Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
šŸ‡®šŸ‡© ID | šŸ‡¬šŸ‡§ EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Reset
Menampilkan 3191–3200 dari 5188 KTI mahasiswa
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PERAN ORANG TUA MEMBIMBING PADA ANAK REMAJA (SMPLB) YANG MENGALAMI KELAMBANAN BELAJAR (SLOW LEARNER) DI YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT (YPAC) MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: PITALOKA LESTARI
NIM: 1601100023
Program Studi: PRODI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Naya Ernawati, S.Kep Ns M.Kep
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PERAN ORANG TUA MEMBIMBING PADA ANAK REMAJA (SMPLB) YANG MENGALAMI KELAMBANAN BELAJAR (SLOW LEARNER) DI YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT (YPAC) MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: PITALOKA LESTARI
NIM: 1601100023
Program Studi: PRODI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Naya Ernawati, S.Kep Ns M.Kep
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PERAN ORANG TUA MEMBIMBING PADA ANAK REMAJA (SMPLB) YANG MENGALAMI KELAMBANAN BELAJAR (SLOW LEARNER) DI YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT (YPAC) MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: PITALOKA LESTARI
NIM: 1601100023
Program Studi: PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Wahyuningsri, S.Pd, M.Kes.
Subjek: Slow Learner, Peran Orang Tua, Anak Usia Remaja
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Peran Orang Tua Membimbing Pada Anak Remaja (SMPLB) Yang Mengalami Kelambanan Belajar (Slow Learner) Di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Malang. Pitaloka Lestari (2019) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Wahyuningsri, S.Pd, M.Kes. Kata Kunci: Slow Learner, Peran Orang Tua, Anak Usia Remaja Peran orang tua melengkapi dan mempersiapkan anak menuju ke kedewasaan dengan memberikan bimbingan dan pengarahan yang dapat membantu anak dalam menjalani kehidupan. Anak usia remaja yang mengalami gangguan kognitif lamban belajar (slow learner) membutuhkan waktu yang lama dalam memahami, memerlukan bimbingan dan perhatian yang lebih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran orang tua membimbing pada anak remaja (SMPLB) yang mengalami kelambanan belajar (Slow Learner) Di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Malang. Penelitian ini adalah deskriptif studi kasus dengan 2 subyek peneltian dan dilakukan pada tanggal 1-26 April 2019. Alat pengumpulan data dalam peneitian ini adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan peran ibu dalam membimbing An. T dan An. R baik. Rekomendasi penelitian yang akan datang dapat meneliti peran orang tua terhadap prestasi dan perilaku anak dengan slow learner.
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PERAN ORANG TUA MEMBIMBING PADA ANAK REMAJA (SMPLB) YANG MENGALAMI KELAMBANAN BELAJAR (SLOW LEARNER) DI YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT (YPAC) MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: PITALOKA LESTARI
NIM: 1601100023
Program Studi: PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Wahyuningsri, S.Pd, M.Kes.
Subjek: Slow Learner, Peran Orang Tua, Anak Usia Remaja
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Peran Orang Tua Membimbing Pada Anak Remaja (SMPLB) Yang Mengalami Kelambanan Belajar (Slow Learner) Di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Malang. Pitaloka Lestari (2019) Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Wahyuningsri, S.Pd, M.Kes. Kata Kunci: Slow Learner, Peran Orang Tua, Anak Usia Remaja Peran orang tua melengkapi dan mempersiapkan anak menuju ke kedewasaan dengan memberikan bimbingan dan pengarahan yang dapat membantu anak dalam menjalani kehidupan. Anak usia remaja yang mengalami gangguan kognitif lamban belajar (slow learner) membutuhkan waktu yang lama dalam memahami, memerlukan bimbingan dan perhatian yang lebih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran orang tua membimbing pada anak remaja (SMPLB) yang mengalami kelambanan belajar (Slow Learner) Di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Malang. Penelitian ini adalah deskriptif studi kasus dengan 2 subyek peneltian dan dilakukan pada tanggal 1-26 April 2019. Alat pengumpulan data dalam peneitian ini adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan peran ibu dalam membimbing An. T dan An. R baik. Rekomendasi penelitian yang akan datang dapat meneliti peran orang tua terhadap prestasi dan perilaku anak dengan slow learner.
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PERBANDINGAN PEMAHAMAN TENTANG HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN SEBELUM DAN SESUDAH PENGGUNAAN DESAIN FORMULIR PERSETUJUAN UMUM (GENERAL CONSENT) DI PUSKESMAS SIDOREJO KABUPATEN KEDIRI

Lihat Detail Karya
Penulis: Yessica Natalia
NIM: 1604000084
Program Studi: PRODI D-III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
Dosen Pembimbing: Bpk. Bernadus Rudy Sunindya, MPH
Subjek: formulir, rekam medis, general consent, pemahaman
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Yessica Natalia, 2019. ā€œPerbandingan Pemahaman Tentang Hak dan Kewajiban Pasien Sebelum Dan Sesudah Penggunaan Desain Formulir Persetujuan Umum (General Consent) di Puskesmas Sidorejo Kabupaten Kediriā€. (Dibawah bimbingan Bpk. Bernadus Rudy Sunindya, MPH). Dalam setiap pelayanan tindakan yang diberikan kepada pasien harus didokumentasikan dan mendapat persetujuan dari pasien atau keluarga pasien terlebih dahulu. Pasien atau keluarga pasien hendaknya mengerti apa hak dan kewajiban mereka dalam menerima atau menolak pelayanan yang diberikan. Formulir persetujuan umum adalah formulir dasar pasien mengerti hak dan kewajibannya sebelum menerima atau menolak tindakan yang diberikan. Formulir persetujuan umum dapat digunakan sebagai bukti yang sah. Dengan demikian perlunya formulir yang didalamnya menjelaskan hak dan kewajiban pasien di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman pasien sebelum dan sesudah penggunaan desain formulir persetujuan umum (general consent) di Puskesmas Sidorejo Kabupaten Kediri. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik cross sectional yaitu dengan cara peneliti melakukan observasi dan pengamatan untuk mengetahui pemahaman pasien tentang hak dan kewajibannya di Puskesmas. Instrumen pada penelitian ini adalah lembar kuisioner dengan skala yang digunakan adalah rasio. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 20 sampel yang diambil dalam waktu satu hari. Didapatkan hasil sosialisasi desain formulir mudah dipahami dan sesuai kebutuhan Puskesmas dan dilakukan uji statistik menggunakan uji Independent T-Test dan didapatkan hasil sig sebesar 0,000. Hasil ini kurang dari 0,05 yang artinya H0 ditolak atau H1 diterima. Terdapat perbedaan pemahaman pasien tentang hak dan kewajibannya sebelum dan sesudah penggunaan desain formulir persetujuan umum (general consent). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan desain formulir baru meningkatkan pemahaman pasien dalam menerima pelayanan di Puskesmas. Kata kunci : formulir, rekam medis, general consent, pemahaman
Cover KTI
2019

PERBEDAAN HEALTH BELIEF MODEL PADA IBU DENGAN KEHAMILAN NORMAL DAN RISIKO TINGGI

Lihat Detail Karya
Penulis: NAILA AZIZAH
NIM: 1502450009
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Erni Dwi Widyana SST., M.Kes
Subjek: KEBIDANAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Azizah, Naila. 2019. Perbedaan Health Belief Model Pada Ibu Dengan Kehamilan Normal dan Risiko Tinggi. Skripsi, Program Studi Sarjana terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Malang Pembimbing Utama: Erni Dwi Widyana, SST., M.Kes. Pembimbing Pendamping: Wahyu Setyaningsih, SST., M.Kes. Kondisi kehamilan yang berisiko tinggi dapat menyebabkan janin yang dikandung tidak tumbuh dengan sehat, bahkan menimbulkan kematian. Menurut Dinkes Jawa Timur tahun 2016, salah satu penyebab kematian terbesar yaitu terlambat mendeteksi (40,91%). Pemberian asuhan yang tepat sesuai kebutuhan dan tidak melihat aspek fisiknya saja tetapi juga aspek psikologis. Untuk bisa menilai keadaan psikolososial, dapat menggunakan model kepercayaan kesehatan health belief model. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan health belief model pada ibu dengan kehamilan normal dan risiko tinggi. Desain penelitian analitik komparasi dengan pendekatan cross-sectional, sample sebanyak 22 ibu hamil normal dan 22 ibu hamil risiko tinggi yang memenuhi kriteria inklusi melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kueisioner yang telah di uji validitas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan terdapat perbedaan health belief model antara ibu dengan kehamilan normal dan risiko tinggi dimana sebagian besar sampel pada kelompok kehamilan risiko tinggi memiliki health belief model yang lebih baik. Analisa data mengggunakan uji Mann-Witney dengan hasil nilai ρ value sebesar 0,000 (<0,05). health belief model yang baik sebanyak 61,8% dimiliki ibu hamil dengan kehamilan risiko tinggi dan 38,2% dimiliki ibu dengan kehamilan normal. Berdasarkan keenam komponen yang ada pada health belief model meliputi kerentanan, keseriusan, manfaat, hambatan,dukungan, dan kepercayaan diri yang paling terdapat perbedaanya yaitu pada elemen kerentanan dan dukungan dimana ibu dengan kehamilan normal merasa bahwa kehamilannya saat ini tidak memiliki kerentanan dan ibu merasa kurang mendapat dukungan dari keluarga, lingkungan maupun tenaga kesehatan sehingga ibu memiliki perilaku kesehatan yang cukup. Kata Kunci :Health Belief Model, Kehamilan Normal, Kehamilan Risiko Tinggi.
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PERBEDAAN PENGETAHUAN, SIKAP, KETRAMPILAN TENTANG PENGUKURAN ANTROPOMETRI DAN PENCATATAN KMS SEBELUM DAN SESUDAH REFRESHING KADER POSYANDU DI DESA PAKISJAJAR KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: NILNA MAZIYATUN NIRMA
NIM: 1603000041
Program Studi: Program Studi DIII Gizi Malang
Dosen Pembimbing: I Dewa Nyoman Supariasa, MPS.
Subjek: Refreshing, Pengetahuan, Sikap, Ketrampilan, Kader
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nilna Maziyatun Nirma, 2019. ā€œPerbedaan Pengetahuan, Sikap, Ketrampilan Tentang Pengukuran Antropometri Dan Pencatatan KMS Sebelum Dan Sesudah Refreshing Kader Posyandu Di Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis Kabupaten Malangā€. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Gizi Malang, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dibimbing oleh : I Dewa Nyoman Supariasa, MPS. Lemahnya penguasaan materi pengukuran antropometri serta pencatatan Kartu Menuju Sehat (KMS) akan berdampak pada tidak terdeteksinya masalah pertumbuhan pada bayi/ balita sehingga tidak dapat diatasi secepatnya. Penelitian ini merupakan jenis Pra Eksperimental dengan rancangan one group pre test and post test design. Sampel dari penelitian ini adalah 21 kader. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan observasi menggunakan form kuesioner dan form penilaian. Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum refreshing 47,6% (10 orang) kategori cukup dan sesudah refreshing meningkat menjadi 85,7% (18 orang) kategori baik dengan (p=0,00) yaitu ada pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah refreshing pada tingkat pengetahuan kader, Ada perbedaan sikap sebelum dan sesudah refreshing kader, yaitu sebelum refreshing 28,6% (6 orang) kategori sangat baik dan sesudah refreshing meningkat menjadi 33,3% (7 orang) kategori sangat baik, ketrampilan pengukuran antropometri sebelum refreshing sebagian besar pada kategori cukup dan kurang dan sesudah refreshing mengalami peningkatan menjadi 100% (21 orang) kategori baik, Selanjutnya untuk ketrampilan pencatatan KMS sebelum refreshing 76,2% (16 orang) kategori kurang dan sesudah refreshing meningkat menjadi 95,2% (20 orang) kategori baik. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan sebelum (pre test) dan sesudah (post test) refreshing. Diharapkan bagi kader posyandu sebaiknya lebih aktif mengikuti refreshing/ penyegaran agar pengetahuan, sikap, dan ketrampilan mengenai materi pengukuran antropometri dan pencatatan KMS menjadi lebih baik. Kata Kunci : Refreshing, Pengetahuan, Sikap, Ketrampilan, Kader
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PERBEDAAN DALAM PENYULUHAN TENTANG UPAYA PERBAIKAN GIZI KURANG PADA BALITA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN KADER DI DESA NGAJUM KECAMATAN NGAJUM KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: Ninda Sevy Kusdiningtiyas
NIM: 1603000007
Program Studi: PROGRAM STUDI DIPLOMA III
Dosen Pembimbing: Hasan Aroni
Subjek: Penyuluhan, Pengetahuan, Sikap, Keterampilan, Upaya Perbaikan GiziKurang Balita
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Ninda Sevy Kusdiningtiyas. 2019. ā€œPENGGUNAAN MODUL DALAM PENYULUHAN TENTANG UPAYA PERBAIKAN GIZI KURANG BALITA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN KADER DI DESA NGAJUM KECAMATAN NGAJUM KABUPATEN MALANGā€. Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. 2019. : (Di bawah bimbingan: Hasan Aroni). Salah satu program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat untuk memantau kesehatan dan gizi di seluruh wilayah Indonesia adalah Posyandu. Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UMKBM) yang dilaksanakan oleh, dari dan Bersama masyarakat, untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi dan anak balita. Dari hasil pengambilan data dasar pada tahun 2018 kemarin, terhadap beberapa kader posyandu yang meliputi tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan kader diperoleh hasil pengetahuan yang kurang tentang Upaya Perbaikan Gizi Kurang Balita , sikap kader yang kurang setuju dengan pemantauan pertumbuhan balita yang dating ke posyandu lewat KMS dan kurang setuju dalam mengingatkan ibu untuk memeriksakan kehamilannya minimal 4 kali kepada petugas kesehatan atau bidan, kader kurang setuju tentang meningkatkan ibu balita yang tidak rutin berkunjung ke posyandu. Tingkat ketrampilan kader yang belum terampil terhadap penimbangan menggunakan dacin (30%), mikrotoa (52%), timbangan injak (87%). Penelitian ini merupakan jenis Pra-Eksperimen dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Instrumen penelitisn yang digunakan adalah Surat Pengantar dan Surat Pernyataan Menjadi Respoden, Penyuluhan, Kuesioner Prestets dan Posttest Pengetahuan dan Sikap, Kuesioner Checklist Keterampilan dan alat tulis. Sampel yang digunakan adalah 30 kader posyandu balita Desa Ngajum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada pengaruh pengetahuan, sikap dan keterampilan pada sebelum dan sesudah penyuluhan tentang Upaya Perbaikan Gizi Kurang Balita. Penyuluhan didapatkan nilai rata-rata pengetahuan sebesar 84,5 yang termasuk kategori baik, untuk sikap didapatkan rata-rata nilai sebesar 36,8 yang termasuk kategori baik dan untuk nilai rata-rata pengetahuan sebesar 84,2 yang juga termasuk kategori baik. Kata Kunci : Penyuluhan, Pengetahuan, Sikap, Keterampilan, Upaya Perbaikan GiziKurang Balita
Cover KTI
tidak tersedia
2019

PERBEDAAN DISFUNGSI SEKSUAL PADA AKSEPTOR KB SUNTIK DMPA DAN KB SUNTIK KOMBINASI DI DESA WATUGEDE WILAYAH PUSKESMAS SINGOSARI KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: YUSRIN NADZIFAH
NIM: 1402450014
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Erni Dwi Widyana, S. ST, M.Kes,
Subjek: Disfungsi Seksual, Kontrasepsi
Cover KTI
2019

PERBEDAAN DISFUNGSI SEKSUAL PADA AKSEPTOR KB SUNTIK DMPA DAN KB SUNTIK KOMBINASI DI DESA WATUGEDE WILAYAH PUSKESMAS SINGOSARI KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG

Lihat Detail Karya
Penulis: YUSRIN NADZIFAH
NIM: 1402450014
Program Studi: SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Budi Suharno, S.Kp., M.Kes
Subjek: KEBIDANAN
Lihat Abstraksi
ABSTRAK Nadzifah. Yusrin, 2018. Perbedaan Disfungsi Seksual Pada Akseptor KB Suntik DMPA dan Akseptor KB Suntik Kombinasi di Desa Watugede Wilayah Puskesmas Singosari kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Pembimbing Utama : Erni Dwi Widyana, SST., M. Kes Pembimbing Pendamping : Sri Rahayu, S. Kep.,Ns. M.Kes. Disfungsi seksual merupakan salah satu gangguan kesehatan yang bisa muncul pada setiap wanita. Disfungsi seksual juga merupakan salah satu efek samping yang timbul akibat penggunaan alat kontrasepsi yang bersifat hormonal yang erat hubungannya dengan kualitas hidup wanita dan juga keharmonisan hubungan suami istri. Menurut data dari BKKBN pengguna alat kontrasepsi setiap tahun bertambah. Salah satu faktor resiko penyebab disfungsi seksual adalah penggunaan KB suntik DMPA dan Kombinasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan angka kejadian disfungsi seksual menurut skoring FSFI pada akseptor KB suntik DMPA dan Kombinasi. Desain penelitian analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling yang telah memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuasioner FSFI untuk mengetahui indeks sex sebagai indikator adanya disfungsi seksual, kemudian analisa data menggunakan Mann Whitney dengan p-value <0,05 sehingga hasilnya bahwa ada perbedaan disfungsi seksual pada akseptor KB suntik DMPA dan Kombinasi. Berdasarkan penelitian tersebut, hendaknya menjadi bahan pertimbangan bagi Akseptor KB suntik DMPA dan Kombinasi dalam mencegah adanya komplikasi penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka panjang. Kata Kunci: Disfungsi Seksual, Kontrasepsi, KB suntik DMPA dan KB suntik Kombinasi
Chatbot Perpustakaan
šŸ“š

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo šŸ‘‹

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan