Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
šŸ‡®šŸ‡© ID | šŸ‡¬šŸ‡§ EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3201–3210 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
2019

PERBEDAAN DISFUNGSI SEKSUAL PADA AKSEPTOR KB SUNTIK DMPA DAN KB SUNTIK KOMBINASI DI DESA WATUGEDE WILAYAH PUSKESMAS SINGOSARI KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: YUSRIN NADZIFAH
NIM: 1402450014
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Erni Dwi Widyana, S. ST, M.Kes
Subjek: Disfungsi Seksual, Kontrasepsi, KB suntik DMPA dan KB suntik Kombinasi
Lihat Abstraksi
Disfungsi seksual merupakan salah satu gangguan kesehatan yang bisa muncul pada setiap wanita. Disfungsi seksual juga merupakan salah satu efek samping yang timbul akibat penggunaan alat kontrasepsi yang bersifat hormonal yang erat hubungannya dengan kualitas hidup wanita dan juga keharmonisan hubungan suami istri. Menurut data dari BKKBN pengguna alat kontrasepsi setiap tahun bertambah. Salah satu faktor resiko penyebab disfungsi seksual adalah penggunaan KB suntik DMPA dan Kombinasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan angka kejadian disfungsi seksual menurut skoring FSFI pada akseptor KB suntik DMPA dan Kombinasi. Desain penelitian analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling yang telah memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuasioner FSFI untuk mengetahui indeks sex sebagai indikator adanya disfungsi seksual, kemudian analisa data menggunakan Mann Whitney dengan p-value <0,05 sehingga hasilnya bahwa ada perbedaan disfungsi seksual pada akseptor KB suntik DMPA dan Kombinasi. Berdasarkan penelitian tersebut, hendaknya menjadi bahan pertimbangan bagi Akseptor KB suntik DMPA dan Kombinasi dalam mencegah adanya komplikasi penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka panjang. Kata Kunci: Disfungsi Seksual, Kontrasepsi, KB suntik DMPA dan KB suntik Kombinasi
Cover KTI
2019

PERBEDAAN EFEKTIVITAS ANTARA SEKA MINYAK KELAPA DAN MINYAK TELON DENGAN MANDI AIR HANGAT DALAM MENCEGAH HIPOTERMIA PADA BAYI BARU LAHIR DI PMB RIRIN RESTATI NINGRUM BULULAWANG

Lihat Detail Karya
Penulis: INGE AYU WARDANI SAKINAH
NIM: 1502450037
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Wahyu Setyaningsih, SST., M.Kes
Subjek: KEBIDANAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Wardani, Inge Ayu, 2019, Perbedaan Efektivitas Antara Seka Minyak Kelapa dan Minyak Telon dengan Mandi Air Hangat dalam Mencegah Hipotermia pada Bayi Baru Lahir di PMB Ririn Restatiningrum, Bululawang. Skripsi. Pembimbing Utama : Ardi Panggayuh, S.Kp., M.Kes. Pembimbing Pendamping : Asworoningrum, SST., M.Keb. Bayi baru lahir memiliki sistem termoregulasi yang belum optimal, namun dituntut untuk bisa berdaptasi dengan lingkungan ekstrauterine, sehingga dapat meminimalisir terjadinya komplikasi atau masalah. Kemampuan termoregulasi yang belum optimal apabila tidak diimbangi dengan perawatan bayi yang tepat akan mengakibatkan bayi mengalami hipotermia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas antara seka minyak kelapa dan minyak telon dengan mandi air hangat dalam mencegah hipotermia pada bayi baru lahir. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dibagi menjadi dua kelompok perlakuan seka minyak kelapa dan minyak telon serta kelompok mandi air hangat dengan jumlah sampel 30 bayi baru lahir yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis menggunakan Independent t test didapatkan nilai p 0,196 > 0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan efektivitas antara seka minyak kelapa dan minyak telon dengan mandi air hangat dalam mencegah hipotermia pada bayi baru lahir. Rerata suhu setelah perlakuan pada kelompok seka minyak kelapa lebih tinggi sehingga dapat menjadi alternatif perawatan bayi pada bayi baru lahir. Kata Kunci : Bayi Baru Lahir, Hipotermia, Minyak Kelapa dan Minyak Telon, Mandi Air Hangat
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PERBEDAAN EFEKTIVITAS ANTARA SEKA MINYAK KELAPA DAN MINYAK TELON DENGAN MANDI AIR HANGAT DALAM MENCEGAH HIPOTERMIA PADA BAYI BARU LAHIR DI PMB RIRIN RESTATI NINGRUM BULULAWANG

Lihat Detail Karya
Penulis: INGE AYU WARDANI SAKINAH
NIM: 1502450037
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: ANNISA, ASWORONINGRUM
Cover KTI
2019

PERBEDAAN HEALTH BELIEF MODEL PADA IBU DENGAN KEHAMILAN NORMAL DAN RISIKO TINGGI

Lihat Detail Karya
Penulis: NAILA AZIZAH
NIM: 1502450009
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Erni Dwi Widyana, SST.,M.Kes
Subjek: Health Belief Model, Kehamilan Normal, Kehamilan Risiko Tinggi.
Lihat Abstraksi
Kondisi kehamilan yang berisiko tinggi dapat menyebabkan janin yang dikandung tidak tumbuh dengan sehat, bahkan menimbulkan kematian. Menurut Dinkes Jawa Timur tahun 2016, salah satu penyebab kematian terbesar yaitu terlambat mendeteksi (40,91%). Pemberian asuhan yang tepat sesuai kebutuhan dan tidak melihat aspek fisiknya saja tetapi juga aspek psikologis. Untuk bisa menilai keadaan psikolososial, dapat menggunakan model kepercayaan kesehatan health belief model. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan health belief model pada ibu dengan kehamilan normal dan risiko tinggi. Desain penelitian analitik komparasi dengan pendekatan cross-sectional, sample sebanyak 22 ibu hamil normal dan 22 ibu hamil risiko tinggi yang memenuhi kriteria inklusi melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kueisioner yang telah di uji validitas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan terdapat perbedaan health belief model antara ibu dengan kehamilan normal dan risiko tinggi dimana sebagian besar sampel pada kelompok kehamilan risiko tinggi memiliki health belief model yang lebih baik. Analisa data mengggunakan uji Mann-Witney dengan hasil nilai ρ value sebesar 0,000 (<0,05). health belief model yang baik sebanyak 61,8% dimiliki ibu hamil dengan kehamilan risiko tinggi dan 38,2% dimiliki ibu dengan kehamilan normal. Berdasarkan keenam komponen yang ada pada health belief model meliputi kerentanan, keseriusan, manfaat, hambatan,dukungan, dan kepercayaan diri yang paling terdapat perbedaanya yaitu pada elemen kerentanan dan dukungan dimana ibu dengan kehamilan normal merasa bahwa kehamilannya saat ini tidak memiliki kerentanan dan ibu merasa kurang mendapat dukungan dari keluarga, lingkungan maupun tenaga kesehatan sehingga ibu memiliki perilaku kesehatan yang cukup. Kata Kunci :Health Belief Model, Kehamilan Normal, Kehamilan Risiko Tinggi.
Cover KTI
2019

PERBEDAAN KADAR GLUKOSA DARAH ANTARA NON-PREMENSTRUAL SYNDROME DAN PREMENSTRUAL SYNDROME DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RIRIN SORIANINGSIH
NIM: P17311175004
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
Dosen Pembimbing: Rita Yulifah S.Kp.,M.Kes
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PERBEDAAN KADAR GLUKOSA DARAH ANTARA NON-PREMENSTRUAL SYNDROME DAN PREMENSTRUAL SYNDROME DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: RIRIN SORIANINGSIH
NIM: P17311175004
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MALANG
Dosen Pembimbing: Ardi Panggayuh, S.Kp.M.Kes. Ari Kusmiwiyati, SST., M.Keb.
Subjek: Premenstrual Syndrome, Kadar glukosa darah, Wanita usia reproduktif
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Sorianingsih, Ririn. 2019. Perbedaan Kadar Glukosa antara Non-Premenstrual Syndrome dan Premenstrual Syndrome di Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Skripsi. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Jurusan Kebidanan. Progra Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang. Pembimbing I: Ardi Panggayuh, S.Kp.M.Kes. Pembimbing II: Ari Kusmiwiyati, SST., M.Keb. Premenstrual Syndrome merupakan kumpulan gejala yang terjadi beberapa hari sebelum menstruasi dan dialami oleh wanita usia reproduktif. Gejala-gejala ini mempengaruhi produkstifitas kerja, hubungan dengan orang lain dan meningkatkan angka morbiditas pada wanita sepanjang hidupnya selama usia reproduktif. Salah satu teori terjadinya PMS adalah adanya defisiensi progesteron pada fase luteal. Defisiensi progesteron dapat meningkatkan ikatan antara transkortin dan kortisol sehingga dapat meningkatkan glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris perbedaan kadar glukosa antara non-PMS dan PMS. Teknik sampling yang digunakan salam penelitian ini adalah Quota Sampling. Penapisan antara kelompok responden non-PMS dan PMS dilakukan dengan beberapa kuesioner salah satunya dengan menggunakan PSST (Premenstrual Symptom Screening Tools). Jumlah sampel yang diteliti adalah 10 responden non-PMS dan 10 responden PMS. Metode statistik yang digunakan adalah independent t-test. Penelitian menunjukkan bahwa t-hitung (-1.5) lebih kecil dari t-tabel (1.734). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kadar glukosa darah antara non-PMS dan PMS. Dipenelitian selanjutnya diharapkan kedua kelompok diatur dalam kondisi puasa yang homogen. Kata kunci: Premenstrual Syndrome, Kadar glukosa darah, Wanita usia reproduktif
Cover KTI
2019

PERBEDAAN KETEPATAN ANTARA METODE NAEGELE DAN PEMERIKSAAN USG DALAM MENENTUKAN WAKTU KELAHIRAN

Lihat Detail Karya
Penulis: FINDI FITALIA ANGGRAINI
NIM: 1602450058
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Afnani T, A.Per.Pen.,M.Pd
Subjek: KEBIDANAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Anggraini, Findi Fitalia. 2020. Perbedaan Ketepatan antara Metode Naegele dan Pemeriksaan USG dalam Menentukan Waktu Kelahiran. Skripsi Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama: Afnani Toyibah, A.Per.Pen., M.Pd. Pembimbing Pendamping: Ika Yudianti, SST., M.Keb. Penentuan taksiran tanggal persalinan yang benar merupakan hal yang penting karena keberhasilan penatalaksanaan obstetri sangat membutuhkan pengetahuan yang pasti mengenai usia janin. Terdapat perbedaan metode dalam perhitungan taksiran persalinan menggunakan rumus Naegele dan pemeriksaan USG obstetri, rumus Naegele berpatok pada hari pertama haid terakhir (HPHT) dengan siklus menstruasi teratur, sedangkan pemeriksaan USG menggunakan pemeriksaan CRL pada Trimester I dan pemeriksaan BPD pada trimester II. Menurut studi sebelumnya, pemeriksaan USG menjadi metode yang lebih akurat untuk menentukan taksiran persalinan, sedangkan pemeriksaan USG bukan menjadi kompetensi bidan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan ketepatan antara metode Naegele dan pemeriksaan USG dalam menentukan waktu kelahiran. Desain penelitian ini adalah desain penelitian analitik komparatif dengan pendekatan cohort. Sampel penelitian ini yaitu ibu hamil trimester III (minggu) sebanyak 31 responden di PMB Ngadilah. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara untuk mendapatkan data HPHT dan siklus menstruasi dan mengambil hasil USG dari trimester I/II, kemudian responden diikuti sampai waktu melahirkan untuk mencatat variabel terikatnya. Analisis data menggunakan uji Fisher Exact Probability Test. Hasil penelitian dari 31 responden, 17 responden (54,80%) menunjukkan data yang tepat dengan waktu kelahiran pada metode Naegele dan 22 responden (71%) menunjukkan data yang tepat dengan waktu kelahiran pada pemeriksaan USG. Berdasarkan uji hipotesis, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara ketepatan metode Naegele dan pemeriksaan USG dalam menentukan waktu kelahiran (=0,101). Dengan demikian, baik metode Naegele maupun pemeriksaan USG sama tepatnya digunakan untuk menghitung taksiran persalinan. Diharapkan bidan dapat menggunakan metode Naegele dalam menentukan taksiran persalinan dengan melakukan pengkajian hari pertama haid terakhir (HPHT) dan siklus haid pasien dengan tepat. Kata Kunci : metode Naegele, pemeriksaan USG obstetri, waktu kelahiran.
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PERBEDAAN KETERSEDIAAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL TENTANG DISTRIBUSI DOKUMEN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KECEPATAN PENYEDIAAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI KLINIK PUCANG SIDOARJO

Lihat Detail Karya
Penulis: Annisa Widaningrum
NIM: 1604000004
Program Studi: PRODI D III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Tutik Herawati, S.Kp., MM
Subjek: Distribusi, Dokumen Rekam Medis
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Annisa Widaningrum. 2019. ā€œPerbedaan Ketersediaan Standar Prosedur Operasional Tentang Distribusi Dokumen Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Terhadap Kecepatan Penyediaan Dokumen Rekam Medis Di Klinik Pucang Sidoarjoā€. Dibimbing Oleh Tutik Herawati, S.Kp., MM Keamanan informasi rekam medis harus dijaga, salah satunya dalam proses pendistribusian rekam medis. Karena dokumen rekam medis bersifat rahasia. Dokumen rekam medis adalah milik rumah sakit sedangkan isinya adalah milik pasien (Permenkes RI 269 : 2008). Metode penelitian ini analitik, variabel penelitiannya adalah SPO Distribusi Dokumen Rekam Medis serta Kecepatan Pengembalian Dokumen Rekam Medis. Populasi penelitian ini adalah dokumen rekam medis. Sampel penelitian menggunakan accidental sampling berjumlah 30 dokumen rekam medis rawat jalan. Data diambil dengan wawancara, checklist dan stopwatch. Hasil data penelitian untuk cara keluar dokumen rekam medis sebelum tersedianya SPO Distribusi 100% dibawa oleh pasien dan cara keluar dokumen setelah adanya SPO Distribusi 100% dibawa oleh petugas. Belum tercapainya target kecepatan pendistribusian yang ditentukan, sehingga terdapat 63,33% berkas rekam medis yang masih terlambat didistribusikanam ke poliklinik rawat jalan. Berdasar hasil uji independent T test menggunakan SPSS didapatkan hasil signifikansi tailed sebesar 0,000. Hasil ini kurang dari 0,05 yang artinya H1 diterima dan H0 ditolak. Hasil analisa menunjukkan bahwa cara keluarnya dokumen sebelum tersedianya SPO tidak tertib dan kurang aman karena dokumen dibawa sendiri oleh pasien untuk menuju ke poli, akan tetapi setelah adanya SPO cara keluar dokumen rekam medis menjadi tertib dan aman karena petugas yang mendistribusikan ke poli yang tersedia di Klinik Pucang. Kata kunci : Distribusi, Dokumen Rekam Medis
Cover KTI
2019

PERBEDAAN MEDIA PEMBELAJARAN SOUND SLIDE DAN SOUNDLESS SLIDE TERHADAP PEMAHAMAN MAHASISWA RMIK TINGKAT 1 TENTANG PERHITUNGAN KEBUTUHAN ROLL O’PACK DI POLTEKKES

Lihat Detail Karya
Penulis: VINTA ARNELLA ILMUVIDA
NIM: P17410173039
Program Studi: DIII REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Achmad Zani P,M.Kes., M.MRS
Subjek: REKAM MEDIS, INFORMASI KESEHATAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Vinta Arnella Ilmuvida. 2020. Perbedaan Media Pembelajaran Soundslide Dan Soundless slide Terhadap Pemahaman Mahasiswa RMIK Tingkat 1 Tentang Perhitungan Kebutuhan Roll O’Pack Di Poltekkes. Laporan Tugas Akhir D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Achmad Zani Pitoyo,M.Kes.,MMRS Media pembelajaran yang digunakan oleh pengajar masih terbatas pada media visual yang dinilai kurang inovatif dan menarik sehingga berpengaruh pada daya ingat dan kualitas belajar mengajar tidak maksimal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan media pembelajaran soundslide dan soundless slide terhadap pemahaman mahasiswa tentang materi perhitungan kebutuhan roll o’pack di Poltekkes. Rancangan penelitian menggunakan metode pengembangan Research and Development. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Variabel penelitian ini adalah paparan media dan pemahaman mahasiswa. Populasi yang digunakan adalah mahasiswa RMIK kelas 1A dan 1B. Sampel menggunakan teknik pengambilan total sampling. Uji hipotesis menggunakan Paired Sample T Test yang diolah dengan software SPSS dengan taraf signifikan 0,05. (1) Hasil rata-rata yang diperoleh media soundslide dalam peningkatan pemahaman mahasiswa pada materi perhitungan kebutuhan roll o’pack di Poltekkes sebesar 90,43 (2) Hasil rata-rata yang diperoleh media soundlessslide dalam peningkatan peningkatan pemahaman mahasiswa pada materi perhitungan kebutuhan roll o’pack di Poltekkes sebesar 69,13. Penggunaan media soundslide lebih besar 30% dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang perhitungan kebutuhan roll o’pack di Poltekkes daripada penggunaan media soundless slide. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Pemahaman, Soundslide, Soundless slide, Perhitungan Kebutuhan Roll O’Pack
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PERBEDAAN NILAI TES PENGETAHUAN MAHASISWA D-III PMIK PADA TOPIK ANALISIS KORELASI DAN REGRESI SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN MODUL PEMBELAJARAN STATISTIKA

Lihat Detail Karya
Penulis: AYUNDA AURA SALSABIL
NIM: 1604000015
Program Studi: PRODI DIII PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Achmad Zani Pitoyo, M. Kes., MMRS.
Subjek: Nilai tes mahasiswa, modul pembelajaran statistika, SIK I, analisis regresi dan korelasi.
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ayunda Aura Salsabil. 2019. Perbedaan Nilai Tes Pengetahuan Mahasiswa D-III PMIK pada Topik Analisis Korelasi dan Regresi Sebelum dan Sesudah Penerapan Modul Pembelajaran Statistika. D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Pembimbing: Achmad Zani Pitoyo, M. Kes., MMRS. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 377/Menkes/SK/III/2007 menjelaskan bahwa salah satu kompetensi perekam medis adalah ā€œStatistik Kesehatanā€ dimana salah satu unit kompetensi ini adalah ā€œmelakukan analisis statistik sederhanaā€ seperti analisis korelasi dan regresi. Permasalahan yang muncul adalah mahasiswa kurang memahami baik materi maupun praktikum analisis korelasi dan regresi dengan aplikasi SPSS pada matakuliah SIK I. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh modul pembelajaran statistika dengan nilai tes pengetahuan mahasiswa mengenai analisis korelasi dan regresi pada mahasiswa D-III PMIK tingkat I. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Pra-Experimental Design One Group Pretest Posttest. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 152 mahasiswa D-III PMIK tingkat I. Sampel yang dipilih sebanyak 42 mahasiswa yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penerapan modul pembelajaran statistika menunjukkan peningkatan dari nilai mutu E menjadi B+ dengan rata-rata nilai 71.67 dan nilai terbanyak yang diperoleh adalah 75. Hasil uji statistik dengan paired t-test menunjukkan adanya perbedaan rata-rata antara nilai pre-test yaitu 22.74 dengan post-test yaitu 71.67 dengan nilai signifikansi 0.00 < 0.05. Kesimpulannya, terdapat perbedaan antara nilai pre-test dengan post-test mengenai analisis korelasi dan regresi mahasiswa D-III PMIK tingkat I. Saran yang diberikan peneliti antara lain pengembangan teknik/ metode pembelajaran yang inovatif dan interaktif, pemberlakukan kontrol/ pemantauan pada saat pengambilan nilai tes untuk meminimalisir ketidakakuratan nilai tes mahasiswa, serta evaluasi dan pengembangan modul pembelajaran yang telah disusun. Kata Kunci: Nilai tes mahasiswa, modul pembelajaran statistika, SIK I, analisis regresi dan korelasi.
Chatbot Perpustakaan
šŸ“š

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo šŸ‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan