Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3331–3340 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2019

VIDEO ANIMASI SEBAGAI MEDIA DALAM PENYULUHAN GIZI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG DI SEKOLAH DASAR NEGERI KAUMAN 02 DI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NURMA RACHIM SANTOSO
NIM: 1603000023
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Hasan Aroni, SKM. MPH
Subjek: Penyuluhan Gizi dan Pengetahuan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nurma Rachim Santoso (2019); Video Animasi Sebagai Media Dalam Penyuluhan Gizi Untuk Meningkatkan Pengetahuan Gizi Seimbang Di Sekolah Dasar Negeri Kauman 02 Di Kota Malang . Karya Tulis Ilmiah Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi Polteknik kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Hasan Aroni, SKM. MPH Penyuluhan gizi Penyampaian Meningkatkan kesadaran gizi masyarakat melalui peningkatan pengetahuan gizi dan makanan yang menyehatkan, menyebarkan konsep baru tentang informasi gizi kepada masyarakat, Mmbantu individu, keluarga, masyarakat secara keseluruhan berperilaku positif sehubungan dengan pangan dan gizi, mengubah perilaku konsumsi makanan(food consumption behavior) yang sesuai dengan tingkat kebutuhan gizi, sehingga akhirnya tercapai status gizi yang baik. Penyuluhan untuk meningkatan pengetahuan dan pengetahuam itu sendiri adalah hasil dari tahu. Hal tersebut terjadi setelah seseorang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi melalui indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Kauman 02 Kota Malang pada bulan Januari 2019 hingga Maret 2019 dengan jenis penelitian yang dilakukan adalah pra- eksperimen One- group Pretest-Posttest. Besar sampel yang digunakan sebanyak 42 anak. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan siswa sebelum mengunakan video animasi kategori tingkat pengetahuan cukup dan sebetelah adanya penyuluhan menggunakan video animasi tingat pengetahuan kategori baik. Sebaiknya Bagi sekolah jika mengadakan penyuluhan dapat menggunakan media apapun salah satunya menggunakan media video animasi. Kata Kunci : Penyuluhan Gizi dan Pengetahuan
Cover KTI
tidak tersedia
2019

VIDEO ANIMASI SEBAGAI MEDIA DALAM PENYULUHAN GIZI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG DI SEKOLAH DASAR NEGERI KAUMAN 02 DI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NURMA RACHIM SANTOSO
NIM: 1603000023
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Hasan Aroni, SKM. MPH
Subjek: Penyuluhan Gizi dan Pengetahuan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nurma Rachim Santoso (2019); Video Animasi Sebagai Media Dalam Penyuluhan Gizi Untuk Meningkatkan Pengetahuan Gizi Seimbang Di Sekolah Dasar Negeri Kauman 02 Di Kota Malang . Karya Tulis Ilmiah Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi Polteknik kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Hasan Aroni, SKM. MPH Penyuluhan gizi Penyampaian Meningkatkan kesadaran gizi masyarakat melalui peningkatan pengetahuan gizi dan makanan yang menyehatkan, menyebarkan konsep baru tentang informasi gizi kepada masyarakat, Mmbantu individu, keluarga, masyarakat secara keseluruhan berperilaku positif sehubungan dengan pangan dan gizi, mengubah perilaku konsumsi makanan(food consumption behavior) yang sesuai dengan tingkat kebutuhan gizi, sehingga akhirnya tercapai status gizi yang baik. Penyuluhan untuk meningkatan pengetahuan dan pengetahuam itu sendiri adalah hasil dari tahu. Hal tersebut terjadi setelah seseorang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi melalui indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Kauman 02 Kota Malang pada bulan Januari 2019 hingga Maret 2019 dengan jenis penelitian yang dilakukan adalah pra- eksperimen One- group Pretest-Posttest. Besar sampel yang digunakan sebanyak 42 anak. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan siswa sebelum mengunakan video animasi kategori tingkat pengetahuan cukup dan sebetelah adanya penyuluhan menggunakan video animasi tingat pengetahuan kategori baik. Sebaiknya Bagi sekolah jika mengadakan penyuluhan dapat menggunakan media apapun salah satunya menggunakan media video animasi. Kata Kunci : Penyuluhan Gizi dan Pengetahuan
Cover KTI
tidak tersedia
2019

VIDEO ANIMASI SEBAGAI MEDIA DALAM PENYULUHAN GIZI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG DI SEKOLAH DASAR NEGERI KAUMAN 02 DI KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NURMA RACHIM SANTOSO
NIM: 1603000023
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Hasan Aroni, SKM. MPH
Subjek: Penyuluhan Gizi dan Pengetahuan
Lihat Abstraksi
Nurma Rachim Santoso (2019); Video Animasi Sebagai Media Dalam Penyuluhan Gizi Untuk Meningkatkan Pengetahuan Gizi Seimbang Di Sekolah Dasar Negeri Kauman 02 Di Kota Malang . Karya Tulis Ilmiah Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi Polteknik kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Hasan Aroni, SKM. MPH Penyuluhan gizi Penyampaian Meningkatkan kesadaran gizi masyarakat melalui peningkatan pengetahuan gizi dan makanan yang menyehatkan, menyebarkan konsep baru tentang informasi gizi kepada masyarakat, Mmbantu individu, keluarga, masyarakat secara keseluruhan berperilaku positif sehubungan dengan pangan dan gizi, mengubah perilaku konsumsi makanan(food consumption behavior) yang sesuai dengan tingkat kebutuhan gizi, sehingga akhirnya tercapai status gizi yang baik. Penyuluhan untuk meningkatan pengetahuan dan pengetahuam itu sendiri adalah hasil dari tahu. Hal tersebut terjadi setelah seseorang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi melalui indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Kauman 02 Kota Malang pada bulan Januari 2019 hingga Maret 2019 dengan jenis penelitian yang dilakukan adalah pra- eksperimen One- group Pretest-Posttest. Besar sampel yang digunakan sebanyak 42 anak. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan siswa sebelum mengunakan video animasi kategori tingkat pengetahuan cukup dan sebetelah adanya penyuluhan menggunakan video animasi tingat pengetahuan kategori baik. Sebaiknya Bagi sekolah jika mengadakan penyuluhan dapat menggunakan media apapun salah satunya menggunakan media video animasi. Kata Kunci : Penyuluhan Gizi dan Pengetahuan
Cover KTI
tidak tersedia
2018

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN NYERI DAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI VISUAL PADA PENDERITA GLAUKOMA DI RUANG 20 PENYAKIT MATA RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ENY HARYANTI
NIM: P17210176036
Program Studi: JURUSAN KEPERAWATAN PRODI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Joko Pitoyo, SKep, M.Kep
Subjek: Glaukoma, Nyeri, Persepsi Sensori Visual
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Eny Haryanti (2018). Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Nyeri dan Gangguan Persepsi Sensori Visual Pada Penderita Glaukoma Di Ruang 20 Penyakit Mata RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Karya Tulis Ilmiah Study Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Bapak Joko Pitoyo, SKep, M.Kep Glaukoma adalah suatu neuropati optik kronik didapat yang ditandai oleh pencekungan (cupping) diskus optikus dan pengecilan lapangan pandang; biasanya disertai peningkatan tekanan intraokular. Banyak masalah yang dapat terjadi pada pasien glaukoma, terutama gangguan rasa nyaman nyeri dan perubahan persepsi sensori visual. Pada glaukoma akan terdapat kelemahan fungsi mata dengan terjadinya cacat lapangan pandang dan kerusakan anatomi berupa ekskavasi serta degenerasi papil saraf optik, yang dapat berakhir dengan kebutaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan dan membandingkan proses keperawatan yang meliputi pengkajian keperawatan, diagnosis keperawatan, perencanaan keperawatan, tindakan keperawatan dan evaluasi keperawatan antara teori dengan praktik. Desain penelitian ini menggunakan desain Studi Kasus dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan, yaitu studi yang mengeksplorasi suatu masalah/fenomena dengan batasan terperinci, memiliki pengambilan data yang mendalam, menyertakan berbagai sumber informasi. Studi kasus ini mengeksplorasi asuhan keperawatan pada klien yang dilaksanakan oleh perawat. Hasil penelitian yang dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2018 sampai 01 Agustus 2018 menunjukkan bahwa proses keperawatan galukoma pada subyek 1 dan subyek 2 (Ny. D dan Tn. N) terdapat kesesuaian baik secara teori ataupun praktik mulai dari pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Rekomendasi bagi peneliti selanjutnya adalah tentang Gambaran Psikologis Klien Dengan Glaukoma Yang Mengalami Gangguan Persepsi Sensori Visual. Kata Kunci : Glaukoma, Nyeri, Persepsi Sensori Visual
Cover KTI
2018

Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Tingkat Konsumsi (Energi dan Zat Gizi) Pada Penderita Kanker Payudara Dengan Kemoterapi di Rumah Sakit Tk II dr. Soepraoen Malang.Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Lihat Detail Karya
Penulis: SITI FITRIATUS HUSNA
NIM: 1503000027
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: Nur Rahman
Subjek: Breast Cancer, Chemotherapy, Level of Knowledge, Consumption
Lihat Abstraksi
ABSTRAK SITI FITRIATUS HUSNA,2018. Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Tingkat Konsumsi (Energi dan Zat Gizi) Pada Penderita Kanker Payudara Dengan Kemoterapi di Rumah Sakit Tk II dr. Soepraoen Malang.Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Diploma III Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Nur Rahman Kanker payudara adalah terjadinya perubahan sel kelenjar air susu dan saluran air susu dalam payudara normal menjadi sel yang bersifat buruk.Di Rumah Sakit Tk II dr. Soepraoen Malang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan tingkat konsumsi (energi, protein, lemak dan karbohidrat) pasien kanker payudara dengan kemoterapi di Rumah Sakit Tk II dr Soepraoen Malang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian case study. Data yang diambil berupa tingkat pengetahuan dan tingkat konsumsi (energi, protein, lemak dan karbohidrat). Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling dan jumlah responden 4 orang. Hasil penelitian responden usia antara 37-73 tahun dengan diagnosa kanker payudara dan masih awal kemoterapi.Tingkat konsumsi untuk pasien dengan kode 1 dan pasien dengan kode 4 sebelum kemoterapi termasuk ke dalam kategori sedang, setelah kemoterapi menjadi defisit tingkat ringan. Tingkat konsumsi untuk pasien dengan kode 2 dan pasien dengan kode 3 sebelum dan setelah kemoterapi memilikki kategori cukup. Setelah dilakukan kemoterapi pada pasien dengan kode 1 dan pasien kode 4 mengalami peningkatan menjadi baik. Rekomendasi dari peneliti adalah pasien kanker perlu mendapat asupan gizi dan informasi mengenai makanan yang baik untuk penderita kanker untuk meningkatkan kebutuhan sehari-hari. Disarankan pendekatan pasien dan keluarga pasien penting untuk mengkaji permasalahan dan membantu pemecahan masalah yang dihadapi terutama saat pasien kembali menjalankan kemoterapi, dan diharapkan keluarga pasien mendukung dalam menjalankan diet dengan cara memberikan motivasi kepada pasien. Kata kunci : Kanker Payudara, Kemoterapi, Tingkat Pengetahuan, Tingkat Konsumsi (Energi dan Zat Gizi).
Cover KTI
2018

KONTRIBUSI MAKAN SIANG TERHADAP KECUKUPAN ENERGI DAN ZAT GIZI DITINJAU DARI STANDAR PORSI DAN TINGKAT KONSUMSI PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN DI SD ISLAM TERPADU AL-RAHBINI GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DWIKI AYU PUSPITA SARI
NIM: 1403410028
Program Studi: PROGRAM STUDI D-IV GIZI
Dosen Pembimbing: Dwie Soelistyorini dan Maryam Razak.
Subjek: Standar Porsi Makan Siang, Tingkat Konsumsi, Ketersediaan Energi dan Zat Gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK DWIKI AYU PUSPITA SARI. 2018. Kontribusi Makan Siang Terhadap Kecukupan Energi Dan Zat Gizi Ditinjau Dari Standar Porsi Dan Tingkat Konsumsi Pada Penyelenggaraan Makanan Di SD Islam Terpadu Al-Rahbini Gondanglegi Kabupaten Malang. Pembimbing : Dwie Soelistyorini dan Maryam Razak. Penyelenggaraan makanan anak sekolah di SD Islam Terpadu Al-Rahbini belum mempunyai siklus menu dan belum mempunyai standar porsi. Pengamatan dari 20% besar sampel, yaitu 11 anak sekolah usia 10-12 tahun, menunjukkan bahwa porsi yang diberikan pada makan siang untuk anak laki-laki dan perempuan adalah nasi 95 gr, sayur 118 gr dan tahu 24 gr. Hal tersebut belum sesuai dengan standar porsi yang dianjurkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi makan siang terhadap kecukupan energi dan zat gizi ditinjau dari standar porsi dan tingkat konsumsi pada penyelenggaraan makanan di SD Islam Terpadu Al- Rahbini Gondanglegi Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian non experimental yakni observasional yang bersifat deskriptif dan menggunakan desain penelitian crossectional. Populasi penelitian ini adalah anak sekolah usia 10-12 tahun yaitu kelas 4, 5 dan 6. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Jumlah sampel yang diambil yaitu sejumlah 56 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari hasil analisis data, dapat diketahui : Karakteristik responden, jenis kelamin responden berjenis kelamin laki-laki 59% dan perempuan 41%. Usia responden berusia 11 tahun (48%). Berat badan responden jenis kelamin lak-laki termasuk kategori berat badan baik 18 anak (54,4%), sedangkan responden jenis kelamin perempuan sebagian besar termasuk kategori berat badan kurang 19 anak (82,6%). Standar porsi makanan yang disajikan belum sesuai dengan standar yang dianjurkan (90%-119% dari standar porsi) yaitu porsi makanan pokok 87,8%, lauk hewani 0%, lauk nabati 45%, sayur 67% dan buah 60%. Tingkat konsumsi energi dan zat gizi (protein, lemak, karbohidrat dan zat besi) sebagian besar tergolong defisit tingkat berat yaitu tingkat konsumsi energi 48 anak (85,7%), protein 54 anak (96,4%), lemak 56 anak (100%), karbohidrat 16 anak (28,6%), zat besi 42 anak (75%) dan tingkat konsumsi vitamin C tergolong defisit tingkat ringan 18 anak (39,3%). Kontribusi makan siang terhadap kecukupan energi dan zat gizi (protein, lemak, karbohidrat, zat besi dan vitamin C) termasuk dalam kategori kurang (dibawah 100% dari kebutuhan makan siang) yaitu energi 49,8%, protein 41,4%, lemak 25,3%, karbohidrat 68,3%, zat besi 48,6% dan vitamin C 75,3%. Pihak sekolah perlu bekerja sama dengan ahli gizi puskesmas untuk diadakan edukasi atau penyuluhan pada tenaga pengolah makanan dengan materi menyusun menu seimbang, perencanaan menu sekolah, siklus menu dan standar porsi yang sesuai untuk anak sekolah dasar, biaya makan siang dapat dinaikan menjadi Rp. 5.000,00 – Rp. 7.000,00/porsi, serta penambahan porsi makan siang yang disajikan untuk siswa-siswi kelas 4 dan 5 sesuai dengan standar porsi yang dianjurkan untuk anak usia 10-12 tahun. Kata Kunci : Standar Porsi Makan Siang, Tingkat Konsumsi, Ketersediaan Energi dan Zat Gizi
Cover KTI
2018

PENGARUH PENYULUHAN GIZI SEIMBANG DENGAN MEDIA POSTER TERHADAP PENGETAHUAN SISWA KELAS V DI MI AL-HIDAYAT KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Farisa Rahmatika
NIM: 1503000077
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: IBNU FAJAR, SKM.M.Kes
Subjek: Penyuluhan, Pengetahuan, Gizi Seimbang, Siswa MI
Lihat Abstraksi
Riskesdas tahun 2013 menunjukkan bahwa masalah gizi anak usia 5 – 12 tahun di Indonesia terdiri dari pendek, kurus dan gemuk. Prevalensi pendek pada anak usia 5 – 12 tahun adalah 30,7% (12,3% sangat pendek dan 18,4% pendek). Prevalensi kurus (menurut IMT/U) pada anak usia 5 – 12 tahun adalah 11,2% (4% sangat kurus dan 7,2% kurus). Sedangkan prevalensi gemuk pada usia 5 – 12 tahun adalah 18,8% (10,8% gemuk dan 8,8% sangat gemuk). Masalah gizi timbul akibat perilaku gizi anak yang salah yaitu ketidak seimbangan antara konsumsi gizi dengan kecukupan gizinya. Bila tingkat konsumsi kurang dalam waktu yang lama maka seseorang akan menderita gizi kurang, sebaliknya jika tingkat konsumsi melebihi kecukupan gizinya maka anak akan menderita gizi lebih. Penyuluhan dapat berperan dalam pencegahan masalah gizi pada anak sekolah, dengan penyuluhan maka pengetahuan akan meningkat sehingga diharapkan dapat mengubah status gizi dan perilaku yang kurang baik dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisi pengaruh penyuluhan tentang gizi seimbang menggunakan media poster terhadap tingkat pengetahuan kelas V di MI Al-Hidayat Kabupaten Malang.Jenis penelitian ini menggunakan Analitik Quasi Eksperiment dengan desain penelitian One Grup Pretest Posttest. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2018. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa di MI Al-Hidayat Kabupaten Malang. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V di MI Al-Hidayat Kabupaten Malang sejumlah 54 siswa. Teknok sampling yang digunakan yaitu purpose sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan gizi seimbang dengan media poster memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan siswa (p= 0,001). Kata Kunci: Penyuluhan, Pengetahuan, Gizi Seimbang, Siswa MI
Cover KTI
tidak tersedia
2018

AKURASI METODE DARE DAN USG DALAM PENAFSIRAN BERAT LAHIR BAYI PADA PARTURIEN DI KAMAR BERSALIN RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH HASTA HUSADA KEPANJEN KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: CAHYA PUTRI PRAMESTIKA
NIM: P17311175012
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Ika Yudianti.,SST.M.Keb, Reni Wahyu Triningsih,SST.,M.Kes
Subjek: Metode Dare, USG Kehamilan, Taksiran Berat Janin
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Pramestika, Cahya Putri , 2018. Akurasi Metode Dare Dan USG Dalam Penafsiran Berat Lahir Bayi Pada Parturien Di Kamar Bersalin Rumah Sakit Khusus Bedah Hasta Husada. Skripsi. Pembimbing utama : Ika Yudianti.,SST.M.Keb Pembimbing pendamping : Reni Wahyu Triningsih,SST.,M.Kes Taksiran Berat Janin (TBJ) merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan keberhasilan persalinan. Bidan dapat menaksirkan berat janin dengan metode yang paling mendekati berat lahir sesungguhnya sehingga akan berdampak berkurangnya resiko komplikasi persalinan maupun pasca salin. Beberapa metode dapat digunakan untuk mengukur TBJ yaitu metode Dare dan USG. Metode Dare berupa pengukuran lingkar perut ibu dalam centimeter kemudian dikalikan dengan ukuran fundus uteri dalam centimeter, maka akan didapat taksiran berat janin. Sedangkan USG adalah Pengukuran berat janin menggunakan alat dengan dasar pengukuran menggunakan Lingkar Abdomen (AC) = 3,14 (DTA + DAP ) / 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan akurasi metode Dare dan USG dalam penafsiran berat lahir bayi. Desain penelitian menggunakan non-experiment dengan pendekatan Kohort. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota Sampling. Pengumpulan data dilakukan 2 kali pada saat parturien datang ke kamar bersalin dan setelah bayi lahir dan di dokumentasikan pada lembar observasi. Analisa data menggunakan uji statistik Indepenten T-test, dengan α <0,05, berdasarkan uji tersebut dengan besar sampel : 30, di dapatkan nilai p value sebesar 0,748, oleh karena p > α maka H0 di terima artinya tidak ada perbedaan akurasi metode Dare dan USG dalam penafsiran berat lahir bayi. Rerata selisih metode Dare dan BBL yaitu 36,65 gram sedangkan USG dan BBL yaitu 28,83. Bidan dapat menggunakan metode Dare dalam praktek klinik kebidanan untuk menentukan TBJ disamping dengan USG yang memiliki nilai akurasi yang sama, karena USG bukan merupakan kewenangan bidan. Kata kunci : Metode Dare, USG Kehamilan, Taksiran Berat Janin
Cover KTI
2018

ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN (PENGAWET) dan RHODAMIN B (PEWARNA MERAH) PADA CENDOL MERAH DI PASAR BESAR, PASAR GADANG, DAN PASAR ORO-ORO DOWO KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DITYA HABSARI TRI HARTIN
NIM: 1503000041
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Komang Suwita, SST., MP
Subjek: Cendol, Formalin, Rhodamine B
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Ditya Habsari Tri Hartin (2015), Analisis Formalin dan Rhodamin B pada Cendol merah di Pasar Besar, Pasar Gadang, dan Pasar Oro-oro dowo kota Malang, Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : I Komang Suwita, SST., MP. Salah satu jajanan yang cukup banyak dijumpai adalah cendol. Cendol berasal dari Jawa Barat, terbuat dari tepung beras atau tepung hunkwe yang memiliki aroma segar, jika berwarna hijau maka terdapat pewarna dari daun suji atau daun pandan serta memiliki tekstur yang halus. Namun, di pasar juga cukup banyak dijumpai cendol dengan penambahan pewarna makanan menjadi cendol merah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kandungan formalin (pengawet) dan rhodamin B (pewarna merah) secara kualitatif di pasar besar, pasar gadang, dan pasar oro-oro dowo kota Malang. Desain penelitian ini adalah observasional, yaitu menggali data tentang mutu kimia jajanan cendol di kota Malang (Kandungan Rhodamin B dan Formalin). Penelitian dilakukan pada bulan April- Mei tahun 2018 di laboratorium Kimia Halal Center Universitas Negeri Islam Malang untuk uji kualitatif formalin dan rhodamin B. Dari hasil penelitian diketahui bahwa seluruh sampel cendol tidak mengandung formalin, sedangkan 3 dari 4 sampel diantaranya mengandung pewarna merah rhodamin B yaitu pada pasar besar dan pasar gadang. Oleh karena itu, perlu adanya pengawasan dan penyuluhan oleh Dinas Kesehatan Kota Malang secara berkala dalam hal penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) dan adanya sosialisasi mengenai penggunaan bahan pewarna makanan alami. Kata Kunci : Cendol, Formalin, Rhodamin B
Cover KTI
2018

ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN (PENGAWET) dan RHODAMIN B (PEWARNA MERAH) PADA CENDOL MERAH DI PASAR BESAR, PASAR GADANG, DAN PASAR ORO-ORO DOWO KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DITYA HABSARI TRI HARTIN
NIM: 1503000041
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Komang Suwita, SST., MP.
Subjek: Cendol, Formalin, Rhodamin B
Lihat Abstraksi
ABSTRAKSI Ditya Habsari Tri Hartin (2015), Analisis Formalin dan Rhodamin B pada Cendol merah di Pasar Besar, Pasar Gadang, dan Pasar Oro-oro dowo kota Malang, Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : I Komang Suwita, SST., MP. Salah satu jajanan yang cukup banyak dijumpai adalah cendol. Cendol berasal dari Jawa Barat, terbuat dari tepung beras atau tepung hunkwe yang memiliki aroma segar, jika berwarna hijau maka terdapat pewarna dari daun suji atau daun pandan serta memiliki tekstur yang halus. Namun, di pasar juga cukup banyak dijumpai cendol dengan penambahan pewarna makanan menjadi cendol merah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kandungan formalin (pengawet) dan rhodamin B (pewarna merah) secara kualitatif di pasar besar, pasar gadang, dan pasar oro-oro dowo kota Malang. Desain penelitian ini adalah observasional, yaitu menggali data tentang mutu kimia jajanan cendol di kota Malang (Kandungan Rhodamin B dan Formalin). Penelitian dilakukan pada bulan April- Mei tahun 2018 di laboratorium Kimia Halal Center Universitas Negeri Islam Malang untuk uji kualitatif formalin dan rhodamin B. Dari hasil penelitian diketahui bahwa seluruh sampel cendol tidak mengandung formalin, sedangkan 3 dari 4 sampel diantaranya mengandung pewarna merah rhodamin B yaitu pada pasar besar dan pasar gadang. Oleh karena itu, perlu adanya pengawasan dan penyuluhan oleh Dinas Kesehatan Kota Malang secara berkala dalam hal penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) dan adanya sosialisasi mengenai penggunaan bahan pewarna makanan alami. Kata Kunci : Cendol, Formalin, Rhodamin B
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan