Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3481–3490 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2018

HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN KOMUNIKASI, INFORMASI, EDUKASI (KIE) DENGAN MOTIVASI IBU DIDALAM MELAKUKAN MOBILISASI DINI POST SECTIO CAESAREA DI RSIA MELATI HUSADA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: JAYANTI IMANSARI
NIM: P17311175006
Program Studi: DIPLOMA IV Kebidanan Alih Jenjang
Dosen Pembimbing: Rita Yulifah, S.Kp.,M.Kes
Subjek: The Delivery of IEC, Mother Motivation, Early Mobilization
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Imansari, Jayanti. 2018. Hubungan Antara Pemberian Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) Dengan Motivasi Ibu Didalam Melakukan Mobilisasi Dini Post Sectio Caesarea Di RSIA Melati Husada Malang. Skripsi, Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I Rita Yulifah, S.Kp.,M.Kes. Pembimbing II Ardi Panggayuh, S.Kp.,M.Kes. Komunikasi, informasi, edukasi (KIE) sangat penting diberikan kepada ibu post sectio caesarea untuk memfasilitasi ibu pulih dari pembedahan dan menumbuhkan motivasi ibu didalam melakukan mobilisasi dini. Fenomena yang terjadi saat ini menunjukkan beberapa petugas kesehatan tidak memberikan KIE sesuai dengan kaidah pemberian KIE yang tepat. KIE merupakan sumber utama dalam memperoleh informasi bagi ibu post SC, akan tetapi ibu hanya sekedar diberikan perintah untuk dapat segera melakukan aktivitasnya secara mandiri, sehingga ibu tidak mampu melakukan mobilisasi dini dengan benar. Dampak yang akan terjadi apabila ibu tidak melakukan mobilisasi dini post sectio caesarea adalah akan menghambat proses penyembuhan dan bahkan dapat menimbulkan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian KIE dengan motivasi ibu didalam melakukan mobilisasi dini post sectio caesarea di RSIA Melati Husada Malang. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian ini adalah semua ibu dengan rencana tindakan sectio caesarea pada bulan Juni 2018 di RSIA Melati Husada Malang yaitu sebanyak 32 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 30 orang yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi ibu sebelum diberikan KIE sebagian besar (76,7%) memiliki motivasi rendah, dan setelah diberikan KIE didapatkan sebagian besar (63,3%) memiliki motivasi tinggi. Adapun dari hasil uji stastitik Wilcoxon Signed Rank Test, didapatkan nilai ρ 0,007 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pemberian komunikasi, informasi, edukasi (KIE) dengan motivasi ibu didalam melakukan mobilisasi dini post sectio caesarea di RSIA Melati Husada Malang. Oleh karena itu diharapkan bagi tenaga kesehatan khususnya bidan agar lebih memperhatikan pemberian KIE sesuai SOP yang tepat sebagai asuhan supportif dalam upaya pemberdayaan ibu post sectio caesarea. Kata kunci : Pemberian KIE, Motivasi Ibu, Mobilisasi Din
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN PENYULUHAN GIZI SEIMBANG DENGAN PENGETAHUAN SISWA SD KELAS IV DI SDN JATISARI DESA JATISARI KECAMATAN TAJINAN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AFRIGH SUNNIA
NIM: 1503000062
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: IBNU FAJAR
Subjek: Penyuluhan, Gizi Seimbang, Pengetahuan, Siswa SD
Lihat Abstraksi
ABSTRAK AFRIGH SUNNIA, 2018. Hubungan Antara Pemberian Penyuluhan Gizi Seimbang Dengan Pengetahuan Siswa SD Kelas IV Di SDN Jatisari Desa Jatisari Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: IBNU FAJAR Riset Kesehatan Dasar 2013 menunjukkan bahwa secara nasional prevalensi kurus pada anak sekolah adalah 11, %. Sedangkan prevalensi anemia pada anak usia sekolah di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 2007 (12,8%) menjadi 26,4% pada tahun 2013. Masalah gizi tentunya bisa teratasi dengan cara pencegahan sedini mungkin. Dengan adanya penyuluhan tentang gizi seimbang dengan media booklet untuk anak Sekolah Dasar bisa meningkatkan pengetahuan anak sekolah dasar tersebut sehingga dari pengetahuan gizi yang didapat, anak sekolah dasar bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat mempengaruhi kebiasaan makan yang baik dan berdampak pada asupan makan anak sehingga asupan makannya dapat mempengaruhi status gizi anak tersebut.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penyuluhan tentang gizi seimbang terhadap tingkat pengetahuan kelas IV di SDN Jatisari Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Metode Penelitian ini menggunakan pra ekperimental dengan One Group Pre test-Post test Design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2018. Populasi penelitian ini adalah semua siswa di Sekolah Dasar Negeri Jatisari Desa Jatisari Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Jatisari sejumlah 16 siswa. Teknik sampling yang digunakan yaitu purpose sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan gizi seimbang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan siswa (p ; 0,00). Penyuluhan gizi seimbang meningkatkan pengetahuan siswa 27,8%. Meskipun di penelitian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan tetapi diharapkan bagi pihak puskesmas untuk memberikan penyuluhan gizi di SDN Jatisari dan bagi Sekolah diharapkan untuk membentuk Kader Tiwisada dan dilakukannya pembinaan kepada kader tiwisada. Kata kunci : Penyuluhan, Gizi Seimbang, Pengetahuan, Siswa SD
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN PRELOADING CAIRAN DENGAN STABILITAS TEKANAN DARAH INTRAOPERATIF PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DENGAN SPINAL ANESTESI DI RSUD BANGIL

Lihat Detail Karya
Penulis: Nadhifah Rahmawati
NIM: 1401460014
Program Studi: PROGRAM STUDI D IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Rudi Hamarno, S.Kep., Ns, M.Kep. , Tri Nataliswati, S.Kep., Ns, M.Kep.
Subjek: Preloading cairan, Stabilitas tekanan darah, intraoperatif
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan antara Pemberian Preloading Cairan dengan Stabilitas Tekanan Darah Intraoperatif pada Pasien Sectio Caesarea dengan Spinal Anestesi di RSUD Bangil. Nadhifah Rahmawati (2018), Skripsi, Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing 1: Rudi Hamarno, S.Kep., Ns, M.Kep., Pembimbing 2 : Tri Nataliswati, S.Kep., Ns, M.Kep. Kata Kunci: Preloading cairan, Stabilitas tekanan darah, intraoperatif Semakin meningkatnya persalinan dengan sectio caesarea di Indonesia dan dengan penggunaan teknik anestesi spinal pada sectio caesarea serta tingginya frekuensi komplikasi hipotensi pada tehnik anestesi tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberian preloading cairan dengan stabilitas tekanan darah intraoperatif pada pasien sectio caesarea dengan spinal anestesi. Penelitian ini berdesain korelasi. Penelitian dilakukan di kamar operasi RSUD Bangil pada bulan April 2018. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 187. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 36 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi (pengamatan) dengan instrument pengumpulan data berupa lembar observasi pemberian cairan dan alat monitor tekanan darah, lembar observasi untuk mencatat hasil monitoring tekanan darah setiap 5 menit dimulai dari post anestesi sampai sign out. Metode analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi usia, paritas, dan status ASA dan prosentase dan analisis bivariat menggunakan uji pearson. Hasil penelitian menyimpulkan ada hubungan antara pemberian preloading cairan dengan stabilitas tekanan darah intraoperatif ( p value < α (0.05) ). Berdasarkan hasil tersebut Peneliti merekomendasikan kepada rumah sakit untuk tetap menggunakan preloading sesuai dengan SOP bagi pasien yang akan dilakukan operasi sectio caesarea dengan menggunakan teknik spinal anastesi.
Cover KTI
2018

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI PERAWAT TENTANG SURGICAL SAFETY CHECKLIST (SSC) DENGAN KEPATUHAN PELAKSANAAN SURGICAL SAFETY CHECKLIST (SSC) DI KAMAR BEDAH RSUD MARDI WALUYO BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: NOVIDIA SAGITA PRIMAISELLA
NIM: 1401460024
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep., M.Kes. Dr. Susi Milwati, S.Kp., M.Pd.
Subjek: Persepsi, Kepatuhan, Perioperatif, Surgical Safety Checklist (SSC
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Antara Persepsi Perawat Tentang Surgical Safety Checklist (SSC) dengan Kepatuhan Pelaksanaan Surgical Safety Checklist (SSC) di Kamar Bedah RSUD Mardi Waluyo Blitar. Novidia Sagita Primaisella (2018). Program Studi D-IV Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep., M.Kes. Pembimbing. Pembimbing Pendamping: Dr. Susi Milwati, S.Kp., M.Pd. Kata Kunci: Persepsi, Kepatuhan, Perioperatif, Surgical Safety Checklist (SSC) Keselamatan pasien telah menjadi isu global dalam rumah sakit. Upaya peningkatan keselamatan pasien di ruang operasi menggunakan formulir surgical safety checklist (SSC) sebagai alat komunikasi yang praktis dan sederhana. Kepatuhan pelaksanaan SSC sangat penting dalam menurunkan resiko kecelakaan dalam operasi. Munculnya kepatuhan bisa dipengaruhi oleh adanya persepsi individu untuk melahirkan suatu sikap/tindakan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi perawat tentang SSC dengan kepatuhan pelaksanaan SSC. Penelitian dilakukan di kamar operasi RSUD Mardi Waluyo Blitar pada bulan 01 April – 03 Mei 2018. Populasi penelitian 22 orang, sampel sebanyak 16 orang yang didapatkan dengan mengunakan teknik purposive sampling. Data didapatkan dengan memberikan kuisioner kepada responden dan melakukan observasi pelaksanaan SSC dan dianalisis dengan uji Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan variabel persepsi perawat tentang SSC baik 87% (14 orang), variabel kepatuhan perawat dalam pelaksanaan SSC adalah cukup patuh 75% (12 orang). Hasil dari uji statistik pearson product moment didapatkan nilai p-value/taraf signifikansi 0,925 lebih besar dari nilai alpha (0,05), artinya H1 ditolak, tidak ada hubungan antara persepsi perawat tentang SSC dengan kepatuhan pelaksanaan SSC di kamar bedah RSUD Mardi Waluyo Blitar. Pelaksanaan SSC di Instalasi Bedah Sentral RSUD Mardi Waluyo Blitar sudah cukup patuh, namun ada beberapa poin SSC belum terlaksana dengan baik karena lemahnya sistem pengawasan dan beban kerja perawat masih berlipat. Saran kepada rumah sakit untuk membuat audit kepatuhan pelaksanaan SSC setiap kegiatan operasi, mensosialisasikan SPO secara berkala, meningkatkan komitmen dokter dan perawat agar membangun kerja tim bedah dengan baik, membuat sistem pengawasan, membuat sistem reward dan punishment.
Cover KTI
2018

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI PERAWAT TENTANG SURGICAL SAFETY CHECKLIST (SSC) DENGAN KEPATUHAN PELAKSANAAN SURGICAL SAFETY CHECKLIST (SSC) DI KAMAR BEDAH RSUD MARDI WALUYO BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: NOVIDIA SAGITA PRIMAISELLA
NIM: 1401460024
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Imam Subekti, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom. , Sumirah Budi Pertami, S.Kp.,M.Kep.
Subjek: Persepsi, Kepatuhan, Perioperatif, Surgical Safety Checklist (SSC)
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Antara Persepsi Perawat Tentang Surgical Safety Checklist (SSC) dengan Kepatuhan Pelaksanaan Surgical Safety Checklist (SSC) di Kamar Bedah RSUD Mardi Waluyo Blitar. Novidia Sagita Primaisella (2018). Program Studi D-IV Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Imam Subekti, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom. Pembimbing. Pembimbing Pendamping: Sumirah Budi Pertami, S.Kp.,M.Kep. Kata Kunci: Persepsi, Kepatuhan, Perioperatif, Surgical Safety Checklist (SSC) Keselamatan pasien telah menjadi isu global dalam rumah sakit. Upaya peningkatan keselamatan pasien di ruang operasi menggunakan formulir surgical safety checklist (SSC) sebagai alat komunikasi yang praktis dan sederhana. Kepatuhan pelaksanaan SSC sangat penting dalam menurunkan resiko kecelakaan dalam operasi. Munculnya kepatuhan bisa dipengaruhi oleh adanya persepsi individu untuk melahirkan suatu sikap/tindakan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi perawat tentang SSC dengan kepatuhan pelaksanaan SSC. Penelitian dilakukan di kamar operasi RSUD Mardi Waluyo Blitar pada bulan 01 April – 03 Mei 2018. Populasi penelitian 22 orang, sampel sebanyak 16 orang yang didapatkan dengan mengunakan teknik purposive sampling. Data didapatkan dengan memberikan kuisioner kepada responden dan melakukan observasi pelaksanaan SSC dan dianalisis dengan uji Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan variabel persepsi perawat tentang SSC baik 87% (14 orang), variabel kepatuhan perawat dalam pelaksanaan SSC adalah cukup patuh 75% (12 orang). Hasil dari uji statistik pearson product moment didapatkan nilai p-value/taraf signifikansi 0,925 lebih besar dari nilai alpha (0,05), artinya H1 ditolak, tidak ada hubungan antara persepsi perawat tentang SSC dengan kepatuhan pelaksanaan SSC di kamar bedah RSUD Mardi Waluyo Blitar. Pelaksanaan SSC di Instalasi Bedah Sentral RSUD Mardi Waluyo Blitar sudah cukup patuh, namun ada beberapa poin SSC belum terlaksana dengan baik karena lemahnya sistem pengawasan dan beban kerja perawat masih berlipat. Saran kepada rumah sakit untuk membuat audit kepatuhan pelaksanaan SSC setiap kegiatan operasi, mensosialisasikan SPO secara berkala, meningkatkan komitmen dokter dan perawat agar membangun kerja tim bedah dengan baik, membuat sistem pengawasan, membuat sistem reward dan punishment.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI PERAWAT TENTANG SURGICAL SAFETY CHECKLIST (SSC) DENGAN KEPATUHAN PELAKSANAAN SURGICAL SAFETY CHECKLIST (SSC) DI KAMAR BEDAH RSUD MARDI WALUYO BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: NOVIDIA SAGITA PRIMAISELLA
NIM: 1401460024
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep., M.Kes. Dr. Susi Milwati, S.Kp., M.Pd.
Subjek: Persepsi, Kepatuhan, Perioperatif, Surgical Safety Checklist (SSC)
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Antara Persepsi Perawat Tentang Surgical Safety Checklist (SSC) dengan Kepatuhan Pelaksanaan Surgical Safety Checklist (SSC) di Kamar Bedah RSUD Mardi Waluyo Blitar. Novidia Sagita Primaisella (2018). Program Studi D-IV Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep., M.Kes. Pembimbing. Pembimbing Pendamping: Dr. Susi Milwati, S.Kp., M.Pd. Kata Kunci: Persepsi, Kepatuhan, Perioperatif, Surgical Safety Checklist (SSC) Keselamatan pasien telah menjadi isu global dalam rumah sakit. Upaya peningkatan keselamatan pasien di ruang operasi menggunakan formulir surgical safety checklist (SSC) sebagai alat komunikasi yang praktis dan sederhana. Kepatuhan pelaksanaan SSC sangat penting dalam menurunkan resiko kecelakaan dalam operasi. Munculnya kepatuhan bisa dipengaruhi oleh adanya persepsi individu untuk melahirkan suatu sikap/tindakan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi perawat tentang SSC dengan kepatuhan pelaksanaan SSC. Penelitian dilakukan di kamar operasi RSUD Mardi Waluyo Blitar pada bulan 01 April – 03 Mei 2018. Populasi penelitian 22 orang, sampel sebanyak 16 orang yang didapatkan dengan mengunakan teknik purposive sampling. Data didapatkan dengan memberikan kuisioner kepada responden dan melakukan observasi pelaksanaan SSC dan dianalisis dengan uji Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan variabel persepsi perawat tentang SSC baik 87% (14 orang), variabel kepatuhan perawat dalam pelaksanaan SSC adalah cukup patuh 75% (12 orang). Hasil dari uji statistik pearson product moment didapatkan nilai p-value/taraf signifikansi 0,925 lebih besar dari nilai alpha (0,05), artinya H1 ditolak, tidak ada hubungan antara persepsi perawat tentang SSC dengan kepatuhan pelaksanaan SSC di kamar bedah RSUD Mardi Waluyo Blitar. Pelaksanaan SSC di Instalasi Bedah Sentral RSUD Mardi Waluyo Blitar sudah cukup patuh, namun ada beberapa poin SSC belum terlaksana dengan baik karena lemahnya sistem pengawasan dan beban kerja perawat masih berlipat. Saran kepada rumah sakit untuk membuat audit kepatuhan pelaksanaan SSC setiap kegiatan operasi, mensosialisasikan SPO secara berkala, meningkatkan komitmen dokter dan perawat agar membangun kerja tim bedah dengan baik, membuat sistem pengawasan, membuat sistem reward dan punishment.
Cover KTI
2018

HUBUNGAN ANTARA STATUS HEMODINAMIK NON INVASIF DENGAN MASA PULIH SADAR PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN ANESTESI UMUM DI RUANG PEMULIHAN RSUD BANGIL

Lihat Detail Karya
Penulis: M. ILHAM SANTOSO
NIM: 1401460036
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Wahyuningsri, S.Pd M.Kes
Cover KTI
2018

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KONSUMSI ENERGI, PROTEIN, STATUS GIZI, DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEBUGARAN JASMANI PADA SISWA KELAS IV A SDN PANDANWANGI 3 KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NURVITA KEMALA SARI
NIM: 1403410002
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Tapriadi dan AAG Anom Aswin.
Subjek: Tingkat Konsumsi Energi dan Protein, Status Gizi, Aktivitas Fisik, Kebugaran Jasmani.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK NURVITA KEMALA SARI, 2018. Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Status Gizi, dan Aktivitas Fisik terhadap Kebugaran Jasmani pada Siswa Kelas IV A SDN Pandanwangi 3, Kota Malang. Pembimbing : Tapriadi dan AAG Anom Aswin. Sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu faktor yang sangat penting, sebagai contoh yaitu anak. Anak merupakan generasi bangsa yang diharapkan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas ketika dewasa nanti. Upaya membentuk generasi yang berkualitas tersebut yaitu dengan memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut, termasuk anak usia sekolah, sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak kerap disebut dengan periode emas ataupun periode kritis. Maka perlunya pemenuhan kebutuhan zat gizi dan mengatur pola konsumsi anak sesuai dengan kebutuhannya. Oleh karena itu makin tinggi tingkat konsumsi anak maka makin baik status gizinya, karena makanan berperan penting dalam pencapaian prestasi optimal, makin banyak ragam makanan yang dikonsumsi, maka makin terpenuhi gizi seseorang untuk mampu berprestasi tinggi. Sehinnga makin baik gizi seseorang bila diberikan latihan fisik yang teratur maka makin tinggi angka kebugaran jasmaninya. Kebugaran jasmani yang baik sangat berperan penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Status Gizi dan Aktivitas Fisik terhadap Kebugaran Jasmani pada Siswa Kelas IV A SDN Pandanwangi 3,Kota Malang. Desain penelitian ini adalah potong lintang (cross sectional) dimana pada penelitian ini variabel bebas dan variabel terikat dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Untuk data tingkat konsumsi energi dan protein menggunakan form food Recall 2x24 jam, data status gizi dengan mengukur tinggi badan dan berat badan, data aktivitas fisik dengan form kuesioner aktivitas fisik, dan data kebugaran jasmani dengan lari 1000 meter. Penelitian ini menunjukkan rata-rata tingkat konsumsi energi adalah 70,55 termasuk dalam kategori defisit sedang dengan SD 5,99. Rata-rata tingkat konsumsi protein adalah 66,76 termasuk dalam kategori defisit berat dengan SD 12,32. Rata-rata status gizi adalah 17,39 termasuk dalam kategori normal dengan SD 3,41. Rata-rata aktivitas fisik 74,3 termasuk dalam kategori kurang dengan SD 9,34. Rata-rata kebugaran jasmani 6,72 termasuk dalam kategori kurang (putra) dan kategori cukup (putri) dengan SD 1,14. Setelah dilakukan uji statistik menggunakan Chi-Square pada α 0,05, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat konsumsi energi dan protein terhadap status gizi, tingkat konsumsi energi dan protein terhadap kebugaran jasmani. Sedangkan ditemukan hubungan yang signifikan antara status gizi (IMT) terhadap kebugaran jasmani, dan aktivitas fisik terhadap kebugaran jasmani. Mengingat masih kurangnya kebugaran jasmani anak sehingga perlunya menjaga status gizi dengan cara memperbaiki pola konsumsi anak, dan meningkatkan aktivitas fisik dengan mengoptimalkan proses pembelajaran olahraga serta penambahan senam bersama di pagi hari dan memanfaatkan waktu istirahat dengan bermain untuk menunjang kebugaran jasmani pada anak. Kata kunci: Tingkat Konsumsi Energi dan Protein, Status Gizi, Aktivitas Fisik, Kebugaran Jasmani.
Cover KTI
2018

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU BALITA, POLA ASUH GIZI, KUALITAS MP-ASI, SERTA TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN BALITA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA BULULAWANG KECAMATAN BULULAWANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Annisa Azifah
NIM: 1503000104
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Sugeng Iwan Setyobudi, STP., M.Kes.
Subjek: Mother's Knowledge Level, Nutritional Care Pattern, MP-ASI Quality, Energy Consumption Level
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Azifah, Annisa (2018). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Balita, Pola Asuh Gizi, Kualitas MP-ASI serta Tingkat Konsumsi Energi dan Protein Balita dengan Status Gizi Balita di Desa Bululawang Kecamatan Bululawang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Sugeng Iwan Setyobudi, STP., M.Kes. Masalah gizi pada hakekatnya adalah masalah kesehatan masyarakat, namun penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan. Peran gizi dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia telah dibuktikan dari berbagai penelitian. Gangguan gizi pada kehidupan mempengaruhi kualitas kehidupan berikutnya. Masa balita adalah periode perkembangan fisik dan mental yang pesat. Masalah gizi ataupun tumbuh kembang pada balita sebenarnya bisa dicegah, salah satunya dengan cara memperhatikan faktor-faktor yang bisa mengakibatkan masalah gizi seperti tingkat konsumsi, pola asuh gizi, kualitas MP-ASI, tingkat pengetahuan, dan infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu balita, pola asuh gizi, kualitas MP-ASI, serta tingkat konsumsi energi dan protein balita dengan status gizi balita di Desa Bululawang Kecamatan Bululawang. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain penelitian Cross Sectional dimana pengambilan data karakteristik responden, tingkat pengetahuan ibu, pola asuh gizi, kualitas MP- ASI, serta tingkat konsumsi energi dan protein dikumpulkan dalam satu waktu. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 46 responden. Uji statistik yang digunakan adalah uji Kendall Tau. Dari hasil penelitian diperoleh diperoleh sebagian besar ibu responden berusia >30 tahun (67%). Ibu responden paling banyak adalah berpendidikan SMA/SMK (48%). Sebagian besar ibu tidak bekerja/IRT(65%). Didapatkan tingkat pengetahuan ibu tergolong cukup sebesar 46%, pola asuh gizi tergolong baik sebesar 89%, kualitas MP-ASI tergolong baik sebesar 48%, tingkat konsumsi energi tergolong normal sebesar 48%, tingkat konsumsi protein tergolong normal sebesar 46%, balita yang memiliki status gizi normal sebesar 50%. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu balita, pola asuh gizi, kualitas MP-ASI serta tingkat konsumsi energi dan protein balita dengan status gizi balita di Desa Bululawang Kecamatan Bululawang. Disarankan perlu dilakukan penyuluhan tentang gizi dan praktek pemberian makanan pendamping ASI pada saat kegiatan posyandu berlangsung dan perlu lebih memperhatikan kualitas dan kuantitas setiap makanan yang dikonsumsi oleh sang anak serta pola makan yang baik untuk anak. Kata kunci : Tingkat Pengetahuan Ibu, Pola Asuh Gizi, Kualitas MP-ASI, Tingkat Konsumsi Energi, Tingkat Konsumsi Protein, Status Gizi
Cover KTI
2018

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU BALITA, POLA ASUH GIZI, KUALITAS MP-ASI, SERTA TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN BALITA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA GONDOWANGI KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Anggityas Dwi Astutik
NIM: 1503000094
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Sugeng Iwan S
Subjek: Tingkat Pengetahuan Ibu Balita, Pola Asuh Gizi, Kualitas MP- ASI, Tingkat Konsumsi Energi
Lihat Abstraksi
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU BALITA, POLA ASUH GIZI, KUALITAS MP-ASI, SERTA TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN BALITA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA GONDOWANGI KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG Anggityas Dwi Astutik Program Studi D-III Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Email : anggityascilik@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang : Masa balita adalah periode perkembangan fisik dan mental yang pesat. Pada masa ini berlangsung proses tumbuh kembang yang sangat pesat yaitu pertumbuhan fisik dan perkembangan psikomotorik, mental, dan sosial. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan masalah gizi pada balita adalah penyakit infeksi yang pernah atau sering diderita oleh balita. Berdasarkan hasil kegiatan Riskesdas tahun 2013, prevalensi gizi buruk dan gizi kurang pada balita di Kabupaten Malang sebesar 14,9%, balita pendek dan sangat pendek 27,3%, sedangkan balita kurus dan sangat kurus sebesar 8,8% dan ada kecenderungan meningkat dari data tahun 2010. Penelitian dilakukan di 3 kecamatan yaitu di Kecamatan Wagir, Pagak, dan Pujon dengan prevalensi gizi buruk masing-masing sebesar 0,95%, 0,86%, dan 0,30%. Berdasarkan data tersebut, maka diperlukan penelitian mengenai hubungan antara tingkat pengetahuan ibu balita, pola asuh gizi, kualitas MP-ASI, serta tingkat konsumsi energi dan protein dengan status gizi balita di Desa Gondowangi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Tujuan : Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu balita, pola asuh gizi, kualitas MP-ASI, serta tingkat konsumsi energi dan protein balita dengan status gizi balita di Desa Gondowangi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Metode : Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain penelitian Cross Sectional. Responden dalam penelitian ini berjumlah 50 responden. Pengumpulan data diperoleh dengan cara wawancara melalui kuesioner. Cara pengolahan data akan diolah dan dianalisis secara deskriptif dengan uji chi square. Hasil dan Kesimpulan : Tingkat pengetahuan ibu balita di Desa Gondowangi tergolong cukup baik dengan rata – rata 70,1%. Untuk pola asuh gizi dan kualitas MP-ASI balita sudah baik dengan rata – rata persentase masing – masing 86,4% dan 80%. Sedangkan untuk tingkat konsumsi energi dan protein, serta status gizi balita di Desa Gondowangi sebagian besar sudah tergolong normal. Hasil analisis uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95% menununjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan status gizi adalah tingkat konsumsi energidan protein. Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan Ibu Balita, Pola Asuh Gizi, Kualitas MP- ASI, Tingkat Konsumsi Energi dan Protein, Status Gizi
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan