Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3531–3540 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2018

HUBUNGAN PERILAKU IBU HAMIL DALAM PELAKSANAAN P4K DENGAN KESIAPAAN IBU HAMIL MENGHADAPI KOMPLIKASI DI DESA KEDOK WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUREN

Lihat Detail Karya
Penulis: MIFTAKHUL JANNAH
NIM: 1402450093
Program Studi: DIPLOMA IV Kebidanan
Dosen Pembimbing: Reni Wahyu Triningsih, S.SiT., M.Kes
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Jannah, Miftakhul. 2018. Hubungan Perilaku Ibu Hamil Dalam Pelaksanaan P4K dengan Kesiapan Ibu Hamil Menghadapi Komplikasi di Desa Kedok Wilayah Kerja Puskesmas Turen. Skripsi Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Reni Wahyu Triningsih, S.Si.T., M.Kes. Pembimbing Pendamping: Jupriyono, S.Kp., M.Kes. Angka kematian ibu di Indonesia masih sangat tinggi. Komplikasi dari kehamilan dan persalinan adalah penyebab utama kematian ibu. Salah satu upaya untuk mencegah keterlambatan penanganan komplikasi adalah dengan adanya program P4K. Apabila setiap ibu hamil melaksanakan P4K diharapkan bila terjadi komplikasi pada kehamilannya akan dapat tertangani sedini mungkin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan perilaku ibu hamil dalam pelaksanaan P4K dengan kesiapan ibu hamil menghadapi komplikasi di Desa Kedok Wilayah Kerja Puskesmas Turen. Penelitian ini menggunakan desain studi korelasional dengan pendekatan cross sectional, populasi sebanyak 45 orang ibu hamil, dan sampling menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang ibu hamil yang telah memenuhi kriteria inklusi. Intrumen penelitian menggunakan kuisioner perilaku ibu hamil dalam pelaksanaan P4K dan kuisioner kesiapan ibu hamil meghadapi komplikasi, kemudian di analisa dengan uji analisis chi square, dengan tingkat signifiikansi 0,05 diperoleh nilai x2 hitung (20,417) ≥ x2 tabel (3,841), sehingga menunjukkan adanya hubungan antara perilaku ibu hamil dalam pelaksanaan P4K dengan kesiapan ibu hamil menghadapi komplikasi. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil penelitian diatas yaitu umur, pendidikan, pekerjaan, paritas dan usia kehamilan ibu. Berdasarkan penelitian tersebut hendaknya menjadi bahan pertimbangan bagi ibu hamil untuk melaksanakan P4K sebagai upaya untuk meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi kemungkinan terjadinya komplikasi. Kata Kunci: Perilaku, P4K, Kesiapan, Komplikasi
Cover KTI
2018

HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG PERNIKAHAN DENGAN USIA IDEAL MENIKAH PADA SISWA KELAS IX SMP PGRI 1 WAGIR

Lihat Detail Karya
Penulis: ENDAH WAHYU FITRIANI
NIM: 1602420010
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Tarsikah, S.Si.T., M.Keb. Didien Ika S., S.Si.T., M.Keb
Subjek: Persepsi, Pernikahan, Usia Ideal Menikah
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Fitriani, Endah Wahyu. 2018. Hubungan Persepsi tentang Pernikahan dengan Usia Ideal Menikah pada Siswa Kelas IX SMP PGRI 1 Wagir. Skripsi, Pembimbing Utama : Tarsikah, S.Si.T., M.Keb. Pembimbing Pendamping : Didien Ika S., S.Si.T., M.Keb Angka pernikahan dini di Indonesia masih tergolong tinggi. Sebanyak 2,6% wanita menikah pertama kali pada umur kurang dari 15 tahun dan 23,9% menikah pada umur 15-19 tahun. Anak perempuan yang menikah muda mengalami kondisi yang buruk untuk seluruh indikator sosial dan ekonomi dibandingkan dengan anak perempuan yang menunda usia perkawinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi tentang pernikahan dengan usia ideal menikah pada siswa kelas IX SMP PGRI 1 Wagir. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi sebanyak 93 orang dengan teknik sampling jenuh diperoleh sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 83 orang. Data diambil menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji korelasi Spearman Rank dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara persepsi tentang pernikahan dengan usia ideal menikah (p = 0,002, rs = 0,328). Tingkat persepsi berbanding lurus dengan pendapat usia ideal menikah, sehingga konseling pendewasaan usia pernikahan dapat membantu menurunkan angka pernikahan dini. Kata Kunci : Persepsi, Pernikahan, Usia Ideal Menikah
Cover KTI
2018

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN TINDAKAN KEKERASAN FISIK PADA ANAK USIA 6-12 TAHUN DI DESA KALIPANG KECAMATAN GRATI KABUPATEN PASURUAN

Lihat Detail Karya
Penulis: FAJRI DIYAH MAULANI
NIM: 1402450048
Program Studi: DIPLOMA IV Kebidanan
Dosen Pembimbing: Erni Dwi Widyana, SST., M.Kes
Subjek: Parenting menthod, Incidents of Physical Violence in Children
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Maulani, Fajri D. 2018 . Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kejadian Tindakan Kekerasan Fisik Pada Anak Usia 6-12 tahun di Desa Kalipang Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Erni Dwi Widyana, SST., M.Kes. Pembimbing II: Sri Rahayu, S.Kep. Ns., M.Kes. Kasus kekerasan pada anak masih merupakan masalah di Indonesia, berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan, kekerasan pada anak selalu meningkat setiap tahun. Hasil pemantauan KPAI dari 2011 sampai 2014, terjadi peningkatan yang signifikan yaitu dari 14% kasus kekerasan menjadi 34% kasus kekerasan. Salah satu penyebabnya adalah faktor orang tua dalam hal ini adalah pola asuh orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian tindakan kekerasan fisik pada anak usia 6-12 tahun di Desa Kalipang Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional, populasi berjumlah 92 responden, sampling menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 74 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar wawancara terstruktur. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar (52,7%) pola asuh orang tua adalah otoriter dan hampir seluruhnya (77%) anak usia 6-12 tahun mengalami kejadian tindakan kekerasan fisik. Berdasarkan teknik analisa data menggunakan uji chi square diperoleh nilai ρ value adalah 0,001, sedangkan α adalah 0,05, dikarenakan nilai ρ value < α, maka Ho ditolak artinya ada hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian tindakan kekerasan fisik pada anak usia 6-12 tahun di Desa Kalipang Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada pihak Desa untuk membentuk “Perkumpulan anak-anak” sebagai wadah dan komunitas bagi para anak. Kata Kunci : Pola Asuh Orang Tua, Kejadian Kekerasan Fisik Pada Anak
Cover KTI
2018

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN SIKAP REMAJA PUTRI TERHADAP PERNIKAHAN DINI DI SMPN 1 WAJAK

Lihat Detail Karya
Penulis: MAZAYA YUSRINA ABIDAH
NIM: 1402450043
Program Studi: DIPLOMA IV Kebidanan
Dosen Pembimbing: Jupriyono, S.Kp., M.Kes
Subjek: Parenting, Attitude, Girls Teenager, Early Marriage
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Abidah, Mazaya Yusrina. 2018. Hubungan Pola Asuh Orangtua dengan Sikap Remaja Putri terhadap Pernikahan Dini Di SMPN 1 Wajak. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang. Pembimbing utama : Jupriyono, S.Kp., M.Kes Pembimbing Pendamping : Wahyu Setyaningsih, SST., M.Kes, Poltekkes Kemenkes Malang. Masalah yang sering terjadi pada fase remaja adalah kesehatan reproduksi dan salah satu yang berkaitan erat adalah pernikahan dini. Pernikahan dini di kecamatan Wajak memiliki angkat tertinggi di kabupaten Malang dan hal tersebut tidak lepas dari peran orangtua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orangtua dengan sikap remaja putri terhadap pernikahan dini di SMPN 1 Wajak. Desain penelitian yang digunakan adalah desain analitik korelasional dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional, sampel penelitian didapatkan 57 responden dengan teknik propotional random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk mengidentifikasi pola asuh orangtua dan sikap remaja putri terhadap pernikahan dini. Analisa data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov test. Hasil penelitian menunjukkan pola asuh otoriter sebanyak 14%, pola asuh demokratis 54,4% dan pola asuh permisif 31,6%. Sikap remaja positif didapatkan hasil 49,1% dan sikap remaja negatif 50,9%. Pola asuh otoriter dengan sikap remaja negatif didapatkan 87,5%, pola asuh demokratis dengan sikap remaja positif 87,10% dan pola asuh permisif dengan sikap remaja negatif sebanyak 100%. Hasil penelitian didapatkan nilai p=0,000 dengan batas kemaknaan (α) 5% (0,05), maka nilai p<0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima dan dapat dinyatakan terdapat hubungan antara pola asuh orangtua yang signifikan antara pola asuh orangtua dengan sikap remaja putri terhadap pernikahan dini di SMPN 1 Wajak. Kata kunci : Pola Asuh, Sikap, Remaja Putri, Pernikahan Dini
Cover KTI
tidak tersedia
2018

Hubungan Pola asuh Orang tua Terhadap Perkembangan Mental Emosioal Anak Usia Pra Sekolah (4-6 tahun) di Tk Aisyiyah (ABA) 24 Malang

Lihat Detail Karya
Penulis: LILA TRISTANTI
NIM: 1402450099
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: udi Suharno, S. Kp., M. Kes Tri Mardiyanti, SST., M. Mid.
Subjek: Pola Asuh, Perkembangan Mental Emosional
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Tristanti, Lila (2018). Hubungan Pola asuh Orang tua Terhadap Perkembangan Mental Emosioal Anak Usia Pra Sekolah (4-6 tahun) di Tk Aisyiyah (ABA) 24 Malang. Skripsi, Program Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Budi Suharno, S. Kp., M. Kes. Pembimbing II : Tri Mardiyanti, SST., M. Mid. Pola Asuh Orang tua merupakan suatu hal yang sangat berpengaruh kepada pertumbuhan dan perkembangan anak. Kehadiran orang tua dalam pengasuhan di keseharian anak, akan menjadi suatu media bersosialisasi antara anak dengan orang tua, sehingga sedikit banyak akan mempengaruhi kondisi perkembangan mental emosional anak. Pola asuh yang di terapkan orang tua kepada anak, akan mempengaruhi beberapa perkembangan, salah satunya yaitu perkembangan mental emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap perkembangan mental emosional anak usia pra sekolah (4-6 tahun). Metode penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross setional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang tuanya di TK Aisyiyah (ABA) 24 Malang sejumlah 88 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling, yaitu sebanyak 72 responden. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner pada pola asuh masalah mental emosional (KMME). Uji hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis (66,7%) tidak mengalami masalah atau gangguan mental emosional, pola asuh otoriter (18,1%) mengalami gangguan mental emosional ringan (1,4%), pola asuh permisif (15,3%) mengalami gangguan mental emosional ringan (2,8%). Melalui uji statistik Chi-square dengan α 0,05; derajat kebebasan (dk) (2), didapatkan χ2 tabel = 5,991 dan χ2 hitung = 7,903. Oleh karena χ2 hitung > χ2 tabel maka hipotesis H0 ditolak, artinya ada hubungan yang signifikasi antara pola asuh orang tua terhadap perkembangan mental emosional anak di TK Aisyiyah (ABA) 24 Malang. Berdasarkan penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa pola asuh yang diterapkan di TK Aisyiyah (ABA) 24 Malang kebanyakan menerapkan pola asuh demokratis, dan anak tidak mengalami gangguan mental emosional, salah satu faktor yang berperan penting dalam perkembangan mental emosional anak adalah pola asuh orang tua, interaksi antara orang tua dan anak akan mempengaruhi proses perkembangan anak. Diharapkan tenaga kesehatan melakukan KIE kepada orang tua, diharapkan mereka dapat memahami segala aspek yang menjadi faktor pertumbuhan dan perkembangan anak (perkembangan mental emosional) yang salah satunya adalah pola pengasuhan yang diberikan. Kata Kunci : Pola Asuh, Perkembangan Mental Emosional
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN POLA MENSTRUASI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN SISWI SMAN 8 MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RENITA ASTIA MAULANINGTIAS
NIM: 1402450058
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd. Tri Mardiyanti, SST., M.Mid.
Subjek: POLA MENSTRUASI,HEMOGLOBIN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Maulaningtias, Renita Astia, 2018. Hubungan Pola Menstruasi dengan Kadar Hemoglobin Siswi SMAN 8 Malang. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd. Pembimbing Pendamping: Tri Mardiyanti, SST., M.Mid. Kesehatan reproduksi merupakan masalah penting yang perlu mendapat perhatian terutama pada remaja. Remaja merupakan masa peralihan dari anak anak menuju dewasa. Pada fase ini akan banyak terjadi perubahan baik segi fisik maupun psikologi. Salah satu masalah yang terjadi pada remaja adalah kehilangan darah yang berlebihan saat menstruasi yang dapat mengakibatkan anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola menstruasi dengan kadar hemoglobin. Metode penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan menggunakan rancangan cross secsional. Populasi sebanyak 338 siswi kelas X dan XI SMAN 8 Malang. Besar sampel yang diambil 68 siswi dengan menggunakan Stratified Random Sampling yang terbagi menjadi 31 siswi kelas X dan 37 siswi kelas XI. Pengumpulan data menggunakan lembar wawancara dan pengukuran menggunakan Hb digital. Data yang didapatkan dianalisis dengan menggunakan Chi Square dan didapatkan nilai Asymp Sig (2-tailed) 0.003 sehingga α < 0.05 maka ada hubungan lama menstruasi dengan kadar hemoglobin, sedangkan untuk siklus menstruasi didapatkan nilai Asymp Sig (2-tailed) 0.037 sehingga α < 0.05 yang berarti ada hubungan siklus menstruasi dengan kadar hemoglobin. Berdasarkan hasil penelitian tersebut hendaknya menjadi bahan pertimbangan bagi remaja dan petugas kesehatan untuk memperhatikan kesehatan reproduksi remaja. Kata Kunci : Pola Menstruasi, Kadar Hemoglobin
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN RIWAYAT OSTETRI DAN GINEKOLOGI DENGAN KEJADIAN LESI PRAKANKER SERVIKS DI PUSKESMAS KENDALSARI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Laili Nikmatussalamah
NIM: 1402450035
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Hupotoyo, S. Kp., M. Kes. Ita Yuliani, SST., M. Keb.
Subjek: Lesi prakanker serviks, riwayat obstetri, riwayat ginekologi.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nikmatussalamah, Laili. 2018. Hubungan Riwayat Obstetri dan Ginekologi terhadap Kejadian Lesi Prakanker Serviks. Skripsi Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Utama: Hupotoyo, S. Kp., M. Kes. Pembimbing Pendamping: Ita Yuliani, SST., M. Keb. Lesi prakanker serviks yaitu kelainan akibat perubahan sel-sel epitel serviks, namun belum sampai menembus membrane basalis. Sebagian besar faktor yang mempengaruhi terjadinya lesi prakanker serviks berasal dari riwayat obstetri dan ginekologi. Kesamaan dari kedua hal tersebut dalam mempengaruhi terjadinya lesi prakanker serviks yaitu terdapat perkembangan sel-sel yang abnormal pada serviks sehingga menyebabkan daerah tersebut rawan terhadap infeksi virus HPV. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi riwayat obstetri, ginekologi dan lesi prakanker serviks serta menganalisa hubungan riwayat obstetri dan ginekologi dengan kejadian lesi prakanker serviks. Desain penelitian ini adalah epidemiologi observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasinya yaitu wanita yang periksa IVA di Puskesmas Kendalsari pada tahun 2016-2017 sebanyak 100 responden, sampling menggunakan proportionate random sampling, besar sampel sebanyak 78 responden. Hasil penelitian, didapatkan bahwa pada riwayat obstetri, paritas > 1 memiliki OR 3,25(CI 1-10,67), lama penggunaan KB hormonal > 5 tahun memiliki OR 3,65(CI 1,16-11). Pada riwayat ginekologi, usia pertama berhubungan seksual < 17 tahun memiliki OR 10(CI 1,41-71,3), PMS memiliki OR 6(CI 1,48-25,2) dan keputihan memiliki OR 7(CI 2,25-71,3). Hasil persamaan uji regresi logistik yaitu keseluruhan nilai β≠0 sehingga hipotesis diterima. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan riwayat obstetri dan ginekologi dengan kejadian lesi prakanker serviks. Bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai faktor resiko lain yang diduga berhubungan dengan lesi prakanker serviks. Kata kunci: Lesi prakanker serviks, riwayat obstetri, riwayat ginekologi.
Cover KTI
2018

HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN DATING VIOLENCE PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 7 KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SELVIANA ERLINDA NARU
NIM: P17311175032
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Subjek: Self efficacy, Dating violence, remaja putri
Lihat Abstraksi
Abstrak Kekerasan dalam pacaran merupakan fenomena masalah sosial dan kesehatan yang cukup banyak terjadi di masyarakat serta mendatangkan dampak negatif yang tidak ringan bagi tumbuh kembang remaja. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya kekerasan dalam pacaran, salah satunya adalah self efficacy remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self efficacy dengan dating violence pada remaja putri di SMAN 7 kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja putri kelas XI dan XII di SMAN 7 kota Malang yang telah memenuhi kriteria inklusi berjumlah 98 siswi. Besar sample di ambil menggunakan metode slovin yaitu berjumlah 49 siswi. Pengukuran kekerasan dalam pacaran menggunakan alat ukur The Revised Conflict Tactics Scales 2 dan pengukuran self efficacy menggunakan Self Efficacy Scale. Data dinalisis menggunakan Spearman’s Rank. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai Correlation Coefficient sebesar -0,937 dengan Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05. Oleh karena ρ < 0,05 maka H0 ditolak, artinya terdapat hubungan antara self efficacy dengan dating violence pada remaja putri di SMAN 7 Kota Malang. Nilai korelasi Spearmen’s – 0,937 menunjukan korelasi negatif artinya semakin tinggi efikasi diri maka semakin rendah dating violence yang dialami oleh remaja putri, begitupun sebaliknya semakin rendah efikasi diri maka kecenderungan mengalami kekerasan dalam pacaran lebih besar. Kata kunci : Self efficacy, Dating violence, remaja putri
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI DALAM PROGRAM CONTRACEPTIVE FOR WOMEN AT RISK (CONTRA WAR) PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) RESIKO TINGGI DI DESA WONOREJO KEC. SINGOSARI KAB. MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RIFZI DEVI NURVITASARI
NIM: 1402450044
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Tarsikah, S. SiT., M. Keb. Tri Mardiyanti, SST., M. Mid.
Subjek: Kontrasepsi, Wanita Usia Subur Resiko Tinggi, Contra War
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nurvitasari, Rifzi Devi. 2018. Hubungan Self Efficacy dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi dalam Program Contraceptive for Women At Risk (Contra War) Pada Wanita Usia Subur (WUS) Resiko Tinggi di Desa Wonorejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Tarsikah, S. SiT., M. Keb. Pembimbing II: Tri Mardiyanti, SST., M. Mid. Penggunaan kontrasepsi WUS resiko tinggi di Kabupaten Malang yang menggunakan non MKJP sebesar 684 atau 54% daripada MKJP sebesar 584 atau 44%. Penggunaan kontrasepsi sangat penting bagi WUS terlebih lagi yang memiliki resiko tinggi agar saat hamil sampai bersalin faktor resiko yang dimiliki tidak memberikan dampak negatif dimana dapat meningkatkan komplikasi maupun kematian pada ibu maupun bayi. Peran wanita dalam mengambil keputusan sangat berpengaruh dalam penggunaan kontrasepsi. Faktor internal dalam mengambil sebuah keputusan adalah self efficacy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan self efficacy dengan penggunaan metode kontrasepsi dalam program Contra War pada WUS resiko tinggi. Desain penelitian survei analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi wanita usia subur (WUS) resiko tinggi sebagai akseptor KB dengan jumlah 222 orang. Pengambilan sampel secara Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 56 yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk mengetahui penggunaan jenis kontrasepsi dan menilai self efficacy. Berdasarkan uji statistika analisis data menggunakan uji Yate’s Correction didapatkan hasil p value (0,046) < α (0,05) sehingga H0 ditolak, artinya ada hubungan antara self efficacy dengan penggunaan metode kontrasepsi pada WUS resiko tinggi. Diharapkan WUS resiko tinggi yakin dengan kemampuannya agar dapat mampu memilih maupun menggunakan metode kontrasepsi sesuai dengan kondisinya. Kata Kunci : Kontrasepsi, Wanita Usia Subur Resiko Tinggi, Contra War
Cover KTI
2018

HUBUNGAN SELF EFFICACY IBU BERSALIN DALAM MENGHADAPI PERSALINAN DENGAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF DI PMB NGADILLAH DESA ASRIKATON KECAMATAN PAKIS

Lihat Detail Karya
Penulis: DURROTUL MAHNUNIN
NIM: 1402450063
Program Studi: DIPLOMA IV Kebidanan
Dosen Pembimbing: Rita Yulifah, S.Kp., M.Kes.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Mahnunin, Durrotul. 2018. Hubungan Self Efficacy Ibu Bersalin dalam Menghadapi Persalinan dengan Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di PMB Ngadilah Desa Asrikaton Kecamatan Pakis. Skripsi Program Studi DIV Kebidanan Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Rita Yulifah, S.Kp., M.Kes. Pembimbing Pendamping : Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd Angka kejadian nyeri persalinan menggambarkan sebagian besar ibu merasakan nyeri sangat hebat dan hampir setengahnya nyeri sedang. Dampak nyeri persalinan jika tidak dilakukan penanganan akan menimbulkan kesakitan bagi ibu dan janin. Ibu diharapkan dapat menggunakan kemampuannya sendiri seperti mekanisme koping adaptasi saat nyeri timbul. Oleh karena itu perlu penguatan faktor psikologis dengan meningkatkan elemen self efficacy agar ibu yakin bahwa dia mampu melakukan mekanisme koping saat nyeri persalinan timbul sehingga diharapkan nyeri yang dirasakan ibu bersalin memiliki kecenderungan dengan nyeri yang lebih rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self efficacy ibu bersalin dalam menghadapi persalinan dengan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif. Desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jenis populasi infinitif yaitu ibu bersalin kala I fase aktif pada bulan Juni 2018 dan sampel sebanyak 20 ibu bersalin sesuai kriteria inklusi dengan teknik sampling consecutive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Childbirth Self Efficacy Inventory dan lembar observasi Numeratic Rating Scale. Analisa data menggunakan uji Spearman rank dengan hasil ρ value (0,000) < α (0,05), dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yang berarti terdapat hubungan antara dua variabel. Semakin tinggi self efficacy ibu bersalin, nyeri yang dirasakan cenderung tidak mengarah kearah nyeri berat. Self efficacy diharapkan dapat dijadikan asuhan terkait dalam penurunan intensitas nyeri persalinan. Kata Kunci : Self efficacy, Nyeri Persalinan
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan