Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3441–3450 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2018

GAMBARAN KECEMASAN HOSPITALISASI PADA ANAK USIA TODDLER SETELAH MENDAPAT TERAPI MUSIK DI RUANG ANAK RUMAH SAKIT LAVALETTE MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FIKRI HANIF AZ
NIM: 1501100019
Program Studi: D III Keperawatan
Dosen Pembimbing: Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes.
Subjek: Hospitalization Anxiety, Toddler Children, Music Therapy
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Kecemasan Hospitalisasi Pada Anak usia Toddler Setelah Mendapat Terapi Musik di ruang Anak Rumah Sakit Lavalette Malang. Fikri Hanif AZ (2018). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif dengan Desain Studi Kasus Observasi Partisipasif. Program Studi D-III Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes. Kata kunci : Kecemasan Hospitalisasi, Anak Usia Toddler, Terapi musik Anak adalah sebagai individu yang unik dan mempunyai kebutuhan sesuai dengan tahap perkembangan. Pada masa perkembangan anak terkadang juga memiliki masalah kesehatan yang mengharuskan untuk dirawat di rumah sakit. Hospitalisasi merupakan suatu proses yang memiliki alasan yang berencana atau darurat atau sehingga mengharuskan anak untuk tinggal dirumah sakit. Untuk mengoptimalkan kesembuhan dan mengurangi tingkat kecemasan pada anak dibutuhkan sebuah stimulasi yang sesuai. Terapi musik merupakan stimulasi yang tepat bagi anak. Tujuan studi kasus ini adalah mengetahui Gambaran Kecemasan Hospitalisasi Pada Anak usia Toddler Setelah Mendapat Terapi Musik. Subjek penelitian adalah satu orang anak sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian dilakukan pada tanggal 28 Juni – 03 Juli 2018 dengan menggunakan metode studi kasus deskriptif observatif partisipasif. Hasil studi kasus setelah diberikan terapi musik An. D mengalami penurunan tingkat kecemasan melalui pengukuran dengan skala HARS. Penurunan paling signifikan terjadi pada hari kedua. Respon subjek yang pada pertemuan pertama masih terlihat jelas kecemasannya setelah diberikan terapi musik kecemasan mulai tampak berkurang di pertemuan berikutnya, ditandai dengan anak sudah tidak tampak tegang, menangis, tidak memeluk ibunya, dan tidak takut dengan orang asing. Dapat disimpulkan bahwa terapi musik ini dapat menurunkan kecemasan hospitalisasi pada anak usia toddler. Rekomendasi: disarankan untuk peneliti selanjutnya perlu menambah waktu stimulasi yang lebih lama memilih terapi musik sebagai bahan terapi dan dilakukan secara optimal dan berkesinambungan.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN KECEMASAN IBU DAN ANAK YANG MENDERITA KANKER DI RUMAH SAKIT LAVALETTE DAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENDAL KEREP

Lihat Detail Karya
Penulis: ELA ANGGRAENI
NIM: 15001100077
Program Studi: PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: DyahWidodo, S.Kp.M.Kes
Subjek: Kanker, Kecemasan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Kecemasan Ibu dan Anak yang Menderita Kanker di Rumah Sakit Lavalette dan di wilayah kerja Puskesmas Kendal Kerep. Ela Anggraeni (2018). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus Deskriptif. Program Studi Diploma Tiga Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan Malang. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dosen Pembimbing: DyahWidodo, S.Kp.M.Kes Kata Kunci: Kanker, Kecemasan Kanker menjadi penyebab kematian keempat setelah infeksi, kardiovaskuler dan trauma, sehingga menimbulkan gangguan kecemasan baik bagi penderita maupun keluarga. Tujuan dari karya tulis ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran kecemasan ibu dan anak yang menderita kanker di Rumah Sakit Lavalette dan di wilayah kerja Puskesmas Kendal Kerep. Jenis penelitian ini studi kasus observasional. Penelitian dilakukan pada tanggal 28 Mei 2018 sampai 23 Juni 2018 kepada 4 subjek penelitian. Peneliti melakukan pengambilan data dengan wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dan penulis mengolah secara deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa subjek anak 1 mengalami kecemasan ringan (skor 8) sebelum dilakukan kemoterapi dan menjadi tidak ada kecemasan (skor 5) setelah dilakukan kemoterapi, subjek ibu 1 mengalami kecemasan sedang (skor 16) sebelum dilakukan kemoterapi, berubah menjadi kecemasan ringan (skor 10) setelah dilakukan kemoterapi pada anaknya, subjek anak 2 mengalami kecemasan ringan (skor 13) pada observasi pertama dan kedua, sedangkan subjek ibu 2 mengalami kecemasan sedang pada observasi pertama (skor 22) dan kecemasan sedang (skor 19) pada observasi kedua. Saran bagi peneliti selanjutnya, diharapkan untuk meneliti tentang cara mengontrol kecemasan pada anak yang menderita kanker dan ibu yang memiliki anak kanker.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN KECEMASAN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS (DM) SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN MOTIVASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGKANDANG MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ESPI AINUNSARI
NIM: 1501100016
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dyah Widodo, S.Kp., M.Kes.
Subjek: Kecemasan, Diabetes Mellitus, Motivasi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Kecemasan Pada Pasien Diabetes Mellitus (DM) Sebelum dan Sesudah Diberikan Motivasi di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungkandang Malang, Espi Ainunsari (2018) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi Diploma III Keperawatan Malang, Pembimbing (Utama) Dyah Widodo, S.Kp., M.Kes. Kata Kunci : Kecemasan, Diabetes Mellitus, Motivasi Diabetes mellitus merupakan penyakit yang diderita seumur hidup sehingga perlu motivasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan upaya penurunan kecemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kecemasan penderita diabetes mellitus sebelum dan sesudah diberikan motivasi di wilayah kerja Puskesmas Kedungkandang Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan metode observasional. Subyek penelitian ada 2 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 25 Maret 2018 sampai 8 April 2018 di wilayah kerja Puskesmas Kedungkandang Malang. Peneliti melakukan pengambilan data dengan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale, wawancara, dan observasi serta memberikan motivasi selama 6 kali pemberian. Analisis data menggunakan analisis kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa motivasi dapat mempengaruhi penurunan kecemasan dan kadar gula darah. Penurunan tingkat kecemasan subyek I dari skore 17 (kecemasan sedang) menjadi skore 7 (kecemasan ringan) dan pada subyek II dari skore 16 (kecemasan sedang) menjadi skore 4 (kecemasan ringan). Penurunan kadar gula darah subyek I dari 245 mg/dL menjadi 141 mg/dL sedangkan pada subyek II dari 215 mg/dL menjadi 143 mg/dL. Saran dari peneliti kepada peneliti selanjutnya dapat meneliti tentang pengaruh pemberian motivasi terhadap penurunan tingkat kecemasan dan kadar gula darah serta pola hidup.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN KECERDASAN EMOSIONAL ANAK USIA SEKOLAH DENGAN IBU YANG BEKERJA (DESKRIPTIF STUDI KASUS)

Lihat Detail Karya
Penulis: MAULANA LUTHFI DWIE NOERSALIM
NIM: 1501100012
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Wahyuningsri, S.Pd ., M.Kes
Subjek: Kecerdasan Emosional, Anak Usia Sekolah, Ibu Yang Bekerja
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Kecerdasaan Emosional Anak Usia Sekolah Dengan Ibu Yang Bekerja di SDN Panggungrejo 01 Kepanjen-Malang. Maulana Luthfi Dwie Noersalim (2018). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Wahyuningsri, S.Pd ., M.Kes. Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Anak Usia Sekolah, Ibu Yang Bekerja Kecerdasan emosional merupakan kemampuan emosi yang meliputi kemampuan untuk mengendalikan diri, memiliki daya tahan ketika menghadapi suatu masalah, mampu mengendalikan impuls, memotivasi diri, mampu mengatur suasana hati, kemampuan berempati dan membina hubungan dengan orang lain. Oleh sebab itu seorang anak yang dapat mengenali emosinya sendiri akan peka terhadap perasaan marah, sedih, senang, dan takut. Anak usia sekolah 6-12 tahun cenderung mulai menyadari bahwa pengungkapan emosi secara kasar tidaklah diterima di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah bentuk upaya mengetahui kecerdasan emosional anak usia sekolah. Desain penelitian studi kasus dengan 3 subjek penelitian dilakukan pada tanggal 16 Maret 2018. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara terhadap responden dan ibu responden. Data disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek An.C, An.K, dan An.Y mampu mengungkapkan kebencian terhadap orang lain, kedua subjek tidak mudah tersinggung dan satu subjek udah tersinggung, kedua subjek tidak merasakan kesepian, ketiga subjek mampu merasakan depresi dan putus asa dengan mengungkapkan bahwa dirinya cemas, ketiga subjek mampu mengungkapkan perasaan gembira, senang dan bangga, ketiga subjek mampu mengungkapkan perasaan khawatir, gugp ketika menghadapi masalah. Pada ketiga subjek studi kasus mampu mengenali emosinya sendiri selama wawancara dilakukan. Diharapkan penelitian selanjutnya dilakukan observasi terhadap tingkat kecerdasan emosional anak usia sekolah.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN KECUKUPAN ASI PADA BAYI USIA 30 – 90 HARI DI WILAYAH BPM YULI SULIH ASIH, Amd. Keb KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: SHINTADEWI MARETA MONITASARI
NIM: 1602420030
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Ardi Panggayuh, S.Kp., M.Kes., Sri Rahayu, S.Kep.Ns., M.Kes.
Subjek: Kecukupan ASI, Peningkatan Berat Badan Bayi, Frekuensi Menyusui, Bayi usia 30-90 hari
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Monitasari, Shintadewi Mareta. 2017, Gambaran Kecukupan ASI Pada Bayi Usia 30 – 90 Hari. Skripsi. Program Studi D-IV Alih Jenjang Kebidanan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing 1 : Ardi Panggayuh, S.Kp., M.Kes., Pembimbing II : Sri Rahayu, S.Kep.Ns., M.Kes. ASI adalah satu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik fisik, psikologi, sosial maupun spiritual. ASI mengandung nutrisi, hormon, unsur kekebalan pertumbuhan, anti alergi, dan anti inflamasi. Masalah kematian dan gizi buruk pada balita dapat ditanggulangi apabila bayi mendapatkan asupan makanan yang cukup dan gizi yang baik melalui pemberian ASI. Faktor yang mempengaruhi ibu dalam praktik pemberian ASI eksklusif antara lain adanya persepsi ibu tentang ketidakcukupan ASI. Persepsi ibu tentang ketidakcukupan ASI yang diproduksinya dapat menyebabkan seorang ibu menghentikan pemberian ASI pada bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecukupan ASI pada bayi usia 30-90 hari apabila dilihat dari indikator kenaikan berat badan bayi dan frekuensi menyusui ibu. Desain penelitian ini adalah menggunakan deskriptif dengan melakukan pengamatan dan pemantauan secara langsung pada obyek. Populasi yang digunakan adalah seluruh bayi usia 30-90 hari di BPM Yuli Sulih Asri Pujon. Jumlah sampel sebanyak 32 responden. Dengan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan timbangan bayi. Hasil penelitian ini yaitu dari 32 bayi yang menjadi responden menunjukkan bahwa sebagian besar mengalami peningkatan berat badan yang cukup yaitu sebanyak 75% dan ibu yang memiliki frekuensi menyusui bayi yang cukup yaitu sebanyak 68,8%. Diharapkan tenaga kesehatan mampu untuk memberikan asuhan dan dukungan, serta dapat memberikan pengetahuan/informasi pentingnya ibu untuk mengetahui tanda kecukupan ASI karena hal tersebut sangat penting dalam keberhasilan ibu untuk memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Kata Kunci : Kecukupan ASI, Peningkatan Berat Badan Bayi, Frekuensi Menyusui, Bayi usia 30-90 hari
Cover KTI
2018

GAMBARAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DIFTERI PADA KELUARGA DENGAN ANAK PENDERITA DIFTERI SEBELUM DAN SESUDAH DIBERI PENYULUHAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DAU KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: KUSMAWATI CAHYANI
NIM: 15011000542
Program Studi: D III Keperawatan
Dosen Pembimbing: Dra. Goretti Maria Sindarti, M.Kes
Subjek: Family, Prevention of Diphtheria, Health Counseling
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Kusmawati Cahyani (2018). Gambaran Keluarga Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Difteri Pada Keluarga Dengan Anak Penderita Difteri Sebelum Dan Sesudah Diberi Penyuluhan Kesehatan Di Wilayah Kerja Puskesmas Dau Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Studi Kasus, Program Studi Diploma III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Dra. Goretti Maria Sindarti, M.Kes Keluarga memegang peranan penting dalam pencegahan terhadap penyakit pada anggota keluarganya. Penularan penyakit Difteri dapat terjadi secara kontak langsung dengan karier, melalui batuk, bersin atau bicara. Tujuan penelitian untuk mengetahui pencegahan penyakit difteri pada keluarga sebelum dan sesudah diberi penyuluhan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Dau Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan metode observasi dan wawancara dengan 2 subyek. Hasilnya menunjukkan Pada subyek 1 dan subyek 2 dengan hasil wawancara sampai hari ketiga pada subyek 1 menunjukkan pengetahuan mengenai penyakit difteri, yaitu 88% (kategori baik) sedangkan pada subyek 2 menunjukkan hasil yaitu 72% (kategori cukup). Rekomendasi peneliti selanjutnya adalah menambah subyek penelitian lebih dari 2 subyek dan menggunakan kriteria inklusi dengan keluarga yang masih menderita difteri. Kata Kunci: Keluarga, Pencegahan Penyakit Difteri, Penyuluhan Kesehatan
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL ADL SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN DAN LATIHAN ROM AKTIF PADA PENDERITA POST STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGKANDANG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RISKY AYU WULANDARI
NIM: 1501100078
Program Studi: PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Ngesti W.Utami, S. Kp., M. Pd
Subjek: penderita post stroke, Kemampuan fungsional ADL, pendidikan kesehatan, latihan ROM aktif
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Kemampuan Fungsional ADL Sebelum dan Sesudah DiberikanPendidikan Kesehatan dan Latihan ROM Aktif Pada Penderita Post Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang. Risky Ayu Wulandari (2018). Karya Tulis Ilmiyah Studi Kasus Deskriptif. Program Studi DIII Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Ngesti W.Utami, S. Kp., M. Pd. Kata kunci: penderita post stroke, Kemampuan fungsional ADL, pendidikan kesehatan, latihan ROM aktif Stroke memiliki dampak yang sangat besar antara lain mengalami gangguan yang bersifat fungsional. Gangguan fungsional dapat mengakibatkan kesulitan dalam aktivitas sehari – hari. Bentuk latihan gerak yang diberikan adalah latian Range Of Motion (ROM) yang dapat meningkatkan kekuatan otot dan kelenturan otot. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran kemampuan fungsional ADL sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dan latihan ROM aktif pada penderita post stroke di wilayah kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan 2 subyek penelitian. Subyek penelitian adalah subyek yang berusia > 40 tahun yang mengalami post stroke. Tehnik engumpulan data menggunakan wawancara dan observasi dengan instrumen yang telah dipersiapkan. Tehnik analisa data kualitatif dijadikan dalam bentuk naratif. Hasil studi kasus mengalami perubahan sebelum dan sesudah di berikan pendidikan dan Latihan ROM dengan kategori ketergantungan ringan. Latihan ROM aktif dapat diberikan pada penderita post stroke dan efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan kemandirian dalam pemenuhan aktifitas sehari – hari. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya agar dapat menguji berbedaan latihan ROM aktif ini dengan tehnik nonfarmakologi lainnya untuk mengurangi gejala sisa stroke
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN KEMAMPUAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT TBC PADA ANGGOTA KELUARGA SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN KIE TENTANG PENCEGAHAN PENULARAN TBC DI PUSKESMAS MULYOREJO KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANUNG ANINDITA ROHMA SAFITRI
NIM: 1401100117
Program Studi: PRODI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Roni Yuliwar, S.Kep. Ns M. Ked
Subjek: TBC,Penyakit
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Di Indonesia penyakit TBC merupakan penyakit menular penyebab kematian ke 3 setelah penyakit jantung dan penyakit saluran pernafasan pada semua kelompok usia serta nomor 1 untuk golongan penyakit infeksi. Dari data Provinsi Jawa Timur menurut infodatin 2014 ,provinsi Jawa Timur menempati urutan ke 8 dari ke 33 provinsi dalam angka penemuan kasus baru BTA positif (Case Detection Rate) di Indonesia sebanyak 52% dengan jumlah kasus TB BTA positif sebanyak 21.036 penderita. Penularan TBC sangat beresiko terutama pada keluarga yang memiliki daya tahan tubuh rendah dan pada penderita yang memiliki kerusakan sistem imun pada tubuh, padahal keluarga merupakan peranan penting dalam perawatan anggota keluarga yang sakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan keluarga dalam pencegahan penularan penyakit TBC pada anggota keluarga sebelum dan sesudah dilakukan KIE tentang pencegahan penularan TBC Di Puskesmas Mulyorejo Kota Malang. Penelitian ini mengunakan desin penelitian studi kasus dan data disajikan secara narasi, subjek penelitian adalah anggota keluarga yang memiliki penderita TBC. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa anggota keluarga masih banyak yang belum bisa cara menangani pencegahan penularan TBC kemudian peneliti melakukan KIE sehingga anggota keluarga dapat menanggani pencegahan penularan TBC. Saran untuk peneliti selajutya adalah Hendaknya mengembangkan penelitian tentang perilaku hidup bersih dan sehat sebelum dan sesudah melakukan pengobatan TBC 6 bulan
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN KESEIMBANGAN TUBUH LANSIA SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN LATIHAN SENAM LANSIA DI PANTI GRIYA KASIH SILOAM MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DEWI LUBERTY WARASHINTA
NIM: 1501100073
Program Studi: JURUSAN KEPERAWATAN PRODI DIII KEPERAWATAN MALANG0
Dosen Pembimbing: Isnaeni DTN, SKM, M.Kes.
Subjek: Keseimbangan Lansia, Senam Lansia
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Keseimbangan Tubuh Lansia Sebelum dan Sesudah Dilakukan Latihan Senam Lansia di Panti Griya Kasih Siloam Malang. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus oleh Dewi Luberty Warashinta, NIM 1501100073, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Isnaeni DTN, SKM, M.Kes. Kata Kunci: Keseimbangan Lansia, Senam Lansia Keseimbangan lansia adalah kemampuan lansia yang berusia 60-74 tahun dalam mempertahankan posisi tubuh tegak dan dapat menopang tubuhnya. Lansia berusia diatas 80 tahun lebih memiliki gangguan keseimbangan daripada usia 60-79 tahun dan lansia wanita yang kurang melakukan aktivitas fisik lebih memiliki gangguan keseimbangan daripada lansia pria. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keseimbangan tubuh lansia sebelum dan sesudah dilakukan senam lansia di Panti Griya Kasih Siloam Malang. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional pada 2 subjek dengan memberikan intervensi berupa latihan senam lansia selama 4 minggu mulai tanggal 14 Januari - 10 Februari 2018 menggunakan instrumen berupa penilaian Tinetti Balance and Gait dan wawancara mendalam terkait keseimbangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan status keseimbangan pada kedua subjek penelitian menjadi keseimbangan baik atau dengan resiko jatuh rendah. Diharapkan intstitusi tempat penelitian menjadikan senam lansia sebagai salah satu program untuk meningkatkan kesehatan para lansia serta tingkatkan motivasi lansia untuk selalu melaksanakan senam dan dilaksanakan secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu, bagi subjek penelitian diharapkan subjek penelitian dapat melanjutkan latihan senam lansia secara teratur agar meminimalkan adanya gangguan keseimbangan maupun resiko jatuh, bagi peneliti selanjutnya yang akan mengadakan penelitian dengan sub variabel yang sama dan menggunakan tes keseimbangan tinetti and gait balance sebaiknya dikombinasikan menggunakan tes keseimbangan lain.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN KETERAMPILAN PERAWATAN EXIT SITE YANG TERPASANG CONTINUOUS AMBULATORY PERITONEAL DIALYSIS (CAPD) TERHADAP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK

Lihat Detail Karya
Penulis: KHOLIFATU ULFA
NIM: 1501100060
Program Studi: JURUSAN KEPERAWATAN PRODI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Joko Pitoyo, SKP, M.Kep.
Subjek: Keterampilan, Perawatan Exit Site, Gagal Ginjal Kronik
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Keterampilan Perawatan Exit Site Yang Terpasang Continuose Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) Terhadap Pasien Gagal Ginjal Kronik. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus oleh Kholifatu Ulfa, NIM 1501100060, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Joko Pitoyo, SKP, M.Kep. Kata Kunci: Keterampilan, Perawatan Exit Site, Continuose Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD), Gagal Ginjal Kronik Salah satu alternatif bagi penderita gagal ginjal kronik adalah dengan menggunakan metode cuci darah melalui rongga perut yang dikenal dengan sebutan Continuose Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). Metode cuci darah ini dinilai memiliki banyak kelebihan, akan tetapi selain memiliki banyak kelebihan tentunya CAPD memiliki banyak kekurangan seperti resiko terjadinya angka peritonitis yang semakin meningkat. Oleh sebab itu, pengetahuan dan keterampilan penderita terkait perawatan exit site sangat lah penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keterampilam perawatan exit site yang terpasang Continuose Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) terhadap pasien gagal ginjal kronik. Penelitian ini adalah studi kasus dengan jumlah subyek 1 orang dan dilaksanakan pada tanggal 10-17 April 2018. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara bebas terpimpin dalam pengambilan data dengan instrumen lembar observasi yang telah disiapkan sebelumnya. Data disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan subyek dalam melakukan perawatan exit site masih terbilang kurang, hal ini ditunjukkan dari kurangnya alat, bahan, serta tindakan yang tidak sesuai dengan SOP. Rekomendasi penelitian ini diharapkan pada peneliti selanjutnya diharapkan mampu menambah jumlah subyek penelitian, dan memperluas jangkauan penelitian terkait pasien pasien gagal ginjal kronik yang menggunakan CAPD seperti faktor-faktor yang mempengaruhi angka peritonitis bagi pasien dengan CAPD, ataupun gambaran psikologis pasien gagal ginjal kronik yang menggunakan Continuose Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD).
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan