Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3391–3400 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2018

ASUPAN NATRIUM, KALIUM, KALSIUM, MAGNESIUM DAN STATUS GIZI PADA RISIKO TERJADINYA HIPERTENSI LANSIA DI POLI LANSIA RSIA PURI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Annisa Setya Arifina
NIM: 1403410047
Program Studi: DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Annasari Mustafa
Subjek: Hypertension, sodium intake, potassium intake , calcium, magnesium intake and nutritional status
Lihat Abstraksi
ABSTRAK ANNISA SETYA ARIFINA, 2018.“ Asupan Natrium, Kalium, Kalsium, Magnesium dan Status Gizi Pada Risiko Terjadinya Hipertensi Lansia di Poli Lansia RSIA Puri Kota Malang”. Pembimbing : Annasari Mustafa dan Diniyah Kholidah. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang di bawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh. Hipertensi merupakan masalah yang besar dan serius di seluruh dunia. Disamping karena prevalensinya yang tinggi dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Hipertensi sering diabaikan karena tidak menunjukkan gejala yang dapat dilihat dari luar sehingga disebut the silent killer. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui asupan natrium, kalium, kalsium, magnesium, dan status gizi pada risiko terjadinya hipertensi lansia di Poli Lansia RSIA Puri Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 26-28 April 2018. Jumlah responden sebanyak 35 orang yang berusia 60-75 tahun yang dipilih dengan purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Spearman. Hasil analisis data statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium dengan hipertensi (p = 0,045), tidak adanya hubungan antara asupan kalium dengan hipertensi (p = 0,112), tidak adanya hubungan kalsium dengan hipertensi (p = 0,121), tidak adanya hubungan antara magnesium dengan hipertensi (p = 0,235) dan tidak adanya hubungan antara status gizi dengan hipertensi (p = 0,170). Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan informasi untuk sering melakukan pengecekan tekanan darah secara rutin dan mengenai pentingnya membatasi konsumsi natrium dan pentingnya konsumsi kalium, kalsium dan magnesium. Kata Kunci : Hipertensi, asupan natrium, asupan kalium, asupan kalsium, asupan magnesium dan status gizi.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

Dampak Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Tingkat Konsumsi Pada Penyelenggaraan Makanan di SD Islamic Global School Malang

Lihat Detail Karya
Penulis: Lintang Mega Pertiwi
NIM: 1403410022
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Dwie Sulistyorini dan Theresia Puspita
Subjek: tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi, energy, protein, lemak, karbohidrat.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Lintang Mega Pertiwi. 2018. Dampak Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Tingkat Konsumsi Pada Penyelenggaraan Makanan di SD Islamic Global School Malang. Pembimbing : Dwie Sulistyorini dan Theresia Puspita Kurangnya asupan makanan dapat menghambat pertumbuhan, perkembangan anak-anak, dan mengakibatkan status gizi anak menjadi kurus, maka dari itu banyak sekolah dengan sistem Full Day School menyelenggarakan makan siang untuk siswa siswi agar mereka tidak kelaparan dan teteap fokus dengan kegiatan di sekolah. Pada beberapa sekolah yang menyelengaraan makanan, porsi makan perlu diperhatikan oleh pihak sekolah. Banyak sekolah dasar yang belum memiliki standar porsi dan mempersilahkan siswa nya mengambil makanan sendiri, sehingga porsi makan setiap siswa berbeda-beda sesuai keinginan siswa. Edukasi dan pengetahuan sebaiknya diberikan kepada siswa-siswi agar dapat memunculkan kesadaran dalam diri mereka tentang pentingnya menerapkan porsi makan yang sesuai dengan standar porsi yang dianjurkan dan zat gizi untuk tubuh mereka. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimental dengan one group pretest-post test design. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Mei 2018. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan gizi yang disebabkan karena metode penyuluhan ceramah dan partisipan dapat menarik perhatian responden dan menstimulasi responden untuk menerima informasi yang diberikan. Tidak ada perbedaan tingkat konsumsi energy, protein, dan lemak sebelum dan sesudah penyuluhan, sedangkan tingkat konsumsi karbohidrat mengalami perbedaan pada saaat sebelum dan sesudah penyuluhan. Perlu pengkajian ulang tentang standar porsi dan juga penyesuaian kembali dengan anggaran yang diberikan dari pihak sekolah. Selain itu, perlu juga diberikan penyuluhan gizi yang rutin serta bertahap kepada responden agar dapat mengambil makanan sesuai standar porsi yang dianjurkan. Kata kunci : tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi, energy, protein, lemak, karbohidrat.
Cover KTI
2018

DAYA TERIMA DAN PEMENUHAN KECUKUPAN ENERGI DAN ZAT GIZI ANAK SEKOLAH DASAR PADA SISTEM PENYELENGGARAAN MAKANAN DI SD PLUS QURROTA A’YUN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: HAYUNING IRLIN ZANALIA
NIM: 1503000069
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Bachyar Bakri, SKM, M.Kes.
Subjek: Menu Pattern, Portion Standards, Acceptance
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Hayuning, Irlin Zanalia 2018. Daya Terima dan Pemenuhan Kecukupan Energi dan Zat Gizi Anak Sekolah Dasar Pada Sistem Penyelenggaraan Makanan di SD Plus Qurrota A’yun Malang. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dibawah bimbingan : Bachyar Bakri, SKM, M.Kes. Sistem penyelenggaraan makanan yang dilakukan di SD Plus Qurrota A’yun Malang, tanpa menggunakan catering dari luar. Penyelenggaraan makanan SD Plus Qurrota A’yun Malang pada jam sekolah menyajikan selingan atau snack 1 kali dan makan siang. Proses perencanaan menu yang dilakukan dalam sistem penyelenggaraan makanan belum melibatkan ahli gizi dan kecukupan gizi tiap menu. Belum terdapat siklus menu, standar porsi, dan daya terima makanan yang kurang oleh anak sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya terima dan pemenuhan kecukupan energi dan zat gizi anak sekolah dasar pada sistem penyelenggaraan makanan di SD Plus Qurrota A’yun Malang. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain penelitian cross sectional dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Maret 2018 dengan jumlah subyek 30 anak sekolah dasar. Data yang dikumpulkan adalah pola menu, standar porsi, daya terima makan siang, dan pemenuhan kecukupan energi dan zat gizi yang dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini menunjukan pola menu selama tiga hari terdapat menu yang belum seimbang, standar porsi dikatakan kurang dengan presentase kurang dari 90%, daya terima makan siang lebih dominan anak sekolah menyukai lauk hewani, dan pemenuhan kecukupan energi dan zat gizi masih tergolong dikatakan defisit. Perlu peningkatan pola menu seimbang kepada penjamah makanan, standar porsi yang telah ditentukan sesuai dengan angka kecukupan gizi, meningkatkan daya terima makan siang anak sekolah dan terpenuhinya kecukupa energi dan zat gizi yang dianjurkan. Kata Kunci : Pola Menu, Standar Porsi, Daya Terima, Pemenuhan Kecukupan Energi dan Zat Gizi
Cover KTI
2018

DAYA TERIMA MENU OSENG KACANG PANJANG, SUP JAGUNG, DAN CAPCAY PUTIH KERING DENGAN MODIFIKASI STANDAR BUMBU AROMA DAN RASA UMAMI PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN NGANJUK

Lihat Detail Karya
Penulis: MEGA KHARISMA NUGRAHENY
NIM: 1403410011
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Bachyar Bakri dan Theresia Puspita
Subjek: modifikasi standar bumbu, daya terima, cita rasa, sisa makanan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK MEGA KHARISMA NUGRAHENY. 2018. Daya Terima Menu Oseng Kacang Panjang, Sup Jagung, dan Capcay Putih Kering dengan Modifikasi Standar Bumbu Aroma dan Rasa Umami pada Pasien Rawat Inap di RSUD Kabupaten Nganjuk. Pembimbing : Bachyar Bakri dan Theresia Puspita Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit menurut Kepmenkes No.129/Menkes/SK/II/2008 adalah sisa makanan pasien sebanyak banyaknya ≤20%. Pada data di RSUD Kab. Nganjuk diketahui ada persentase sisa makanan pasien yang >20%, yaitu menu oseng kacang panjang, sup jagung, dan capcay putih kering. Faktor sisa makanan pasien dipengaruhi kondisi internal yaitu, penurunan selera makan dan ketrampilan makan pasien. Kemudian, kondisi eksternal adalah adanya makanan dari luar dan situasi lingkungan. Tujuan penelitian menganalisis daya terima makanan biasa menu oseng kacang panjang, sup jagung, dan capcay putih kering dengan rasa umami pasien rawat inap kelas I dan II RSUD Kab. Nganjuk. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan postest only design. Dilaksanakan bulan Agustus sampai September 2017 di RSUD Kab. Nganjuk dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian ini, daya terima cita rasa pasien setelah modifikasi standar bumbu terhadap oseng kacang panjang sebesar 87,5% suka (aroma) dan 45,8% sangat suka (rasa). Sup jagung sebanyak 83,3% suka (rasa) dan 20,8% sangat suka (bentuk/tampilan dan aroma). Pada capcay putih kering 66,7% suka (tekstur), 33,3% sangat suka (warna), dan 62,2% suka (rasa). Sisa makanan pasien terhadap modifikasi standar bumbu oseng kacang panjang terjadi penurunan dari 43,9% menjadi 39,2%. Sup jagung menurun dari 33,2% menjadi 23,8%. Capcay putih kering terjadi penurunan dari 30,64% menjadi 26,3%. Perlu dilakukan evaluasi standar porsi penyajian yang sebaiknya disesuaikan dengan bahan makanan mentah. Sebelum melakukan pemorsian dilakukan penimbangan bahan makanan mentah dan dikonversi ke berat matang. Kemudian, diubah ke ukuran rumah tangga (URT) sebagai alat pemorsian. Sehingga, porsi yang diberikan sesuai dan menekan sisa makanan pasien. Kata Kunci : modifikasi standar bumbu, daya terima, cita rasa, sisa makanan
Cover KTI
2018

Daya Terima Menu Oseng Kacang Panjang, Sup Jagung, dan Capcay Putih Kering dengan Modifikasi Standar Bumbu Aroma dan Rasa Umami pada Pasien Rawat Inap di RSUD Kabupaten Nganjuk.

Lihat Detail Karya
Penulis: MEGA KHARISMA NUGRAHENY
NIM: 1403410011
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Bachyar Bakri dan Theresia Puspita
Subjek: modifikasi standar bumbu, daya terima, cita rasa, sisa makanan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK MEGA KHARISMA NUGRAHENY. 2018. Daya Terima Menu Oseng Kacang Panjang, Sup Jagung, dan Capcay Putih Kering dengan Modifikasi Standar Bumbu Aroma dan Rasa Umami pada Pasien Rawat Inap di RSUD Kabupaten Nganjuk. Pembimbing : Bachyar Bakri dan Theresia Puspita Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit menurut Kepmenkes No.129/Menkes/SK/II/2008 adalah sisa makanan pasien sebanyak banyaknya ≤20%. Pada data di RSUD Kab. Nganjuk diketahui ada persentase sisa makanan pasien yang >20%, yaitu menu oseng kacang panjang, sup jagung, dan capcay putih kering. Faktor sisa makanan pasien dipengaruhi kondisi internal yaitu, penurunan selera makan dan ketrampilan makan pasien. Kemudian, kondisi eksternal adalah adanya makanan dari luar dan situasi lingkungan. Tujuan penelitian menganalisis daya terima makanan biasa menu oseng kacang panjang, sup jagung, dan capcay putih kering dengan rasa umami pasien rawat inap kelas I dan II RSUD Kab. Nganjuk. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan postest only design. Dilaksanakan bulan Agustus sampai September 2017 di RSUD Kab. Nganjuk dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian ini, daya terima cita rasa pasien setelah modifikasi standar bumbu terhadap oseng kacang panjang sebesar 87,5% suka (aroma) dan 45,8% sangat suka (rasa). Sup jagung sebanyak 83,3% suka (rasa) dan 20,8% sangat suka (bentuk/tampilan dan aroma). Pada capcay putih kering 66,7% suka (tekstur), 33,3% sangat suka (warna), dan 62,2% suka (rasa). Sisa makanan pasien terhadap modifikasi standar bumbu oseng kacang panjang terjadi penurunan dari 43,9% menjadi 39,2%. Sup jagung menurun dari 33,2% menjadi 23,8%. Capcay putih kering terjadi penurunan dari 30,64% menjadi 26,3%. Perlu dilakukan evaluasi standar porsi penyajian yang sebaiknya disesuaikan dengan bahan makanan mentah. Sebelum melakukan pemorsian dilakukan penimbangan bahan makanan mentah dan dikonversi ke berat matang. Kemudian, diubah ke ukuran rumah tangga (URT) sebagai alat pemorsian. Sehingga, porsi yang diberikan sesuai dan menekan sisa makanan pasien. Kata Kunci : modifikasi standar bumbu, daya terima, cita rasa, sisa makanan
Cover KTI
tidak tersedia
2018

EDUKASI GIZI DENGAN MEDIA BOOKLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN, ASUPAN KALSIUM DAN AKTIVITAS FISIK UNTUK MENCEGAH OSTEOPOROSIS PADA LANSIA DI RSIA PURI MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NURUL HIDAYAH
NIM: 1403410031
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Diniyah Kholidah dan Annasari Mustafa.
Subjek: Edukasi Gizi, Tingkat Pengetahuan, Asupan Kalsium, Aktivitas Fisik, Osteoporosis pada Lansia
Lihat Abstraksi
ABSTRAK NURUL HIDAYAH, 2018. Edukasi Gizi dengan Media Booklet terhadap Tingkat Pengetahuan, Asupan Kalsium dan Aktivitas Fisik untuk Mencegah Osteoporosis pada Lansia di RSIA Puri Malang. Pembimbing Diniyah Kholidah dan Annasari Mustafa. Osteoporosis pada lansia dapat terjadi karena berbagai faktor, diantaranya karena kurang beraktivitas fisik dan asupan kalsium dari makanan yang rendah. Upaya yang dapat dilakukan sebagai pencegahan adalah dengan menambah pengetahuan melalui booklet dan membiasakan berperilaku hidup sehat, yaitu mengonsumsi makanan tinggi kalsium dan rutin berolahraga/beraktivitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi dengan media booklet terhadap tingkat pengetahuan, asupan kalsium dan aktivitas fisik untuk mencegah osteoporosis pada lansia di RSIA Puri Malang. Metode penelitian menggunakan pre-eksperimental design dengan one group pretest-posttest design. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling, didapatkan sampel penelitian 26 responden dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Perbedaan rata-rata tingkat pengetahuan responden tentang asupan kalsium dan aktivitas fisik sebelum dan setelah diberikan edukasi gizi sebesar 15,77 poin yang berarti terdapat perubahan pengetahuan responden. Uji statistik paired sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan. Perbedaan rata-rata asupan kalsium responden sebelum dan setelah diberikan edukasi gizi sebesar 52,95 mg yang berarti terdapat perubahan asupan kalsium responden. Uji statistik paired sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan. Perbedaan rata-rata aktivitas fisik responden sebelum dan setelah diberikan edukasi gizi sebesar sebesar -0,04 poin yang berarti tidak terdapat perubahan aktivitas fisik responden. Uji statistik paired sample t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Edukasi gizi perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan memberikan pendalaman materi tentang kebutuhan asupan kalsium bagi lansia disertai contoh menu makanan yang dapat diaplikasikan, memberikan motivasi agar lansia rutin mengikuti senam lansia dan melakukan olahraga sendiri serta perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk melihat gambaran asupan makanan berdasarkan kebiasaan makan responden sehari-hari. Kata kunci: Edukasi Gizi, Tingkat Pengetahuan, Asupan Kalsium, Aktivitas Fisik, Osteoporosis pada Lansia
Cover KTI
2018

EDUKASI GIZI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI, PROTEIN, SERTA VITAMIN E PASIEN KANKER SERVIKS DENGAN KEMOTERAPI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NORMA OKTAVIA CITRA
NIM: 1403410030
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Nur Rahman dan Endang Widajati
Subjek: Edukasi gizi, tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi (energi, protein, dan vitamin E)
Lihat Abstraksi
ABSTRAK NORMA OKTAVIA CITRA. 2018. Edukasi Gizi terhadap Tingkat Pengetahuan dan Tingkat Konsumsi Energi, Protein, serta Vitamin E Pasien Kanker Serviks dengan Kemoterapi di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Saiful Anwar Malang. Pembimbing: Nur Rahman dan Endang Widajati Masalah yang sering timbul pada pasien kanker serviks dengan kemoterapi adalah kurangnya pemahaman akan terapi diet yang dapat menyebabkan tidak tercukupinya kebutuhan gizi berdampak pada penurunan tingkat konsumsi energi dan zat gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi terhadap tingkat pengetahuan dan tingkat konsumsi energi, protein, serta vitamin E pasien kanker serviks dengan Kemoterapi di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Saiful Anwar Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre eksperimen dengan desain two group pre-test and post-test design. Pengumpulan data dilakukan pada bulan April-Mei 2018. Pengambilan sampel mengunakan teknik Purposive Sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang yang terbagi atas 15 kelompok kontrol dan 15 kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tingkat pengetahuan dipengaruhi oleh pendidikan pasien. Peningkatan tingkat konsumsi energi dan vitamin E terjadi karena pasien tidak mengalami mual dan muntah. Penurunan tingkat konsumsi protein terjadi karena efek dari obat sitostatika yaitu carboplatin dan paclitaxel. Efek samping yang timbul karena konsumsi carboplatin dan paclitaxel adalah mual dan muntah. Perlu diberikan edukasi gizi kepada keluarga pasien mengenai dampak dari obat sitostatika yang dapat mempengaruhi tingkat konsumsi energi dan zat gizi pasien kanker serviks. Kata Kunci : Edukasi gizi, tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi (energi, protein, dan vitamin E), pasien kanker serviks, kemoterapi.
Cover KTI
tidak tersedia
2018

EFEKTIFITAS BLADDER TRAINING TERHADAP PEMULIHAN FUNGSI BERKEMIH PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN ANESTESI SPINAL DI RSI MASYITOH BANGIL

Lihat Detail Karya
Penulis: AGNI AYU MURBARANI
NIM: 1401460047
Program Studi: JURUSAN KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Sulastyawati, S.Kep., Ns, M.Kep. , Hurun Ain, S.Kep., Ns, M.Kep.
Subjek: Bladder Training, Fungsi Berkemih, Post Operasi Anastesi Spinal
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Efektifitas Bladder Training Terhadap Pemulihan Fungsi Berkemih pada Pasien Post Operasi dengan Anastesi Spinal di RSI Masyitoh Bangil. Agni Ayu Murbarani (2018), Skripsi, Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: (1) Sulastyawati, S.Kep., Ns, M.Kep.(2) Hurun Ain, S.Kep., Ns, M.Kep. Kata Kunci: Bladder Training, Fungsi Berkemih, Post Operasi Anastesi Spinal Klien yang akan menjalani pembedahan sebelumnya akan diberikan penghilang nyeri atau biasa disebut dengan anastesi. Salah satu anastesi yang digunakan adalah anastesi spinal dimana mempunyai resiko pasien akan mengalami retensi urine yang terjadi akibat blokade sakral menyebabkan atonia vesika urinaria sehingga volume urine di vesika urinaria jadi lebih banyak dan klien harus dipasang kateter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas bladder training terhadap pemulihan fungsi berkemih pada pasien post operasi dengan anastesi spinal yang dipasang kateter di RSI Masyitoh Bangil. Desain penelitian ini menggunakan Quasy Experiment dengan pendekatan post-test kelompok control (control group post test only design). Pengambilan sampel dengan purposive sampling besar sampel adalah 30 responden terdiri 15 kelompok perlakuan dan 15 kelompok kontrol. Instrumen pada penelitian menggunakan lembar observasi pemulihan fungsi berkemih. Analisis data secara univariat dengan table distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji statistik Independent Sample t-Test dengan taraf signifikansi. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil p-value artinya bladder training efektif terhadap pemulihan fungsi berkemih pada pasien post operasi dengan anastesi spinal. Rekomendasi dari hasil penelitian ini peneliti selanjutnya sebaiknya memperbanyak responden dan mempertimbangkan pengalaman operasi sebelumnya yang dapat ditinjau sebagai cara pasien menangani masalah retensi urine sebelumnya.
Cover KTI
2018

EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF DAN RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST OPERASI SEKSIO CAESAREA DI RUANG CEMPAKA RSUD NGUDI WALUYO

Lihat Detail Karya
Penulis: SEPTYANI NEVY MEGA NURASTAM
NIM: 1401460052
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Joko Pitoyo, S.Kp., M.Kep. , Nurul Hidayah, S.Kep., Ns, M.Kep.
Subjek: Post Seksio Sesarea, Tingkat Nyeri, Relaksasi Otot Progresif Dan Relaksasi Autogenik
Lihat Abstraksi
Efektivitas Teknik Relaksasi Otot Progresif dan Relaksasi Autogenik terhadap Tingkat Nyeri Pada Pasien Post Seksio Sesarea Di Ruang Cempaka RSUD Ngudi Waluyo. Septyani Nevy Mega Nurastam (2018). Skripsi. Program Studi D-IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing utama Joko Pitoyo, S.Kp., M.Kep. Pembimbing pendamping Nurul Hidayah, S.Kep., Ns, M.Kep. Kata Kunci: Post Seksio Sesarea, Tingkat Nyeri, Relaksasi Otot Progresif Dan Relaksasi Autogenik Masalah yang sering timbul saat post operasi adalah nyeri yang diiringi dengan munculnya respons fisiologis berupa vasokontriksi perifer. Salah satu tindakan mandiri keperawatan untuk manajemen nyeri secara non-farmakologis adalah relaksasi otot progresif dan relaksasi autogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi otot progresif dan relaksasi autogenik pada pasien yang mengalami pembedahan Seksio Sesarea di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Penelitian ini sudah dilakukan uji kelayakan etik sebelum uji hasil. Desain penelitian menggunakan metode quasy eksperimental dengan pendekatan two group pre test dan post test design. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden 34 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t berpasangan dan uji t tidak berpasangan dengan a=0,05. Hasil penelitian menunjukkan tingkat nyeri sebelum relaksasi otot progresif adalah 6,00 dan sesudah relaksasi otot progresif menjadi 1,65 sedangkan tingkat nyeri sebelum relaksasi autogenik adalah 6,53 dan sesudah relaksasi autogenik menjadi 2,25. Hasil uji statistik paired t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah relaksasi otot progresif dan relaksasi autogenik dari tingkat nyeri dengan p-value=0,000 (p<0,05) dan pada uji statistik independent t-test menunjukan bahwa terdapat penurunan yang bermakna terhadapt tingkat nyeri sesudah relaksasi otot progresif dan relaksasi autogenik dengan p-value=0,017 (p<0,05). Dengan demikian terapi relaksasi otot progresif dan terapi relaksasi autogenik dapat menjadi referensi dan intervensi keperawatan dalam penanganan pasien post operasi khususnya seksio sesarea. Terapi relaksasi otot progresif menurunkan tingkat nyeri lebih besar dibandingkan dengan terapi relaksasi autogenik.
Cover KTI
2018

EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF DAN TEKNIK RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI LAPAROTOMI DI RSI MASYITHOH BANGIL

Lihat Detail Karya
Penulis: ANDHI NAUFAL MUHAIMIN
NIM: P17211175015
Program Studi: D III Keperawatan
Dosen Pembimbing: Maria diah C. T., S.Kep., M.kep Sp.MB
Subjek: Laparatomy, Relaxation Of The Figures Of The Progressive, Relaxation Benson
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif dan Teknik Relaksasi Benson terhadap Penurunan Kecemasan pada Pasien Pre Operasi Laparotomi. Andhi Naufal Muhaimin. (2018). Skripsi, Program Studi Diploma IV Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Maria diah C. T., S.Kep., M.kep Sp.MB. (Pendamping) Lenni Saragih SKM, M.Kes. Salah satu pembedahan yang mempunyai angka prevalensi yang cukup tinggi adalah laparatomi. Laporan Depkes RI (2007) menyatakan laparatomi meningkat dari 983 kasus pada tahun 2006 dan 1.281 kasus pada tahun 2007. Pada pasien pre operasi diberikan teknik relaksasi untuk mengurangi kecemasan. Tindakan keperawatan mengurangi kecemasan adalah teknik relaksasi otot progresif dan relaksasi benson. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif dan Teknik Relaksasi Benson terhadap Penurunan Kecemasan pada Pasien Pre Operasi Laparotomi. Desain yang digunakan adalah quasy experiment design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien pre operasi laparatomi di Rumah Sakit Islam Masyithoh Bangil. Besar sampel sesuai kriteria inklusi dengan masing-masing kelompok 15 responden kelompok relaksasi progresif dan 15 responden kelompok relaksasi benson dengan menggunakan teknik nonprobability sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar wawancara dan lembar kuesioner. Waktu pengambilan data dilakukan pada 24 Juli sampai dengan 5 Agustus 2018. Hasilnya menunjukkan bahwa sesudah diberikan terapi relaksasi otot progresif sebagian besar responden ada penurunan kecemasan yaitu 73,3% dan sesudah diberikan terapi relaksasi benson sebagian besar responen ada penurunan kecemasan yaitu 66,7%. Tidak terdapat perbedaan antara efektifitas relaksasi otot progresif dan relaksasi benson dengan hasil yaitu p>α (0,176 > 0,05), sehingga kedua relaksasi tersebut mempunyai keefektifitasan yang sama terhadap tingkat kecemasan pada responden pre operasi laparatomi. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya yaitu dapat mengembangkan dengan faktor lain. Kata kunci : Laparatomi, Cemas, Relaksasi Progresif, Relaksasi Benson.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan