Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3511–3520 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2018

HUBUNGAN KETEPATAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DENGAN PERKEMBANGAN BAYI USIA 6-9 BULAN DI POSYANDU DESA TRAYANG KECAMATAN NGRONGGOT KABUPATEN NGANJUK

Lihat Detail Karya
Penulis: DYAN RAGIL SARI
NIM: P17311175030
Program Studi: Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan
Dosen Pembimbing: Erni Dwi Widyana, SST., M.Kes. Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd.
Subjek: Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), Perkembangan Bayi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sari, Dyan Ragil. 2018. Hubungan Ketepatan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dengan Perkembangan Bayi Usia 6-9 Bulan. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Erni Dwi Widyana, SST., M.Kes. Pembimbing Pendamping: Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd. Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat dan baik merupakan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi mikro pada bayi sehingga dapat anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak sesuai dengan kebutuhan anak akan menyebabkan gangguan perkembangan anak usia 6-12 bulan. Capaian indikator cakupan pemberian MPASI di wilayah Puskesmas Ngronggot adalah 0% dan terdapat perkembangan bayi yang abnormal sebanyak 37%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan ketepatan pemberian MP-ASI dengan Perkembangan bayi usia 6-9 bulan di Posyandu Desa Trayang Ngronggot Nganjuk. Jenis penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua ibu yang memiliki bayi usia 6-9 bulan, sampling menggunakan teknik Total Sampling dan didapatkan sampel 31 responden. Data dianalisis menggunakan uji Fisher Exact dengan nilai α=0,05 didapatkan nilai signifikasi r=0,128 (ρ value > 0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan antara ketepatan pemberian MP-ASI dengan Perkembangan Bayi Usia 6-9 bulan. Saran dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang Makanan Pendamping ASI yang tepat sehingga perkembangan anak menjadi lebih baik. Kata Kunci: Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), Perkembangan Bayi
Cover KTI
2018

HUBUNGAN KONSUMSI DIET TINGGI PROTEIN DENGAN PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Lihat Detail Karya
Penulis: WIDYA FARA SETYARINI
NIM: 1401460009
Program Studi: PROGRAM STUDI D-IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Sumirah Budi Pertami, S.Kp., M.Kep. , Tri Nataliswati, S.Kep., Ns, M.Kep.
Subjek: Konsumsi diet tinggi protein, penyembuhan luka, Sectio Caesarea
Lihat Abstraksi
Hubungan Konsumsi Diet Tinggi Protein Dengan Penyembuhan Luka Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Widya Fara Setyarini (2018). Program Studi D-IV Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan Malang. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Sumirah Budi Pertami, S.Kp., M.Kep. Pembimbing Pendamping: Tri Nataliswati, S.Kep., Ns, M.Kep. Pelayanan keperawatan bidang kesehatan modern salah satunya adalah Sectio Caesarea. Sectio Caesarea merupakan suatu persalinan buatan, dimana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding perut dan rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin diatas 500 gram. Sayatan tersebut akan menimbulkan luka sepanjang 10-15 cm. Lebarnya luka menjadikan rawan timbulnya infeksi yang dapat mengakibatkan penyembuhan luka memanjang. Proses penyembuhan luka ini memerlukan protein sebagai dasar untuk terjadinya jaringan kolagen yang akan membantu pertautan antara tepi luka sayatan, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi diet tinggi protein dengan penyembuhan luka pada pasien post operasi Sectio Caesarea di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, dengan besar sampel berjumlah 35 orang serta menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara observasi langsung untuk konsumsi diet tinggi protein dilakukan pada hari 1 sampai dengan 7 serta untuk penyembuhan luka pada hari ke 3 dan ke 7. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi lembar observasi konsumsi diet tinggi protein (formulir recall 24 jam) dan lembar penyembuhan luka Bates-Jensen Wound Assessment Tool Items. Pengolahan data menggunakan teknik uji korelasi dengan uji Spearman (r). Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan 0,000 yang menyatakan bahwa terdapat hubungan konsumsi diet tinggi protein dengan penyembuhan luka pada pasien post operasi Sectio Caesarea. Saran yang dapat diajukan kepada pasien post operasi Sectio Caesarea adalah diharapkan dapat mengkonsumsi diet tinggi protein sesuai anjuran, menjaga personal hygiene, dan rajin kontrol ke pelayanan kesehatan sehingga dapat mencapai derajat kesehatan yang tinggi. Kata Kunci: Konsumsi diet tinggi protein, penyembuhan luka, Sectio Caesarea
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN KUALITAS ISTIRAHAT TIDUR DENGAN LAMA RAWAT INAP PASIEN POST OPERASI LAPAROTOMI DI RUMAH SAKIT LAVALETTE MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: YELLY PRASTIKA R.
NIM: 1601410015
Program Studi: PRODI DIV KEPERAWATAN ALIH JENJANG
Dosen Pembimbing: Setyo Harsoyo, S.KM, M.Kes, Rossyana Septyasih, S.Kp, M.Pd
Subjek: Kualitas Istirahat-Tidur, Lama Rawat Inap
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Antara Kualitas Istirahat-Tidur dengan Lama Rawat Inap Pasien Post Operasi Laparotomi di Rumah Sakit Lavalette Malang. Yelly Prastika Rustina (2017). Skripsi, Program Studi DIV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing (Utama) Setyo Harsoyo, S.KM, M.Kes (Pendamping) Rossyana Septyasih, S.Kp, M.Pd Tidur merupakan perubahan status kesadaran yang berulang-ulang pada periode tertentu. Lama rawat inap atau lama dirawat (LD) merupakan jumlah hari kalender dimana pasien mendapatkan perawatan rawat inap dirumah sakit, sejak tercatat sebagai pasien rawat inap (admisi) hingga keluar dari rumah sakit (discharge). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas istirahat-tidur dengan lama rawat inap pasien post operasi laparotomi di RS Lavalette Malang. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif studi kasus dengan metode pengumpulan data secara wawancara dan observasi. Cross Sectional dengan teknik Quota Sampling, dan uji statistik menggunakan uji Chi Square. Hasilnya didapatkan adalah tidak ada hubungan antara kualitas istirahat-tidur dengan lama rawat inap pasien post operasi laparotomi di RS Lavalette Malang. Rekomendasi penelitian yang akan datang hendaknya perlu meneliti meneliti tentang hubungan kualitas istirahat-tidur dengan lama rawat inap dengan jumlah responden yang lebih banyak. . Kata Kunci : Kualitas Istirahat-Tidur, Lama Rawat Inap
Cover KTI
2018

HUBUNGAN LAMA PAPARAN POLUTAN BENZENA DENGAN FUNGSI IMUN ADAPTIF PADA KARYAWAN SPBU (STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM) DI WILAYAH KABUPATEN BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: ROSYADA NIRMALA
NIM: 1401460021
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Joko Pitoyo, S.Kp., M.Kep. , Marsaid, S.Kp., M.Kep.
Subjek: Lama Paparan, Benzena, Imun Adaptif
Lihat Abstraksi
Hubungan Lama Paparan Benzena Dengan Fungsi Imun Adaptif Pada Karyawan SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Di Wilayah Kabupaten Blitar. Rosyada Nirmala (2018). Skripsi. Program Studi D-IV Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing 1: Joko Pitoyo, S.Kp., M.Kep., Pembimbing 2: Marsaid, S.Kp., M.Kep. Kata Kunci: Lama Paparan, Benzena, Imun Adaptif Benzena adalah salah satu zat berbahaya yang terdapat di dalam bahan bakar minyak dan populasi pekerja yang paling beresiko terpapar benzena adalah operator pengisian BBM (Bahan Bakar Minyak) di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum). Salah satu dampak dari paparan benzena kronis adalah kerusakan pada sumsum tulang yang menyebabkan menurunnya produksi sel-sel darah termasuk sel limfosit dan sel monosit yang berperan pada sistem imun adaptif. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan lama paparan benzena dengan fungsi imun adaptif pada karyawan SPBU di wilayah Kabupaten Blitar. Metode penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling sebanyak 30 responden sesuai kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan lama paparan benzena mayoritas (30%) selama 1 – <4 tahun. Fungsi imun adaptif pada sel limfosit hampir seluruhnya (80%) sedang dan pada jumlah sel monosit hampir seluruhnya (73%) rendah. Uji statistik spearman menunjukkan tidak ada hubungan antara lama paparan benzena dengan jumlah sel limfosit (p=0,462; x-rho=0,139), begitu juga dengan jumlah sel monosit (p=0,346; x-rho= -0,178). Saran penelitian selanjutnya dilakukan pemeriksaan tingkat kosentrasi benzena di udara untuk mengetahui tingkat polusi udara.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN LAMA PAPARAN POLUTAN UDARA DENGAN FUNGSI IMUN INNATE PADA KARYAWAN SPBU DI WILAYAH KABUPATEN BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: EUNIKE AYU DARMAWATI
NIM: 1401460049
Program Studi: PROGRAM STUDI D-IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Tri Johan A. Y., S.Kp., M.Kep. , Rudi Hamarno, S.Kep., Ns, M.Kep
Subjek: Paparan Polutan Udara, Benzena, Imun Innate, Sel Monosit
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Lama Paparan Polutan Udara dengan Fungsi Imun Innate pada Karyawan SPBU di Wilayah Kabupaten Blitar. Eunike Ayu Darmawati (2018). Skripsi. Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing utama Dr. Tri Johan A. Y., S.Kp., M.Kep., Pembimbing pendamping Rudi Hamarno, S.Kep., Ns, M.Kep. Kata Kunci: Paparan Polutan Udara, Benzena, Imun Innate, Sel Monosit Salah satu pencemaran udara yang dominan berasal dari transportasi, dimana peningkatan jumlah kendaraan bermotor meningkatkan polusi udara dan konsumsi BBM. Bahan bakar minyak mengandung benzena yang merupakan zat berbahaya dan bersifat karsinogenik dan populasi pekerja yang paling beresiko terpapar benzena adalah operator pengisian BBM di SPBU. Salah satu dampak dari paparan benzena kronis adalah kerusakan pada sumsum tulang yang menyebabkan menurunnya produksi sel-sel darah termasuk sel monosit yang berperan pada sistem imun innate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama paparan polutan udara (benzena) dengan fungsi imun innate pada karyawan SPBU di Wilayah Kabupaten Blitar. Metode penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling sebanyak 30 responden sesuai kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan lama paparan benzena hampir sebagian (30%) lebih dari 7 tahun. Fungsi imun innate pada sel monosit hampir seluruhnya (73%) rendah. Hasil uji statistik Spearman menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara lama paparan polutan udara dengan fungsi imun innate dengan x-rho=0,247; p=0,142 (p>0,05). Saran penelitian selanjutnya dilakukan pemeriksaan tingkat konsentrasi benzena di udara untuk mengetahui tingkat polusi udara
Cover KTI
2018

HUBUNGAN LAMA PAPARAN POLUTAN UDARA DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA KARYAWAN DI SPBU WILAYAH KABUPATEN BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: SIVI TRINING TYAS
NIM: 1401460038
Program Studi: D IV Keperawatan
Dosen Pembimbing: Hurun Ain, S.Kep., Ns, M.Kep. , Imam Subekti, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom
Subjek: Exposure to Air Pollutants, Benzene, Hemglobin Levels
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Lama Paparan Polutan Udara dengan Kadar Hemoglobin pada Karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Wilayah Kabupaten Blitar. Sivi Trining Tyas (2018). Skripsi. Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing utama Hurun Ain, S.Kep., Ns, M.Kep., Pembimbing pendamping Imam Subekti, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom. Kata Kunci: Paparan Polutan Udara, Benzena, Kadar Hemoglobin Benzena merupakan salah satu zat berbahaya yang terdapat pada bahan bakar minyak dan populasi yang beresiko tinggi terpapar adalah operator pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Dari laporan penelitian paparan benzena akan berdampak pada pusat produksi sel darah yang akan menganggu proses hematopoietik yang menghambat pertumbuhan dan pematangan sel eritrosit sehingga terjadi penurunan kadar hemoglobin. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan lama paparan polutan udara (benzena) dengan kadar hemoglobin pada karyawan SPBU di Wilayah Kabupaten Blitar. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Subjek penelitian adalah karyawan SPBU yang bekerja telah bekerja lebih dari 1 tahun sebagai operator pengisian BBM dengan teknik sampling purposive sampling sebanyak 30 responden. Responden dilakukan pengambilan darah lengkap untuk mengetahui jumlah kadar hemoglobin, dengan rata-rata kadar hemoglobin (52.6%) 10 responden laki-laki memiliki nilai hemoglobin yang normal dan responden berjenis kelamin perempuan (36.3%) 4 orang memiliki nilai hemoglobin normal. Uji statistik spearman menunjukkan tidak ada hubungan antara lama paparan benzena dengan kadar hemoglobin responden laki-laki (p=0.194), begitu juga dengan kadar hemoglobin responden perempuan (p=0.937). Saran bagi penelitian selanjutnya dilakukan pemeriksaan tingkat kosentrasi benzena di udara untuk mengetahui tingkat polusi udara dan lokasi ditempat dengan paparan yang lebih intens.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN LAMA PAPARAN POLUTAN UDARA DENGAN KADAR MCV PADA KARYAWAN SPBU DI WILAYAH KABUPATEN BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: IGA KURNIA ROHMAH
NIM: 1401460023
Program Studi: PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Marsaid, S.Kp., M.Kep. , Nurul Hidayah, S.Kep., Ns, M.Kep.
Subjek: Paparan Polutan Udara, Benzena, MCV (Mean Corporate Volume)
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Lama Paparan Polutan Udara dengan Kadar MCV pada Karyawan SPBU di Wilayah Kabupaten Blitar. Iga Kurnia Rohmah (2018). Skripsi. Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing utama Marsaid, S.Kp., M.Kep. Pembimbing pendamping Nurul Hidayah, S.Kep., Ns, M.Kep. Kata Kunci: Paparan Polutan Udara, Benzena, MCV (Mean Corporate Volume) Polutan adalah tercampurnya zat-zat komponen diudara baik secara sengaja maupun alamiah yang dapat mengakibatkan kualitas udara menjadi turun sehingga dapat mengganggu dan merugian makhluk hidup atau benda lain disekitarnya. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor meningkatkan polusi udara dan konsumsi BBM. Bahan bakar minyak mengandung benzena, toluene, xylenses, ethylene, total petroleum hydrocarbon, dan polycuclic aromatic hydrocarbon. Operator pengisian BBM di SPBU memiliki resiko tinggi terpapar benzena melalui inhalasi. Paparan benzena akan berdampak pada kerusakan sumsum tulang yang menyebabkan terganggunya produksi sel darah. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan lama paparan polutan udara (benzena) dengan kadar MCV pada karyawan SPBU di Wilayah Kabupaten Blitar. Metode penelitian menggunakan Cross Sectional. Subjek penelitian adalah karyawan perator pengisian BBM dengan teknik Purposive Sampling sebanyak 30 responden. Pengambilan darah lengkap untuk mengetahui kadar MCV. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara lama paparan polutan udara dengan kadar MCV dengan p-value=0,339 (p>0,05) dan x-rho = -0,181. Penelitian ini dilakukan pada SPBU dengan minimalisir bias (SPBU yang bertempat di kawasan lingkungan baik dengan banyak pepohonan serta sedikit bagunan disekelilingnya). Saran untuk penelitian selanjutnya dilakukan pemeriksaan tingkat konsentrasi benzena di udara untuk mengetahui tingkat polusi udara.
Cover KTI
2018

HUBUNGAN LAMA PAPARAN POLUTAN UDARA DENGAN SATURASI OKSIGEN PADA KARYAWAN SPBU DI WILAYAH KABUPATEN BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: ALKHALIFA AMIN
NIM: 1301460058
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEPERAWATAN MALANG
Subjek: POLUTAN UDARA,OKSIGEN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Alkhalifa Amin, 2018. Hubungan Lama Paparan Polutan Udara Dengan Saturasi Oksigen Pada Karyawan SPBU Di Wilayah Kabupaten Blitar. Skripsi. Program Studi DIV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Utama Imam Subekti, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom. Pembimbing Pendamping Dr. Tri Johan Agus Yuswanto, S.Kp., M.Kep. Kata Kunci : Lama Paparan Polutan Udara, Saturasi Oksigen, Karyawan SPBU Paparan polutan udara (benzena) di lingkungan SPBU sangat berpengaruh kepada saturasi oksigen, khususnya petugas operator pada pengisian BBM (filling point). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama paparan polutan udara dengan saturasi oksigen pada karyawan SPBU di wilayah Kabupaten Blitar. Desain dalam penelitian ini adalah analytic correlation dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi semua karyawan SPBU (filling point) berjumlah 43, sampel yang digunakan berjumlah 30 dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian di analisis menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saturasi oksigen pada karyawan SPBU yang bekerja > 6 bulan - < 5 tahun, nilai saturasi oksigen yang menunjukkan normal (57%), yang mengalami hipoksia ringan (7%), dan yang mengalami hipoksia sedang (3%). Untuk karyawan SPBU yang bekerja antara 5 tahun - 10 tahun, nilai saturasi oksigen yang menunjukkan normal (10%) dan yang mengalami hipoksia ringan (3%). Dan untuk karyawan SPBU yang bekerja > 10 tahun nilai saturasi oksigen yang menunjukkan normal (10%), yang mengalami hipoksia ringan (7%), dan yang mengalami hipoksia sedang (3%). Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara lama paparan polutan udara dengan saturasi oksigen pada karyawan SPBU di wilayah Kabupaten Blitar dengan nilai p= 0,033 atau α < 0,05. Rekomendasi bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan menggunakan analisa gas darah.
Cover KTI
2018

HUBUNGAN MOBILISASI DINI DENGAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA FASE PROLIFERASI PASIEN POST ORIF DI RSUD Dr. HARYOTO LUMAJANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DELA PUTRI ANDARTIWI
NIM: 1401460013
Program Studi: D IV Keperawatan
Dosen Pembimbing: Nurul Hidayah, S.Kep., Ns, M.Kep. , Marsaid, S.Kp., M.Kep.
Subjek: Early Mobilization, Wound Healing, Post ORIF Patients
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Dela Putri Andartiwi. 2018. Hubungan Mobilisasi Dini dengan Proses Penyembuhan Luka Fase proliferasi Pasien Post ORIF di RSUD Dr. Haryoto Lumajang. Program Studi D-IV Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Nurul Hidayah, S.Kep., Ns, M.Kep. Pembimbing II : Marsaid, S.Kp., M.Kep. Kata Kunci : Mobilisasi Dini, Penyembuhan Luka, Pasien Post ORIF. Angka kejadian pasien operasi fraktur setiap tahun terus mengalami peningkatan. Sayatan luka yang dibuat dalam pembedahan fraktur menimbulkan luka yang cukup besar dan juga dalam, sehingga membutuhkan waktu penyembuhan yang cukup lama. Tindakan yang dapat dilakukan pada saat post operasi fraktur salah satunya adalah Mobilisasi dini. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan mobilisasi dini dengan proses penyembuhan luka fase proliferasi pasien Post ORIF di RSUD Dr. Haryoto Lumajang. Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasional. Sampel berjumlah 20 orang dengan menggunakan Purposive Sampling. Variabel mobilisasi dini di ukur dengan SOP mobilisasi dini dan penyembuhan luka di ukur dengan Lembar observasi penilaian luka BatesJensen Wound Assesment Tool (BWAT). Analisis hubungan menggunakan Uji Spearman (r) (α=0.05). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang positif nilai signifikan 0,000 dapat diketahui bahwa semakin baik mobilisasi dini yang dilakukan maka akan semakin baik penyembuhan lukanya. rekomendasi bagi peneliti selanjutnya untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain terutama yang mempengaruhi penyembuhan luka seperti usia, berat badan berlebih atau obesitas, gangguan oksigenasi, merokok, penyakit penyerta, dan nutrisi.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN MOBILISASI DINI TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN POST OP SEKSIO CESAREA DI RSUD MARDI WALUYO BLITAR JAWA TIMUR

Lihat Detail Karya
Penulis: INEKE NOVIANA
NIM: P17211175006
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr.Ekowati Retnaningtyas,S.Kp,M.Kes dan Ngesti W Utami, S.Kp,M.Pd.
Subjek: Sectio caesarea, Mobilisasi Dini dan Penyembuhan Luka
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Mobilisasi Dini Terhadap Proses Penyembuhan Luka Post Op SC di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Ineke Noviana (2018). Skripsi. Program Studi D-IV Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dosen Pembimbing: Dr.Ekowati Retnaningtyas,S.Kp,M.Kes dan Ngesti W Utami, S.Kp,M.Pd. Semakin meningkatnya persalinan dengan sectio caesarea di Indonesia dan dijumpai mengenai permasalahan terhadap luka akibat proses operasi sehingga mengakibatkan komponen jaringan dimana secara spesifik terdapat subtansi jaringan yang rusak. Biasanya dalam proses penyembuhan luka post op sectio caesarea dapat dilakukan dengan berbagai cara agar mempercepat penyembuhan luka dan salah satunya adalah mobilisasi dini. Penelitian ini dilakukan di ruang Flamboyan dan poli kandungan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mobilisasi dini terhadap proses penyembuhan luka post op sectio caesarea. Penelitian ini menggunakan desain studi korelasional dan teknik purpose sampling dengan jumlah sampel 27 orang post op sectio caesarea. Dimana masing-masing responden diberikan mobilisasi dini dan kemudian diobservasi proses penyembuhan lukanya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode observasi (pengamatan) dengan instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi proses penyembuhan luka dan SOP mobilisasi. Kemudia diuji dengan menggunakan SPSS 23. Dimana didapatkan hasil ada hubungan yang bermakna mobilisasi dini terhadap proses penyembuhan luka post op sectio caesarea. Dengan hasil mobilisasi baik sebesar 81% dan mobilisasi cukup 19%. Untuk hasil penyembuhan luka didapatkan hasil penyembuhan luka baik sebesar 78% dan penyembuhan luka 22%. Dan setelah diuji dengan SPSS 23 didapatkan hasil yang signifikan sebesar 0,00 dengan tingkat signifikansi 0,05 karena p value< 0,05, maka Ho ditolak atau ada hubungan mobilisasi dini dengan proses penyembuhan luka. Rekomendasi untuk petugas kesehatan untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap pasien yang sulit untuk melakukan mobilisasi sehingga dapat dibimbing lebih intensif lagi. Kata Kunci : Sectio caesarea, Mobilisasi Dini dan Penyembuhan Luka
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan