Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3501–3510 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2018

HUBUNGAN DURASI TIDUR DENGAN PERTUMBUHAN TINGGI BADAN ANAK PRA SEKOLAH USIA 3-5 TAHUN DI TK ABA 24 KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: LAILATUL QODARIAH
NIM: 1402450011
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Reni Wahyu Triningsih, S.SiT., M.Kes. Afnani Toyibah A.Per.Pen., M.Pd.
Subjek: Durasi Tidur, Tinggi Badan, Anak Prasekolah, Usia 3-5 Tahun
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Qodariah, Lailatul. 2018. Hubungan Durasi Tidur dengan Pertumbuhan Tinggi Badan Anak Pra Sekolah Usia 3-5 Tahun di TK ABA 24 Kota Malang. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Reni Wahyu Triningsih, S.SiT., M.Kes. Pembimbing Pendamping : Afnani Toyibah A.Per.Pen., M.Pd. Pertumbuhan anak sangat penting karena dari sinilah akan tercipta generasi penerus bangsa yang unggul. Anak usia 3-5 tahun adalah masa golden period dimana pertumbuhan sedang berkembang pesat. Oleh karena itu, mendorong anak untuk tumbuh optimal sangat diperlukan. Salah satu kebutuhan dasar untuk mencapai pertumbuhan yang optimal adalah dengan memenuhi waktu tidur sesuai durasi tidur yang telah direkomendasikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan durasi tidur dengan pertumbuhan tinggi badan anak pra sekolah usia 3-5 tahun di TK ABA 24 Kota Malang. Desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional, populasi penelitian sebanyak 35 anak usia 3-5 tahun, sampling menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden anak usia 3-5 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi untuk mengetahui durasi tidur serta microtoice untuk mengukur tinggi badan. Hasil penelitian didapatkan bahwa anak dengan durasi tidur terpenuhi sebanyak 20 responden (66,6%) hampir seluruhnya memiliki pertumbuhan tinggi badan normal dan durasi tidur tidak terpenuhi sebanyak 10 responden (33,3%) sebagian besar memiliki pertumbuhan tinggi badan pendek. Data dianalisa menggunakan korelasi spearman rank dan didapatkan nilai signifikan ρ value = 0,003 pada taraf signifikan a = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara durasi tidur dengan pertumbuhan tinggi badan anak pra sekolah usia 3-5 tahun di TK ABA 24 Kota Malang. Hal ini dikarenakan sebagian besar responden telah memiliki jumlah tidur yang cukup sehingga pertumbuhan tinggi badan berjalan optimal. Dapat disimpulkan bahwa sangat penting untuk menerapkan jadwal tidur dengan durasi yang tepat dan teratur dimulai sejak dini. Kata Kunci : Durasi Tidur, Tinggi Badan, Anak Prasekolah, Usia 3-5 Tahun
Cover KTI
2018

HUBUNGAN FREKUENSI MENYUSUI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAGIR

Lihat Detail Karya
Penulis: NINING ANJAR SAPUTRI
NIM: 1402450027
Program Studi: DIPLOMA IV Kebidanan
Dosen Pembimbing: Afnani Toyibah, A.Per.Pen.,M.Pd.
Subjek: Frequency of Breastfeeding, Postpartum Anemia
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Saputri, Nining Anjar, 2018. Hubungan Frekuensi Menyusui dengan Kejadian Anemia pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Wagir. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Afnani Toyibah, A.Per.Pen.,M.Pd. Pembimbing Pendamping : Ita Yuliani, SST, M.Keb. Menyusui dapat mencegah perdarahan pasca persalinan dan dapat mengurangi terjadinya resiko defisiensi (kekurangan) darah yang menyebabkan anemia pada ibu nifas. Tujuan penelitian menganalisis hubungan frekuensi menyusui dengan kejadian anemia pada ibu nifas. Manfaat penelitian sebagai informasi bagi pengembangan ilmu dalam penelitian kebidanan terutama pada ibu nifas. Desain penelitian menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan prospektif, populasi sebanyak 33 orang ibu nifas, sampling menggunakan teknik accidental sampling, jumlah sampel sebanyak 25 orang. Instrumen penelitian berupa lembar observasi menyusui untuk mengetahui frekuensi menyusui dan alat cek Hb digital untuk mengecek kadar Hb. Data dianalisa dengan korelasi Spearman Rank dan didapatkan bahwa ρ value 0,000 < 0,05 nilai koefisien Spearman (rs) sebesar 0,791. Hasil penelitian terdapat 10 responden menyusui dengan frekuensi sering, tidak anemia, 9 responden menyusui dengan frekuensi normal, tidak anemia, dan 6 orang menyusui dengan frekuensi jarang, mengalami anemia ringan. Kesimpulannya terdapat hubungan frekuensi menyusui dengan kejadian anemia pada ibu nifas. Nilai koefisien Spearman menunjukkan adanya korelasi yang sangat kuat antara dua variabel dan memiliki arah hubungan positif. Maka semakin sering ibu menyusui bayinya maka dapat mencegah terjadinya anemia pada ibu nifas. Diharapkan setiap ibu nifas dapat menyusui bayinya dengan sering untuk mencegah anemia. Kata Kunci : Frekuensi Menyusui, Anemia Ibu Nifas
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN HEALTH BELIEF MODEL (HBM) DENGAN KETERLAMBATAN RUJUKAN KASUS GINEKOLOGI DI RUANG GINEKOLOGI RST dr. SOEPRAOEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RINTIK NURHAYATI
NIM: 1602420040
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Ika Yudianti, SST., M.Keb., Reni Wahyu T, SST., M.Kes.
Subjek: Health Belief Model (HBM), Keterlambatan Rujukan.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nurhayati, Rintik. 2017. Hubungan Health Belief Model (HBM) dengan Keterlambatan Rujukan Kasus Ginekologi di Ruang Ginekologi RST dr. Soepraoen Malang. Skripsi. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Program Studi D IV Kebidanan Malang. Pembimbing I Ika Yudianti, SST., M.Keb., Pembimbing II : Reni Wahyu T, SST., M.Kes. Keterlambatan rujukan menyebabkan kualitas hidup pasien berkurang dan konsep diri menjadi terganggu. Menurut data Kesdam sebanyak 783 kasus mengalami keterlambatan. Sumber keterlambatan bisa di sebabkan karena individu tersebut secara kognitif belum mampu menunjukkan perilaku sehat maupun usaha untuk menuju sehat atau penyembuhan suatu penyakit sehingga diperlukan edukasi. Tujuan umum dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada hubungan Health Belief Model (HBM) dengan keterlambatan rujukan kasus ginekologi di Ruang Ginekologi RST dr. Soepraoen Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 30 responden dengan jumlah pasien konservatif 12 orang dan pasien dengan tindakan 18 orang sesuai dengan perhitungan besar sampel dan yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik Random Sampling. Berdasarkan analisa data menggunakan Fisher Exact program komputer dengan nilai α = 0.05, didapatkan nilai Pvalue = 0,000, maka P < α, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, artinya ada hubungan Health Belief Model (HBM) dengan Keterlambatan Rujukan Kasus Ginekologi di Ruang Ginekologi RST dr. Soepraoen Malang. Ditemukan bahwa elemen yang paling kuat berhubungan dengan keterlambatan rujukan adalah elemen HBM ke-3 tentang keuntungan yang dirasakan dari pentingnya berobat. Sehingga masyarakat perlu diberikan pemahaman tentang keuntungan memeriksakan diri secara rutin terhadap organ-organ reproduksinya. Kata Kunci : Health Belief Model (HBM), Keterlambatan Rujukan.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN IKLIM SEKOLAH DENGAN PERILAKU TEMPER TANTRUM PADA ANAK PRA SEKOLAH USIA 24 SAMPAI 48 BULAN DI POS PAUD KELURAHAN JATIMULYO

Lihat Detail Karya
Penulis: VIOLA PERMATASARI IROE
NIM: 1402450006
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Jupriyono, S.Kp.,M.Kes. Erni Dwi Widyana, SST.,M.Kes.,
Subjek: Iklim sekolah, Perilaku Temper Tantrum
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Iroe, Viola Permatasari. 2018. Hubungan Iklim Sekolah dengan Perilaku Temper Tantrum Pada Anak Pra Sekolah Usia 24-48 Bulan di Pos PAUD Kelurahan Jatimulyo. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Malang Pembimbing Utama: Jupriyono, S.Kp.,M.Kes. Pembimbing Pendamping: Erni Dwi Widyana, SST.,M.Kes., Temper tantrum adalah episode dari kemarahan dan frustrasi yang ekstrim, yang tampak seperti kehilangan kendali seperti dicirikan oleh perilaku menangis, berteriak, dan gerakan tubuh yang kasar atau agresif. Pada saat anak memasuki usia 24-48 bulan anak mudah menjadi marah hal ini disebabkan karena lingkungan sangat berpengaruh dalam pencapaian perkembangan anak. Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui hubungan iklim sekolah dengan perilaku temper tantrum pada anak pra sekolah usia 24-48 bulan di Kelurahan Jatimulyo. Desain yang digunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional model. Populasi adalah seluruh orangtua yang berjumlah 70 orang dengan menggunakan teknik propotional random sampling sehingga didapatkan sampel 60 orang tua yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner iklim sekolah dan perilaku temper tantrum. Hasil penelitian didapatkan bahwa berdasarkan aspek interaksi dengan kategori tidak baik sebesar 66,7% yang paling banyak memberikan sumbangsih terhadap kejadian temper tantrum sebesar 41.7%. Hasil uji statistik menggunakan Regresi Multinominal Logit menunjukkan nilai p value = 0,0001 < 0,005 dengan demikian penelitian ini menolak H0, artinya ada hubungan yang signifikan antara iklim sekolah dengan perilaku temper tantrum pada anak pra sekolah usia 24-48 bulan di Pos PAUD Kelurahan Jatimulyo Malang, dimana semakin baik iklim sekolah semakin rendah pula perilaku temper tantrum pada anak pra sekolah di Pos PAUD Kelurahan Jatimulyo. Penelitian ini dapat memberikan masukan bagi sekolah untuk meningkatkan iklim sekolah agar lebih kondusif sehingga intensitas perilaku temper tantrum dapat menurun. Kata Kunci : Iklim sekolah, Perilaku Temper Tantrum
Cover KTI
2018

HUBUNGAN JENIS BAHAN MAKAN DAN FREKUENSI MAKAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA REMAJA PUTRI USIA 15-18 TAHUN DI SMA NEGERI 8 MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: CINTHIA PRADITA SARI
NIM: 1402450077
Program Studi: DIPLOMA IV Kebidanan
Dosen Pembimbing: Budi Suharno, S. Kp., M.Kes.
Subjek: Type of Material Feeding, Frequency Eating, Anemia at Adolescent Girl
Lihat Abstraksi
Sari, Cinthia Pradita (2018). Hubungan Jenis Bahan Makan dan Frekuensi Makan dengan Kejadian Anemia Remaja Putri Usia 15-18 Tahun di SMA Negeri 8 Malang. Skripsi, Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Budi Suharno, S. Kp., M.Kes. Pembimbing Pendamping : Afnani Toyibah, A.Per. Pen., M. Pd Masa Remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang disertai dengan berbagai perubahan baik secara fisik, psikis, maupun secara sosial. Selain tahapan usia yang penuh badai dan tekanan remaja juga salah satu kelompok yang rawan terhadap defesiensi zat besi. Menurut World Health Organization (WHO) (2013), prevalensi anemia dunia berkisar 40-88%. Hasil survei data dasar pada 10 kabupaten daerah proyek KI – KPK (Kesehatan Ibu – Kemitraan dan Pendekatan Keluarga) pada tahun 1998 menunjukkan angka prevalensi anemia Jawa Timur lebih tinggi dari nasional, yaitu 80,2% remaja putri (SLTP dan SMU) (Depkes, 2008). Sementara itu, penyebab masih tingginya anemia remaja dikarenakan kekurangan zat gizi yang berperan dalam pembentukan hemoglobin, baik karena kekurangan konsumsi atau karena gangguan absorbsi besi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan dari jenis dan frekuensi makan dengan kejadian anemia remaja putri usia 15-18 tahun. Desain penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan Cross sectional dengan populasi siswi kelas XI dan XII adalah 334, sampel diambil 10% dari populasi sebanyak 34 siswi dengan teknik sampling Proportional random sampling. Instrument penelitian menggunakan format food recall 24 hour dan Easy touch GCHb. Analisa data menggunakan uji spearman rank dan didapatkan hasil ada hubungan antara jenis bahan makan dan kejadian anemia dengan nilai ρ-value=0,001 < α (0,05), sedangkan pada variabel frekuensi makan dengan kejadian anemia didapatkan hasil ρ value=0,003 < α (0,05) yang menunjukkan ada hubungan antara frekuensi makan dengan kejadian anemia. Berdasarkan hasil penelitian jenis dan frekuensi makan bisa dijadikan pertimbangan dalam memenuhi nutrisi remaja putri sehari-hari sehingga mampu terhindar dari gejala anemia. Kata Kunci : Jenis Bahan Makan, Frekuensi Makan, Anemia Remaja Putri
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN KADAR YODIUM DALAM GARAM YANG DIKONSUMSI DENGAN PEMBESARAN KELENJAR GONDOK PADA MURID SDN MERJOSARI I -V DI KELURAHAN MERJOSARI PUSKESMAS DINOYO MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ENDAH WULANDARI EKOWATI
NIM: 0703400002
Program Studi: POLITEKNIK KESEHATAN MALANG JURUSAN GIZI
Dosen Pembimbing: Bernadus Rudy Sunindya,MPH.
Subjek: Penyakit, Prevalensi, Gondok, Garam, Yodium, Palpasi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Endah Wulandari Ekowati, 2008. Hubungan kadar yodium dalam garam yang dikonsumsi dengan pembesaran kelenjar gondok pada murid SDN Merjosari I-V di Kelurahan Merjosari Puskesmas Dinoyo Malang, dibawah bimbingan Bernadus Rudy Sunindya,MPH. Masalah gizi kurang seperti Kekurangan Energi Protein (KEP), Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), Anemia Gizi dan Kekurangan Vitamin A (KVA) masih menjadi masalah gizi utama. Gangguan Akibat kekurangan Yodium merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius karena dampaknya sangat besar terhadap kelangsungan hidup dan kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan hasil Pemetaan Nasional GAKY tahun 2003 di Kota Malang prevalensi GAKY sebesar 33,47%, di Puskesmas Dinoyo 42,55% dan Kelurahan Merjosari 57,6%. Sedangkan survai garam tahun 2006 di tingkat rumah tangga yang memenuhi syarat di Kota Malang sebesar 87,8% di Puskesmas Dinoyo sebesar 89,6% (peringkat 9 dari 15 Puskesmas) dan Kelurahan Merjosari sebesar 100%.Tujuan penelitan ini adalah mengetahui hubungan kadar yodium dalam garam yang digunakan dengan pembesaran kelenjar gondok. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian diskriptif observasional. Tehnik pengambilan sampel dilakukan secara purposive non random sampling. Pada semua murid kelas IV danVSDN Merjosari I-V dilakukan pemeriksaan kelenjar gondok dengan cara palpasi dan pemeriksaan garam yang dikonsumsi dengan cara meneteskan iodina pada garam. Hasil penelitian dari 273 responden yang menggunakan garam beryodium sebanyak 197 anak (89,1%) tidak mengalami pembesaran kelenjar gondok (normal) dan 24 anak ( 10,9%) menggunakan garam beryodium mengalami pembesaran kelenjar gondok. Sedangkan responden yang menggunakan garam tidak beryodium sebanyak 23 anak (44,2%) tidak mengalami pembesaran kelenjar gondok (normal) dan 29 anak (55,8%) menggunakan garam tidak beryodium mengalami pembesaran kelenjar gondok. Kata kunci: Penyakit, Prevalensi, Gondok, Garam, Yodium, Palpasi,
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN KEAKTIFAN IBU DALAM KUNJUNGAN POSYANDU DENGAN PERTUMBUHAN BALITA DI POSYANDU RW. 10 KELURAHAN CANDIRENGGO, KECAMATAN SINGOSARI, KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ULAN PRATIWI MAHBUBAH
NIM: 1602420025
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Herawati Mansur, SST., M.Psi., M.Pd. Ita Yuliani, SST., M.Keb
Subjek: keaktifan ibu, pertumbuhan balita.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Mahbubah, Ulan Pratiwi., 2017. Hubungan Keaktifan Ibu dalam Kunjungan Posyandu dengan Pertumbuhan Balita di Posyandu RW. 10 Kelurahan Candirenggi, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Skripsi Program Studi DIV Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing 1 : Herawati Mansur, SST., M.Psi., M.Pd. Pembimbing 2 : Ita Yuliani, SST., M.Keb Balita yang kondisi kesehatannya dibawah garis merah mencapai 9.900 bayi atau 5,98% dari total 167.062 balita di Kabupaten Malang dan 0,79% atau 1.322 balita dengan berat badan sangat kurang atau gizi buruk. Untuk mewujudkan goals ketiga SDG’s yakni kesehatan yang baik dapat dimulai dari pemeliharaan kesehatan anak yang ditujukan untuk mempersiapkan generasi akan datang yang sehat, cerdas, dan berkualitas serta menurunkan angka kematian anak. Upaya pemeliharaan kesehatan anak dilakukan sejak janin masih dalam kandungan, dilahirkan, setelah dilahirkan, dan sampai berusia 18 tahun. Salah satu upaya tersebut yakni diselenggarakannya posyandu. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan keaktifan ibu dalam kunjungan posyandu dengan pertumbuhan balita di Posyandu RW. 10 Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Jenis penelitian adalah korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 43 ibu beserta balitanya yang berusia 1-60 bulan. Teknik sampling adalah total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode studi dokumentasi dan pengukuran antropometri balita. Data dianalisis menggunakan Uji Koefisien Kontingensi C. Berdasarkan pengolahan data didapatkan p value (0,023) < α (0,05) yang berarti diterima atau ada hubungan keaktifan ibu dalam kunjungan posyandu dengan pertumbuhan balita. Salah satu cara memantau pertumbuhan balita yakni dengan memantau berat badan menurut tinggi badannya, dengan melakukan pengukuran ini secara teratur dapat diketahui keadaan gizi balita sebagai upaya deteksi dini pertumbuhan. Kata kunci : keaktifan ibu, pertumbuhan balita.
Cover KTI
2018

HUBUNGAN KEAKTIFAN KADER PADA PENDAMPINGAN IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN KETERATURAN ANTENATAL CARE

Lihat Detail Karya
Penulis: BERLIANA KARTIKASARI SUPATMAJA
NIM: 17311175029
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Wandi,S.Kep, Ners., M.Pd. Ita Yuliani, SST., M.Keb
Subjek: Keaktifan Kader, Keteraturan Antenatal Care
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Kartikasari, Berliana. 2018. Hubungan Keaktifan Kader pada Pendampingan Ibu Hamil Trimester III dengan Keteraturan Antenatal Care dan Ketepatan Pemilihan Tempat Bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungkandang . Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Malang. Pembimbing Utama : Wandi,S.Kep, Ners., M.Pd. Pembimbing pendamping : Ita Yuliani, SST., M.Keb Angka Kematian Ibu (AKI) tahun 2015 masih tinggi di Indonesia tercatat mencapai 305/100.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Ibu (AKI) dapat dicegah dengan antenatal care. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian ibu yaitu pendampingan ibu oleh kader kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keaktifan kader pada pendampingan ibu hamil trimester III dengan keteraturan antenatal care dan ketepatan pemilihan tempat bersalin. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional (non-eksperimen) dengan metode analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III yang mengikuti program pendampingan kader di wilayah kerja Puskesmas Kedungkandang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah 28 ibu hamil. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner keaktifan kader, buku KIA, tabel skor Poedji Rochjati, kuesioner ketepatan pemilihan tempat bersalin. Berdasarkan uji statistik spearman pada variabel keaktifan kader dengan keteraturan antenatal care dengan tingkat pvalue < 0,05 didapatkan pvalue 0,024. Pada variabel keaktifan kader dengan ketepatan pemilihan tempat bersalin dengan pvalue < 0,05 didapatkan pvalue 0,013. Kader yang aktif dalam pendampingan akan membawa perubahan perilaku yang lebih baik pada ibu hamil dalam melakukan antenatal care serta dalam memilih tempat bersalin. Kata kunci : Keaktifan Kader, Keteraturan Antenatal Care, Ketepatan Pemilihan Tempat Bersalin
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN STATUS RESPIRASI PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN GENERAL ANESTESI DI RUANG PEMULIHAN RS LAVALETTE

Lihat Detail Karya
Penulis: MOH KHOIRUL HUDA
NIM: 1401460015
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Tri Nataliswati, S.Kep., Ns, M.Kep. , Joko Pitoyo, S.Kp., M.Kep.
Subjek: Kebiasaan Merokok, Status Respirasi, General Anastesia (GA)
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Kebiasaan Merokok Dengan Status Respirasi Pada Pasien Post Operasi Dengan General Anastesi di Ruang pemulihan RS Lavakette Malang. Moh Khoirul Huda (2018), Skripsi, Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing 1: Tri Nataliswati, S.Kep., Ns, M.Kep., Pembimbing 2 : Joko Pitoyo, S.Kp., M.Kep. Kata Kunci : Kebiasaan Merokok, Status Respirasi, General Anastesia (GA) Kebiasaan merokok meningkatkan insiden komplikasi pernafasan post operatif. Efek akut dari menghisap rokok adalah peningkatan level karbonmonoksida dan disosiasi kurva oxyhemoglobin pada letward shift. Status respirasi pasca anastesi, khususmya anastesi umum inhalasi sangat dipengaruhi oleh keadaan system kesehatan paru. Beberapa kelainan sistem pernafasan seperti obstruksi jalan nafas, atau keadaan yang dapat mengakibatkan obstruksi jalan napas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dengan status respirasi pada pasien post op dengan general anaatesi di ruang pemulihan. Penelitian ini berdesain korelasi. Penelitian dilakukan di kamar operasi (ruang pemulihan) RS Lavalette Malang bulan April- Mei 2018. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 35 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi. Metode analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan prosentase dan analisis bivariat menggunakan uji spearman. Hasil penelitian menyimpulkan ada hubungan antara kebiasaan merokok dengan status respirasi. Dengan p value pada menit 0 didapatkan p value 0,000, pada menit ke 15 didapatkan p value 0.010, dan pada menit ke 30 didapatkan p value 0.005. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa nilai signifikansi p < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut Diharapkan dapat memberikan wawasan pengetahuan kepada perawat tentang keadaan bersihan jalan nafas pasien post operasi dengan kebiasaan merokok dan supaya menambah fasilitas di ruang pemulihan sehingga tim bedah dapat melaksanakan observasi pasien post operasi secara maksimal.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN PRIMIGRAVIDA PADA KELAS IBU HAMIL DENGAN KESIAPAN MENGHADAPI PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ARDIMULYO KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MILA RUSMITA
NIM: 1402450039
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Tarsikah, S.SiT.,M.Keb. Reni Wahyu T, S.SiT.,M.Kes.
Subjek: Keikutsertaan Primigravida Pada Kelas Ibu Hamil, Kesiapan Menghadapi Persalinan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rusmita, Mila. 2018. Hubungan Keikutsertaan Primigravida Pada Kelas Ibu Hamil dengan Kesiapan Menghadapi Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Ardimulyo Kabupaten Malang. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I: Tarsikah, S.SiT.,M.Keb. Pembimbing II: Reni Wahyu T, S.SiT.,M.Kes. Wanita hamil mengalami berbagai perubahan baik secara fisiologis maupun psikologis yang seringkali menimbulkan kekhawatiran. Jika dibiarkan, hal ini akan berdampak negatif pada bayi yang dikandungnya. Penyuluhan dalam bentuk KIE dapat diberikan sejak awal kehamilan agar ibu dapat berperilaku peduli dengan kesejahteraan bayinya dan patuh terhadap pemeriksaan kehamilan hingga menjelang persalinan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui kelas ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keikutsertaan primigravida pada kelas ibu hamil dengan kesiapan menghadapi persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Ardimulyo Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelatif dengan pendekatan cross secctional, dengan populasi berjumlah 54 responden, sampling menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 32 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan buku register kelas ibu hamil. Berdasarkan teknik analisa data menggunakan uji Spearman Rank Test diperoleh nilai p value adalah 0,01, sedangkan α adalah 0,05, dikarenakan nilai p value < α, maka H0 ditolak artinya ada hubungan antara keikutsertaan primigravida pada kelas ibu hamil dengan kesiapan menghadapi persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Ardimulyo Kabupaten Malang. Keaktifan ibu dalam mengikuti kelas ibu hamil dapat menambah pengetahuan dan mempengaruhi persepsi ibu tentang persalinan sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam menghadapi persalinan baik secara fisik maupun secara mental. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan pada ibu hamil agar selalu berpartisipasi aktif dalam kegiatan kelas ibu hamil dan tenaga kesehatan harus meningkatkan promosi dan informasi tentang pendidikan kesehatan. Kata Kunci : Keikutsertaan Primigravida Pada Kelas Ibu Hamil, Kesiapan Menghadapi Persalinan
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan