Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3521–3530 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2018

HUBUNGAN PEMBERIAN INFUS HANGAT DENGAN WAKTU PENCAPAIAN NORMALITAS HEMODINAMIK PADA PASIEN POST OPERASI GENERAL ANESTESI DI RUANG PEMULIHAN RS LAVALETTE

Lihat Detail Karya
Penulis: ELLYSA NUR FITRIA ALIF
NIM: 1401460006
Program Studi: D IV Keperawatan
Dosen Pembimbing: Nurul Hidayah, S.Kep., Ns, M.Kep. , Imam Subekti, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom.
Subjek: Warm Infusion, General Anesthesia, Time of Achievement of Normality, Hemodynamics
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Pemberian Infus Hangat Dengan Waktu Pencapaian Normalitas Hemodinamik Pada Pasien Post Operasi General Anestesi Di Ruang Pemulihan RS Lavalette. Ellysa Nur Fitria Alif (2018). Skripsi. Program Studi DIV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politekik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Utama Nurul Hidayah, S.Kep., Ns, M.Kep. Pembimbing Pendamping Imam Subekti, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom. Kata Kunci: Pemberian Infus Hangat, General Anestesi, Waktu Pencapaian Normalitas, Hemodinamik Ketidak efektifan thermoregulasi pada saat pasien mengalami anestesi mengakibatkan ketidaknormalan status hemodinamika. Hal ini menimbulkan risiko komplikasi yang besar sepserti perdarahan, infeksi, pemanjangan waktu pulih sadar hingga koma. Tindakan untuk mengatasi masalah ini yaitu pemberian tindakan penghangatan eksternal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberian infus hangat dengan waktu pencapaian normalitas hemodinamik. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimental non equivalent control group design. Responden penelitian ini adalah pasien post operasi dengan general anestesi. Populasi dari penelitian ini adalah pasien post operasi dengan general anestesi. Sampling pada penelitian ini adalah probability sampling dengan teknik accidental sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 18. Responden dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga kelompok eksperimen yaitu kelompok A, B, dan C. Kelompok A, B, dan C berturut-turut mendapatkan perlakuan pemberian infus hangat dengan suhu 37 oC, 37.5 oC, dan 38 oC. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji hubungan Spearman dengan hasil P value 0.245. P value menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian infus hangat dengan waktu pencapaian normalitas hemodinamik. Berdasarkan analisa statistika deskriptif, diketahui terdapat hubungan antara waktu pencapaian normalitas hemodinamik dengan pemberian infus hangat. Saran bagi perawat adalah untuk memberikan infus hangat dengan suhu optimal 37.5 oC dan 38 oC.
Cover KTI
2018

HUBUNGAN PEMENUHAN PERSONAL HYGIENE DENGAN WAKTU PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN POST OPERASI ORIF DI RSUD MARDI WALUYO KOTA BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: WAHYUWATI HANDAYANI
NIM: P17211175003
Program Studi: D IV Keperawatan
Dosen Pembimbing: Dr. Atty Yudiernawati, S.Kp,M.Pd.
Subjek: ORIF (Open Reduction Internal Fixation), personal hygiene, wound healing.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Pemenuhan Personal Hygiene dengan Waktu Penyembuhan Luka pada pasien Post Operasi ORIF di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Wahyuwati Handayani (2018). Skripsi. Observasi. Program Studi Diploma IV Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing utama Dr. Atty Yudiernawati, S.Kp,M.Pd. Pembimbing pendamping Tanto Hariyanto, S.Kep. Ns, M.Biomed. Personal Hygiene merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka. Pemenuhan personal hygiene yang baik akan meminimalkan pintu masuk (portal of entry) mikroorganisme dan mencegah seseorang terkena penyakit, sehingga personal hygiene yang semakin baik mampu mempercepat waktu penyembuhan luka pada post operasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pemenuhan personal hygiene dengan waktu penyembuhan luka pada pasien post operasi ORIF. Desain yang digunakan adalah cross sectional study. Populasi dalam penelitian adalah semua pasien post operasi ORIF di ruang dahlia dan poli tulang di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Besar sampel sebanyak 20 responden dengan post operasi ORIF menggunakan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data dengan bantuan lembar observasi. Waktu pengambilan data dilakukan pada 9 – 30 Juli 2018. Terdapat hubungan yang bermakna antara pemenuhan personal hygiene dengan waktu penyembuhan luka. Hasilnya menunjukkan bahwa pemenuhan personal hygiene pada pasien post operasi ORIF sebesar 60% (12 responden) melakukan pemenuhan personal hygiene dengan baik, sebesar 90% (18 responden) mengalami penyembuhan luka baik. Dan hasil uji analisis dengan menggunakan Spearman Range menunjukkan nilai p value 0,008 < 0,05, artinya ada hubungan antara pemenuhan personal hygiene dengan waktu penyembuhan luka. Rekomendasi dari penelitian diharapkan untuk petugas kesehatan terutama perawat agar lebih memperhatikan kembali faktor-faktor yang belum terkontrol seperti dari segi praktik personal hygiene dan juga nutrisi sehingga dapat membantu mempercepat waktu penyembuhan luka. Kata kunci : ORIF (Open Reduction Internal Fixation), personal hygiene, penyembuhan luka.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN PENDIDIKAN KESEHATAN METODE DEMONSTRASI DENGAN KEMAMPUAN IBU TENTANG PERAWATAN BAYI SEHARI-HARI DI RSI UNISMA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RESTU WIDYARINI
NIM: P17311175040
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Afnani Toyibah, A.Per.Pen, M.Pd, Ita Yuliani, S.S.T, M.Keb.
Subjek: pendidikan kesehatan metode demonstrasi, kemampuan ibu tentang perawatan bayi.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Restu Widyarini, Restu. 2018. Hubungan Pendidikan Kesehatan Metode Demonstrasi Dengan Kemampuan Ibu Tentang Perawatan Bayi Sehari-hari Di RSI Unisma Kota Malang. Skripsi, Program Studi Sarjana Terapan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I: Afnani Toyibah, A.Per.Pen, M.Pd, Pembimbing II: Ita Yuliani, S.S.T, M.Keb. Masa nifas merupakan masa perubahan peran baru bagi ibu, salah satunya adalah merawat bayi sehari-hari. Berdasarkan study pendahuluan yang dilakukan di Poli hamil RSI Unisma tentang kemampuan ibu tentang perawatan bayi sehari-hari didapatkan bahwa 55% dibantu dukun bayi 15% dan dibantu tenaga kesehatan 20%. Sedangkan ibu yang mampu merawat bayi sehari-hari (memandikan bayi dan merawat tali pusat) secara mandiri hanya sebanyak 10%. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan ibu adalah Pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan kesehatan metode demonstrasi dengan kemampuan ibu tentang perawatan bayi sehari-hari di RSI Unisma Malang. Desain penelitian ini adalah analitik observasional, populasi seluruh ibu nifas dengan riwayat persalinan normal berjumlah 40 orang, sampel berjumlah 36 orang diambil secara purposive sampling, Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan ibu sebelum mendapatkan pendidikan kesehatan sebagian besar 75% tidak mampu, dan setelah mendapatkan pendidikan kesehatan sebagian besar 72% mampu. Hasil analisis statistik Uji Mc Nemar menunjukkan bahwa nilai P Value (0,000) < α (0,05) artinya H nol ditolak berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan kesehatan metode demonstrasi dengan kemampuan ibu tentang perawatan bayi sehari-hari. Metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan ibu karena metode ini dapat memberikan gambaran yang nyata tentang perawatan bayi sehari-hari. Kata kunci : pendidikan kesehatan metode demonstrasi, kemampuan ibu tentang perawatan bayi.
Cover KTI
2018

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT INSTRUMENT TERHADAP PELAKSANAAN INSTRUMENTASI PADA OPERASI LAPARATOMI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Lihat Detail Karya
Penulis: RICKY ALPIANOR
NIM: P17211175009
Program Studi: PRGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Roni Yuliwar, S.Kep, Ns, M. Ked, , Sri Mudayatiningsih, S.Kp., M.Kes
Subjek: Pengetahuan, Sikap, Instrumentasi Laparatomi
Lihat Abstraksi
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat Instrument terhadap Pelaksanaan Instrumentasi pada Operasi Laparatomi di Instalasi Bedah Sentral RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Ricky Alpianor (2018), Program Studi D-IV Keperawatan Alih Jenjang Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, pembimbing Utama Roni Yuliwar, S.Kep, Ns, M. Ked, Pembimbing Kedua Sri Mudayatiningsih, S.Kp., M.Kes Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Instrumentasi Laparatomi Tindakan operasi Laparatomi dilakukan secara tim. Tim bedah yang professional khususnya perawat nstrument yang bertugas di rumah sakit semakin hari semakin diakui eksistensinya dalam pelayanan kesehatan. Kualitas pelaksanaan Instrumentasi oleh perawat dapat dinlai melalui beberapa indikator yang salah satunya adalah pengetahuan dan sikap dalam bekerja dikamar operasi. dengan pengetahuan yang baik dan sikap perawat instrument yang lebih berhati-hati akan meminimalisir resiko terjadinya cedera antar petugas kamar operasi. Tujuan penelitian Mengetahui adanya Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat Instrument terhadap Pelaksanaan Instrumentasi pada Operasi Laparatomi di Instalasi Bedah Sentral RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Metode penelitian adalah korelasonal. Teknik sampling yang digunakan adalah total sample. Subjek penelitian adalah 18 perawat yang melakukan instrumentasi pada operasi Laparatomi. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuisioner dan lembar observasi. Dengan hasil dari pengetahuan Jumlah Perawat memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebagian besar 10 orang (59%), dan hampir setengah responden pengetahuan cukup yaitu 8 orang (41%), memiliki sikap yang positif (favourable) sebagian besar yaitu 11 orang (61%), dan sikap yang negatif (unfavourable) hampir setengahnya yaitu 7 orang(45%), serta Pelaksanaan Instrumentasi sebagian besar dengan nilai score baik yaitu 12 orang (67%), dan yang melaksanakan instrumentasi tidak baik hampir setengahnya yaitu 6 orang (33%),Adad hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat dengan pelaksanaan instrumentasi yang diuji menggunakan uji Spearman dengan nilai P-Value 0,004 Untuk Pengetahuan dan P-Value 0,013 untuk sikap. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti faktor lan yang mempengaruhi pengetahuan, sikap dan juga pelaksanaan instrumentasi.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KANKER SERVIKS DAN DUKUNGAN PADA IBU DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK DETEKSI DINI KANKER SERVIKS

Lihat Detail Karya
Penulis: BINTA DWI NOVITASARI
NIM: 1402450089
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Dr. Jenny JS Sondakh, S.SiT.,M.Clin.Mid. Annisa, SST.,M.Kes.
Subjek: Pengetahuan, Dukungan, Kanker Serviks
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Novitasari, Binta Dwi (2018). Hubungan Pengetahuan Tentang Kanker serviks dan Dukungan Pada Ibu dengan Pengambilan Keputusan Untuk Deteksi Dini Kanker Serviks. Skripsi, Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Dr. Jenny JS Sondakh, S.SiT.,M.Clin.Mid. Pembimbing Pendamping : Annisa, SST.,M.Kes. Kanker serviks merupakan jenis kanker dengan insiden kedua terbanyak dari seluruh jenis kanker yang menyerang wanita di dunia. Pengetahuan tentang kanker serviks yang baik diharapkan dapat mendorong ibu untuk melakukan pencegahan sedini mungkin. Selain pengetahuan, dukungan suami dan petugas kesehatan juga berperan dalam meningkatkan motivasi ibu dalam melakukan deteksi dini kanker serviks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang kanker serviks dan dukungan pada ibu dengan pengambilan keputusan untuk deteksi dini kanker serviks. Desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi ibu pengunjung Poli KIA/KB Puskesmas Kendalsari sebanyak 215 ibu, sampel sebanyak 43 ibu. Pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling. Untuk mengetahui hubungan antar variabel digunakan uji koefisien kontingensi dan uji regresi logistik berganda. Hasil uji koefisien kontingensi pengetahuan tentang kanker serviks dengan pengambilan keputusan untuk deteksi dini kanker serviks didapatkan nilai p value = 0,001. Sedangkan pada variabel dukungan didapatkan nilai p value = 0,025. Hasil uji analisis multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan tentang kanker serviks memiliki nilai OR = 15,617 dan dukungan memiliki nilai OR = 3,627. Disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang kanker serviks dan dukungan dengan pengambilan keputusan untuk deteksi dini kanker serviks, sedangkan variabel yang paling dominan dengan pengambilan keputusan untuk deteksi dini kanker serviks adalah variabel pengetahuan. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan petugas kesehatan memberikan pendidikan kesehatan secara berkala dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan khususnya tentang deteksi dini kaker serviks. Kata Kunci : Pengetahuan, Dukungan, Kanker Serviks
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KEBIASAAN IBU TENTANG IKAN SEBAGAI LAUK BAGI ANAK DENGAN STATUS GIZI ANAK TK DI TAMAN KANAK-KANAK ABA 25 KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RETNO AYU OKTAVIA
NIM: 1403410013
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Sugeng Iwan dan Tapriadi
Subjek: Pengetahuan, Sikap dan Kebiasaan, Status Gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK (RETNO AYU OKTAVIA. 2018. Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Kebiasaan Ibu tentang Ikan sebagai Lauk bagi Anak dengan Status Gizi Anak TK di Taman Kanak-kanak Aba 25 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Pembimbing : Sugeng Iwan dan Tapriadi). Gizi merupakan salah satu faktor penting untuk menentukan kualitas sumber daya manusia. Anak TK merupakan kelompok yang rawan mengalami masalah gizi, penyebabnya ialah ekonomi yang rendah, asupan makan yang kurang seimbang, rendahnya tingkat pengetahuan, sikap dan kebiasaan ibu tentang ikan. Konsumsi ikan untuk anak penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada Hubungan pengetahuan, sikap dan kebiasaan ibu tentang ikan sebagai lauk bagi anak dengan status gizi anak Tk di TK Aba 25 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Desain penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah 35 ibu dan anak TK Aba 25 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai bulan Desember 2017. Hasil Uji statistik chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi BB/U dan TB/U dengan nilai p value 0,038 dan 0,038 < α 0,05, sedangkan pengetahuan gizi ibu dengan status gizi (BB/TB) menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dengan nilai p value 0,83 >α 0,05. Hasil Uji statistik chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara sikap ibu dengan status gizi BB/U dan TB/U dengan nilai p value 0,038 dan 0,005 < α 0,05, sedangkan sikap ibu dengan status gizi (BB/TB) menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dengan nilai p value 0,62 >α 0,05. Hasil Uji statistik chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan ibu dengan status gizi BB/U dan TB/U dengan nilai p value 0,038 dan 0,005 < α (0,05) sedangkan kebiasaan ibu dengan status gizi (BB/TB) menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dengan nilai p value 0,75 >α 0,05. Mengingat belum seringnya guru untuk menyampaikan pentingnya kebiasan konsumsi lauk ikan penting saat ibu mengantar anak sekolah dan melihat kotak makan anak. Perlu menambah poster atau majalah dinding tentang ikan. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap dan Kebiasaan, Status Gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN PENGGUNAAN JENIS KONTRASEPSI DENGAN USIA MENOPAUSE DI PUSKESMAS PEMBANTU DESA CODO KECAMATAN WAJAK KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: YULITA WULANDARI
NIM: 1402450028
Program Studi: PRODI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Reni Wahyu T, S.SiT.,M.Kes. Afnani Toyibah, A.Per.Pen.,M.Pd.
Subjek: Penggunaan Jenis Kontrasepsi, Usia Menopause.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Wulandari, Yulita. 2018. Hubungan Penggunaan Jenis Kontrasepsi dengan Usia Menopause di Puskesmas Pembantu Desa Codo Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Reni Wahyu T, S.SiT.,M.Kes. Pembimbing Pendamping: Afnani Toyibah, A.Per.Pen.,M.Pd. Angka penggunaan kontrasepsi memiliki pola yang sama setiap tahunnya. Kontrasepsi hormonal masih menjadi pilihan sebagian besar masyarakat dibandingkan kontrasepsi non hormonal. Penggunaan jenis kontrasepsi baik hormonal maupun normonal dalam jangka panjang dapat memberikan efek pada kesehatan seorang wanita, salah satunya mempengaruhi kapan seseorang mengalami masa menopause. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan jenis kontrasepsi dengan usia menopause di Puskesmas Pembantu Desa Codo Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional, populasi wanita menopause yang berusia 35-60 tahun berjumlah 140 orang, sampling menggunakan teknik Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel 58 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sebagai lembar panduan wawancara. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden (67,2%) menggunakan kontrasepsi hormonal dan sebagian besar (46,6%) mendapatkan usia menopause yang lambat. Berdasarkan teknik analisa data menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p value adalah 0,002, sedangkan α adalah 0,05, dikarenakan nilai p value < α, maka H0 ditolak artinya ada hubungan penggunaan jenis kontrasepsi dengan usia menopause di Puskesmas Pembantu Desa Codo Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini, hendaknya menjadi pertimbangan bagi masyarakat dalam memilih jenis kontrasepsi yang akan digunakan. Kata Kunci : Penggunaan Jenis Kontrasepsi, Usia Menopause.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN PENJADWALAN OPERASI ELEKTIF DAN EMERGENSI DENGAN PENCAPAIAN UTILISASI KAMAR OPERASI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD Dr. HARYOTO LUMAJANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DARA AZA SMARAYUDIZTA
NIM: 1401460054
Program Studi: PROGRAM STUDI D-IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Tri Johan A. Y,S.Kp.,M.Kep. , Sulastyawati, S.Kep., Ns, M.Kep.
Subjek: Penjadwalan Operasi, Utilisasi Kamar Operasi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Penjadwalan Operasi Elektif dan Emergensi dengan Pencapaian Utilisasi Kamar Operasi Instalasi Bedah Sentral RSUD Dr. Haryoto Lumajang. Dara Aza Smarayudizta (2018). Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Malang, Pembimbing (Utama) Dr. Tri Johan A. Y,S.Kp.,M.Kep., Pembimbing (Pendamping) Sulastyawati, S.Kep., Ns, M.Kep. Kata Kunci: Penjadwalan Operasi, Utilisasi Kamar Operasi Penjadwalan Operasi merupakan sebuah perencanaan yang dikaitkan dengan pengaturan yang menunjukkan perencanaan dan pengelolaan sumber daya baik personel maupun waktu. Pelaksaaan penjadwalan operasi akan berkaitan dengan utilisasi di kamar operasi yang merupakan jumlah waktu yang digunakan untuk melakukan setiap prosedur pembedahan dibagi dengan waktu yang tersedia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penjadwalan operasi elektif dan emergensi dengan pencapaian utilisasi kamar operasi Instalasi Bedah Sentral RSUD Dr. Haryoto Lumajang. Penelitian non-eksperimen yang bersifat observasional ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Dari sejumlah 1.178 populasi dengan 118 sampel yang diperoleh dengan teknik non-probability berupa quota sampling. Analisa penelitian ini dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji korelasi chi-square test. Hasil observasi yang dilakukan selama 11 hari menunjukkan bahwa pelaksanaan penjadwalan sebanyak 113 operasi (96%) berlangsung tidak sesuai dengan penjadwalan dan sehingga pencapaian utilisasi yang diperoleh kurang dari 75% yang berarti bahwa utilisasi dikamar operasi kurang baik. Sedangkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan pada penjadwalan operasi elektif dan emergensi dengan pencapaian utilisasi kamar operasi dengan p value 0,000 lebih kecil dari nilai α (0,05) dengan hasil Sig. (2-tailed) sebesar 0,707. Sebagai rekomendasi penelitian untuk RSUD Dr. Haryoto Lumajang yaitu dapat melakukan pelaporan utilisasi kamar operasi secara berkala sebagai bahan evaluasi peningkatan mutu pelayanan kamar operasi dan memisahkan pelayanan operasi elektif dan emergensi. Sedangkan rekomendasi untuk penelitian yang dapat dilakukan sebagai penelitian berikutnya yaitu menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi utilisasi kamar operasi.
Cover KTI
2018

HUBUNGAN PENYAMPAIAN DISCHARGE PLANNING DENGAN KOMPLIKASI POST OPERASI AV SHUNT DI RS LAVALETTE MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: VIVID IKA FITRIANINGRUM
NIM: . P17211175019
Program Studi: D IV Keperawatan
Dosen Pembimbing: Fiashriel Lundy. S.Kep., Ns., M.Kes
Subjek: Discharge Planning, Post AV Shunt Surgery Complication, AV Shunt.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Penyampaian Discharge Planning Dengan Komplikasi Post Operasi Av Shunt Di RS Lavalette Malang. Vivid Ika Fitrianingrum. (2018). Skripsi. Korelasi. Program Studi DIV Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dosen pembimbing: Fiashriel Lundy. S.Kep., Ns., M.Kes., dan Edy Suyanto, S.S.T., M.P.H. Proses hemodialisa dibutuhkan pintu masuk atau akses agar darah dari tubuh dapat keluar dan disaring oleh dialyzer kemudian kembali ke dalam tubuh. AV-shunt adalah akses vaskular yang paling direkomendasikan, walaupun demikian AV shunt memiliki risiko terjadi komplikasi, untuk itu perlu dilakukan discharge planning kepada pasien agar tidak terjadi komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penyampaian discharge planning dengan komplikasi post operasi AV Shunt di RS Lavalette Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 20 responden. Semua data diolah dan dianalisis statistik menggunakan SPSS 23. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik Correlation bahwa P-Value < α, artinya bahwa H1 diterima sehingga ada hubungan penyampaian discharge planning dengan komplikasi post operasi AV Shunt di RS Lavalette Malang. Selain itu berdasarkan koefisien korelasi bahwa hubungan antara kedua variabel bersifat positif dan kuat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyampaian discharge planning ada hubungannya dengan komplikasi post operasi AV Shunt. Rekomendasi penelitian ini penyampaian discharge planning perlu dievaluasi apakah pasien benar-benar melakukan atau melaksanakan dari apa yang telah disampaikan dari discharge planning. Kata Kunci: Discharge Planning, Komplikasi Post Operasi AV Shunt, AV Shunt
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN PERAN SUAMI DENGAN KESIAPAN IBU MENGHADAPI SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT ISLAM UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RIZKI DINA FITRIYAH
NIM: P17311175003
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd. Asworoningrum Y, SST., M.Keb
Subjek: Kesiapan ibu, Peran Suami, Sectio Caesarea
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Fitriyah, Rizki Dina. 2018. Hubungan Peran Suami Dengan Kesiapan Ibu Menghadapi sectio caesarea di Rumah Sakit Islam Universitas Islam Malang. Skripsi. Politeknik Kesehatan Kementerian kesehatan Malang. Pembimbing Utama : Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd. Pembimbing Pendamping: Asworoningrum Y, SST., M.Keb. Sectio Caesarea merupakan tindakan yang beresiko. Dampak yang ditimbulkan antara lain gangguan fisiologis dan psikologis. Dampak psikologis dapat menyebabkan postpartum blues. Untuk mengantisipasi dampak tersebut, diperlukan kesiapan ibu dalam menghadapi sectio caesarea, baik dari segi fisik, psikologis dan materil. Salah satu cara untuk mempersiapkan kesiapan ibu adalah dengan adanya peran dari orang terdekat, yaitu peran suami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran suami dengan kesiapan ibu menghadapi sectio caesarea. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sample sebanyak 20 responden suami dan ibu yang akan melakukan sectio caesarea di Rumah Sakit Islam Universitas Islam Malang yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner peran suami dan kuesioner kesiapan ibu menghadapi sectio caesarea kemudian data dianalisa menggunakan fisher’s Exact dan didapatkan nilai p value = 0,195 (>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima, yang artinya tidak terdapat hubungan peran suami dengan kesiapan ibu menghadapi sectio caesarea. Hal ini dapat disebabkan karena adanya faktor lain yang mempengaruhi kesiapan, yaitu faktor dari dalam diri individu sendiri (faktor internal). Oleh karena itu, pada Ibu hamil yang akan melakukan sectio caesarea, disarankan mempersiapkan diri menghadapi persalinan dari awal kehamilan, termasuk semua resiko yang akan dihadapi. Sehingga ketika mendapat dukungan dari faktor eksternal, yaitu peran suami, petugas kesehan atau pihak lainnya, ibu menjadi lebih siap. Kata Kunci : Kesiapan ibu, Peran Suami, Sectio Caesarea
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan