Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3211–3220 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PERBEDAAN NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF ANTARA YANG MENGIKUTI DAN TIDAK MENGIKUTI YOGA PRANAYAMA DI PMB YULIS INDRIANA DAN PMB CAECILLIA WINARSIH KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ALIFIYAH CAHYA FIRDAUS
NIM: 1502450070
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: syiska atik, ita yuliani
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PERBEDAAN PEMAHAMAN PASIEN SEBELUM DAN SESUDAH SOSIALISASI VIDEO ANIMASI TENTANG ALUR PELAYANAN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS NGLEGOK KABUPATEN BLITAR

Lihat Detail Karya
Penulis: NUR ARINAMANASIKANA
NIM: 1604000081
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Tutik Herawati, S.Kp., MM
Subjek: Video Animasi, Alur Pelayanan Rawat Jalan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nur Arinamanasikana. 2019. “Perbedaan Pemahaman Pasien Sebelum dan Sesudah Sosialisasi Video Animasi tentang Alur Pelayanan Rawat Jalan di Puskesmas Nglegok Kabupaten Blitar”. Pembimbing Tutik Herawati, S.Kp., MM Alur pelayanan rawat jalan diperlukan untuk menunjukkan urutan proses pelayanan dari pasien mendaftar di tempat pendaftaran sampai pasien pulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman pasien sebelum dan sesudah sosialisasi video animasi tentang alur pelayanan rawat jalan di Puskesmas Nglegok Kabupaten Blitar. Desain penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan yang digunakan adalah cross–sectional. Populasi dalam penelitian yaitu 30 pasien rawat jalan di Puskesmas Nglegok Kabupaten Blitar. Alat penelitian berupa kuesioner. Pada nilai pre test menunjukkan nilai tertinggi 90 sebanyak 1 responden dan nilai terendah 10 sebanyak 2 responden. 67% responden mendapat nilai kurang pada hasil pre test. Sementara hasil post test menunjukkan nilai tertinggi 100 sebanyak 9 responden dan nilai terendah 70 sebanyak 1 responden. 97% responden mendapat nilai baik pada hasil post test. Dalam penelitian ini menggunakan analisis Uji Paired-Sample T-Test jika sig >0,05 maka H0 diterima. Hasil uji Paired T test nilai pre test dan post test dibandingkan dengan menggunakan aplikasi SPSS 23.0 menghasilkan nilai sig 2 (tailed) =0,000 atau kurang dari 0,05 yang berarti terdapat pengaruh pemahaman pasien antara sebelum dan sesudah sosialisasi video animasi tentang alur pelayanan rawat jalan di Puskesmas Nglegok Kabupaten Blitar. Dengan demikian video animasi dapat meningkatkan pemahaman pasien tentang alur pelayanan rawat jalan di Puskesmas Nglegok Kabupaten Blitar sehingga perlu diimplementasikan di fasilitas pelayanan Puskesmas Nglegok Kabupaten Blitar sebagai media pemahaman pasien terhadap alur pelayanan rawat jalan. Kata Kunci: Video Animasi, Alur Pelayanan Rawat Jalan
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PERBEDAAN PENGARUH LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI PIL, KOMBINASI DENGAN DMPA TERHADAP PENINGKATAN INDEKS MASA TUBUH DI PBM DWI ASTUTIK, AMD. KEB DAU KAB MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: DINA FRISTY DZULHIJJAH
NIM: 1502450071
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: SYISKA ATIK M, ENDAH KAMILA M
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PERBEDAAN PENGETAHUAN IBU, TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN PADA ANAK STUNTING USIA 24-59 BULAN SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN KONSELING GIZI DI DESA KREBET KECAMATAN BULULAWANG KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: TRI MERLINDA SARI
NIM: 1503410037
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: I Dewa Nyoman Supariasa, MPS dan Hasan Aroni, SKM,. MPH.
Subjek: pengetahuan, tingkat konsumsi energi dan protein, konseling gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK TRI MERLINDA SARI. 2019. Perbedaan Pengetahuan Ibu, Tingkat Konsumsi Energi dan Protein pada Anak Stunting Usia 24-59 Bulan Sebelum dan Sesudah Pemberian Konseling Gizi di Desa Krebet Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang. Pembimbing : I Dewa Nyoman Supariasa, MPS dan Hasan Aroni, SKM,. MPH. Masalah gizi stunting pada balita disebabkan oleh tingkat konsumsi yang kurang memadai dan penyakit infeksi yang merupakan penyabab langsung terjadinya masalah gizi. Penyebab tersebut terjadi karena pemberian makan yang tidak tepat penyakit infeksi yang berulang dan perilaku kebersihan. Sedangkan pola pemberian makan balita dapat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari perbedaan konseling gizi menggunakan media booklet dan media leaflet terhadap pengetahuan ibu, tingkat konsumsi energi dan protein pada anak stunting usia 24-59 bulan di Desa Krebet Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimental dengan menggunakan jenis rancangan Pretest-posttest Randomized Control Group Design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – November 2018. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan ibu, tingkat konsumsi energi dan protein balita sebelum dan sesudah diberikan konseling gizi pada kelompok media leaflet dan media booklet. Hal ini disebabkan pemberian konseling gizi secara bertahap dengan pertemuan 4 kali dalam 1 bulan. Ada perbedaan tingkat pengetahuan ibu pada kelompok leaflet dan booklet, hal ini disebabkan oleh media yang digunakan yang mana, media booklet berisi penjelasan yang lebih rinci dan memuat gambar yang lebih banyak. Namun tidak ada perbedaan tingkat konsumsi energi dan protein balita pada kelompok leaflet dan booklet, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, pengetahuan, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan. Perlu diberikan konseling konseling gizi secara rutin setiap bulan di posyandu tentang gizi seimbang pada balita sehingga ibu balita dapat menerapkan kedalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci : pengetahuan, tingkat konsumsi energi dan protein, konseling gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PERBEDAAN PENGETAHUAN, SIKAP SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN PESAN GIZI SEIMBANG DENGAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA PADA SISWA KELAS IV SDI NU KLOJEN KIDUL KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: AYU SUSI ERLINDA
NIM: 1603000024
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Dewa Nyoman Supariasa.
Subjek: penyuluhan, gizi, pengetahuan, sikap, permainan ular tangga
Lihat Abstraksi
ABSTRAK AYU SUSI ERLINDA 2019, Perbedaan Pengetahuan, Sikap Sebelum Dan Sesudah Penyuluhan Pesan Gizi Seimbang Dengan Media Permainan Ular Tangga Pada Siswa Kelas IV SDI NU Klojen Kidul Kota Malang. Pembimbing I Dewa Nyoman Supariasa. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa kelas IV tentang gizi seimbang melalui pembelajaran gizi seimbang dengan menggunakan media permainan ular tangga. Penelitian ini termasuk penelitian Pre Experimental dengan menggunakan metode penelitian one group pre-test dan post-test desain. Penelitian ini melakukan intervensi terhadap subjek yaitu pemberian materi tentang pesan gizi seimbang dengan media permainan ular tangga pada anak SD dan rancangan ini tidak menggunakan kelompok pembanding (kontrol), dilakukan pengukuran atau observasi dengan Pre-test dan Post-test yang memungkinkan peneliti dapat menguji perubahan yang terjadi setelah adanya intervensi. Hasil penelitian ini yaitu: 1) tingkat pengetahuan responden tentang pesan gizi seimbang sebelum pendidikan dalam kategori kurang dengan skor rata-rata 51,4%. 2) tingkat pengetahuan responden tentang pesan gizi seimbang sesudah pendidikan dalam kategori baik dengan skor rata-rata 80,2%. 3) skor sikap responden tentang pesan gizi seimbang sebelum pendidikan dalam kategori kurang dengan skor rata-rata 58,6%. 4) skor sikap responden tentang pesan gizi seimbang sesudah pendidikan dalam kategori baik dengan skor rata-rata 80,2%. 5) terdapat perbedaan yang signifikan pada skor rata-rata pengetahuan responden setelah pendidikan terhadap sebelum pendidikan pada α 0,05. 6) terdapat perbedaan yang signifikan pada skor rata-rata sikap responden setelah pendidikan terhadap sebelum pendidikan pada α 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat pengaruh pendidikan gizi seimbang dengan media permainan ular tangga terhadap pengetahuan dan sikap pada siswa kelas IV di SDI NU Klojen Kidul. Kata kunci : penyuluhan, gizi, pengetahuan, sikap, permainan ular tangga
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PERBEDAAN PENGETAHUAN, SIKAP, KETERAMPILAN IBU DAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN PADA BALITA GIZI KURANG USIA 4 – 5 TAHUN SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN GIZI SEIMBANG DENGAN MEDIA PAPAN TULIS DAN MEDIA BOOKLET DI DESA KREBET, KECAMATAN BULULAWANG, KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: ARSYIKA LANZHI FIRLIANA
NIM: 1503410016
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Dosen Pembimbing: Ibnu Fajar, SKM., M.Kes dan Hasan Aroni, SKM., MPH
Subjek: pengetahuan, sikap, keterampilan, tingkat konsumsi energi dan protein, penyuluhan gizi
Lihat Abstraksi
ABSTRAK ARSYIKA LANZHI FIRLIANA. 2019. Perbedaan Pengetahuan, Sikap, Keterampilan Ibu dan Tingkat Konsumsi Energi dan Protein Pada Balita Gizi Kurang Usia 4 – 5 Tahun Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Gizi Seimbang dengan Media Papan Tulis dan Media Booklet Di Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Pembimbing : Ibnu Fajar, SKM., M.Kes dan Hasan Aroni, SKM., MPH Masalah gizi dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Penyebab langsung meliputi kurangnya jumlah dan kualitas makanan yang dikonsumsi dan menderita penyakit infeksi, sedangkan penyebab tidak langsung yaitu ketersediaan pangan rumah tangga, kemiskinan, pola asuh yang kurang memadai dan pendidikan yang rendah. Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada bulan Juli 2018 tentang pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu balita gizi kurang di Desa Krebet diambil sampel 20% dari total sampel yang ada. Hasil studi pendahuluan menunjukkan 52,7% tergolong memiliki pengetahuan yang kurang sedangkan untuk sikap yaitu sebesar 54,3% tergolong dalam kategori buruk dan tingkat konsumsi energi dan protein pada balita 57% tergolong defisit tingkat berat dan defisit tingkat sedang dan untuk keterampilan yaitu 64% tergolong cukup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap, keterampilan ibu dan tingkat konsumsi energi dan protein pada balita gizi kurang usia 4 – 5 tahun sebelum dan sesudah penyuluhan gizi seimbang dengan papan tulis dan media booklet di Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Jenis dari penelitian ini adalah Quasy Eksperiment dengan penelitian Two Group Pra-Post Test Design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2018. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan, sikap, keterampilan ibu dan tingkat konsumsi energi dan protein pada balita gizi kurang usia 4 – 5 tahun sebelum dan sesudah penyuluhan gizi seimbang dengan papan tulis dan media booklet. Penyuluhan gizi seimbang menggunakan media papan tulis maupun media booklet memiliki perbedaaan. Penyuluhan menggunakan booklet lebih efektif daripada menggunakan media papan tulis karena jauh lebih meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dibandingkan dengan menggunakan media papan tulis. Perlu diberikan penyuluhan gizi kepada ibu balita khusunya untuk ibu balita yang memiliki balita gizi kurang agar dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan dan dapat memilih makanan yang tepat sesuai gizi seimbang untuk anaknya. Kata kunci : pengetahuan, sikap, keterampilan, tingkat konsumsi energi dan protein, penyuluhan gizi
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PERBEDAAN PENGETAHUAN, SIKAP, KETERAMPILAN TENTANG PENGUKURAN ANTROPOMETRI DAN PENCATATAN KMS SEBELUM DAN SESUDAH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KADER POSYANDU DI DESA SUMBERSUKO KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Devinia Chessari Erasih
NIM: 1603000033
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Dewa Nyoman Supariasa, MPS
Subjek: Tingkat pengetahun, sikap, keterampilan dan kader posyandu
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Devinia Chessari Erasih, 2019. "Perbedaan Pengetahuan, Sikap, Keterampilan tentang Pengukuran Antropometri dan Pencatatan KMS Sebelum dan Sesudah Pendidikan dan Pelatihan Kader Posyandu di Desa Sumbersuko Kecamatan Wagir Kabupaten Malang." Karya Tulis Ilmiah, Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. (Pembimbing: I Dewa Nyoman Supariasa, MPS) Kemampuan kader posyandu dalam memberikan pelayanan yang maksimal saat kegiatan posyandu khususnya dalam pengukuran antropometri dan pengisian KMS sangat memengaruhi identifikasi status gizi balita. Tujuan penelitian ini meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri dan pencatatan KMS. Metode penelitian menggunakan pra eksperimental dengan rancangan one grup pre test and post test design. Penelitian ini dilakukan pada Bulan April 2019 denga jumlah sampel 22 kader posyandu Desa Sumbersuko. Penelitian dilakukan dengan wawancara dan observasi menggunakan kuesioner dan form penilaian. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan dan pelatihan. Sebelum pendidikan dan pelatihan 18% kategori baik menjadi 55% kategori baik. p value 0,00 ada pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan kader sebelum dan sesudah diberikan pendidikan dan pelatihan. Ada perbedaan sikap sebelum dan sesudah pendidikan dan pelatihan. Sebelum pendidikan dan pelatihan 0% kategori sangat baik menjadi 10% kategori sangat baik. Ada perbedaan keterampilan pengukuran antropometri dan pencatatan KMS sebelum dan sesudah pendidikan dan pelatihan. Pengukuran antropometri sebelum pendidikan dan pelatihan sebagian besar pada kategori cukup dan kurang, sesudah pendidikan dan pelatihan meningkat menjadi 90% kategori baik. Keterampilan pencatatan KMS sebelum pendidikan dan pelatihan 28% kategori baik menjadi 68% kategori baik. Pendidikan dan pelatihan kader posyandu berpengaruh signifkan terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Kader posyandu sebaiknya lebih sering mengikuti pendidikan dan pelatihan agar pengetahuan, sikap, dan keterampilan lebih berkembang dengan baik, kader posyandu sebaiknya bertugas secara bergantian pada setiap meja, agar kader posyandu memahami tugas kader disetiap mejanya. Kata kunci : Tingkat pengetahun, sikap, keterampilan dan kader posyandu
Cover KTI
2019

PERBEDAAN SELF EFFICACY IBU MENYUSUI DENGAN PERSALINAN SEKSIO SESAREA DAN PERVAGINAM DI RSIA PURI BUNDA

Lihat Detail Karya
Penulis: Arinda Mutiara Maulidya
NIM: 1402450018
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Rita Yulifah,S.Kp.,M.Kes
Subjek: Self Efficacy Menyusui, Seksio Sesarea, Pervaginam.
Lihat Abstraksi
Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan merupakan upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi. Proses menyusui ini dapat dipengaruhi faktor fisik dan psikologis ibu. Faktor fisik yang mempengaruhi yaitu jenis persalinan, sedangkan faktor pikologis yaitu self efficacy/keyakinan diri. Self efficacy merupakan faktor determinan positif yang dapat dimodifikasi dan diketahui rendah pada ibu yang belum mempunyai pengalaman menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan self efficacy/keyakinan diri ibu menyusui dengan persalinan seksio sesarea dan pervaginam di RSIA Puri Bunda bulan Juli-Agustus 2018. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 30 ibu primipara diukur self efficacy pada hari pertama postpartum menggunakan modifikasi intrument self efficacy yang dibuat Komalasari (2016). Pada penelitian ini diketahui sebanyak 53,3% ibu seksio sesarea kategori efikasi rendah, sedangkan 53,3% ibu pervaginam kategori efikasi tinggi. Berdasarkan dimensi efikasi kepercayaan intrapersonal kelompok ibu menyusui seksio sesarea dan pervaginam memiliki nilai modus yang sama di semua item pertanyaan. Hasil uji independent t test dengan nilai p value 0,326 > α 0,05 menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan self efficacy ibu seksio sesarea dan pervaginam. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu perlunya pengkajian tingkat self efficacy di minggu awal postpartum dapat membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi ibu yang memerlukan dukungan saat menyusui. Sehingga ibu dapat mengatasi kesulitan saat menyusui, dan berdampak pada keberhasilan menyusui secara eksklusif. Kata Kunci : Self Efficacy Menyusui, Seksio Sesarea, Pervaginam.
Cover KTI
2019

PERBEDAAN SELF EFFICACY IBU MENYUSUI DENGAN PERSALINAN SEKSIO SESAREA DAN PERVAGINAM DI RSIA PURI BUNDA

Lihat Detail Karya
Penulis: Arinda Mutiara Maulidya
NIM: 1402450018
Program Studi: D4 Reguler Kebidanan
Dosen Pembimbing: Rita Yulifah
Subjek: Kebidanan
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Maulidya, Arinda Mutiara. 2018. Perbedaan Self Efficacy Ibu Menyusui dengan Persalinan Seksio Sesarea dan Pervaginam di RSIA Puri Bunda. Skripsi Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan dan Profesi Bidan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Rita Yulifah, S.Kp.,M.Kes. Pembimbing Pendamping: Erni Dwi Widyana, SST.,M.Kes. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan merupakan upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi. Proses menyusui ini dapat dipengaruhi faktor fisik dan psikologis ibu. Faktor fisik yang mempengaruhi yaitu jenis persalinan, sedangkan faktor pikologis yaitu self efficacy/keyakinan diri. Self efficacy merupakan faktor determinan positif yang dapat dimodifikasi dan diketahui rendah pada ibu yang belum mempunyai pengalaman menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan self efficacy/keyakinan diri ibu menyusui dengan persalinan seksio sesarea dan pervaginam di RSIA Puri Bunda bulan Juli-Agustus 2018. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 30 ibu primipara diukur self efficacy pada hari pertama postpartum menggunakan modifikasi intrument self efficacy yang dibuat Komalasari (2016). Pada penelitian ini diketahui sebanyak 53,3% ibu seksio sesarea kategori efikasi rendah, sedangkan 53,3% ibu pervaginam kategori efikasi tinggi. Berdasarkan dimensi efikasi kepercayaan intrapersonal kelompok ibu menyusui seksio sesarea dan pervaginam memiliki nilai modus yang sama di semua item pertanyaan. Hasil uji independent t test dengan nilai p value 0,326 > α 0,05 menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan self efficacy ibu seksio sesarea dan pervaginam. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu perlunya pengkajian tingkat self efficacy di minggu awal postpartum dapat membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi ibu yang memerlukan dukungan saat menyusui. Sehingga ibu dapat mengatasi kesulitan saat menyusui, dan berdampak pada keberhasilan menyusui secara eksklusif. Kata Kunci : Self Efficacy Menyusui, Seksio Sesarea, Pervaginam.
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PERBEDAAN TANDA-TANDA VITAL PASCA OPERASI GENERAL ANESTESI ANTARA PASIEN YANG DIBERI INFUS HANGAT DAN BLOWER PENGHANGAT DI RECOVERY ROOM RS KARSA HUSADA BATU

Lihat Detail Karya
Penulis: FITRI FATMAWATI
NIM: 1501460012
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Isnaeni DTN, SKM, M. Kes, Dr. Atty Yudiernawati, S.Kp.,M.Pd.
Subjek: Tanda-Tanda Vital, General Anestesi, Infus Hangat, Blower Penghangat
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Perbedaan Tanda-Tanda Vital Pasca Operasi General Anestesi Antara Pasien Yang Diberi Infus Hangat Dan Blower Penghangat Di Recovery Room RS Karsa Husada Batu. Fitri Fatmawati. (2019). Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Malang. Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama Isnaeni DTN, SKM, M. Kes Pembimbing Pendamping Dr. Atty Yudiernawati, S.Kp.,M.Pd. Kata Kunci : Tanda-Tanda Vital, General Anestesi, Infus Hangat, Blower Penghangat Pada pasien pasca operasi dengan general anestesi sering mengalami gangguan tanda-tanda vital seperti hipotermi, hipotensi, bradikardi, dan bradipnea yang disebabkan oleh pemberian agen anestesi. Untuk mengatasi gangguan tersebut dapat diberikan tindakan infus hangat dan blower penghangat. Pemberian tindakan ini untuk mengurangi pelepasan panas suhu tubuh dan meningkatkan tanda-tanda vital lainnya. Tujuannya adalah untuk mengetahui perbedaan tanda-tanda vital pasca operasi general anestesi antara pasien yang diberi infus hangat dengan blower penghangat di recovery room RS Karsa Husada Batu. Desain penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan time series design. Sampling menggunakan Accidental sampling. Besar sampel sejumlah 32 responden, dibagi menjadi dua kelompok infus hangat dan blower penghangat masing-masing 16 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret 2019. Analisis menggunakan uji komparatif Mann Whitney. Hasil p-value 0,036 dengan nilai α (0,05). Yang berarti H1 diterima. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan Tanda-Tanda Vital Pasca Operasi General Anestesi Antara Pasien Yang Diberi Infus Hangat Dengan Blower Penghangat Di Recovery Room RS Karsa Husada Batu. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya yaitu infus hangat dan blower penghangat dapat dipergunakan sebagai alat alternative untuk meningkatkan tanda-tanda vital.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo đź‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan