Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3471–3480 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN KLIEN DAN KELUARGA TERHADAP UPAYA PENGOBATAN DAN PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT KUSTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGKANDANG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AKBAR LIMO ROLLAS
NIM: 1501100048
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Drs. Moh. Zainol Rachman, SST, M.Kes.
Subjek: Tingkat Kepatuhan, Pengobatan dan Pencegahan Penularan, Kusta
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Akbar Limo Rollas (2018). “Gambaran Tingkat Kepatuhan Klien dan Keluarga Terhadap Upaya Pengobatan dan Pencegahan Penularan Penyakit Kusta Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang”. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: Drs. Moh. Zainol Rachman, SST, M.Kes. Kata Kunci : Tingkat Kepatuhan, Pengobatan dan Pencegahan Penularan, Kusta. Kepatuhan adalah tingkat perilaku pasien yang setuju terhadap instruksi atau petunjuk yang diberikan dalam bentuk terapi apapun yang ditentukan, baik itu diet, latihan, pengobatan, atau menepati janji pertemuan dengan dokter. Penyakit kusta dapat dicegah dengan terjaganya kebersihan diri dan lingkungan. Usaha untuk pemutusan rantai penularan penyakit kusta dapat dilakukan melalui Pengobatan MDT pada penderita kusta dan Vaksinasi BCG pada kontak serumah dengan penderita kusta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan klien dan keluarga terhadap upaya pengobatan dan pencegahan penularan penyakit kusta. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Subjek penelitian ini adalah klien dan keluarga penderita kusta di wilayah kerja Puskesmas Kedungkandang, Kota Malang. Pengambilan data menggunakan lembar wawancara dan observasi untuk mengetahui tingkat kepatuhan pengobatan dan pencegahan penularan kusta. Hasil penelitian didapatkan tingkat kepatuhan klien yaitu patuh dan keluarga tidak patuh. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya perlu dilakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan terhadap upaya pengobatan dan pencegahan kusta.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI, PROTEIN DAN ZAT GIZI MIKRO SERTA STATUS GIZI PASIEN HIV/AIDS DI RUANG RAWAT INAP RSUD “KANJURUHAN” KEPANJEN

Lihat Detail Karya
Penulis: FAHRUR ROZI
NIM: 0903000059
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Etik Sulistyowati dan Rinawati Basuki
Subjek: energi, protein, zat gizi mikro, status gizi, HIV/AIDS
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Fahrur Rozi. 2014. Gambaran tingkat konsumsi energi, protein dan zat gizi mikro serta status gizi pasien HIV/AIDS di ruang rawat inap RSUD Kanjuruhan Kepanjen. (Dibawah bimbingan Etik Sulistyowati dan Rinawati Basuki). HIV/AIDS adalah penyakit infeksi yang belum bisa disembuhkan dan meningkat dari tahun-ketahun di seluruh bagian dunia meskipun berbagai upaya preventif terus dilaksanakan. Perkembangan HIV/AIDS secara kumulatif di Indonesia dari tahun 2007 sebesar 2.947 meningkat per bulan Juni tahun 2011 menjadi 4.158 kasus. Jawa Timur merupakan salah satu diantara 6 provinsi lainnya yang masuk daerah endemi yaitu DKI Jakarta, Papua, Jawa Barat, Riau dan Bali. Perkembangan penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Malang dari tahun ketahun terus meningkat, meskipun berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan terus dilakukan. Dampak dari HIV/AIDS sebagian besar akan mengalami penurunan berat badan, hal ini berkaitan erat dengan kurang gizi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui peran zat gizi mikro terhadap penyakit pasien HIV/AIDS sehingga diketahui gambaran tingkat konsumsi energi, protein dan zat gizi mikro serta status gizi pasien HIV/AIDS di ruang rawat inap RSUD Kanjuruhan Kepanjen dengan menggunakan metode observasional dengan desain case studies. Hasil penelitian ini menunjukkan status gizi awal seluruh pasien adalah anemia dan hipoalbuminemia; terapi diet yang diberikan kepada pasien seluruhnya tidak mencukupi kebutuhan dari mikronutrien pasien dan belum sesuai dengan standart teori, sehingga terdapat perbedaan komposisi energi dan zat gizi; rata-rata tingkat konsumsi mikronutrien seluruh pasien HIV/AIDS sebanyak tiga pasien tidak baik energi, zat gizi makro maupun zat gizi mikro; satu pasien mengalami kenaikan kadar hemoglobin. Namun seluruh pasien tetap mengalami anemia dan hipoalbuminemia; dan pasien yang mengalami malnutrisi pada awal penelitian dengan tingkat konsumsi energi dan zat gizi tidak adekuat cenderung mengalami penurunan status gizi dan perubahan keluhan, fisik, klinis serta antropometri yang semakin kronis. Pasien HIV/AIDS mengalami tingkat konsumsi yang rendah, hal disebabkan oleh faktor kondisi umum dan mental pasien. Kata kunci: energi, protein, zat gizi mikro, status gizi, HIV/AIDS
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN TINGKAT NYERI PUNGGUNG BAWAH (LOW BACK PAIN) PADA LANSIA SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN BACK EXERCISE MODEL WILLIAM FLEXION EXERCISE DI DESA MENDALANWANGI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAGIR

Lihat Detail Karya
Penulis: ANIKA RESTANTY
NIM: 1501100036
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Sugianto Hadi SKM, MPH
Subjek: Tingkat Nyeri, Lansia, William Flexion Exercise
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran tingkat nyeri punggung bawah (low back pain) pada lansia sebelum dan sesudah dilakukan back exercise model william flexion excercise di Desa Mendalanwangi Wilayah Kerja Puskesmas Wagir (Studi Kasus) Anika Restanty (2017) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi D III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan Malang, Pembimbing Sugianto Hadi SKM, MPH. Kata Kunci : Tingkat Nyeri, Lansia, William Flexion Exercise Nyeri merupakan pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang actual atau potensial. Salah satu masalah nyeri yang sering muncul pada lansia adalah nyeri punggung bawah (NPB). Terdapat berbagai terapi yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri, terapi tersebut yaitu terapi farmakologis dan non farmakologis. Terapi non farmakologi salah satunya adalah William Flexion Exercise. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat nyeri punggung bawah (low back pain) pada lansia sebelum dan sesudah dilakukan back exercise model william flexion excercise di Desa Mendalanwangi Wilayah Kerja Puskesmas Wagir. Penelitian ini adalah deskriptif studi kasus dengan 2 subjek penelitian dan dilakukan pada tanggal 24 Juni 2018 – 7 Juli 2018. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan observasi. Data disajikan dalam bentuk narasi dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan tingkat nyeri sesudah dilakukan William flexion exercise selama 6x latihan dalam 2 minggu pada subjek 1 dan 2 dari sedang ke ringan. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya bila melakukan penelitian yang sama, hendaknya peneliti melatih subjek dengan jumlah responden yang lebih banyak.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN TINGKAT NYERI SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN RELAKSASI BENSON PADA LANSIA DENGAN NYERI SENDI DI GRIYA KASIH SILOAM MALANG (Studi Kasus)

Lihat Detail Karya
Penulis: SRI SA’ADATUL AWALIN
NIM: 1501100050
Program Studi: JURUSAN KEPERAWATAN PRODI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Wahyuningsri, S.Pd, M.Kes.
Subjek: Lansia, Nyeri Sendi, Relaksasi Benson
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Tingkat Nyeri Sebelum dan Sesudah Dilakukan Relaksasi Benson Pada Lansia dengan Nyeri Sendi di Griya Kasih Siloam Malang. Sri Sa’adatul Awalin (2018). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus Deskriptif. Program Studi Diploma Tiga Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan Malang. Polteknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dosen Pembimbing: Wahyuningsri, S.Pd, M.Kes. Kata Kunci: Lansia, Nyeri Sendi, Relaksasi Benson Nyeri sendi merupakan proses degeneratif yang diakibatkan oleh adanya jaringan ikat sekitar sendi mengalami penurunan elastisitas yang mempegaruhi ruang gerak sendi, sehingga dapat menimbulkan beberapa gangguan fisik terutama pada lansia. Salah satu tindakan nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri sendi adalah relaksasi benson. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi tingkat nyeri sebelum dan sesudah dilakukan Relaksasi Benson pada lansia dengan nyeri sendi di Griya Kasih Siloam Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 2 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Penelitian dilakukan dalam 6 kali pertemuan selama 2 minggu pada tanggal 24 Januari-7 Februari 2018. Hasil penelitian pada subjek I didapatkan tingkat skala nyeri sendi sebelum dilakukan relaksasi benson adalah 6 (sedang) dan setelah dilakukan relaksasi benson menurun menjadi 3 (ringan). Sedangkan pada subjek II didapatkan hasil tingkat skala nyeri sendi sebelum dilakukan relakasi benson adalah 5 (sedang) dan setelah dilakukan relaksasi benson menurun menjadi 2 (ringan). Jadi, peneliti menyimpulkan bahwa teknik relaksasi benson dapat menurunkan skala nyeri pada lansia dengan nyeri sedang menjadi nyeri ringan. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk peneliti selanjutnya agar dapat menguji perbedaan relaksasi benson ini dengan teknik nonfarmakologi lainnya untuk mengatasi nyeri sendi.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN UPAYA KELUARGA DALAM MEMBERI DUKUNGAN SOSIAL EMOSIONAL PADA KLIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RST dr. SOEPRAOEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: PUJI SETYOWATI
NIM: 1501100033
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Drs. Moh. Zainol Rachman, SST, M.Kes.
Subjek: Dukungan Sosial Emosional Keluarga, Kanker Payudara, Kemoterapi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Upaya Keluarga dalam Memberi Dukungan Sosial Emosional pada Klien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi Di RST dr.Soepraoen Malang. Puji Setyowati (2018). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus Deskriptif, Program Studi D-III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Drs. Moh. Zainol Rachman, SST, M.Kes. Kata Kunci : Dukungan Sosial Emosional Keluarga, Kanker Payudara, Kemoterapi Kanker payudara merupakan penyakit dimana terjadi adanya pertumbuhan sel yang tidak normal (benjolan) pada bagian payudara. Penyebab kanker payudara terjadi karena adanya beberapa faktor yaitu genetik, lingkungan serta gaya hidup sehari-hari. Awal saat kanker payudara didiagnosa, respon umumnya adalah terkejut serta tidak percaya dan bisa mengakibatkan stres atau bahkan depresi. Oleh karena itu dukungan sosial emosional dari keluarga sangat penting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran upaya keluarga dalam memberi dukungan sosial emosional pada klien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RST dr.Soepraoen Malang. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan mengambil satu subyek penelitian menggunakan teknik Purposive Sampling, menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian dan kesimpulan didapatkan bahwa upaya keluarga dalam memberi dukungan sosial emosional sudah baik (skor 29). Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah dapat melakukan penelitian lebih dalam tentang dukungan lain yang diberikan keluarga seperti dukungan penghargaan, instrumental dan informasional.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HARGA DIRI KELUARGA YANG MEMPUNYAI ANAK AUTISME DI PUSAT TERAPI TERPADU A PLUS MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SILVIA DAVIKI MAULITA
NIM: 1501100013
Program Studi: JURUSAN KEPERAWATAN PRODI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Rossyana Septyasih, S.Kp., M.Pd.
Subjek: Harga diri, Keluarga, Autisme
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Harga Diri Keluarga yang Mempunyai Anak Autisme di Pusat Terapi Terpadu A Plus Malang, Silvia Daviki Maulita (2018) Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Rossyana Septyasih, S.Kp., M.Pd. Kata Kunci : Harga diri, Keluarga, Autisme Autisme merupakan salah satu hambatan perkembangan yang dialami oleh anak. Hambatan yang dialami menyebabkan kesulitan dalam berbicara, perilaku, kemampuan bersosialisi, merespon rangsangan dan dalam belajar. Adanya hambatan tersebut dapat menimbulkan perasaan malu dan terjadi peurunan harga diri yang dialami oleh keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui harga diri keluarga yang mempunyai anak autisme. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara dan observasi. Subjek penelitian 2 keluarga (Ayah dan Ibu) yang mempunyai anak autisme di Pusat Terapi Terpadu A Plus Malang yang sesuai dengan kriteria penelitian. Hasil penelitian didapatkan kedua keluarga mempunyai harga diri rendah. Kesimpulan penelitian perilaku yang ditunjukkan oleh anak austisme dapat memicu keluarga mengalami harga diri rendah yang ditandai dengan merasa sedih, tidak percaya, tidak puas memiliki anak autisme dan lebih suka menyendiri. Rekomendasi: keluarga mampu menerima keterbatasan anaknya, mengontrol emosinya, aktif mengikuti seminar dan berinteraksi dengan keluarga yang memiliki masalah yang sama sehingga dapat berbagi pengalaman.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN AKTIFITAS RUMAH TANGGA DENGAN MASA MENYUSUI PADA IBU MENYUSUI BAYI USIA 6-12 BULAN DI DESA SUMBERPUCUNG

Lihat Detail Karya
Penulis: NUR KHOLIFATUR R
NIM: P17311175019
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Isman Amin, SKM., M.Kes, Pembimbing II: Naimah, SKM., M.Kes,
Subjek: aktivitas rumah tangga, masa menyusui
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Kholifatur Rizkiyah, Nur. 2018. Hubungan Aktivitas Rumah Tangga dengan Masa Menyusui Eksklusif Pada Ibu Menyusui Bayi usia 6-12 Bulan Di Desa Sumberpucung Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi Sarjana Terapan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I: Isman Amin, SKM., M.Kes, Pembimbing II: Naimah, SKM., M.Kes, Aktivitas rumah tangga adalah sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh seseorang yang menjadi ibu rumah tangga. Dampaknya adalah kurangnya waktu untuk istirahat, jika dialami ibu yang sedang menyusui akan menyebabkan produksi ASI berkurang karena kelelahan kerja. Jika ibu menyusui mengalami kelelahan kerja, maka akan terjadi blokade dari refleks letdown. Refleks letdown yang tidak sempurna akan menyebabkan penumpukan air susu di dalam alveoli, ini disebabkan adanya pelepasan dari adrenalin (epinefrin) yang menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah alveoli sehingga akan menghambat oksitosin untuk dapat mencapai target organ mioepitelium. Sehingga ibu menyusui perlu memiliki waktu untuk istirahat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas rumah tangga dengan masa menyusui pada ibu menyusui bayi usia 6-12 bulan. Metode yang digunakan adalah analisis korelasi dengan tipe cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 45 ibu menyusui bayi usia 6-12 bulan di Desa Sumberpucung Kabupaten Malang bulan Mei 2018. Instrumen yang digunakan adalah lembar profil kegiatan keluarga Skala Harvard, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden 75,5% termasuk dalam kategori aktivitas kerja berat (>10 jam/hari) dan 80% tidak ASI eksklusif. Data dianalisis menggunakan korelasi spearman rank, hasil diperoleh nilai rho -0,387 artinya ada hubungan yang signifikan antara aktivitas rumah tangga dengan masa menyusui eksklusif. Untuk mengatasi dampak dari aktivitas rumah tangga terhadap masa menyusui eksklusif diharapkan dapat mengatur waktu antara melakukan pekerjaan rumah tangga terutama saat masa menyusui eksklusif. Kata kunci : aktivitas rumah tangga, masa menyusui
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN AKTIVITAS HARIAN DENGAN TINGKAT PEMAHAMAN EDUKASI DISCHARGE PLANNING PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR EKSTREMITAS BAWAH DI RS LAVALETTE MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DANIAR ADE SETIAWAN
NIM: P17211175018
Program Studi: PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep, Ns, M, Kes,. Drs. Moh. Zainol Rachman, STT, M.Kes.
Subjek: Kemampuan Aktivitas Harian, Edukasi Discharge Planning, Fraktur Ekstremitas Bawah.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Antara Kemampuan Aktivitas Harian Dengan Tingkat Pemahaman Edukasi Discharge Planning Pada Pasien Post Operasi Fraktur Ekstremitas Bawah Di RS Lavalette Malang. Daniar Ade Setiawan (2018). Skripsi. Program Studi DIV Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dosen pembimbing: Tavip Dwi Wahyuni, S.Kep, Ns, M, Kes,. Drs. Moh. Zainol Rachman, STT, M.Kes. Kata Kunci: Kemampuan Aktivitas Harian, Edukasi Discharge Planning, Fraktur Ekstremitas Bawah. Fraktur ekstremitas bawah mengalami keterbatasan gerak sendi lutut yang dialami maka di perlukan Discharge planning kepada pasien guna mengembalikan kemampuan aktivitas harian dan pasien dapat melakukan aktifitas spesifik dalam kehidupan sehari-hari seperti mandi,berpakaian,pergi ke toilet, dll. Maka peneliti ini tertarik untuk mengetahui hubungan kemampuan aktivitas harian dengan tingkat pemahaman edukasi discharge planning pada pasien post operasi fraktur ekstremitas bawah di RS Lavalette Malang. Metode penelitian menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional dengan 33 responden yang dianggap mewakili seluruh populasi. Fokus penelitian ini yaitu kemampuan aktivitas harian dan edukasi discharge planning. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Uji statistik Correlatition didapatkan hasil bahwa P-Value < α (0.001 < 0.05) yang artinya ada hubungan antara kemampuan aktivitas harian dengan tingkat pemahaman edukasi discharge planning. Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah perawat di rumah sakit lavallete untuk mempertahankan dan meningkat apa yang sudah dilakukan terutama dalam memberikan edukasi discharge planning, selain itu, diharapkan perawat dapat memberikan tambahan dorongan motivasi dalam pemahan edukasi discharge planning dengan tujuan meningkatkan motivasi pasien, sehingga dapat memaksimalkan karekteristik pasien dalam kesembuhan dan beraktivitas harian dengan baik. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semakin baik edukasi discharge planning maka semakin baik dalam melakukan kemampuan aktivitas harian.
Cover KTI
2018

HUBUNGAN ANTARA LEMAK SUBKUTAN, INDEKS MASSA TUBUH, KADAR HEMOGLOBIN DENGAN DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 SUMBERPUCUNG

Lihat Detail Karya
Penulis: AISA OKTAVIANA NUR IMANIAR
NIM: 1402450064
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Erni Dwi Widyana, SST., M.Kes. Ita Yuliani, SST., M.Keb.
Subjek: lemak subkutan, indeks massa tubuh, kadar hemoglobin, dismenore primer
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Imaniar, Aisa Oktaviana Nur. 2018. Hubungan Lemak Subkutan, Indeks Massa Tubuh, Kadar Hemoglobin dengan Dismenore Primer pada Remaja Putri di SMAN 1 Sumberpucung. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I : Erni Dwi Widyana, SST., M.Kes. Pembimbing II : Ita Yuliani, SST., M.Keb. Dismenore adalah nyeri yang dialami oleh remaja saat menstruasi. Berdasarkan tingkatan nyeri, dismenore dibedakan menjadi 2, dismenore primer dan dismenore sekunder. Dismenore primer berasal dari kontraksi rahim yang dirangsang oleh prostaglandin. Faktor risiko terjadinya dismenore bisa disebabkan karena menarche pada usia dini, status gizi, riwayat keluarga, konsumsi kopi, kebiasaan makan cepat saji. Remaja dengan indeks massa tubuh lebih dari normal memiliki kadar prostaglandin yang tinggi sehingga dapat memicu terjadinya dismenore primer. Remaja yang anemia (kadar hemoglobin kurang dari normal) merasa nyeri dismenore (nyeri saat menstruasi). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan lemak subkutan, indeks massa tubuh, kadar hemoglobin dengan dismenore primer pada remaja putri. Populasi penelitian ini 44 orang, pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Pengujian hipotesis menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05) dan regresi logistik. Hasil uji regresi logistik didapatkan ada hubungan lemak subkutan (0,004 < 0,05) dan kadar hemoglobin (0,008 < 0,05) sedangkan untuk indeks massa tubuh, tidak ada hubungan dengan dismenore primer (0,152 > 0,05). Diharapkan penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut mengenai faktor resiko lain penyebab dismenore primer pada remaja putri. Kata Kunci : lemak subkutan, indeks massa tubuh, kadar hemoglobin, dismenore primer
Cover KTI
tidak tersedia
2018

HUBUNGAN ANTARA MASA KERJA PERAWAT PERIOPERATIF DENGAN KEPATUHAN PELAKSANAAN SSC (SURGICAL SAFETY CHECKLIST) DI KAMAR OPERASI RS LAVALETTE KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Safiah Puspa Asyillah
NIM: 1401460031
Program Studi: PRODI DIV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Sumirah Budi Pertami, S.Kp., M.Kep. , Rudi Hamarno, S.Kep., Ns, M.Kep.
Subjek: Kepatuhan Perawat Perioperatif, Surgical Safety Checklist, Masa Kerja Perawat Perioperatif
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hubungan Masa Kerja Perawat Perioperatif dengan Kepatuhan Pelaksanaan SSC (Surgical Safety Checklist) di Kamar Operasi RS Lavalette Kota Malang. Safiah Puspa Asyillah (2018). Skripsi. Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Sumirah Budi Pertami, S.Kp., M.Kep., Pembimbing Pendamping: Rudi Hamarno, S.Kep., Ns, M.Kep. Kata Kunci: Kepatuhan Perawat Perioperatif, Surgical Safety Checklist, Masa Kerja Perawat Perioperatif Pembedahan (sering disebut dengan operasi) adalah tindakan pengobatan yang menggunakan cara invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani. Umumnya pembukaan bagian tubuh ini dilakukan dengan membuat sayatan, kemudian dilakukan tindakan perbaikan yang diakhiri dengan penutupan dan penjahitan luka. Kinerja perawat dapat dipengaruhi oleh karakteristik individu dari perawat itu sendiri. Karakteristik individu seperti umur, masa kerja, dan status pernikahan dapat mempengaruhi kinerja individu. SSC (surgical safety cheklist) merupakan tindakan untuk menghindari terjadinya kejadian yang tidak diinginkan selama proses operasi. Apabila SSC tidak dilakukan, maka dapat terjadi insiden keselamatan pasien yang tidak diharapkan saat operasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan masa kerja perawat perioperatif dengan kepatuhan pelaksanaan SSC di Kamar Operasi RS Lavalette Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Subjek penelitian adalah 16 perawat perioperatif yang melaksanakan seluruh tindakan operasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki masa kerja > 3 tahun, dan hampir seluruh perawat memiliki tingkat kepatuhan yang baik, yaitu sebesar 87%. Hasil uji statistik koefisien kontingensi lambda menunjukkan tidak adanya hubungan lama kerja perawat perioperatif dengan kepatuhan pelaksanaan SSC di Kamar Operasi RS Lavalette Kota Malang dengan p value 0,290 dan nilai lambda 0,000. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah diharapkan menggunakan enumerator untuk mendapatkan sampel penelitian yang lebih banyak dan hasil penelitian yang lebih baik dan meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pelaksanaan surgical safety checklist.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan