Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3411–3420 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2018

FAKTOR DETERMINAN MATERNAL YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ABORTUS DI RUMAH SAKIT TENTARA TK II dr. SOEPRAOEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: WAHYU FATHUR ROHMAH
NIM: P17311175008
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Sri Rahayu, S.Kep.,Ns.,M.Kes, Pembimbing II : Jupriyono, S.Kp.M.,Kes
Subjek: Abortus, Usia, Paritas, Jarak kehamilan, Riwayat abortus, Anemia, Hipertensi.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Rohmah,Wahyu. 2018. Faktor Determinan Maternal yang Mempengaruhi Kejadian Abortus di RST dr. Soepraoen Malang. Skripsi, Program studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing I : Sri Rahayu, S.Kep.,Ns.,M.Kes, Pembimbing II : Jupriyono, S.Kp.M.,Kes. Abortus adalah keluarnya hasil konsepsi sebelum usia kehamilan 20 minggu yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti usia ibu, paritas, jarak kehamilan, riwayat abortus, anemia dan hipertensi. Abortus dibagi menjadi 2 jenis, yaitu abortus terapiutik dan abortus spontan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan maternal yang mempengaruhi kejadian abortus. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional dengan populasi yaitu semua (122) ibu hamil yang mengalami abortus di RST dr. Soepraoen Malang berdasarkan data rekam medis kebidanan pada bulan Januari-Desember 2017. Sampel ditentukan berdasar kan kriteria inklusi, sedangkan teknik pengambilan sampel yaitu Total sampling. Data penelitian dianalisis dengan analisis Regresi Logistik. Hasil analisis menunjukkan perolehan nilai Wald 4,811 dengan hasil signifikan 0,028 (p-value < 0,05). Dengan demikian, maka disimpulkan bahwa seluruh faktor maternal memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kejadian abortus. Adapun faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian abortus adalah paritas. Dengan demikian diharapkan kepada petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya perencanaan kehamilan sehingga kejadian abortus bisa di cegah. Kata kunci: Abortus, Usia, Paritas, Jarak kehamilan, Riwayat abortus, Anemia, Hipertensi.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

FAKTOR DETERMINAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN IBU HAMIL DALAM MEMILIH PENOLONG PERSALINAN DI PUSKESMAS KEDUNG KANDANG

Lihat Detail Karya
Penulis: KUNI ARIFIYANA
NIM: 1602420043
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Hupitoyo, SKp., M.Kes.
Subjek: Pengambilan Keputusan, Informasi, Kepribadian, Pengalaman, Budaya
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Arifiyana, Kuni, 2017. Faktor Determinan Pengambilan Keputusan Ibu Hamil dalam Memilih Penolong Persalinan di Puskesmas Kedung Kandang. Skripsi. Program Studi D-IV Alih Jenjang Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Naimah, SKM., M.Kes. Pendamping : Hupitoyo, SKp., M.Kes. Pengambilan keputusan adalah poses memilih atau menentukan berbagai kemungkinan diantara situasi-situasi yang tidak pasti. Di Puskesmas Kedung Kandang tercatat pada tahun 2016 dari 158 ibu hamil, sebanyak 8 orang persalinannya ditolong dukun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan pengambilan keputusan ibu hamil dalam memilih penolong persalinan, dengan menggunakan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester III sebanyak 27 orang dan sampling yang digunakan adalah total sampling. Penelitian di Puskesmas Kedung Kandang, instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil : 96,30% responden beranggapan bahwa informasi penting, 85.19 % responden memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinannya nanti, 92,60% responden memilih penolong persalinan berdasarkan pengalaman, 29,62% beranggapan bahwa suami dan orangtua berhak mengambil keputusan. Pentingnya informasi dalam hal ini sebagai masukan bagi tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan atau KIE pada ibu hamil, keluarga dan masyarakat tentang penolong persalinan yang aman. Kata kunci : Pengambilan Keputusan, Informasi, Kepribadian, Pengalaman, Budaya
Cover KTI
2018

FAKTOR KONVERSI BERAT MENTAH KE MASAK PADA HIDANGAN SAYUR DALAM BERBAGAI TEKNIK PENGOLAHAN DI RSU MITRA DELIMA BULULAWANG-MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NURIYANTI ANANDIA PERMATASARI
NIM: 1503000061
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Bachyar Bakri, SKM, M.Kes.
Subjek: Conversion Factor, Processing Technique, Depreciation
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nuriyanti Anandia P, 2018. Faktor Konversi Berat Mentah Ke Masak Pada Hidangan Sayur dalam Berbagai Teknik Pengolahan di RSU Mitra Delima Bululawang, Malang. Pembimbing : Bachyar Bakri, SKM, M.Kes. Seiring dengan perkembangan zaman, jenis bahan makanan dan teknik pengolahan makanan terus berkembang sedangkan jenis bahan makanan dalam Daftar Konversi Berat Mentah Masak (DKMM) terbatas, salah satunya menu hidangan sayur. Ketersediaan zat gizi dan ketepatan porsi yang disajikan pada pasien dapat dihitung dengan mengkonversikan makanan masak dalam bentuk bahan makanan (mentah). Berdasarkan survey pendahuluan di RSU Mitra Delima Bululawang pada hidangan sayur yang disajikan kepada pasien tidak memperhitungkan faktor konversi melainkan berdasarkan ketetapan standar porsi sayur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rata-rata konversi berat mentah ke masak dan faktor penyusutan pada hidangan sayur di Instalasi gizi RSU Mitra Delima Bululawang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif Observasional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, dimana sampel pada penelitian ini adalah 4 jenis sayur dengan 2 teknik pemasakan yaitu tumis dan masak dengan santan. Pengumpulan data terdiri dari dua tahap yaitu persiapan dan pelaksanaan penelitian, kemudian data disajikan dalam bentuk tabel dan gambar kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara berat mentah dan masak pada sayur dalam berbagai teknik pengolahan. Setelah proses pemasakan tidak semua hidangan sayur mengalami penurunan berat bahan. Hidangan yang memiliki susut masak terbesar dan konversi mentah masak tertinggi adalah sayur wortel dengan teknik pemasakan menggunakan santan dengan persentase susut masak 5,2% dan faktor konversi sebesar 1,05. Sedangkan konversi mentah masak terendah adalah sayur bayam yaitu sebesar 0,57. Perlu dilakukan penelitian serupa terhadap jenis sayur dengan pengolahan lainnya yang sering digunakan oleh rumah sakit. Perencanaan kebutuhan makanan pasien di rumah sakit harus memperhatikan konversi berat mentah ke masak. Kata kunci : Faktor Konversi, Teknik Pengolahan, Penyusutan.
Cover KTI
2018

FAKTOR – FAKTOR PREDISPOSISI KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI PUSKESMAS SUMBERPUCUNG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AL FISHA RAHMA
NIM: 1402450042
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Hupitoyo, S.Kp., M.Kes
Subjek: Factors, Sexually Transmitted Infections, Sexual Behavior
Lihat Abstraksi
Sexually transmitted infections area problem that is often experienced by women. Infectious infections themselves are caused by various factors such as work, education, employment, marital status, sexual behavior, and condom use. This study aims to determine what factors cause the incidence of infectious infections. The research design used is descriptive exploratory using a retrospective approach method. The research sample obtained 103 respondents with total sampling technique. The research instrument uses a checklist to identify factors that influence the incidence of sexually transmitted infections. Data analysis uses descriptive analysis. The results of the study showed that 40.77% of STI cases occurred on the 26-35 year suspension date. As many as 54.36% of STI cases occurred in respondents with high school education. 65.04% of STI cases occur in respondents who are housewives. 83.49% of STI cases occur in those who are married. 59.22% of STI cases occurred in respondents with risky sexy behavior, and 83.49% of STI cases occurred in respondents who had never used condoms. Keywords: Factors, Sexually Transmitted Infections, Sexual Behavior
Cover KTI
2018

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TIDAK TERCAPAINYA TARGET PEMERIKSAAN HIV PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDANWANGI

Lihat Detail Karya
Penulis: ANIS MASRUROH
NIM: 1402450009
Program Studi: DIPLOMA IV Kebidanan
Dosen Pembimbing: Dr. Jenny JS Sondakh, S.Si.T., M.Clin.Mid
Subjek: Causative Factor, Check HIV
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Anis Masruroh, 2018. Faktor-Faktor Penyebab Tidak Tercapainya Target Pemeriksaan HIV Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Pandanwangi. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Polteknik Kesehatan Malang. Pembimbing utama : Ardi Panggayuh, S.Kp., M.Kes Pembimbing Pendamping : Dr. Jenny JS Sondakh, S.Si.T., M.Clin.Mid Target pemeriksaan HIV pada ibu hamil belum tercapai secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan faktor-faktor penyebab tidak tercapainya target pemeriksaan HIV pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pandanwangi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan jenis fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan meliputi bidan, dokter, perawat, dan ibu hamil. Tehnik sampling yang digunakan purposive sampling. Untuk menjamin keabsahan data dilakukan triangulasi. Data dianalisa menggunakan tehnik analisa tematik. Gambaran faktor predisposisi yaitu kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang pengertian dan pemeriksaan HIV, Alasan tidak terbiasa periksa di puskesmas karena periksa ke bidan praktek, ke rumah sakit atau dokter SpOG, persepsi tentang antrian di puskesmas lama dan rumit, ibu hamil yang masih bekerja, tingkat pendidikan yang menjadikan mainset takut diperiksa/ dites, adanya stigma negatif tentang HIV, dan tidak berkenan diperiksa. Faktor pendorong yaitu jumlah petugas laboratorium yang terbatas. Namun sarana dan prasarana sudah lengkap dan memenuhi standart. Faktor penguat yaitu kurangnya sosialisasi. Kerjasama dengan bpm dan rumah sakit kurang berhasil, dikarenakan ibu hamil tidak melakukan pemeriksaan laboratorium dipuskesmas secara gratis. Sehingga ibu hamil tidak mengetahui dan target pemeriksaan menjadi kurang. Untuk peraturan perundang-undangan tidak terdapat faktor penyebab dikarenakan program dan tindakan dinas kesehatan nyata. Kata Kunci : Faktor penyebab, Pemeriksaan HIV
Cover KTI
2018

FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MEMPENGARUHI ANEMIA PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGKANDANG KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AINUN NINGRUM
NIM: 1402450085
Program Studi: DIPLOMA IV Kebidanan
Dosen Pembimbing: Wahyu Setyaningsih, SST., M.Kes
Subjek: Anemia, Infant Age 6-12 Months
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ningrum, Ainun. 2018. Faktor-Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Anemia Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang. Skripsi Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Wahyu Setyaningsih, SST., M.Kes. Pembimbing Pendamping: Budi Suharno, S.Kp., M.Kes. Anemia merupakan masalah kesehatan yang masih sering ditemukan pada bayi karena percepatan pertumbuhan dan perkembangan yang tidak disertai dengan asupan nutrisi terutama zat besi yang adekuat. Bayi dan anak yang mengalami anemia dapat mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan serta gangguan dalam sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan terjadinya infeksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang dapat mempengaruhi anemia pada bayi usia 6-12 bulan secara signifikan. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel pada penelitian ini sebanyak 30 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan lembar wawancara terstruktur dan haemometer digital GCHb Easy Touch, kemudian data dianalisis dengan uji fisher’s exact dengan kesimpulan H0 ditolak jika p value <0,05 yang berarti ada hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi anemia pada bayi usia 6-12 bulan di posyandu wilayah kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 56,7% bayi mengalami anemia dengan rata-rata kadar Hb 10,8 gr/dL dan faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian anemia antara lain: riwayat ASI eksklusif, ketepatan pemberian MP-ASI dan usia ibu. Oleh karena itu untuk mengatasi dan mencegah anemia pada anak secara dini diperlukan pemantauan tumbuh kembang secara teratur dan peningkatan pelayanan dalam kesehatan anak khususnya skrining anemia pada anak usia 6-12 bulan. Kata Kunci: Anemia, Bayi Usia 6-12 Bulan
Cover KTI
tidak tersedia
2018

FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MENYEBABKAN RISIKO TERJADINYA INFEKSI SALURAN KEMIH PADA PASIEN TERPASANG KATETER DI RUMAH SAKIT TK.II dr. SOEPRAOEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RIZKY LISTYA ANGGRAENY
NIM: 1501100076
Program Studi: JURUSAN KEPERAWATAN PRODI DIII KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Budi Susatia, Skp, M.kes.
Subjek: Faktor-faktor, Risiko Infeksi Saluran Kemih, Kateter
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Faktor-Faktor Yang Dapat Menyebabkan Risiko Terjadinya Infeksi Saluran Kemih pada Pasien Terpasang Kateter di Rumah Sakit Tk.II dr.Soepraoen Malang Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus oleh Rizky Listya Anggraeny, NIM 1501100076, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Budi Susatia, Skp, M.kes. Kata Kunci: Faktor-faktor, Risiko Infeksi Saluran Kemih, Kateter Infeksi nosokomial saat ini merupakan salah satu penyebab meningkatnya angka kesakitan dan angka kematian baik di negara berkembang maupun di negara maju. Salah satu penyebab infeksi nosokomial yaitu infeksi dari kateter urin. Tujuan penelitiaan ini untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya infeksi saluran pada pasien yang terpasang kateter di Rumah Sakit TK.II dr.SOEPRAOEN Malang. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional pada 2 subjek dengan melakukan observasi menggunakan lembar observasi berupa SOP selama 7 hari pada setiap respondennya mulai tanggal 2 Mei – 9 Mei 2018. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa beberapa faktor yang diobservasi mengarah pada hal yang dapat menyebabkan risiko terjadinya infeksi. Sebaiknya institusi tempat penelitian memberikan penyuluhan pada keluarga pasien tentang cara melakukan personal hygiene yang benar kepada pasien dan lebih memperhatikan langkah langkah dalam perawatan kateter untuk menghindari kejadian infeksi
Cover KTI
2018

Faktor-faktor yang Memepengaruhi Kejadian Anemia Gizi Besi Pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Kepanjen Kabupaten Malang

Lihat Detail Karya
Penulis: Hernik Murdiningsih
NIM: 1503400003
Program Studi: Program Studi DIV Gizi Malang
Dosen Pembimbing: Annasari Mustafa dan Nur Rahman
Subjek: Faktor Anemia Remaja Putri, Anemia Gizi Besi Remaja Putri
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hernik Murdiningsih (2016). Faktor-faktor yang Memepengaruhi Kejadian Anemia Gizi Besi Pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Kepanjen Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi DIV Gizi Malang. (Dibawah bimbingan Annasari Mustafa dan Nur Rahman) Organisasi WHO (2008) melaporkan bahwa prevalensi anemia di dunia yaitu sebesar 30,2% atau 468,4 juta orang. Berdasarkan data Riskesdas (2013), anemia di Indonesia lebih banyak terjadi pada penduduk dengan jenis kelamin wanita yaitu sebesar 23,9% dibandingkan pada laki-laki hanya sebesar 18,4%. Salah satu kelompok yang rentan mengalami anemia adalah remaja putri, dan menurut hasil penelitian Eva (2013) menyebutkan bahwa anemia ditemukan sebanyak 62,7% pada remaja putri yang berusia 15-18 tahun. Kejadian anemia remaja putri sebesar 47,6% berhubungan dengan kebiasaan makan yang meliputi kebiasaan makan sumber protein hewani dan kebiasaan makan zat inhibitor, hal ini dibuktikan oleh hasil penelitian di Madrasah Aliyah Al-Aziziyah Kapek, Gunungsari Kabupaten Lombok Barat (Mashtalina, 2014). Diketahui di Indonesia terdapat 20 provinsi yang mempunyai prevalensi anemia gizi besi lebih besar dari prevalensi nasional, salah satunya Jawa Timur menempati peringkat ke 11, dan Kabupaten Malang merupakan salah satu penyumbang anemia. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang anemia dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia terutama pada remaja putri. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Kepanjen Kabupaten Malang. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret-April 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional dan uji analisis dengan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Setelah dilakukan penelitian, diketahui bahwa Tidak terdapat hubungan signifikan antara variabel tingkat pengetahuan (p = 0,091 > 0,05) dan sikap gizi (p = 0,283 > 0,05) terhadap kejadian anemia remaja putri. Terdapat hubungan signifikan (p = 0,051 < 0,05) antara variabel frekuensi konsumsi enhancer dengan kejadian anemia remaja putri. Sedangkan frekuensi inhibitor zat besi tidak terdapat hubungan yang signifikan (p = 0,079 < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan (p = 0,048 < 0,05) antara tingkat konsumsi zat besi dengan kejadian anemia remaja putri. Sedangkan variabel tingkat kosnsumsi protein, vitamin A, dan vitamin C menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia remaja putri. Hasil anlisis uji multivariat diketahui faktor dominan dalam mempengaruhi kejadian anemia responden yaitu tingkat konsumsi zat besi dan frekuensi konsumsi enhancer zat besi (protein, vitamin A dan vitamin C) Kata kunci : Faktor Anemia Remaja Putri, Anemia Gizi Besi Remaja Putri
Cover KTI
tidak tersedia
2018

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DAN DAMPAK PERKEMBANGAN SOSIAL YANG KURANG PADA ANAK PRASEKOLAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GRIBIG

Lihat Detail Karya
Penulis: Arintya Dewi Nur Azizah
NIM: 1501100056
Program Studi: JURUSAN KEPERAWATAN PRODI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Wahyuningsri, S.Pd, M.Kes
Subjek: Anak Prasekolah, Perkembangan Sosial, Faktor-faktor, Dampak
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Faktor-faktor yang Mempengaruhi dan Dampak Perkembangan Sosial yang Kurang pada Anak Prasekolah Di Wilayah Kerja Puskesmas Gribig. Arintya Dewi Nur Azizah (2018). Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus Deskriptif. Program Studi Diploma Tiga Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan Malang. Polteknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dosen Pembimbing: Wahyuningsri, S.Pd, M.Kes. Kata Kunci: Anak Prasekolah, Perkembangan Sosial, Faktor-faktor, Dampak Perkembangan sosial merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam bersikap atau berperilaku dalam berinteraksi di masyarakat. perkembangan sosial yang kurang menimbulkan berbagai dampak pada anak. Anak cenderung akan memunculkan perilaku tidak sosial yang akan merugikan dirinya dalam penyesuaian pribadi dan sosialnya, sehingga semakin kurang baik konsep diri mereka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dan dampak perkembangan sosial yang kurang pada anak prasekolah di Wilayah kerja Puskesmas Gribig. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 2 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Penelitian dilakukan pada tanggal 6-9 Juni 2018. Hasil penelitian pada subjek I didapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial adalah faktor pola asuh orang tua, frekueni komunikasi anak, dan faktor lingkungan. Pada subjek II didapatkan hasil faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial adalah faktor pendidikan orang tua dan faktor frekueni komunikasi anak. Dampak dari perkembangan sosial yang kurang pada kedua anak adalah hilangnya kesempatan anak untuk membina hubungan dengan orang lain dan anak takut berusaha membina hubungan dengan orang lain. Kesimpulan: faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial adala faktor pendidkan orang tua, pola asuh, serta faktor lingkungan. Sedangkan dampak yang terjadi adalah hilangnya kesempatan anak untuk membina hubungan dengan orang lain, anak takut berusaha membina hubungan dengan orang lain, anak menjadi tidak mandiri dan tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat meneliti tentang pengaruh stimulasi orang tua terhadap perkembangan sosial anak.
Cover KTI
2018

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PASANGAN USIA SUBUR (PUS) MEMILIH NON METODE JANGKA PANJANG (NON MKJP) DI PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: VEGA DESIANA
NIM: 1402450021
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Afnani Toyibah, A.Per.Pen.,M.Pd. Ari Kusmiwiyati, SST.,M.Keb
Subjek: Faktor-faktor , Pemilihan KB, PUS, Non MKJP
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Desiana, Vega.2018.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi PUS Memilih Non Metode Jangka Panjang (Non MKJP) Di Puskesmas Dinoyo Kota Malang.Skripsi. Program StudiSarjanaTerapanKebidanan Malang, JurusanKebidananPoltekkesKemenkesMalang. Pembimbing I: Afnani Toyibah, A.Per.Pen.,M.Pd. Pembiming II: Ari Kusmiwiyati, SST.,M.Keb Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan, serta untuk mendukung penurunan AKI dan AKB. Penggunaan kontrasepsi yaitu dengan Non MKJP (Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) dan atau MKJP. MenurutWHO pengguna metode Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (Non MKJP) mencapai 47.3 persen dan 10.6 persen merupakan pengguna Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).Di Puskesmas Dinoyo, ditemukan bahwa lebih banyak PUS yang menggunakan Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (Non MKJP) yaitu sebesar 89,9% dibandingkan pengguna MKJP yang hanya 10,1%. Sebagai langkah awal dalam perencanaan program keluarga berencana, diperlukan analisa terkait hal-hal yang mempengaruhi ibu menggunakan kontrasepsi Non MKJP. Tujuandaripenelitianadalahuntuk mengetahui faktor yang mempengaruhi banyaknyapenggunaanNon Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (Non MKJP) oleh PUS yang ada di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Desainpenelitianmenggunakan deskriptifkuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh PUS yang memilih Non MKJP dan melakukan pemeriksaan ke Puskesmas Dinoyo Kota Malang sebanyak 40 orang dan seluruhnya digunakan sebagai data sampel. Instrument penelitianmenggunakankuesioner. Berdasarkanhasilolah data di dapatkanbahwadarifaktorpasangan yang mendukungibudalammemilih non MKJP sebesar (82.5%), factorkesehatan sebesar (90,0%),danfactormetodekontrasepsisebesar (95,0%). Dariketigafactortersebutfactormetodekontrasepsimemilikikecenderunganlebihtinggid alammelatarbelakangi PUS memilihkontrasepsi Non MKJP di PuskesmasDinoyo Malang. Kata kunci :Faktor-faktor , Pemilihan KB, PUS, Non MKJP
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan