Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3431–3440 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2018

FREKWENSI KECEMASAN DAN KESETARAAN GENDER DENGAN PARTISIPASI DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA KARYAWATI USIA PRODUKTIF DI RUMAH SAKIT PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: FILOMENA FINES
NIM: P17311175039
Program Studi: DIPLOMA IV Kebidanan
Dosen Pembimbing: Sri Rahayu,S.Kep.,Ns.,M.Kes
Subjek: Anxiety, gender equality, early detection of cervical cance
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Fines Filomena, 2018. Frekwensi Kecemasan Dan Kesetaraan Gender Dengan Partisipasi Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Karyawati Usia Produktif di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Malang Pembimbing Utama: Sri Rahayu,S.Kep.,Ns.,M.Kes. Pembimbing Pendamping: Asworoningrum,SST.,M.Keb Information Centre on HPV and Cervical Cancer, setiap jam satu perempuan Indonesia meninggal dunia karena kanker serviks dan setiap hari terdapat 58 kasus baru.Deteksi dini yang efektif dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks sampai 95 %. Target nasional deteksi dini kanker serviks50%, namun cakupannya masih rendah; IVA 3,5% dan Pap Smear 7,5%. Penelitian ini merupakan penelitian survey, desain penelitian deskriptif kuantitatif, bertujuan untuk mendapatkan gambaran kecemasan dan kesetaraan gender dengan deteksi dini kanker serviks. Populasi: para karyawati RS Panti Waluya Sawahan Malang. Jumlah responden 105 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasilnya bahwa dari 30 responden yang sudah deteksi dini, terbanyak 16 orang (53,3%) mengaku sangat jarang cemas dan dari 75 orang yang belum deteksi dini terbanyak 45 orang (60%) mengaku sering cemas. Untuk kesetaraan gender dari 30 responden yang sudah deteksi dini terdapat 16 orang (53,3%) mengatakan sangat tidak setuju (kesetaraan gendernya sangat baik) dan dari 75 orang yang belumdeteksi dini terbanyak 39 orang (52%) mengatakan kurang setuju jika kesetaraan gender dikaitkan dengan deteksi dini kanker serviks (kategori kesetaraan gendernya baik). Kesimpulannya bahwa frekwensi kecemasan yang belummelakukanlebih tinggi, dibandingkan yang sudahmelakukan deteksi dini. Sedangkan faktor kesetaraan gender antara yang sudah dan yang belum deteksi dini tidak mempunyai perbedaan yang berarti. Kata Kunci : Kecemasan, kesetaraan gender, deteksi dini kanker serviks
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN AKTIVITAS FISIK KELUARGA DALAM GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT DI KELURAHAN CEPOKOMULYO KECAMATAN KEPANJEN

Lihat Detail Karya
Penulis: RATNA DWI ASTIKASARI
NIM: 1501100037
Program Studi: PRODI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes
Subjek: Aktivitas fisik keluarga, Gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS)
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Aktivitas Fisik Keluarga dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Kelurahan Cepokomulyo Kecamatan Kepanjen. Ratna Dwi Astikasari (2018). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif Studi Kasus, Program Studi D-III Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing , Setyo Harsoyo, SKM, M.Kes, Penguji Tri Johan A.Y, S.Kp, M.Kep. Kata kunci: Aktivitas fisik keluarga, Gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) Aktivitas Fisik merupakan salah satu kegiatan dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran aktivitas fisik keluarga dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Kelurahan Cepokomulyo Kepanjen yang meliputi aktivitas sehari-hari, latihan fisik, dan olahraga yang kemudian digolongkan menjadi aktivitas ringan, sedang, dan berat. Desain penelitian ini adalah deskriptif studi kasus dengan subjek penelitian yaitu dua keluarga yang memenuhi kriteria inklusi yang masing-masing terdiri dari lima dan empat anggota keluarga. Penelitian dilaksanakan pada 14 – 20 Mei 2018 di tempat tinggal kedua keluarga di Kelurahan Cepokomulyo Kecamatan Kepanjen. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara bebas terpimpin dan lembar kuisioner. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar dari kedua keluarga belum tahu dan belum paham tentang GERMAS. Selain itu juga ditemukan hanya ada beberapa anggota keluarga saja yang aktif melakukan aktivitas fisik dan beberapa anggota lain tergolong tidak aktif dalam melakukan aktivitas fisik. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengukuran aktivitas fisik dengan lebih efektif dan akurat.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN SENAM KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGKANDANG KOTA MALANG (Deskripsi Studi Kasus)

Lihat Detail Karya
Penulis: ROBBY HAFIDH
NIM: 1501100079
Program Studi: JURUSAN KEPERAWATAN PRODI D3 KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Isnaeni DTN, SKM, M.Kes
Subjek: Diabetes Melitus, Ankle Brachial Index, Senam Kaki.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Robby Hafidh (2018). Gambaran Ankle Brachial Index (ABI) Sebelum dan Sesudah Dilakukan Senam Kaki Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Isnaeni DTN, SKM, M.Kes Kata Kunci: Diabetes Melitus, Ankle Brachial Index, Senam Kaki. Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah (hyperglycemia) sebagai akibat dari sekresi insulin atau keduanya. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui nilai ankle brachial index sebelum dan sesudah dilakukan senam kaki diabetes pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Metode Penelitian ini adalah deskriptif studi kasus dengan 2 subjek penelitian yang dilakukan pada 28 Mei-7juni 2018. Penelitian ini menggunakan teknik observasi dalam pengambilan data. Hasil dari penelitian ini adalah sebelum melakukan senam kaki nilai ankle brachial index dari kedua subyek tergolong normal pada pertemuan pertama dan keenam dan pada pertemun keenam noncompresible setelah dilakukan senam kaki diabetes nilai ankle brachial index tergolong normal dan menjadi meningkat karena dilakukan senam dilakukan sesuai sop yang diberikan. Rekomendasi dari penelitian ini adalah senam kaki dilakukan secara rutin (3-4 seminggu) di rumah untuk mencegah terjadinya komplikasi dari penyakit diabetes melitus khususnya diabetic foot atau kaki diabetik.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN ASUHAN GIZI PADA PASIEN SIROSIS HEPATIS DENGAN HEMATEMESIS MELENA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: WIRA TRIANGGA YUSMININGRUM
NIM: 1403410010
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Sirosis Hepatis, Asuhan Gizi, Rumah Sakit
Subjek: Sirosis Hepatis, Asuhan Gizi, Rumah Sakit
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Wira Triangga Yusminingrum, 2018. Gambaran Asuhan Gizi pada Pasien Sirosis Hepatis dengan Hematemesis Melena di Rumah Sakit Daerah Dr. Saiful Anwar Malang. Pembimbing: Endang Widajati dan Diniyah Kholidah. Sirosis Hepatis merupakan penyakit kronis pada hati dengan inflamasi dan fibrosis hati yang mengakibatkan distorsi struktur hati dan hilangnya sebagian besar fungsi hati. Penyebab munculnya sirosis hepatis di negara barat paling sering yaitu diakibatan oleh alkoholik sedangkan di Indonesia terbanyak disebabkan karena virus hepatitis B atau C. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui gambaran asuhan gizi meliputi Assessment, Diagnosis, Intervensi, Monitoring dan Evaluasi pada pasien Sirosis Hepatis dengan Hematemesis Melena di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain studi kasus (case study) yaitu dengan mengamati asuhan gizi pada pasien sirosis hepatis dengan hematemesis melena di Instalasi Rawat Inap 1 Ilmu Penyakit Dalam (IPD) Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar pada tanggal 2 sampai dengan 30 April 2018. Subyek penelitian berjumlah 6 pasien. Pengumpulan data dengan cara wawancara, obeservasi, pengukuran dan perhitungan secara langsung pada pasien, keluarga serta ahli gizi ruangan. Data yang diperoleh disajikan dalam tabel dan grafik serta dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menilai status gizi menggunakan LILA didapatkan 4 pasien status gizi kurang sampai buruk. Biokimia pada data awal didapatkan hemoglobin dan hematokrit pada 5 pasien rendah, eritrosit 6 pasien rendah, 6 pasien dengan anemia, leukosit 5 pasien tinggi, SGOT 5 pasien tinggi, SGPT 5 pasien rendah dan 5 pasien dengan albumin yang rendah. Pemeriksaan fisik pasien sirosis hepatis menunjukkan bahwa 6 pasien (100%) mengalami lemas, BAK warna teh, nafsu makan menurun dan nyeri pada perut, 5 pasien (83,33%) mengalami mual, mata kuning, BAB hitam, asites dan sesak nafas, serta 4 pasien (66,67%) memiliki edema, sedangkan pada pemeriksaan klinis pasien sirosis hepatis menujukkan 3 pasien (50%) dengan tekanan darah rendah, 4 pasien (66,67%) dengan nadi normal dan 5 pasien dengan GCS ringan pada saat pemeriksaan awal. Pada riwayat penyakit dahulu penyebab terbanyak yaitu virus hepatitis B, riwayat gizi dahulu 4 pasien sering mengkonsumsi teh dan kopi lebih dari 3 kali sehari dan pada riwayat gizi sekarang 4 pasien dengan asupan energi, protein dan lemak dalam kategori kurang, sedangkan 6 pasien dengan asupan karbohidrat dalam kategori kurang. Diagnosis gizi yang digunakan yaitu domain NI-2.1, NI-5.2, NI-5.4 dan NB-1.1. Intervensi gizi yang diberikan yaitu pemberian atau modifikasi, jenis atau jumlah makanan dan zat gizi pada waktu tertentu (ND-1.2) dan pemberian edukasi terkait pengaturan makan sesuai kondisi pasien (E-1.1). Pada monitoring dan evaluasi 4 pasien dengan status gizi kurang sampai dengan buruk, biokimia yang fluktuatif pada 6 pasien, 4 pasien dengan peningkatan tekanan darah, 3 pasien mengalami penurunan GCS atau kesadaran dan asupan makanan yang fluktuatif pada 6 pasien. Dari hasil penelitian didapatkan 6 pasien beresiko malnutrisi menggunakan SGA dan MUST, sedangkan penilaian status gizi dengan menggunakan pengukuran antropometri lingkar lengan atas (LILA) 4 pasien mengalami status gizi kurang sampai dengan buruk. Rata-rata tingkat konsumsi energi, protein, lemak dan karbohidrat masih dalam kategori kurang, hal ini disebabkan makanan diberikan secara bertahap. Perkembangan antropomteri belum mengalami peningkatan, pemeriksaan biokimia belum mengalami peningkatan yang lebih baik, pemeriksaan laboratorium terdapat perubahan setiap hari dan kondisi fisik pada 5 pasien mengalami penurunan. Keluarga diperlukan untuk memantau perubahan perilaku pada pasien. Kata kunci: Sirosis Hepatis, Asuhan Gizi, Rumah Sakit
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN DEPRESI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN KONSELING DI RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DESI HARYANTI
NIM: 1501100024
Program Studi: PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dyah Widodo, S.Kp., M. Kes
Subjek: Depresi, Gagal Ginjal Kronis, Hemodialisa, Konseling
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Depresi pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Sebelum dan Sesudah Dilakukan Konseling di Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen Malang, Desi Haryanti (2018) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi Diploma III Keperawatan Malang, Pembimbing (Utama) Dyah Widodo, S.Kp., M. Kes. Kata kunci: Depresi, Gagal Ginjal Kronis, Hemodialisa, Konseling Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa banyak ditemukan mengalami penurunan mood (depresi) karena menganggap kondisinya sebagai stresor sehingga dibutuhkan konseling untuk pembetukan mekanisme koping yang adaptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi gambaran depresi pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa sebelum dan sesudah dilakukan konseling di Rumah Sakit Tk.II dr. Soepraoen Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan metode observasional. Subjek penelitian ada 2 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 30 April 2018 sampai 30 Mei 2018 di Rumah Sakit Tk.II dr. Soepraoen Malang dan kunjungan rumah. Peneliti mengumpulkan data dengan wawancara, observasi, dan kuesioner Beck Depression Inventory (BDI) untuk mengukur tingkat depresi, penyebab dan mekanisme koping serta dilakukan konseling selama 6 kali pertemuan. Analisis data secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan sebelum konseling kedua subjek memiliki depresi ringan menurut skor BDI sedangkan kedua subjek memiliki depresi sedang menurut hasil observasi dan sesudah konseling subjek pertama memiliki depresi ringan menurut skor BDI dan hasil observasi sedangkan subjek kedua menunjukkan tidak ada depresi menurut skor BDI dan hasil observasi. Saran kepada subjek untuk tetap menerapkan mekanisme koping adaptif saat gejala-gejala depresi muncul.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA PADA ANAK DEBIL DAN IDIOT DI YPAC DI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RIFQOH ADIYA I.K
NIM: 1501100061
Program Studi: PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: bapak Tanto Hariyanto S. Kep. Ns. M. Biomed
Subjek: keluarga,anak
Lihat Abstraksi
ABSTRAK WHO menyampaikan jumlah penyandang cacat dan negara-negara berkembang yaitu sebesar 10% menurut data yang ada, jumlah penyandang cacat di Indonesia sebagai berikut : penyandang Tuna Netra 1.749.981 jiwa, Tuna Daksa 1.652.741 jiwa, Tuna Rungu Wicara 602.784 jiwa, Tuna Grahita (Retardasi Mental) 777.761 jiwa, Kementrian sosial RI memperkirakan populasi penyandang cacat di indonesia sebesar 3.11% (Ahmad, 2011 dalam Sukur, 2012). Anak yang mengalami retardasi mental memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan dan dioptimalkan untuk membantunya beraktivitas seperti orang normal meskipun terbatas namun Orang tua yang mempunyai anak retardasi mental, memiliki konsep diri rendah karena kekecewaan dan kesedihan yang mendalam, rasa malu. Perasaan malu ini membuat para orang tua memilih untuk bersembunyi dan menutup-nutupi keadaan buah hatinya dari lingkungan sekitar.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Dukungan Emosional, Dukungan Penilaian, Dukungan Instrumental, Dukungan informasional yang diberikan keluarga pada anak retardasi mental di YPAC kota Malang. Penelitian ini mengunakan desain penelitian studi kasus, dimana peneliti mengidentifikasi dukungan seperti apa dan bagaimana pada orangtua yang memiliki anak daya pikir rendah dan idiot di YPAC kota Malang.Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa keluarga belum bisa memberikan dukungan kepada anaknya karena terlalu sibuk. Saran untuk masyarakat Sebagai bahan informasi kepada masyarakat karena perawatan anak yang menderita daya pikir rendah dan idiot membutuhkan perawatan yang lebih.
Cover KTI
2018

GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA, POLA MAKAN DAN TINGKAT KONSUMSI PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 1

Lihat Detail Karya
Penulis: NAUFAL AHMAD ZARROR
NIM: 1503000007
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Endang Widajati, SST.M.Kes
Subjek: Family Support, Diet and Consumption Level
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Naufal Ahmad Zarror, 2018. Gambaran Dukungan Keluarga, Pola Makan Dan Tingkat Konsumsi Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 1 (Pembimbing : Endang Widajati, SST.M.Kes) Diabetes mellitus (DM) terjadi karena adanya gangguan metabolisme yang disebabkan defisiensi insulin baik absolut dan atau relatif. Defisiensi insulin absolut biasanya didapatkan pada pasien diabetes mellitus tipe 1. Hal ini disebabkan adanya kerusakan sel pankreas yang progresif sehingga insulin tidak dapat disintesis oleh kelenjar pankreas. Pola makan maupun diet sangat berpengaruh khususnya bagi penderita diabetes melitus untuk memelihara kesehatan tubuh dan penyembuhan penyakit. Pola konsumsi remaja harus diperhatikan dengan baik khususnya remaja dengan orang tua diabetes militus. Remaja dengan orang tua diabetes militus dianjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan tertentu yang memiliki nilai IG tinggi. Tingkat konsumsi penderita diabetes militus juga di pengaruhi oleh adanya dukungan keluarga. Dukungan keluarga yang diberikan pada penderita diabetes militus benar – benar memberikan pengaruh yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola makan, tingkat konsumsi dan dukungan keluarga pada penderita diabetes mellitus tipe 1. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dimana peneliti hanya melakukan observasi tanpa memberikan intervensi. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu case study dimana penelitian yang dilakukan secara intensif, terperinci dan mendalam terhadap suatu individu. Kasus dalam penelitian ini hanya 1 responden dan yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan form FFQ, recall 24 jam dan kuisioner dukungan keluarga. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif, disajikan dalam tabel dan diberi penjelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga meliputi dukungan informasi 40% dalam kategori tidak baik karena keluarga tidak mengetahui tentang bahan makanan yang perlu dihindari oleh penderita diabetes mellitus tipe 1. Pola makan dengan frekuensi sering sekali dikonsumsi >1x / hari adalah bahan makanan yang mengandung Indeks glikemik tinggi yaitu nasi, roti, ikan, ayam, teh, kopi dan gula. Bahan makanan dengan frekuensi sering dikonsumsi 4-5x/ minggu adalah mie, cake, telur ayam, cake, kecap, mentega dan buah jeruk. Rata – rata tingkat konsumsi energi yaitu 135% termasuk dalam kategori lebih dan rata – rata tingkat konsumsi karbohidrat yaitu 160% termasuk dalam kategori lebih. Hal ini disebabkan karena pasien pola makan yang tidak baik dan kurang menerapkan prinsip 3J (jenis, jumlah, jadwal). Penelitian ini memberikan saran kepada peneliti lain untuk menganalisis dukungan keluarga terhadap pola makan dan tingkat konsumsi dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada penelitian dan perlu adanya konseling gizi oleh perugas kesehatan tentang makanan yang dianjurkan, makanan yang tidak dianjurkan kepada keluarga dan pasien untuk meningkatkan dukungan informasi. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Pola Makan dan Tingkat Konsumsi
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN IMUNISASI CAMPAK PADA IBU DI POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGKANDANG, KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANANDA BAHRUDIN SETYO BUDI
NIM: 1501100054
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Ngesti Wahyu Utami, S.Kp, M.Pd.
Subjek: Faktor-faktor kegagalan, imunisasi campak, ibu.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ananda Bahrudin Setyo Budi (2018). “ Gambaran Faktor – Faktor Penyebab Kegagalan Imunisasi Campak Pada Ibu Di Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungkandang, Kota Malang “. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing: Ngesti Wahyu Utami, S.Kp, M.Pd. Kata Kunci : Faktor-faktor kegagalan, imunisasi campak, ibu. Imunisasi dasar merupakan program imunisasi wajib yang harus didapatkan oleh anak untuk memberikan pencegahan terhadap penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi termasuk campak. Faktor penyebab tidak diimunisasi diantara lain karena anak demam, keluarga tidak mengizinkan, tempat imunisasi jauh, sibuk. Faktor-faktor kegagalan imunisasi campak antara lain motivasi ibu, tingkat pengetahuan dan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor kegagalan imunisasi campak pada ibu. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Subjek penelitian ini adalah ibu dengan balita tidak imunisasi campak di wilayah kerja Puskesmas Kedungkandang, Kota Malang, berjumlah 2 orang. Pengambilan data menggunakan lembar wawancara dan kuesioner untuk menggali faktor-faktor kegagalan imunisasi campak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor kegagalan imunisasi campak yang paling menonjol adalah faktor motivasi dan tingkat pengetahuan. Rekomendasi dari hasil penelitian sudi kasus ini untuk penelitian selanjutnya diharapkan memberikan pendidikan kesehatan tentang imunisasi campak untuk meningkatkan motivasi dalam melakukan imunisasi campak.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN GAYA HIDUP MAHASISWA TERHADAP PENYAKIT GASTRITIS DI WILAYAH KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ANIS MAHRUNIYA
NIM: 1501100072
Program Studi: PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Budi Susatia, S.Kp, M. Kes
Subjek: Gaya Hidup, Mahasiswa, Gastritis
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Gaya Hidup Mahasiswa Terhadap Penyakit Gastritis Di Wilayah Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus oleh Anis Mahruniya, NIM 1501100072, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Budi Susatia, S.Kp, M. Kes. Kata Kunci: Gaya Hidup, Mahasiswa, Gastritis Gastritis merupakan masalah saluran pencernaan yang paling sering ditemukan dikehidupan sehari-hari dan merupakan gangguan kesehatan. Gastritis biasanya diawali oleh pola makan yang tidak teratur. Kebiasaan makan yang buruk dan mengkomsumsi makanan yang tidak hygien merupakan faktor resiko terjadinya gastritis. Penyakit gastritis ini lebih menyerang kepada usia remaja sampai dewasa sehingga butuh perawatan khusus karena akan mengganggu masa tua, dibutuhkan pengetahuan untuk mengobati dan lebih baik lagi untuk mencegah terjadinya penyakit ini sejak dini. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gaya hidup mahasiswa yang tinggal kos terhadap penyakit gastritis. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada 2 subyek penelitian dengan melakukan wawancara secara mendalam pada tanggal 9 sampai 10 April 2018 di Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Hasil penelitian yang didapat yaitu pada kedua subyek penelitian memiliki gaya hidup yang berisiko memicu penyakit gastritis. Setelah dilakukan wawancara kepada 2 subyek penelitian, peneliti memberikan pendidikan kesehatan yaitu berupa penyuluhan dengan media leaflet dan diharapkan setelah mendapatkan pendidikan kesehatan 2 subyek penelitian bisa mengurangi gaya hidup yang dapat memicu penyakit gastritis
Cover KTI
tidak tersedia
2018

GAMBARAN KADAR GULA DARAH PADA KLIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN DAUN SALAM (Eugenia polyantha Wight) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENDAL KEREP KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: VITA AZLINA
NIM: 1501100010
Program Studi: JURUSAN KEPERAWATAN PRODI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dra. Goretti Maria Sindarti, M.Kes.
Subjek: Diabetes Mellitus Tipe 2, Kadar Gula Darah, Daun Salam
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Gambaran Kadar Gula Darah Pada Klien Diabetes Mellitus Tipe 2 Sebelum Dan Sesudah Diberikan Daun Salam (Eugenia Polyantha Wight) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kendal Kerep Kota Malang. Vita Azlina (2018). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus Deskriptif, Progam Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Dra. Goretti Maria Sindarti, M.Kes. Kata Kunci : Diabetes Mellitus Tipe 2, Kadar Gula Darah, Daun Salam Diabetes Mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang perlu mendapatkan penanganan secara dini agar gula darah tetap terkontrol sehingga diberikan daun salam untuk menurunkan kadar glukosa darah. Daun salam merupakan salah satu herbal yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran kadar gula darah pada klien diabetes tipe 2 sebelum dan sesudah diberikan daun salam. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskrisptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Subjek penelitian ada 1 orang dan terdaftar di Wilayah Kerja Puskesmas Kendal Kerep yang sesuai dengan kriteria penelitian. Hasil penelitian didapatkan kadar gula darah mengalami penurunan. Dari 122 mgdL sebelum perlakuan menjadi 114 mgdL sesudah perlakuan. Rekomendasi: mengontrol faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi perubahan kadar glukosa.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan