Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3571–3580 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2018

KAJIAN DUKUNGAN KELUARGA, TINGKAT KEPATUHAN DIET DAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II RAWAT JALAN YANG PERNAH MENDAPATKAN KONSELING GIZI DI PUSKESMAS CISADEA KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: PRIZKI DEANTI KURNIA PUTRI
NIM: 1503000005
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Endang Widajati
Subjek: Endang Widajati
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Prizki Deanti Kurnia Putri, 2018. Kajian Dukungan Keluarga, Tingkat Kepatuhan Diet dan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan Yang Pernah Mendapatkan Konseling Gizi Di Puskesmas Cisadea Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah, Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkkes Malang. Pembimbing : Endang Widajati Keberhasilan suatu pengobatan baik secara primer maupun sekunder sangat dipengaruhi oleh kepatuhan penderita Diabetes Melitus untuk menjaga kesehatannya. Selain kepatuhan diet kesembuhan penderita diabetes melitus tipe 2 juga dipengaruhi oleh adanya dukungan keluarga. Jika keluarga mendukung penderita diabetes mellitus untuk tetap konsisten dalam mematuhi aturan diet yang diberikan melalui konseling gizi oleh ahli gizi di puskesmas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dukungan keluarga, tingkat kepatuhan diet dan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan yang pernah mendapatkan konseling gizi di Puskesmas Cisadea Kota Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Variabel yang diteliti meliputi dukungan keluarga, tingkat kepatuhan diet dan kadar gula darah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebesar 80 %, usia responden berada pada rentang 56-65 tahun sebesar 60 %, pendidikan terakhir responden yaitu SD sebesar 60 %, sebagian besar responden bekerja sebagai pedagang dan ibu rumah tangga sebesar 80 %, sebesar 60 % responden menderita diabetes mellitus tipe 2 lebih dari 5 tahun, responden yang tidak mempunyai riwayat penyakit keluarga sebesar 80 %, dukungan keluarga responden dalam kategori baik sebesar 60 % , sebesar 40 % menunjukkan dukungan keluarga responden dalam kategori tidak baik., tingkat kepatuhan diet responden dalam kategori patuh sebesar 20 %, responden dalam kategori tidak patuh sebesar 80 % serta seluruh responden memiliki kadar gula darah diatas normal. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan penelitian yang sejenis dengan menambahkan sampel yang lebih banyak dan menambah variable kualitas hidup sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet. Kata kunci : diabetes mellitus tipe 2, dukungan keluarga, tingkat kepatuhan diet, kadar gula darah
Cover KTI
2018

KAJIAN DUKUNGAN KELUARGA, TINGKAT KEPATUHAN DIET DAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN YANG PERNAH MENDAPATKAN KONSELING GIZI DI PUSKESMAS CISADEA KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RIZKA FAUZIYAH NURVIDYA
NIM: 1503000021
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Endang Widajati, SST.M.Kes)
Subjek: Family Support, Diet Compliance, Blood Pressure
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rizka Fauziyah, 2018. Kajian Dukungan Keluarga, Tingkat Kepatuhan Diet Dan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan Yang Pernah Mendapatkan Konseling Gizi Di Puskesmas Cisadea Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah, program Studi DIII Gizi, Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Pembimbing: Endang Widajati, SST.M.Kes) Hipertensi adalah penyakit yang tidak mempunyai keluhan sehingga hipertensi sering disebut dengan “silent killer” (pembunuh siluman). Konseling gizi dilakukan oleh ahli gizi puskesmas dengan menggunakan leaflet tentang diet rendah garam. Keberhasilan konseling gizi dapat dilihat dari seberapa kepatuhan diet yang diterapkan oleh penderita hipertensi. Hal yang bisa mempengaruhi kepatuhan diet salah satunya adalah dukungan keluarga. Dukungan keluarga bisa memberikan motivasi kepada penderita hipertensi dan bisa merubah tekanan darah menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan keluarga, tingkat kepatuhan diet dan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Cisadea Kota Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dan menggunakan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, ada 10 orang yang diteliti dan yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner dukungan keluarga, form recall 24 jam selama 2x dan melihat hasil pengukuran tekanan darah. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif, disajikan dalam tabel dan diberi penjelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga meliputi dukungan penghargaan 80% dalam kategori baik, dukungan emosional 70% dalam kategori baik, dukungan instrumental 20% dalam kategori baik dan dukungan informasi 0% dalam kategori baik. Tingkat konsumsi energi 40% dalam kategori patuh. Konsumsi energi terendah yaitu 606,0 Kkal dalam kategori tingkat konsumsi defisit dan konsumsi energi tertinggi yaitu 1217,2 Kkal dalam kategori tingkat konsumsi baik. Tingkat konsumsi lemak 60% dalam kategori patuh. Konsumsi lemak terendah yaitu 11,8 gr dalam kategori tingkat konsumsi defisit dan konsumsi lemak tertinggi yaitu 34,8 gr dalam kategori tingkat konsumsi baik. Tingkat konsumsi natrium 0% dalam kategori patuh. Konsumsi natrium terendah yaitu 993 mg dalam kategori tidak patuh dan konsumsi natrium tertinggi yaitu 2056 mg dalam kategori tidak patuh. Perubahan tekanan darah menurun sebanyak 40%, tekanan darah tetap sebanyak 20% dan tekanan darah naik sebanyak 40%. Saran yang diberikan kepada pasien hipertensi yaitu memulai untuk membatasi garam dan menghitung garam yang akan dikonsumsi dengan cara menambahkan garam pada makanan ketika makanan sudah di meja dan siap untuk dimakan. Bagi anggota keluarga disarankan untuk meningkatkan dukungan instrumental seperti tenaga, dana dan waktu. Meningkatkan dukungan informasi tekait makanan yang harus dihindari oleh penderita hipertensi. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Kepatuhan Diet, Tekanan Darah
Cover KTI
2018

KAJIAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN POLA MAKAN PADA PENDERITA HIPERTENSI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS CISADEA KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SHINDA AYU AMELYA FLORENSIA
NIM: 1503000006
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Endang Widajati
Subjek: Hypertension, Level of Knowledge, Diet
Lihat Abstraksi
ABSTRAK SHINDA AYU AMELYA FLORENSIA, 2018. Kajian Tingkat Pengetahuan dan Pola Makan Penderita Hipertensi Rawat Jalan di Puskesmas Cisadea Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing : Endang Widajati Dari beberapa penelitian dilaporkan bahwa penyakit yang dapat menyebabkan peluang 7 kali lebih besar terkena stroke, 6 kali lebih besar terkena congestive heart failure, dan 3 kali lebih besar terkena serangan jantung adalah hipertensi yang tidak terkontrol. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang 2016 dari 77.391 orang yang dilakukan pengukuran tekanan darah di pelayanan kesehatan, didapat 34,41% atau 26.627 orang dikategorikan dalam hipertensi/ tekanan darah tinggi. Dari jumlah tersebut, mayoritas adalah perempuan yang mencapai 22.774 orang, sedangkan laki-laki mencapai 3.853 orang. Hipertensi bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang terbagi menjadi 2 faktor yaitu faktor yang dapat dirubah dan faktor yang tidak dapat dirubah, yang termasuk faktor yang dapat dirubah adalah pengetahuan, pola makan, merokok, minuman berakohol dan obesitas, dan faktor yang tidak dapat dirubah diantaranya usia dan jenis kelamin. Tujuan penelitian yaitu untuk mengkaji tingkat pengetahuan dan pola makan pada penderita hipertensi rawat jalan di Puskesmas Cisadea Kota Malang. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain penelitian menggunakan deskriptif. Karakteristik penderita hipertensi adalah sebanyak 80% berada pada rentang umur 56-65 tahun, sebagian besar berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 70%, dan sebagian besar memiliki tingkat pendidikan SD-SMP yaitu sebanyak 60%. Tingkat pengetahuan pada penderita hipertensi sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan yang kurang yaitu sebanyak 18 orang memiliki tingkat pengetahuan yang kurang. Dari kuisoner yang telah diberikan, responden lebih banyak terdapat banyak kesalahan pada pertanyaan yang berkaitan dengan tanda-tanda menderita hipertensi, pengobatan hipertensi, batas konsumsi daging dan ikan dalam sehari, bahan makanan tinggi natrium serta batas penggunaan garam dapur. Kecenderungan penderita hipertensi adalah sebagian besar (86,7%) memiliki tingkat pendidikan rendah dengan sebagian besar (60%) memiliki tingkat pengetahuan yang kurang dan sebagian besar (33,3%) memiliki pola makan yang jarang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar (60%) tingkat pengetahuan penderita hipertensi rawat jalan di Puskesmas Cisadea tergolong kurang, dan jika dilihat dari pola makan penderita hipertensi bahwa tidak semua penderta hipertensi yang memiliki tingkat pengetahuan kurang juga memiliki pola makan yang sering mengkonsumsi makanan tinggi natrium, akan tetapi ditemukan juga penderta hipertensi yang memiliki tingkat pengetahuan cukup tetapi pola makannya sering mengkonsumsi. Saran dari penelitian adalah diharapkan pelaksanaan konseling gizi lebih ditekankan pada pemberian materi terkait hipertensi khususnya bagi penderita hipertensi. Kata Kunci : Hipertensi, Tingkat Pengetahuan, Pola Makan viii
Cover KTI
2018

KAJIAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI, POLA MAKAN DAN KADAR ASAM URAT PASIEN GOUT DI PUSKESMAS GANDUSARI KABUPATEN BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: Rizki Hayyu Nafi’
NIM: 1503000001
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Endang Widajati, SST, M.Kes
Subjek: level of knowledge, diet, uric acid level
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rizki Hayyu Nafi’. 2018. Kajian Tingkat pengetahuan gizi, Pola makan, dan Kadar Asam Urat Pasien GOUT di Puskesmas Gandusari Kabupaten Blitar. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi Malang. Politeknik Kesehatan Malang. Pembimbing: Endang Widajati, SST, M.Kes Gout merupakan salah satu jenis penyakit artritis terbanyak di Indonesia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa gout menduduki urutan kedua setelah osteoarthritis pada jenis penyakit artritis. Penderita gout di Indonesia diperkirakan 1,6-13,6/100.000 orang. Penyakit gout muncul karena orang terlalu banyak mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung purin. Jika terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung purin maka kadar asam urat dalam tubuh akan tinggi yang mengakibatkan seseorang terserang penyakit gout. Salah satu penyebab konsumsi makanan sumber purin yang berlebihan adalah pengetahuan yang kurang tepat tentang pola makan bagi penderita gout. Berdasarkan studi pendahuluan peneliti di puskesmas Gandusari Blitar, prevalensi gout yang masuk pada penyakit pada tahun 2017 adalah sejumlah 326 kasus. Pada bulan November 2017 sebanyak 66 kasus dan pada bulan Desember 2017 sebanyak 32 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan gizi, pola makan dan kadar asam urat pada penderita Gout di Puskesmas Gandusari Kabupaten Blitar. Tujuan penelitian untuk mengetahui kajian Tingkat pengetahuan gizi, Pola makan dan Kadar asam urat pasien Gout di Puskesmas Gandusari Kabupaten Blitar. Jenis penelitian observasional. Desain penelitian yang digunakan adalah Deskriptif. Pengumpulan data dilakukan di Puskesmas gandusari Kab. Blitar pada bulan April - Mei 2018. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 30 responden. Hasil penelitisn menunjukkan Tingkat pengetahuan penderita Gout di Puskesmas Gandusari sebagian besar kurang. Pola makan penderita Gout sebagian besar mengonsumsi makanan dengan kandungan purin sedang dengan frekuensi sering sekali >1x/hari atau 2-3x/hari. Kadar asam urat pasien gout berada diatas normal / Hiperurisimia dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan terdapat pada kelompok usia 46->55 tahun. Disarankan bagi keluarga pasien dapat memberikan motivasi bagi penderita goutagar penderita memperbaiki asupan makanan dan dapat memperhatikan pola makan penderita gout. Kata kunci : tingkat pengetahuan, pola makan, kadar asam urat
Cover KTI
tidak tersedia
2018

KARYA TULIS ILMIAH ASUHAN KEPERAWATAN KELURGA PADA KLIEN GANGGUAN JIWA DENGAN MASALAH DEFISIT PERAWATAN DIRI DI PUSKESMAS AMPELGADING

Lihat Detail Karya
Penulis: DIAH AGUSTIN WIDIAWATI
NIM: P17210176003
Program Studi: JURUSAN D-III KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: (I) Rossyana Septiasih, S.Kp, MPD, (II) Sugianto Hadi, Skm, MPH
Subjek: keperawatan keluarga,gangguan jiwa
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Diah agustin widiawati. 2018. Asuhan keperawatan kelurga pada klien gangguan jiwa dengan masalah defisit perawatan diri di puskesmas ampelgading. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (I) Rossyana Septiasih, S.Kp, MPD, (II) Sugianto Hadi, Skm, MPH Kurangnya perawatan diri pada pasien dengan gangguan jiwa terjadi akibat adanya perubahan proses pikir sehingga kemampuan untuk melakukan aktivitas perawatan diri yang di temukan di wilayah kerja puskesmas ampelgading dari data rekam medis defisit perawatan diri dari tahun ketahun mengalami peningkatan. Tujuan dari Penelitian ini adalah mengidentifikasi klien gangguan jiwa dengan defisit perawatan diri sebelum dilakukan asuhan keperawatan kelurga. Penelitian ini adalah deskriptif studi kasus dengan 2 subyek penelitian dan dilakukan pada 8-11 Juli 2018. Penelitian ini mengunakan teknik wawancara bebas terpimpin dalam pengambilan data dengan instrument yang telah disiapkan sebelumnya. Data disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek 2 (Tn.D) masih sedikit mengalami deficit perawatan diri. Ditandai dengan masih tampak kurang rapi dan kurang bersih, dan hal itu di karenakan terjadinya kekakuan pada tangan kiri dan kedua kaki. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah meningkatkan observasi terhadap deficit perawatan diri dan proses gangguan jiwa serta mengkorelasikan dengan factor factor yang memungkinkan dapat mempengaruhi deficit perawatan diri tersebut sehingga dapat mengurangi adanya deficit perawtan diri dan meminimalisir dampak deficit perawatan diri tersebut
Cover KTI
2018

Kecepatan Pelayanan Pendaftaran Pasien Dikaitkan Dengan Penggunaan Aplikasi Pendaftaran Pasien Berbasis Desktop di Puskesmas Arjuno Kota Malang

Lihat Detail Karya
Penulis: Ni Made Indira Sari
NIM: 1504000041
Program Studi: PRODI D-III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah, ST., S.Gz., MPH
Subjek: Speed, Patient Registration, Using Application.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sari, Ni Made Indira, 2018. “Kecepatan Pelayanan Pendaftaran Pasien Dikaitkan Dengan Penggunaan Aplikasi Pendaftaran Pasien Berbasis Desktop di Puskesmas Arjuno Kota Malang” Laporan Tugas Akhir. Program Studi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Poltekkes Malang. Pembimbing Diniyah Kholidah, ST., S.Gz., MPH Pendaftaran pasien merupakan awal proses pelayanan kesehatan. Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan peneliti terhadap proses pendaftaran pasien di Puskesmas Arjuno Kota Malang, terdapat kendala yakni sistem pendaftaran dengan pencatatan register harian kunjungan pasien menggunakan Microsoft Excel dengan waktu tunggu pasien hingga penyediaan berkas pada poli tujuan kurang lebih 15 menit. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti bermaksud mengembangkan sistem baru dengan aplikasi pendaftaran berbasis desktop yang dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan kegiatan administrasi pendaftaran menjadi lebih cepat Hal ini diharapkan dapat mempermudah kinerja petugas serta dapat meningkatkan pelayanan pendaftaran. Penelitian ini menggunakan variable bebas (independent) dalam mengetahui implementasi penggunaan aplikasi pendaftaran berbasis desktop, dengan variable terikat untuk melihat perbedaan terhadap kecepatan pelayanan pendaftaran sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi pendaftaran. Dengan sampel 100 pasien, kecepatan pelayanan pendaftaran sebelum menggunakan aplikasi pendaftaran hasil prosentasenya 73% pasien menunggu selama lebih dari 10 menit di loket pendaftaran. Kecepatan pelayanan pendaftaran pasien setelah menggunakan aplikasi pendaftaran hasil prosentasenya 16% pasien menunggu selama lebih dari 10 menit di loket pendaftaran. Dilihat dari hasil uji statistik SPSS Two Independent-Sample Kolmogorov-Smirnov menunjukan bahwa nilai Sig, yaitu 0.00 yang artinya H0 ditolak. Kesimpulannya bahwa ada perbedaan kecepatan pelayanan pendaftaran pasien rawat jalan sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi pendaftaran. Kata Kunci : Kecepatan, Pendaftaran Pasien, Pengunaan Aplikasi.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

KELENGKAPAN DAN KETEPATAN PENGISIAN KODE DIAGNOSA ICD-10 DI POLI GIGI DENGAN MENGGUNAKAN KARTU KODE ICD- 10 DI PUSKESMAS RAMPAL CELAKET

Lihat Detail Karya
Penulis: ANI WELI SETIANINGSI FIMBAY
NIM: 1504000079
Program Studi: POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah, SST, S.Gz. MPH.
Subjek: Kartu, Kelengkapan dan Ketepatan Pengisian Kodefikasi Diagnosis
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ani Weli Setiangingsi Fimbay, 2018. “Kelengkapan dan Ketepatan Pengisian Kode Diagnosa ICD - 10 di Poli Gigi dengan Menggunakan Kartu Kode ICD - 10 di Puskesmas Rampal Celaket”. D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Pembimbing Diniyah Kholidah, SST, S.Gz. MPH. Pengkodean diagnosis harus sesuai dengan ICD - 10 untuk mendapatkan kodefikasi yang tepat.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kelengkapan dan ketepatan kodefikasi diagnosis penyakit gigi sebelum dan sesudah penggunaan kartu diagnosis kasus gigi di Puskesmas Rampal Celaket. Intrumen pada penelitian ini adalah lembar check list. Jumlah sampel sebanyak 50 dokumen rekam medis pasien poli gigi. Hasil penelitian tersebut dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan kelengkapan dan ketepatan kodefikasi diagnosis sebelum penggunaan kartu diagnosis mulai dari 24% menjadi 64% setelah menggunakan kartu kodefikasi diagnosis.dari adanya peningkatan kodefikasi diagnosis penyakit gigi. dari hasil uji statistik menggunakan Uji Z Independent didapatkan bahwa nilai sig 0,000 (< 0,05) sehingga H0 ditolak, artinya ada peningkatan prosentase kelengkapan dan ketepatan diagnosis setelah menggunakan kartu. Hal ini diartikan bahwa kartu ini bisa menjadi alternative bantuan dalam kegiatan kodefikasi selanjutnya dan dengan harapan kartu diagnosis ini bisa dikembangkan untuk penyakit yang lain Kata kunci: Kartu, Kelengkapan dan Ketepatan Pengisian Kodefikasi Diagnosis
Cover KTI
tidak tersedia
2018

KEMAMPUAN KELUARGA DALAM MELAKUKAN TINDAKAN PENCEGAHAN PENULARAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEPANJEN

Lihat Detail Karya
Penulis: ELIKA NURIMAWATI
NIM: 1501100030
Program Studi: PRODI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Isnaeni, DTN
Subjek: Keluarga, Pencegahan Penularan TB Paru
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Elika Nurimawati (2018). Kemampuan Keluarga dalam Melakukan Tindakan Pencegahan Penularan TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kepanjen. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Isnaeni, DTN Elika (2018) Banyaknya angka penderita TB Paru disebabkan kurangnya upaya pencegahan penularan TB Paru. Keluarga sebagai support system berperan penting untuk mencegah terjadinya penularan TB Paru pada anggota keluarga yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kemampuan keluarga dalam melakukan tindakan pencegahan penularan TB Paru. Penelitian ini diambil di Desa Curungrejo dan Desa Mangunrejo wilayah kerja Puskesmas Kepanjen dengan metode deskriptif studi kasus. Dalam pengambilan data, peneliti melakukan observasi dan wawancara terhadap sebuah keluarga sesuai dengan pedoman instrumen. Dengan menggunakan teknik wawancara bebas dan observasi didapatkan hasil kedua keluarga kurang mampu dalam melakukan upaya penyediaan tempat khusus meludah/membuang dahak, membuka jendela di pagi hari, menjemur alat tidur setiap hari, mengolah makanan bernutrisi dan menganjurkan keluarga tidak merokok. Sedangkan kedua keluarga mampu dalam mengingatkan untuk menutup mulut saat batuk/bersin dan mengingatkan dalam minum obat baik. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian mengenai kepatuhan dalam melakukan upaya pencegahan penularan penyakit TB Paru. Kata kunci: Keluarga, Pencegahan Penularan TB Paru
Cover KTI
2018

KEMAMPUAN KELUARGA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN DETEKSI DINI DAN PERTOLONGAN PERTAMA SERANGAN STROKE PADA KELUARGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARENG

Lihat Detail Karya
Penulis: ALIF REZA QAFILLAH RAMADHAN
NIM: 1501100074
Program Studi: D III Keperawatan
Dosen Pembimbing: Roni Yuliwar,
Subjek: Family Ability, Early Detection, First Aid, Stroke Attack
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Kemampuan Keluarga Sebelum dan Sesudah Diberikan Pendidikan Kesehatan Deteksi Dini dan Pertolongan Pertama Serangan Stroke Pada Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Bareng (Studi Kasus) Alif Reza Qafillah Ramadhan (2018) Karya Tulis Ilmiah Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Roni Yuliwar, S.Kep., Ns., M.Ked. Kata Kunci: Kemampuan Keluarga, Deteksi Dini, Pertolongan Pertama, Serangan Stroke Stroke adalah gangguan peredaran darah otak yang merupakan penyakit neurologis yang sering dijumpai dan harus ditangani secara cepat dan tepat. Anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah mengambil peranan penting dan berpotensi menjadi penolong pertama ketika terjadi keadaan gawat darurat serangan stroke. Desain penelitian studi kasus ini menggunakan metode deskriptif studi kasus. Subjek penelitian ini adalah Ny. A yang memiliki anggota keluarga menderita stroke. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, subjek belum mengetahui tentang deteksi dini dan pertolongan pertama serangan stroke. Dari hasil wawancara dan observasi setelah diberikan pendidikan kesehatan deteksi dini dan pertolongan pertama stroke, subjek dapat melakukan prosedur deteksi dini dan pertolongan pertama dengan baik. Direkomendasikan untuk peneliti selanjutnya untuk melakukan pendidikan kesehatan dengan menggunakan leaflet dan video pembelajaran dapat meningkatkan pengetahuan deteksi dini dan pertolongan pertama serangan stroke pada keluarga.
Cover KTI
2018

KEMANDIRIAN IBU PRIMIPARA DALAM MERAWAT BAYI PADA PERIODE NEONATUS DI WILAYAH PUSKESMAS ARDIMULYO

Lihat Detail Karya
Penulis: JULFA MASFURI WALIDATUS S.
NIM: P17311175015
Program Studi: DIPLOMA IV Kebidanan Alih Jenjang
Dosen Pembimbing: Dr. Jenny J S Sondakh, S. SiT., M. Clin. Mid,
Subjek: Primipara Mother, Independence, Infant Care
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Solikah, Julfa Masfuri Walidatus. 2018. Kemandirian Ibu Primipara Dalam Merawat Bayi pada Periode Neonatus di Wilayah Puskesmas Ardimulyo. Skripsi, Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang, Pembimbing Utama : Dr. Jenny J S Sondakh, S. SiT., M. Clin. Mid, Pembimbing pendamping : Tarsikah, SST., M. Keb. Kemandirian perawatan bayi merupakan suatu usaha yang dilakukan tanpa bergantung dengan orang lain untuk merawat, menjaga kesehatan, dan memenuhi kebutuhan bayi. Kemandirian merupakan salah satu tujuan dari pemberdayaan perempuan khususnya dalam perawatan bayi periode neonatus. Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena selama melakukan perawatan bayi khususnya neonatus membutuhkan perawatan yang berkualitas agar bayi sehat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemandirian ibu primipara dalam merawat bayi pada periode neonatus di Wilayah Puskesmas Ardimulyo. Metode penelitian descriptive kualitatif dengan pendekatan phenomenology. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah informan 9 ibu primipara yang mempunyai neonatus, 3 ibu kandung, 2 ibu mertua, serta 3 bidan. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara mendalam dan observasi menggunakan video. Hasil penelitian diperoleh bahwa dalam memandikan bayi dan merawat tali pusat tidak dilakukan oleh ibu primipara secara mandiri, adapun pada perawatan mengganti popok BAB dan BAK, menjemur, dan menyusui bayi dilakukan ibu primipara secara mandiri. Faktor yang mempengaruhi sehingga ibu primipara dapat mandiri dalam melakukan perawatan bayi adalah tinggal bersama mertua, ingin terjalin kedekatan antara ibu dan bayi, dan dukungan keluarga. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi perawatan bayi dengan melibatkan ibu primipara dan keluarga untuk mendukung dalam melakukan perawatan secara mandiri. Kata Kunci : Ibu Primipara, Kemandirian, Perawatan Bayi
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan