serta protein sebesar 6%. Pengetahuan ibu yang meningkat berpengaruh signifikan terhadap pola makan balita pada makanan pokok (p = 0,004), lauk nabati (p = 0,029) dan sayur (p = 0,005). Berdasarkan dari data masalah gizi kurang yang ditemui, disarankan kepada bidan desa atau kader posyandu untuk memberikan konseling setiap kali posyandu dengan media leaflet. Diharapkan dengan adanya intevensi tersebut dapat meningkatankan atau mempertahankan tingkat konsumsi energi dan protein serta pola makan sehingga dapat berdampak kepada status gizi balita. Kata kunci : konseling gizi, pengetahuan ibu, tingkat konsumsi energi dan protein
Cover KTI
2018

PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS BAWAH PADA PASIEN POST OPERASI (ORIF) FRAKTUR FEMUR DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Lihat Detail Karya
Penulis: SELVI INDRA PUTRI KURNIAWATI
NIM: P17211175014
Program Studi: D IV Keperawatan
Dosen Pembimbing: Joko Pitoyo, S.Kp., M.Kep
Subjek: range of motion, muscle strength
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pengaruh Latihan Range Of Motion Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas Bawah Pada Pasien Post Operasi (ORIF) Fraktur Femur Di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Selvi Indra Putri Kurniawati (2018). Skripsi. Observasi. Program Studi D-IV Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dosen Pembimbing: Joko Pitoyo, S.Kp., M.Kep. dan Imam Subekti, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom. ROM adalah latihan gerakan yang memungkinkan terjadinya kontraksi dan pergerakan otot. Tujuan ROM adalah mempertahankan atau memelihara kekuatan otot, memelihara mobilitas persendian, merangsang sirkulasi darah, dan mencegah kelainan bentuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh latihan range of motion terhadap peningkatan kekuatan otot ekstremitas bawah pada pasien post operasi (orif) fraktur femur di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental yaitu quasy experiment design dengan pendekatan pre test-post test dalam dua kelompok two group pre test-post test control design. Populasi pada penelitian ini ialah pasien post operasi dengan fraktur ekstremitas bawah di ruang perawatan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Jumlah sampel sebesar 10 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi dan diambil dengan teknik Purposive Sampling. Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh pemberian latihan Range Of Motion (ROM) terhadap kekuatan otot digunakan uji wilcoxon dan Mann- Whitney. Hasil penelitian menujukkan kekuatan otot pada pasien post operasi fraktur femur sebelum dilakukan latihan range of motion mendapatkan derajat kekuatan otot yang kurang dan sesudah dilakukan latihan range of motion mengalami kenaikan derajat kekuatan otot 5. Ada pengaruh pengaruh latihan range of motion terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien post operasi (orif) fraktur femur. Berdasarkan hasil tersebut diharapkan kepada perawat dapat menjadikan bahan pertimbangan untuk melakukan pengukuran kekuatan otot terhadap pasien post operasi fraktur ekstremitas dan dapat memonitoring latihan range of motion. Kata kunci: range of motion, kekuatan otot
Cover KTI
2018

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN FILING BERBASIS VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN MAHASISWA D-III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN

Lihat Detail Karya
Penulis: SITI LARAS DHARMA PUTRI MULYONO
NIM: 1504000010
Program Studi: PRODI D-III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: dr. Endang Sri Dewi Hastuti Suryandari, M.QIH
Subjek: Knowledge, Filing Learning Animation Video
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Siti Laras Dharma Putri Mulyono. 2018. Pengaruh Media Pembelajaran Filing Berbasis Video Animasi Terhadap Pengetahuan Mahasiswa D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Laporan Tugas Akhir D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dibimbing oleh dr. Endang Sri Dewi Hastuti Suryandari, M.QIH dan Pratiwi, Bsc., S.Pd., M.Biomed. Media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak dan pandang dengar. Media pembelajaran yang ada di prodi D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan dirasa masih kurang karena disampaikan dalam bentuk teks yang disampaikan dalam power point dan jurnal penelitian. Tujuan penelitian ini adalah pembuatan media pembelajaran berbasis video animasi sehingga dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan pada materi filing (sistem penyimpanan dengan 3 penomoran, yaitu SNF, MDF, dan TDF). Jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah Pre Experimental Pretest Postest Group. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah kuesioner, soal Pretest dan Postest, evaluasi video animasi dengan menggunakan kuesioner. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan mahasiswa yang dipengaruhi oleh video animasi dengan sampel dalam penelitian ini berjumlah 33. Hasil penelitian didapatkan rata-rata nilai Pretest 48,48, nilai Postest 91,00 dan hasil uji statistik menggunakan Paired Sample T-Test yaitu Sig 2-tailed atau nilai p sebesar 0,000 yang artinya adanya peningkatan pengetahuan mahasiswa mengenai materi filing.sistem penyimpanan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan media pembelajaran filing berbasis video animasi dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan dan saran yang dapat peneliti berikan adalah diharapkan video animasi ini dapat dijadikan sebagai salah satu media pembelajaran mahasiswa dalam mata kuliah MIK I di prodi D-III Perekam Medis dan diharapkan media pembelajaran berbasis video animasi ini dapat diterapkan untuk mata kuliah lain yang ada di prodi D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Kata kunci : Pengetahuan, Video Animasi Pembelajaran Filing
Cover KTI
2018

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN FILING BERBASIS VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN MAHASISWA D-III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN

Lihat Detail Karya
Penulis: SITI LARAS DHARMA PUTRI MULYONO
NIM: 1504000010
Program Studi: PRODI D-III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: dr. Endang Sri Dewi Hastuti Suryandari, M.QIH
Subjek: Knowledge, Filing Learning Animation Video
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Siti Laras Dharma Putri Mulyono. 2018. Pengaruh Media Pembelajaran Filing Berbasis Video Animasi Terhadap Pengetahuan Mahasiswa D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Laporan Tugas Akhir D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dibimbing oleh dr. Endang Sri Dewi Hastuti Suryandari, M.QIH dan Pratiwi, Bsc., S.Pd., M.Biomed. Media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak dan pandang dengar. Media pembelajaran yang ada di prodi D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan dirasa masih kurang karena disampaikan dalam bentuk teks yang disampaikan dalam power point dan jurnal penelitian. Tujuan penelitian ini adalah pembuatan media pembelajaran berbasis video animasi sehingga dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan pada materi filing (sistem penyimpanan dengan 3 penomoran, yaitu SNF, MDF, dan TDF). Jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah Pre Experimental Pretest Postest Group. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah kuesioner, soal Pretest dan Postest, evaluasi video animasi dengan menggunakan kuesioner. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan mahasiswa yang dipengaruhi oleh video animasi dengan sampel dalam penelitian ini berjumlah 33. Hasil penelitian didapatkan rata-rata nilai Pretest 48,48, nilai Postest 91,00 dan hasil uji statistik menggunakan Paired Sample T-Test yaitu Sig 2-tailed atau nilai p sebesar 0,000 yang artinya adanya peningkatan pengetahuan mahasiswa mengenai materi filing.sistem penyimpanan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan media pembelajaran filing berbasis video animasi dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan dan saran yang dapat peneliti berikan adalah diharapkan video animasi ini dapat dijadikan sebagai salah satu media pembelajaran mahasiswa dalam mata kuliah MIK I di prodi D-III Perekam Medis dan diharapkan media pembelajaran berbasis video animasi ini dapat diterapkan untuk mata kuliah lain yang ada di prodi D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Kata kunci : Pengetahuan, Video Animasi Pembelajaran Filing
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENGARUH MEDIA SMULE (SMART STIMULATION CIRCLE) TERHADAP KEMAMPUAN IBU MENSTIMULASI PERKEMBANGAN BALITA (USIA 0-2 TAHUN) DI POSYANDU NIWEN

Lihat Detail Karya
Penulis: TRI JULAIKAH
NIM: 1402450003
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Isman Amin, SKM., M. Kes. Herawati Mansur, SST., M. Psi., M. Pd.
Subjek: Anak Usia 0-2 Tahun, Kemampuan Ibu, Media SMULE, Stimulasi Perkembangan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Julaikah, Tri, 2018. Pengaruh Media SMULE (Smart Stimulation Circle) terhadap Kemampuan Ibu Menstimulasi Perkembangan Balita (Usia 0-2 Tahun) di Posyandu Niwen. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Isman Amin, SKM., M. Kes. Pembimbing Pendamping : Herawati Mansur, SST., M. Psi., M. Pd. Cakupan pelayanan kesehatan balita di Indonesia dalam deteksi tumbuh kembang balita menunjukkan balita yang mengalami keterlambatan sebagian besar diakibatkan oleh kurangnya stimulasi. Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal, salah satunya menggunakan media stimulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media SMULE terhadap kemampuan ibu menstimulasi perkembangan balita (usia 0-2 tahun) di Posyandu Niwen. Desain penelitian ini Quasi Eksperiment Design dengan rancangan menggunakan Non- Equivalent Control Group Design. Teknik sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling, dengan besar sampel 24 responden yang memenuhi kriteria inklusi, sebanyak 12 ibu sebagai kelompok eksperimen dan 12 ibu sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Analisa data menggunakan Mann Whitney U-Test dengan α= 0,05. Hasil penelitian didapatkan kemampuan ibu pada kelompok eksperimen mengalami kenaikan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan p value (0,003) < α (0,05) sehingga H1 diterima artinya ada pengaruh media SMULE terhadap kemampuan ibu menstimulasi perkembangan balita (usia 0-2 tahun) di Posyandu Niwen Tahun 2018. Hal ini dikarenakan media SMULE sangat mudah dan menarik untuk digunakan. Diharapkan media SMULE dapat dijadikan media inovasi yang efektif untuk meningkatkan kemampuan ibu menstimulasi perkembangan balita. Kata Kunci : Anak Usia 0-2 Tahun, Kemampuan Ibu, Media SMULE, Stimulasi Perkembangan
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENGARUH MEDIA SMULE (SMART STIMULATION CIRCLE) TERHADAP KEMAMPUAN IBU MENSTIMULASI PERKEMBANGAN BALITA (USIA 0-2 TAHUN) DI POSYANDU NIWEN

Lihat Detail Karya
Penulis: TRI JULAIKAH
NIM: 1402450003
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Isman Amin, SKM., M. Kes. Herawati Mansur, SST., M. Psi., M. Pd.
Subjek: Anak Usia 0-2 Tahun, Kemampuan Ibu, Media SMULE, Stimulasi Perkembangan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Julaikah, Tri, 2018. Pengaruh Media SMULE (Smart Stimulation Circle) terhadap Kemampuan Ibu Menstimulasi Perkembangan Balita (Usia 0-2 Tahun) di Posyandu Niwen. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Isman Amin, SKM., M. Kes. Pembimbing Pendamping : Herawati Mansur, SST., M. Psi., M. Pd. Cakupan pelayanan kesehatan balita di Indonesia dalam deteksi tumbuh kembang balita menunjukkan balita yang mengalami keterlambatan sebagian besar diakibatkan oleh kurangnya stimulasi. Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal, salah satunya menggunakan media stimulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media SMULE terhadap kemampuan ibu menstimulasi perkembangan balita (usia 0-2 tahun) di Posyandu Niwen. Desain penelitian ini Quasi Eksperiment Design dengan rancangan menggunakan Non- Equivalent Control Group Design. Teknik sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling, dengan besar sampel 24 responden yang memenuhi kriteria inklusi, sebanyak 12 ibu sebagai kelompok eksperimen dan 12 ibu sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Analisa data menggunakan Mann Whitney U-Test dengan α= 0,05. Hasil penelitian didapatkan kemampuan ibu pada kelompok eksperimen mengalami kenaikan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan p value (0,003) < α (0,05) sehingga H1 diterima artinya ada pengaruh media SMULE terhadap kemampuan ibu menstimulasi perkembangan balita (usia 0-2 tahun) di Posyandu Niwen Tahun 2018. Hal ini dikarenakan media SMULE sangat mudah dan menarik untuk digunakan. Diharapkan media SMULE dapat dijadikan media inovasi yang efektif untuk meningkatkan kemampuan ibu menstimulasi perkembangan balita. Kata Kunci : Anak Usia 0-2 Tahun, Kemampuan Ibu, Media SMULE, Stimulasi Perkembangan
Cover KTI
2018

PENGARUH METODE FGD (FOCCUS GROUP DISCUSSION) DAN PGD (PEER GROUP DISCUSSION) TENTANG PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU YANG MEMILIKI BALITA STUNTING DI DESA SIDOLUHUR KECAMATAN LAWANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NOVIA GANDA DEWI ANGGRAENI
NIM: 1403410033
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: B. Doddy Riyadi dan Tapriadi
Subjek: fgd, pgd, pengetahuan, sikap, stunting
Lihat Abstraksi
ABSTRAK NOVIA GANDA DEWI ANGGRAENI. 2018. Pengaruh Metode FGD (Focus Group Discussion) dan PGD (Peer Group Discussion) tentang Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu yang Memiliki Balita Stunting Di Desa Sidoluhur Kecamatan Lawang. Pembimbing : B. Doddy Riyadi dan Tapriadi Masalah balita pendek menggambarkan adanya masalah gizi kronis. Penyebab dari pendek tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja, tetapi disebabkan oleh banyak faktor dimana faktor-faktor tersebut saling berhubungan. Salah satu faktor yang mempengaruhi pendek adalah rendahnya asupan gizi. Pemberian PMT yang tepat dan sesuai untuk anak balita akan menambah asupan energi untuk balita. Metode FGD dan PGD merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengubah pengetahuan dan sikap. Metode FGD dan metode PGD dipilih karena dalam pelaksanaannya peserta lebih dapat menyampaikan pendapatnya ataupun menanggapi pertanyaan tanpa rasa khawatir. Selain itu dalam pelaksanaannya dapat menghasilkan informasi atau ide-ide yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh metode FGD dan PGD tentang PMT terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu yang memiliki balita stunting di Desa Sidoluhur. Desain penelitian ini menggunakan desain Quasy Eksperiment dengan rancangan Two Group Pretest Postest Design. Sampel penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita Stunting di Desa Sidoluhur Kecamatan Lawang dengan besar sampel 16 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai bulan November 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh metode FGD dan PGD terhadap peningkatan tingkat pengetahuan dan sikap ibu yang memiliki balita stunting tentang PMT, namun secara uji statistik tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara metode FGD dan PGD terhadap peningkatan tingkat pengetahuan dan sikap ibu balita. Metode FGD lebih berpengaruh terhadap peningkatan tingkat pengetahuan dan sikap ibu balita dibandingkan dengan metode PGD, karena peningkatan nilai rata-rata tingkat pengetahuan pada kelompok FGD lebih tinggi yaitu sejumlah 13,1 daripada pada kelompok PGD yaitu sejumlah 10,6. Serta, peningkatan nilai rata-rata sikap pada kelompok FGD lebih tinggi yaitu sejumlah 4,7 daripada pada kelompok PGD yaitu sejumlah 3,2. Mengingat jumlah tenaga gizi pada puskesmas yang terbatas, maka metode PGD akan lebih baik jika digunakan dimasyarakat karena akan memudahkan tugas petugas gizi yang terbatas daripada diskusi menggunakan metode FGD yang relatif sulit diterapkan karena fasilitator merupakan petugas gizi itu sendiri Kata Kunci : fgd, pgd, pengetahuan, sikap, stunting
Cover KTI
2018

PENGARUH METODE FGD (FOCUS GROUP DISCUSSION) DAN METODE PGD (PEER GROUP DISCUSSION) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP KADARZI IBU YANG MEMILIKI BALITA STUNTING DI DESA SIDOLUHUR KECAMATAN LAWANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: IRMA NUR AMALIA
NIM: 1403410009
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: B. Doddy Riyadi dan I Dewa Nyoman Supariasa
Subjek: FGD (Foccus Group Discussion), PGD (Peer Group Discussion), Pengetahuan dan Sikap KADARZI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK IRMA NUR AMALIA. 2018. Pengaruh Metode FGD (Focus Group Discussion) dan Metode PGD (Peer Group Discussion) terhadap Pengetahuan dan Sikap KADARZI Ibu yang Memiliki Balita Stunting Di Desa Sidoluhur Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Pembimbing : B. Doddy Riyadi dan I Dewa Nyoman Supariasa Masalah balita stunting menggambarkan adanya masalah gizi kronis yang dipengaruhi dari kondisi ibu atau calon ibu, masa janin, masa bayi atau balita, serta penyakit yang diderita selama masa balita. Penyebab dari stunting tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja, tetapi disebabkan oleh banyak faktor, Dimana faktor-faktor tersebut saling berhubungan. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah perilaku KADARZI (Keluarga Sadar Gizi). Metode FGD dan PGD merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengubah pengetahuan dan sikap. Metode FGD dan PGD dipilih karena dalam pelaksanaannya dapat menghasilkan informasi atau ide-ide yang lebih luas. Metode ini sering digunakan dalam metode pembelajaran bagi siswa-siswi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode FGD dan PGD terhadap pengetahuan dan sikap KADARZI ibu yang memiliki balita stunting di Desa Sidoluhur Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian Quasy Eksperimen dengan rancangan Two Group Pretest Posttest Desain. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2017. Sampel penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita stunting di Desa Sidoluhur Kecamatan Lawang Kabupaten Malang sebanyak 16 orang. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh metode FGD (Focus Group Discussion) terhadap peningkatan pengetahuan menunjukkan nilai p value 0,003 p < 0,05 yang artinya metode FGD berpengaruh signifikan. Sedangkan pengaruh metode PGD (Peer Group Discussion) terhadap peningkatan pengetahuan menunjukkan nilai p < 0,05 yang artinya metode PGD berpengaruh signifikan. Pengaruh metode PGD (Focus Group Discussion) terhadap peningkatan sikap menunjukkan nilai p value 0,001 p < 0,05 yang artinya metode PGD berpengaruh signifikan. Sedangkan pengaruh metode PGD (Peer Group Discussion) terhadap peningkatan sikap menunjukkan nilai p < 0,05 yang artinya metode PGD berpengaruh signifikan. Kata kunci: FGD (Foccus Group Discussion), PGD (Peer Group Discussion), Pengetahuan dan Sikap KADARZI
Cover KTI
2018

PENGARUH METODE FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) DAN METODE PEER GROUP DISCUSSION (PGD) TENTANG GIZI SEIMBANG TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU YANG MEMILIKI BALITA STUNTING DI DESA SIDOLUHUR KECAMATAN LAWANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AINI ZULFIYAH
NIM: 1403410051
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: I Dewa Nyoman Supariasa, MPS dan B.Doddy Riyadi, SKM., MM.
Subjek: Metode Foccus Group Discussion (FGD), Metode Peer Group Discussion (PGD)
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Aini Zulfiyah. 2018 . Pengaruh Metode Foccus Group Discussion (FGD) dan Metode Peer Group Discussion (PGD) Tentang Gizi Seimbang Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu Yang Memiliki Balita Stunting Di Desa Sidoluhur Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Pembimbing : I Dewa Nyoman Supariasa, MPS dan B.Doddy Riyadi, SKM., MM. Latar Belakang : Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi pendek secara nasional tahun 2013 adalah 37,2 persen. Prevalensi pendek sebesar 37,2 persen terdiri 18,0 persen sangat pendek dan 19,2 persen pendek. Di Jawa Timur prevalensi pendek sebesar 27%. Hasil Baseline Data di Desa Sidoluhur Kecamatan Lawang pada tanggal 10-15 April 2017 diketahui dari 293 balita, 11,94% (35 anak) dalam kategori pendek. Metode : Penelitian ini merupakan Pre Experimental Designs dengan menggunakan rancangan One Group Pretest Posttest Designs di Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang pada bulan Oktober – November 2017. Sampel sebanyak 16 orang. Pengumpulan data dengan cara pengukuran antropometri, wawancara, dan pengisian kuisioner. Penelitian sebanyak 1 kali pertemuan dengan membandingkan perubahan sebelum dan sesusah intervensi. Analisis data menggunakan Uji Paired Sample T-Test, Wilcoxon Signed Rank. Hasil : Hasil analisis spss menunjukkan variabel tingkat pengetahuan dan sikap terdapat pengaruh yang signifikan terhadap metode FGD dan metode PGD. Kesimpulan : Terdapat pengaruh signifikan pada metode FGD pada variabel tingkat pengetahuan dan sikap ditunjukkan dengan p-value 0,014 dan 0,028. Terdapat pengaruh signifikan metode PGD pada variabel tingkat pengetahuan dan sikap ditunjukkan dengan p-value 0,016 dan 0,012. Kata Kunci : Metode Foccus Group Discussion (FGD), Metode Peer Group Discussion (PGD), Tingkat Pengetahuan, dan Sikap
Cover KTI
tidak tersedia
2018

PENGARUH METODE STAD TERHADAP PEMAHAMAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA USIA 13-20 TAHUN DI RW 05 DUSUN LO’ANDENG DESA KALISONGO KECAMATAN DAU

Lihat Detail Karya
Penulis: RERA VIORENTINA SHANDI
NIM: 1402450053
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Isman Amin, SKM., M.Kes. Annisa, SST., M.Kes.
Subjek: Pemahaman, Kesehatan Reproduksi, Remaja, Metode STAD
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Shandi, Rera Viorentina. 2018. Pengaruh Metode STAD Terhadap Pemahaman Kesehatan Reproduksi Remaja Usia 13-20 Tahun di RW 05 Dusun Lo’andeng Desa Kalisongo Kecamatan Dau. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Pembimbing Utama : Isman Amin, SKM., M.Kes. Pembimbing Pendamping : Annisa, SST., M.Kes. Abstrak : Remaja kurang mengembangkan kreatifitas dan kemandirian dalam proses belajar karena pendidikan kesehatan reproduksi remaja masih menggunakan metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak ada pengaruh metode STAD terhadap pemahaman kesehatan reproduksi. Desain yang digunakan adalah preeksperimental design dengan pendekatan one group pre test-post test design. Populasi penelitian sebanyak 32 orang dan sample diambil secara disproportionate stratified random sampling sebanyak 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket pemahaman kesehatan reproduksi dan check list pedoman pelaksanaan metode STAD. Hasil uji normalitas data pemahaman dengan uji Shapiro-Wilk sebelum perlakuan didapatkan p=0,657 dan sesudah perlakuan p=0,085. Hasil uji statistik dengan T-Test berpasangan pada responden sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan di dapatkan nilai p < 0,05 dan nilai t hitung lebih besar dari t tabel sebesar (8,921 > 2,045) pada df-1 dan α = 0,05, maka dapat diambil keputusan untuk menolak Ho dan menerima Ha. Ini artinya bahwa ada pengaruh metode STAD terhadap pemahaman kesehatan reproduksi remaja usia 13-20 tahun di RW 05 Dusun Lo’andeng Desa Kalisongo Kecamatan Dau. Kata Kunci : Pemahaman, Kesehatan Reproduksi, Remaja, Metode STAD
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan