Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3461–3470 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN PERILAKU KONSUMSI SAYUR DAN BUAH PADA ANAK USIA SEKOLAH DALAM PROGRAM GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN DI SD KRISTEN BRAWIJAYA 3 KEDUNGKANDANG

Lihat Detail Karya
Penulis: PUJO ABRILLIAN THEODORA FAZA
NIM: 1501100015
Program Studi: Program Studi DIII Keperawatan Malang.
Dosen Pembimbing: Imam Subekti, S.Kp., M.Kep, Sp.Kom
Subjek: Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Konsumsi Sayur dan Buah, Pendidikan Kesehatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Perilaku Konsumsi Sayur dan Buah pada Anak Usia Sekolah dalam Program Gerakan Masyarakat Sehat Sebelum dan Sesudah Diberikan Pendidikan Kesehatan di SD Kristen Brawijaya 3 Kedungkandang. Pujo Abrillian Theodora Faza (2018). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus. Jurusan Keperawatan. Program Studi DIII Keperawatan Malang. Pembibing Imam Subekti, S.Kp., M.Kep, Sp.Kom. Kata Kunci: Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Konsumsi Sayur dan Buah, Pendidikan Kesehatan Dalam upaya pembangunan kesehatan Indonesia melalui perbaikan lingkungan dan perilaku ke arah yang lebih sehat, terwujudlah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Salah satu fokus kegiatannya adalah Konsumsi Sayur dan Buah. Anak usia sekolah merupakan usia dimana anak membutuhkan gizi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan, namun data menunjukkan konsumsi sayur dan buah pada anak usia sekolah masih tergolong rendah yang ada kaitannya dengan rendahnya pengetahuan mereka tentang manfaat sayur dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku konsumsi sayur dan buah sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan lima subjek penelitian yang dilakukan pada tanggal 25 Mei – 8 Juni 2018 di SD Kristen Brawijaya 3 Kedungkandang. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan observasi dalam pengambilan data. Hasil penelitian menunjukkan setelah dilakukan pendidikan kesehatan dengan metode Focus Group Discussion tentang pentingnya konsumsi sayur dan buah didapatkan peningkatan dalam perubahan perilaku dengan hasil yang berbeda-beda. Adapun perubahan yang terjadi dibagi menjadi dua kategori yaitu perubahan konsisten dan perubahan kurang konsistem.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL PADA IBU RUMAH TANGGA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBERPUCUNG

Lihat Detail Karya
Penulis: AYU MEILIANA SETYAMAN
NIM: 1501100002
Program Studi: PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Joko Wiyono, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom.
Subjek: Ibu Rumah Tangga, Infeksi Menular Seksual, Pendidikan Kesehatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ayu Meiliana Setyaman (2018). “Gambaran Perilaku Pencegahan Penyakit Menular Seksual Pada Ibu Rumah Tangga Sebelum dan Sesudah Diberikan Pendidikan Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Sumberpucung”. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus. Jurusan Keperawatan. Program Studi Diploma III Keperawatan Malang. Pembimbing Joko Wiyono, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom. Ibu rumah tangga adalah seorang wanita yang mengatur penyelenggaraan berbagai macam pekerjaan rumah tangga, atau ibu rumah tangga merupakan seorang istri atau ibu yang mengurusi berbagai pekerjaan dalam rumah tangga, tidak bekerja dikantor. Infeksi menular seksual adalah suatu gangguan atau penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, parasite, atau jamur yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak atau hubungan seksual. Dalam hal ini, pendidikan kesehatan untuk dampak infeksi menular seksual perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perilaku pencegahan penyakit menular seksual pada ibu rumah tangga sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Desain penelitian studi kasus dengan II subjek penelitian dan dilakukan pada Mei – Juni 2018. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan lembar observasi. Data disajikan dalam bentuk narasi dan table. Pengambilan data dilakukan sebanyak 3x yaitu pengukuran sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan, pendidikan kesehatan dilakukan dilakukan 2x. hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami peningkatan pengetahuan dan tindakan vulva hygiene untuk mencegah terjadinya penyakit menular seksual. Disimpulkan bahwa ibu rumah tangga mengalami perubahan perilaku untuk mencegah terjadinya penyakit menular seksual. Dengan rekomendasi peneliti selanjutnya dapat merubah perilaku yang dapat menyebabkan penyakit menular seksual dengan melakukan observasi dalam jangka waktu yang lebih lama dengan subjek yang berbeda jenis kelamin. Kata Kunci : Ibu Rumah Tangga, Infeksi Menular Seksual, Pendidikan Kesehatan
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN PERILAKU REMAJA PUTRI TENTANG VULVA HYGIENE SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN DI MTS BAHRUL ULUM TAJINAN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SITI MAISAROH
NIM: 1501100001
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Joko Wiyono, S.Kp., M. Kep., Sp. Kom
Subjek: Remaja, Vulva Hygiene, Pendidikan Kesehatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perilaku Vulva Hygiene pada Remaja Putri Sebelum dan Sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan di MTs Bahrul Ulum Tajinan Kabupaten Malang. Siti Maisaroh (2018). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus. Jurusan Keperawatan. Program Studi Diploma III Keperawatan Malang. Pembimbing Joko Wiyono, S.Kp., M. Kep., Sp. Kom. Remaja putri utamanya saat usia pubertas harusnya mendapatkan pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi agar dapat menjaga kesehatan reproduksi serta mencegah penyakit – penyakit yang dapat timbul akhibat kurangnya atau salahnya perawatan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perilaku Vulva Hygiene pada remaja putri sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Subjek studi kasus dua orang remaja putri, sedangkan fokus studi kasus adalah perilaku vulva hygiene. Pengambilan data dilakukan pada 21 Mei – 28 Mei 2018 di MTs Bahrul Ulum Tajinan Kabupaten Malang dan masing – masing subjek studi kasus dilakukan observasi dan wawancara. Hasil penelitian didapatkan sebelum pendidikan kesehatan, subjek 1 dan subjek 2 memiliki pengetahuan kurang, sikap baik dan psikomotor kurang. Setelah diberikan pendidikan kesehatan perilaku kedua subjek meningkat yaitu pengetahuan baik, sikap baik dan psikomotor baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terjadi peningkatan pada aspek pengetahuan dan psikomotor dan tidak terjadi perubahan sikap. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah dengan melakukan penelitian hygiene pada organ reproduksi pada remaja laki – laki. Kata Kunci : Remaja, Vulva Hygiene, Pendidikan Kesehatan
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN PERKEMBANGAN PERSONAL SOSIAL PADA ANAK USIA PRASEKOLAH SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN STIMULASI COOPERATIVE PLAY DI TK ANAK MUSLIM MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: UMMI KHOIRIYAH
NIM: 1501100017
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Atti Yudiernawati, S.Kp, M.Pd
Subjek: Anak Usia Prasekolah, Perkembangan Personal Sosial, Stimulasi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ummi Khoiriyah (2018). Gambaran Perkembangan Personal Sosial Pada Anak Usia Prasekolah Sebelum dan Sesudah Diberikan Stimulasi Cooperative Play Di TK Anak Muslim Malang. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Dr. Atti Yudiernawati, S.Kp, M.Pd Usia pra sekolah adalah masa kritis anak dimana anak memiliki 4 aspek perkembangan salah satunya adalah aspek perkembangan personal sosial. Perkembangan personal sosial mempengaruhi perilaku anak hingga ia tumbuh dewasa, Cooperative play dilakukan sebagai upaya mengoptimalkan perkembangan personal sosial anak. Tujuan penelitian yaitu untuk mengatahui perkembangan personal sosial anak sebelum dan sesudah di berikan stimulasi Cooperative Play. Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan 2 subjek penelitian dengan usia 5 tahun 5 bulan dan 4 tahun 2 bulan yang yang dilakukan pada tanggal 7 Februari sampai 7 April 2018. Penelitian ini menngunakan modifikasi Kuisioner Masalah Perilaku dan Emosional (KMPE) dan Kuisioner Pra Skrining Perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun dalam kategori tidak sesuai tetapi subjek I mengalami peningkatan perkembangan personal sosial dari hasil pre test 70% menjadi 82%, sedangkan untuk subjek II dalam kategori tidak sesuai dan pengalami penurunan perkembangan personal sosial dari hasil pre test 58, 82 menjadi 52, 94. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh faktor maturasi anak dan keterlibatan orangtua dalam mengasuh anak. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah lebih jauh meneliti tentang peran orangtua dalam mengasuh anak terhadap tercapainys tugas perkembangan anak sesuai usianya dengan metode survey kepada anak yang berusia 4-6 tahun, sehingga masa emas perkembangan anak dapat optimal. Kata kunci: Anak Usia Prasekolah, Perkembangan Personal Sosial, Stimulasi
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN POLA ASUH IBU DALAM PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD), PEMBERIAN ASI DAN MP-ASI TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 7-24 BULAN DI DESA KENONGO KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SHELA OKTAVIANA HERDIYANTI
NIM: 1503000013
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Dewa Nyoman Supariasa, MPS
Subjek: Stunting, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI Eksklusif, MP-ASI
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Shela Oktaviana H, 2018. “Gambaran Pola Asuh Ibu Dalam Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Pemberian ASI Dan MP-ASI Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Usia 7-24 Bulan Di Desa Kenongo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang”. Tugas akhir, Program Studi DIII Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Dibawah bimbingan : I Dewa Nyoman Supariasa, MPS.) Stunting merupakan ancaman bagi Indonesia, karena anak stunting tidak hanya terganggu pertumbuhan fisik tapi juga pertumbuhan otak. Efeknya, SDM menjadi tidak produktif yang berdampak pada terganggunya kemajuan negara (Depkes,2018). Dari hasil Riskesdas (2013), prevalensi stunting di Indonesia meningkat dari tahun 2010 sebanyak 35,6% menjadi 37,2% pada tahun 2013, dan angka tersebut melebihi target nasional (20%). Faktor anak yang dapat menyebabkan stunting yaitu BBLR, Inisiasi menyusui dini (IMD) terlambat, pemberian Air susu ibu (ASI) yang tidak eksklusif, makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak sesuai baik kualitas maupun kuantitasnya, (Stewart et al., 2013). Desa Kenongo memiliki prevalensi balita stunting umur 0-59 bulan sebesar 43,4% (76 balita stunting dari 175 balita), karena prevalensi stunting di atas batas yang ditetapkan (20%), maka termasuk dalam masalah kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola asuh ibu dalam pelaksanaan inisiasi menyusu dini, pemberian ASI dan MP-ASI terhadap kejadian stunting pada anak usia 7-24 bulan di Desa Kenongo. Jenis penelitian ini adalah observasi dengan menggunakan desain penelitian deskriptif. Sampel penelitian terdiri dari 27 responden. Responden adalah balita yang berumur 7-24 bulan di Desa Kenongo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh ibu pada balita stunting di Desa Kenongo sebagian besar melaksanakan dengan sesuai dapat dilihat dari terlaksananya IMD (81%), pemberian ASI eksklusif (67%) dan Pemberian MP-ASI yang sesuai sebesar 74%. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pola asuh ibu balita stunting berdasarkan ketiga variabel sudah baik, namun masih ada ibu balita yang belum melaksanakan ketiga variabel tersebut dengan sesuai karena kurangnya pengetahuan dan ada yang sibuk bekerja. Sehingga disarankan untuk ibu balita yang aktif bekerja untuk tetap memberikan ASI dengan memerah dan untuk petugas kesehatan setempat disarankan agar memberikan pengetahuan gizi tentang IMD, ASI eksklusif dan ketepatan MP-ASI secara rutin melaui penyuluhan di posyandu ataupun dalam kelas ibu hamil, sebagai upaya mencegah terjadinya balita stunting. Kata kunci : Stunting, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI Eksklusif, MP-ASI
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA PADA KLIEN DM TIPE 2 DENGAN METODE MODERN MOIST WOUND HEALING DI KLINIK PEDISCARE KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ADHITYA IRFANDA ANDREANSYAH
NIM: 1501100052
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Ni Luh Putu Eka S, SKP. M.Kes
Subjek: Proses Penyembuhan Luka, DM Tipe 2, Metode Modern
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Proses Penyembuhan Luka Pada Klien DM Tipe 2 Dengan Metode Modern Moist Wound Healing Di Klinik Pediscare Kota Malang. Adhitya Irfanda A (2018). Karya Tulis Ilmiah, Deskriptif Observasional, Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang. Pembimbing Dr. Ni Luh Putu Eka S, SKP. M.Kes. Kata Kunci : Proses Penyembuhan Luka, DM Tipe 2, Metode Modern Ulkus diabetik merupakan salah stu komplikasi kronik DM yang paling ditakuti. WHO memperkirakan prevalensi global Diabetes Melitus akan meningkat dari 171 juta orang pada tahun 2000 menjadi 366 juta tahun 2030. Salah satu komplikasi dari DM adalah ulkus diabetes yaitu kelainan pada salah satu bagian tubuh mulai dari ulkus sampai gangrene. Penyembuhannya butuh waktu yang lama. Perawatan luka dengan metode modern dapat meningkatkan penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran proses penyembuhan luka pada klien DM tipe 2 dengan metode modern moist wound healing. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif observasional studi kasus, dengan subyek studi kasus sebanyak 2 responden. Cara pengumpulan data berupa lembar observasi, lembar wawancara tambahan dan foto dokumentasi keadaan luka. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa subyek penelitian 1 mengalami perkembangan luka yang baik pada observasi 4 sampai observasi terakhir. Untuk subyek 2 perkembangan luka juga baik, namun tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan dari observasi 3 sampai observasi terakhir. Dari kedua subyek yang melakukan perawatan luka dengan metode modern mengalami perkembangan luka yang cukup cepat. Rekomendasi hasil penelitian disarankan bagi peneliti selanjutnya adalah meneliti citra tubuh pada subyek penelitian.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN PSIKOLOGIS PASIEN HIV / AIDS SEBELUM DAN SESUDAH PENDAMPINGAN DI UPT PUSKESMAS KROMENGAN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: M. ALFI WACHYUDI
NIM: P17210176009
Program Studi: PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: (1) Sugianto Hadi, SKM. MPH, (II) Dr. Ni Luh Putu Eka Sudiwati, SKp. M. Kes
Subjek: ODHA, Gambaran Psikologis, Pendampingan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK M. Alfi Wachyudi (2017). Gambaran Psikologis Pasien HIV/AIDS Sebelum dan Sesudah Pendampingan di UPT Puksesmas Kromengan. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Atudi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kemenkes Malang, Pembimbing (1) Sugianto Hadi, SKM. MPH, (II) Dr. Ni Luh Putu Eka Sudiwati, SKp. M. Kes Karya tulis Ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Psikologis Pasien HIV/AIDS Sebelum dan Sesudah Pendampingan di UPT Puskesmas Kromengan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara. Metode analisis data pada penelitian ini dengan menggunakan metode analisis tematik. Subyek penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik sampel kriteria. Subyek penelitian ini adalah ODHA yang terdata di UPT Puskesmas Kromengan Kabupaten Malang. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kedua pasien memiliki perbedaan psikologis yang berbeda sebagai reaksi akibat terinfeksi HIV/AIDS. Reaksi yang dialami oleh kedua pasien dalam penelitian ini terjadi secara berurutan. Pasien pertama mengalami depresi, merasa tidak berguna dan dikucilkan keluarga maupun lingkungan. Sedangkan pasien kedua Keluarga tidak mau tahu atas penyakit yang diderita pasien, dan keluarga memberi batas dalam bersosialisasi dengan pasien, kedua subyek memiliki perbedaan kecenderungan penggunaan coping. Pasien pertama merasa di hargai dan di terima di lingkungan keluarga serta masyarakat positive reappraisal, sedangkan pasien kedua keluarga mengetahui dan menerima kembali klien cenderung menggunakan pencarian dukungan emosional sosial. Kata Kunci : ODHA, Gambaran Psikologis, Pendampingan
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN STRATEGI PELAKSANAAN PENDIDIKAN KESEHATAN DALAM MERUBAH PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SANTRIWATI PONDOK PESANTREN SHOLAHUL HUDA AL - MUJAHIDIN KEC. TUMPANG KAB. MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ELOK DESY ANGGRAINI
NIM: 1501100039
Program Studi: PROGAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Imam Subekti, S.Kp, M.Kep, Sp.Kom
Subjek: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Pondok Pesantren, Strategi Pendidikan Kesehatan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Strategi Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan Dalam Merubah Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Santriwati Pondok Pesantren Sholahul Huda Al- Mujahidin Kec. Tumpang Kab. Malang. Elok Desy Anggraini (2018). Karya Tulis Ilmiah Studi Kaus. Jurusan Keperawatan. Program studi Diploma III Keperawatan Malang. Pembimbing Imam Subekti, S.Kp, M.Kep, Sp.Kom Kata Kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Pondok Pesantren, Strategi Pendidikan Kesehatan Perilaku hidup bersih dan sehat adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Pondok pesantren selain selain dikenal sebagai tempat belajar mendalami agama Islam, beberapa pondok pesantren juga banyak masalah pada kebersihan diri dan lingkungan, bisa karena faktor kurangnya pendidikan kesehatan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk menerapkan strategi pendidikan kesehatan yang tepat sesuai dengan karakteristik subjek studi yang dapat merubah perilaku hidup bersih dan sehat dengan baik dan benar. Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan lima subjek penelitian yang di lakukan pada tanggal 7 April - 6 Mei 2018 di pondok pesantren Sholahul Huda Al-Mujahidin Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan observasi dalam pengambilan data. Hasil penelitian menunjukan setelah dilakuakn pendidikan kesehatan dengan FGD (Focus Group Discussion) mengenai perilaku hidup bersih dan sehat yang telah dilakukan pada kelima subjek penelitian, didapatkan hasil yang berbeda-beda namun pada intinya mengalami perubahan yang terlihat jelas pada setiap observasi. Adapun perubahan yang terjadi dibagi menjadi empat katagori yaitu tidak ada perubahan, berubah dengan cepat, sedang, dan lama.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN TEKANAN DARAH KLIEN YANG MENGALAMI HIPERTENSI SEBELUM DAN SESUDAH MELAKUKAN SLOW DEEP BREATHING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARENG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: MIRANDA AMAMI RIANDINI
NIM: 1501100067
Program Studi: JURUSAN KEPERAWATAN PRODI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Maria Diah Ciptaning Tyas, S.Kep, Ns, M.Kep, Sp.MB
Subjek: Tekanan Darah, Hipertensi, Slow Deep Breathing
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Miranda Amami Riandini (2018). Gambaran Tekanan Darah Klien yang Mengalami Hipertensi Sebelum dan Sesudah Melakukan Slow Deep Breathing di Wilayah Kerja Puskesmas Bareng Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Maria Diah Ciptaning Tyas, S.Kep, Ns, M.Kep, Sp.MB Kata Kunci: Tekanan Darah, Hipertensi, Slow Deep Breathing Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal ditunjukkan oleh angka sistolik dan diastolik pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah. Salah satu upaya nonfarmakologi yang dapat dilakukan untuk mengurangi tekanan darah tinggi adalah slow deep breathing. Slow deep breathing merupakan tindakan yang disadari untuk mengatur pernapasan secara dalam dan lambat dengan frekuensi nafas kurang dari 10 kali permenit yang dapat menimbulkan efek relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tekanan darah klien yang mengalami hipertensi sebelum dan sesudah melakukan slow deep breathing. Metode penelitian menggunakan deskriptif studi kasus dengan 2 subyek penelitian yang sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan observasi dalam pengambilan data. Hasil dari penelitian ini adalah terjadi penurunan tekanan darah sistol 20 mmHg dan diastol 10 mmHg pada kedua subyek. Rekomendasi dari penelitian ini adalah dengan melakukan slow deep breathing sebagai terapi mandiri maupun dikombinasikan dengan terapi lainnya dapat menurunkan tekanan darah.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI SEBELUM DAN SESUDAH MELAKUKAN TERAPI RELAKSASI BENSON DI GRIYA KASIH SILOAM MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SOFI PRIMA WAHYU SEJATI
NIM: 1501100046
Program Studi: PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Drs. Moh Zainol Rachman, S.ST., M.Kes
Subjek: Tekanan Darah, Lansia, Hipertensi, Relaksasi Benson
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sofi Prima Wahyu Sejati (2018). Gambaran Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Sebelum Dan Sesudah Melakukan Terapi Relaksasi Benson Di Griya Kasih Siloam Malang. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan Malang, Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Malang. Pembimbing Drs. Moh Zainol Rachman, S.ST., M.Kes. Kata Kunci: Tekanan Darah, Lansia, Hipertensi, Relaksasi Benson Relaksasi Benson merupakan relaksasi yang menggabungkan antara teknik respons relaksasi dan system keyakinan individu / faith factor (difokuskan pada ungkapan tertentu berupa nama-nama Tuhan, atau kata yang memiliki makna menenangkan bagi pasien itu sendiri) yang diucapkan berulang-ulang dengan ritme teratur disertai sikap pasrah. Relaksasi Benson ini bermanfaat mengatasi tekanan darah tinggi dan ketidak teraturan jantung jika dilakukan dengan teknik yang baik dan benar dengan frekwensi latihan dengan waktu 10-15 menit setiap kali latihan. Studi kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi sebelum dan sesudah melakukan terapi relaksasi benson. Metode penelitian ini adalah Deskriptif Studi Kasus dengan subjek studi sebanyak 2 subjek yang dilakukan pada 14 Januari - 27 Januari 2018 dengan tekanan darah systole >140 mmHg dan diastole <90 atau >90 mmHg. Pada subjek I dari hasil observasi rata-rata tekanan darah awal 142/90 mmHg dan rata-rata tekanan darah akhir setelah dilakukan senam ergonomik 130/80 mmHg. Sedangkan pada subjek II rata-rata tekanan darah awal sebelum dilakukan relaksasi benson 146/90 mmHg dan setelah dilakukan relaksasi benson rata-rata 133/83 mmHg. Hasil studi kasus yang didapat bahwa sesudah melakukan relaksasi benson kedua subjek penelitian mengalami penurunan tekanan darah. Rekomendasi dari penelitian adalah latihan relaksasi benson yang teratur dengan teknik yang baik dan benar mampu menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi dan menekan angka kejadian hipertensi pada lansia.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan